KEPADA: KAMU TANGGAL: HARI INI DARI: TUHAN PERIHAL: DIRI KAMU Referensi: KEHIDUPAN Aku Tuhan, hari ini Aku yang akan menangani semua masalahmu.
Aku tidak butuh bantuanmu. Jadi, salam
sejahtera dan Aku mencintaimu selalu. Catatan: Dan ingat… Bila
dunia ini menyodorkan masalah yang tidak dapat kau tangani sendiri,
jangan berusaha menyelesaikan masalah itu. Tetapi, letakkanlah masalah
itu di kotak UNDIOLTU (Untuk Diselesaikan Oleh Tuhan). Aku akan
menyelesaikan masalahmu sesuai JADWAL yang Aku tentukan sendiri. Semua
masalahmu PASTI akan Aku selesaikan, tetapi sesuai jadwalKu, bukan
jadwalmu.
Setelah
semua masalahmu kamu letakkan dalam box, janganlah kamu pikirkan dan
khawatirkan. Sebaliknya, fokuslah kepada semua hal-hal baik yang sedang
terjadi padamu sekarang.
Bila
kamu terjebak kemacetan dijalan, janganlah marah, sebab masih banyak
orang didunia ini yang tidak pernah naik mobil seumur hidupnya.
Bila
kamu berhadapan dengan masalah di tempat kerja, berpikirlah bahwa masih
banyak orang yang menganggur bertahun-tahun tanpa pekerjaan.
Bila kamu sedih karena hubungan keluarga, pikirkanlah orang-orang yang belum pernah merasakan mencintai dan dicintai
Bila
kamu merasa bosan dengan akhir minggu, pikirkanlah orang-orang yang
harus lembur siang malam tanpa libur untuk menghidupi keluarga &
anak-anaknya.
Bila
mobil kamu mogok & mengharuskan kamu berjalan kaki, janganlah
marah, pikirkanlah orang-orang cacat yang sangat ingin merasakan
berjalan diatas kaki sendiri seperti kamu sekarang.
Bila
kamu melihat dicermin rambutmu mulai beruban, janganlah bersedih, sebab
mempunyai rambut hanyalah merupakan impian bagi orang-orang yang dalam
perawatan kemoterapi.
Bila kamu merenungi makna hidupmu didunia ini & merenungi apa tujuan hidupmu ini? Bersyukurlah, karena banyak orang yang tidak punya kesempatan hidup yang cukup lama untuk merenungi hidup mereka.
Bila
kamu merasa tidak nyaman karena terkena imbas dari kemarahan dan
kekecewaan orang lain, ingatlah, situasi bisa menjadi jauh lebih buruk;
yaitu kamulah yang merasakan kemarahan & kekecewaan tersebut!
Bila
kamu memutuskan untuk meneruskan surat ini ke orang lain, terima kasih.
Kamu telah menyentuh kehidupan mereka dalam banyak hal yang tidak
pernah kamu bayangkan! Salam sejahtera selalu, TUHAN Godhas seen you struggling, God says it's over.
Seorang anak kecil tetangga baru rumah saya, membuat saya tergelak dengan ulahnya ketika menghadapi pengamen nekad yang bertandang ke rumahnya. Anak ini lain dari pada anak yang lain. Dengan lantang dan berani, ia berkata kepada pengamen yang menadahkan tangan meminta uang kepadanya seusai memamerkan suara fales-nya yang tak sedap didengar, "Siapa sie loe, minta-minta sama gue...?" Hihihi, karena anak kecil ini pindahan dari kota Jakarta, ia terbiasa bergaya ceplas-ceplos di depan orang lain termasuk meng-loe-loe dan meng-gue-gue-kan orang lain :D.
Tahu bahwa ada penghuni baru di komplek perumahan kami, si pengamen nekad langsung ke rumahnya untuk unjuk gigi. Sayangnya, kali ini ia salah sasaran. Bukannya mendapat uang hasil berjerih lelah dari meng-genjrang-genjrenggitar kecil bersenar tiganya, yang didapatinya hanyalah seorang anak kecil dengan logat loe-loe, gue-gue dan berani mengkritiknya. Si pemuda nekad yang tak berhasil mendapatkan uang hasil mengamen di depan anak kecil itu, akhirnya pergi dari halaman rumahnya sambil ngedumel. "Puelittt...", itulah katanya yang sempat saya dengar sebelum ia melangkah pergi mencari sasaran baru ke rumah lain.
"Bi, kenapa pengamennya nggak dikasih uang aja?", tegur saya kepada Obi, tetangga baru kecil saya itu, setelah pengamen nekad menghilang di tikungan jalan.
"Emang dia siapa, mbak? Enak aja minta-minta uang sama gue. Kenal aja kagak, ya nggak tak kasihlah..."
Obi, sebenarnya adalah anak yang ramah dan murah hati. Ia suka memberi makanan kecil atau apa pun yang dimilikinya kepada anak-anak kecil di sekitar rumah barunya, termasuk saya. Hanya saja, rupanya ia kurang suka berbagi dengan orang yang baru dikenalnya, apalagi jika orang tersebut berlaku kurang sopan kepadanya lebih dulu, seperti si pengamen nekad itu contohnya.
Tingkah Obi kecil ini, mengingatkan saya tentang etika bagaimana cara meminta yang baik kepada orang lain. Setidaknya ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan ketika kita hendak meminta sesuatu kepada orang lain agar orang tersebut mengabulkan permintaan kita dengan mudah.
1. Kita harus dikenal lebih dulu oleh orang yang bersangkutan.
2. Kita harus menunjukkan perangai yang baik/sopan selama proses meminta dan sesudah meminta (berterima kasih sebagai ucapan syukur), agar yang sudah memberi merasa tepat telah mengabulkan permintaan kita dan tidak jera mengulangi perbuatan memberinya kepada kita di masa mendatang.
Obi kecil sudah menyadari kedua prinsip di atas. Ketika ia menemui pengamen nekad yang mulai dari proses meminta dan setelahnya menunjukkan perangai kurang sopan, ditambah lagi dengan ketidak kenalan dia pada sosoknya, membuat Obi enggan untuk memberinya uang sepeser pun. Jika anak sekecil Obi dan manusia saja menerapkan standar seperti ini kepada orang-orang yang meminta kepadanya, terlebih lagi Bapa kita di Surga?
Ketika kita meminta sesuatu kepada-Nya di dalam doa, Ia juga akan memperhatikan siapa kita sebelum menjawab doa-doa tersebut. Apakah kita anak kecil, anak tetangga, anak tiri, anak nakal, anak hilang, atau anak Tuhan yang sudah dikenalnya dengan dekat dan diperkenan oleh-Nya? Doa-doa kita dikabulkan Tuhan, bukan karena 'apanya' tapi karena 'siapanya'.
1 Yohanes 3:22, Dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.
Doa dan permintaan yang kita panjatkan kepada Tuhan, tidak hanya terbatas di soal kerohanian. Ia berkata, "Apa saja yang kita minta...". Artinya, Ia juga memperhatikan permintaan-permintaan kita yang sifatnya jasmani. Mau minta mobil, boleh. Mau minta pasangan hidup, tidak dilarang. Mau minta minta uang yang banyak, bisa saja dikabulkan. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah kita. Namun masalahnya, apakah kita sudah berkenan kepada-Nya agar permintaan-permintaan tersebut dikabulkan oleh-Nya?
Menjadi orang yang berkenan di hati Bapa, berarti harus dikenal dengan baik oleh-Nya lebih dulu. Doa orang Kristen sering tidak dikabulkan oleh Tuhan karena mereka lebih menginginkan berkat-berkat yang disediakan-Nya dari pada menginginkan Pribadi-Nya. Kita sering bertindak sebagai pengemis yang menadahkan tangan meminta-minta, tapi tidak mau bergaul intim dengan Bapa, sehingga Ia menahan berkat-berkat untuk kita agar kita tidak tinggi hati dan menganggap dengan kekuatan sendirilah, semua hal itu kita dapatkan.
Zakaria 4:6, Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.
Bapa tidak pernah mengecewakan anak-anak yang diperkenan oleh-Nya. Ia tidak akan berkata, "Tidak", terhadap permintaan mereka yang menyenangkan hati-Nya, meski pun itu suatu hal yang mustahil bagi akal dan pikiran manusia. Buat Ia mengenalimu sebagai anak yang berkenan di hati-Nya, pasti Ia tidak akan berpaling darimu (nj@coe).
Mazmur 91:14-16, Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.
Anda blogger Kristiani? Tinggal di Indonesia? Anda punya blog berbahasa Indonesia atau bilingual?
Jika “Ya”, Anda adalah orang yang tepat untuk ikut CIBfest 2009 kali ini.
Tahun ini, Jawaban.com kembali memberikan penghargaan bagi para blogger Kristiani melalui CIBFest 2009. Serunya lagi… di CIBFest 2009 ini ada satu kategori yang diperlombakan, yaitu “The Most Creative blog Base on Writing Competition,” Anda berkesempatan memenangkan hadiah jutaan rupiah.
Caranya gampang banget.. Anda tinggal daftarkan blog Anda di CIBfest Zone, dan pasang banner CIBfest, lalu submit artikel dengan tema “Ketika Yesus Lahir di Hatiku” untuk memenangkan Writing Competition.
Baik Anda blogger kawakan maupun blogger baru… Anda memiliki kesempatan yang sama untuk menang, karena masih ada kategori lainnya yang menanti untuk Anda menangkan. Anda hanya perlu mengerahkan kemauan Anda.. dan coba sebaik mungkin.. Pastikan Anda ikut CIBfest 2009 kali ini, karena tulisan para finalis akan di terbitkan menjadi buku loh…
Keterangan lebih lanjut dan hadiah kompetisi bisa dilihat di page CIBfest Zone… Mari kita Menjadi Jawaban Melalui Kreatifitas Yang Berdampak...
Catatan Penting: Jika Anda peserta CIBfest 2008 lalu, Anda secara otomatis terdaftar di CIBfest 2009. Keterangan lebih lanjut lihat di CIBfest Zone.
Pak
Arief adalah seorang yang sangat menyayangi binatang. Beliau mempunyai
dua ekor anjing, yang jantan diberi nama Friki dan yang betina diberi
nama Friko. Senin pagi, Pak Arief melakukan kebiasaannya berolah raga
ditemani Friki ke area persawahan yang tak jauh dari tempat tinggalnya.
Ketika sedang asyik berolah raga, beliau menemukan empat ekor anak
kucing yang sedang menjerit-jerit karena ditinggal induknya. Empat anak
kucing ini mempunyai warna bulu yang berbeda-beda. Satu hitam, satu orange, satu abu-abu, dan yang satu lagi mempunyai tiga warna bulu dibadannya, hitam, putih, dan orange.
Melihat
anak kucing yang masih kecil-kecil itu, Friki yang sudah terlatih untuk
memburu tikus-tikus di rumah Pak Arief, langsung menerkam kearah
kerumunan empat anak kucing tersebut. Si anak kucing yang mempunyai
tiga warna bulu ditubuhnya, akhirnya mati langsung ditempat akibat
terkaman Friki.
Karena kasihan, Pak Arief membawa ketiga anak
kucing yang masih tersisa itu ke rumahnya. Keesokan harinya, anak
kucing yang berwarna orange
ikut menyusul mati. Melihat anak-anak kucingnya mati satu per satu Pak
Arief mulai merancang sebuah eksperimen. Ia mencampurkan kedua anak
kucingnya ke kandang Friko agar ia bertindak sebagai induk bagi
anak-anak kucing yang malang itu.
Anak kucing berwarna abu-abu,
mati di hari kedua setelah ia sekandang dengan Friko. Yang tersisa
tinggal anak kucing berwarna hitam yang rupanya mulai bisa beradaptasi
dengan induk barunya. Si Friko yang juga anjing berbulu coklat
kehitam-hitaman, mengasuh anak kucing berwarna hitam itu sampai hari
ini. Meski air susu Friko tidak keluar, kadang terlihat juga bahwa si
anak kucing hitam itu tetap nyaman ngempeng padanya dan membuat si anak kucing hitam bisa bertahan hidup.
Kisah
Friko dan anak kucing hitam ini, membuat saya teringat akan film kartun
yang sering saya tonton waktu kecil dulu, Tom and Jerry. Di kisah Tom
si kucing dan Jerry si tikus yang di dunia nyata juga tidak bisa akur,
di film ini bisa menjadi sahabat baik. Rupanya, permusuhan antara
kucing dan anjing di dunia nyatapun bisa diperdamaikan seperti kisah
Tom and Jerry yang ada di film kartun produksi MGM
(Metro-Goldwyn-Mayer) itu.
Friko yang sekarang menjadi induk
bagi anak kucing hitam milik Pak Arief, telah mematahkan mitos
permusuhan anjing dan kucing yang selama ini beredar di masyarakat.
Nah, bagaimana dengan kita sebagai manusia? Bisakah kita selalu damai/akur
dengan sesama kita? Bisakah kita hidup berdampingan dengan
saudara-saudara kita lainnya, dan selalu mengampuni ketika ada yang
berbuat salah atau telah melukai hati kita, entah ia sengaja maupun
tidak?
Derajat manusia lebih tinggi daripada anjing, kucing, dan tikus. Kalo anjing dan kucing bisa berdamai, kenapa kita tidak? (nj@coe).
Imamat 19:18, Janganlah
engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap
orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti
dirimu sendiri; Akulah TUHAN.
Subject: SURAT WASIAT dari YESUS KRISTUS melalui SRI PAUS JOHANES PAULUS....Please read&forward this message!!!
UMAT SELURUH DUNIA, SURAT INI DATANG DARI SRI PAUS JOHANES PAULUS DI ASANTHILLA, ROMA, ITALIA..
Disalin sesuai dengan aslinya oleh Uskup Agung Jakarta II
AKU BERSUMPAH ATAS NAMA YESUS KRISTUS DAN ROH KUDUS,
Pada suatu malam, tatkala Sri Paus sedang asyik membaca sambil merenung di depan altar, karena asyiknya hingga ia kecapaian lalu tertidur dan bermimpi. Di depan Sri Paus yang sedang membaca dan merenung. Ia berjumpa dengan Yesus Sang Juru Selamat dan Penebus dosa berkata : "Wahai Karol Wojtyla (nama kecil Sri Paus), ketahuilah bahwa di dalam dunia ini banyak diantara hamba-hamba yang mati dalam keadaan tidak beriman. Banyak orang kaya dan mampu tidak lagi menimbang sang kasih terhadap sesama dan terutama mereka yang hidup sebagai gelandangan. Banyak istri menyeleweng dan tidak lagi mendengarkan kata-kata suci. Karena itu wahai Karol Wotyla, hendaknya engkau serukan kepada umat kristiani agar berkata-kata selalu tentang kebaikan dan kebijaksanaan
dan memiliki rasa kasih sayang kepada sesama."
Sri Paus tertegun dan tidak berani menatap wajah Yesus,lalu Yesus berkata lagi dengan penuh kasih sayang : "Wahai Karol Wojtyla, ketahuilah bahwa AKULAH TERANG DUNIA, BARANG SIAPA MENGIKUTI AKU, IA TIDAK AKAN BERJALAN DALAM KEGELAPAN, MELAINKAN TERANG."
Demikianlah pesan Tuhan Yesus Kristus melalui mimpi kepada Sri Paus.
Oleh karena itu,barang siapa yang telah menerima surat wasiat ini hendaknya ia menyalin atau mencopynya atau memforward paling sedikit 20 lembar dan mengirimkan kepada sanak saudara, kerabat dan handai taulan yang beriman. Maka anda mengalami / mendapat suatu keuntungan /
berkat yang tidak terduga dalam 2 minggu kemudian.. Apabila surat ini tidak jelas, maka upayakanlah saudara berkenan untuk membuat salinan ini sesuai dengan aslinya sehingga menjadi jelas untuk dibaca.
1. Di Venezuela:
Riya Kisayana tahun 1985, mendapatkan hadiah ulang tahun sebesar $1.000.000 dengan memenangkan undian sebab ia menyuruh sekretarisnya untuk menyalin dan mengirimkan surat wasiat ini kepada sahabat-sahabatnya.
2. Di Mexico:
Margareth
tahun 1980, menerima surat wasiat ini dan meremehkannya karena ia seorang putri milyuner, beberapa hari kemudian ia diperkosa oleh beberapa pemuda tak dikenal dan ia menjadi gila.
3. Di Indonesia (Pluit Jakarta):
Endang Wijaya membuang surat seperti ini ke tempat sampah di Pluit, kemudian ia dipecat dan dihukum atas kasusnya.
4. Di Indonesia ( Banjarmasin ):
Kis membuang surat wasiat ini ke sungai, lalu akhirnya ia meninggal dan dimakan buaya.
5. Di Indonesia ( Jakarta ):
P. Hutapea tahun 1978, menerima surat wasiat ini tapi lupa mengeposkan. Ia diberhentikan dari tugasnya di DPR, tetapi tahun 1980 ketika menerima kembali surat wasiat ini di Yogyakarta, ia segera mengeposkan dan mengcopy sebanyak 20 lembar dan akhirnya ia menerima kembali jabatannya.
6. Di Indonesia ( Jakarta ):
Sutradara Peltrajaya Burnama tahun 1992, hanya sempat mengirimkan
beberapa copy dari surat wasiat ini. Akibatnya mobil kreditannya disita dan wajib meninggalkan rumah kediamannya. Pada tahun 1993 ia menyalin dan mengcopy surat wasiat ini yang sudah tidak terbaca lagi, menjadi terang dan jelas lalu mengirimkan kepada teman-teman atasannya sebanyak 20 lembar, akhirnya ia bisa memperoleh mobil barunya lg.
7. Di Italy:
Seorang Juragan kapal yang kaya mendapat keuntungan besar, setelah mengcopy dan mengirimkan kepada seluruh relasinya dalam waktu lebih dari 2 minggu.
8. Di Philippine:
Presiden Ferdinand Marcos tidak mengindahkan surat wasiat ini dan tidak lama kemudian ia tersingkir dari kedudukannya.
Yang terjadi setelah anda mengirimkan surat wasiat ini, anda akan menerima keuntungan. Tetapi jika anda tidak mengirimkannya, dari peredaran, mereka akan mendapat hukuman dari Tuhan.
Dengan bukti diatas nama Bapa, Putera dan Roh Kudus anda akan mendapat hasil yang baik atau buruk, semuanya tergantung dari sikap anda melaksanakan perintah saya.
Persembahkan pada Tuhan dengan segenap hatimu dan seluruh jiwa
raga....!!!
Kiranya Tuhan selalu menyertai anda dengan kasih - Nya. Tuhanlah gembalaku agar tidak tersesat, Tuhanlah perisaiku dalam menghadapi bencana.
Surat wasiat ini telah disetujui oleh Pejabat dalam Pembangunan Kabinet yang beragama Kristen.
Surat wasiat ini telah beredar mengelilingi dunia.
Jangan memberi uang atau materi dalam surat ini, anda harus menggunakan waktu sesingkat mungkin agar
wasiat ini dapat keliling dunia, supaya mereka yang belum mengenal Yesus Kristus boleh memperoleh keselamatan abadi.
TUNGGU DALAM 2 MINGGU SETELAH MEMPERBANYAK / MENGIRIMKAN SURAT WASIAT INI....!!!!
ANDA AKAN MENGALAMI BERKAT TUHAN. AMIN.
JANGANLAH ANDA MENGANGGAP BAHWA WASIAT INI ADALAH SUATU LELUCON YANG ANDA TERIMA DARI POS / EMAIL, TETAPI PIKIRKAN BAHWA SURAT INI SANGAT DINANTIKAN OLEH MEREKA YANG HAUS AKAN FIRMAN ALLAH. AMIN.
Seberapa
sering anda menyadari peranan orang-orang yang ada di sekitar anda
selama hidup anda? Mungkin anda tidak melihat atau mendengarnya secara
langsung bahwa seseorang atau beberapa orang itu telah melakukan
hal-hal baik kepada anda selama ini. Tapi siapa tahu, orang-orang yang
tidak anda sadari tersebut justru telah berjuang banyak demi kehidupan
anda sampai saat ini melalui cara yang tak terlihat, tak terdengar, dan
tak teraba oleh indra-indra yang ada pada anggota tubuh anda.
Waktu
saya kuliah dulu, saya mempunyai seorang kakak rohani wanita dari
gereja tempat saya berjemaat. Hubungan saya dengan kakak rohani ini
cukup dekat. Ia rutin menelepon saya seminggu sekali hanya untuk
menanyakan kabar dan tidak pernah lupa mengingatkan saya agar rajin
ber-saat teduh dan datang ke acara kelompok sel kami. Suatu kali, saya
tidak bisa datang ke acara kelompok sel yang diadakan di rumahnya
karena flu berat yang saya derita.
Keesokan harinya ketika ia
menelepon untuk menanyakan keadaan saya, saya tidak menceritakan
kepadanya bahwa sebenarnya penyakit flu yang saya derita itu juga
membuat pendengaran saya agak berkurang. Saya tidak tahu persis apa
yang terjadi dengan telinga saya. Yang jelas, seperti ada cairan yang
menyumbat gendang telinga kiri saya yang membuat saya menjadi kurang
jelas menangkap kata-kata ucapan orang lain dan ditambah lagi kepala
saya yang terasa pusing setiap kali digunakan untuk berjalan atau
melakukan aktivitas selain tiduran di ranjang.
Malam harinya
setelah menerima telepon dari kakak rohani saya itu, demam di tubuh
saya meningkat. Selama kuliah, saya tinggal di kos-kosan yang jauh dari
orang tua sehingga tidak ada yang mengontrol kesehatan saya dengan baik
dan mengantarkan saya ke dokter jika mendadak jatuh sakit. Malam itu
saya merasakan gendang telinga sebelah kiri saya sangat sakit yang
memaksa saya harus berkali-kali terjaga dari tidur. Saya hanya bisa
melawan rasa sakit yang kian bertambah itu sambil terus berdoa semoga
pagi segera menjelang dan saya bisa meminta tolong sahabat-sahabat
kampus saya untuk mengantarkan ke dokter.
Puncak dari
kesakitan saya makin terasa ketika ada percikan darah segar keluar dari
gendang telinga saya sampai menetes ke bantal. Tapi anehnya, kesakitan
di telinga saya itu tiba-tiba berangsur-angsur lenyap sekitar pukul 11
malam hari. Gumpalan cairan yang saya rasakan menyumbat dan membuat
pendengaran saya berkurang sebelumnya, seperti pecah di dalam telinga
dan membuat saya kembali bisa mendengar dengan jelas. Darah memang
masih menetes dari telinga kiri saya dan harus disumbat dengan kapas
agar tidak mengotori sarung bantal. Meski demikian, pendengaran saya
jauh lebih tajam dari sebelumnya.
Malam itu saya menyimpan semua
kejadian ajaib tersebut hanya di dalam hati sambil kembali meneruskan
tidur, menunggu fajar menyinsing. Paginya, ketika saya terbangun dari
tidur, darah yang keluar dari telinga kiri saya sudah mengering total,
pendengaran saya pulih seperti sedia kala, dan flu berat yang saya
rasakan di hari-hari kemarin juga sudah reda.
Tak tahan dengan
keanehan yang saya terima di satu malam itu, saya menelepon kakak
rohani saya dan menceritakan semua kejadiannya dari awal sampai akhir.
Dan betapa terkejutnya saya, ketika ia bilang bahwa di jam yang sama
ketika saya mengalami kesakitan yang luar biasa di telinga kiri saya
yang mengeluarkan darah, saat itu ia sedang berdoa untuk kesembuhan
saya di rumahnya!
Mungkin anda sudah pernah atau akan mengalami
kejadian ajaib seperti yang sudah saya alami 7 tahun yang lalu itu.
Ketika anda merasa sendirian dan tengah mengalami badai pencobaan,
orang-orang yang anda sayangi dan menyayangi anda, mungkin ada di
sekitar anda dengan cara yang tak bisa anda lihat dan tak bisa anda
dengar secara langsung. Bisa jadi, mereka sedang mengelilingi anda
dengan doa-doa mereka, dengan pujian dan penyembahan mereka, atau
dengan puasa-puasa mereka khusus untuk anda.
Jangan
mengeraskan hati dan menolak perhatian dari orang-orang yang perduli
dengan keadaan anda hari ini. Anda tidak bisa hidup tanpa kasih sayang
orang lain. Ibu, bapak, saudara, sahabat-sahabat, gembala sidang,
penatua gereja, kakak rohani, pendoa syafaat, atau pasangan anda,
mungkin sedang berdoa untuk kesehatan anda, untuk pekerjaan anda, untuk
kedewasaan rohani anda, sampai untuk kembalinya anda kepada kasih
sayang mereka seperti sebelum anda menjadi tawar terhadap perhatian
mereka. Jika anda merasa tidak mempunyai sanak saudara maupun
sahabat-sahabat yang bisa mendukung anda dengan doa setiap saatpun,
masih ada Roh Kudus di hati anda yang selalu berdoa untuk
kelemahan-kelemahan anda.
Roma 8:26,27, Demikian
juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu,
bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita
kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah
yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia
sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
So,
belajarlah peka terhadap orang lain. Terhadap mereka yang tak pernah
meninggalkan anda, kepada mereka yang selalu datang menanyakan kabar
tentang anda, dan kepada Roh Kudus yang tak pernah meninggalkan
tahta-Nya di hati anda sejak anda percaya kepada Yesus. Mereka adalah
malaikat-malaikat yang diutus-Nya dan Diri-Nya sendiri untuk menjagai
anda agar tidak terhilang!
Tak pernah aku temukan Cinta seperti cinta yang kau berikan Tak akan aku sesali Semua kisahku bersamamu
Tak bisa aku bayangkan Hidup ini tanpa sentuhan kasihmu Selembut mentari pagi S'lalu kau hangatkan jiwa ini
Aku hilang tanpa ada cintamu, kasihmu Aku rapuh tak berdaya, hampaku, tanpamu
Jika
dulu ada orang yang memberikan bola basket ke tangan saya, itu artinya
sudah tiba saatnya bagi saya untuk mengambil seragam basket dan memakai
sepatu kets saya kemudian mempermainkan bola itu di lapangan
bersama-sama anggota tim basket saya lainnya. Tapi jika sekarang di
tangan saya diberikan bola basket...mungkin bukan saja permainan seru
di lapangan basket yang akan saya suguhkan, namun juga menjadikan bola
tersebut sebagai obyek fotografi yang bagus dan pasti akan menghasilkan
gambar-gambar unik hehehe.
Di salah satu komunitas blog pecinta fotografi yang saya ikuti, admin-nya cukup kreatif mengadakan berbagai challenge menarik untuk member-nya yang diadakan setiap 10 hari sekali denang tema-tema sederhana yang fun tapi cukup kreatif.
Ketika
saya baru bergabung di komunitas ini, saya sempat merasa minder
dibuatnya. Bagaimana tidak? Yang saya hadapi bukan fotografer amatiran
yang baru kemarin sore belajar memotret seperti saya, tapi disini juga
ada banyak fotografer profesional dan pecinta fotografi yang sudah lama
melanglang buana di dunia ini. Senjata fotografinya tak perlu ditanya
lagi! Hampir semuanya sudah mempersenjatai dirinya dengan kamera
profesional seri SLR atau DSLR.
Saya yang hanya memegang kamera pocket seri Power Shot, mau tak mau harus super berani memenuhi challenge yang dilontarkan admin itu, menghadapi member-member lain dengan kamera mereka yang lebih canggih dan bisa menghasilkan kualitas gambar jauh lebih bagus dibandingkan kamera pocket saya.
"Practice make you professional",
kalimat ini diucapkan oleh sahabat saya ketika saya memberitahukannya
bahwa saya mulai tertarik dengan dunia fotografi untuk mengabadikan
berbagai moment menarik yang saya temui.
Sebuah
pengalaman berharga juga pernah diberikan oleh Pak Yo, pemilik studio
foto di kota tempat tinggal saya yang biasa didaulat menjadi tukang
foto di gereja tempat saya berjemaat. Saat perayaan Natal gereja
pertengahan Januari 2009 kemarin, saya menguntit setiap kegiatan yang
dilakukan oleh Pak Yo dan para crew-nya
saat meliput jalannya acara perayaan Natal itu untuk didokumentasikan
dalam bentuk foto dan video. Mungkin karena kasihan melihat mupeng
(muka pengen) saya ketika memandangi beliau dengan kamera profesional
seri DSLR di tangannya, akhirnya Pak Yo mendekati saya untuk memberikan
tawaran.
Pak Yo: "Kamu pengen nyoba pake kamera ini ta Njie?" Enjie: "Iya buangetz Pak." Pak Yo: "Ya udah kita tukeran..." (sambil menunjuk kamera Power Shot saya)
Enjie: "Yang bener Pak?" Pak Yo: "Yup.
Kamu tahu pohon Natal itu? Coba kamu foto dengan kameraku dan aku akan
foto juga dengan kameramu. Nanti kita bandingkan hasilnya."
Hahaha...mendapat
tawaran menarik itu saya langsung meloncat. Yeah, kapan lagi bisa
pegang kamera yang berharga minimal 7 juta itu kalo nggak sekarang! Ya
nggak?
Singkat cerita...akhirnya saya dan Pak Yo pun beraksi
bersama-sama. Jepret sana...jepret sini...jepret situ...jepret
sono...hehehe.
Selesai menghabisi si pohon Natal dengan kamera
DSLR di tangan, saya menunjukkan hasil foto-foto saya ke tangan Pak Yo.
Demikian juga beliau, juga menunjukkan hasil jepretan beliau dengan
kamera Power Shot saya.
Alangkah kagetnya saya ketika
dibandingkan melalui PC, ternyata hasil foto-foto saya juga tidak
sebegitu menarik dibandingkan dengan hasil foto-foto Pak Yo yang hanya
memakai kamera pocket saya.
Hiks, malu aku maluuu :(...Padahal saya pikir, dengan adanya kamera
profesional di tangan saya, itu akan membuat hasil foto-foto yang saya
buat lebih menarik.
"Yang terpenting bukan kameranya Njie, tapi siapa yang menggunakan kamera itu!"
Kata-kata Pak Yo ini saya ingat sampai sekarang. Yes, itulah yang benar. Tidak perduli apakah di tangan saya ada kamera profesional atau kamera pocket,
kalo saya sebagai fotografernya kurang jeli membidik sasaran yang ingin
saya potret, sampai kapanpun hasil foto saya juga tidak akan menarik.
Pak Yo sudah membuktikan bahwa beliau tetap bisa menghasilkan foto yang
lebih bagus daripada saya meski beliau hanya memegang kamera pocket yang spec-nya
jauh dibandingkan kamera yang biasa beliau operasikan. Sedangkan saya,
dasarnya emang belum menguasai teknik fotografi dengan baik makanya
dengan kamera profesional di tanganpun hasil foto saya tetap aja STD
BGT GL (standar buangetz gitu loch...).
Dalam setiap aspek
kehidupan kita lainnya juga demikian. Yang terpenting bukan senjatanya,
tapi siapa yang memegang senjata tersebut. Bible
di tangan anak-anak yang takut akan Yesus, pasti menjadi sarana untuk
membuatnya hidup dengan penuh keyakinan dan percaya diri karena mereka
tahu bahwa Bible adalah Firman dari Tuhan yang mengandung janji-janji dan peneguhan iman langsung dari-Nya. Tapi Bible
yang sama di tangan orang-orang yang kurang takut akan Yesus apalagi di
tangan orang-orang yang sama sekali belum mengenal Dia? Mungkin Bible itu hanya akan menjadi buku pajangan biasa atau benda yang akan disentuh dua tahun sekali yaitu saat Natal dan Paskah tiba :).
Bola
basket di tangan saya harganya tidak akan lebih dari Rp. 100.000,-.
Tapi bola basket yang sama di tangan Michael Jordan, bisa berharga
ribuan juta dollar. Kamera Power Shot saya di tangan Pak Yo, bisa
menghasilkan foto-foto setara dengan hasil foto kamera DSLR. Tapi
kamera DSLR Pak Yo di tangan saya, hanya bisa menghasilkan foto-foto
setara dengan hasil foto kamera Power Shot. Semua, tergantung di tangan
siapa yang menggunakannya!
Ibrani 4:12-13, Sebab
firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata
dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh,
sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran
hati kita. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di
hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata
Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.
Seperti seorang anak kecil yang baru saja mendapatkan mainan baru, rasanya saya ingin melompat-lompat kegirangan saat ini. Yes, my dreams come true! Impian saya untuk menjadi salah satu penulis bagi Tuhan akan segera terwujud. Artikel-artikel di journal
blog sayalah yang mengantarkan saya pada posisi ini. Seorang redaktur
dari majalah rohani besar di Indonesia, akhirnya tertarik memakai
beberapa tulisan saya di edisi majalahnya. Mengejutkan? Iyahhh,
memanggg!
Saya tidak pernah merencanakan akan menjadi salah satu
penulis di majalah tersebut sebelumnya. Saya sadar, saya bukan seorang
penulis yang baik dan tidak pernah bersentuhan dengan dunia kesastraan
sekalipun. Ketika pertama kali menulis di journal
blog, saya tidak berfikiran untuk menjadikannya sebagai artikel yang
akan dimuat di majalah tertentu suatu saat nanti. Awalnya, saya menulis
karena alasan dan motivasi yang jauh berbeda dari pada yang sedang
terjadi saat ini.
Saya menulis karena sakit hati. Saya menulis karena benci. Saya menulis karena marah. Saya menulis karena kecewa. Dan saya menulis karena semua energi negatif yang begitu besar menghimpit jiwa saya!
Itu
adalah alasan kenapa saya mau menulis dulu. Semua air mata, kesedihan,
dan kegalauan yang ada di dalam hati, itu yang membuat jari-jari saya
bergerak merangkai kata-kata membentuk kalimat-kalimat bertutur (pada
dasarnya saya memang tipikal orang yang kurang bisa men-sharing-kan kejadian-kejadian buruk di hidup saya kepada orang lain, makanya saya lebih bisa open mind di tulisan hihihi).
Untungnya,
saya bukanlah manusia yang benar-benar terhilang meski sempat merasai
kepahitan hidup hehehe. Tangan kanan Yesus menggenggam erat tangan saya
dan mengubah semua kesakitan saya itu menjadi sukacita yang sungguh
luar biasa. Berjalan bersama Tuhan di lembah kelam, benar-benar membuat
saya sadar bahwa Dia saja yang perlu saya andalkan ketika menghadapi
gunung-gunung dan bukit masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan
akal dan kekuatan manusia saja.
Saya tidak menolak ketika Ia
datang membawakan tongkat didikan yang keras meski setiap kali rasanya
saya juga ingin lari dari kenyataan. Siapa sie yang ingin merasai sakit
hati, kebencian, kemarahan, kekecewaan, dan kesedihan terus-menerus?
Semua orang pasti memilih always happy, no fear.
Tetapi sekarang, saya justru bersyukur atas semua hal-hal buruk yang
telah terjadi di hidup saya itu. Di satu titik, saya hampir kehilangan
segala hal dalam kurun waktu berturut-turut. Saya kehilangan kesehatan
saya, saya kehilangan kedamaian bekerja di kota perantauan, saya
kehilangan hubungan dengan seorang pria yang saya kasihi, saya
kehilangan figur ayah dunia saya, saya kehilangan rumah, saya
kehilangan sahabat-sahabat dekat saya, penolakan terhadap diri saya
dari keluarga begitu kuat...saya dipaksa berjalan sendirian dan
kesepian!
When you're alone,
you never truly walk alone. Jesus near you. He is beside you. His hand
hold you and never leaving you in confuse.
Saya berontak protes kepada Tuhan saat itu, "Kurangkah aku melayani-Mu selama ini hingga Kau jauhkan semua kebahagiaan itu dariku?"
Tetapi semakin saya berontak, tangan kuat-Nya semakin terasa menekan
diri saya hingga terjepit. Sampai akhirnya saya terkapar menyerah, dan
setelah itu Tuhan mulai menjamah bagian-bagian hidup saya yang sakit
dan menyembuhkannya total, perlahan-lahan!
Ketika saya mengerang, "It's hurt, Lord...",
Tuhan memaksa saya untuk terus 'tersenyum' dan berjalan maju tanpa
mengucap kalimat 'keluhan atau menyerah'. Semua kata-kata takut saya
diganti-Nya dengan berani. Kegelisahan saya diganti-Nya dengan
kepastian. Kekecewaan saya diganti-Nya dengan pemulihan. Kehilangan
saya diganti-Nya dengan kepenuhan. Dan air mata saya disusut-Nya
menjadi tawa gembira. Jika ada beberapa orang yang membaca journal
blog saya dan mereka merasakan ada kekuatan dibalik kehancuran yang
telah saya alami, yep...itulah yang sudah diajarkan oleh Dia selama ini.
Yesus ingin kita tetap percaya kepada-Nya meski kenyataan berkata tidak. Ucapkan, "Selamat datang"
kepada setiap kehilangan, kesakitan, ketakutan, kecemasan, kekuatiran,
kekecewaan, kegagalan, dan semua bentuk masalah yang menimpa hidupmu.
Masalah bukan untuk dihindari, tetapi untuk dihadapi dengan gagah
berani! Yesus yang adalah Tuhan dan Juru Selamatmu jauh lebih besar
dibandingkan setiap masalah yang datang menimpamu. Ia sudah berjanji
bahwa kesudahan dari hidup kita pasti indah pada waktunya. So, don't worry when you're in sorrow. Keep smiling and always be happy ^_^ V.
Ia
sanggup membalikkan waktu-waktu penderitaan kita dengan sukacita yang
tidak ternilai harganya (saya sudah mendapatkan pemulihan total
terhadap hidup saya dan kemuliaan dari artikel-artikel yang pernah saya
tulis selama dalam didikan-Nya itu, yang ternyata tak hanya memberkati
saya pribadi tetapi juga bisa memberkati orang-orang yang tengah
mengalami hal sama seperti yang sudah saya alami dulu), jika kita tetap
setia di jalan-Nya dan bergantung penuh kepada-Nya setiap saat (nj@coe).
Category: Books Genre: Religion, Spirituality, Literature & Fiction Author: Lucky S. Mamusung (Genesis One)
Oleh : Angelina Kusuma
Bagi para pecinta karya-karya bertema petualangan, kepahlawanan, dan fantasi, film-film seperti trilogi Lord Of The Rings, serial Harry Potter, dan juga Kingdom Of Heaven, pasti tidak akan anda lewatkan untuk ditonton. Saya pribadi sangat menyukai kisah yang disajikan dalam trilogi Lord Of The Rings (utamanya sekuel kedua: Twin Towers) dan Kingdom Of Heaven.
Strategi peperangan yang disajikan di kedua film inilah yang membuat
saya mau menonton film-nya sampai berulang-ulang (hehehe, nggak pa pa
tho cewe suka perang-perangan? ^o^).
Hmm...bagaimana jika kisah di Bible juga dibuat seri bertema petualangan, kepahlawanan, dan fantasinya seperti ketiga film diatas?
Aha, inilah saatnya anda membaca Armageddon Knights!
Dibaca
dari judul bukunya sekilas, mungkin anda akan menyangka bahwa buku ini
terbitan penulis luar negeri (judulnya pake bahasa Inggris gitu loch
:D). Hei, tapi kali ini tebakan anda salah! Novel ini ditulis oleh Lucky S. Mamusung, asli orang Indonesia.
Buku setebal 266 halaman ini menyajikan kisah peperangan rohani melawan iblis dengan cara yang berbeda. Hampir mirip gabungan dari kisah Lord Of The Rings, Harry Potter, dan Kingdom Of Heaven yang dikemas menjadi satu dalam paketan pasal-pasal yang biasa kita baca di Bible mulai dari Genesis sampai Revelation. Semua penamaan tokoh-tokoh, tempat, sampai expertise figure-nya, juga menggunakan istilah-istilah dalam Bible.
Armageddon Knights rencananya akan diterbitkan dalam beberapa sekuel. Buku pertamanya sudah terbit sekitar 3 tahun lalu dengan sub judul Born Of The Knight (Lahirnya Ksatria) dan buku keduanya dikabarkan akan segera terbit dengan sub judul Awakening.
Buku ini menarik dan unik. Bila anda sudah pernah menonton trilogi Lord Of The Rings, Harry Potter, dan juga Kingdom Of Heaven,
pasti akan merasakan beberapa kisah di buku ini hampir mirip dengan
cara pengisahan di ketiga film tersebut. Misalnya: penamaan ordo-ordo
yang tergabung di Eklesia Armageddon Knights (Knights, Arkhierus, Profet, Rephael, Evangelion, Nesher) hampir mirip dengan pembagian klan-klan yang ada di trilogi Lord Of The Rings
yang terbagi dalam kelompok Human, Elf, Hobbit, Dwarf, Orc. Kemudian
cara pemanggilan pedang yang dimiliki oleh setiap ksatria di Armageddon Knights pasti akan mengingatkan anda dengan bagaimana cara para penyihir dari Hogwarts (Harry Potter)
mengucapkan mantranya. Atau juga taktik perang para ksatria Eklesia
saat mempertahankan benteng-bentengnya ketika pasukan iblis (Necros,
Feral, Behemoth, Mamon, Leon, Asytoret, Heylel/Luciel) menyerang, anda
pasti akan ingat strategi yang dilakukan Balian dan pasukannya ketika
menghadapi serangan Saladin di Kingdom Of Heaven.
Sinopsis: Seorang
musafir yang lupa ingatan akan masa lalu dan namanya sendiri, tiba di
sebuah kota bernama Kapernaum. Disana ia bertemu dengan seorang penjaga
kota yang selalu siap siaga dengan baju zirah dan pedang Ephesians-nya
bernama Shemmer. Percakapannya dengan penjaga kota yang disangka
orang-orang sekitarnya sebagai orang gila itu, akhirnya membawa musafir
ini ke sebuah petualangan yang menegangkan. Ia ditangkap oleh pimpinan
kota Kapernaum karena menolak tinggal dalam kenyamanan kota itu,
kemudian berhasil dibebaskan oleh Shemmer dan menjalani ritual menjadi
bagian dari para ksatria Raja Avalon (Raja yang diagungkan oleh
Shemmer) baru yaitu dengan berjanji bahwa ia akan setia kepada Raja
Avalon di sebuah aliran sungai.
Selesai proses ditenggelamkannya
dirinya ke dalam aliran air sungai, ternyata musafir ini ditingalkan
sendirian oleh Shemmer sebelum ia tahu banyak tentang Raja Avalon dan
kerajaan-Nya seperti yang diceritakan oleh Shemmer kepadanya.
Selanjutnya si musafir harus berjuang melanjutkan hidup barunya sebagai
ksatria Avalon dan mencari jati dirinya. Dalam perjalanan ia
menyaksikan kota Kapernaum yang dihancurkan oleh pasukan iblis dan
iapun harus bertarung melawan beberapa Feral (iblis berbentuk serigala)
yang ingin membunuhnya karena lari dari Kapernaum. Saat bertarung
dengan iblis-iblis yang mengejarnya, ia memanggil Raja Avalon dan Dia
datang menyelamatkan nyawanya serta memberikan sebuah pedang kepadanya.
Selamat
dari para iblis yang mengejarnya dari kota Kapernaum, si musafir
melanjutkan perjalanannya yang tanpa tujuan dengan banyak pertanyaan di
kepalanya, juga mengenai sebuah pedang bertuliskan Revelation yang
diberikan Raja Avalon. Pedang itu akan memberinya kekuatan ketika ia
berhadapan dengan iblis, namun pedang itu bisa hilang dengan sendirinya
setelah selesai digunakan untuk bertarung melawan iblis. Musafir ini
akhirnya tiba di sebuah perkampungan yang sudah ditinggalkan para
penghuninya. Ia menemukan sebuah kain bertuliskan, "Kami pergi ke
Eklesia, kota para ksatria" di bawah salah satu pintu rumah yang
ditemuinya. Ketika ia sedang beristirahat di salah satu rumah di
perkampungan itu, kembali sekumpulan iblis dalam bentuk Feral
mengejar-ngejarnya. Untunglah ia bisa melarikan diri meskipun kemudian
tertangkap lagi oleh para penjaga di kota selanjutnya yaitu Astaroth.
Belum
sampai si musafir yang ditangkap rombongan penjaga kota sampai ke
Astaroth, ternyata kota itu juga sedang dibumi hanguskan oleh pasukan
iblis. Musafir berhasil melarikan diri dari penjaga kota Astaroth yang
menangkapnya kemudian melarikan diri ke hutan. Ia memasuki celah-celah
sempit di hutan dan akhirnya bertemu dengan ksatria lain yang pandai
bernyanyi dengan pedangnya yang bernama Mizmor. Dari kstaria ini ia
disuruh kembali ke Astaroth jika ia ingin tahu banyak tentang Eklesia,
kota ksatria yang sedang dicari-carinya.
Kota Astaroth yang
penuh dengan kekayaan sebelumnya, sudah hancur lebur oleh pasukan iblis
saat si musafir ini menapakkan kakinya disana. Ketika ia hendak
menyelamatkan seorang anak yang telah kehilangan ibunya, ia kembali
berhadapan dengan jenis iblis yang lebih besar dan kuat dari yang
pernah dihadapinya sebelumnya. Dengan pedang Relevation ditangannya, ia
berhasil melukai iblis jenis Leon itu tapi akhirnya ia pun jatuh
pingsan sebelum berhasil membunuhnya.
Ketika si musafir sadar,
ia sudah berada di kota Eklesia. Ternyata beberapa orang ksatria
Eklesia yang bertugas melihat keadaan Astaroth saat ia bertarung dengan
Leon telah menolongnya dari pertempuran dan menyelamatkannya.
Kedatangan
musafir yang bisa mengeluarkan pedang Revelation ini meresahkan seluruh
kota Eklesia. Kenapa? Karena ternyata sebelumnya sudah ada nubuatan
bahwa ketika generasi pemegang pedang Revelation datang, itu artinya
sesuatu yang besar akan segera terjadi.
Si musafir di hadapkan
kepada sidang jemaat Eklesia dan disuruh membuktikan bahwa ia
benar-benar orang yang dipilih Raja Avalon sebagai pemegang pedang
sakti terakhir dari 66 pedang sakti (pedang sakti pertama adalah
Genesis, dst) lainnya, yaitu Revelation. Disini si musafir tiba-tiba
mendapat karunia dan rhema dari pedangnya untuk membuka materai-materai
yang dimiliki oleh pedangnya sampai materai yang ke 6. Ketika materai
ke 6 berhasil terbuka, muncullah tiga pasukan elits Eklesia bersayap
(Nesher) yang sebelumnya diutus untuk memata-matai gerak-gerik pasukan
iblis dan mengabarkan bahwa pasukan iblis akan menyerang Eklesia dengan
kekuatan penuh yang dipimpin oleh Heylel/Luciel sendiri.
Menjelang
penyerangan pasukan iblis, seluruh Eklesia panik. Setiap ordo di
Eklesia yang selama ini terpecah-pecah saling membangun bentengnya
untuk menyelamatkan ordonya sendiri-sendiri. Tetapi akhirnya perpecahan
di Eklesia bisa disatukan dan dibuatlah taktik untuk mempertahankan
Eklesia dari serangan pasukan iblis yang dipimpin oleh ordo Knights.
Untuk mempertahankan Eklesia, satu per satu para ksatria Eklesia gugur.
Saat Eklesia diujung tanduk dan melihat satu per satu
sahabat-sahabatnya gugur, si musafir yang akhirnya mendapat nama
sebuatan Revel itu mulai membuka materai-materai pedangnya dari materai
1 sampai materai yang ke 7 untuk mengalahkan pasukan iblis yang
mengepungnya. Melihat keberanian Revel, seluruh Eklesia yang tadinya
hendak melarikan diri dan bersembunyi dari iblis, mulai bangkit kembali
semangatnya. Mereka keluar dari persembunyian mereka dan mengangkat
pedangnya lagi demi pertempuran terakhir bagi Raja Avalon.
Bagaimana kisah selanjutnya? Dimanakan Heylel/Luciel sang pemimpin pasukan iblis sebenarnya berada saat pertempuran terakhir ini terjadi? Dimanakah Raja Avalon ketika para ksatria-Nya bertempur habis-habisan dan Dia tidak kelihatan datang menolong mereka?
Dimanakah
Shemmer dan ksatria senior yang juga tak datang membantu Eklesia ketika
diserang pasukan Heylel/Luciel dengan kekuatan penuh? Dan bagaimana kisah hidup Revel setelah ia tak lagi bisa mengangkat pedang Revelation-nya karena dadanya tertembus anak panah?
Temukan jawabannya di Armageddon Knights series V(^_^)V.
Kemarin
malam, seorang alumni dari kampus jurusan menghubungi saya. Beliau ini
adalah alumni senior, sepuluh tahun diatas kelas saya. Saya belum
pernah bertemu dengan beliau secara langsung dan baru berdiskusi
beberapa kali melalui mailing list kampus jurusan. Karena posisi saya di mailing list ini sebagai moderator, tak jarang saya menjadi orang pertama yang paling dicari (sok beken deh hehehe) dan menjadi tempat berbagi para member yang mempunyai masalah (meskipun terkadang lebih sering jadi pendengar setia aja, nggak bisa ngasih banyak nasehat :D).
Su: "Njie ada info lowongan kerja nggak? Masmu ini kena PHK" Enjie: "Wah kalo dari aku pribadi nggak ada mas. Di milis nggak ada sing cocok ta?"
Su: "Aku
sudah usaha lobi alumni tapi nggak ada hasil alias nol. Semua bilangnya
cobain saja. Minta tolonglah mungkin ada yang sudah jadi bos bisa
masukin kerja. Dapurku nggak ngepul lagi. Kerja apa aja dech..." Enjie: "Iya mas, nanti kalo ketemu alumni coba tak nanya apa ada lowongan kerja di kantor mereka
Su: "Please...tak tunggu" Enjie: "Udah nyoba yang di forward temen-temen di milis belum mas?" Su: "Sudah
bosan dhik. Ada yang saya titipin file malahan. Tapi sampai dengan saat
ini...bablas. Macem-macem advise-nya. Ada yang nyuruh kursus dulu. Ada
yang lempar sana sini. Ada yang nyuruh bisnisan saja. Saya sadar kok
saya sudah terlalu tua untuk cari kerja. Kalah dengan yang muda-muda,
yang pinter-pinter"
(and de curhat time dimulai...)
Enjie: "Hehehe iya sing sabar ya mas" (nie kalimat ampuh gue kalo pas ndengerin orang lain curhat tapi nggak ngerti mo kasih saran apa huehehe)
Su: "Saya
ngerti kok ndak semudah yang saya bayangkan. Dulu saja sewaktu saya
masih bekerja, sayapun ndak bisa masukin kerja. Cuman yang saya bingung
ada yang sempat saya datangi posisinya kayaknya sudah enak. Tapi
cuman..." (***sensor, nggak boleh membicarakan/ngegosipin orang lain kan? hehehe) Enjie: ... Su: ... Su: "Puji Tuhan ada yang mau dengar curhat saya. Saya sudah jarang ke gereja. Stres thok isine"
Enjie: "Sabar mas. Tenang aja, bawa dalam doa terus...tak bantu sebisanya kok" Su: "Saya stres. Tuhan terasa jauh sekali. Jarang berdoa"
Enjie: "Benere yang jauh bukan Tuhannya mas, tapi biasanya sie kita yang ngejauh dari Tuhan hehehe"
(waktunya PI...PI...:D)
Su: "Iya sich..."
Su: ... Enjie: ... Su: ... Enjie: "Semangat ya mas, besok ke gereja hahaha" Su: "I will"
Selesai pembicaraan dengan alumni senior ini, saya tertegun. Di dalam hati rasanya saya ingin menangis. "O
Jesus, betapa banyak orang di dunia ini yang ternyata belum benar-benar
menganggap Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat mereka secara pribadi,
meski Engkau sudah menebus mereka dengan harga yang mahal".
Tuhan Yesus bagi beberapa orang (seperti pengakuan dari sahabat saya
diatas), tak lebih dari sekedar 'barang'. Yang jika sedang diperlukan
pertolongan-Nya, Dia dicari. Jika sudah tidak diperlukan lagi maka Dia
bisa dijual, digadaikan, dipajang, atau bahkan di-delete ke recycle bin dan dilupakan!
Seberapa
sering kita datang kepada Tuhan Yesus ketika kita sedang berhadapan
dengan masalah dan seberapa sering kita tetap datang kepada-Nya ketika
kita sedang bersukacita?
Di account salah satu social networking yang saya ikuti, ada seorang adik rohani saya yang sedang fall in love. Akhir tahun lalu ia baru saja menyelesaikan study
pasca sarjana-nya di Australia dan saat ini tengah menunggu panggilan
kerja yang baru di kampung halamannya, Medan. Huhuhu, sebagai seorang
kakak rohani yang baik (baca: iseng dan kelewat kreatif ^o^), saya
selalu meng-up date informasi tentang perkembangan di seputar account social networking adik rohani saya ini setiap hari (setiap jam kale :D). Satupun tidak ada yang terlewat saya baca dari status online miliknya (wah, abis ini para adik rohani gue me-reject account gue dari list mereka kagak ya? iseng banget kan kakak rohaninya suka ngintipin kegiatan dede-dede-nya lewat fesbuk wkwkwk).
Mau tahu tulisan status online adik rohani saya yang sedang jatuh cinta itu? Hampir setiap hari dia menulis hal-hal di bawah ini di status online-nya (^_^ V): "Jo*** is going out with her" "Jo*** is dinner with Am***" "Jo*** is thinking his gf..." "Jo*** mikir: kapan ya ketemu dia lage?"
Wuss,
ya ampun...beginilah perilaku orang yang sedang jatuh cinta ta ta ta
^_^. Seluruh dunia terlihat seperti hanya dia seorang hehehe. Jalan ke
kanan yang dipikirin si someone special. Jalan ke kiri yang dikangenin si someone special lagi. Nggak tidur, nggak terjaga...it's all about him/her ^_^.
Beberapa
waktu yang lalu saya juga sempat demam dilanda cinta (sampai sekarang
juga masih terasa getar-getar cintanya tuh sama 'dia' ^_^), sampai
membuat seorang sahabat menanggapi tulisan blog mengenai perasaan saya yang tengah berbunga-bunga karena cinta itu dengan serius, "Wah, kamu kalo jatuh cinta bisa sampai segitunya ya? Awas hati-hati tuh posisinya Tuhan Yesus tergeser..." (hahaha, tx for de advice...now I have the second date with my camera except my first date with my PC ^o^ V).
Apakah
kita juga bisa merasakan jatuh cinta kepada Yesus setiap saat seperti
adik rohani saya yang sedang jatuh cinta sama pacarnya, atau seperti
saya yang sedang jatuh cinta sama A590 saya (wkwkwk)?
Yesus
adalah Kekasih jiwa kita. Ia mau kita merindukan-Nya, Ia mau kita
memikirkan-Nya, Ia mau kita membuat jadwal-jadwal 'kencan' khusus
dengan-Nya (baca: saat teduh/doa), dan Ia mau kita selalu berjalan di
sisi-Nya. Pernahkah kita menyadari dan mau melakukan hal-hal itu untuk
Dia? Bukan hanya datang dan mencari Yesus saat kita mempunyai masalah,
tetapi setiap detik dari hidup kita, semua juga harus melibatkan Yesus
didalam-Nya. Jika kita bisa tegila-gila ketika jatuh cinta kepada
manusia lain atau juga sesuatu, kita juga pasti bisa melakukan hal yang
sama kepada Yesus. Ia adalah Pribadi yang juga bisa merasai perhatian
sekecil apapun yang kita berikan kepada-Nya.
Ketika masalah
menyapa hidup kita, ujilah...apakah masalah itu datangnya dari kita
sendiri yang mulai melepaskan hubungan istimewa dengan Kekasih jiwa
kita, Si Yesus itu, atau masalah itu datangnya memang dari Tuhan untuk
menguji iman kita. Dia tidak akan memberikan cobaan yang tidak bisa
kita lalui. Jalan keluar yang buntu akan terbuka lebar ketika kita
menyerah di bawah kaki-Nya, bukan mencari solusinya dengan keangkuhan
(udah bermasalah, nggak mau berdoa apalagi ke gereja...ah, manusia
sombong lah yauw...).
Siapapun kita (mo single/mo double/mo triple)
harus memelihara kasih mula-mula dengan Yesus baik dikala susah atau
senang. Hubungan-hubungan kasih dunia kita bisa berakhir dan berujung
pada perpisahan, tetapi kasih kita dengan Kekasih jiwa yang sejati itu
tidak akan pernah berakhir sampai kita kembali kepada-Nya nanti. Dia
tidak akan pernah mengecewakan kita sedetikpun ketika kita memberikan
seluruh hati dan jiwa yang kita miliki untuk-Nya. Manusia bisa menolak
kasih yang kita berikan, tetapi Tuhan Yesus akan membiarkan kita
berkali-kali jatuh cinta kepada-Nya tanpa pernah menolaknya. Dia ada,
selalu ada, dan akan tetap ada selamanya.
Let's sing this song together...
Kasih sayang-Mu tak pernah berubah Sejak pertama kita bersama Sampai kini ku trus tetap merasa Kesetiaan yang sungguh tiada tara
Bahkan disaat ku gundah Didalam kecewa Kau selalu ada didalam ku bri sukacita
Sungguh aku jatuh cinta, aku jatuh cinta Hanya kepada-Mu Sungguh aku jatuh cinta, aku jatuh cinta Hanyalah kepada-Mu
(Aku Jatuh Cinta - Franky Sihombing)
Ouw, rasanya gue jatuh cinta lagi sama Babeh nie...Luv YOU, Beh...really...really fall in love with YOU again and again! ^_^ V
Peng: "Njie, loe dapet link itu dari mana?"
Enjie: "Dari Google." Peng: "Kok bisa nemu? Gw nyari udah lama, rasanya udah gw ubek-ubek tuh Google sampek butek, tapi nggak nemu-nemu juga kemarin."
Enjie: "Gw orang yang disertai Tuhan Peng, loe kagak...wkwkwk."
Sering
kali akan terjadi hal demikian, ketika kita mencari sesuatu dengan
sungguh-sungguh tetapi hasilnya nihil. Sebaliknya, orang lain yang
mungkin tidak terlalu terlihat antusias mengejar apa yang kita impi-impikan tersebut tiba-tiba mendapatkannya dengan mudah.
Pernah
mengalami kejadian seperti ini? Yeah, sahabat saya mengalaminya kemarin
malam. Ia sudah menghabiskan waktu berhari-hari untuk searching
satu item di internet, yang ternyata bisa saya dapatkan hanya dalam
beberapa menit saja melotot di depan PC. Jika dibandingkan dengan dia,
sebenarnya saya belum terlalu familiar di dunia internet. Life time sahabat
saya itu jauh lebih lama dari pada saya di dunia maya. Nyatanya, saya
bisa lebih cepat dibandingkan dengan dia menemukan apa yang dicarinya
berhari-hari sebelumnya itu.
Beberapa hari ini, renungan harian saya sedang mengupas kisah tentang Yusuf (Kejadian 37-50). Yusuf disertai TUHAN, maka segala pekerjaannya berhasil. Saya membaca kalimat "Yusuf disertai TUHAN" ini beberapa kali di ayat-ayat Kejadian 39:3, 5, 21, 23; dan Kejadian 41:38-39.
Satu kalimat itu merupakan kalimat yang ajaib bagi saya. Karena embel-embel 'disertai TUHAN', Yusuf bisa menjelma menjadi seseorang yang selalu berhasil dalam segala hal yang dikerjakannya. Wow!
Apa sie yang membuat Yusuf disertai TUHAN?
Let's roll back the scene...
Seorang
pemuda dengan mimpi besar dan jubah indah pemberian ayahnya berjalan di
ladang. Muncul saudara-saudaranya yang iri kepadanya
kemudian...hap...si pemuda ditangkap, dimasukkan ke sumur, kemudian
dijual sebagai budak ke Mesir. Di Mesir ia menjadi tangan kanan Potifar
karena ia disertai TUHAN. Sepertinya cerita akan segera selesai dengan
happy ending, tapi tiba-tiba...muncullah wanita cantik menggoda si
pemuda tersebut...
***Cut!! Camera roll off...
Aha,
ini bagian paling penting dari rangkaian cerita Yusuf. Bukan adegan
tante Potifar yang dengan genit merayu Yusuf untuk tidur dengannya yang
menarik, tapi bagaimana Yusuf menyikapinya...
***Lanjutin scene-nya ah...Camera action! (cih, sekali-kalinya terkabul jadi sutradara di blog doang neh wkwkwk).
Si
pemuda menolak ajakan istri tuannya yang mengajaknya berbuat zinah. Ia
sampai meninggalkan bajunya yang dipegangi si wanita itu kemudian
lariiiiiiiii...
***Cut!! Camera roll off lagi...
Apa
dan siapa yang menjadi 'tante Potifar' di hidup kita? 'Tante Potifar'
ini saya ibaratkan sebagai segala sesuatu yang sering mengganggu atau
menggodai kita untuk lepas dari jalurnya Tuhan. Bukan saja godaan dari
pria atau wanita dalam hal berzinah, tetapi pekerjaan kita, kesibukan
kita, pergaulan kita, kebiasaan-kebiasaan buruk kita, study kita...juga bisa menjadi 'tante-tante Potifar' yang membuat kita tidak seperti Yusuf yang disertai TUHAN.
Minggu-minggu
awal di bulan Januari 2009 ini, saya juga dikejutkan oleh banyak
pekerjaan baru yang harus saya selesaikan dengan segera. Ada seorang
rekanan yang menawari saya ladang usaha baru di luar kota dan beberapa
item pekerjaan yang harus saya handle
seorang diri setiap hari (karena belum bisa dipercayakan kepada orang
lain). Seorang sahabat sampai mengingatkan saya karena jadwal kerja
harian yang padat mengharuskan saya berada di luar rumah terus
seminggu penuh, no holiday. Kata sahabat saya, "Jangan lupa bersenang-senang ya, Njie."
Bersenang-senang!
Wah, bagian itu sering kali kita lepaskan ketika kita sedang
konsentrasi penuh terhadap sesuatu. Sebagai tangan kanan Potifar, Yusuf
juga pasti sibuk bekerja mengurus keperluan tuannya. Tapi Yusuf tidak
terbutakan oleh kesibukannya itu. Ketika tawaran untuk
'bersenang-senang' datang kepadanya, ia masih sempat berfikir dengan
bijak. Ia mengambil tindakan melarikan diri dari ajakan
'bersenang-senang' yang tidak sesuai dengan ajaran Tuhannya (godaan
tante Potifar). Sikapnya, radikal bo'!
Apakah kita masih bisa
seperti Yusuf saat dalam keadaan kurang bersenang-senang dan tengah
disibukkan oleh sesuatu? Cinta akan uang bisa menjadi 'tante Potifar'
bagi kita. Cinta akan diri sendiri yang mengarah kepada mengasihani
diri, juga merupakan 'tante Potifar' yang hanya akan membuat kita
berfikir untuk kita, kita, dan kita saja (egois euy...). Godaan yang
berakar dari mata dan telinga jasmani kita, bisa merampas jam-jam
khusus yang seharusnya untuk ber-fellowship dengan Tuhan.
Saya
bersyukur saat sibuk di awal-awal tahun 2009 ini, saya mendapatkan
tokoh Yusuf sebagai renungan harian dalam saat teduh saya. Yusuf
mengingatkan saya bahwa untuk menyandang predikat sebagai orang yang
'disertai TUHAN' haruslah tahu bagaimana berlari mengindar ketika
kesenangan semu itu datang menggoda. Movitasi Yusuf yang dijaganya
tetap benar di hadapan Tuhan, membuat kisahnya berakhir happy meski ia harus membayarnya dengan harga yang mahal di awal.
Karena
kecewa si pemuda menolak dirinya, tante Potifar membuat cerita palsu
mengenai dirinya hingga ia dijebloskan ke penjara. Di dalam penjara, si
pemuda menjadi kepercayaan kepala penjara kemudian karena ia disertai
TUHAN...lagi-lagi...nasif membawanya ke istana Firaun untuk mengartikan
mimpinya. Hasilnya, si pemuda itu akhirnya menjadi tangan kanan Firaun,
orang kepercayaan yang mempunyai kedudukan tertinggi setelah Firaun di
Mesir dan berhasil menyelamatkan bangsanya beserta seluruh keluarganya
dari bencana kelaparan. Sampai ia meninggal, ia hidup damai di Mesir
***The end!!
Embel-embel
gelar 'disertai TUHAN' yang menempel pada Yusuf tidak datang dengan
otomatis. Gelar itu ada karena ia memutuskan untuk tetap takut akan
Tuhannya melebihi pekerjaan dan kesenangan-kesenangan pribadinya. Jika
Yusuf mampu lari dari tante Potifar, seharusnya kita juga bisa
melepaskan diri dari 'tante-tante Potifar' yang mengelilingi kita.
Jangan biarkan pikiran kita menikmati kesenangan semu di tengah-tengah
kesibukan kita dan mencuri kemuliaan yang seharusnya untuk Tuhan.
Bagian kita dan bagian Tuhan harus tetap seimbang kualitasnya setiap
hari!
Sibuk boleh, tapi jangan lupain Tuhan... Belajar terus boleh, tapi jangan mundur dari pelayanan di ladang Tuhan dong... Pacaran boleh, tapi Tuhan tetep nomor satu... Main-main boleh, tapi jangan keasyikan sampai lupa daratan...
Kerja mulu boleh, tapi jangan lupa bagi-bagi duitnya sama aku yah...^o^ V
Yeah...Jieayo...Jieayo...Jieayo...(maaf, bukan sengaja memlesetkan bahasa China dari Ciayo, tapi Jieayo adalah kependekan dari "Jie, ayo kerja lagi!"***halah, garing...^_^)
News
• Gaet pacar lewat internet!
• 40% responden setuju nyari pacar lewat internet!
• Sisi negatif cari pacar lewat internet
• Peminat chating dan kontak jodoh
• Apakah nyari pacar lewat internet tuh dibenarkan?
• 7 prinsip menemukan jodoh
• Testi : dari chating, diboyong suami ke Inggris!
Star
• Christian Sugiono pindah agama?
• Christian Sugiono buka usaha IT
• Christian Sugiono film VS sinetron
• Budi Abdipatra : Gimana menanti pasangan hidup?
• Budi Abdipatra : Usia sekolah nggak bole pacaran?
• Pengen tau Three Musketeer Indonesia?
Travelling
Mendaki air terjun Mata Buntu
Konsultasi
• Free sex sebabkan kanker rahim
• Pengen curhat tentang pacar, problem keluarga, kepemimpinan,
kesehatan remaja, dll? Curhatmu bakal dibahas lebih cepat, daripada
lewat T-MoRe cetak dulu!
Lifestyle
• Kreasi baju unik : kamu bisa jadi designer sekaligus modelnya!
• Nganggur? Bikin hiasan botol yuk?
• Gimana pendapat Dra Farida Suhud, Msi, Apoteker (Wakil Dekan
fakultas Farmasi Ubaya), soal bedak yang mengandung mercury?
Ilmu & Profesi
Pengen belajar Teknik Elektro? Di sini kuncinya!
Personality
• Tiap orang tuh unik!
• Isi quiz tentang kelemahan dan kekuatan pribadimu!
Job
• Buka studio foto gimana caranya?
• Pengen nyari tenaga kerja? Promosiin perusahaan/ instansimu di sini.
• Pengen nyari kerja? Promosiin dirimu di sini.
Dan masih ada lagi yang lain!
Jadi, masih pengen dapet HP ato Flash disk?
Kamu tinggal kirim info tmore-online ke buanyaaaak temenmu!
Caranya :
1. Kirim info ini ke temen-temenmu semua!
2. Setelah ngirim, forward bukti kirimmu ke : redaksi@...
agar tim kami bisa melihat banyaknya alamat email yang kamu kirimin
info T-MoRe-online.
3. Entar kita undi, siapa yang paling banyak kirim, dialah
pemenangnya! Hare gene masih belom punya email? Boroan bikin dunk…biar
gak di cap gaptek!
4. Batas waktu kuis ini paling lambat Akhir Maret 2009.
THE SPLENDOR OF THE KING CHRISTMAS CHARITY CONCERT with ADDIE MS by IPH Schools
Sabtu, 24 Januari 2009 Jam 6 malam
The Empire Palace Ballroom, Lt 5 Jl Blauran 57-75, Surabaya
Tickets available for sale.. Yahoo Messenger (YM): sindy_sendy
****
Hi all :-)
Dateng yah ke IPH charity concert with Addie M.S., hasilnya disalurkan buat sekolah2 yang membutuhkan. Yang perform anak-anak IPH dari kelas 4 SD-SMA Ada choirnya dan tiket termasuk dinner juga :-) Tolong bantu promosi ke teman2 ya, thanks :D
Cinta
memang bisa merubah segalanya. Yang kurang baik bisa menjadi baik, yang
kurang istimewa bisa menjadi sangat istimewa, yang minus bisa menjadi
plus, atau juga sebaliknya. Bicara soal cinta, tak akan pernah ada
habisnya. Sejak lahir sampai kepada kematian manusia dan kesudahan
dunia ini, cinta tidak akan musnah.
Kasus jatuh cinta saya kali
ini juga merubah sedikit dari dunia saya. Kebiasaan saya yang sanggup
menyimpan berjam-jam hanya untuk menulis journal
blog, kali ini sedikit berkurang karena saya sedang jatuh cinta. Saya
yang biasanya kurang rajin bangun pagi-pagi (ops, buka rahasia hehehe
***blushing), beberapa minggu
ini mendadak juga rajin terjaga di pagi hari. Ya, kasus jatuh cinta
saya ini membuat saya sibuk memperhatikan satu hal yang saya 'jatuh
cintai' itu hahaha.
Beberapa bulan yang lalu, seorang adik rohani saya juga bercerita bahwa ia sedang jatuh cinta. Katanya, "Kak, aku jadian sama si itu..."
Duh, senangnya ketika mendengar kabar seperti itu terlontar dari mulutnya (eh, dari jari kali ya...kan dikasih taunya lewat chatting online
hihihi). Sebagai seorang kakak rohani yang sering dicurhati tentang
pergumulan si adik-adik rohani saat mereka sedang melakukan 'pedekate'
kepada sahabat lawan jenisnya, tentunya anda juga akan merasakan
sukacita seperti yang saya rasakan ketika akhirnya adik-adik anda itu
menuju relationships yang sehat sesuai dengan Firman Tuhan dan menjalin komitmen yang benar dengan lawan jenis yang di-pedekate-innya.
Belum
genap sebulan adik rohani saya itu bercerita mengenai proses jadiannya
dengan seorang pria yang baik, eh...minggu lalu dia kembali laporan, "Kak, aku suebel. Masa dia tuh sibuk terus sama kerjaannya, nggak ada waktu buat aku..."
Wawawa,
sebagai seseorang yang juga sedang merasakan jatuh cinta, saya mengerti
perasaan si adik ini. Ketika kita jatuh cinta, rasanya dunia milik
berdua (yang lain ngontrak hehehe). Maunya berduaan terus. Ketemu
terus. Tiada kata berpisah (halah, kok jadi sok sinetron sie).
Romantisme diri kita dengan orang yang kita cintai membuat kita enggan
beranjak dari sisinya meski hanya satu menit atau satu centimeter.
Dalam
sebuah hubungan, kita harus memahami betul siapakah gerangan orang yang
sedang menjalin hubungan dengan kita. Tak hanya melihatnya dari
sisi-sisi kelebihannya saja, tetapi juga sisi-sisi kekurangannya.
Setiap pribadi ataupun obyek yang ada di dunia ini tidak ada yang
sempurna. Ketika kita memahami hal ini, seharusnya kita bisa lebih
bijak ketika menghadapi perbedaan atau kelemahan dari orang-orang yang
bersinggungan dengan kita. Kita tidak bisa dan tidak boleh menuntut
orang-orang di sekeliling kita nampak sempurna sesuai dengan keinginan
kita tentunya. Tetapi kita bisa menjadi pelengkap di bagian lemah
mereka, begitu juga sebaliknya.
Saya juga mengenali dengan baik,
hal yang membuat saya jatuh cinta setengah mati kali ini. Saya tak
hanya mengenali sisi-sisi kelebihannya saja. Tetapi juga memahami
sisi-sisi kekurangannya dengan sadar.
Dia itu...agak gendut (padahal saya suka yang slim :p) Dia juga itemmm (padahal saya suka yang putih :D)
Dia
kurang bisa menangkap sesuatu yang bergerak atau aktif (padahal saya
maunya dia cukup cerdas membingkai apapun yang suka bergerak-gerak) Dia hanya bisa dibesarkan sampai 8 px (padahal saya maunya dia bisa diatas itu)
Aha...tapi kalau saya terus-menerus terpaku pada kelemahan-kelemahannya saja, kapan dong belajar photography dengannya?
Hei hei hei...
Pada penasaran dengan hal yang membuat saya jatuh cinta kali ini ya? ^_^
Hihihi, kali ini saya jatuh cinta bukan kepada seorang pangeran berkuda putih. Tetapi dengan...tada...dia adalah A590!
Proses jatuh cintanya melalui first sign lho. Hanya perlu pedekate seminggu langsung kupinang dia jadi milikku :D.
Meski
saya kurang suka dengan kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh A590
saya, saya berusaha memahami keadaannya. Dia memang bukan sekelas
kamera profesional. Jadi jangan mimpi bisa menghasilkan shoot yang
sempurna pada benda-benda yang bergerak. Awalnya, ketika pertama kali
menggunakannya saya sempat kecewa begitu hasil foto-foto saya banyak
yang blur. Hari-hari berikutnya, saya membiasakan diri dengannya.
Mempelajari kelebihan-kelebihan dan kelemahannya. Mencari data-data
baik dari internet maupun bertanya kepada sahabat-sahabat saya yang
lebih lama menekuni dunia photography untuk mencari cara mengoptimalkan kelebihannya dan meminimalis kekurangan-kekurangannya.
Hasilnya?
Sekarang hasil foto-foto saya jauh lebih cute, meski di tempat gelap sekalipun! hehehe.
Ketika
kita sedang jatuh cinta dengan lawan jenis, juga demikian. Pandang dia
sama seperti saya memandang A590 saya. Bukan saja kelebihannya yang
kita puja, tetapi kekurangan dia pun harus kita pahami dengan baik
(dalam batas yang benar tentunya).
Pacar terlalu sibuk, di-ambek-i. Pacar nggak bisa sering-sering ditelpon, dicemburui. Pacar kerja terus, disangka nggak perduli.
Ha?
Belum menikah sudah posesif. Bisa-bisa sewa detektif begitu statusnya
berubah menjadi suami atau istri nanti hihihi. Setiap hubungan perlu
kualitas, bukan kuantitas. Jika saya memandang kekurangan A590 yang
saya punyai terus, mungkin sampai sekarang tidak akan pernah ada
peningkatan dari kualitas foto-foto hasil jepretan saya. Dalam hal ini,
saya berusaha menutupi kekurangan yang dimiliki oleh A590 dengan
memaksimalkan kelebihan yang sudah dimilikinya.
Jatuh cinta
boleh, tapi jangan sampai terhuyung-huyung apalagi tergeletak. Melihat
segala sesuatu harus dari kedua belah sisi, baik dan kurang baik. Jika
kelebihan yang ada bisa menutupi kekurangan yang ada, kepada terus
menatapnya seolah dunia hendak kiamat karena dia tidak bisa ini dan
itu? (nj@coe).
Gara-gara tulisan 'Dani' di status chat online yang saya pasang, pagi ini saya mendapat beberapa message dari para 'Dani' di friends list saya.
Dani (pake akhiran 'el'): "Njie, emang gue sms apaan tadi pagi ke loe?" Enjie: "Maksut loe?" ***bengong.
Dani (pake akhiran 'el'): "Itu...status loe bilang 'Dani, tx ya smsnya...'. Emang gue sms apa ke loe tadi?" Enjie: "Wkwkwk..." ***ga tahan ngakak euy huahaha.
Tak berapa lama kemudian...
Danny (pakedouble 'n'): "Hallo, Njie. Piye kabare?"
Enjie: "Wuah, baik kak. Gimana kabar juga hari ini?" Danny (pake double 'n'): "Baik. Eh, kemarin ultah ya. Selamat yo. Baru tahu dari FS nie."
Enjie: "Hehe, tx ya kak." Danny (pake double 'n'): "Semoga lancar usahanya, tambah dewasa..."
Enjie: "Wah, teng kiu kakakku ^_^..." ***aslinya
mulai mikir, kok tiba-tiba ni kak Dani pake double 'n' tiba-tiba nyapa
pagi-pagi ya? gara-gara tulisan 'Dani' yang ada di status chat
online-ku juga kah? huehehe.
Enjie: (ambil HP...search nama Dani GBI...call...nggak ada yang angkat ***grrrrrrrr...sebel...)
...Akhirnya, kemudian ada sms masuk juga di HP.
Dani (yang asli): "Mbak,
sorry tadi lagi di jalan, nggak sempet angkat telp. Iya, itu anaknya
lagi dalam perjalanan dari Surabaya ke Ponorogo. Yang sabar ya...Bentar
lagi ibuku ke tempate sampeyan mo ngejelasin semuanya." Enjie: "Ok
deh, tak tunggu. Btw, gara-gara kamu aku diserbu para 'Dani' nie.
Makanya, stand by dong HP-nya. Sms nggak jelas, mo ditelpon nggak bisa.
Aku puyeng jadinya." Dani (yang asli): "Emang kenapa?" ***mungkin sambil garuk-garuk kepala pas nulis sms balasan ini wkwkwk.
Enjie: "Nggak jadi dah. Nanti aja tak critain ke ibumu ato hari Minggu besok aku crita kalo ketemu di gereja" ***ambil
nafas panjang, untung nggak jadi ngamuk-ngamuk ke Dani (yang asli) abis
diberondong dua Dani lainnya di chat online huahaha.
Nama
kembar bisa mengakibatkan hal-hal lucu seperti ini ya. Sebenarnya saya
juga mempunyai pengalaman lucu dengan nama kembar ini. Dulu waktu SMP,
saya punya seorang sahabat dengan nama depan sama yaitu Angelina.
Karena nama kami sama, otomatis nama kecil kami juga sama, sama-sama
Angie. Nah, sering kali jika
ada orang yang menyebut Angelina atau Angie saja, kami berdua akan
datang atau menoleh dengan serempak. Karena itu, untuk membedakannya,
saya membuat nama panggilan saya dalam versi Indonesia maksa yaitu
Enjie wkwkwk.
Setamat SMP, saya (Angelina dengan nama kecil
Enjie) terpisah dengan Angelina dengan nama kecil Angie. Tetapi tiga
tahun lalu kami bertemu kembali. Ia menyempatkan diri berkunjung ke
tempat kerja saya sebelum kemudian melanjutkan studinya ke Los Angeles.
Setelah itu, komunikasi kami lebih banyak melalui chat online, e-mail, dan juga account di sebuah social networking internet untuk bertukar foto-foto.
Pertengahan
tahun kemarin, mamanya Angelina dengan nama kecil Angie, pergi ke LA
menengok putrinya itu. Sepulang dari sana beliau membawakan oleh-oleh
untuk saya (Angelina dengan nama kecil Enjie) berupa bingkisan parfum.
Hadiah itu dibungkus dengan kertas kado yang tertulis 'Angelina'. Waktu
mami saya (Angelina dengan nama kecil Enjie) melihat kotak persegi
empat dengan kertas kado yang masih rapi di atas tempat tidur itu,
dengan penasaran beliau segera mengambil barang tersebut kemudian
bertanya kepada saya.
Mami Angelina dengan nama kecil Enjie: "Apa ini, Ngie?" Enjie: "Hadiah dari Angie."
Mami Angelina dengan nama kecil Enjie: "Kamu beli hadiah buat dirimu sendiri?" Enjie: "Bukan...dari Angie temen SMP dulu tuh yang namanya kembaran sama aku mi." ***gubrakkk,
masa iya gue beli hadiah buat diri gue sendiri sie? gue nggak
se-desperate itu kali meski nggak ada yang pernah ngasih gue kado
istimewa wkwkwk.
Beberapa Minggu lalu, kejadian lucu gara-gara nama kembar kembali saya alami.
Ce Yuli: "Tadi ada seorang ibu-ibu dateng kesini katanya suruh ngambilin foto-fotomu di FS trus suruh burn ke CD. Besok mo diambil."
Enjie: "Maksutnya...?" ***bingung mode on. Ce Yuli: "Nggak tahu, tadi si ibu itu cuma bilang, 'Foto-fotonya Angie yang ada di FS suruh ngambilin trus burn ke CD'...gitu..."
Enjie: (manggut-manggut) ***mulai ngerti duduk permasalahannya hehehe.
Ce
Yuli ini adalah rekan sekerja saya. Ia belum tahu bahwa saya mempunyai
sahabat dengan nama kembar dan nama panggilan kecil yang sama juga
dengan saya. Mamanya Angie sering datang ke tempat kerja saya (Enjie)
untuk meminta tolong saya mengambilkan (download) foto-foto Angie yang ter-upload di account social networking-nya.
Saat mama Angie menitipkan pesan, '...ambilkan foto-foto Angie yang ada di FS...',
Ce Yuli yang hanya mengenal saya sebagai satu-satunya 'Angie' pasti
mengira bahwa ibu itu berpesan bahwa saya (yang dikiranya Angie yang
dimaksut) harus mengambil foto-foto saya sendiri yang ter-publish di FS untuk ibu itu ***wkwkwk,
hebat juga kalo ada yang beneran nge-fans sama foto-foto cute gue
sampai minta di download-in khusus gitu ya...gue rela...gue iklas...gue
mauuuu kok...sok ngartis mode on!
Setiap manusia
mempunyai ciri khas sendiri-sendiri. Nama boleh kembar, penampilan bisa
serupa, tetapi kepribadian tidak akan pernah sama. Saya (Angelina
dengan nama kecil Enjie) dan Angelina dengan nama kecil Angie sahabat
saya semasa SMP, juga berbeda karakter meski nama depan kami sama-sama
bernaung di bawah unsur Angelina. Kami (Enjie dan Angie) tentu juga
berbeda kepribadian dengan Angelina Jolie atau juga Angelina Sondhak
yang sebentar lagi dikabarkan hendak menikah dengan Adjie Massaid itu?
***sesama Angelina boleh dong nebeng beken dikit hihihi.
Sama seperti sahabat-sahabat saya yang bernaung di bawah nama Dani. Antara Dani pake akhiran 'el', dengan Danny pake double 'n', dan Dani asli yang saya tulis di status chat online saya pagi tadi, semuanya memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Hmm,
jadi ingat satu sahabat saya lagi dengan unsur 'Dani'...namanya Dani
pake awalan 'Ar'. Ke-empat sahabat saya dengan unsur nama Dani yang
sama ini, tentu juga berbeda kepribadian dan kehidupannya dengan Dhani (pake
'h') Ahmad yang merupakan pentolan group Dewa 19 yang baru bercerai
dengan Maia Estianty dari Duo Ratu beberapa bulan yang lalu itu.
Mungkin,
nama anda juga ada kembarannya di dunia ini. Apalagi kalau orang tua
yang memberikan nama kepada anda sengaja mengambil nama itu dari
jajaran nama-nama yang sudah ada lebih dulu atau nama yang sudah
terkenal (seperti nama adik kandung saya Bobby Fischer yang diambil
dari nama pecatur asal Amerika Serikat), akan lebih banyak lagi nama
yang menyamai anda. Bisa dua, lima, sampai puluhan bahkan ratusan
kesamaan nama. Siapapun bisa menyandang Angelina, Erik, Fifi, Ika,
Dani, Doni, Deni, Joe, David, Lucky, Hanny, Soni, Rony, Roby, Mulya,
dan lain-lain sebagai namanya. Tetapi hanya akan ada satu pribadi yaitu
anda masing-masing.
Di dunia ini boleh ada banyak Angelina.
Tetapi Angelina yang mempunyai nama kecil Enjie dan merupakan sahabat
dari Angelina dengan nama kecil Angie, yang nge-fans sama Angelina Jolie dan suka ngaku-ngaku masih sedarah sama Angelina Sondhak itu pastinya hanya saya! ^o^ V.
Yuk,
bangun karakter diri sendiri lebih berkualitas lagi agar dunia
mengingat kita sebagai Angelina yang baik, Soni yang bijak, Roby yang beken, Lucky yang keren, Hanny yang cantik, Mulya yang cool, Erik yang periang, Fifi yang tenang, Ika yang pintar, etc...
Jangan biarkan dunia mengenal anda sebagai orang berpredikat minus di antara orang-orang terbaik lainnya yang bernama sama dengan yang anda milikinya (nj@coe).
Beberapa hari ini, saya asyik menikmati aplikasi-aplikasi game dari sebuah account social networking internet yang saya ikuti. Setidaknya, ada dua game yang hampir setiap harinya saya mainkan disela-sela jam kerja saya (kebiasaan buruk, jangan ditiru ya hehehe). Karena 'kesibukan' baru ini juga, akhirnya saya rela memangkas waktu yang biasanya saya gunakan untuk melakukan hobby saya lainnya seperti menulis blog, share di forum-forum online,
atau juga ber-mailist ria. Tantangan untuk menyelesaikan level-level
permainan dan semangat tidak mau tersaingi oleh teman-teman lain yang
ada di list game saya, mampu membuat saya duduk manis di depan komputer beberapa jam tanpa mau memikirkan dunia luar dan lain-lainnya.
Saya masih menyempatkan diri memeriksa semua account dunia maya saya setiap kali online, tetapi tidak terlalu detail memperhatikan keseluruhannya beberapa hari ini. Hanya e-mail yang menarik pandangan mata dan private message penting baik di chat online maupun di account-account pribadi lainnya yang saya tanggapi sebelum kemudian mulai ber-game ria.
Dua hari yang lalu, saya mendapatkan sebuah private message di salah satu account forum Kristen online
yang saya ikuti. Si pengirim pesan tidak menuliskan langsung apa yang
ingin ia sampaikan kepada saya, melainkan hanya menulis bahwa ia ingin
menceritakan masalah yang tengah dihadapinya kepada saya jika saya
berkenan meluangkan waktu untuknya. Karena posisi saya di forum ini
sebagai moderator Relationship dan Bussiness, saat menerima private message itu, saya langsung bisa mengira-ira masalah apakah gerangan yang akan diceritakan si pengirim pesan ini kepada saya.
"Paling masalah relationships..." Selama saya aktif di forum ini sejak dua tahun silam, masalah relationships menjadi topik utama yang sering dibawa para member forum ini kepada saya. Jarang ada member yang bertanya soal pekerjaan atau cara menangani bisnisnya meskipun saya juga merupakan moderator di bagian itu (hmm, lama-lama gue bisa buka praktek konseling relationships kali ya hihihi).
Setelah membalas private message bahwa saya bersedia menjadi tempat berbagi dengan si pengirim pesan itu, saya kembali beraktivitas seperti biasanya (nge-game maksute hahaha)
dan tidak menaruh perhatian khusus atau memikirkan apakah masalah yang
dihadapi oleh si pengirim pesan ini tergolong masalah ringan, sedang,
atau masalah yang berat.
Hari kemarin, saya kembali memeriksa apakah ada balasan dari si pengirim pesan di hari sebelumnya melalui id forum saya. Dan benar saja, di inbox saya kembali terisi satu pesan baru dari id pengirim yang kemarin. Saat pertama kali saya membaca private message kedua ini, saya sempat tidak bisa memfokuskan pikiran. Semangat bermain di aplikasi game online saya lebih besar daripada kepedulian saya akan masalah yang tengah di hadapi oleh salah seorang member di forum Kristen saya ini.
Dua kali saya 'terpaksa' menutup halaman inbox
forum saya gara-gara pikiran saya tidak berada di deretan-deretan
kalimat yang sedang saya baca. Kemudian menyibukkan diri lebih dulu
memeriksa account dunia maya saya lainnya dan ber-chat dengan beberapa orang teman yang ada di friends list chat online saya. Ketika saya sampai kepada account social networking yang didalamnya saya sering bermain aplikasi game, tiba-tiba saja koneksi internet saya tidak bisa melakukan browse pada content php (Roh Kudus bekerja...).
Karena saya tidak bisa melanjutkan level permainan di aplikasi game saya, akhirnya saya kembali ke halaman inbox forum saya dan membaca ulang seluruh isi private message yang saya terima dengan teliti.
"Pas lagi nggak kepingin mikir serius, kenapa kasus yang datang serumit ini sie?"
Si penulis pesan bercerita mengenai masalahnya di private message
kedua ini. Awalnya ia bukanlah seorang yang percaya kepada Yesus. Ia
kemudian bertekad untuk mengenal Yesus hanya karena jatuh cinta kepada
rekan sekantornya yang beragama Kristen taat. Relationships
yang mereka jalin akhirnya kandas dan si wanita memutuskan hubungan
tersebut. Si pria yang tak lain adalah penulis pesan itu sendiri, saat
ini sedang krisis percaya diri baik dari segi keimanannya kepada
Kristus yang dasarnya memang rapuh dan memendam akar pahit karena si
wanita yang memutuskan hubungan dengannya menganggapnya belum dewasa
dalam segala hal dan terlalu posesif atas hubungan yang sudah berakhir.
Selesai membaca seluruh isi private message
itu, saya tertegun. Saya sedang berhadapan dengan seseorang yang belum
seutuhnya percaya kepada Yesus dan sedang mencari jati dirinya saat
ini. Seandainya saya salah menegur atau salah menulis kalimat balasan
(sejak dulu saya terkenal dengan ucapan saya yang selalu ceplas-ceplos soalnya hehehe),
bisa-bisa saya membuat batu sandungan baru bagi hidupnya dan membuatnya
terlepas 100% dari Kristus. Ada sekelumit perasaan bersalah hinggap di
hati saya karena tidak menomor-satukan si pengirim pesan yang sedang
bermasalah ini sejak kemarin. Coba kalau saja koneksi internet saya
tetap lancar untuk membuka content aplikasi game di account social networking itu, pasti baru malam harinya saya membaca isi private message yang ada di inbox forum saya (forgive me Lord).
Peristiwa kali ini memberikan teguran bagi saya pribadi. Ah...rupanya
beberapa hari ini saya terlalu terlena dengan kemudahan teknologi
sampai-sampai sulit memfokuskan diri kepada pelayanan di ladang Tuhan.
Hari ini, saya tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama seperti hari
kemarin. Sejak pertama online, yang saya tuju adalah account
saya di forum Kristen yang saya ikuti itu. Dan puji Tuhan, ada balasan
lagi dari si pengirim pesan kemarin. Ia memberikan respon positif atas
apa yang sudah saya tulis untuknya mengenai Kristus, tujuan hidup yang
utama, dan yang seharusnya ia kejar.
Saat ini, ia berada di daftar utama tim doa saya. Saya dan tim doa online saya (kami menyebut diri kami online
karena kami memang lebih banyak berinteraksi satu sama lain melalui
dunia maya), sedang menfokuskan diri kepada jiwa-jiwa baru bagi Kristus
seperti si pengirim pesan di inbox
forum saya ini. Beberapa kali di kesempatan sebelumnya, kami juga
mendoakan jiwa-jiwa yang hampir hengkang dari iman percayanya kepada
Kristus dengan berbagai macam latar belakang penyebabnya. Saya dan tim,
tidak ingin bermain-main dengan urusan penginjilan. Meski kami terpisah
di beberapa kota se-Indonesia, tetapi kami selalu mempunyai waktu
khusus untuk bertemu di udara pada jam-jam tertentu dan berdoa bagi
jiwa-jiwa baru yang datang kepada Kristus melalui jejaring yang kami
bentuk. Baik atau tidak baik kondisi kami, kami sudah bertekad untuk
tetap memberitakan keselamatan yang sudah kami terima lebih dulu kepada
orang-orang yang kami kenal, terutama kepada jiwa yang nyasar di forum
tempat kami bercokol (wkwkwk).
Kondisi saya yang sedang 'kesengsem' dengan aplikasi game di account social networking
beberapa hari ini, bisa dikatakan tidak sedang dalam posisi tegap
sebagai penginjil yang siap dengan selengkap senjata Allah-nya. Tetapi
bagaimanapun itu bukanlah alasan agar saya bisa menghindar dari
pelayanan. Karena saya sudah berkomitmen mengikut Tuhan Yesus, siap
atau tidak siap, maka saya harus bersedia memberitakan Yesus kepada
jiwa-jiwa yang mempertanyakan ke-Tuhanan-Nya dan harus menjadi terang
bagi yang lainnya setiap saat.
Sebagai anak Tuhan, kita tidak
boleh lengah sedikitpun. Iblis yang menjadi lawan kita tidak pernah
tertidur mengawasi setiap mangsa yang bisa ditelannya. Beruntung, kali
ini meskipun saya sempat terlena oleh keadaan 'nyaman' sesaat, saya
bisa segera kembali ke kondisi siap sebagai penginjil dengan cepat (Roh
Kudus yang memampukan saya untuk melakukan hal ini...lagi-lagi...tx Lord!).
2 timotius 4:2, Beritakanlah
firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa
yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan
pengajaran.
Anda siap menjadi penginjil bagi Kristus?
Siapkan
diri anda untuk menghadapi hari-hari yang semakin singkat ini bagi
kemuliaan Tuhan Yesus. Mintalah karunia-Nya agar Ia memampukan anda
untuk membawa jiwa-jiwa lebih banyak lagi dan merampasi mereka yang
terhilang dari api neraka.
Sementara itu...
Gue mau nge-game lagi di Pet Society Facebook dulu.........si yu tumolooo..........
Waktunya naekin level...naekin lavel...naekin level...wkwkwk ^o^ V
"Aku mau sedikit share. Sekarang usiaku 25 tahun, cool, pekerjaan ok, tapi belum punya pacar juga nie.
Ketika aku melihat orang-orang yang berjalan sama pacarnya, pasti
timbul perasaan iri di dalam hati. Wanita-wanita yang ada di gerejaku
kelihatannya pada jaim (jaga image). Hanya membuat hati semakin kesel dan males mendekatinya. Yang di luar kristus justru lebih baik jodohnya, kenapa yah?"
Pertanyaan
seperti yang terlontar dari mulut Jimmy teman saya ini, mungkin akan
membuat anda sebagai pengikut Kristus juga ikut tergelitik untuk
memikirkannya sejenak seperti yang sedang saya lakukan saat ini. Bukan
kali ini saja saya mendengar pertanyaan seperti ini terlontar dari
mulut anak-anak Tuhan. Beberapa tahun yang lalu seorang teman dekat
saya malah ada yang nekad menjalin relationships
dengan pria yang tidak percaya kepada Kristus karena ia beranggapan
bahwa mencari pria Kristen yang takut akan Tuhan itu lebih sulit
daripada mencari pria yang penting bisa mencintainya dengan sepenuh
hati.
Well, saat usia
kita sudah beranjak dewasa, apalagi ditambah dengan posisi pekerjaan
yang mapan dan penghasilan tetap setiap bulannya, hadirnya pasangan
hidup di sisi kita pasti menjadi kerinduan bagi setiap orang.
Mengharapkan ada seseorang yang bisa menjadi tempat berbagi suka dan
duka, tempat berbagi kasih, dan menjadi partner dalam
menjalani aktivitas keseharian, merupakan salah satu alasan yang sehat
bagi para pria dan wanita untuk menikah. Tetapi jika pasangan hidup
yang sesuai Firman Tuhan ternyata sulit didapat sementara usia sudah
mulai melewati kepala 3, apakah kita akan berputar haluan dan
mencarinya lewat jalan pintas?
Pernikahan adalah pondasi sebuah
keluarga dan keluarga adalah pondasi gerejanya Tuhan. Siapa
bermain-main dalam pernikahan, itu sama artinya sedang bermain-main
dengan Tuhan. Bermain-main dengan Tuhan artinya sudah berdosa kepada
ketetapan yang sudah dibuat-Nya. Dan upah dosa adalah maut.
Sebagai
anak Tuhan, seharusnya kita memusatkan seluruh pandangan hidup kita ke
satu Pribadi yaitu Yesus Kristus dalam setiap aspek kehidupan kita dan
tidak berkompromi dengan dunia sedikitpun. Sayangnya, prinsip ini sulit
tertanam dalam diri kita jika kita belum mempunyai tujuan hidup yang
benar di dalam Dia, apalagi buat mereka yang sudah dibutakan oleh cinta
(eross). Bisakah kita tetap
menempatkan Yesus di atas segalanya ketika orang tua kita mulai
mendesak kita untuk memperkenalkan calon istri atau calon suami dan
orang-orang di sekeliling kita satu per satu mulai melepas masa lajang
atau jomblonya?
Menyandang status suami atau istri itu mudah lho.
Asal usia pria sudah 19 tahun dan usia wanitanya 16 tahun, catatan
sipil sudah siap menikahkan kita (gara-gara kasus Syeh Puji - Ulfah, gue jadi melek hukum juga neh hihihi).
Yang sulit adalah mempertanggung-jawabkan status tersebut di hadapan
Tuhan, pasangan hidup kita, dan juga masyarakat. Jika
mempertanggung-jawabkan pernikahan juga mudah, tentunya tidak perlu ada
perceraian. Kenyataan yang ada di lapangan, banyak orang yang cepat
menikah, tetapi banyak juga yang cepat bercerai. Nah,
mau...jadi salah satu orang yang cepat menikah tetapi juga cepat
bercerai seperti yang marak terjadi di Indonesia akhir-akhir ini?
Kasih
sejati tidak bisa dibeli dengan uang. Ukuran kesiapan seseorang untuk
mempunyai pasangan hidup dan menikah juga tidak hanya dilihat dari
usia, kedewasaan jasmani, dan materi saja, tetapi harus diimbangi
dengan kematangan di sisi kerohanian kita. Tuhan selalu tahu apa yang
kita butuhkan dan Dia tidak akan pernah melewatkan kebahagiaan
anak-anak-Nya. Yang membuat kita segera menerima anugerah-Nya atau
lambat menerimanya (ditahan dulu) adalah diri kita sendiri. Jika kita
sudah layak untuk menerima anugerah-Nya, Dia akan segera memberikannya.
Jika belum, tentunya kita harus dilayakkan lebih dulu agar siap saat
menerimanya.
Kebanyakan dari kita, terlalu sibuk mencari pria
dan wanita yang tepat untuk kita tanpa mengimbanginya dengan usaha dari
diri kita sendiri untuk menjadi pria dan wanita yang tepat bagi calon
pasangan kita nantinya. Makanya, banyak orang frustasi karena tidak
segera mendapatkan calon pasangan yang sepadan kemudian memotong jalan
pintas asal bisa menyandang status menikah meski harus 'menggadaikan'
Yesus Kristus.
Saat kita jatuh cinta kepada seseorang, cinta
kita kepada Yesus juga ikut teruji. Keduanya mempunyai hubungan yang
erat karena Kristus mati di atas kayu salib juga karena bentuk
cinta-Nya yang besar atas dunia ini. Jika kita lengah tidak
melibatkan-Nya dalam hal ini, maka kita bisa kehilangan sebuah hubungan
yang berharga yaitu dengan Tuhan kita sendiri. Yesus menyukai setiap
bentuk hubungan. Ia suka ketika Adam mempunyai hubungan yang intim
dengan Hawa selain dengan-Nya. Dia yang sama juga akan menyukai
hubungan kita dengan lawan jenis kita di dunia ini. Ia tidak melarang
kita jatuh cinta, berpasangan, dan menikah. Masalahnya, maukah kita
menempatkan Dia di dalam hubungan-hubungan yang kita miliki itu agar
nama-Nya tetap dipermuliakan di atasnya?
Matius 6:33, Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Kalo nggak segera punya pacar, jangan kesel sama Tuhan dong.
Tapi interospeksi diri, sudahkah kita pantas mendapatkan pasangan yang
sepadan dari-Nya? Perbaiki kualitas diri dan iman kita di hadapan
Kristus agar menjadi calon pasangan yang tepat bagi
mempelai-mempelai-Nya. Pasti deh, Yesus tidak pernah lupa memberikan pasangan yang terbaik bagi kita jika kita sudah siap menerima anugerah-Nya itu. Let's to be a man and a women in Christ, not just a boy and a girl that not yet mature to get marriage...(nj@coe).
Puisi singkat dibawah ini merupakan karya Helen Mallicoat. Saya
ambil dari buku TERTAWA LAGI (terjemahan dari LAUGH AGAIN) by Charles
R. Swindoll. Puisi ini memberkati saya sejak pertama membaca
deretan-deretan kalimatnya, makanya nyempetin diri buat di-share dulu
ke milis tercinta ini meski saya sendiri belum selesai membaca seluruh
isi bukunya si om Charles kali ini hehehe.
Isi bukunya sendiri cukup sederhana dari segi topik. Hanya
membahas seputar TAWA. Anyway, by the way, bus way (bus way macet terus
euy :D)...luar biasa! Hidup zaman sekarang yang minim tawa seperti saat
ini, emang perlu terobosan cuma untuk sekedar bisa mengembangkan
gigi-gigi kepada orang lain seperti yang diulas dalam buku ini.
Muka-muka suram, muka-muka serius sering kita lihat dimana-mana.
Padahal, jika kita memiliki IMAN kepada Tuhan Yesus, kita akan selalu
menemukan sisi kocak dari dunia ini :). Betul????
Ya wis, yang penasaran isi
bukunya cari aja sendiri di toko buku ya ^o^ V (ato tunggu sampai saya
menyelesaikan membacanya hihihi). Saya mau lanjutin baca lagi
ah...Bye-bye GBU.
NB: Kalo ada review buku bagus, jangan lupa
beri tahu saya ya heiheiheiheihei...(sedang bernafsu untuk melahap
berpuluh-puluh buku lagi neh huahaha :D).
Nice Poem:
Aku menyesali masa lalu Dan takut akan masa datang...
Tiba-tiba tuhanku berkata: "NAMAKU ADALAH AKU SEKARANG."
Sejenak Dia berhenti. Aku menanti. Dia melanjutkan,
"JIKA KAMU HIDUP DI MASA LALU, DENGAN SEGALA KESALAHANNYA DAN PENYESALANNYA, MAKA HIDUP INI SULIT.
AKU TIDAK ADA LAGI DI MASA LALU. NAMAKU BUKANLAH AKU MASA LALU."
"JIKA KAMU HIDUP DI MASA DEPAN, DENGAN SEGALA MASALAH DAN
KETAKUTANNYA, DENGAN SEGALA KESUKARANNYA. AKU TIDAK ADA DI SANA. NAMAKU BUKANLAH AKU MASA DEPAN."
JIKA KAMU HIDUP DI MASA SEKARANG, TIDAKLAH SULIT.
AKU ADA DI SINI. NAMAKU ADALAH AKU SEKARANG."
Sudah
lama saya mendengar bahwa senyum itu merupakan salah satu penyakit
menular yang dahsyat. Satu senyuman kepada seseorang di dekat kita,
bisa menceriakan seluruh dunianya. Di dalam Alkitab juga tertulis
perintah bahwa kita harus bersukacita senantiasa. Ya, intinya senyum
dan bersukacita adalah satu paket yang bisa membawa kebaikan bagi
kehidupan manusia.
Ketika kita tersenyum, energi positif
merasuki seluruh tubuh kita dan menghasilkan semangat baru yang
menyegarkan jasmani dan rohani. Masalah-masalah rumit akan meleleh
seperti es krim saat kita menghadapinya dengan senyuman dan tetap
bersukacita. Sayangnya, tidak semua orang bisa mudah tersenyum dan
tidak semua orang selalu memilih bersukacita setiap saat!
Terkadang,
saya menjadi tempat berbagi beberapa sahabat mengenai masalah yang
tengah mereka hadapi. Jangan anda kira karena saya ini mempunyai banyak
karunia hebat dan pengetahuan yang luar biasa sehingga bisa
menyelesaikan semua masalah dengan mudah. Tidak! Saya sama sekali tidak
pandai menangani masalah yang datang kepada saya dan juga tidak bisa
memberikan banyak nasehat yang bermutu bagi sahabat-sahabat yang tengah
menghadapi kesulitan. Yang sering terjadi adalah saya hanya menyediakan
diri mendengarkan sahabat-sahabat itu bercerita mengenai
masalah-masalah mereka sampai selesai.
Lalu, apa yang
menyebabkan saya tetap menjadi tempat berbagi yang nyaman bagi beberapa
sahabat saya? Seorang sahabat menyatakan alasannya kenapa ia suka
berbagi dengan saya meski saya tidak bisa membantunya menyelesaikan
masalahnya dengan segera. Alasannya hanya karena saya adalah orang yang
mudah tersenyum dan tertawa! Sukacita yang saya punyai tertransfer
kepada jiwa-jiwa lelah mereka dan itulah yang membuat mereka seakan
telah berhasil menyelesaikan separuh dari masalah mereka saat proses
berbagi dengan saya berlangsung.
Waktu saya kecil, saya bukanlah
anak yang mudah tersenyum dan tertawa. Saya pemalu, pendiam, dan agak
sulit bergaul dengan banyak orang. Tetapi dengan seiring berjalannya
waktu dan keinginan saya untuk menjadi pribadi yang menyenangkan bagi
semua orang, saya mengambil keputusan ekstrim untuk merubah diri saya
dengan senyum. Satu tindakan kecil yang amat luar biasa membuat diri
saya lebih baik sampai seperti sekarang adanya.
Saat kita
tersenyum kepada satu orang, sebenarnya kita sedang 'memaksanya' untuk
bersukacita. Senyum yang berasal dari hati tulus, sanggup meruntuhkan
kebekuan hati seseorang yang paling dingin sekalipun. Ketika menghadapi
masalah, sayapun sering menggunakan kaca untuk melihat senyum saya
sendiri terpantul dari sana. Kekuatan aliran sukacita dari senyuman,
membuat saya mampu melalui jalan-jalan kehidupan saya dengan mulus,
tanpa hambatan yang berarti.
Cobalah saat ini anda tersenyum
ramah kepada satu orang yang ada di dekat anda. Meski ia tidak mengenal
anda sebelumnya, ketulusan hati anda akan membuatnya mengembangkan
senyum balasan kearah anda. Yang artinya, anda telah membuatnya
teraliri oleh sukacita yang menyehatkan jasmani dan rohaninya. Dengan
senyum, anda telah membantu orang-orang yang melihatnya mencair dan
menghangat dalam semangat hidup yang baru.
Smile can heal a frozen heart!
Tersenyumlah, bersukacitalah, dan lihatlah akan terjadi
mukjizat-mukjizat dalam hidup anda berturut-turut. Tapi awas, jangan
senyum-senyum sendiri tanpa alasan yang jelas. Bisa-bisa anda disangka
kurang waras nantinya...Piss ahhh ^o^ V (nj@coe).
Kisah di bawah ini adalah kisah yang saya dapat dari
bulbo (bulletine board) Friendster. Layak untuk kita dibaca beberapa
menit, dan
direnungkan seumur hidup.
Saya
adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah
saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen
sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang
memilikinya.
Tugas
terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama "Smiling." Seluruh
siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada tiga
orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka.
Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan kelas.
Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum
pada setiap orang. Jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah.
Setelah
menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu
saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi kerestoran
McDonald's yang berada di sekitar kampus. Pagi itu udaranya sangat
dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya
menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil
mencari tempat duduk yang masih kosong.
Ketika
saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap
orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula
antri dibelakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian.
Suatu
perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat mengapa
mereka semua pada menyingkir ? Saat berbalik itulah saya membaui suatu
"bau badan kotor" yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakang saya
berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil! Saya bingung, dan
tidak mampu bergerak sama sekali.
Ketika
saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih
pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang "tersenyum"
kearah saya.
Lelaki
ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih
sayang. Ia menatap kearah saya, seolah ia meminta agar saya dapat
menerima 'kehadirannya' ditempat itu.
Ia
menyapa "Good day!" sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung
beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan.
Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh saya
'tugas' yang diberikan oleh dosen saya. Lelaki kedua sedang memainkan
tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya. Saya segera
menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan
lelaki dengan mata biru itu adalah "penolong"nya. Saya merasa sangat
prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya
tinggal saya bersama mereka,dan kami bertiga tiba2 saja sudah sampai
didepan counter.
Ketika
wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya
pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan. Lelaki
bermata biru segera memesan "Kopi saja, satu cangkir Nona." Ternyata
dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka
(sudah menjadi aturan direstoran disini, jika ingin duduk di dalam
restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu).
Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.
Tiba2
saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku
beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat
duduk yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya, yang hampir semuanya
sedang mengamati mereka. Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari
bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri
saya, dan pasti juga melihat semua 'tindakan' saya.
Saya
baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga
kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta
diberikan dua paket makan pagi (diluar pesanan saya) dalam nampan
terpisah.
Setelah
membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di
counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja/tempat duduk
suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan
melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk
beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya,
dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin
lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap "makanan ini telah saya
pesan untuk kalian berdua."
Kembali
mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah
ber-kaca2 dan dia hanya mampu berkata "Terima kasih banyak, nyonya."
Saya
mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata
"Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga
berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ketelinga saya
untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian."
Mendengar
ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki
kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua
lelaki itu.
Saya
sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan
mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari
tempat duduk mereka. Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan
tangis saya sambil tersenyum dan berkata "Sekarang saya tahu, kenapa
Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan
'keteduhan' bagi diriku dan anak-2ku! " Kami saling berpegangan tangan
beberapa saat dan saat itu kami benar2 bersyukur dan menyadari,bahwa
hanya karena 'bisikanNYA' lah kami telah mampu memanfaatkan
'kesempatan' untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang
sangat membutuhkan.
Ketika
kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan
restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu
menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin 'berjabat tangan' dengan
kami.
Salah
satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap
"Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua
yang berada disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan olehNYA,
saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami."
Saya
hanya bisa berucap "terimakasih" sambil tersenyum. Sebelum beranjak
meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat kearah kedua lelaki
itu, dan seolah ada 'magnit' yang menghubungkan bathin kami, mereka
langsung menoleh kearah kami sambil tersenyum, lalu melambai-2kan
tangannya kearah kami. Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali
apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu
benar2 'tindakan' yang tidak pernah terpikir oleh saya dan sekaligus
merupakan 'hidayah' bagi saya, maupun bagi orang2 yang ada disekitar
saya saat itu. Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa
'kasih sayang' Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali!
Saya
kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan 'cerita' ini
ditangan saya. Saya menyerahkan 'paper' saya kepada dosen saya. Dan
keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya
ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, "Bolehkah saya
membagikan ceritamu ini kepada yang lain?" dengan senang hati saya
mengiyakan. Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari
kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswapun
mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah
menjadi sunyi. Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam
membawakan ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu
seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung,
sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang didekat saya
diantaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.
Diakhir
pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan
mengutip salah satu kalimat yang saya tulis diakhir paper saya .
"Tersenyumlah dengan 'HATImu', dan kau akan mengetahui betapa 'dahsyat' dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu."
Dengan
caraNYA sendiri, Tuhan telah 'menggunakan' diri saya untuk menyentuh
orang-orang yang ada di McDonald's, suamiku, anakku, guruku, dan setiap
siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi.
Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan
di bangku kuliah manapun, yaitu: "PENERIMAAN TANPA SYARAT."
Banyak
cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi oleh para
pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai
cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana cara
MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA YANG KITA
MILIKI, dan bukannya MENCINTAI HARTA-BENDA YANG BUKAN MILIK KITA,
DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA!
Jika
anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh hati anda, teruskan
cerita ini kepada orang2 terdekat anda. Disini ada 'malaikat' yang akan
menyertai anda, agar setidaknya orang yang membaca cerita ini akan
tergerak hatinya untuk bisa berbuat sesuatu (sekecil apapun) bagi
sesama yang sedang membutuhkan uluran tangannya!
Orang
bijak mengatakan: Banyak orang yang datang dan pergi dari kehidupanmu,
tetapi hanya 'sahabat yang bijak' yang akan meninggalkan JEJAK di dalam
hatimu.
Untuk
berinteraksi dengan dirimu, gunakan nalarmu. Tetapi untuk berinteraksi
dengan orang lain, gunakan HATImu! Orang yang kehilangan uang, akan
kehilangan banyak, orang yang kehilangan teman, akan kehilangan lebih
banyak! Tapi orang yang kehilangan keyakinan, akan kehilangan semuanya!
Tuhan menjamin akan memberikan kepada setiap hewan makanan bagi mereka,
tetapi DIA tidak melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka, hewan
itu tetap harus BERIKHTIAR untuk bisa mendapatkannya.
Orang-orang
muda yang 'cantik' adalah hasil kerja alam, tetapi orang-orang tua yang
'cantik' adalah hasil karya seni. Belajarlah dari PENGALAMAN MEREKA,
karena engkau tidak dapat hidup cukup lama untuk bisa mendapatkan semua
itu dari pengalaman dirimu sendiri.
Dua
hari ini rumah saya kedatangan dua keluarga dari luar kota. Mereka
adalah adik-adik dari Mami saya beserta suami dan anak-anaknya. Keadaan
rumah yang biasa hanya dihuni oleh tiga orang - saya, Mami, dan Papi, mendadak ramai karena bertambah sembilan orang penghuni - satu orang lagi adalah adik kandung saya yang baru pulang dari kuliah di luar kota.
Empat orang diantara delapan orang tamu ini adalah anak-anak kecil. Dua
orang anak duduk di kelas 2 SD dan dua orang anak lainnya duduk di
kelas 1 SMP. Ke empat anak keponakan-keponakan saya ini masing-masing
bernama Alfian - kelas 1 SMP, Bayu - kelas 2 SD, Nita - kelas 1 SMP, dan Wanda - kelas 2 SD.
Ketika
Alfian, Bayu, Nita, dan Wanda bermain-main di pekarangan rumah pagi
kemarin, saya tertarik memperhatikan tingkah laku mereka yang lucu-lucu
itu. Mereka memainkan jenis permainan petak umpet sandal jepit. Satu
anak akan menyembunyikan 4 buah sandal jepit di sekitar pekarangan
rumah, kemudian tiga anak selanjutnya bertindak sebagai pencari
sandal-sandal jepit yang sudah disembunyikan sebelumnya. Anak yang
paling banyak menemukan sandal jepit maka dialah yang akan bertugas
menyembunyikan sandal-sandal jepit di babak berikutnya.
Anak
paling kecil, Wanda, melakukan hal terlugu dibandingkan ketiga anak
lainnya saat menyembunyikan sandal-sandal jepitnya. Ketika ia kebagian
tugas menyembunyikan sandal jepit, ia tidak menyembunyikan ke 4 benda
itu ke tempat-tempat yang tersembunyi. Namun justru menggeletakkannya
di dekat keset, dicantolkan
di gantungan baju kamar mandi, ditaruh diatas kap mobil, dan disisipkan
diantara lubang-lubang angin tembok yang kesemuanya terlihat oleh mata
secara nyata.
Saya tertawa dengan kepolosan anak ini. Saya
pikir, sandal-sandal jepit yang disembunyikannya akan segera ditemukan
oleh ketiga anak yang lain karena semuanya tidak berada di tempat yang
tersembunyi oleh mata. Tetapi ... ternyata dugaan saya salah! Alfian,
Bayu, dan Nita justru lebih lama menemukan sandal-sandal jepit yang
disembunyikan oleh Wanda karena tempat persembunyiannya justru tidak
terlalu tersembunyi itu!!
Hahaha, melihat permainan yang dimainkan oleh ke empat keponakan kecil itu membuat saya tertawa bercampur takjub. Wow,
sering kali kita bisa tertipu sugesti seperti ketiga anak yang terkecoh
habis-habisan oleh ulah Wanda itu bukan? Alfian, Bayu, dan Nita sibuk
mencari-cari sandal jepit yang disembunyikan sampai membalik tong
sampah, melongok ke bawah kolong mobil, mencari disela-sela pot
tanaman, sekitar parkiran sepeda motor, dan tempat-tempat tersembunyi
lain-lain. Ketiganya termasuk anak yang tersugesti permainan petak
umpet yang seharusnya identik dengan tempat-tempat tersembunyi yang
sulit ditemukan. Makanya ketika Wanda menyembunyikan ke empat sandal
jepit di tempat yang justru tak sepenuhnya tersembunyi dan terlihat
oleh mata, ketiganya tidak segera menyadarinya.
Sugesti adalah
proses yang mempengaruhi seseorang sehingga menerima pikiran dan
keyakinan, tanpa bersikap kritis. Dalam permainan petak umpet sandal
jepit yang dilakukan oleh Alfian, Bayu, Nita, dan Wanda, Wandalah yang
berhasil lolos dari jeratan sugesti petak umpet dan mengecoh ketiga
anak lainnya untuk mencari di tempat yang benar-benar tersembunyi
seperti layaknya clue yang seharusnya dilakukan untuk menyembunyikan sebuah benda agar sulit ditemukan.
Ketika
kita menemui suatu masalah, jangan sampai kita turut terbelit-belit
mencari solusinya sampai kemana-mana tanpa melihat jalan keluar yang
sebenarnya sudah ada di depan mata kita. Tidak ada masalah yang terlalu
rumit sehingga tidak bisa diselesaikan. Solusi jitu banyak datang saat
kita meluangkan waktu untuk duduk diam dan berfikir sejenak, bukan
memandang besarnya masalah yang kita hadapi.
Alfian, Bayu, dan
Nita gagal menemukan sandal-sandal jepit yang disembunyikan oleh Wanda
bukan karena tempat persembunyian yang dipilih Wanda terlalu sulit
dijangkau oleh mereka. Tetapi karena mereka lebih memandang masalah dan
terpengaruh permainan yang tengah mereka hadapi, yaitu petak umpet yang
artinya menyembunyikan benda di tempat yang sulit ditemukan sehingga
mereka lupa bahwa tempat persembunyian yang tidak mudah terlihat juga
bisa berada di depan mata! (nj@coe).
"Opportunity is missed by most people because it is dressed in overalls and looks like work" - Thomas A Edison
FYI, lowongan kerja di www.jawaban.com
Kalo ada yang ikut mailist Kristen lainnya, minta tolong di forwardin ya. Urgent!. GBU ^_^ V
WEB CONTENT EDITOR (URGENTLY NEEDED)
Posted On : 23-09-2008
View : 45 times
Requirements :
• S1/D3 from reputable university; • Age minimum 23 years;
• Posses good computer kowledge and skill of MS Office And Graphic Editor especially Photoshop; • Strong writing skill, high interest in journalism; • Good communication skill both written and spoken English; • Highly creative, self motivated, hard worker and should be able to work under pressure and long hours to meet deadline.
If you are interested, send your application letter, newest photograph and CV to hrd@...
--- On Thu, 9/18/08, Sinung Kristanti <sinungkristanti@ yahoo.com> wrote:
From: Sinung Kristanti <sinungkristanti@ yahoo.com> Subject: Duit Gratis dari Bill Gates To: jape_mete00@ yahoo.com, elandsa_style@ yahoo.com, "clar" <clar_simanjuntak@ yahoo.com>, adw3_w@hotmail. com, dennita@orcon. net.nz, baskoro_45@yahoo. com, lisa.andika@ metso.com, irukjoko@gmail. com, "ruth petrus" <rutheid@yahoo. com>, menhariq@gmail. com, yohara_luv@yahoo. co.id, ayudewi2003@ yahoo.com Date: Thursday, September 18, 2008, 10:46 AM
cobain juga ah.... ayo2 ikutan foward! sapa tau dapat rejeki durin runtuh....
Sinung Kristanti
M +62 8157 900 111
"The law of harvest is to reap more than you sow. Sow an act, and you reap a habit. Sow a habit and you reap a character. Sow a character an you reap a destiny"
Please do not take this for a junk letter. Bill Gates is sharing his fortune. If you ignore this you will repent later. Microsoft and AOL are now the largest Internet companies and in an effort to make sure that Internet Explorer remains the most widely used program, Microsoft and AOL are running an e-mail beta test.
When you forward this e-mail to friends, Microsoft can and will track it (if you are a Microsoft Windows user) for a two week time period.
For every person that you forward this e-mail to, Microsoft will pay you $245.00, for every person that you sent it to that forwards it on, Microsoft will pay you $243.00
and for every third person that receives it, you will be paid $241.00. Within two weeks!, Microsoft will contact you for your address and then send you a cheque.
mai kita cuba ...........ramai2. ....aku dah dapat semalam...RM5, 449.00 selepas T/T ke bank akaun aku.
Norhafizah Binti Abdul Halim Setiausaha Pengarah MARA Negeri Kedah Tel:04-7313060/ 7335780 DL: 04-7331734 Faks: 04-7319156 email:norhafizah@mara. .gov.my
kite try, test, tengok..... X rugi pun....
tu la masalah dia sekarang nie wan, aku baru je balik dari bank in cheque USD13k++ dlm FCY a/c kat bawah tadi. Ade 3 day float...... aku yg jadi confuse....biar betul beb duit nie....... kita tunggu dulu, kalu clear duit tu, aku habaq kat smua nooo......
Thanks and Regards ROSFAN MOHD SUBBIAN Trade Finance Ops 03-2034 5861
Nie
betullah? tahun lalu aku dapat email nie..aku forward lah..masa tu masih bute IT lagi kan , so
percayalah.. tup tap tup tap..6 bulan kemudian aku dapat email memohon alamat aku..terkezut aku biler 2 minggu kemudian aku dapat cek bernilai $16, 456...32..giler babi nye seronok...tu dalam US Dollar..biler aku covert, masa tu 3.8...kirelah. .
Hai this is not joke i got 4672$ credited in my ICICI account last week Frnds I got $2163 today only. So I am forwading to u frnds Don't miss this chance< span style='font- size: 7.5pt; font-family: Tahoma;'>
Regards, Sathish kumar. Vnet - 56639
I got $9386. Was shocked!!! Hey!!!!!! Am not joking... .... ......... This really works!!!! !!!!!!!!!!!! !!!!!
I got $12,101 credited with this months salary, that is why I am sending this to you guys. I am almost going mad. Planning to quit TCS and start a new company.. You guys can join hands. What to say yarr????
Love, Ajay Joy Tata Consultancy Services Limited Mailto: ajay.joy@tcs. com Website: http://www.tcs. com MARI KITA CUBA RAMAI-RAMAI, KITA LIHAT SIAPA YANG DAPAT DUIT RAYA TU...... RAYA SAKAN KITA
Oh my god!! Today I ch ecked my HSBC account have RM 5, 667.10 deposited recently! The monthly statement details shown credited by M/S Bill Gates Foundation. It
works!!!
brgds, M
do u think it's true?? Guys It's working I have got $10000 .
Deepak Email scanned and protected by IRONPORT-251 from MICROFOCUS (M) SDN. BHD. TEL.603-92051120 DISCLAIMER: This e-mail and any files transmitted with it ("Message") is intended only for the use of the recipient(s) named above and may contain confidential information. You are hereby notified that the taking of any action in reliance upon, or any review, retransmission, dissemination, distribution, printing or copying of this Message or any part thereof by anyone other than the intended recipient(s) is strictly prohibited. If you have received this Message in error, you should delete this Message immediately and advise the sender by return e-mail. Opinions, conclusions and other information in
this Message that do not relate to the official business of PETRONAS or its Group of Companies shall be understood as neither given nor endorsed by PETRONAS or any of the companies within the Group.
DISCLAIMER : This e-mail and any files transmitted with it ("Message") is intended only for the use of the recipient(s) named above and may contain confidential information. You are hereby notified that the taking of any action in reliance upon, or any review, retransmission, dissemination, distribution, printing or copying of this Message or any part thereof by anyone other than the intended recipient(s) is strictly prohibited. If you have received this Message in error, you should delete this Message immediately and advise the sender by return e-mail. Opinions, conclusions and other information in this Message that do not relate to the official business of PETRONAS or its Group of Companies shall be understood as neither given nor endorsed by PETRONAS or any of the companies within the Group. --~--~------ ---~--~-- --~------ ------~-- -----~--~ ----~ ---Selamat
Berpuasa---- From: P, VP & MTs -~---------- ~----~--- -~----~-- ----~---- ~------~- -~---
New Email names for you! Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else does!
-- Kamarazaman Hj Mohd Isa Moleeta FPF & OBC Project Khartoum . Sudan
Tel Off : 00249 155772231 Mobile : 00249 912330653
************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* **** For information, services and offers, please visit our web site: http://www.klm. com. This e-mail and any attachment may contain confidential and privileged material intended for the addressee only. If you are not the addressee, you are notified that no part of the e-mail or any attachment may be disclosed, copied or distributed, and that any other action related to this e-mail or attachment is strictly prohibited, and may be unlawful. If you have received this e-mail by error, please notify the sender immediately by return e-mail, and delete this message. Koninklijke Luchtvaart Maatschappij NV (KLM), its subsidiaries and/or its employees shall not be liable for the incorrect or incomplete transmission of this e-mail or
any attachments,
nor responsible for any delay in receipt. Koninklijke Luchtvaart Maatschappij N.V. (also known as KLM Royal Dutch Airlines) is registered in Amstelveen , The Netherlands, with registered number 33014286 ************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ****
__________ NOD32 3426 (20080908) Information __________
Mohon bantu menyebarluaskannya ya. Ada teman lagi butuh pekerja segera!
--- On Mon, 9/15/08, wiwik widyaningsih <syivana@...> wrote:
From: wiwik widyaningsih <syivana@...> Subject: Info Lowongan
To: enjie_anggie@... Date: Monday, September 15, 2008, 3:39 AM
Iki Mbak, untuk yg Technical Support tlng dilihat di attachment yaa..................
Selamat siang, Rekan-Rekan sekalian....... Kalo ada temen, saudara, or pacar yg berminat dgn lowongan tsb di bawah, boleh kirim CV & Aplikasinya yaa.............
1. Sekretaris, dgn persyaratan:
a. Perempuan b. Minimal lulusan D3 c. Lancar berbahasa Inggris d. Memiliki kemampuan bahasa asing, ej selain bahasa Inggris (minimal 1 bahasa, misal: Jepang, Jerman, dll) e. Pengalaman menjadi Sekretaris,
minimal 1 tahun f.
Mudah beradaptasi dengan lingkungan dan orang baru g. Memiliki kemampuan berkomunikasi h. Menyukai Traveling
2. Admin & Account staff, dgn persyaratan: a. Perempuan b. Minimal Lulusan D3
c. Memiliki kemampuan mengoperasikan Ms.Office d. Pengalaman di bidang yang sama, minimal 1 tahun e. Memiliki kemampuan berkomunikasi f. Memiliki kemampuan negosiasi g. Bersedia bekerja di bawah tekanan
Yeah ... OOT ... gw mau share kesaksian kecil sebentar ... :D
Sep 14, '08 8:01 PM for everyone
Keadaan
lingkungan tempat tinggal akan mempengaruhi karakter seseorang. Jika
lingkungan tempat tinggalnya buruk, tentu bisa meninggalkan pengaruh
kurang baik baginya, demikian juga sebaliknya.
Awal bulan
September ini jadwal ber-komsel saya di gereja berubah. Sesuai range
usia, seharusnya saya masih ada di komsel pemuda. Tetapi berhubung
rekan sekerja saya sekarang berasal dari gereja dan komsel yang sama,
mau tak mau harus ada reschedule antara
kami berdua agar terjadi keseimbangan antara jadwal kerja, jadwal
pelayanan, dan jadwal ber-komsel di gereja. Dengan berbagai
pertimbangan pula, akhirnya saya memilih menyerahkan hari Kamis malam
sebagai jadwal ber-komsel untuk rekan sekerja saya, sedangkan saya
memilih hari Sabtu malam sebagai jadwal ber-komsel saya meskipun agak
dipaksakan. Kali ini saya masuk di komsel dewasa muda yang rata-rata
usianya sudah 30 tahun keatas dan sudah berkeluarga.
Saya tidak
pernah mempermasalahkan dimana saya harus ber-komsel selama ini. Bagi
saya, komsel adalah ajang untuk berbagi lebih dalam dengan jemaat
gereja lainnya tempat saya bertumbuh dan mengenal Firman Tuhan lebih
jauh daripada sekedar menangkapnya di hari Minggu saja. Saya menganggap
komsel itu juga penting diikuti oleh anak-anak Tuhan selain mengikuti
ibadah gereja di hari Minggu. Cakupan komsel yang lebih kecil daripada
jemaat Mingguan membuat setiap pribadi lebih bisa terfokus mendalami
Firman Tuhan.
Meskipun selama ini saya tidak pernah
mempermasalahkan dimana saya harus ber-komsel, nyatanya keikutsertaan
saya di komsel dewasa muda gereja Sabtu malam dua minggu kemarin sempat
membuat saya merasa 'salah alamat' seminggu berikutnya. Saya adalah
anggota termuda di komsel dewasa muda itu sekaligus yang belum menikah
sendiri - hahaha, namanya juga salah masuk range. Awalnya saya cukup enjoy
dengan suasana komsel yang menerima alasan saya ikut bergabung dengan
mereka karena harus berbagi jadwal dengan rekan sekerja saya dan 'daripada nggak ikut komsel to?'. Tetapi begitu masuk ke share kehidupan pribadi masing-masing, saya tercengang!
Seorang
Ibu bersaksi tentang kepergian suaminya akibat tergoda oleh wanita lain
dan karenanya sekarang ia harus menghidupi anak-anaknya sendirian
sebagai single parent. Saya
garuk-garuk kepala saat mendengar kesaksian Ibu ini. Ini bukan kali
pertama saya mendengar kisah seperti ini sebenarnya. Di forum Kristen online tempat
saya biasa berbagi kisah dan masalah seputar ke-Kristenan di dunia
maya, saya sering ikut menjawab kisah-kisah yang mirip seperti kisah
Ibu ini dari member yang ada.
Kalau di internet saya bisa santai menanggapinya, ternyata begitu
berhadapan dengan orang asli yang mengalami hal seperti ini secara
nyata membuat saya 'keder' juga.
Seminggu sejak kejadian di komsel dewasa muda perdana yang saya datangi, saya selalu bertanya-tanya kepada Tuhan. "Wah,
beneran ni salah masuk Tuhan. Aku mau balik ke komsel pemuda lagi aja.
Dewasa muda belum masaku ... Mereka terlalu dewasa, aku masih
anak-anak."
Saat saya menceritakan kasus saya yang salah masuk komsel ini ke seorang teman, ia pun tertawa menaggapinya.
A: "Kayaknya
bukan loe banget deh kalau ngrasa nggak bisa beradaptasi dengan cepat
di sebuah lingkungan baru. Bukannya loe biasa dengan keadaan out of
control yang kebalik-balik selama ini?" Enjie:
"Yee, ini beda bu. Gw aja merit belum, ni udah ngadepin cerita seorang
Ibu ditinggal suaminya pergi sama wanita lain. Wuekk, berat amat
kasusnya ... Nggak sanggup gw kalo ndengerin kisah gini atau sejenisnya
tentang rumah tangga terus-menerus." A: "Ambil
positifnya aja kali. Dengan begitu kan loe tahu kalo pernikahan itu
nggak main-main dan kasus-kasus negatif seperti yang loe baca di
internet, koran, atau tv itu ada dan loe harus hati-hati agar nggak
jatuh dilubang yang sama dengan mereka saat membina rumah tangga
nanti." Enjie: "Iya sie, tapi tetep aja gw belum bisa terima cerita gitu dengan iklas sekarang. Belum waktunya ..." A: "Iyalah,
kan loe belum merit bo'. Kalo loe terima kesaksian Ibu itu
mentah-mentah jangan-jangan loe mutusin bakal nggak merit seumur hidup
abis ini wkwkwk." Enjie: "Nggak lah. Jangan sampek gw terimpartasi yang negatifnya dan dalam nama Yesus nggak bakal gw kena masalah kayak gitu!" A: "Ya
udah. Loe kan udah tahu kalo di dewasa muda ya pasti yang dibahas soal
keluarga masing-masing nggak seperti di pemuda yang rata-rata masing
single atau pacaran. Tinggal loe cover diri aja. Ambil yang baik dari
mereka, buang yang buruk dan ambil pembelajaran darinya."
Mendengar
kata-kata teman saya ini, akhirnya mengingatkan satu bab dari buku The
Purpose Driven Life-nya Rick Warren yang pernah saya baca. Ketika kita
sedang menghadapi masalah, jangan bertanya, "Mengapa ini terjadi padaku Tuhan?" tapi katakanlah, "Apa yang ingin Engkau mau aku pelajari dari sini?"
"Yeah,
gw emang nggak boleh nyerah dengan situasi yang kurang mendukung ini.
Kalo cuma masalah gini gw nyerah nggak mau ke komsel berarti gw
pengecut ah." Makanan yang disodorkan ke mulut saya kali ini
memang lebih keras dari yang seharusnya saya makan. Memuntahkannya
kembali dan menolak memakannya tidak akan pernah membuat saya bertumbuh
lebih dewasa. Perbedaan usia, perbedaan generasi, dan perbedaan latar
belakang tidak boleh membuat saya berhenti ber-komsel, ini adalah
keputusan terakhir yang saya ambil setelah perjuangan dengan doa selama
seminggu sesudahnya.
Sabtu malam kemarin saya kembali melenggang
masuk ke komsel dewasa muda. Kali ini saya lebih ringan bebannya
setelah memantapkan diri dengan berdoa minta kekuatan dari Tuhan.
Sebuah ice breaker yang
dilakukan diawal komsel, juga memberi saya celah untuk mengetahui
seberapa jarak yang harus saya kejar dari keberadaan saya di komsel
ini. Ice breaker ini
dilakukan oleh masing-masing berpasangan dua orang. Secara bersamaan,
satu orang membuat pertanyaan dan lainnya membuat jawabannya tanpa ada
interaksi sebelumnya. Kali ini saya berpasangan dengan seorang
Bapak-bapak yang anak pertamanya seusia saya.
"Wah, beda generasi nie. Pasti aneh hasilnya." Setelah
dicocoknya antara pertanyaan yang dibuat oleh si Bapak dan jawaban
saya, ternyata memang memperlihatkan gap yang cukup lebar. Beliau
mengajukan pertanyaan seputar kondisi kerohanian sesuai dengan
kapasitas Beliau, tetapi saya memberikan jawaban sesuai dengan tingkah
laku saya sehari-hari - namanya juga anak muda, pake gaul lagi hehehe.
Kelompok
saya adalah kelompok paling 'joko sembung naik vw' alias 'enggak
nyambung weee' dibandingkan dengan kelompon-kelompok lain. Semua
pertanyaan dan jawaban yang ada sama sekali tidak ada kesinambungannya.
Dan itu membuat saya mengerti bahwa saya harus banyak belajar dari
senior-senior saya di komsel dewasa muda ini yang jelas jauh lebih lama
hidup daripada saya, jauh lebih berpengalaman di dunia Kristen daripada
saya, dan jauh lebih banyak makan asam dan garam kehidupan daripada
saya.
Jika di lingkungan pemuda saya bisa bertingkah dan
berfikir seperti pemuda lainnya, di lingkungan dewasa muda ini saya
dituntut untuk menyesuaikan diri juga dengan lingkungan. Tentu tidak
sopan jika saya mengeluarkan bahasa gaul seperti, "So what gitu loh?", "Kok loe gitu sie?", "Cape' degh", "Sumpeh loe?", "Ya iyalah, masa iya dong",
dan lain-lain di depan para Bapak-bapak atau Ibu-ibu yang rata-rata
usianya sama seperti Papi, Mami, dan kakak-kakak saya. Lingkungan baru
ini membuat saya belajar untuk lebih bersikap dewasa dan bertindak
semakin bijaksana.
Kali kedua keberadaan saya di komsel dewasa
muda mulai menjurus kearah lebih serius lagi yang jarang saya dapatkan
di komsel-komsel pemuda sebelumnya. Apa itu? Wuah,
soal kesaksian metode penginjilan, peneguhan karunia-karunia pelayanan
dan talenta masing-masing pribadi, sampai kesaksian mengenai karunia
penyembuhan dan kuasa iman. Saya mendapatkan banyak hal dari
Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang ada itu untuk memantapkan kerohanian saya
ke level yang benar-benar dewasa. Kesaksian seorang Bapak yang saat ini
sedang menginjili rekan sekerja yang belum pernah kenal Yesus dengan
kuasa kesembuhan yang ada padanya membuat saya tak urung gigit jari.
"Iiihhh, pingin bisa kayak Bapak itu ..." Selama
ini pelayanan saya masih lebih mengarah pada memuridkan orang lain,
belum seutuhnya mem-PI orang yang tidak pernah bersentuhan dengan
Kristus sama sekali - pernah
beberapa kali ikut mem-PI orang yang belum mengenal Kristus semasa
kuliah dulu, tapi belum ada yang berhasil percaya Kristussampai sekarang.
Berada diantara orang-orang yang sudah mempraktekkan Injil 'keluar
kandang' ini tak urung membuat saya kembali diingatkan akan orang-orang
yang belum mengenal Kristus di sekeliling saya. Kembali meneguhkan
bahwa satu nyawa itu sangat berharga bagi Tuhan dan menanamkan satu
prinsip baru dalam hidup saya, 'Jangan mati dulu sebelum membawa minimal satu jiwa bagi Kristus'.
Sekarang
saya merasa beruntung dengan keadaan yang saya dapat ini. Ada dua dunia
yang agak berbeda menjadi tempat saya bertumbuh. Dunia pemuda dengan
semangat dan semaraknya dan dunia dewasa muda dengan makanan-makanan
rohani serba kerasnya. Semuanya adalah pendewasaan iman bagi saya.
Meskipun diawalnya saya kurang nyaman dengan kesalahan tempat yang
memaksa saya untuk bertindak lebih jauh dari yang seharusnya, saya
mengimani bahwa baik atau buruk, keadaan yang tepat atau tidak tepat,
bisa dipakai-Nya untuk membangun saya menjadi lebih baik dari hari ke
hari.
Manusia dewasa bisa menelan semua jenis makanan yang
disodorkan ke mulutnya dan merespon cepat terhadapnya. Jangan tolak
didikan Tuhan meski Ia membawakanmu sepotong tongkat untuk memukulmu
dengan keras.
Amin?
Ini waktunya untuk menjadi penuai-penuai akhir zaman yang tak pernah lelah membawa jiwa-jiwa bagi kemuliaan Yesus!
Generasi Tanpa Tembok adalah komunitas interdenominasi yang tidak
dibatasi oleh tembok-tembok denominasi, suku dan ras, dalam satu jemaat
Tuhan. Mari membahas hal-hal yang bisa mengubah dunia ini, "One person
can make a change".
Kiranya komunitas ini dapat membawa kita menjadi lebih dekat lagi
hubungan pribadi kita dengan Tuhan Yesus, membangun dan menguatkan iman
kita, dan memperdalam rasa kasih kita pada Tuhan dan sesama.