Berita SS "tentang ikan kepanasan" dibawah sangat menarik, adakah ada
hubungannya dengan artikel yang di tulis oleh Suntoyo, Mahasiswa doktoral
di Tohoku University, Japan. Staf Pengajar Teknik Kelautan, ITS, Surabaya.
Email: suntoyo@...
[http://groups.yahoo.com/group/the_untold_stories/message/302]
[http://www.suarasurabaya.net/v05/kelanakota/?id=806f9d21c8d504bbef95ffba3216d6e\
b200634650]
# "Kalau karena keracunan, ikan-ikan itu mati dan terapung. Ini nggak,
ikannya seperti kepanasan, semuanya naik ke permukaan," kata SUBAKRI warga
Desa Pejarakan, Kamis (05/10). "
# TUKIJAN warga Desa Pejarakan yang memiliki beberapa perahu nelayan dan
tambak ikan di kawasan pertambakan Desa Permisan, Kamis (05/10) mengatakan
pada suarasurabaya.net, ikan-ikan yang naik ke permukaan aliran Kali
Porong, bukan karena lumpur. "Kayaknya memang bukan karena air lumpur itu.
Kalau karena racun, ikannya dipermukaan tapi mati. Ngambang, ini
pembuangan air lumpur juga jaraknya agak jauh. Mungkin karena pasang laut,
soalnya sudah 3 hari ini, pasang laut terus masuk ke Kali Porong," kata
TUKIJAN, Kamis (05/10).
--------------------------------------------------------
Setelah itu kami coba bandingkan dengan artikel
[http://www.beritaiptek.com/zberita-beritaiptek-2005-06-18-Perilaku-Aneh-Binatan\
g-Tanda-Awal-BencanaTsunami.shtml]
Beberapa teori yang terkait dengan kepekaan binatang pada bencana alam
Teori alternatif yang telah mendapatkan persetujuan dari banyak pakar
baru-baru ini berkaitan dengan kepekaan binatang pada bencana alam adalah
(i) bahwa binatang bisa merasakan perubahan pada medan magnet yang
terjadi didekat pusat gempa, sebagai misal adalah burung dara, kura-kura,
lebah dan masih banyak lagi;
(ii)spesies ikan dikenal sangat sensitif pada variasi perubahan muatan
listrik di dalam air yang kadang-kadang adalah merupakan isyarat permulaan
terjadinya gempa bumi;
(iii) organisme di tanah bisa merespon perubahan polaritas dan
konsentrasi ion atmosfir atau muatan partikel, sehingga hal ini bisa
menyebabkan binatang tersebut bisa mendeteksi efek ionisasi udara dari
gas radon yang kadang-kadang dikeluarkan dari bumi sebelum gempa bumi
terjadi;
(iv) efek piezoelektrik juga telah menunjukkan bahwa perubahan tekanan
yang dikerjakan pada kristal sejenis kwarsa menghasilkan muatan listrik
pada permukaan kristal, hal ini dipercaya bisa membangkitkan energi
listrik yang cukup untuk membuat terbang ion-ion sebelum, selama dan
setelah gempa bumi, sehingga binatang bisa mengantisipasi gempa bumi lebih
banyak melalui kepekaannya terhadap gemuruh angin.