"Tafakkaru fil-kholqi wa laa tafakkaru fil-khooliq"
(Berpikirlah tentang apa yang diciptakan dan janganlah berpikir tentang Pencipta)
Allah membatasi golongan manusia yang belum siap mencapai hakikat Kebesaran Allah dengan hadits tersebut, namun bukan berarti manusia tidak boleh merenungkan hakikat Kebesaran dan Keindahan Allah itu.
"Man 'arofa nafsahu faqod 'arofa robbahu"
(Barangsiapa yang mengenal dirinya maka ia kenal akan Robbnya)