Thursday, 02 July 2009 01:11
Jakarta | Harian Aceh
- Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2009 mencatat Aceh sebagai
provinsi tingkat kemiskinan perkotaan ke lima dari 33 provinsi di
Indonesia. Penduduk perkotaan miskin di Aceh mencapai 15,44 persen.
Sementara
Nusa Tenggara Barat menduduki peringkat pertama dengan persentase
mencapai 28,84 persen. Posisi kedua ditempati oleh Bengkulu dengan
19,16 persen, kemudian Sumatera Selatan dengan 16,93 persen, dan
Lampung 16,78 persen.
Sedangkan provinsi dengan tingkat
kemiskinan paling sedikit ditempati oleh DKI Jakarta (3,62 persen),
Kalimantan Selatan (5,12 persen), dan Bali dengan 5,13 persen.
Untuk
kemiskinan penduduk kota dan desa tertinggi, menurut BPS, ditempati
Papua dibanding 33 provinsi lain di Indonesia. Posisi ini tidak
bergeser dibanding persentase tingkat kemiskinan pada 2008 lalu.
Saat
itu Papua menduduki posisi teratas dengan angka 37,08 persen. Per Maret
2009 ini, persentase kemiskinan nasional adalah 14,15 Persen. Posisi
kedua sampai kelima ditempati Propinsi Papua Barat (35,71 persen),
Maluku (28,23 persen), Gorontalo (25,01 persen), dan Nusa Tenggara
Timur dengan 23,31 persen.
Persentase penduduk miskin ini kalau
dilihat dari penyebarannya di pedesaan paling besar berada di provinsi
Papua. Tingkat kemiskinan di sini mencapai 46,81 persen atau 732 ribu,
paling tinggi dari rata-rata nasional kemiskinan di pedesaan yang hanya
17,35 persen per Maret 2009.
Tingkat kemiskinan di Papua ini,
menurut BPS, besarnya juga mengalami peningkatan dibanding Maret 2008
yang hanya 45,96 persen. Namun demikian untuk tingkat penduduk miskin
di perkotaan, Papua posisinya lebih rendah dibanding tingkat kemiskinan
rata-rata nasional yang mencapai 10,72 persen. Di Papua, tingkat
kemiskinan di perkotaan jumlahnya hanya 6,1 persen atau menduduki
peringkat ke 22 dari 33 provinsi.
Posisi kedua penyebaran
penduduk miskin di pedesaan ditempati Papua Barat dengan 44,71 persen
atau sebanyak 248 ribu. Sedangkan di posisi ketiga Maluku dengan
persentase penduduk miskin di pedesaan 35,56 persen, Gorontalo
menempati posisi ke empat dengan 32,82 persen. Posisi ke lima ditempati
provinsi Nusa Tenggara Timur dengan persentase penduduk miskin 25,35
persen.(vvn)
"Bèk Prëh Singêuh Péu Nyang Jêut Ta Péugöet Uroë Nyoë"
"Mêunyoë Digöeb Jêut, Pakêun Gêutanyoë Han Jêut?"