Oleh Dwi S*)
Nama
abu adalah idiom arab sebagai bapak, sehingga ketika ada ada orang bernama abu,
maka biasanya identik dengan tokoh atau panutan. Di Indonesia ada satu menteri
yang memakai nama abu yakni abu rizal yang menjabat menteri kesejahteraan
rakyat, harapannya adalah beliau menjadi tokoh atau panutan untuk
mensejahterakan rakyat. Beliau dikenal sebagai pengusaha minyak dan pemilik
lapindo yang barusan meledak (22/11). Terakhir beliau di kejutkan dengan ledakan
tersebut setelah akan menjual saham lapindo Ical
Tuding Bapepam Sebar Fitnah . Semoga beliau mampu mensejahterkan
rakyat yang sampai saat ini tidak sejahtera-sejahtera
Berbeda dengan abu rizal, maka abu jahil adalah bapak kebodohan. Tokoh ini
pernah hidup dijaman rasul sebagai tokoh kebodohan yang berarti menolak
kebenaran karena tidak sesuai dengan keyakinan nenek moyang. Keyakinan yang
sangat melekat membuat diri menjadi rumit dengan berbagai macam alasan.
Kisah dua diatas mengacu pada orang, sedang terakhir adalah abu gosok berarti
bapak penggosok. Apakah yang di gosok oleh sang tokoh ? ada dua sisi, kalau
sisi jelek maka yang di gosok adalah hal yang buruk seperti 'menggosok' pejabat
agar lancar proyeknya, atau menggosok atasan agar lancar bekerja. Namun jika
gosokan adalah sisi baik, maka gosokan berarti berbuat baik dan memberi contoh
dengan kebaikan itu.
Alam raya sebagai Abu gosok
Manusia
dalam menyikapi alam raya yang netral dapat berubah menjadi ketiga abu diatas,
sebagai pengusaha yang sejahtera, sebagai bapak kebodohan yang tidak mau
mensikapi alam raya sebagai petunjuk atau sebagai abu gosok dimana alam raya
dimanfaatkan sebagai penyuci jiwa. Pilihan terbaik adalah alam raya sebagai abu
gosok sehingga menjadi penyuci jiwa dan dengan menenpatkan pilihan ini, maka
dapat ditemukan jawaban atas kekuatan supranatural/Kesurupan, ledakan Lapindo
(22/11).
Adalah rumit dan sulit mencari jawaban atas hubungan kesurupan dan musibah,
namun ada sedikit petunjuk ilmiah yang dapat di pakai. Petunjuk pertama adalah
tujuan hidup secara paling dasar, yakni "Kesucian Hidup" sebagaimana
layaknya bayi yang baru lahir. Setelah mengalami masa pasang surut setelah akil
baliq, maka terdapatlah kotoran-kotoran berupa atribut yang dulu tidak pernah
ada ketika masih bayi.
Perbedaan bayi dan manusia dewasa terletak pada sisi atribut : berpikir,
berkehendak. Setelah memiliki kedua atribut itu, maka secara materi terjadi
perbedaan yang cukup siginifikan mengenai kekayaan, lingkungan, pendidikan yang
pada akhirnya menentukan masa depan manusia secara materi. Namun ketika
menghadapi kematian, maka semua atribut itu lenyap ditinggal dan akhirnya yang
membedakan manusia satu dengan manusia lainnya adalah suci atau tidak kehidupan
setelah kematian
Dari sinilah keterkitan atribut atau alam raya ini dengan tujuan hidup manusia,
jika setelah mati manusia mendapati kesucian seperti saat bayi, maka
beruntunglah, sedangkan ketika kotor maka merugilah. Arti secara spesifik, alam
raya seharusnya menjadi abu gosok bagi kehidupan manusia. Alam raya tidak
seharunsya menjadikan diri lupa dengan kesucian, namun dapat dipakai sebagai
alat menggosok diri menjadi lebih bersih
Mari kita anggap simbol-simbol di alam sebagai abu gosok :
- Tanggal ledakan lapindo adalah 22 dan bulan 11, jika dibagi 22/11=2. Apakah arti dua, bagi penggosok ?
Masih ingat misteri bayi berkepala dua atau O|O ?, artinya adalah terdapat model simpel atau model sederhana yang saling berkaitan yakni yogya dan sidoarjo, apakah ada similaritas model ? (sebenarnya sore 22.11.2006 kemarin, kami berhasil membuat kesimpulan atas similaritas model itu, namun kami tidak menyangka kalau kejadian itu seketika terjadi)
- Penggosok dua diatas dapat diartikan sebagai pemicu kejadian. Ketika semakin digosok, maka semakin jelas kejadian itu sehingga beberapa misteri dapat terjawab. Akibat gosokan pertama adalah : Rabu, 22 Nov 2006 Merapi Bergolak Lagi
- Biasanya ada keterkaitan antara merapi dengan lapindo=27-28-29=O|O, sehingga dapat dinyatakan ada gejolak di lapindo kalau terdapat kemiripan yang banyak sehingga harus dicari kemiripan ini sebagai penggosok-nya. Mencari pengosok ini dapat ke belakang sehingga mendapatkan berita bahan penggosok yakni : Jumat, 17/11/2006 19:00 WIB Puluhan Mahasiswi STIKES & STTI Respati Yogya Kesurupan
- Ternyata kemiripan ini sangat mungkin ketika ditemukan beritaKamis, 23 Nov 2006 Belasan Siswa Kesurupan , sebagai penggosoknya. Dan akhirnya ditemukan akibat gosokan yang mirip : Pipa Gas Meledak, Lima Tewas
Dengan demikian dapat sedikit disimpulkan "Tidak semua kesurupan itu berakibat pertanda musibah", harus ditemukan kemiripannya !
Kemiripan sebagai pemecah misteri bayi berkepala dua
Cukupkah kemiripan berita-berita diatas setelah atributnya di lepas ?. Lihatlah hasil amatan yang terjadi (hal ini kami lakukan kemarin tgl 22.11.2006) karena kami yakin pasti ada masalah terhadap kejadian-kejadian yang mirip. Kami selidiki beberapa kemiripan 11.11 ? (sebagai jawaban bayi kembar) Amati tanggalnya
- Tiga Gerbong Kereta Pengangkut BBM Terguling 11/11/2005 21:15 - Nusantara/Top Nine News
- Mesin Pemeliharaan Rel Anjlok, 7 KA Mengalami Keterlambatan Kamis ( 11/11/2004)
Amati betul kemiripan 11.11 tersebut dan
amati foto kereta api 11.11.2005, jelas terpampang "PERTAMINA". Mari
kita lihat lagi ada apa dengan pertamina :Senin,
16/10/2006 06:28 WIB
Kebakaran
Landa Gedung Pertamina Pusat.
Sehingga tertera masalah pertamina ini menjadi "Misteri Kuda
Laut" : Sumur
Minyak dan Gas di Bojonegoro Meledak Sabtu, 29 Juli 2006, Amati
tanggal 29-, bulan 07=22
Entah kebetulan atau tidak tanggal 22 adalah meledaknya lapindo dan bulan
adalah 11 diambil dari kemiripan 11.11 berita di atas dan kemudian
ledakan-ledakan terus terjadi !
- Tabung Gas Meledak di Tangerang, Tiga Terluka
- Korban Ledakan Gas di Pertambangan Polandia Menjadi 26
- Ledakan Pabrik Tinta di Boston

Waspada terhadap hal yang kembar
Dalam
milis ini kami pernah mengingatkan tentang Waspadai
petunjuk bayi lahir aneh ! , dan kita amati berita yang mirip ini,
selain saudara kembarnya setelah sidoarjo, maka yogya Material Gunung Merapi
Meluap. Kalau anda ingin mencari kapan, maka susunlah berita seperi
sukowati diatas yang jelas petunjuk dasar adalah "Waspada dengan yang
kembar"
Lihat kembar ini sekali lagi (amati tanggalnya):
| 1. Telah terjadi GEMPABUMI TEKTONIK | |||
| Pada hari | : | Minggu, 26 Desember 2004 | |
| Waktu gempa | : | 07:58:53.4 WIB | |
| Pusat gempa | : | 3.3 LU - 95.96 BT | |
| Kedalaman | : | 30 Km | |
| Kekuatan | : | 9 Skala Richter | |
| Keterangan | : | Pusat gempa berada di laut kurang lebih 149 km arah selatan Meulaboh. Jumlah korban tewas di Aceh 166.080 orang, korban hilang di Aceh dan SUMUT diperkirakan 6.245 orang, korban luka-luka yang dirawat inap mencapai 2.507 orang dan korban yang dirawat jalan 5.332 orang. Korban meninggal di Sumut sebanyak 261 orang yang berasal dari Kabupaten Nias (227), Pantai Cermin (8), Tapanuli Tengah (1), Deli Serdang (8), Kab. Sergai (4), Kab.Madina (2) dan meninggal d RSU H Adam Malik Medan (11). (Sumber: Media Center Lembaga Informasi Nasional) | |
| 1. Telah terjadi GEMPABUMI TEKTONIK | |||
| Pada hari | : | Jumat, 26 Nopember 2004 | |
| Waktu gempa | : | 09:25:04.0 WIB | |
| Pusat gempa | : | 3.52 LS - 135.47 BT | |
| Kedalaman | : | 33 Km | |
| Kekuatan | : | 6.4 Skala Richter | |
| Keterangan | : | Pusat gempabumi berada di darat lebih kurang 17 km arah Selatan Nabire. Kantor pemerintah 11 unit rusak berat, 5 titik kompleks perumahan pemerintah rusak berat dan roboh, 178 rumah penduduk roboh dan terbakar, sarana ibadah berupa 3 gereja dan 2 mesjid roboh, sarana pendidikan berupa 3 sekolah SD, 2 SMP , 3 SMA dan 2 perguruan tinggi roboh serta fasilitas umum berupa 2 unit yayasan roboh, 2 minimarket roboh, bandara retak-retak dan rusak berat, jembatan roboh, dermaga pelabuhan perhubungan putus, dermaga Pertamina putus dan rusak berat. Satu unit PAM dan PDAM sementara lumpuh jaringan Telkom rusak , pesawat tidak bisa mendarat karena landasan rusak. Korban meninggal 13 orang, luka-luka 30 orang (sumber: Tempo Interaktif). | |
Petunjuk apakah tentang diatas ?, lihat dalam 2004 terdapat 3 gempa dengan korban yang cukup banyak, bagaimana dengan tahun 2006 ? silahkan anda amati
Jelasnya : abu rizal berbeda dengan abu jahil berbeda dengan abu gosok
---------------------
*) dosen ITS, pengamat abu gosok, pernah pergi ke yogya 25.05.2006 untuk menyebarkan brosur dan memperingatkan penduduk agar waspada gempa, namun tidak ada yg menganggap