Search the web
Sign In
New User? Sign Up
the_untold_stories · The_Untold_Stories Organization
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Real people. Real stories. See how Yahoo! Groups impacts members worldwide.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Sebelas negara terkena Tsunami Aceh 2004   Message List  
Reply | Forward Message #595 of 1029 |
Sebelas negara terkena Tsunami Aceh 2004

Dari artikel
Membedah ayat qauniyah  Ternyata memang angka 11 ini merupakan jumlah negara yang terkena Tsunami Aceh 2004.

26 Desember 2004:  Gempa sangat dahsyat, 9,0 SR yang disusul tsunami setinggi 20 m menghantam kawasan Provinsi NAD, menewaskan lebih dari 176.000 orang di 11 negara, terbesar di Aceh. (sumber Pemprov Aceh )

Dalam waktu beberapa menit hingga jam, gelombang pembunuh itu bergerak ke wilayah pesisir di 11 negara sekitar Samudra Hindia, menyeret orang-orang ke laut, menenggelamkan rumah-rumah, dan memporak-porandakan kota dan desa. (sumber oseanografi lipi )

Gempa Aceh terjadi tepat di pertemuan dua lempeng besar yang menyatukan permukaan Bumi. Gempa yang menewaskan 176 ribu orang di 11 negara ini mengakibatkan lempeng Eurasia tertarik ke bawah oleh lempeng Indo-Australia yang menurun. Ujung lempeng Eurasia pun terlepas oleh kuatnya guncangan. (sumber bppt : GEMPA ACEH UBAH PERMUKAAN BUMI)

Dari inilah ternyata tanggalnya mirip 26-des-2004, dimana setahun sebelumnya ada Gempa bumi di Iran pada tanggal yang sama yakni 26-des-2003. Hal menarik ini, diperoleh dari artikel Membedah ayat qauniyah   di iran Kamis, 15 Feb 2007, Bom Tewaskan 11 Garda Revolusioner

Beberapa teori gempa sudah pernah di luncurkan antara lain :
  • Teori Tektonik di Balik Rentetan Gempa
  • Gempa Bumi Menjalar?
  • JUMAT, 26 Desember 2003, pukul 5.30 waktu setempat, gempa bumi dengan besaran gempa 6,7 skala Richter mengguncang Kota Bam Iran. Gempa diperkirakan menewaskan sedikitnya 10.000 orang dan melukai sekira 3.000 penduduk. Selang beberapa hari kemudian, gempa melanda Taiwan. Pada Jumat sore, 2 Januari 2004, gempa bumi merusak mengguncang Kota Karangasem Bali dan menimbulkan sejumlah korban serta puluhan orang luka-luka. Pada hari yang sama, Kota Baru Sulawesi Tengah juga dilanda gempa yang cukup keras.

    Dari serentetan bencana gempa bumi ini, timbul pertanyaan di kalangan khalayak, termasuk di antaranya dari BBC London yang mewawancarai penulis, Jumat pukul 15.30 WIB, apakah gempa bumi-gempa bumi tersebut berkaitan satu terhadap yang lain? Kalau demikian, apakah akan bertambah banyak kejadian gempa bumi dalam tahun 2004?

    Persoalan ini akan lebih dapat dimengerti kalau kita menyadari bahwa kerak bumi kita tidak merupakan satu kesatuan kulit bumi yang menerus. Kerak bumi kita terbagi dalam segmen-segmen yang terpecah menjadi kurang lebih 12 lempengan yang berbeda jenis -- baik lempengan benua ataupun lempengan lautan --, kaku serta selalu bergerak bisa saling menjauh, mendekat juga gerakan penukikan/penekukan dari lempeng samudera terhadap lempeng benua di atas permukaan bumi.

    Batas-batas lempeng merupakan daerah interaksi dan bersifat sangat labil sehingga akan menimbulkan penumpukan-penumpukan energi seismik sehingga terjadi tegangan yang cukup tinggi. Tegangan ini kemudian dilepaskan secara tiba-tiba berupa kejutan gempa. Oleh karena itu, gempa bumi merupakan getaran pada kulit bumi yang disebabkan pelepasan energi dan dapat terjadi di darat ataupun di laut dengan besaran yang berbeda-beda.

    Gempa bumi Bam merupakan menifestasi dari berbenturannya lempeng Benua Afrika dan lempengan Arabia yang bergerak ke arah utara dengan lempeng Eropa-Asia. Kejadian benturan lempengan-lempengan kerak bumi tersebut mengakibatkan penyesaran benua yang satu terhadap yang lain. Sebagai akibat pertarungan lempeng benua raksasa tersebut, di antaranya di Iran terbentuklah patahan yang bergerak mengiri dan patahan ini merupakan sumber gempa bumi di Iran. Oleh karena itu, gempa bumi Bam adalah gempa bumi tektonik dari aktivitas patahan. Gempa bumi Taiwan adalah gempa bumi penunikan/penekukan lempeng kerak bumi, yakni lempeng Filipina menukik/menekuk terhadap lempengan Benua Asia.

    Gempa bumi Palu adalah gempa bumi tektonik yang berhubungan dengan patahan Palu-Koro yang melintas di Sulawesi Tengah, gempa ini sama dengan gempa bumi Bam. Gempa bumi Karangasem adalah gempa bumi penukikan/penekukan kerak Samudera Hindia-Australia ke bawah kerak bumi Eropa-Asia.

    Tetapi, mengapa justru di Indonesia terjadi sekaligus pada hari yang sama terjadi dua gempa bumi penting satu di Karangasem Bali dan gempa bumi Palu yang berlainan sumber penyebabnya? Jawabannya adalah Indonesia merupakan tempat pembenturan tiga lempeng berukuran benua dan satu lempeng renik: Lempeng Eropa-Asia, lempeng Hindia-Australia, lempeng Pasifik, dan lempeng Renik Filipina. Oleh karena itu, keadaan seperti ini jarang terjadi di muka bumi kita ini. Pada umumnya perbenturan lempeng kerak bumi hanya menyangkut dua buah lempeng. Dengan terjadi pembenturan empat lempengan kerak bumi sekaligus di kepulauan Indonesia ini, tidak mengherankan bila kejadian gempa bumi lebih sering dan banyak. Penafsiran yang salah serta berita yang dibesar-besarkan, dapat memberikan kesan seolah-olah "bumi kita itu sedang gelisah".

    Sementara itu, kerusakan yang ditimbulkan gempa bumi-gempa bumi tersebut, sangat bergantung pada beberapa parameter di antaranya lama getaran/goncangan gempa, kedalaman pusat gempa, dan jarak episenter (pusat gempa di permukaan bumi), besaran gempa, kondisi tanah di mana bangunan berada serta kondisi bangunan itu sendiri. Sementara itu, jumlah korban akibat peristiwa gempa sangat bergantung pada beberapa faktor sosiologis di antaranya kepadatan penduduk, jam pada saat gempa terjadi, kesiapan penduduk, dll.

    Dari uraian singkat di atas, dapat disimpulkan bahwa timbul korban dan kerusakan prasarana kehidupan "lifelines" adalah akibat serentetan perbuatan manusia seperti urbanisasi, perencanaan yang salah dalam memilih lokasi gedung-gedung bertingkat, serta teknik konstruksi bangunan yang tidak memadai. Gedung-gedung di negara berkembang terkadang merupakan "corrupted building". Artinya, pembangunan gedung tersebut tidak sesuai dengan yang seharusnya dilakukan. Risiko akibat gempa bumi khususnya di Indonesia akan diperburuk oleh kenyataan belum adanya pedoman dan kontrol perencanaan yang baik dalam pengembangan kota, bila terjadi bencana gempa. Belum adanya pendekatan yang terorganisasi untuk memperkecil risiko "memitigasi" bencana gempa bumi baik di pemerintah pusat, daerah provinsi, daerah kabupaten, dan daerah kota. Program yang diperlukan adalah membuat rencana tindak atau "action plan" Mitigasi Bencana Gempa Bumi. Di antaranya meningkatkan kepedulian masyarakat pada masalah-masalah yang berhubungan dengan risiko gempa bumi, meningkatkan kinerja sistem infrastruktur, dan utilitas dalam menghadapi gempa, meningkatkan ketahanan terhadap gempa pada bangunan perumahan dan fasilitas umum, kawasan industri, dan infrastruktur, meningkatkan keamanan anak-anak sekolah dan gedung sekolah dalam menghadapi gempa.

    Akhirnya, bersedia payunglah sebelum hujan meskipun sering hujan tidak kunjung datang. Amin. (Penulis peneliti pada Kelompok Penelitian dan Pengembangan Mitigasi Bencana/KPPMB-ITB Bandung).**
Berita terkait :
Daftar gempa bumi

  • 23 Januari 1556  Gempa setara 8 Skala Richter terjadi di Cina menewaskan 830.000 jiwa.
  • 28 Februari 1755  Gempa besar terjadi di Iran, namun tidak diperoleh informasi seberapa besar kekuatannya hanya tercatat jumlah korban tewas sebanyak 200.000 orang.
  • Tahun 1775  Gempa mengguncang Lisabon. Pusat gempa di perairan Atlantik Utara, menyebabkan gelombang tsunami setinggi tujuh meter yang menghantam Portugal, Spanyol dan Afrika Utara, menyebabkan 60.000 korban jiwa.
  • 10 April 1815 Gunung Tambora yang berada di Pulau Sumbawa, NTB meletus. Letusannya setara dengan enam juta kali kekuatan bom atom. Selain menelan 100.000-an korban jiwa, semburan asapnya juga mencapai ketinggian 44 kilo meter dan mengakibatkan gelombang tsunami setinggi empat meter. Gelap gulita selama tiga hari akibat pekatnya debu terjadi dalam radius 600 kilo meter dari pusat letusan. Sementara itu, di bumi belahan utara, suhu turun hingga 0,7 derajat Celcius. Penduduk Eropa dan Amerika Utara pun harus merelakan satu musim panas di tahun itu. Perubahan cuaca yang drastis ini menyebabkan penyebaran wabah penyakit dan kelaparan akibat gagal panen di seluruh dunia.
  • 27 Agustus 1883  Meletusnya Gunung Krakatau, gunung api bawah laut di Selat Sunda. Aktivitas gunung diawali 20 Mei 1883 berupa semburan abu dan uap setinggi 11 km dan suaranya terdengar sejauh 200 km. Puncaknya pada 27/8/1883 yang dentumannya terdengar hingga Singapura dan Australia. Erupsi menyemburkan batu apung dan abu setinggi 70-80 km, yang endapannya menempati area 827.000 km persegi. Runtuhan gunung api ini menimbulkan tsunami setinggi 20 m. Gelombang pasang itu menyebar hingga 120 km dari pusat letusan, diperkirakan sedikitnya 36.417 jiwa lenyap dan desa-desa di kepulauan sekitarnya musnah binasa.
  • 31 Januari 1906 Gempa di Ekuador berkekuatan 8,8 Skala Richter di dekat pantai Ekuador dan Kolombia, memicu gelombang tsunami besar yang menewaskan 1.000 orang. Getaran gempa terasa sampai di seluruh pesisir pantai di Amerika Tengah, San Francisco dan Jepang.
  • 20 Mei 1919  Gunung Kelud di Blitar, Jawa Timur, meletus pada tangah malam. Lima ribu orang menjadi korban karena tidak sempat menyelamatkan diri dari timpaan hujan batu dan terjangan lahar. Bencana tersebut memberi pelajaran bagi pemerintah untuk mengurangi volume air yang ada di danau kawah. Empat tahun kemudian dibangun terowongan dari kawah menuju barat untuk mengalirkan air ke Kali Badak. Enam belas tahun lalu, tepatnya 10 Februari 1990, Gunung Kelud kembali meletus. Sebanyak 34 jiwa melayang akibat ambruknya atap tempat pengungsian, buka karena imbas ledakan.
  • 3 Februari 1923  Kamchatka, Rusia dilanda gempa berkekuatan 8,5 SR
  • 1 September 1923 Gempa berkekuatan 8,3 Skala Richter terjadi di Tokyo, Jepang, menewaskan sekurangnya 140.000 jiwa.
  • 1 Februari 1938  Gempa berkekuatan 8,5 Skala Richter terjadi di Laut Banda, Indonesia, memicu gelombang tsunami yang menyebabkan kerusakan di Banda dan Kai.
  • 15 Agustus 1950 Tibet/India dilanda gempa berkekuatan 8,6 SR, dua ribu rumah, candi dan mesjid hancur sekurangnya 1.500 orang tewas.
  • 4 November 1952 Gempa 9 Skala Richer terjadi di timur semenanjung Kamchatka, Rusia, memicu gelombang tsunami di Hawai.
  • 9 Maret 1957 Gempa berkekuatan 9,1 Skala Richter terjadi di Alaska. Gunung Vsevidof di pulau Umnak, kepulauan Andreinof meletus --setelah tidur 200 tahun-- menimbulkan gelombang tsunami setinggi 15 meter yang sampai ke Hawai.
  • 22 Mei 1960 Gempa terbesar yang tercatat dalam sejarah sebesar 9,5 Skala Richter terjadi di Chile. Menghancurkan Santiago dan Cencepcion. Gempa ini memicu gelombang tsunami dan letusan gunung berapi, sekitar 5.000 orang tewas dan dua juta orang kehilangan rumah.
  • Tahun 1963  Gempa di Kepulauan Kuril setara dengan 8,5 Skala Richter
  • 4 Februari 1964 Gempa di Alaska berkekuatan 8,7 SR memicu gelombang tsunami setinggi 10,7 meter di pulau Shemya.
  • 28 Maret 1964 Gempa berkekuatan 9,2 SR terjadi di Prince Silliam Sound, Alaska, merenggut 125 nyawa dan menimbulkan kerugian 311 juta dolar AS. Gempa dirasakan mulai daerah Alaska, daerah barat Yukon dan British Columbia, Kanada.
  • Tahun 1965 Gempa terjadi di di Alaska dengan kekuatan 8,7 Skala Richter
  • 28 Juli 1976 Wilayah Tangshan, Cina diguncang gempa berkekuatan 7,8 hingga 8,2 Skala Richer menewaskan 240.000 jiwa.
  • 4 Mei 2000 Gempa bumi berkekuatan 6,5 Skala Richter (SR) terjadi di Sulawesi Tengah, Indonesia, mengakibatkan 386 korban tewas.
  • 26 Januari 2001 Gempa bumi 7,9 SR di India menelan korban tewas 24.000 orang.
  • 23 Januari 2001 Gempa 7,9 SR terjadi di Andes menelan korban 600 orang.
  • 5 Maret 2002 Gempa 7,2 SR terjadi di Afghanistan, dengan korban jiwa 2.000 orang
  • 22 Juni 2002 Gempa 6 SR mengguncang Iran mengakibatkan 500 orang meninggal dunia
  • 24 Februari 2003 Gempa 7,6 SR melanda China menyebabkan 261 jiwa melayang
  • 1/5/2003Turki diguncang gempa berkekuatan 6,3 SR mengakibatkan 167 jiwa meninggal dunia.
  • 22 Mei 2003Gempa 7,3 SR mengguncang Aljazair menyebabkan korban jiwa 1.500 orang.
  • 26 Desember 2003Kota Bam, Iran diguncang gempa berkekuatan 6,6 SR menyebabkan 41.000 jiwa melayang.
  • 6 Februari 2004 Gempa tektonik berkekuatan 6,9 SR mengguncang Kota Nabire, Papua. Jumlah korban tewas hingga (8/2/2004) sebanyak 26 orang. Sebanyak 10 korban luka berat dari ratusan korban dievakuasi ke RSUD Biak untuk mendapat perawatan intensif.Diperkirakan total kerugian akibat gempa mencapai Rp360 miliar.
  • 24 Februari 2004Gempa berkekuatan 6,5 SR mengguncang Maroko menyebabkan 564 korban jiwa.
  • 12 November 2004 Gempa berkekuatan 6,4 SK di Laut Flores, mengakibatkan 33 penduduk Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur meninggal dunia dan sekitar 2.275 rumah hancur.
  • 26 November 2004Gempa berkekuatan 6,5 Skala Richter di Kabupaten Nabire, Prov. Papua, mengakibatkan 28 orang meninggal dunia, 378 rumah terbakar, 348 roboh dan 1.724 rusak berat.
  • 26 Desember 2004 Gempa bumi tektonik berkekuatan 8,5 SR berpusat di Samudra India (2,9 LU dan 95,6 BT di kedalaman 20 km (di laut berjarak sekitar 149 km selatan kota Meulaboh, Nanggroe Aceh Darussalam). Gempa itu disertai gelombang pasang (Tsunami) yang menyapu beberapa wilayah lepas pantai di Indonesia (Aceh dan Sumatera Utara), Sri Langka, India, Bangladesh, Malaysia, Maladewa dan Thailand
  • 27 Mei 2006Pada pukul 05.53, gempa bumi tektonik berkekuatan 6,2 skala Richter mengguncang DI Yogyakarta dan sekitarnya. Berdasarkan pemantauan dari empat stasiun seismograf di Gunung Merapi oleh Stasiun Geofisika Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) dan laporan dari Global Seismic Network milik Amerika Serikat, gempa tektonik ini tepat terjadi pada pukul 05.53.58, persisnya di koordinat 8,007 Lintang Selatan dan 110,286 Bujur Timur dengan kemiringan 87 dan pergeseran 3 , pada garis lurus pada kedalaman 33 kilo meter di bawah permukaan tanah, yang berjarak kurang dari 35 km dari Yogyakarta persis di bibir pantai. Sedangkan menurut United States Geological Survey (USGS), lembaga survei yang memiliki peralatan serba canggih, menyatakan pusat gempa terjadi di daratan di kedalaman 35 km dan berkekuatan 6,2 Mw (moment magnitude).
  • 17 Juli 2006 Gempa melanda pantai selatan Pulau Jawa pada Senin (17/07) dan membuat air laut surut hingga satu meter selama sekitar tujuh menit, sekitar 20 menit sejak gempa tersebut terjadilah tsunami setinggi tiga hingga empat meter dan sampai ke darat bahkan ada yang mencapai enam meter.Berdasarkan data United States Survey Geological (USGS) gempa terjadi Senin pukul 15.19 WIB itu berkekuatan 7,2 Skala Richter (SR) dan lokasi episentrum gempa sendiri berada sekitar 260 km arah selatan Kota Bandung di 9,295 LS dan 107,347 BT dengan kedalamannya 48 kilometer.




Thu Feb 15, 2007 11:58 am

alkatiri.fuad@...
Send Email Send Email

Forward
Message #595 of 1029 |
Expand Messages Author Sort by Date

Sebelas negara terkena Tsunami Aceh 2004 Dari artikel *Membedah ayat qauniyah<http://groups.yahoo.com/group/the_untold_stories/message/592> * Ternyata memang...
fuad alkatiri
alkatiri.fuad@...
Send Email
Feb 16, 2007
8:04 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help