Kekuatan Tauhid : Bahasa di atas bahasa manusia
oleh Dwi S*
Sebagaimana di ketahui petunjuk "mengapa nama tuhan kita adalah Allah" salah satunya ada pada n. Ibrahim sebagai bapak tauhid. Para ahli sejarah meyakini n. Ibrahim hidup kurang lebih 3000 SM di negeri babilonia dengan raja namruz . Wilayah kerajaan itu melingkupi wilayah mesopotamia (irak purba) yang dikenal sebagai orang-orang sumeria. Kisah nabi Ibrahim menurut sejarah awal peradaban manusia sebagai berikut [diambil dari buku "mengapa nama tuhan kita Allah ?"]
Dari peninggalan sejarah yang tertua, maka jaman sejarah kepercayaan di mulai di lembah sungai Tigris-Eufrat, Irak. Bangsa Sumeria kuno (4000 SM) menghuni daerah yang dikenal sebagai mesopotamia. Peradaban mereka di temukan di kota Ur, erech dan Kish dan membangun tatatulis cunei-form. Mereka membangun tempat peribadatan yang disebut sebagai ziggurat.
Pada tahun 3500 SM sebuah kuil raksasa di dirikan di negara kota Uruk sekitar 150 mil antara sungai Eufrat dan sungai Trigis di Irak. Dan pada tahun 3.400 pertama kali tulisan di ciptakan dengan huruf-gambar kuno (piktograf) dan perlahan menjadi simbol kapak pada tahun 2000 SM (disebut cuneiform). Sumeria sendiri berarti orang dengan kepala hitam (sag-gi-ga) dan daerah yang didiami disebut sebagai tempat para dewa (ki-en-gir). Orang-orang sumeria diyakini sebagai kaum pendatang bukan merupakan garis keturunan semitik (sam bin nuh)
Tahun 3000 SM merupakan tahun peradaban manusia modern yang tersebar sebagai peradaban Timur Tengah dan peradaban lembah Indus. Peradaban menjamur di kawasan Timur tengan antara lain : Elamiyah, Akkadia, Babilonia, Assyiria, Canaaiyah, Israiliyah. Sedangkan di luar mesopotamian tumbuh peradaban Yunani dan Cina
Masa kemunduran kerajaan sumeria ditandai dengan datangnya orang Akkadian Semitik (dari Sam bin Nuh) yang kemudian berasimilasi budaya dan bahasa. Tahun 2000 SM datang orang Amorit mengalahkan orang Sumeria-Akkadian dan menjadikan Babilonia menjadi ibu kota.
Tahun 1500 SM datanglah orang Asyiria (keturunan Sam bin Nuh dari anaknya bernama Asshur) berbaur dengan orang amorit (keturunan Amorites bin canaan bin ham bin Nuh) dan barulah abad ke 8 SM orang Asyiria mengambil alih babilonia. Peradaban yang dikembangkan tertaut pada paham politeisme dengan banyak dewa dan akhirnya terasimilasi menjadi satu dewa tertinggi yaitu Marduk dengan patung-patung untuk sesembahan. Hal penting dari sebutan orang babilonia adalah sebagai orang Kanaan.
Pada masa itulah muncul nabi Ibrahim sekitar 1850 SM untuk memberi peringatan kepada kaum kanaan (turunan canaan bin ham bin nuh). Menurut kisah sejarah Islam, nabi Ibrahim adalah keketurunan nabi Nuh dengan silsilah.
Ibrahim->Aazar->Tahur->Saruj->Rau'->Falij->Aabir->Shalih->Afrakshsyad->Saam->Nuh
Nabi Ibrahim dilahirkan di daerah Faddam A'ram yang termasuk kerajaan babilon. Pada masa nabi Ibrahim, kerajaan babilonia di perintah oleh Raja Namrud dengan kepercayaan politeisme dan ayah nabi ibrahim azar (Terah dalam injil) adalah pembuat patung. Nabi ibrahim diperangi oleh raja Namrud karena memenggal salah satu kepala patung tertinggi. Bahasa nabi ibrahim ini merupakan rumpun Semitik (dalam penerjemahan karena turunan dari Saam bin Nuh). Rumpun semitik ini membuat dua cabang bahasa yang berbeda, yaitu bahasa aram dan ibrani. Induk bahasa Arab adalah dari bahasa Aram
Azar (Terah) mendiami Mesopotamia sekitar sungai Efrat dan Tigris sebagai turunan dari Saam bin nuh yang diartikan sebagai rumpun semitik. Hubungan antara orang sumeria dengan peradaban di lembah Indus (india) di tandai dengan adanya barang – barang sungai Indus di Sumeria. dan sebaliknya. Pada masa kejayaannya tercipta hukum pertama yaitu undang-undang Hamurabi (Codex Hamurabi) dan pembagian waktu mirip sekarang ini (1 tahun=12 bulan, 1 bulan = 30 hari dan 1 hari=24 jam). Ditemukan pula roda kayu pertama kali, rumah-rumah buluh dan perahu (canoe) yang dibuat dari buluh-buluh kayu di peradaban sumeria
· Nabi Ibrahim (Abraham) dan Tahun 1997-1822 SM
Babilonia lama berkembang dan pada jaman itulah nabi ibrahim lahir. Tahun 1997-1822 SM, di Kaldiyun (Claldea), Ur tepatnya tahun 1900 SM Nabi Ibrahim bin Azar bin Nahur dari keturunan Sam bin Nuh diangkat nabi. Silsilah nabi ibrahim menurut riawayat adalah
Ibrahim->Aazar->Tahur->Saruj->Rau'->Falij->Aabir->Shalih->Afrakshsad->Saam->Nuh
Dan lahir di kota Faddam A'ram yang termasuk kerajaan babilonia lama. Pada tahun itu pula nabi Luth sebagai anak saudara nabi ibrahim.
· Nabi Luth (Lot) dan Tahun 1950-1870 SM
Tahun 1950-1870 SM dan tepatnya tahun 1900 SM Nabi Luth bin Haran bin Azar bin Nahur dari keturunan Sam bin Nuh dianggkat nabi. Nabi ibrahim berdakwah di daerah babilonia lama dengan raja Namrud yang berkuasa, sedangkan nabi luth bertugas di Sadum, Syam dan Palestina. Khusus daerah Sadim atau siddim, kaum nabi luth di musnahkan termasuk kota sodom dan gomorah.
Dari catatan arkeologi belum ditemukan kitab dan nama Allah dalam prasasti yang ditinggalkan kaum nabi ibrahim dan kaum nabi luth, tetapi sudah disepakati adanya peninggalan kuil, mekkah, dan air zamzam serta bahasa aramik. Bahasa nabi ibrahim ini merupakan rumpun Semitik (dalam penerjemahan karena turunan dari Saam bin Nuh).
Rumpun semitik ini membuat dua cabang bahasa yang berbeda, yaitu bahasa aram dan ibrani. Induk bahasa Arab adalah dari bahasa Aram dan pada jaman nabi ibrahim menyebut dewa mereka dengan dewa il sebagai dewa tertinggi. Hal ini diturunkan dalam bahasa arab sekarang sebagai ilah (sesembahan).
Beberapa orang non muslim terutama dari Institute for Syriac Christian Studies mengartikan sebagai asal nama Allah adalah dari dewa tertinggi -il dan mendapat asimilasi illah dan Allah, sama dengan sebutan el-eloah-eloha , benarkah hal ini ? (baca Bab Tinjauan Bahasa dan akar budaya).
Nabi Ibrahim membuat cabang keturunan menjadi dua yaitu nabi Ismail dan nabi Ishaq dengan dua peradaban yang nyaris terpisah walaupun dalam kacamata modern daerah tersebut berdekatan. Di indonesia cukup mudah melihat kenyataan bahwa dua daerah yang berdekatan memiliki bahasa yang berbeda yaitu jawa dan madura yang kalau jaman sekarang di seberangi tidak sampai hitungan jam.
Memang kelemahan mendasar sebutan Allah belum ditemukan dalam catatan arkeologi, namun kalau di-tilik dari keaslian bahasa, maka masih dapat diyakini bahwa Allah adalah kata asli dari jaman n. Ibrahim dari bangunan mekah sebagai peninggalan tertua [hal ini nanti kita akan jelaskan dalam masalah bahasa asal]
Pertanyaan itu menjadi tidak penting ketika di runut lebih jauh lagi bagaimana pada jaman n. Nuh atau di jaman n. adam, dimana penginggalan terpenting yakni perahu n. Nuh-pun sampai saat ini tidak bisa di temukan [lihat BBC :Noah and the Great Flood]
Film BBC itu akhirnya mengungkap ketidak-konsisten dan juga sangat tidak ilmiah-nya cerita n. Nuh menurut bibel, bahkan ketika diceritakan orang yang menerjemahkan transkrip orang sumeria kuno, bahwa cerita ttg n. Nuh sudah ada dengan nama epic gilgamesh. Dari situlah orang yang mampu menerjemahkan tablet cuneiform sampai gila, karena hati-nya bertentangan antara keyakinan dia sebagai penganut bibel dg kenyataan sejarah
Bahasa diatas bahasa manusia
Ketika sejarah tidak mampu membuat kepastian, walaupun mampu mematahkan beberapa keyakinan seperti kisah n. Nuh menurut bible, maka kita tidak boleh hanya mengandalkan pencarian nama Allah hanya pada kenyataan bukti arkeologi.
Petunjuk
penting ada pada n. Ibrahim sebagai manusia yang menurut ukuran jaman saat itu
adalah manusia yang paling cerdas. Kecerdasan inilah yang membuat manusia tidak
punah karena mampu berpikir tidak seperti manusia lainnya. Kisah BBC "walking
with caremen" menunjukkan kepunahan spesies ditentukan oleh kondisi alam yang
berganti-ganti secara evolutif, pada satu spesies yang hidup nyaman pada saat
itu, dan harus berganti dengan perubahan yang sangat ekstrim, maka seleksi alam
berlaku, siapa yang tidak mampu beradaptasi dia akan punah.
Kepunahan phithecantropus afarensis, Boisei, homo habilis, rudophadensis, disebabkan ketidakmampuan beradaptasi terhadap perubahan kemiringan sudut matahari sehingga afrika yang dulunya hutan menjadi gersang. Beberapa homo habilis [menemukan alat kapak batu dan api] yang sempat bermigrasi menjadi dua yakni ke eropa sebagai sosok heidebelgensis dan akhirnya menjadi manusia neandhertal (manusia goa) sedangkan di afrika tetap menjadi homo habilis, di asia sampai cina dan indonesia mereka menjadi homo erectus. [pembahasan mendalam akan kita tulis lagi mengenai evolusi manusia].
Muncul nenek moyang manusia yang tiba-tiba yakni homo ergaster, sangat-sangat manusiawi karena mereka sudah pada tahapan bermasyarakat, membuat alat dan bahkan aturan perkawinan yakni monogami. Merekalah ahli membuat tanda di gua dan juga ahli mencari jejak binatang, saling berusaha mengerti dengan bahasa isyarat dan akhrinya mengeluarkan suara sebagao bahasa purba. Dari homo ergaster manusia memulai kebudayaannya dan sampai pada tahapan kebudayaan yang paling bisa dikenal berdiam di mesopotamia sebagai orang-orang sumeria. Teknologi roda, pertanian dan berhitung mulai dikenalkan sampai pada penandaan musim
Inti dari cerita diatas, bahwa tuhan tidaklah muncul sebagai nama dalam bahasa saat manusia purba yang masih tidak mengerti bahasa, namun tuhan hadir sebagai pengatur seleksi alam agar manusia nanti mengenal nama Tuhan [Lihat QS. 87 Al-A'alaa] . Hal yang sama saat manusia pertama yang terbunuh, maka sang Pencipta memberikan petunjuk lewat burung bagaimana mereka menguburkan
Al-maa'idah:27 Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua dan tidak diterima dari yang lain . Ia berkata : "Aku pasti membunuhmu!". Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa".
Al-maa'idah:28 "Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam."
Al-maa'idah:29 "Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan dosa ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim."
Al-maa'idah:30 Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi.
Al-maa'idah:31 Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya . Berkata Qabil: "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal.
--------------Apa yang dapat di-amati dari ayat di-atas ?(1) bagaimana manusia sudah mengenal kurban (ayat 27) sedangkan mereka belum bisa menguburkan mayat ?
(2) bagaimana manusia kenal neraka (ayat 29) kalau mereka belum kenal api (idiom neraka adalah api yang menyala) ?
(3) kisah habil dan qobil adalah cerminan bentuk monogami, bagaimana mereka tahu berpasangan kalau mereka tidak berbudaya ?
(4) kemudian dari itulah kuburan di-kenal, mengapa Allah tidak langsung 'berbicara' atau ilham tetapi harus melalui burung gagak (ayat 31) ?
Titik balik nama Tuhan disebut saat manusia mengenal bahasa, tetapi ketika manusia tidak mengerti bahasa-pun Tuhan tetap ada. Dimanakah atau kapankah manusia tidak mengenal bahasa tetapi mengerti Tuhan ?
(al-a'raaf:172) Dan , ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka : "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul , kami menjadi saksi". agar di hari kiamat kamu tidak mengata-kan: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang lengah terhadap ini ",
Pembahasan berikutnya adalah pada titik balik dimanakah manusia dianggap sebagai manusia ?(Al-baqarah::31) Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang benar orang-orang yang benar!"
Ketika manusia mengenal dan menerima alam sekelilingnya sebagai bakat insting dan imajinasi untuk bertahan dari kehidupan ini dan berbudaya.
Hal yang berbeda dengan burung ketika secara insting membuat sarang, maka burung tidak pernah berpikir bahwa kalau hujan sarang tsb akan rusak, burung tidak membangun atap atau burung tidak memiliki kecerdasan
Benarkah manusia sebagai mahluk yang terpilih daripada mahluk lain ? jawaban ini merupakan proses evolusi dan seleksi alam yang lebih tegas dalam al-qur'an
(al-qashash:68) Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka . Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan .
Proses evolusi dan seleksi alam yang memakan waktu ribuan tahun, namun di sisi Allah adalah beberapa hari saja. Proses itu di lakukan untuk memilih yang terbaik
As-sajdah :5 Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu
As-sajdah :6 Yang demikian itu ialah Tuhan Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.As-sajdah :7 Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah.
As-sajdah :8 Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina.
As-sajdah :9 Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; kamu sedikit sekali bersyukur.
Apa yang menarik dari rangkaian ayat diatas, bahwa proses 'mengatur' bumi di butuhkan waktu 1000 tahun, kemudian terdapat asal muasal manusia secara evolutif adalah dari tanah (semua mahluk hidup berasal dari tanah, kemudian keturunannya meloncat, bukan dari tanah sebagai mana proses awal)
Bukankah ini adalah proses evolusi dimana semua mahluk hidup berasal dari unsur-unsur tanah, kemudian 'meloncat' menjadi berbagai macam bentuk dan dari proses seleksi alam itulah akhirnya membuat generasi mahluk yang berbeda dari awalnya, sampai pada tahap kesempurnaan mahluk sehingga memiliki pendengaran, penglihatan dan hati
(al-israa':70) Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan , Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.
Apakah manusia adalah hasil evolutif dari kera ?
Belum ada bukti secara meyakinkan bahwa manusia berasal dari kera WALAUPUN MAHLUK MIRIP MANUSIA ITU DITEMUKAN FOSILNYA (kera berdiri tegak dengan 2 kaki), justru bukti terkuat adalah memang manusia berasal dari tanah. Dengan demikian proses kesempurnaan mahluk sehingga lahir manusia belum terjawab dengan meyakinkan, sehingga KEYAKINAN manusia datang dari surga adalah benar sebagaimana ayat
(al-baqoroh:36) Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan."
Bahasa apakah saat n. Adam turun ?
Perlu diketahui bahwa bahasa tertua manusia yang ditemukan sampai saat ini, ada di sumeria sbg tulisan cuneiform, dengan demikian mereka tentu ada hubungan evolutif kebudayaan dengan n. adam.
Karena tidak ada bukti ilmiah atau arkeologi peninggalan n. adam beberapa pendapat menyatakan bahwa n. Adam adalah simbol bukan sebagai sosok entitas manusia tunggal.
Ilmu pengetahuan secara genetika meyakini adanya kekerabatan genetika sehingga mengerucut pada satu kesimpulan, bahwa nenek moyang manusia memang dari pasangan tunggal yakni adam dan hawa
Dua hal yang kurang sinkron antara bukti arkeologi dan bukti genetika menunjukkan bahwa memang n. adam dan hawa bukan sebaga simbol tetapi mengarah pada entitas tunggal manusia, dan bahasa yang terpakai tentunya merupakan bahasa yang telah di-ajarkan oleh Tuhan dan inilah yang di sebut sebagai bahasa diatas bahasa manusia.
Bahasa tersebut memang tidak terdokumentasi secara runut sebagai akibat dari pergeseran sejarah dan perebutan kekuasaan manusia, namun bahasa itu tentunya di mengerti oleh Tuhan dan juga di mengerti oleh semua mahluk, termasuk manusia sebelum lahir (al-a'raaf:172) , para malaikat. Bahasa diatas bahasa manusia ada dalam jiwa manusia sebagaimana ayat al-a'raaf:172 Dan , ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka : "Bukankah Aku ini Tuhanmu?"
Bahasa yang diajarkan Tuhan kepada manusia secara langsung yang bukan sebagai akibat dari proses evolutif kebudayaan merupakan bahasa universal. Bahasa tersebut di mengerti oleh tumbuhan, gunung dan semua mahluk, sehingga tidak heran jika bahasa itu ditemukan, maka manusia dapat berbicara langsung dengan Tuhan (n. Musa), manusia juga dapat berbicara dengan binatang, gunung dan mahluk lainnya.
Bahasa universal : Semua mahluk Allah bertasbih kepadaNya
Asal mula nama Allah dalam sejarah dapat ditelurusi lewat pemakaian bahasa dan tulisan manusia, namun lebih mendalam tidak hanya manusia saja yang mengenal nama Allah, semua mahluk selalu bertasbih kepada Allah
· Malaikat
(Al'-a'raaf:206) Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya-lah mereka bersujud .·
Langit,bumi dan seluruh isinya
(al-israa':44) Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.
Beberapa ayat dalam al-qur'an juga menegaskan dalam surat al-anbiyaa':79, saba':10, Shaad:18, Allah menyuruh gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih kepada Allah bersama Daud, dalam surat an-nuur:41, semuanya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan burung dengan mengembangkan sayapnya
Jadi dengan demikian masing-masing sudah mengenal Allah secara hakiki, pada manusia perwujudannya adalah menyebut nama Allah, sedangkan pada mahluk lain dengan cara lain tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka (al-israa':44), beberapa pendapat mengatakan bahwa dengan patuh (mengikuti fitrah) mahluk selain manusia, maka mereka bertasbih kepada Allah, pendapat lain mengatakan hal tsb rahasia Allah.
Bahasa Universal :Tauhid
Bahasa asli dari Allah tidaklah terikat ruang dan waktu (terdapat hadist bahwa bahasa yang dipakai di surga adalah bahasa arab). Contoh terbaik dari bahasa universal dari bapak Tauhid yakni n. Ibrahim
(al-baqoroh:260) Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya karena Allah telah memberikan kepada orang
itu pemerintahan . Ketika Ibrahim mengatakan:
"Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan," orang itu
berkata: "Saya dapat menghidupkan
dan mematikan )." Ibrahim berkata: "Sesungguhnya Allah menerbitkan
matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat," lalu terdiamlah
orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang
zalim.
(al-baqoroh:261) Atau apakah orang yang melalui suatu negeri yang telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: "Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?" Ia menjawab: "Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari." Allah berfirman: "Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah; dan lihatlah kepada keledai kamu ; Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging." Maka tatkala telah nyata kepadanya diapun berkata: "Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(al-baqoroh:262)Dan ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku,
perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati." Allah
berfirman: "Belum yakinkah kamu ?" Ibrahim menjawab: "Aku telah
meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap Allah berfirman: " ambillah empat ekor
burung, lalu cincanglah semuanya olehmu.
: "Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari
bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu
dengan segera." Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana.
Menurut abu muslim al ashfahani pengertian ayat 262 adalah Allah memberi
penjelasan kepada n. Ibrahim as ttg cara Dia menghidupkan orang-orang yang
mati. Di suruh n. Ibrahim as mengambil empat ekor burung lalu memeliharanya dan
menjinakkannya hingga burung itu datang seketika, bilaman dipanggil.
Kemudian burung-burung yang sudah pandai itu, diletkakkan diatas bukit tiap-bukit seekor, lalu burung itu dipanggil dengan satu tepukan/seruan, niscaya burung-burung itu akan datang dengan segera, walau tempatnya terpisah-pisah dan berjauhan. Maka demikian pula Allah menghidupkan orang-orang yang mati yang tersebar dimana-mana, dengan satu kalimat cipta "hiduplah kamu semua" pastilah mereka itu hidup kembali
Jadi menurut abu muslim sighat amr (bentuk kata perintah) dalam ayat ini, pengertiannya khabar (berita) sebagai cara penjelasan. Pendapat beliau ini dianut oelh Ar-Razy dan Rasyid Ridha
Sebagaian ahli tafsir mengganti kata "jinakanlah" dalam ayat dengan kata
"potong-potonglah" dan "tiap-tiap seekor" mereka ganti dengan "tiap bagian"
(dari burung yang telah dipotong) Karena dalam ayat ini kata "Shur" yang dalam
bahasa Arab berarti jinakkanlah atau potong-potonglah
To be continued .......................... tafsir ibnu katsier dari al-baqoroh 260-262 sebagai kekuatan tahuid