-
Ketika membaca kisah Firaun dan n. Musa, mengapakah tidak bertanya mengapa Musa melempar tongkat menjadi ular, mengapa tidak menjadi singa saja yang lebih kuat ?
-
Ketika banyak bukti kekuasaan dan Kekuatan Allah atas tanah Mesir, sungai nil menjadi merah, wabah penyakit, hujan batu, dll mengapakah hati firaun tidak tunduk ? mengapa firaun dan balatentara masih sehat padahal begitu hebat musibah yang terjadi di tanah mesir yang menimpa penduduk disana ? Dengan masih sehat firaun dan tentaranya, maka firaun menganggap musbah itu adalah bencana alam saja atau natural saja
-
Ketika membaca kisah N. Yusuf dan Firaun, mengapakah Firaun mimpi 7 sapi kurus dan 7 sapi gemuk ? mengapa tidak mimpi 7 ular saja ?
-
Ketika membaca kisah n. Luth, seketika itukah masyarakat menyukai sesama ? Ketika membaca kisah n. Sholeh, sebegitukah sehingga mukjizat adalah se-ekor unta ?. Bagaimana jumlah penduduk tersebut heboh dengan unta itu ?
-
Dan akhirnya ketika banyak yang berzikir dan menyebut asma Allah, tidak-kah mereka mengetahui mengapa nama tuhan itu "Allah" ?
Jawaban itu tidak akan diperoleh saat diri lupa dan hanya sekedar membaca saja tanpa mau tahu karena sejak lahir memang sudah begitulah. Tidak-kah di dunia ini salah satu tugas kita mencari arti hidup dan kebenaran ? Mengapa harus terlena dengan mengejar kenikmatan dunia ? Tidak-kah nanti di hari akhir kecewa saat pilihan kita salah ?
Dari itulah kami menghabiskan waktu untuk mencari hikmah dan menguak mengapa nama tuhan kita "Allah" ? Dan jawaban yang ketemu itulah menjadikan narasi jawaban itu berbahaya karena memuat satu hal yang diceritakan akan membuat takut masyarakat
(1) 1-1-2007 : Adam air jatuh dan hilang
(2) 2-2-2007 : Banjir besar Jakarta
Bukankah itu adalah tanggal kembar yang pernah muncul dan diperingatkan jauh sebelumnya. Allah memberi pertanda lewat bayi berkepala dua yang tergambar sebagai simbol O|O dimana O adalah kepala dan | adalah tubuhnya.
Perhatikan lagi kejadian 2006 lalu yang sampai saat ini membekas
- 27-mei-2006 Gempa yogya
- 29-mei-2006 Lumpur Lapindo
Sampai saat ini kejadian dan peristiwa itu sangat membekas, sebagai tanda kekuasaan dan kekuatan Allah atas Manusia, saat manusia menyekutukan Allah. Yogya lewat ajaran klenik Mbah M, dan Lumpur lapindo lewat Kades KedungBendo (M H). Pelajaran itu diulang terus seiring dengan pelaran Allah yang selalu di abaikan.
Jika 27-mei sebagai pelajaran yang membekas adalah simbol O dan 29-mei sebagai pelajaran yang membekas pula diberi simbol O, maka jadilah dua O yakni OO. Dan kebetulan tgl 28-mei adalah tgl kelahiran salah satu team pemberi peringatan ttg gempa besar yogya. Team tsb berangkat dengan biaya sendiri, menyebar brosur diterik matahari yang panas dan mengingatkan kaum muslim untuk sadar akan akibat menyekutukan Allah bahwa akni gempa yang akan terjadi. (Baca File Masyarakat Peduli Tauhid.doc di FILE milis ini)
Namun selebaran di kirim kesemua pihak, brosur disebar, namun tidak ada yang menganggap karena semua sibuk dengan waspada merapi dengan Mbah M sebagai rujukannya, adakah yang lalai ?
Apakah kebetulankah gempa yogya 27-mei-2006 bertepatan dengan hari kelahiran 28-mei tsb ?, Apakah kebetulankah lumpur lapindo 29-mei-2006 bertepatan dengan sehari setelah kelahiran tsb ? Dapatkah disusun O|O = 27 | 28 | 29 = gempa yogya | kelahiran | lapindo ?
Tidakkah itu peristiwa yang mengingatkan ?
Kebetulankah kemudian kelahiran bayi berkepala dua (kejadian langka) sangat banyak di tahun 2006 lalu ? Sehingga ditangkap sebagai hal peringatan terhadap hal yang kembar ? Tanggal 1-1-2007 dan 2-2-2007 tidak-kah semua membaca ?
Semua mengingatkan ttg hal yang kembar, lalu apakah yang ada di brosur yang dibawa oleh team tsb ?
- Tidak-kah surat Huud adalah surat yang ke 11 ?, sebagaimana cuplikan brosur yang disebar 25-mei-2006 dibawah ini
- Berdoa hanya kepada Allah semata dengan iklash dan rendah diri, InsyaAllah akan dikabulkan oleh Allah, mari kita berkaca dengan umat terdahulu
- (Al-quran surat Huud:50) Dan kepada kaum 'Ad saudara mereka, Huud. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. (Kaumnya menjawab) Kamu hanyalah mengada-adakan saja
- Tidak-kah ayat yang ada dibrosur itu ayat 22?, berikut cuplikan brosur itu
- Kami Masyarakat Peduli Tauhid menghimbau agar masyarakat Islam untuk tidak terlalu terpengaruh dan memfilter berita-berita opini tersebut dan tetap menjaga iman. Bencana dan Musibah adalah ketetapan Allah yang sudah dituliskan sebelum kita di ciptakan
- Al-quran surat Al-hadiid:22) Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
- Maksud bencana dan musibah adalah pergiliran kepada manusia, dan sebagai batas manusia agar manusia tidak menyombongkan diri dan membanggakan diri, ketika bencana dan musibah datang bukan karena seseorang atau ritual seseorang.
Dengan berkaca dari itulah 2, 11 dan 22 menjadi bagian yang penting yang mengingatkan, tidak-kah kita sadar bahwa pelajaran dari Allah sedang berlangsung ?
Mayoritas orang tidak menganggap pelajaran (tauhid) ini dan selalu menganggap angin lalu, tidak-kah mereka di hari akhir nanti ditanya ? bahkan ketika diminta pendapat maka mereka selalu membelakangi dengan mengatakan itu kebetulan, itu pekerjaan orang yang tidak punya pekerjaan, itu pekerjaan paranormal ?
Bukanlah mereka berpendapat demikian mampu mencegah ratusan bahkan ribuan korban ? mereka berpendapat itu hal yang natural dimana saja terjadi, cobalah jawab mengapa tanggal 1-1-2007 (Adam Air) dan 2-2-2007 (Banjir besar) di-pilih sebagai pelajaranNya ? Jika tidak mampu menjawab, maka mohon ampunkanlah kepada Allah sehingga Allah membuka hikmahNya
Mereka berpendapat bahwa jika memang hal itu pelajaranNya, mengapa korban orang kecil, mereka berpendapat, tidak-kah kami orang-orang yang baik-baik, mengapa harus kami yang menjadi korban ? Tidak-kah itu alamiah saja
Al-qur'an menjawab sesuai 2:11
(al-aqoroh surat ke 2: ayat ke 11) Dan bila dikatakan kepada mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi ". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan."
Mereka merasa mengadakan perbuatan baik, namun mereka-lah yang sesungguhnya merusak, membuat aturan yang menguntungkan diri sendiri, mengeksplioitasi alam, tidak berpihak pada masyarakat kecil, selalu bermain-main di atas logikanya sendiri dsb. Mereka ada yang sadar dan ada yang tidak sadar akan pebuatan itu. Perhatikan mereka tertawa dengan iklan obat kutat sebagai lelaki pemberani dan bersemboyan "rosa-rosa" ( baca Rosa-rosa ) padahal jelas pelajaran Allah sudah diberikan, namun mereka tiada mengambil pelajaranNya
Al-qur'an menjawab sesuai 2:22
(al-aqoroh surat ke 2: ayat ke 11) Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah , padahal kamu mengetahui.
Tidak-kah 2,11 dan 22 itulah yang berlaku saat ini ?, masih ingatkah jamaah haji kelaparan ? bukankah jumlah maktab 22 dan tidak-kah surat ke 22 adalah al-Hajj
Ref :
- Waspadalah angka 22 korban muncul lagi
- Waspadai petunjuk bayi lahir aneh ! ..... "Ini semua terjadi pada tanggal 22-agustus-2006, artinya perlu campur tangan Allah dengan variabel yang kompleks untuk memunculkan pertanda bayi ini "