Judul Album : Definitive Collection
Artis : Prambors Band
Label : Target Pop
Tahun : 2009
.Seolah terseret ke sebuah masa di akhir era 70-an.Itu kesan yang muncul
manakala menyimak album "Prambors Band - Definitive Collections" yang dirilis
Target Pop.Sebuah upaya pendokumentasian musik (pop) Indonesia patut
didukung.Setidaknya,ada juga label Indonesia yang mencoba menerapkan kiprah yang
dilakukan label luar seperti Rhino yang tiada henti merilis dan meremaster
album-album back catalog.
Prambors Band adalah band yang dibentuk Mochammad Noor Aroembinang,salah satu
dedengkot Radio Prambors yang juga ikut membidani ajang kompetisi Lomba Cipta
Lagu Remaja di tahun 1977.Terdiri atas Oding Nasution (gitar),Yaya Moektio
(drums),Sudibyo (bas),Dondy SM (keyboards) serta Eben dan Sarah Hutauruk sebagai
penyanyi.
Ada sederet hits dari 4 album Prambors Band yang dirangkum disini yaitu i
"Jakarta Jakarta" (1978),"Sebentuk Keresahan" (1979) dan "10 Pencipta Remaja"
(1979)" serta "Kemarau II" (1986) .Untuk album yang keempat,formasi Prambors
Band berubah dengan masuknya Suresh Ariesta (bass),Kicky Marakarma (keyboards)
dan Roedy Damhudy (vokal).
Menariknya di album ini,terutama yang diambil dari "10 Pencipta Remaja",terdapat
hits seperti "Sepercik Air" yang dipopulerkan almarhum Deddy Stanzah,"Kehidupan"
oleh Louise Hutauruk dan "Cinta Diri" oleh Utha Likumahuwa.
Pengaruh dari sukses album LCLR 1977 dan LCLR 1978 serta album solo Chrisye dan
Keenan yang kebetulan dirilis pada tahun 1978,banyak mempengaruhi perangai
musik Prambors Band.
Mochammad Noor Arumbinang mendominasi penulisan lagu dan lrik Prambors Band.Pada
album
"Jakarta Jakarta" tampak jelas mereka ingin lain dari segi pengungkapan
lirik.Mulai dari isu gender yang terungkap dalam "Pria dan Wanita" :
Sampai zamannya Siti Nurbaya
Wanita dikawin paksa
Pria di zaman Siti Nurbaya
Bagai Raja bermahkota
Tapi di zaman sekarang
Semua telah bebas bicaranya
Pria wanita telah sama
Sama tingkah dan lakunya.
Disini juga terdapat lagu "Jakarta Jakarta" yang disajikan dalam tema hustle
yang riang.Lagu ini juga menjadi tema film "Jakarta Jakarta" yang dibesut
almarhum Ami Priyono dan dibintangi Ricca Rachim dan El Manik.
Simak pula lirik lagu "Kisah Dizaman Kini" yang dibesut dalam aura funk :
Kisah di zaman kini
Ada penyanyi bawa peti mati
Sambil menyanyi ia lupa diri
Dengan lagu yang tidak merdu
Kisah di zaman kini
Tua beristeri gadis asli
Janda bersuami muda
Kerja susah tak kerja pun susah
Lawan dipupuk kawan dilupakan
Arransemen musik patut diakui mencoba mendekati gaya simfonik rock yang
ditorehkan Yockie Soerjoprajogo dalam LCLR 1978.Keyboard agak mendominasi
sebagai pengganti bunyian orkestral diimbuh permainan gitar elektrik Oding
Nasution yang progresif.Nyata benar dalam mengjasilkan solo melodi,Oding banyak
menyimak pattern yang pernah diperkenalkan Jan Akkerman (gitaris Focus) dan
Steve Hackett (gitaris Genesis).Permainan drum yang dimainkan Yaya memang
akurat tapi kadang suka berlebihan.
Pengaruh warna kelompok musik progresif Belanda seperti Kayak dan Ekseption
terasa terutama pada penonjolan unsur keyboard
Di album kedua bertajuk "Sebentuk Keresahan",Prambors Band masih tetap
meneruskan konsep yang sama dengan album pertama.Masih tetap menghadirkan lirik
bernuansa kritik sosial seperti "Sebentuk Keresahan" hingga "Bila Hamba
Bertanya Paduka"..
Dan lagi-lagi beberapa lagu di album ini juga hadir sebagai soundtrack film
"Pacara Seorang Perjaka" (1978).garapan sutradara Ishaq Iskandar dengan Achmad
Albar dan Rini S Bono sebagai pemeran utama.
Di tahun yang sama,Prambors Band kembali tampil dalam album "10 Pencipta
Lagu Remaja" yang berisikan 10 lagu yang masuk semi finalis dalam LCLR
1978.Lagu-lagu ini dianggap gagal untuk masuk Dasa Tembang Tercantik,tapi oleh
panitia ke 10 lagu di album ini memiliki kualitas yang tak kalah dengan 10
Finalis LCLR 1979.
Insting panitia ternyata berbukti lagu seperti "Sepercik Air" karya Iman
A.Brata ,"Kehidupan" karya Michael Panggabean maupun "Cinta Diri" karya Harry
Dea dari Balagadona Vokal Group.
Lalu ada juga sequel dari Kemarau yang diberi judul "Kemarau II" dengan
mengedepankan vokalis pop beratmosfer rock Roedy Damhudi.
Apabila anda ingin menelusuri sekeping warna musik yang menggelayut di akhir
dasawarsa 70-an,maka album ini layaklah berada di genggaman tangan anda.
Tracklist
1.Kemarau
2.Pria &Wanita
3.Pinta dalam Titah
4.Sepercik Air
5.Sebentuk Keresahan
6.Khayalan
7.Cinta Diri
8.Cahaya Di Ufuk Timur
9.Kemarau II
10.Bila Hamba Bertanya Paduka
11.Jakarta Jakarta
12.Kisah Di Zaman Kini
13.Kehidupan
14.Wajah Wajah
15.Pasangan Abadi (Parasatu Band)
Denny Sakrie
[Non-text portions of this message have been removed]