Search the web
Sign In
New User? Sign Up
terangduniamail · Terang Dunia Mailing List

Group Information

  • Members: 1776
  • Category: Indonesia
  • Founded: Mar 30, 2002
  • Language: English
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Message search is now enhanced, find messages faster. Take it for a spin.

Messages

  Messages Help
Advanced
Mg Biasa IV   Message List  
Reply Message #71738 of 71881 |
Mg Biasa IV

Mg Biasa IV : Ul 18:15-20; 1Kor 7:32-35; Mrk 1:21-28
“ Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya."
Ketika ada seorang dukun atau yang mampu menyembuhkan aneka penyakit secara
ajaib, pada umumnya berita tersebut dengan cepat tersebar luas serta banyak
orang datang berbondong-bondong kepadanya mohon penyembuhan dari penyakitnya.
Kasus dukun cilik yang konon mempunyai batu ajaib di Jawa Timur beberapa waktu
yang lalu, misalnya: ribuan orang dari seluruh penjuru tanah air datang
kepadanya, karena mereka percaya jika minum air yang telah ‘dimasuki batu’
tersebut maka penyakitnya langsung sembuh. Sebenarnya penyembuhan seorang pasien
dari penyakitnya antara adalah karena kepercayaan orang yang bersangkutan:
percaya bahwa akan sembuh alias dari dalam dirinya sendiri ada kehendak dan
kemauan untuk sembuh dari penyakitnya. Dalam hal penyakit spiritual atau
psikologis kiranya yang akan mampu menyembuhkan adalah mereka yang sungguh
beriman atau suci, yang senantiasa hidup bersama dan bersatu dengan Tuhan,
sebagaimana terjadi dalam diri Yesus, dimana
“roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.". Maka marilah
kita renungkan atau refleksikan Warta Gembira hari ini.
“Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: "Apa ini?
Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun
diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya."Lalu tersebarlah dengan cepat kabar
tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea” (Mrk 1:27-28)
Yesus adalah Allah yang menjadi Manusia seperti kita, kecuali dalam hal dosa,
maka sebagai Guru atau Pengajar, ajaran atau kata-kataNya sungguh berwibawa dan
berkuasa, karena antara lain apa yang Ia ajarkan juga Ia hayati sendiri. Maka
sebenarnya kita juga dapat meneladan Dia, jika kita sungguh berminat dan
berhasrat, antara senantiasa berusaha untuk menghayati atau melakukan apa yang
kita katakan dengan kata lain ‘satu dalam kata dan tindakan atau perilaku atau
cara hidup dan cara bertindak. Percayalah jika kita ‘satu kata dan
tindakan’, maka siapapun yang berjumpa atau melihat kita akan tergerak untuk
menirunya, sehingga mereka tersembuhkan dari aneka penyakit yang sedang
dideritanya, dan kita sendiri akan menjadi percaturan atau percakapan banyak
orang, karena kebaikan dan keutamaan kita.
Sabda Yesus mampu memeritah roh-roh jahat dan roh-roh jahat pun akhirnya taat
kepadaNya. Roh-roh jahat menggejala dan hidup dalam diri orang yang sedang sakit
hati, sakit jiwa atau sakit akal budi serta sakit phisiknya, karena mereka tidak
setia melakukan apa yang pernah mereka janjikan dan hidup serta bertindak hanya
mengikuti keinginan atau selera pribadi. Jika cara hidup dan cara bertindak kita
sesuai dengan janji yang pernah kita ikrarkan atau ucapkan, maka kita akan mampu
membantu penyembuhan mereka yang sedang menderita sakit tersebut: kata dan
nasihat kita akan sungguh didengarkan dan kemudian dengan rendah hati juga akan
dilaksanakan atau dihayati.
Kepada mereka yang sedang menderita sakit hati, sakit jiwa, sakit akal budi
maupun sakit phisik, kami harapkan untuk sungguh mawas diri. Anda menderita
sakit karena anda hanya mengikuti selera atau keinginan pribadi alias seenaknya
sendiri, maka kami harapkan untuk bertobat dengan setia pada janji yang pernah
anda ikrarkan serta melaksanakan dengan sepenuh hati aneka tata tertib yang
terkait dengan panggilan, tugas, fungsi dan jabatan anda. Seperti mereka yang
setia melaksanakan tata tertib berlalu lintas akhirnya selamat dalam perjalanan
serta sampai ke tempat tujuan yang didambakan, demikian pula jika dalam
perjalanan hidup dan tugas kita setia pada tata tertib yang terkait, maka kita
juga akan selamat selama di perjalanan dan akhirnya sampai ke tujuan yang kita
dambakan yaitu keselamatan jiwa kita, artinya ketika kita dipanggil Tuhan alias
meninggal dunia segera langsung menikmati hidup mulia dan berbahagia selamanya
di sorga bersama Allah dan para
kudus yang telah mendahului perjalanan kita. Marilah kita meneladan cara hidup
dan cara bertindak santo-santa pelindung kita masing-masing, yang namanya kita
abadikan dalam nama kita masing-masing.
 
“Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri
memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya.
Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia
dapat menyenangkan isterinya, dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi.
Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka
pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan yang
bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat
menyenangkan suaminya. Semuanya ini kukatakan untuk kepentingan kamu sendiri,
bukan untuk menghalang-halangi kamu dalam kebebasan kamu, tetapi sebaliknya
supaya kamu melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani Tuhan tanpa
gangguan.” (1Kor 7:32-35).
Kutipan surat Paulus yang pertama kepada umat di Korintus, yang tertulis dalam
Kalendarium Liturgi hari ini saya kutip semuanya, karena menurut hemat saya hal
itu sungguh jelas dan mudah dimengerti apa yang dikatakan, yaitu suatu perintah
moral yang harus kita laksanakan. Baik beristeri atau bersuami atau tidak
beristeri dan tidak bersuami alias hidup tidak menikah dengan menjadi imam,
bruder atau suster, dipanggil untuk “melakukan apa yang benar dan baik, dan
melayani Tuhan tanpa gangguan”.
Bagi yang beristeri atau bersuami ‘melayani Tuhan’ antara lain menghayati
dan mensikapi pasangannya sebagai hadiah atau kado dari Tuhan, sehingga
merawatnya sesuai dengan kehendak dan perintah Tuhan. Anda kiranya memiliki
pengalaman ketika menerima hadiah atau kado dari kekasih: bukankah anda akan
merawatnya dan memperhatikannya siang malam dengan baik dan benar. Suami atau
isteri adalah hadiah atau kado dari Yang Terkasih, maka selayaknya diperlakukan
dengan baik dan benar. Yang baik dan benar jelas sekali bagi anda sebagai
suami-isteri, yaitu saling mengasihi satu sama lain, baik dalam untung maupun
malang, sehat maupun sakit, sampai mati. Kasihilah pasangan hidup anda dengan
segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan segenap kekuatan atau tubuh
alias dengan total tanpa syarat. Jika anda saling mengasihi yang demikian ini,
maka tak aka nada gangguan yang mengaburkan dan merusak hidup keluarga anda.
Sebagai imm, bruder dan suster ‘melayani Tuhan’ antara lain berarti
membaktikan diri sepenuhnya kepada tugas pengutusan yang telah diterima dari
pembesar: tugas dan pekerjaan dapat dikerjakan dan diselesaikan dengan benar dan
baik. Secara khusus kepada rekan-rekan imam, bruder dan suster saya ajak untuk
merenungkan peringatan ini “Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku
yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut
pertanggungjawaban. Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan
demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau
yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati.” (Ul 18:19-20).
Sebagai imam, bruder dan suster dipanggil untuk menghayati rahmat kenabian
dengan penuh, yaitu hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan, sehingga
yang dikatakan atau diajarkan benar dan baik adanya, karena meneruskan apa yang
dikehendaki atau disabdakan Tuhan. Ingatlah dan
sadari bahwa sebagai imam, bruder atau suster sering memberi pengajaran, petuah
atau  nasihat: hendaknya memberi yang benar dan baik.
“Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu
keselamatan kita. Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur,
bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur. Masuklah, marilah kita sujud
menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah
kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada
hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya!Janganlah keraskan hatimu seperti
di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun, pada waktu nenek moyangmu
mencobai Aku, menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.” (Mzm
95:1-2.6-9)
Ign 29 Januari 2012

[Non-text portions of this message have been removed]




Fri Jan 27, 2012 10:52 pm

i_sumarya
Offline Offline
Send Email Send Email

Message #71738 of 71881 |
Expand Messages Author Sort by Date

Mg Biasa IV : Zef 2:3; 3:12-13; 1Kor 1:26-31; Mat 5:1-12a "Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga" Kutipan Warta Gembira ini adalah `Sabda...
I
i_sumarya Offline Send Email
Jan 29, 2011
12:05 am

Mg Biasa IV : Ul 18:15-20; 1Kor 7:32-35; Mrk 1:21-28 “ Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya." Ketika ada seorang dukun atau yang mampu...
I Sumarya
i_sumarya Offline Send Email
Jan 27, 2012
10:53 pm
Advanced

Copyright 2010 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines NEW - Help