MASYARAKAT PEDULI TAUHID
Sekretariat : Jln. Marinas Barat IV/60 Surabaya
Telp : (031) 5996856/70354935 : email : m_adita_ramadi@...
Press Release |

Assalamu’alaikum wr. Wb
Pada hari sabtu 20-mei-2006, halaman 3, kolom berita utama dengan Judul “Tapa Bisu Keliling Kampung”, disebutkan adanya ritual yang bertujuan untuk meminta keselamatan warga yang terus menerus di hantui aliran lava dan awan panas yang dimuntahkan merapi. Prosesi itu seakan tidak aneh dan menjadi salah satu budaya bangsa Indonesia khususnya adat jawa.
Berita tersebut bersejajar dengan satu muatan tentang menurunnya aktifitas merapi, sehingga untuk masyarakat awam hal ini bisa dijadikan mitos atau simbol kesaktian yang melakukan ritual tersebut. Seakan bertentangan dengan ilmu pengetahuan dimana mbah marijan (sang guru kunci) di minta mengungsi tidak mau karena memiliki keyakinan bahwa merapi tidak meletus. Pembenaran ini seakan terus bergulir di bumbui dengan keselamatan presiden Yudoyono saat berkunjung ke merapi yang tertuang dalan alinea 1, berita tersebut berbunyi :
“Sleman-Mbah Marijan terus menjadi bintang Merapi. Setelah naik ke Gapura Srimanganti tatkala Presiden Susilo Bambang Yudhowono berkunjung ke lereng gunung yang tengah batuk itu, kemarin dia melakukan ritual tapa bisu keliling desa. Prosesi itu dimulai pukul 21.00 dari halaman rumahnya di Dusun Kinahrejo, Desa UmbulHarjo, Cangkringan, Sleman.”
Tentunya pertautan berita diatas jika dipahami oleh orang Islam dengan kadar iman tinggi tidak menjadi masalah, tetapi jika dipahami oleh masyarakat awam, tentu akan sangat membahayakan sifat ketauhidan. Pendidikan masyarakat khususnya pembaca harus di-imbangi dengan berita yang memuat pendapat orang yang berilmu agama dalam hal ini adalah agama Islam,
sehingga pembaca dapat membandingkan berita tersebut dan mendapat berita berimbang. Dengan pemberitaan berimbang maka masyarakat tidak membaca berita itu mentah-mentah dan menjadi opini yang benar.
Untuk itulah kami mohon agar redaksi dalam menyajikan berita dapat lebih selektif memilih antara fakta dan opini dengan berita berimbang. Kami masyarakat peduli tauhid sangat berterima kasih jika redaksi memahami kerisauan kami tentang ‘kesaktian mbah marijan’, sebab banyaknya bencana dan musibah yang terjadi di Indonesia adalah pelajaran besar bagi umat Islam dan alhamdulilah banyak masyarakat yang sekarang lebih paham tentang ketauhidan dengan adanya pelajaran itu. Jangan sampai pelajaran besar yang merupakan
‘grand design’ dari Allah, bisa kacau ke arah klaim sempit perseorang seperti mbah marijan atau klaim kelompok seperti komunitas Eden . Sifat pelajaran yang universal atas bencana dan musibah di Indonesia harus di tonjolkan untuk menuju masyarakat yang bertakwa.
Sebagai informasi dalam melawan opini mbah marijan, kami, Masyarakat Peduli Tauhid InsyaAllah akan ke yoyga hari kamis tgl 26-mei-2006 untuk membagikan brosur melawan opini mbah marijan yang terbangun dari media-media di Indonesia
Sekian, terima kasih
Wassalam u’alaikum wr wb.
Masyarakat Peduli Tauhid
Ketua
Adita S.T
How low will we go? Check out Yahoo! Messenger’s low PC-to-Phone call rates.