Search the web
Sign In
New User? Sign Up
supporter-wwf · Supporter WWF Indonesia
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Want your group to be featured on the Yahoo! Groups website? Add a group photo to Flickr.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Opini Pak Emil di Kompas Jumat   Message List  
Reply | Forward Message #5312 of 5599 |
Opini Pak Emil di Kompas Jumat

Fyi, dari milis tetangga. Artikel yang menarik.



http://cetak. kompas.com/ read/xml/ 2009/06/26/ 04462096/ mengoreksi. pasar

Mengoreksi Pasar

Jumat, 26 Juni 2009 | 04:46 WIB

 

Emil Salim

Sudah lama pengembang lingkungan hidup bergumul dengan masalah mengapa ekonomi tumbuh pesat menghasilkan barang dan jasa yang senantiasa bertambah dan membaik, tetapi lingkungan hidup semakin rusak dan kehidupan sosial semakin timpang dengan kemiskinan yang tak kunjung terkendalikan?

 

Jawaban terletak pada gagalnya mekanisme pasar menangkap isyarat lingkungan hidup dan lingkungan sosial serta semata-mata bereaksi pada rangsangan dan kesempatan ekonomi. Tak ada pasar untuk barang dan jasa lingkungan, seperti udara bersih, sungai jernih, dan hutan alami yang segar. Tak ada pula pasar untuk jasa kesehatan dan pendidikan bagi anak miskin. Pasar bereaksi cepat terhadap peluang ekonomi meraih laba, tetapi bungkam terhadap kebutuhan lingkungan hidup dan sosial.

Dalam keadaan demikian, sangatlah penting peranan pemerintah mengoreksi ketimpangan peranan pasar dalam membangun masyarakat. Pembangunan yang didambakan masyarakat bukanlah semata- mata meningkatkan kemajuan ekonomi, tetapi juga kemajuan masyarakat dalam Tanah Air yang hijau lestari. Manusia bukan hanya insan ekonomi yang memenuhi kebutuhan perut, tetapi juga makhluk-sosial yang membutuhkan ikatan persaudaraan antarkelompok manusia dan manusia alami yang mendambakan perikehidupan alami yang bersih dan hijau menyegarkan. Hal ini semakin meningkat kelak bila jumlah manusia kian beranjak dari 6 miliar orang (2000) ke 9 miliar orang (2100) dalam planet bumi yang tidak bertambah besar.

Karena itu, tumbuh gagasan pembangunan berkelanjutan sejak Konferensi Tingkat Tinggi Bumi di Rio de Janeiro, Brasil (1992), dan dijabarkan lebih lanjut dalam KTT Pembangunan Berkelanjutan di Johannesburg, Afrika Selatan (2002). Garis kebijakan pembangunan ini mencakup keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup dalam satu napas untuk dilaksanakan secara kiprah simultan.

Pola pembangunan berkelanjutan ini juga memerlukan keterlibatan semua pihak dalam proses pelaksanaannya, yakni pihak pemerintah, kalangan pengusaha, dan kelompok masyarakat madani. Ketiga unsur pembangunan menduduki fungsi yang berbeda dengan sudut kepentingan yang berlainan, tetapi dalam derajat kesetaraan yang sama.

Dalam pola pembangunan ini, pemerintah memberi rangsangan bagi pengusaha dan kelompok madani untuk maju berperan serta dalam pembangunan. Begitu pula pengusaha dan kelompok madani mengambil prakarsa merintis kerja sama menunjang proses pembangunan berkelanjutan ini.

Sudah sejak beberapa lama terjalin hubungan antara kelompok pengusaha dan kelompok madani untuk mengembangkan berbagai pola kegiatan yang saling menunjang dalam melaksanakan pembangunan berkelanjutan. Maksudnya agar mekanisme pasar yang tidak responsif terhadap pola pembangunan berkelanjutan bisa dikoreksi oleh usaha pelaku bisnis bersama dengan kelompok masyarakat madani.

Dalam hubungan ini, Yayasan Keanekaragaman Hayati (Kehati) telah bekerja sama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mendorong investasi di pasar modal agar mengacu pada tata cara Sustainable and Responsible Investment Index dengan nama Sri Kehati Indeks. Sebanyak 30 perusahaan terpilih masuk sebagai anggota indeks Sri Kehati untuk tahun 2009.

Ada enam komponen yang dijadikan tolok ukur bagi peserta emiten Sri Kehati Indeks, yakni pelestarian lingkungan, pembangunan komunitas sosial, tata kelola perusahaan yang baik, prinsip ketenagakerjaan dengan pekerjaan yang layak, prinsip perilaku bisnis usaha yang baik, dan hak asasi manusia yang diterapkan di samping data ekonomi emiten.

Ssi Kehati Indeks mencakup harga 30 saham emiten Sri yang memiliki kinerja yang baik atas enam komponen ini disertai kinerja likuiditas dan keuangan yang baik serta pemilikan publik yang tinggi. Emiten Sri Kehati adalah yang memiliki total aset di atas Rp 1 triliun dan profit earning ratio positif.

Secara berkala, Sri Kehati melakukan penyesuaian emiten, seperti pembaruan jumlah saham beredar dan kejadian yang bisa memengaruhi komposisi tiap saham dalam indeks. Pemutakhiran anggota saham dalam Sri Kehati dilakukan 2 kali dalam setahun. Sri Kehati Indeks menunjukkan kinerja emiten dalam mewujudkan pola pembangunan berkelanjutan dan mencakup dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup.

Yang menarik di sini bahwa prakarsa mewujudkan Sri Kehati Indeks adalah pihak BEI dan Yayasan Kehati, dua lembaga yang berdiri mandiri dari ikatan kepemerintahan. Kedua lembaga ini bekerja sama atas dasar cita-cita ingin mengoreksi kegagalan pasar dalam menampung isyarat lingkungan hidup dan lingkungan sosial. Pasar modal adalah alat yang mempertemukan penawar dan peminta modal. Dalam mekanisme pasar modal ini, kini dikembangkan tolok ukur yang memuat segi lingkungan hidup dan lingkungan sosial melalui Sri Kehati Indeks. Yayasan Kehati sudah berdiri 15 tahun sejak Januari 1994 sebagai lembaga penyandang dana nirlaba dan mandiri yang bertujuan memberikan dukungan dana kepada lembaga swadaya masyarakat yang menggalakkan berbagai aktivitas pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.

Di tengah-tengah kemelut debat tentang neoliberalisme dan ekonomi kerakyatan, kerja sama BEI Kehati adalah contoh dari usaha kemandirian masyarakat mengoreksi kekurangan pasar untuk memasukkan segi- segi lingkungan hidup dan lingkungan sosial agar menyatu dalam pengembangan ekonomi mewujudkan pola pembangunan berkelanjutan membangun kesejahteraan rakyat.


Emil Salim Pemerhati Lingkungan Hidup







Click here to report this email as spam.



1 of 1 File(s)

Fri Jul 3, 2009 4:18 am

nmariza@...
Send Email Send Email

Forward
Message #5312 of 5599 |
Expand Messages Author Sort by Date

Fyi, dari milis tetangga. Artikel yang menarik. http://cetak. kompas.com/ read/xml/ 2009/06/26/ 04462096/ mengoreksi. pasar Mengoreksi Pasar Jumat, 26 Juni...
Nazla Mariza
nmariza@...
Send Email
Jul 3, 2009
4:55 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help