Search the web
Sign In
New User? Sign Up
sa-roha · Foundation

Group Information

? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Real people. Real stories. See how Yahoo! Groups impacts members worldwide.

Messages

  Messages Help
Advanced
MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (II)   Message List  
Reply Message #1112 of 7175 |

MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (II)

Oleh : Z.Pangaduan Lubis

 

Jaman pra sejarah mulai dari masa Palaleolithicum sampai masa Neolithicum (megalithicum) berlangsung sangat lama. Baru kemudian disusul zaman sejarah, yang ditandai oleh penggunaan tulisan (aksara) oleh manusia yang bersangkutan. Etnis Mandailing memang punya aksara sendiri yang dinamakan Surat Tulak-Tulak.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh sarjana atau pakar Barat seperti Harry Parkin dan Uli Kozokh, dapat diketahui bahwa Surat Tulak-Tulakdari Mandailing merupakan asal mula dari aksara etnis lainnya yang terdapat di sebelah utara Mandailing. Dengan kata lain, Surat Tulak-Tulak dari Mandailing tersebar ke arah Utara sampai ke Dairi.

Dalam bukunya Batak Fruit Of Hindu Thought hal 101, tahun 1978 Harry Parkin mengatakan : ".aksara tersebut masuk ke daerah Toba dari Mandailing. Dari Toba jalan yang dilaluinya bercabang dua mengelilingi danau, satu cabang bergerak memasuki Simalungun, dan cabang yang satu lagi memasuki Dairi, dan dari sana masuk pula ke Karo. Hal ini terjadi secara bertahap dan alamiah...".

Dr.Uli Kozoh menggambarkan persebaran Surat Tulak-Tulak dari Mandailing ke Utara.sebagaimana yang digambarkan dalam sebuah peta.

Kalau penggunaan aksara Tulak-Tulak dipakai sebagai pertanda jaman sejarah di Mandailing, kita juga belum tahu sama sekali kapan waktunya warga Mandailing menggunakan aksara entis tersebut. Itu berarti bahwa kita tidak tahu kapan mulai warga Mandailing mengawali jaman pra sejarahnya.

Barangkali tidak salah kalau sejarah Mandailing kita bicarakan dengan mengawalinya dengan jaman Hindu di Indonesia atau jaman Hindu di Mandailing. Karena kita tahu bangsa Hindu yang datang ke Indonesia termasuk Mandailing mempunyai aksara. Dalam hubungan ini ada beberapa pendapat (teori) yang mengatakan bahwa aksara-aksara etnis yang terdapat di Nusantara ini termasuk Surat Tulak-Tulak Mandailing berasala dari aksara Hindu yang disebut aksara Pallawa, aksara Dewa Nagari dan Kala Nagari.

Kalau pendapat ini  kita terima maka dapatlah kita katakan bahwa jaman sejarah di Mandailing mulai dari awal abad Masehi. Karena pada masa itulah  orang Hindu dan India mulai masuk ke Mandailing antara abad pertama dan abad kelima Masehi. Sebab pada abad ke 2 Masehi orang Hindu dan India mulai sibuk mencari emas karena pasokan emas ke India pada waktu itu mulai terhenti akibat terjadinya kerusuhan besar di Asia Tengah akibat terjadinya penyerbuan  bangsa Tar Tar dan bangsa Hun serta bangsa Mongol.

Kita tahu bahwa bangsa Hindu menyebut pulau Sumatera: Swarna Dwipa (Pulau Emas) yang menjadi tujuan bangsa orang Hindu dari India pada waktu mereka berusaha mencari emas. Di pulau Sumatera wilayah Mandailing (yang pada masa dahulu termasuk di dalamnya kawasan Pasaman) kaya dengan emas. Mandailing pada jaman dahulu dinamakan Tano Omas Sigumorsing.

Banyaknya emas di Mandailing dapat dibuktikan  bahwa pada jaman Belanda di Mandailing Julu terdapat tambang emas kepunyaan Belanda yang dinamakan Tombang Ubi. Tambang emas tersebut merupakan tambang emas Belanda yang ke dua di Indonesia. Yang pertama tambang emas Belanda adalah di Pasaman yang bernama tambang Manggani.

Dengan bukti yang demikian ini, cukup logis dan masuk akal kalau dikatakan orang Hindu pada awal abad Masehi mulai datang ke Mandailing buat mencari emas.

Peninggalan Hindu yang tertua di Sumatera terdapat di desa Simangambat dekat Panyabungan berupa Candi Ciwa. Menurut pakar arkeologi berkebangsaan Jerman, Schnitger candi tersebut berasal dari abad 8. Selain itu, di Pidoli Lombang, Panyabungan terdapat kawasan yang bernama Saba Biara, di tempat itu terdapat banyak bekas Candi.

Di Padang Mardia, Panyabungan terdapat Lingga dan Yoni yang merupakan lambang kesuburan bagi orang Hindu.

Masih banyak terdapat di Mandailing peninggalan Hindu dan Budha yang selama ini diabaikan.

Ada dugaan, orang Hindu yang datang ke Mandailing banyak yang berasal dari kerajaan Kalingga di India Timur. Oleh sebab itulah mereka disebut orang Holing. Mereka berpusat di Mandailing sebelum tersebar ke tempat-tempat lain di Sumatera.

Dalam bahan Sansekerta wilayah yang dijadikan sebagai pusat sesuatu, misalnya pusat pemukiman dinamakan Mandala. Jadi pusat orang Hindu atau orang Holing di Sumatera dinamakan Mandala Holing. Lama kelamaan nama ini barubah menjadi Mandailing. Demikianlah suatu hipotesis mengenai asal nama Mandailing.

Selama orang-orang Hindu/Holing tinggal di Mandailing, kebudayaan mereka banyak yang bercampur dengan kebudayaan entis Mandaling.Misalnya bercampur dengn bahasa Mandailing,dengan perlambang-perlambang budaya Mandailing seperti Bindu Matoga Matogu. Setelah sekian lama orang Holing tinggal di daerah Mandailing kita tidak tahu kemana mereka perginya. Tetapi dibeberapa tempat di Mandailing seperti Pidoli Dolok kita bisa temukan penduduk setempat yang menyerupai orang Holing (keling). Juga di tempat-tempat lain. Kita tidak dapat pastikan apakah mereka itu merupakan sisa-sisa orang Holing di Mandailing dan masa beberapa abad yang lalu.

 

Sumber : (Diketik Ulang dari ) Tabloid Sinondang Mandaling, Edisi Agustus 2007

 

Salam

 

Benas

 



Tue Dec 18, 2007 4:27 pm

beny_nasution
Offline Offline
Send Email Send Email

Message #1112 of 7175 |
Expand Messages Author Sort by Date

MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (II) Oleh : Z.Pangaduan Lubis Jaman pra sejarah mulai dari masa Palaleolithicum sampai masa Neolithicum (megalithicum)...
M.Syurbainy Nasution
beny_nasution Offline Send Email
Dec 19, 2007
12:22 am

Koum-sisolkot sasudena, informasi lain mengenai Mandailing, silakan berkunjung ke situs kami: http://edinasution.wordpress.com/ http://gondang.blogspot.com/ ...
edi nasution
edi.nasution@... Send Email
Dec 19, 2007
6:27 am

... (aksara) ... aksara ... lainnya ... Harry ... mengelilingi ... satu ... terjadi ... Mandailing ... waktunya ... bahwa ... dengan ... beberapa ... terdapat ...
bagindo_porang Offline Send Email Feb 15, 2008
6:05 pm
Advanced

Copyright © 2010 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines NEW - Help