Selamat Hari Raya Islam
Selamat hari raya Islam, tidak sekedar tanggal merah atau hari libur, 1 muharram adalah momen hijrah.
Sehingga dapat disebut sebagai "Kemenangan Bagi Yang Berhak"
Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya : "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain . Maka orang-orang yang ber
hijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik." (ali-imran:195)
Bagi Masyarakat Peduli Tauhid maupun simpatisan momen hijrah ini adalah momen menuju kemenangan setelah hampir 1 tahun menyerbarkan, menjelaskan dan tetap konsist bahwa terdapat pelajaran bagi orang yang memiliki hati pada peristiwa gempa besar di yogya 27-mei-2006 lalu, walalupun dengan itu kita disakiti oleh media, teman bahkan saudara sendiri
MPT dipikir mengada-ngada, kebetulan dan sederet tuduhan, padahal seandainya mereka (para penuduh) tahu maka beban itu tidak sanggup mereka terima. Tiada upah, ingin pujian, terkenal namun hanyalah himbauan ajakan untuk bertuhan satu yakni Tauhid. Mereka ingin menyelamatkan masyarakat, namun malah dicemooh ...... sungguh ujian kesabaran yang berat
Link terkait sehari sebelum 1 muharram [Bacalah dengan Hati makna gempa dan merapi itu, jangan hanya dibaca secara penglihatan maupun pendegaran, amat jarang gempa terjadi hari jum'at, baca
Walking with Human , Amat sedikit
]:
- Jumat, 19/01/2007 07:21 WIB
Spillway Meluap, 3 Desa di Porong Tergenang Lumpur
- Jumat, 19/01/2007 10:14 WIB
Yogya Digoyang Gempa 5,7 SR
- [Sabtu, 20 Jan 2007], Digoyang Gempa, Warga Tak Panik
- Jumat, 19/01/2007 10:59 WIB
BMG: Gempa Yogya Tak Berpotensi Tsunami
- Jumat, 19/01/2007 11:27 WIB
Usai Gempa 5,7 SR, Gelombang Parangtritis Normal
- Jumat, 19/01/2007 12:24 WIB
Gempa Yogya Juga Terasa di Semarang
- Jumat, 19/01/2007 18:48 WIB Merapi Luncurkan Lahar Dingin
- Jumat, 19/01/2007 19:18 WIB Lahar Merapi Jadi Tontonan Warga
- Sabtu, 20/01/2007 01:40 WIB
Sambut Satu Suro, Ribuan Warga Yogyakarta Gelar Tapa Bisu
Untuk Pak Nouva dan Pak Fian, lokasi-nya sudah ada di milis ini tinggal mencari saja secara cermat
|
| NUSANTARA |
Sabtu, 20 Jan 2007 |
|
|
Sabtu, 20 Jan 2007 Gempa 5,7 SR Goyang Cawas
KLATEN - Tatkala menjalani berbagai aktivitas, warga Cawas sekitar pukul 09.44 kemarin dikagetkan oleh gempa tektonis berkekuatan 5,7 skala Richter (SR). Mereka panik sesaat dan berlarian keluar rumah. Bayangan kengerian gempa 27 Mei, agaknya, belum benar-benar hilang dari ingatan masyarakat. Tidak ada laporan korban atau kerusakan akibat gempa tersebut.
Menurut data Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), pusat gempa ada di laut, 283 kilometer selatan Jogjakarta, pada kedalaman 33 kilometer. Koordinat pusat gempa tersebut 10,27 LS dan 109,67 BT.
Karena jauh di laut, guncangan gempa tersebut dirasakan tidak terlalu besar di Cawas. "Tetapi, penduduk panik juga, Mas. Apalagi, tadi hujan meski tidak terlalu deras," kata Sutanto, warga Desa Bawak, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten.
Karena ada laporan bahwa Cawas merasakan gempa, perhatian langsung tertuju ke Desa Burikan. Sebab, wilayah itu berada di bawah perbukitan yang akrab disebut Gunung Putih.
Saat ini, beberapa bagian Gunung Putih retak akibat gempa 27 Mei. Rekahan tersebut membahayakan 634 jiwa penduduk di bawahnya. Mereka semua tinggal di Dukuh Groyokan dan Mundon Lor, Desa Burikan.
Sekdes Burikan Joko Supono yang dihubungi siang kemarin mengaku belum melakukan pengecekan ke atas bukit. Dia membenarkan bahwa gempa terasa di wilayahnya. Tetapi, guncangannya tidak sekuat gempa 27 Mei.
Joko mengungkapkan, penduduk Burikan tidak terlalu terpengaruh oleh gempa itu. "Saya saat ini masih ada di balai desa. Belum cek kondisi di atas Gunung Putih," ujar Joko melalui telepon genggamnya.
Sekadar mengingatkan, pascagempa 27 Mei silam, Gunung Putih yang berada di perbatasan Klaten-Gunung Kidul retak selebar 30 sentimeter. Pada 22 Desember lalu, retakan bukit makin lebar, menjadi 90 sentimeter dan panjangnya 46,64 meter. Kondisi batu di Gunung Putih akibat retakan cukup mengkhawatirkan. Batu tersebut terlihat miring ke arah permukiman.
Pada 28 Desember, akibat hujan yang sangat deras, terjadi longsoran dari dua titik di perbukitan sekitar Gunung Putih.
Longsoran tersebut membawa material tanah bercampur air dan batuan dengan ukuran beragam. Untung, longsoran tidak sampai mengubur permukiman. Material dari atas bukit berhenti sebelum perumahan dengan jarak hanya kurang lebih 20 meter.
Bambang, warga Groyokan, menambahkan, warga masih bisa dikendalikan dan tidak terlalu panik setelah merasakan gempa 5,7 SR pagi kemarin. Ditanya tentang kondisi retakan di Gunung Putih, Bambang mengaku belum tahu.
Hanya, dia dan beberapa warga lain berencana melihat langsung kondisi di atas Gunung Putih. "Kami masih akan melihat, apakah rekahan di Gunung Putih bertambah. Tetapi, kami hanya bisa melihat secara visual," cetus dia. (den)
| NUSANTARA |
Sabtu, 20 Jan 2007 |
|
|
Sabtu, 20 Jan 2007 Warga Bantul Tidak Panik
BANTUL - Gempa bumi tektonis ternyata juga mengguncang DIJ dan sekitarnya. Menurut data BMG, gempa pukul 09.44 kemarin berkekuatan 5,7 skala Richter (SR). Gempa lumayan besar itu berada pada koordinat 10,27 LS - 109,67 BT. Pusat gempa berada di laut 272 km di selatan Bantul pada kedalaman 33 km.
Kepala Data dan Informasi BMG Jogjakarta Tiar Prasetyo menyebutkan, gempa itu tidak berpotensi tsunami. Meski begitu, dia minta warga di sekitar pantai tetap waspada. "Gempa itu terjadi di laut, sekitar 272 km barat daya Bantul. Jadi, belum bisa menimbulkan tsunami," ungkapnya.
Meski guncangan gempa dirasakan warga Bantul, Jogja, dan sekitarnya, tidak diperoleh informasi adanya kerusakan. Gelombang laut di Pantai Parangtritis juga normal. Tidak ada tanda-tanda gelombang besar di kawasan pantai selatan itu.
"Gempa cukup dirasakan. Tapi, sampai siang ini, tidak ada gelombang naik cukup tinggi," ungkap Ketua SAR Parangtritis Suroyo kemarin. Namun, setelah gempa yang berlokasi 272 Km di selatan Pantai Parangtritis itu terjadi, Suroyo dan anggota SAR lainnya langsung bersiaga di pantai.
"Pengunjung pantai juga belum banyak meski nanti malam (tadi malam, Red) ada perayaan Malam Satu Suro. Mungkin nanti habis Jumatan pengunjung mulai berdatangan," lanjutnya.
Sebagian besar warga yang tinggal di bagian selatan wilayah Bantul mengaku tidak begitu merasakan guncangan gempa kemarin. Beberapa orang mengaku tidak panik. "Terasa memang, tapi kecil dan cepat sekali. Warga pun tidak begitu menghiraukan," ungkap Parjono, warga Dusun Kedon, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro.
Parwanto, warga Samas, Kecamatan Sanden, berkomentar senada. Dia tidak merasakan getaran perut bumi. Saat itu, dia berada di sawah. "Iya po ada gempa. Saya nggak tahu kalau tadi ada gempa. Apa mungkin karena lagi ada di sawah ya?" katanya balik bertanya. (ayu/jpnn)
| |
| |
|
Fri Jan 19, 2007 10:41 pm
"fuad alkatiri" <alkatiri.fuad@...>
alkatiri.fuad@...
Send Email
|