Search the web
Sign In
New User? Sign Up
the_untold_stories · The_Untold_Stories Organization
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Hear how Yahoo! Groups has changed the lives of others. Take me there.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Lagi Fenomena 22 : Petir Membakar Istana   Message List  
Reply | Forward Message #618 of 1034 |
Assalamu'alaikum wr wb

Lagi Fenomena 22 : Petir Membakar Istana

Entah seakan membenarkan fenomena 22 atau hanya gejala alam saja (
Bacalah Fenomena 22), kejadian Kebakaran Istana Pagaruyung SUMBAR mengingatkan ketika SBY dilantik tgl 22 September 2006.

BATUSANGKAR - Istana kebanggaan masyarakat Minangkabau, Istana Basa Pagaruyung, ludes terbakar tadi malam. Istana yang merupakan bukti sejarah Kerajaan Pagarayung itu rata dengan tanah setelah api yang berasal dari sambaran petir meluluhlantakkan bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu tersebut. " (lihat berita dibawah)

Menurut saksi mata bernama Andri, api awalnya membakar dua gonjong (atap) istana yang menjadi tempat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima gelar Yang Dipertuan Maharajo Pamuncak Sari Alam pada 22 September 2006.
JawaPos - Edisi Rabu, 28 Feb 2007,

Kita perhatikan lagi SBY yang diperingatkan, mengapa ? Pada Edisi yang sama termuat
  •  Rabu, 28 Feb 2007 Solusi Adat, SBY Hanya Bergurau
         
    JAKARTA - Presiden gerah dengan polemik merespons pernyataannya tentang penyelesaian secara adat kasus perselisihan Mensesneg Yusril Ihza Mahendra dan Ketua KPK Taufiequrrahman Ruki .


Mohon Bpk SBY jangan bergaurau itulah pesan yang simplenya, seperti urutan berita dibawah ini

Berita yang saling menjawab sebagai peringatan agar tidak bergurau saja ! Namun kalau melihat jauh ke belekang tercatat di untold_stories yakni artikel Kemiskinan Meraja, Kemewahan Meluap  posted Jan 9, 2007 5:32 am salah satu kutipan :

Allah memberitahu kita lewat angka 11 ini bahwa sebentar lagi musibah terjadi lagi, jika kita tidak dapat mengambil pelajaranNya, kebetulankah ? atau Allah tidak tahu internet ? (baca Allah tidak tahu internet ? ) Atau sengajakah Allah berteka teki dengan bilangan sebagaimana artikel Allah berteka-teki Lewat longsor padang Praiaman  itu pula pembesar negeri ini di ingatkan agar tidak lupa terhadap yang pernah di canangkan Di padang pariaman, 21-22 - 09-2006 lalu SBY di anugerahi gelar Sangsako Adat.

Pada kesempatan itu pula dicanangkan di Nagari Parit Malintang : Pengentasan Kemiskinan Berbasis Nagari 22-09-2006 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (21/9) siang berada di Nagari Parit Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat meresmikan program Pencanangan Pengentasan Kemiskinan Berbasis Nagari.

Dalam dua tahun terakhir ini Presiden SBY dan Ibu Negara tercatat telah 5 kali mengunjungi Sumatera Barat. Pertama kedatangan Presiden ketika bencana Gunung Talang di Solok pada 12 april 2005, kedua saat meresmikan Bandara Internasional Minangkabau 25 Agustus 2005, ketiga pada tanggal 12-14 Januari 2006 Presiden SBY bertemu PM Malaysia Abdullah Badawi serta melakukan pertemuan bilateral Indonesia – Malaysia, keempat pada tanggal 21-22 September 2006 saat Presiden SBY dan ibu Ani dianugerahi gelar Sangsako Adat. Sby beberapa waktu lalu juga merasakan 'enaknya' main golf di padan golf

SBY terlihat tak kalah ceria ketika menemani Abdullah Ahmad Badawi serta jumlah menteri dan Gubernur Sumbar bermain golf di lapangan golf Anai Resort, Kabupaten Padang Pariaman, sekitar 30 km dari Kota Bukittinggi Jumat (13/1/2006) pagi.

"Saya senang berada di sini. Selain udaranya yang sejuk, makanan yang enak-enak, warga Bukittinggi juga sangat ramah," ujarnya kepada sejumlah wartawan di halaman Istana Negara Tri Arga usai bermain golf.
Tergantung pembesar negeri ini dan para orang kaya, kaum terdidik ? Apakah janji pengetasan kemiskinan terwujud ? atau malah enak main golf ?

Atau enak berwisata keluar negeri ?, nanti pesawatnya malah jatuh sepeti Adam air, sebagaimana janji  mengatasi  kemiskinan, nanti malah terpuruk ?
baca  Tanya bagaimana mencegah bencana ?   jawaban Mencegah bencana

Ingatlah Tsunami 26-des-Aceh 2004, kemudian banjir besar 25-des  2006 di Aceh tamiang, tidak-kah harus berintropeksi ?


Dari kutipan diatas mohon kiranya Bpk SBY jangan hanya berjanji saja untuk mengentas kemiskinan lewat pencanangan Berbasis Nagari, namun sekali lagi di-ingatkan dengan Petir berfenomena 22 agar segera Action dengan memberi tauladan hidup sederhana


Adakah input untuk Pertanda Musibah berikutnya ?


Semoga fenomena Petir pengingat 22 adalah Pengingat Saja, bukan merupakan input PErtanda Musibah berikutnya. Kita masih menunggu apakah ini menjadi input bagi musibah berikutnya ( yang kalau di terangkan sedini mungkin, banyak yang tidak berkenan). Namun kemunculan petir 22 yang membakar itu merupakan dukungan logis terhadap artikel
Kemiskinan Meraja, Kemewahan Meluap  

Kejadian penting yang dicatat adalah :


Catatan ana melihat 3:3:2007 adalah mile stone berikutnya, biasanya Gerhana bulan total yang terjadi tgl 4/3/2007 nanti, posisi bulan dan matahari dalam konjungsi yang sama memiliki kekuatan daya tarik yang lebih tinggi dibanding biasanya. Dan sebelas hari lagi dari tgl 22-2-2007 adalah tgl 3-3-2007 (sesuatu yang kembar).
Berikut berita JP Edisi 28-Feb-2007 :

Rabu, 28 Feb 2007, Istana Pagaruyung Ludes Terbakar
BATUSANGKAR - Istana kebanggaan masyarakat Minangkabau, Istana Basa Pagaruyung, ludes terbakar tadi malam. Istana yang merupakan bukti sejarah Kerajaan Pagarayung itu rata dengan tanah setelah api yang berasal dari sambaran petir meluluhlantakkan bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu tersebut.  Atap dari ijuk ikut mempercepat api melalap semua bangunan dan isi istana yang terletak di Kenagarian Pagaruyung, 100 kilometer dari kota Padang, ibu kota Sumatera Barat, itu.  Informasi yang dihimpun koran ini dari lokasi kejadian, kebakaran yang menghanguskan Istana Basa Pagaruyung tersebut mulai terjadi sekitar pukul 20.00.

Sebelumnya, daerah setempat dilanda hujan yang diikuti angin kencang. Lalu, tiba-tiba petir yang menggelegar menyambar bagian puncak istana dengan cepat.  Menurut saksi mata bernama Andri, api awalnya membakar dua gonjong (atap) istana yang menjadi tempat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima gelar Yang Dipertuan Maharajo Pamuncak Sari Alam pada 22 September 2006.

Wakil Kepala Kepolisian Resort (Wakapolres) Tanahdatar Kompol Diarsyah Darwis mengungkapkan, upaya pemadaman api terkendala minimnya peralatan. Armada pemadam kebakaran yang dikerahkan dari Batusangkar tidak ada yang dilengkapi dengan tangga. Akibatnya, upaya pemadaman tidak bisa dilakukan dari jarak dekat. "Mobil pemadam kebakaran dari Padang baru datang sekitar pukul 21.00 WIB, ketika istana sudah ludes dan rata dengan tanah," kata Diarsyah.

Istana Basa yang terbakar tadi malam sebenarnya adalah replika dari yang asli. Istana Basa asli yang terletak di atas Bukit Batu Patah terbakar habis pada sebuah kerusuhan berdarah pada 1804.

Pembangunan kembali Istana Basa dilakukan dengan peletakan tunggak tuo (tiang utama) pada 27 Desember 1976 oleh Gubernur Sumatera Barat saat itu Harun Zain. Pada akhir 1970-an, istana tersebut dibuka untuk umum. Istana itu juga tercatat sebagai salah satu objek wisata yang paling banyak dikunjungi di Sumbar.

Di sekitar Istana Basa, ada banyak objek wisata unik, seperti kompleks pemakaman raja dan bangsawan Minang. Ada beberapa kompleks makam dan yang paling terkenal adalah Kubur Rajo, sedikit di luar kota ke arah Padang Panjang. Kompleks makam bangsawan yang berada dekat Istana Basa menampilkan batu nisan yang unik.

Selain terbuat dari batu besar utuh yang berpahat, batu nisan itu mempunyai bentuk berdasar jabatan orang yang dimakamkan. Masih di dekat Istana Basa, ada sekelompok batu prasasti yang tidak hanya menceritakan sejarah Minang, tapi juga sepenggal sejarah Nusantara secara utuh.

Sejumlah pejabat dan tokoh penting pernah di-lewa-kan (dilantik) menerima gelar kehormatan adat Minangkabau di istana itu. Menurut Ketua Lembaga Adat Alam Minangkabau (LAAM) Kamardi Rais Dt. Panjang Simulie menyebutkan, pejabat dan tokoh penting yang pernah dilantik di Istana Basa Pagaruyung, antara lain, Raja Negeri Sembilan Malaysia Tuanku Ja'afar Bin Tuanku Abdul Rahman, Sultan Hamengkubowono X, Taufiq Kiemas (suami mantan Presiden Megawati), Megawati (ketika menjadi presiden), Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution, dan terakhir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Kita berharap Gubernur Gamawan segera merembukkan lagi pembangunan Istana Basa Pagaruyung, seperti Harun Zain membangun dulu," kata Kamardi.

Istana Pagaruyung, lanjut Kamardi, harus secepatnya dibangun. Sebab, istana itu merupakan simbol-simbol penting dari sejarah Minangkabau dan Sumatera Barat. "Jangan sampai simbol-simbol kita hilang," tukasnya.

Gubernur Gamawan Fauzi yang masih berada di Jakarta tadi malam mengaku terkejut dengan peristiwa kebakaran yang menghanguskan Istana Basa Pagaruyung itu. "Tapi yang jelas, kita segera bicarakan dengan pihak terkait, seperti LAAM dan pemuka-pemuka adat serta kepala daerah di Sumbar. Yang pasti, istana itu harus segera kita bangun," tegasnya.

Sementara itu, Bundo Kanduang Sumbar Raudha Taib mengatakan, kebakaran itu telah menimbulkan kerugian yang sangat besar. Sebab, yang ludes tidak hanya istana. Seluruh candi dan kain-kain hiasan di dalam istana juga ikut hangus. "Isinya candi dan kain-kain hiasan. Kerugiannya sangat besar," jelas Raudha ketika dihubungi koran ini tadi malam.

Menyinggung apakah kebakaran itu merupakan pertanda tentang sesuatu, dia tidak mau berkomentar. Raudha Taib hanya mengatakan, terbakarnya istana tersebut merupakan rahasia Tuhan yang tak bisa ditebak. "Ada orang mengatakan itu peringatan, tapi kita tidak bisa menebaknya," ujarnya. (ztl/mal/mon/abk)


Rabu, 28 Feb 2007, Solusi Adat, SBY Hanya Bergurau

JAKARTA - Presiden gerah dengan polemik merespons pernyataannya tentang penyelesaian secara adat kasus perselisihan Mensesneg Yusril Ihza Mahendra dan Ketua KPK Taufiequrrahman Ruki.  Pernyataan penyelesaian secara adat itu muncul pasca rapat koordinasi pemberantasan korupsi di Kantor Presiden akhir pekan lalu. Tapi, menurut Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng, kemarin, istilah itu (penyelesaian adat) muncul dalam gurauan setelah rapat. Yakni, ketika wartawan bertanya kepada presiden.

"Presiden menjawab, saya sudah selesaikan secara adat, hokum harus ditegakkan, tapi jangan saling mencerca satu sama lain," kata Andi Mallarangeng di Kantor Presiden tadi malam. Andi menilai, istilah penyelesaian secara adat itu hanyalah istilah populer yang mestinya tidak dianggap berkaitan dengan konteks utama rapat koordinasi: penegakan hukum dalam pemberantasan korupsi.

Andi mengelak rapat koordinasi yang antara lain dihadiri Wapres Jusuf Kalla, Ketua BPK Anwar Nasution, Kapolri Jenderal Pol Sutanto, Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh, Ketua Timtastipikor Hendarman Soepandji tersebut khusus digelar untuk mendamaikan Yusril dan Ruki.

Menurut Andi, rapat koordinasi juga tidak membahas upaya menyelesaikan dugaan kasus korupsi pengadaan alat pemindai sidik jari di luar jalur hukum. "Itu rapat yang rutin dilakukan presiden untuk membahas kemajuan dan hambatan dan isu-isu yang berkaitan dengan pemberantasan korupsi," katanya.

Meski demikian, Andi mengakui rapat membahas pula isu yang hangat di media massa, terutama tentang metode penunjukan langsung dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. "Dalam rapat memang ditelaah PP 80/2003 (tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah, Red) dan disimpulkan ada aturan yang mendasari metode penunjukan langsung dalam pengadaan barang dan jasa," terangnya. Dengan demikian, selama ketentuan dalam PP 80/2003 diikuti, maka penunjukan langsung tersebut sah dan tidak bisa langsung dikonotasikan sebagai tindak pidana korupsi.  "Tapi jika ada penyimpangan dalam proses pengadaan maka penyimpangan itu tetap harus diproses secara hukum. Itu berlaku bagi siapa pun," tegas Andi. (noe)




Wassalamu'alaikum wr wb



Wed Feb 28, 2007 7:18 am

alkatiri.fuad@...
Send Email Send Email

Forward
Message #618 of 1034 |
Expand Messages Author Sort by Date

Assalamu'alaikum wr wb Lagi Fenomena 22 : Petir Membakar Istana Entah seakan membenarkan fenomena 22 atau hanya gejala alam saja (*Bacalah Fenomena 22...
fuad alkatiri
alkatiri.fuad@...
Send Email
Feb 28, 2007
7:23 am

Sekedar ikut nambahin data, bahwa 2 tahun lalu yakni 2005 sebagaimana inspirasi artikel Bacalah Fenomena 22 , "Bacalah 22/2/2005, jangan lupakan" Kejadian 2...
ade rahmawati
ade_rahmawat...
Offline Send Email
Feb 28, 2007
8:02 am

Menarik melihat rentetan fenomena 22 okeh pak Fuad, dan saat ini semua lagi gajian krn pas tgl muda, maka setelah istirahat beberapa hari, maka Gempa...
dien dien
d13n_women
Offline Send Email
Mar 1, 2007
6:49 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help