Tiang Pintu Fahd 22
Secara
tidak terduga ketika kami menulis artikel Siklus Adam
Air yang membahas angka 11, kemudian kami coba telusuri
berita di bulan Adam Air celaka di tambolaka ( Sabtu,
11/02/2006 14:58 WIB
Pesawat Adam Air Mendarat Darurat di Sumba Barat),
maka terdapat berita yang cukup mencengangkan yaitu saat itu (bulan Jan -
Februari adalah bulan penghinaan kartun n. muhammad di tahun 2006 oleh majalah
Denmark )
Karikatur
Nabi Muhammad Picu Kemarahan Arab Saudi
Jyllands-Posten menampilkan 12
gambar karikatur Muhammad. Salah satunya memperlihatkan Nabi Muhammad memakai
sorban yang berbentuk seperti bom. Gambar lainnya menampilkan Muhammad yang
berjanggut dan memegang sebilah pedang. Di Riyadh juga banyak beredar SMS yang
menyerukan pemboikotan barang-barang buatan Denmark, seperti keju dan kosmetik.
"Kami mendesak para saudagar untuk berhenti mengimpor semua barang buatan Denmark demi
nabi tercinta kita," demikian bunyi salah satu SMS. Bagaimana tanggapan
pemerintah Denmark?
Menteri Luar Negeri Denmark Per Stig Moeller menyatakan, pemerintahnya tidak
bisa ikut campur dalam masalah ini. Koran Jyllands-Posten sendiri telah menolak
untuk minta maaf atas dimuatnya karikatur itu. Alasannya, itu semata-mata
masalah kebebasan berekspresi. "Kami punya kebebasan berbicara di Dernmark
dan kami juga punya toleransi untuk agama lain," ujar Moeller seperti
diberitakan Associated Press, Jumat (27/1/2006).
Kemudian
kami coba telusur lagi dan ketemu dengan berita yang memuat angka 22, Jumat, 10/02/2006 08:05 WIB
Catatan Haji
Sesuatu di Tiang Pintu Fahd 22 . Penemuan ini karena
kami penasaran banyaknya peristiwa yang memuat angka kembar tanggal 1 sampai 11
Februari-2006 dan kami berkeyakinan bahwa ada peristiwa besar yang terjadi
sehingga angka kembar ini banyak muncul (memang akhirnya terbukti lewat Adam Air,
baca Siklus Adam
Air)
Berikut berita Tiang Pintu Fahd 22 :
10/02/2006 08:05 WIB
Catatan
Haji Sesuatu di Tiang Pintu Fahd 22
Arifin Asydhad – detikcom
Madinah - Para jamaah haji berkumpul di sebuah
tiang marmer di dekat pintu King Fahd nomor 22 Masjid Nabawi, Kota Suci
Madinah. Tiang masjid ini selalu dikerumuni oleh para jamaah seusai salat
berjamaah. Tangan mereka menunjuk-nunjuk pada sebuah 'keajaiban'. Apa itu?
Peristiwa menarik ini terlihat sejak 5 hari lalu. Kabar sebuah 'keajaiban' ini begitu cepat menyebar, sehingga seusai salat banyak orang yang mengerumuni tiang itu. Semakin banyak jamaah berkerumun, maka semakin banyak banyak pula jamaah yang juga ingin mengetahui ada apa gerangan di balik tiang itu.
Selidik punya selidik, ternyata para jamaah haji tertegun dengan kelir di marmer putih yang membalut tiang itu. Kelir marmer itu di salah satu ujungnya membentuk kata 'Muhammad' dalam tulisan Arab. Memang, tulisan itu tidak terlalu jelas membentuk kata 'Muhammad', tapi kalau disambung-sambungkan memang pas.
Tulisan kata 'Muhammad' itu terletak di sudut marmer paling atas di bawah ornamen dari besi yang berlapis emas. Kelir ini sebenarnya memanjang dari sudut marmer bagian atas hingga ke sudut bawah kotak marmer bagian paling atas. Tiang ini terdiri dari balutan susunan tiga kotak marmer.
Tiang yang jadi tontonan ini sangat mudah dijumpai oleh jamaah. Sebab letaknya hanya 4 meter tepat di depan pintu King Fahd nomor 22. Tiang ini berbentuk silinder dengan diameter sekitar 80 cm. Warna marmer yang membalut tiang ini putih dengan kelir warna hitam.
Hingga Kamis (9/2/2006) malam seusai salat isya, tiang ini masih jadi tontonan
dan kerumunan banyak jamaah. Salah seorang petugas keamanan masjid Nabawi saat
ditanya detikcom malah tidak mengetahui ada goresan tulisan 'Muhammad' di tiang
itu. Penjaga itu juga tidak tertarik dengan kerumunan banyak jamaah di tiang
itu. "Tidak ada sesuatu di situ," kata penjaga yang berjubah putih
dan bersoran warna merah itu.
Entah siapa yang menemukan pertama kali goresan kata 'Muhammad' di tiang itu. Namun, saat terjadi kerumunan banyak jamaah, terlihat sebagian besar adalah jamaah asal Pakistan, India, Turki, dan Malaysia. Belakangan jamaah haji Indonesia juga ikut-ikutan berkumpul di tiang itu. Jamaah dari Arab Saudi kurang tertarik dengan hal itu.
Tiang ini semakin diyakini sebagai sesuatu keajaiban (baca: keramat), karena ternyata di sisi tiang ini ada 3 bundaraan yang diyakini sebagai telaga (sumur) Rasulullah. 3 Bundaran ini yang terlapisi oleh keramik berbentuk lingkaran itu tertutupi karpet. Bundaran ini hanya bisa dilihat bila karpet warna merah bermotif bunga di atas lantai ini disingkap.
Bundaran itu terletak berjejer. Diameter masing-masing lingkaran itu sekitar 70 cm. Letaknya hanya setengah meter di samping kanan tiang yang bertorehkan tulisan 'Muhammad', dari arah pintu King Fahd 22.
Tapi, benarkah tiga bundaran ini merupakan telaga yang digunakan Rasulullah semasa hidupnya? Belum ada pihak yang dimintai konfirmasi. Tapi, sebagian jamaah haji percaya bahwa tiga bundaran itu adalah benar telaga Rasulullah. Memang, hal-hal unik seperti ini cepat menjadi perhatian bagi jamaah haji dari berbagai negara.
Ingin melihat goresan kata 'Muhammad' di tiang masjid dan tiga bundaran sumur itu? Sayang, penjaga masjid Nabawi tidak memperbolehkan wartawan detikcom memotret tiang dan tiga bundaran yang menjadi misteri itu. (asy/)
---------------------
Berita
diatas merupakan berita yang dilihat orang seluruh dunia Islam tentang
kemunculan nama 'muhammad' yang bisa jadi merupakan jabawan atas kartun
penghinaan dan kemudian angka 22 merupakan lambang dari kemunculan agar
umat Islam segera berubah dan bermartabat sejajar dengan bangsa lain.
Kejadian angka 22 ini pula terjadi pada tanggal 22/11/2006 dimana lafal Allah tertangkap kamera di lapindo porong dan kemudian banyak angka 2,11 dan 22 dibahas di milis ini Baca : Berita-berita Foto lafal Allah
Dan kami sebelumnya tidak tahu sebelumnya, namun kami berkeyakinan dalam
menerjemahkan ayat qauniyah (baca Membaca ayat qauniyah )
bahwa angka 22 ini adalah angka yang dikehendaki
(baca Sebuah asa yang terbukti
benar), sehingga kami berdoa dan Allah telah menjawab doa itu
dengan guncangan gempa 21-22-januari-2007 yang sangat banyak (baca Pesan dari Allah ?
jumlah gempa diraskanpun berjumlah 11 pada tanggal 22-jan-2007), sebagaimana saat
kami berdoa untuk gempa yogya 27-mei-2006 dimana peringatan kami tidak dianggap
sama sekali setelah kami sebar kebanyak pihak, namun justru media tambah memblow-up kesaktian mbah M (baca
Kisah perjalanan ke jogja 2 hari sebelum gempa
) .
Berikut doa kami yang kami
posting di bulan desember (silahkan cari File doa22.doc ini, di milis ini
cek tanggal posting)
Doa 22
Ya Allah ya robbi tuhan semesta alam
Kepadamulah aku memohon
Telah banyak Engkau beri pelajaran pada Negeri ini
Namun tidak banyak yang mengambil pelajaran
Orang-orang tetap terpinggirkan
Orang-orang yang banyak akalnya yang selalu banyak bicara
Padahal mereka tiada bisa
Ya Allah ya robbi, justru berita keberhasilan poligami
yang mencuat
Mengapa pelajaranMu tengelam dengan hiruk-pikuknya dunia
Haruskah aku menyerah untuk ikut dengan hiruk-pikuknya dunia
Ya Allah jika tidak Engkau beri petunjuk dan pertolongan, maka tersesatlah aku
Ya latif, kutangkap angka 22
berikanlah kebenaran pada angka ini
Ya Aziz guncangkanlah, sebagaimana Engkau guncang Yogya
Agar mereka sadar tentang pelajaranMu
Mengapakah mereka menganggapku paranormal, padahal aku hanyalah pengikut Tauhid
saja
Kepadamulah aku berserah
Sidoarjo, 9-des-2006
Entah
kebetulan apakah antara Tiang Pintu Fahd 22 dan doa 22 ini, yang jelas
kami tidak tahu sebelumnya ada berita Tiang Pintu Fahd itu. Walau sudah
banyak terbukti angka 22 adalah angka yang dikehendaki, namun memang
sedikit sekali yang mengambil pelajaran, padahal seluruh dunia Haji
sudah
membaca 22 ini. Lalu bagaimana lagi untuk menyadarkan bangsa ini
agar mau
berubah ? .... kebetulan manalagi yang harus dibuktikan wahai teman ?
Ref
baca juga :
Matematika Buah Kebetulan
Pesan dari Allah ?
Angka 11 dan Kembar
Dibalik Penemuan Adam Air
Allah tidak tahu internet ?
Dibalik kecelakaan Adam Air
Sebuah asa yang terbukti benar
Misteri angka 11
Misteri angka 2
The Butterfly Effect : Misteri bayi berkepala dua
Misteri o|o
--------------------
*) Penulis salah satu anggota penyebar brosur gempa besar yogya 27-mei-2006 dua hari sebelum gempa