Ujian Kesabaran Mengikis Kesombongan
Oleh
Dwi S*)
Surabaya, 19.00:20-november-2006. Dalam perjalanan hidup manusia selalu ada pasang surut, kadang menyenangkan,
kadang menyedihkan. Kehidupan yang selalu menyenangkan menjadi ukuran sukses,
namun seorang tidaklah hanya di ukur seberapa sukses dia hidup di dunia,
seharusnya bergantung bagaimana manusia mensikapi ayat qauliyah (al-qur'an) dan
ayat qauniyah (alam semesta).
Secara tafsir (textbook) sering kita mendengar, mengkaji ayat-ayat qauliyah, secara pararel ayat itu terbentuk pada diri , lingkungan kita sehingga membentuk ayat qauniyah. Ketika kita mampu menggandeng ayat qauliyah dengan ayat qauniyah, maka terlihat harmonisasi ayat tersebut sebagai tanda-tanda kekuasaan Allah yang tidaklah terbatas pada ruang dan waktu. Nikmat memandang tanda-tanda kekuasaan Allah merupakan operasi ekspresi ketaqwaan sebagai salah satu operator ayat qauliyah
Biasanya kita dapati 1+1=2, rumus matematika simbol 1 kemudian operator + dan
operand 1 hasilnya adalah 2. Dalam operator ayat qauliyah adalah simbol-simbol
ayat qauniyah dan tafsir ayat qauliyah = ketaqwaan
Ayat-ayat qauniyah (alam semesta) sering berlalu lalang disekitar kita tanpa
kita sadari. Perhatian akan berlebih manakala terdapat 'kejutan' terhadap
simbol qauniyah yang tidak biasanya. Suatu misal kecelakaan yang terus menerus
terjadi terhadap diri kita, barulah kita menyadari ada ayat quniyah yang
berlaku di sekeliling kita. Bayangkan seseorang yang tidak pernah merasa sedih
sedikitpun, maka kehidupan dia akan sewarna, tanpa ada warna lain.
Dengan hukum satu warna inilah kita bisa melihat bahwa adalah wajar suatu
permintaan kepada Allah tidak langsung di kabulkan, melainkan harus melalui
beberapa jalan. Hukum tidak satu warna mengakibatkan kekayaan hati dari sang
pelaku (manusia), sehingga manusia tidak memandang kehidupan adalah milik
pribadinya sendiri.
Dengan melalui berbagai jalan terhadap lika-liku kehidupan membuat manusia memiliki pilihan, apakah lupa dengan Allah atau malah sabar dengan lika-liku kehidupan ?
Kisah Air Zam-Zam
Sebagaimana kisah populer Air Zam-zam adalah kisah seorang ibu yang berlarian
kesana kemari untuk mencari air di padang pasir yang tandus
bagi anaknya. Dan akhirnya Allah menolong yang sampai saat ini diabadikan
sebagai salah satu cara ibadah hajji. Hal yang paling
menyentuh adalah Mengapa Allah tidak langsung menolong ? Toh mereka adalah para
nabi
Jawabannya terletak pada ujian tentang kesabaran, apakah saat susah, saat
pertolongan yang dinantikan belum tiba, bagaimana hati atau sikap pelaku
kejadian menghadapi ayat qauniyah tersebut
Kisah n.Ibrahiim dan anaknya
Banyak sekali kisah n. Ibrahiim yang mencerminkan ujian
kesabaran walau sudah memiliki predikat nabi, tetap saja ujian dilakukan. Saat
tidak punya anak ketika tua :
Maka Kami beri dia (Ibrahiim) khabar gembira dengan
seorang anak yang amat sabar .Ash-shaffaat:101
Kemudian saat kisah qurban yang sampai saat ini menjadi
ibadah hari raya umat Islam
Kisah n. Ayyub
Dari sekian para nabi, maka n. Ayyub adalah nabi yang menghilangkan mitos bahwa
kalau kita dekat kepada Allah, maka selamanya kita tidak diberi ujian. Lewat n.
Ayyub, kisah bahwa kehidupan tidaklah selalu lurus dan menyenangkan tertuang
sebagai ajaran kesabaran
Dan ingatlah akan hamba
Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhan-nya:
"Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan
siksaan". shaad:41
Ujian untuk menyuburkan kesabaran
Kisah kesabaran yang cukup banyak di dunia sampai saat ini merupakan kisah hero, dimana ciri khas adalah kemenangan selalu terletak pada akhir ('lakon menang keri'). Awal kisah hero biasanya berciri pada banyaknya kesedihan, keprihatinan baru kemudian mencapai kejayaan.
Ujian-ujian diawal merupakan pupuk yang baik bagi tumbuhnya kesabaran dikemudian hari, sebab ketika kejayaan diraih maka ujian itu tidak berhenti, malah semakin sulit di bedakan apakah ujian atau bukan ('Semakin tinggi pohon, semakin deras angin meniup'). Esensi ujian itu sendiri adalah menghilangkan setitik noda-pun kesombongan diri, sebab dengan kesombongan diri, maka hati manusia rumit dengan berbagai kepentingan untuk disombongkan. Dengan demikian ketika hidup tidak lagi rumit, maka segala sesuatu akan terlihat menyenangkan
Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. Bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (Az-zumar:10)
Kesabaran adalah keuntungan besar
Ujian kehidupan memunculkan kesabaran, kesabaran berbuah tidak sombong, tidak sombong hidup menjadi sederhana, dan akhirnya kemenangan besar di depan mata
Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar. Fushshilat:35
Bagaimana dengan masa kini ?
Sebagaimana di ketahui bahwa ayat-ayat qauniyah telah banyak di munculkan oleh Allah. Lewat banyak pelajaranNya agar manusia mengambil pelajaran dan memperloleh harmonisasi antar ayat qauliyah dan ayat quniayah.
Kita bisa mencatat kejadian yang mirip yakni ketika orang ramai-ramai memuja tokoh jawa (mbah merapi) ketika 'mampu' mengecilkan merapi 14-16 mei saat presiden kita bertandang ke yogya. Hampir semua media massa memuji-muji beliau.
Bagaimanan
setelah itu ? , Allah sepertinya memberi 'teguran' kepada media massa agar
lebih berhati-hati berkaitan dengan masalah tauhid terbukti dengan adanya gempa
bumi besar di yogya 27-mei-2006 atau 10 hari setelah media massa ramai
memberitakan kehebatan tokoh kita ini.
Hal yang cukup mengherankan adalah pelajaran diatas rasanya belum cukup untuk membuat kita untuk memperbaiki diri, sehingga muncullah tokoh kedua dengan versi yang lain dalam menyambut kedatangan bush 20-november-2006 yakni Ki Gendeng Pamungkas, yang diliput hampir semua media massa
- Senin, 20/11/2006 16:27 WIB Bogor Gelap, Hujan Mengguyur, Petir Menggelegar
- Senin, 20/11/2006 16:18 WIB Bush Naik Heli, Geledek Menyambar di Istana Bogor
Bogor - Apakah Ki Gendeng
Pamungkas beraksi hari ini sesuai janjinnya? Entahlah. Yang jelas,
sekitar pukul 16.07 WIB, Senin (20/11/2006) tiba-tiba terdengar petir
menggelegak di langit Istana Bogor.
Duaaaarrrr!!! Suara dahsyat itu mengagetkan seratusan wartawan yang di-pool
di media center Istana Bogor. Media center itu terletak di belakang
istana, yang ditempati Lettu Agus Harimurti-Annisa Pohan melangsungkan
resepsi pernikahan. Geledek itu terdengar ketika hujan deras sudah lama
berhenti.
Namun tak cuma kaget saja ekspresi yang diperlihatkan wartawan.
Wartawan yang berpakaian rapi jali itu juga berteriak girang.
"Horeeee...!" Ada yang bertepuk tangan. "Ki Gendeng beraksi," celetuk
mereka terkekeh-kekeh.
Ketika hujan deras datang sejam sebelumnya, para wartawan juga menampakkan ekspresi serupa. Berteriak hore dan bertepuk tangan.
Bagi yang kurang peka, aksi diatas sepertinya biasa saja, namun kalau kita amati bahwa itulah siklus yang kembali terulang. Sabar untuk menanti sebuah keputusan, sebagaimana artikel Mengapakah tidak menganggap penting ? Wed Oct 11, 2006 7:19 am.
Dan hari ini terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah berlaku bagi orang yang yakin untuk tidak menyekutukan Allah :
- Gempa Besar Guncang Bengkulu
- Senin, 20/11/2006 20:33 WIB Merapi Kembali Muntahkan Awan Panas
"Sesungguhnya orang
yang benar benar percaya kepada ayat ayat Kami adalah mereka yang apabila
diperingatkan dengan ayat ayat itu mereka segera bersujud
seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah
sombong". As-sajdah:35
----------------
*) Penulis sedang di uji kesabaran tentang ketidakadilan media massa (Keberpihakan media massa pada paranormal) dalam mensikapi ayat qauniah.
-Di ujung Kebimbangan (Jawaban Gempa Yogya)
-Siklus Al-a'raaf
-Tuhan kami menangkanlah kami