Search the web
Sign In
New User? Sign Up
suarakorbanbencana · Informasi Penanganan Gempa 27 Mei 2006
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Message search is now enhanced, find messages faster. Take it for a spin.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.

Messages

  Messages Help
Advanced
Undangan terbuka Seminar Nasional - Planas, DNPI, BNPB, SCDRR   Message List  
Reply Message #3218 of 3247 |
Jakarta, 23 November 2009

Kepada Yth.
Bapak/Ibu

Salam sejahtera kami sampaikan semoga Rekan-rekan sehat dan sukses dalam
menjalankan aktivitas keseharian.

Bersama ini Platform Nasional Pengurangan Risiko Bencana (Planas PRB) dengan
Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI), dan didukung oleh Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Safer Community for Disaster Risk Reduction
(SCDRR) mengundang REkan-rekan untuk hadir dalam acara Seminar Nasional
"Menyelaraskan Adaptasi Perubahan Iklim (API) dan Pengurangan Resiko Bencana
(PRB) dalam Upaya Mengintegrasikannya ke dalam Rencana Pembangunan Nasional"
pada :

Hari/Tanggal : Rabu, 25 November 2009
Waktu : 08:30 – 12:00 WIB
Tempat : Hotel Millenium, Irian Jaya Room, Lt. 3. Jl. Fachruddin
3, Jakarta

Terlampir didalam attachment Undangan resmi.
Mengingat pentingnya acara tersebut, kami mohon kesediaan Bapak/Ibu/Sdr/Sdri
untuk hadir serta memberikan konfirmasi kepada Sdr. Yany./HP.021-92536359
melalui email: dynzaari@..., fax 021-3923316.

Demikian yang kami sampaikan, atas perhatian bapak/Ibu kami ucapkan terimakasih.

Salam hangat,
Panitia Oc-


----------------------------------------------------------------------
Kerangka Acuan (Term of Reference) Seminar Nasional
"Menyelaraskan Adaptasi Perubahan Iklim dan Pengurangan Resiko Bencana dalam
Upaya Mengintegrasikannya ke dalam Rencana Pembangunan Nasional".

Jakarta, Rabu, 25 November 2009, Hotel Millenium– Jakarta
Diselenggarakan atas kerjasama Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) dan
Platform Nasional Pengurangan Resiko Bencana (PRB)

Indonesia adalah daerah yang rawan bencana termasuk didalamnya rentan terhadap
perubahan iklim. Dampak perubahan iklim ini sangat banyak baik di daerah
pesisir, pertanian, kepualauan, maupun masyarakat di daerah perkotaan. Oleh
karena itu perlu segara langkah antisipasi secara bersama-sama. Dalam dua dekade
terakhir mulai tahun 1990 – an, urusan antisiasi dan pengurangan risiko telah
makar di bicarakan. Dengan adanya perubahan iklim, hal ini menjadi lebih penting
lagi untuk diantisipasi. Oleh karena itu dua isu ini tak bisa di pisahkan.



A. Latar-belakang

Pengarusutamaan adaptasi perubahan iklim dan pengelolaan resiko bencana (PRB) ke
dalam satu sistem perencanaan pembangunan merupakah langkah penting untuk
meningkatkan ketahanan (resilience) dan pengurangan kerentanan (vulnerability)
ancaman. Hal ini sejalan dengan RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) yang
dirumuskan oleh pemerintah Indonesia.

Pada level internasional kedua isu utama ini telah menjalani proses dan dinamika
konsep, pendekatan, dan metodologi hinga ada integrasi antara keduanya dalam
upaya ketahanan dan pengurangan kerentanan bencana yang akibat perubahan iklim.
Dalam negosiasi perubahan bulan Desember 2009 (Conference of Parties/CoP15)
yang dilaksanakan di Bonn, Jerman telah dirumuskan keinginan untuk menyelaraskan
adaptasi dan pengurangan resiko bencana dan mengintegrasikannya ke dalam rencana
pembangunan dan rencana pengurangan kemiskinan.

Hal tersebut juga membawa dampak di level nasional, namun informasi dan
pemahaman terkait bencana dan adaptasi akibat perubahan iklim di Indonesia masih
langka karena masih terkotak-kotak dan partial. Sehingga berpengaruh pada
strategi penanggulangan bencana dan adaptasi yang diberlakukan. Padahal adaptasi
perubahan iklim dan pengelolaan resiko bencana membutuhkan kerjasama yang kuat
diantara sektor

B. Adaptasi Perubahan iklim dan Pengelaan Resiko Bencana /PRB dalam Perspektif
Kebijakan Nasional.

Dewan Nasional Perubahan Iklim dibentuk berdasarkan Perpres No. 46 tahun 2008.
Dewan ini yang diketuai oleh Presiden Republik Indonesia Soesilo Bambang
Yudhoyono. Posisi ini berarti bahwa perubahan iklim diakui sebagai persoalan
ancaman utama pembangunan yang harus segera memperoleh perhatian prioritas dari
pilihan-pilihan strategi pembangunan. Tugas utama Dewan ini adalah
mengkoordinasikan pelaksanaan perubahan iklim dan memperkuat posisi Indonesia di
forum internasional dalam pengendalian perubahan iklim.

Beberapa isu strategis terkait kehadiran dewan ini diantaranya adalah dewan yang
mampu mengkoordinasikan dan mengharmonisasikan kebijakan pembangunan seluruh
sektor yang terkait dengan ancaman dan dampak perubahan iklim, Implementasi
program antar sektor yang searah dengan kebijakan yang dilahirkan dewan ini dan
keberlanjutan dewan itu sendiri termasuk peran memfasilitasi inisiatif daerah
untuk memasukkan perubahan iklim ke dalam kebijakan lokal.

Sementara itu, dalam perspektif bencana, Indonesia sebagai salah satu
penandatangan Kerangkakerja Untuk Aksi Hyogo (KAH) disarankan untuk membentuk
suatu Platform Nasional Pengurangan Risiko Bencana (Planas PRB). Planas PRB
merupakan mekanisme nasional multi pemangku kepentingan yang bertindak sebagai
penganjur PRB di berbagai tataran. Planas dapat memberikan koordinasi, analisis
dan advis tentang bidang-bidang prioritas yang memerlukan tindakan terpadu dalam
rangka mengarusutamakan PRB kedalam kebijakan-kebijakan, perencanaan, dan
program-program pembangunan sesuai dengan pelaksanaan Kerangkakerja Untuk Aksi
Hyogo.

Disamping menjalankan fungsi-fungsi advokasi isu PRB serta kemitraan dan
kerjasama strategis di tingkat nasional. PLANAS PRB turut pula mendorong
pencarian strategi adaptasi, implementasi dan penguatan komitmen terhadap HFA,
serta mendorong konsensus dan konsultasi baik di tingkat pusat maupun dengan
daerah. Kesepakatan pembentukan Planas PRB Indonesia itu sendiri secara resmi
dideklarasikan pada November 2008.1 (Satu) tahun sebelumnya, Pemerintah
Indonesia telah mengeluarkan Undang-undang tentang Penanggulangan Bencana (UU
Nomor 24 tahun 2007).

Dengan demikian, dengan adanya strategi dan harmonisasi agenda nasional mengenai
adaptasi terhadap perubahan iklim dan pengurangan resiko bencana, maka
pencegahan bencana melalui adaptasi dan upaya pengurangan resiko bencana harus
menjadi satu bingkai utuh dalam mengurangi resiko kerentanan bencana terkait
dengan perubahan iklim.

C. Pertanyaan-pertanyaan Kunci dari kedua Isu di atas

1. Bagaimana isu penanganan dampak perubahan iklim dapat terintegrasi dengan
agenda nasional penanggulangan bencana?
2. Bagaimana mengembangkan sistem kelembagaan dan perangkat peraturannya
untuk mendorong terintegrasinya adaptasi perubahan iklim dan pengurangan resiko
bencana?
3. Bagaimana mengembangkan sistem dan prosedur untuk adaptasi dan
pengurangan resiko ancaman dan dampak perubahan iklim? Dan bagaimana sistem dan
prosedur ini dapat mendorong koordinasi antar sektor?
4. Bagaimana membangun strategi adaptasi perubahan iklim dan pengurangan
resiko bencana yang terintegrasi di tingkat nasional dan daerah? Dan bagaimana
kelembagaannya ?
5. Bagaimana merumuskan rencana aksi di tingkat nasional dan daerah yang
operasional dan terpadu?
6. Bagaimana mengembangkan metodologi dan metode sosialisasi? Siapa target
kunci yang harus disosialisasi? Siapa yang bertanggung jawab untuk melaksanakan?


D. Maksud dan Tujuan

Seminar Nasional ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas para
pelaku atau organisasi yang bekerja pada bidang adaptasi perubahan iklim dan
pengurangan resiko bencana, khususnya dalam meningkatkan sinergisitas pemikiran,
singkronisasi peraturan dan kelembagaan dalam kerangka meningkatkan ketahanan
dan pengurangan tingkat kerentanan akibat perubahan iklim.

Dengan demikian tujuan workshop ini adalah mengidentifikasi persoalan dan
peluang upaya sinergi antara adaptasi perubahan iklim dan pengurangan resiko
bencana (PRB) dalam kerangka meningkatkan ketahanan dan pengurangan tingkat
kerentanan akibat perubahan iklim.

E. Hasil yang Diharapkan

1. Mendorong pengarus-utamaan penanggulangan bencana dalam lingkup upaya
adaptasi perubahan iklim pada pembuat kebijakan di tingkat Nasional dan Daerah.
2. Timbulnya pemahaman yang kuat atas isu ini dari para pelaku atau
organisasi untuk kemudian berperan aktif dalam merumuskan strategi kedalam
rencana pembangunan nasional dan daerah.
3. Tercapainya komitmen multi pihak bagi upaya-upaya sinergi adaptasi
perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana pada semua tingkatan kebijakan
publik.

F. Waktu dan tempat

Kegiatan Seminar ini akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Rabu, 25 November 2009
Waktu : 08:30 – 12:30 WIB
Tempat : Hotel Millenium Jl. Fachrudin No. 3 Kebon Sirih Jakarta

G. Narasumber dan Peserta

Jumlah peserta yang akan diundang untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah
60 hingga 80 orang yang terdiri dari:
• 40 orang dari pejabat eselon II berbagai Kementerian/Lembaga yang terkait
• Perwakilan dari APEKSI & APKASI
• Perwakilan dari CSO/CSF (15 – 20 orang)
• Perwakilan dari lembaga donor/internasional
. Media
. NGO lokal


H. Agenda

Waktu Kegiatan

08:30 – 09:00
Registrasi
Panitia

09:00 – 09:05
09:05 – 09:15
09:15 – 09:25

Pembukaan
Sambutan:
1. BNPB
2. DNPI
Organizing Committee
Bpk. Syamsul Maarif
Bpk. Rachmat Witoelar

09:25 - 10:00 Coffee Break
10:00 – 10:10
10:10 – 10:20
10:20 – 10:35
Sesi I: Agenda Bersama
• Planas PRB
• DNPI
• Tanya Jawab

Bpk. Krishna Pribadi
Bpk. Agus Purnomo
Dr. Armi Susandi, MT
10:35 – 10:55
10:55 – 11:15
11:15 – 11:35
11:35 – 11:55
11:55 – 12:10
Sesi II:
• Pokje Adaptasi : Adaptasi PI dan Pengurangan Risiko Bencana
• Bappenas: API & PRB dalam RPJM
• GFDRR: Keterkaitan API & PRB: Peluang dan Tantangan
• UNDP: Global Assessment Report & Rencana penyusunan Indonesia Assessment
Report
• Tanya Jawab- Dr. Heru Santoso
Bpk. Suprayoga Hadi
World Bank
UNDP
Victor Rembeth
12:10 – 12:30
Rangkuman/Kesimpulan/Tindak Lanjut
Penutup - Hening dan Ari
12:30 Makan Siang Panitia



------------------------------------------------------------------------
LEMBAR KONFIRMASI PESERTA

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama :..................................... (laki-laki/perempuan)

Jabatan/Instansi :......................................

Alamat :..............................................
................................................................................\
..................................................
................................................................................\
...................................................

Telepon, HP, Fax : Tel..........HP.................Fax...........
E-mail : ...........................................

Menyatakan:
 Bersedia
 Tidak bersedia

Untuk hadir dalam acara " Seminar Menyelaraskan Adaptasi Perubahan Iklim (API)
dan Pengurangan Resiko Bencana (PRB) dalam Upaya Mengintegrasikannya ke dalam
Rencana Pembangunan Nasional" di Hotel Millenium, Jakarta pada tanggal 25
November 2009, jam 08:30 – 13:00.

Lembar konfirmasi mohon dikembalikan kepada Panitia paling lambat hari Selasa,
24 November pukul 15.00 WIB, melalui Sdr. Apri Sulistiyo (Fax: 021-3923316;
email: aprisulistiyo@... ; HP 081234074282), atau Sdri. Yany: (Fax:
021-3923316; email: dnyzaari@...; HP 02192536359).




Mon Nov 23, 2009 10:54 am

dynza
Offline Offline
Send Email Send Email

Message #3218 of 3247 |
Expand Messages Author Sort by Date

Jakarta, 23 November 2009 Kepada Yth. Bapak/Ibu Salam sejahtera kami sampaikan semoga Rekan-rekan sehat dan sukses dalam menjalankan aktivitas keseharian. ...
dynza
Offline Send Email
Nov 23, 2009
2:38 pm
Advanced

Copyright © 2010 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help