Search the web
Sign In
New User? Sign Up
ppiindia · Milis Nasional Indonesia Internasional
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Hear how Yahoo! Groups has changed the lives of others. Take me there.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.

Messages

  Messages Help
Advanced
Messages 85449 - 85478 of 100114   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Messages: Show Message Summaries   (Group by Topic) Sort by Date ^  
#85449 From: heri latief <herilatief@...>
Date: Wed Oct 1, 2008 1:04 pm
Subject: Reminder -> Fw: Undangan/ Siaranpers:Rekonsiliasi demi Keadilan kudeta dan sekarang!
herilatief
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Dimana: Amsterdam

Theatrum Anatomicum van de Waag, Nieuwmarkt 4, Amsterdam   

    www.waag.org



Kapan: 1 oktober 2008, Pukul  20.00 uur.

Acara diadakan tanpa dipungut bayaran/ GRATIS

dan pula disiarkan secara langsung di Killer Tv.


Click: http://test.killertv.nl/




--- On Sat, 9/27/08, Mira Wijaya Kusuma <la_luta@...> wrote:

Date: Saturday, September 27, 2008, 6:13 AM

Uitnodiging/ persbericht: Reconciliatie met Rechtvaardigheid. De Kudeta 1965 en
Nu,

Sumber: bahasa Belanda, silahkan click: http://waag.org/news/40388



Undangan/ Siaranpers:



Rekonsiliasi demi Keadilan


kudeta dan sekarang!




Bersama a.l.: Heri Latief, Saskia Wieringa, Jaromil, Dasa, Tabe
Kooistra dan puisi, film, pameran buku serta musik oleh Tri dan Franky.



Pada 30 september 1965 telah diawali dengan Kudeta, yaitu pengambil
alihan kekuasaan, yang artinya pula berakhirnya periode pemerintahan
Presiden Soekarno. Beberapa hari kemudian lebih dari 500.000 orang di
bunuh dengan tuduhan simpatisan komunis. Sekitar sejuta orang di
tangkap. Dengan kematian mereka, perdebatan pun juga di kubur.



Peristiwa Kudeta dan pembunuhan massal " tidak dibicarakan" dan selama
lebih dari 40 tahun lamanya, banyak orang ingin menceritakan pengalaman
hidupnya, korban nyawa
manusia pada akhirnya oleh anggota keluarganya ingin dikuburkan kembali
secara wajar, kisah kenyataan hidupnya ingin pula di ungkap demi
kebenaran. Di Afrika
Selatan dan Chile telah menemukan bentuk cara baru untuk saling bertemu dan
saling mema'afkan antar
korban dan pelaku kejahatan manusia tanpa pertumpahan darah. Untuk itu pada
pertemuan kita bersama ingin berkesempatan saling berdialog dan kemungkinannya 
melakukan
penelitian untuk mediation di Indonesia.



Kekuatan seni, teater dan literatur



Pada
intinya tidaklah bisa diuraikan dengan kata-kata, kecuali melalui seni,
puisi dan
literatur. Siapakah kami, dan mengapa kita berbeda dengan lainnya, dan
kenapa kita ingin hidup dan mati buat ideal kita yang lebih besar dari
kemampuan kita sendiri? Apakah "identitas" menjadi tantangan besar?
Nyatanya, membangun
nasional identitas selalu membawa kekerasan dan apakah kita bisa
pelajari dari Indonesia, bilamana kita melihat dan membandingkannya
dari sisi pencerahan Eropa baru sampai sa'at ini yang tercipta?
Tanpa jiwa kemanusiaan, tanpa integrasi emosional dan pengalaman manusianya,
tentunya
perdamaian tak akan bisa tercapai.



Lokatip Media, Aplikasi untuk lokalisasi dan annotasi dari pembunuhan
massal.



Apakah kuburan massalnya bisa di akses melalui Google Earth?
Apakah akan ada penyediaan aplikasi untuk handphone (hp), yang  bisa
mengakses atau meng-upload foto-foto kuburan massal ke site yang terlindungi dan
terjamin aman?
Apakah ada kemungkinan untuk membuat perangkat keras open source, yang
basisnya dengan cara pengembangan data registrasi secara interaktip melalui
dyne.org, dengan memberi fasilitas pada semua orang yang menggunakan
pengiriman dan penerimaan via bluettooth atau wireless secara aman dan
terlindungi? Sa'at ini di
Jawa Timur ada kasus drama besar sehubungan dengan kisah jatuh cinta para
putra-putrinya, yang akhirnya terungkap bahwa orang tuanya adalah
sebagai pelaku ataupun sebagai korbannya.



Program proyek:

Bagaimana
generasi muda bisa memulai berdialog tentang apa yang di
alami oleh ayah atau Ibunya? Kita mengusulkan, bagaimana kita bisa
menciptakan kesempatan itu? Putra atau putrinya bisa mengajukan
pertanyaan-pertanyaan kepada Ayahnya atau Ibunya, juga kepada Kakek
atau neneknya mengenai dimana keberadaan kuburan massal, yang
diketahuinya sekitar
lingkungan tempat tinggalnya, dan pula menelusurinya untuk mencari tahu
tentang kenyataan
kejadiannya sampai terjadi pembunuhan. Bilamana salah satu kuburan
telah ditemukan, maka pengkoordinasiannya
akan bisa langsung ditangani bersama GPS, sehingga bisa langsung
dikirim ke website. 



Dimana: Amsterdam

Theatrum Anatomicum van de Waag, Nieuwmarkt 4, Amsterdam   

    www.waag.org



Kapan: 1 oktober 2008, Pukul  20.00 uur.

Acara diadakan tanpa dipungut bayaran/ GRATIS

dan pula disiarkan secara langsung di Killer Tv.

Click: http://test.killertv.nl/



Diterjemahkan oleh R.Miryanti - Amsterdam, 26 September 2008



Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65, click: http://www.progind.net/  












[Non-text portions of this message have been removed]

#85450 From: Satrio Arismunandar <satrioarismunandar@...>
Date: Thu Oct 2, 2008 7:05 am
Subject: Ancaman hukum terhadap Blogger makin meningkat...
satrioarismunandar@...
Send Email Send Email
 
Bloggers and Other Online Publishers Face Increasing Legal Threats
 



There is a widely held belief that the Internet is a legal no man's land, where
people are free to publish what they wish without fear of censure or
repercussions. While this may have been true back when the Internet was
populated largely by techies swapping information on obscure Usenet groups, it
is no longer true today. Perhaps it's a product of the maturing of the medium
that lawyers are starting to take notice. Perhaps it's because some bloggers and
Web site operators, albeit a small number, are making money from their online
publishing activities. Whatever the reason, there has been a steady -- and
dramatic -- increase in the number of lawsuits filed against online publishers. 
 









RELATED


















NewsU Course: The Basics for Bloggers & Other Online Publishers
This course addresses three important areas of media law that specifically
relate to gathering information and publishing online: defamation, privacy and
copyright. >Learn more or enroll now


In the last 10 years, we have seen the number of civil lawsuits filed against
bloggers and other online publishers increase from 4 in 1997 to 89 in 2007 (See
Figure 1). We aren't just talking about the CNN's and New York Times' of the
world. At the Citizen Media Law Project, which I direct, we have cataloged more
than 280 such lawsuits filed in 43 states and the District of Columbia, ranging
from copyright infringement claims against celebrity-gossip bloggers to
defamation claims against operators of hyper-local journalism sites.
While only a few of these lawsuits have resulted in liability, seven cases in
our database resulted in verdicts or settlements in the six-figure range (See
Figure 2). For example, the largest judgment to date involved a $11.3 million
defamation verdict against a woman who criticized an organization she hired to
help remove her son from a boarding school in Costa Rica, referring to the head
of the organization as a "crook," "con artist" and "fraud." Scheff v.
Bock (Sept. 19, 2006 Florida Circuit Court).
 
In fact, every time someone publishes anything online, whether it's a news
article, blog post, podcast, video or even a user comment, they open themselves
up to potential legal liability. This shouldn't come as a surprise because the
Internet, after all, is available to anyone who wishes to connect to the
network, and even the smallest blog or most esoteric discussion forum has the
potential to reach hundreds of millions of people throughout the world.
Often the legal risks are small, but not always. Whether you are seasoned
journalist or just someone who occasionally posts online, you will benefit from
a basic understanding of media law. Let's start with a few of the more obvious
risks.
 
First, if you publish information that harms the reputation of another person,
group or organization, you may be liable for "defamation" or "false light."
Defamation is the term for a legal claim involving injury to reputation caused
by false statements of fact. False light, which is similar to defamation,
generally involves untrue factual implications. The crux of both of these claims
is falsity; statements of opinion and truthful statements and implications that
harm another's reputation will not create liability, although the latter may
open you up to other forms of liability if the information you publish is of a
personal or highly private nature.







Click here for a larger view of this chart.Second, if you publish private or
personal information about someone without permission, you potentially expose
yourself to legal liability even if your portrayal is factually accurate. For
example, in most states you can be sued for publishing private facts about
another person, even if those facts are true. The term "private facts" refers to
information about someone's personal life that has not previously been revealed
to the public, that is not of legitimate public concern, and the publication of
which would be offensive to a reasonable person. This would include such things
as writing about a person's medical condition, sexual activities or financial
troubles.
 
If you use someone else's name, likeness or other personal attributes without
permission for an exploitative purpose you could also face liability for what is
called "misappropriation" or violation of the "right of publicity." Usually,
people run into trouble in this area when they use someone's name or photograph
in a commercial setting, such as in advertising or other promotional activities.
But, some states also prohibit use of another person's identity for the user's
own personal benefit, whether or not the purpose is strictly commercial.
 
Third, if you allow reader comments, host guest bloggers on your site, operate
an online forum, or if you repost information received from RSS feeds, section
230 of the Communications Decency Act will likely shield you from liability for
problematic statements made by your users, guests and other third-parties. You
will not lose this immunity even if you edit the content, whether for accuracy
or civility, and you are entitled to immunity so long as your edits do not
substantially alter the meaning of the original statements. Keep in mind that
this important federal law will only protect you if a third-party -- not you or
your employee or someone acting under your direction -- posts something on your
blog or Web site. It will not shield you from liability for your own statements.
 
Finally, if you publish or use the creative work of others without permission,
you may expose yourself to legal liability under copyright law. It is a widely
held misconception that works on the Internet are not covered by copyright and
thus can be used freely. This is not true. Copyright law applies to online
material just as it does to offline material. Fortunately, an important legal
doctrine called "fair use" may make it legally permissible for you to use a
copyrighted work without permission for purposes such as commentary, criticism,
parody, news reporting, and scholarship. Whether or not a use is lawful usually
depends upon how different or "transformative" the use is from the original.  
 
To help you better understand these topics, Poynter's NewsU has just launched a
course entitled, "Online Media Law: The Basics for Bloggers and Other Online
Publishers." The course, which includes games and learning exercises, is
designed to help bloggers and other online publishers understand their legal
rights and responsibilities. The free course also provides resources to help
online publishers improve the accuracy and quality of their reporting.

David Ardia is a fellow at Harvard University's Berkman Center for Internet &
Society and the director of the Citizen Media Law Project, which provides legal
assistance, training and resources for individuals and organizations involved in
online and citizen media. Prior to coming to Harvard, he was assistant counsel
at The Washington Post and before that he practiced law at Williams & Connolly
in Washington, D.C., where he handled a range of intellectual property and media
 







Satrio Arismunandar
Executive Producer
News Division, Trans TV, Lantai 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4023,  Fax: 79184558, 79184627
 
http://satrioarismunandar6.blogspot.com
http://satrioarismunandar.multiply.com  
 
"Perjuangan seorang mukmin sejati tidak akan berhenti, kecuali kedua telapak
kakinya telah menginjak pintu surga." (Imam Ahmad bin Hanbal).




[Non-text portions of this message have been removed]

#85451 From: "mediacare" <mediacare@...>
Date: Thu Oct 2, 2008 9:46 am
Subject: Upaya mencari partikel Tuhan
radityo_dj
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Upaya Mencari Partikel Tuhan

Gatra.com - Fisikawan dunia berharap bisa membuktikan keberadaan partikel
Boson Higgs. Mereka membenturkan partikel dengan kecepatan mendekati cahaya.
Kini para ilmuwan di Pusat Riset Nuklir Eropa (Centre Europeen pour la
Recherche Nucleaire --CERN) tengah meneliti seluruh detektor untuk menemukan
"partikel Tuhan" itu. Percobaan Large Hadron Collider (LHC) juga akan mencoba
meneliti terjadinya materi gelap (dark matter) di alam semesta, karena materi
ini hanya tampak 5% dari semua yang eksis, dan sisanya dipercaya tersusun
atas materi gelap. Mereka akan menyelidiki, mengapa materi di alam semesta
lebih banyak dari anti-materi. Namun astrofisikawan Inggris, Stephen Hawking,
tidak yakin LHC akan menemukan partikel Higgs. Untuk itu, dia bertaruh US$ 100
bahwa mega-eksperimen itu tidak akan menemukan partikel yang sulit dipahami
ilmu pengetahuan kosmos. Mengapa banyak yang mengkhawatirkan bahaya percobaan
itu? Kekhawatiran itu bukan tidak berdasar. Sebab, menurut Albert Einstein,
jika materi bermassa bergerak secepat cahaya, massanya menjadi tak berhingga.
Maka, bumi pun akan terisap oleh gravitasinya.

[Ilmu dan Teknologi, Gatra Edisi 45 beredar Kamis, 18 September 2008]

Baca berita selengkapnya di

http://www.gatra.com/artikel.php?id=118843



[Non-text portions of this message have been removed]

#85452 From: arman puspa <arman_puspa@...>
Date: Thu Oct 2, 2008 11:33 am
Subject: MINAL A'IDIN WAL FA'IDZIN
arman_puspa
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Fitrah sejati adalah meng-Akbarkan Allah.. Dan Syariat-Nya di alam jiwa.. Di
dunia nyata, dalam segala gerak.. Di sepanjang nafas Dan langkah.. Semoga
seperti itulah diri Kita di Hari kemenangan ini.. Walaupun kita tak saling
bertatap muka, walaupun jarak memisahkan kita, tapi tak bisa memisahkan rasa
persaudaraan ini yang sudah terjalin beberapa bulan ini..... Mari terus pererat
kekeluargaan kita. Taqabalallahu Minna Waminkum... =MINAL A'IDIN WAL FA'IDZIN=
MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN





[Non-text portions of this message have been removed]

#85453 From: Satrio Arismunandar <satrioarismunandar@...>
Date: Thu Oct 2, 2008 12:34 pm
Subject: Akibat godaan kebebasan di Indonesia
satrioarismunandar@...
Send Email Send Email
 
if (typeof YAHOO == "undefined") {
  var YAHOO = {};
}
YAHOO.Shortcuts = YAHOO.Shortcuts || {};
YAHOO.Shortcuts.hasSensitiveText = false;
YAHOO.Shortcuts.sensitivityType = [];
YAHOO.Shortcuts.doUlt = false;
YAHOO.Shortcuts.location = "us";
YAHOO.Shortcuts.document_id = 0;
YAHOO.Shortcuts.document_type = "";
YAHOO.Shortcuts.document_title = "[dpr-indonesia] Akibat godaan kebebasan di
Indonesia";
YAHOO.Shortcuts.document_publish_date = "";
YAHOO.Shortcuts.document_author = "ambon@...";
YAHOO.Shortcuts.document_url = "";
YAHOO.Shortcuts.document_tags = "";
YAHOO.Shortcuts.document_language = "indonesian";
YAHOO.Shortcuts.annotationSet = {
"lw_1222950474_0": {
"text": "Haryono Suyono",
"extended": 0,
"startchar": 1368,
"endchar": 1381,
"start": 1368,
"end": 1381,
"extendedFrom": "",
"predictedCategory": "",
"predictionProbability": "0",
"weight": 0.843693,
"relScore": 13.4688,
"type": ["shortcuts:/us/tag/other/wiki"],
"category": ["WIKI"],
"wikiId": "Haryono_Suyono",
"relatedWikiIds": [],
"relatedEntities": [],
"showOnClick": [],
"context": "Tanggal :    22 Sep 2008    Sumber :    Harian Terbit        Oleh
Prof Dr Haryono Suyono    DALAM pertemuan dengan PAH III Dewan Perwakilan Daerah
RI di",
"metaData": {
"visible": "true"
}
  },
"lw_1222950474_1": {
"text": "Yogyakarta",
"extended": 0,
"startchar": 2477,
"endchar": 2486,
"start": 2477,
"end": 2486,
"extendedFrom": "",
"predictedCategory": "MUSIC-ARTIST",
"predictionProbability": "0.142857",
"weight": 0.740809,
"relScore": 8.57949,
"type": ["shortcuts:/us/instance/place/destination",
"shortcuts:/us/instance/place/id/town", "shortcuts:/us/tag/other/wiki"],
"category": ["PLACE", "WIKI"],
"wikiId": "Yogyakarta",
"relatedWikiIds": ["Aburizal_Bakrie", "Al-Qaeda", "Bali", "Bandung",
"Indonesia", "Jihad", "Malaysia", "Monaco", "Sidoarjo", "Surabaya"],
"relatedEntities": ["aburizal bakrie", "al-qaeda", "bali", "friends of the
earth", "indonesia", "jihad", "malaysia", "monaco", "porong", "surabaya
indonesia"],
"showOnClick": [],
"context": "dana untuk mengurusi anak-anak yang tidak berdosa di yayasannya di
Yogyakarta. Dengan malu-malu Ibu yang sederhana tetapi berhati baja itu
menyatakan",
"metaData": {
"geoArea": "26.5882",
"geoCountry": "Indonesia",
"geoIsoCountryCode": "ID",
"geoLocation": "(110.3667, -7.8000002)",
"geoName": "Yogyakarta",
"geoPlaceType": "Town",
"geoState": "Yogyakarta",
"geoTown": "Yogyakarta",
"type": "shortcuts:/us/instance/place/id/town",
"visible": "true"
}
  },
"lw_1222950474_2": {
"text": "Bayi",
"extended": 0,
"startchar": 4497,
"endchar": 4500,
"start": 4497,
"end": 4500,
"extendedFrom": "",
"predictedCategory": "",
"predictionProbability": "0",
"weight": 0.903066,
"relScore": 27.0443,
"type": ["shortcuts:/concept"],
"category": ["CONCEPT"],
"wikiId": "",
"relatedWikiIds": [],
"relatedEntities": [],
"showOnClick": [],
"context": "yang diketemukan di sela-sela patung di Candi Borobudur, di
Magelang. Bayi ini ditinggal oleh ibunya tanpa busana, barangkali kebingungan
karena ayahnya",
"metaData": {
"visible": "true"
}
  },
"lw_1222950474_3": {
"text": "kasih sayang Ibu",
"extended": 0,
"startchar": 5581,
"endchar": 5596,
"start": 5581,
"end": 5596,
"extendedFrom": "",
"predictedCategory": "",
"predictionProbability": "0",
"weight": 0.923017,
"relScore": 40.8991,
"type": ["shortcuts:/concept"],
"category": ["CONCEPT"],
"wikiId": "",
"relatedWikiIds": [],
"relatedEntities": [],
"showOnClick": [],
"context": "habis semut yang mengerubungi bayi yang tidak berdosa tersebut.
Tanpa kasih sayang Ibu Oetarjo dan dokter itu pasti banyak orang akan berkata
bahwa",
"metaData": {
"visible": "false"
}
  },
"lw_1222950474_4": {
"text": "Messages in this topic",
"extended": 0,
"startchar": 8404,
"endchar": 8425,
"start": 8404,
"end": 8425,
"extendedFrom": "",
"predictedCategory": "",
"predictionProbability": "0",
"weight": 1,
"relScore": 0,
"type": ["shortcuts:/us/instance/identifier/hyperlink/http"],
"category": ["IDENTIFIER"],
"wikiId": "",
"relatedWikiIds": [],
"relatedEntities": [],
"showOnClick": [],
"context": "",
"metaData": {
"linkHref":
"http://groups.yahoo.com/group/dpr-indonesia/message/8742;_ylc=X3oDMTM1ZHVndGkzB\
F9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEzNjY1OTk4BGdycHNwSWQDMTcwNTQ0NDUyNwRtc2dJZAM4NzQyBHNlY\
wNmdHIEc2xrA3Z0cGMEc3RpbWUDMTIyMjU4OTQ3MQR0cGNJZAM4NzQy",
"linkProtocol": "http",
"linkRel": "nofollow",
"linkTarget": "_blank",
"visible": "true"
}
  },
"lw_1222950474_5": {
"text": "Start a new topic",
"extended": 0,
"startchar": 9104,
"endchar": 9120,
"start": 9104,
"end": 9120,
"extendedFrom": "",
"predictedCategory": "",
"predictionProbability": "0",
"weight": 1,
"relScore": 0,
"type": ["shortcuts:/us/instance/identifier/hyperlink/http"],
"category": ["IDENTIFIER"],
"wikiId": "",
"relatedWikiIds": [],
"relatedEntities": [],
"showOnClick": [],
"context": "",
"metaData": {
"linkClass": "bld",
"linkHref":
"http://groups.yahoo.com/group/dpr-indonesia/post;_ylc=X3oDMTJmNTk5Z3JlBF9TAzk3M\
zU5NzE0BGdycElkAzEzNjY1OTk4BGdycHNwSWQDMTcwNTQ0NDUyNwRzZWMDZnRyBHNsawNudHBjBHN0a\
W1lAzEyMjI1ODk0NzE-",
"linkProtocol": "http",
"linkRel": "nofollow",
"linkTarget": "_blank",
"visible": "true"
}
  },
"lw_1222950474_6": {
"text": "Messages",
"extended": 0,
"startchar": 9429,
"endchar": 9436,
"start": 9429,
"end": 9436,
"extendedFrom": "",
"predictedCategory": "",
"predictionProbability": "0",
"weight": 1,
"relScore": 0,
"type": ["shortcuts:/us/instance/identifier/hyperlink/http"],
"category": ["IDENTIFIER"],
"wikiId": "",
"relatedWikiIds": [],
"relatedEntities": [],
"showOnClick": [],
"context": "topic  (1)    Reply  (via web post)  |  Start a new topic     
Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar
Change settings via",
"metaData": {
"linkHref":
"http://groups.yahoo.com/group/dpr-indonesia/messages;_ylc=X3oDMTJmMjE4ZjYxBF9TA\
zk3MzU5NzE0BGdycElkAzEzNjY1OTk4BGdycHNwSWQDMTcwNTQ0NDUyNwRzZWMDZnRyBHNsawNtc2dzB\
HN0aW1lAzEyMjI1ODk0NzE-",
"linkProtocol": "http",
"linkRel": "nofollow",
"linkTarget": "_blank",
"visible": "true"
}
  },
"lw_1222950474_7": {
"text": "Files",
"extended": 0,
"startchar": 9682,
"endchar": 9686,
"start": 9682,
"end": 9686,
"extendedFrom": "",
"predictedCategory": "",
"predictionProbability": "0",
"weight": 1,
"relScore": 0,
"type": ["shortcuts:/us/instance/identifier/hyperlink/http"],
"category": ["IDENTIFIER"],
"wikiId": "",
"relatedWikiIds": [],
"relatedEntities": [],
"showOnClick": [],
"context": "1)    Reply  (via web post)  |  Start a new topic      Messages |
Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar            
Change settings via the",
"metaData": {
"linkHref":
"http://groups.yahoo.com/group/dpr-indonesia/files;_ylc=X3oDMTJnMXVhNDNwBF9TAzk3\
MzU5NzE0BGdycElkAzEzNjY1OTk4BGdycHNwSWQDMTcwNTQ0NDUyNwRzZWMDZnRyBHNsawNmaWxlcwRz\
dGltZQMxMjIyNTg5NDcx",
"linkProtocol": "http",
"linkRel": "nofollow",
"linkTarget": "_blank",
"visible": "true"
}
  },
"lw_1222950474_8": {
"text": "Photos",
"extended": 0,
"startchar": 9933,
"endchar": 9938,
"start": 9933,
"end": 9938,
"extendedFrom": "",
"predictedCategory": "",
"predictionProbability": "0",
"weight": 1,
"relScore": 0,
"type": ["shortcuts:/us/instance/identifier/hyperlink/http"],
"category": ["IDENTIFIER"],
"wikiId": "",
"relatedWikiIds": [],
"relatedEntities": [],
"showOnClick": [],
"context": "Reply  (via web post)  |  Start a new topic      Messages | Files |
Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar             Change
settings via the Web",
"metaData": {
"linkHref":
"http://groups.yahoo.com/group/dpr-indonesia/photos;_ylc=X3oDMTJmY2JmZnN2BF9TAzk\
3MzU5NzE0BGdycElkAzEzNjY1OTk4BGdycHNwSWQDMTcwNTQ0NDUyNwRzZWMDZnRyBHNsawNwaG90BHN\
0aW1lAzEyMjI1ODk0NzE-",
"linkProtocol": "http",
"linkRel": "nofollow",
"linkTarget": "_blank",
"visible": "true"
}
  },
"lw_1222950474_9": {
"text": "Links",
"extended": 0,
"startchar": 10184,
"endchar": 10188,
"start": 10184,
"end": 10188,
"extendedFrom": "",
"predictedCategory": "",
"predictionProbability": "0",
"weight": 1,
"relScore": 0,
"type": ["shortcuts:/us/instance/identifier/hyperlink/http"],
"category": ["IDENTIFIER"],
"wikiId": "",
"relatedWikiIds": [],
"relatedEntities": [],
"showOnClick": [],
"context": "via web post)  |  Start a new topic      Messages | Files | Photos |
Links | Database | Polls | Members | Calendar             Change settings via
the Web (Yahoo",
"metaData": {
"linkHref":
"http://groups.yahoo.com/group/dpr-indonesia/links;_ylc=X3oDMTJnbm4xa24yBF9TAzk3\
MzU5NzE0BGdycElkAzEzNjY1OTk4BGdycHNwSWQDMTcwNTQ0NDUyNwRzZWMDZnRyBHNsawNsaW5rcwRz\
dGltZQMxMjIyNTg5NDcx",
"linkProtocol": "http",
"linkRel": "nofollow",
"linkTarget": "_blank",
"visible": "true"
}
  },
"lw_1222950474_10": {
"text": "Database",
"extended": 0,
"startchar": 10433,
"endchar": 10440,
"start": 10433,
"end": 10440,
"extendedFrom": "",
"predictedCategory": "",
"predictionProbability": "0",
"weight": 1,
"relScore": 0,
"type": ["shortcuts:/us/instance/identifier/hyperlink/http"],
"category": ["IDENTIFIER"],
"wikiId": "",
"relatedWikiIds": [],
"relatedEntities": [],
"showOnClick": [],
"context": "web post)  |  Start a new topic      Messages | Files | Photos |
Links | Database | Polls | Members | Calendar             Change settings via
the Web (Yahoo! ID",
"metaData": {
"linkHref":
"http://groups.yahoo.com/group/dpr-indonesia/database;_ylc=X3oDMTJkMG02cjFhBF9TA\
zk3MzU5NzE0BGdycElkAzEzNjY1OTk4BGdycHNwSWQDMTcwNTQ0NDUyNwRzZWMDZnRyBHNsawNkYgRzd\
GltZQMxMjIyNTg5NDcx",
"linkProtocol": "http",
"linkRel": "nofollow",
"linkTarget": "_blank",
"visible": "true"
}
  },
"lw_1222950474_11": {
"text": "Polls",
"extended": 0,
"startchar": 10686,
"endchar": 10690,
"start": 10686,
"end": 10690,
"extendedFrom": "",
"predictedCategory": "",
"predictionProbability": "0",
"weight": 1,
"relScore": 0,
"type": ["shortcuts:/us/instance/identifier/hyperlink/http"],
"category": ["IDENTIFIER"],
"wikiId": "",
"relatedWikiIds": [],
"relatedEntities": [],
"showOnClick": [],
"context": "post)  |  Start a new topic      Messages | Files | Photos | Links |
Database | Polls | Members | Calendar             Change settings via the Web
(Yahoo! ID required",
"metaData": {
"linkHref":
"http://groups.yahoo.com/group/dpr-indonesia/polls;_ylc=X3oDMTJnY2tndHNoBF9TAzk3\
MzU5NzE0BGdycElkAzEzNjY1OTk4BGdycHNwSWQDMTcwNTQ0NDUyNwRzZWMDZnRyBHNsawNwb2xscwRz\
dGltZQMxMjIyNTg5NDcx",
"linkProtocol": "http",
"linkRel": "nofollow",
"linkTarget": "_blank",
"visible": "true"
}
  },
"lw_1222950474_12": {
"text": "Members",
"extended": 0,
"startchar": 10938,
"endchar": 10944,
"start": 10938,
"end": 10944,
"extendedFrom": "",
"predictedCategory": "",
"predictionProbability": "0",
"weight": 1,
"relScore": 0,
"type": ["shortcuts:/us/instance/identifier/hyperlink/http"],
"category": ["IDENTIFIER"],
"wikiId": "",
"relatedWikiIds": [],
"relatedEntities": [],
"showOnClick": [],
"context": "Start a new topic      Messages | Files | Photos | Links | Database
| Polls | Members | Calendar             Change settings via the Web (Yahoo! ID
required)   Change",
"metaData": {
"linkHref":
"http://groups.yahoo.com/group/dpr-indonesia/members;_ylc=X3oDMTJmZzQ0MTc1BF9TAz\
k3MzU5NzE0BGdycElkAzEzNjY1OTk4BGdycHNwSWQDMTcwNTQ0NDUyNwRzZWMDZnRyBHNsawNtYnJzBH\
N0aW1lAzEyMjI1ODk0NzE-",
"linkProtocol": "http",
"linkRel": "nofollow",
"linkTarget": "_blank",
"visible": "true"
}
  },
"lw_1222950474_13": {
"text": "Calendar",
"extended": 0,
"startchar": 11193,
"endchar": 11200,
"start": 11193,
"end": 11200,
"extendedFrom": "",
"predictedCategory": "",
"predictionProbability": "0",
"weight": 1,
"relScore": 0,
"type": ["shortcuts:/us/instance/identifier/hyperlink/http"],
"category": ["IDENTIFIER"],
"wikiId": "",
"relatedWikiIds": [],
"relatedEntities": [],
"showOnClick": [],
"context": "a new topic      Messages | Files | Photos | Links | Database |
Polls | Members | Calendar             Change settings via the Web (Yahoo! ID
required)   Change settings",
"metaData": {
"linkHref":
"http://groups.yahoo.com/group/dpr-indonesia/calendar;_ylc=X3oDMTJlYXVuMXAwBF9TA\
zk3MzU5NzE0BGdycElkAzEzNjY1OTk4BGdycHNwSWQDMTcwNTQ0NDUyNwRzZWMDZnRyBHNsawNjYWwEc\
3RpbWUDMTIyMjU4OTQ3MQ--",
"linkProtocol": "http",
"linkRel": "nofollow",
"linkTarget": "_blank",
"visible": "true"
}
  },
"lw_1222950474_14": {
"text": "Change settings via the Web",
"extended": 0,
"startchar": 11897,
"endchar": 11923,
"start": 11897,
"end": 11923,
"extendedFrom": "",
"predictedCategory": "",
"predictionProbability": "0",
"weight": 1,
"relScore": 0,
"type": ["shortcuts:/us/instance/identifier/hyperlink/http"],
"category": ["IDENTIFIER"],
"wikiId": "",
"relatedWikiIds": [],
"relatedEntities": [],
"showOnClick": [],
"context": "new topic      Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls
| Members | Calendar             Change settings via the Web (Yahoo! ID
required)   Change settings via email: Switch delivery to",
"metaData": {
"linkHref":
"http://groups.yahoo.com/group/dpr-indonesia/join;_ylc=X3oDMTJnMTJ2c2FtBF9TAzk3N\
Dc2NTkwBGdycElkAzEzNjY1OTk4BGdycHNwSWQDMTcwNTQ0NDUyNwRzZWMDZnRyBHNsawNzdG5ncwRzd\
GltZQMxMjIyNTg5NDcx",
"linkProtocol": "http",
"linkRel": "nofollow",
"linkTarget": "_blank",
"visible": "true"
}
  },
"lw_1222950474_15": {
"text": "Yahoo",
"extended": 0,
"startchar": 11930,
"endchar": 11934,
"start": 11930,
"end": 11934,
"extendedFrom": "",
"predictedCategory": "",
"predictionProbability": "0",
"weight": 0.35,
"relScore": 0,
"type": ["shortcuts:/us/instance/organization/company/company_name",
"shortcuts:/us/instance/organization/company/yahoo_property",
"shortcuts:/us/instance/organization/domain"],
"category": ["ORGANIZATION"],
"wikiId": "Yahoo%21",
"relatedWikiIds": ["AOL", "Google", "Jerry_Yang", "Microsoft", "MySpace",
"Time_Warner", "Yahoo%21_360%c2%b0", "Yahoo%21_Finance", "Yahoo%21_Japan",
"Yahoo%21_Mail"],
"relatedEntities": ["aol", "facebook", "google", "google inc", "linkedin",
"microsoft", "microsoft corp", "myspace", "time warner inc", "yahoo inc"],
"showOnClick": [],
"context": "Links | Database | Polls | Members | Calendar             Change
settings via the Web (Yahoo! ID required)   Change settings via email: Switch
delivery to Daily",
"metaData": {
"canonicalName": "Yahoo! Inc.",
"domain_name": "Yahoo",
"domain_url": "http://www.yahoo.com/",
"exchange": "NMS",
"symbol": "YHOO",
"visible": "true",
"yprop_description": "Discover email, news, shopping, search, music, fantasy
sports, and more.",
"yprop_name": "Yahoo!",
"yprop_url": "http://www.yahoo.com/"
}
  },
"lw_1222950474_16": {
"text": "Switch delivery to Daily Digest",
"extended": 0,
"startchar": 12189,
"endchar": 12219,
"start": 12189,
"end": 12219,
"extendedFrom": "",
"predictedCategory": "",
"predictionProbability": "0",
"weight": 1,
"relScore": 0,
"type": ["shortcuts:/us/instance/identifier/hyperlink/mailto"],
"category": ["IDENTIFIER"],
"wikiId": "",
"relatedWikiIds": [],
"relatedEntities": [],
"showOnClick": [],
"context": "via the Web (Yahoo! ID required)   Change settings via email: Switch
delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional    Visit Your Group  | 
Yahoo! Groups Terms",
"metaData": {
"linkHref": "mailto:dpr-indonesia-digest@yahoogroups.com?subject=Email Delivery:
Digest",
"linkProtocol": "mailto",
"linkRel": "nofollow",
"linkTarget": "_blank",
"linkYmailto": "mailto:dpr-indonesia-digest@yahoogroups.com?subject=Email
Delivery: Digest",
"visible": "true"
}
  },
"lw_1222950474_17": {
"text": "Switch format to Traditional",
"extended": 0,
"startchar": 12464,
"endchar": 12491,
"start": 12464,
"end": 12491,
"extendedFrom": "",
"predictedCategory": "",
"predictionProbability": "0",
"weight": 1,
"relScore": 0,
"type": ["shortcuts:/us/instance/identifier/hyperlink/mailto"],
"category": ["IDENTIFIER"],
"wikiId": "",
"relatedWikiIds": [],
"relatedEntities": [],
"showOnClick": [],
"context": "required)   Change settings via email: Switch delivery to Daily
Digest | Switch format to Traditional    Visit Your Group  |  Yahoo! Groups
Terms of Use  |  Unsubscribe               Recent",
"metaData": {
"linkHref": "mailto:dpr-indonesia-traditional@yahoogroups.com?subject=Change
Delivery Format: Traditional",
"linkProtocol": "mailto",
"linkRel": "nofollow",
"linkTarget": "_blank",
"linkYmailto": "mailto:dpr-indonesia-traditional@yahoogroups.com?subject=Change
Delivery Format: Traditional",
"visible": "true"
}
  },
"lw_1222950474_18": {
"text": "Visit Your Group",
"extended": 0,
"startchar": 12733,
"endchar": 12748,
"start": 12733,
"end": 12748,
"extendedFrom": "",
"predictedCategory": "",
"predictionProbability": "0",
"weight": 1,
"relScore": 0,
"type": ["shortcuts:/us/instance/identifier/hyperlink/http"],
"category": ["IDENTIFIER"],
"wikiId": "",
"relatedWikiIds": [],
"relatedEntities": [],
"showOnClick": [],
"context": "",
"metaData": {
"linkHref":
"http://groups.yahoo.com/group/dpr-indonesia;_ylc=X3oDMTJlMnRuNHBwBF9TAzk3NDc2NT\
kwBGdycElkAzEzNjY1OTk4BGdycHNwSWQDMTcwNTQ0NDUyNwRzZWMDZnRyBHNsawNocGYEc3RpbWUDMT\
IyMjU4OTQ3MQ--",
"linkProtocol": "http",
"linkRel": "nofollow",
"linkTarget": "_blank",
"visible": "true"
}
  },
"lw_1222950474_19": {
"text": "Yahoo! Groups Terms of Use",
"extended": 0,
"startchar": 12854,
"endchar": 12879,
"start": 12854,
"end": 12879,
"extendedFrom": "",
"predictedCategory": "",
"predictionProbability": "0",
"weight": 1,
"relScore": 0,
"type": ["shortcuts:/us/instance/identifier/hyperlink/http"],
"category": ["IDENTIFIER"],
"wikiId": "",
"relatedWikiIds": [],
"relatedEntities": [],
"showOnClick": [],
"context": "",
"metaData": {
"linkHref": "http://docs.yahoo.com/info/terms/",
"linkProtocol": "http",
"linkRel": "nofollow",
"linkTarget": "_blank",
"visible": "true"
}
  },
"lw_1222950474_20": {
"text": "Unsubscribe",
"extended": 0,
"startchar": 13075,
"endchar": 13085,
"start": 13075,
"end": 13085,
"extendedFrom": "",
"predictedCategory": "",
"predictionProbability": "0",
"weight": 1,
"relScore": 0,
"type": ["shortcuts:/us/instance/identifier/hyperlink/mailto"],
"category": ["IDENTIFIER"],
"wikiId": "",
"relatedWikiIds": [],
"relatedEntities": [],
"showOnClick": [],
"context": "",
"metaData": {
"linkHref": "mailto:dpr-indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com?subject=",
"linkProtocol": "mailto",
"linkRel": "nofollow",
"linkTarget": "_blank",
"linkYmailto": "mailto:dpr-indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com?subject=",
"visible": "true"
}
  },
"lw_1222950474_21": {
"text": "New Members",
"extended": 0,
"startchar": 13798,
"endchar": 13808,
"start": 13798,
"end": 13808,
"extendedFrom": "",
"predictedCategory": "",
"predictionProbability": "0",
"weight": 1,
"relScore": 0,
"type": ["shortcuts:/us/instance/identifier/hyperlink/http"],
"category": ["IDENTIFIER"],
"wikiId": "",
"relatedWikiIds": [],
"relatedEntities": [],
"showOnClick": [],
"context": "Group  |  Yahoo! Groups Terms of Use  |  Unsubscribe              
Recent Activity       4   New Members      Visit Your Group         Yahoo!
Groups   Balance your life   by learning",
"metaData": {
"linkHref":
"http://groups.yahoo.com/group/dpr-indonesia/members;_ylc=X3oDMTJnbnExcDUxBF9TAz\
k3MzU5NzE0BGdycElkAzEzNjY1OTk4BGdycHNwSWQDMTcwNTQ0NDUyNwRzZWMDdnRsBHNsawN2bWJycw\
RzdGltZQMxMjIyNTg5NDcx",
"linkProtocol": "http",
"linkRel": "nofollow",
"linkTarget": "_blank",
"visible": "true"
}
  },
"lw_1222950474_22": {
"text": "Visit Your Group",
"extended": 0,
"startchar": 14108,
"endchar": 14123,
"start": 14108,
"end": 14123,
"extendedFrom": "",
"predictedCategory": "",
"predictionProbability": "0",
"weight": 1,
"relScore": 0,
"type": ["shortcuts:/us/instance/identifier/hyperlink/http"],
"category": ["IDENTIFIER"],
"wikiId": "",
"relatedWikiIds": [],
"relatedEntities": [],
"showOnClick": [],
"context": "",
"metaData": {
"linkHref":
"http://groups.yahoo.com/group/dpr-indonesia;_ylc=X3oDMTJmMGszaDhvBF9TAzk3MzU5Nz\
E0BGdycElkAzEzNjY1OTk4BGdycHNwSWQDMTcwNTQ0NDUyNwRzZWMDdnRsBHNsawN2Z2hwBHN0aW1lAz\
EyMjI1ODk0NzE-",
"linkProtocol": "http",
"linkRel": "nofollow",
"linkTarget": "_blank",
"visible": "true"
}
  },
"lw_1222950474_23": {
"text": "Yahoo! Groups",
"extended": 0,
"startchar": 14270,
"endchar": 14282,
"start": 14270,
"end": 14282,
"extendedFrom": "",
"predictedCategory": "",
"predictionProbability": "0",
"weight": 0.554757,
"relScore": 0,
"type": ["shortcuts:/us/instance/organization/company/yahoo_property"],
"category": ["ORGANIZATION"],
"wikiId": "Yahoo%21_Groups",
"relatedWikiIds": ["Google_Groups", "MSN_Groups", "Mexico_City", "Panama",
"Santa_Barbara,_California", "Yahoo%21", "Yahoo%21_360%c2%b0",
"Yahoo%21_Answers", "Yahoo%21_Finance", "Yahoo%21_Mail"],
"relatedEntities": [],
"showOnClick": ["lw_1222950474_15"],
"context": "Use  |  Unsubscribe               Recent Activity       4   New
Members      Visit Your Group         Yahoo! Groups   Balance your life   by
learning how to   make smart choices",
"metaData": {
"visible": "true",
"yprop_description": "Connect with a world of people who share your passions.",
"yprop_name": "Yahoo! Groups",
"yprop_url": "http://groups.yahoo.com/"
}
  },
"lw_1222950474_24": {
"text": "Balance your life",
"extended": 0,
"startchar": 14571,
"endchar": 14587,
"start": 14571,
"end": 14587,
"extendedFrom": "",
"predictedCategory": "",
"predictionProbability": "0",
"weight": 1,
"relScore": 0,
"type": ["shortcuts:/us/instance/identifier/hyperlink/http"],
"category": ["IDENTIFIER"],
"wikiId": "",
"relatedWikiIds": [],
"relatedEntities": [],
"showOnClick": [],
"context": "Recent Activity       4   New Members      Visit Your Group        
Yahoo! Groups   Balance your life   by learning how to   make smart choices.
Moderator Central   Yahoo",
"metaData": {
"linkHref":
"http://us.ard.yahoo.com/SIG=13o01bdod/M=493064.12016238.12823558.8674578/D=grou\
ps/S=1705444527:NC/Y=YAHOO/EXP=1222596671/L=/B=MAdNBULaX94-/J=1222589471128986/A\
=5286667/R=0/SIG=11in3uvr5/*http://new.groups.yahoo.com/planforabalancedlife",
"linkProtocol": "http",
"linkRel": "nofollow",
"linkTarget": "_blank",
"visible": "true"
}
  },
"lw_1222950474_25": {
"text": "and scrapbooking",
"extended": 0,
"startchar": 15525,
"endchar": 15540,
"start": 15525,
"end": 15540,
"extendedFrom": "",
"predictedCategory": "",
"predictionProbability": "0",
"weight": 1,
"relScore": 0,
"type": ["shortcuts:/us/instance/identifier/hyperlink/http"],
"category": ["IDENTIFIER"],
"wikiId": "",
"relatedWikiIds": [],
"relatedEntities": [],
"showOnClick": [],
"context": "Central   Yahoo! Groups   Join and receive   produce updates.      
Discover photos   and scrapbooking   groups in the   Familyographer Zone",
"metaData": {
"linkHref":
"http://us.ard.yahoo.com/SIG=13ofos3li/M=493064.12717544.13024012.8674578/D=grou\
ps/S=1705444527:NC/Y=YAHOO/EXP=1222596671/L=/B=MgdNBULaX94-/J=1222589471128986/A\
=5370603/R=0/SIG=11lnr7bf1/*http://advision.webevents.yahoo.com/familyographer/"\
,
"linkProtocol": "http",
"linkRel": "nofollow",
"linkTarget": "_blank",
"visible": "true"
}
  }
};
YAHOO.Shortcuts.headerID = "368b776dd920419f3b9e353de2df7392";








http://www.hariante rbit.com/ artikel/rubrik/ artikel.php? aid=53149
 
 
Akibat godaan kebebasan di Indonesia





Tanggal : 
22 Sep 2008

Sumber : 
Harian Terbit

Oleh Prof Dr Haryono Suyono

DALAM pertemuan dengan PAH III Dewan Perwakilan Daerah RI di Jakarta minggu
lalu, Ketua Umum Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS)
didampingi dua orang Ketua Organisasi Sosial yang bernaung di dalam DNIKS. Dua
organisasi itu adalah Yayasan Sayap Ibu, Ibu Hj Tjiptaning Oetarjo, dan Yayasan
Pembina Anak Cacat (TPAC) yang dipimpin Ibu Purti Muki Reksoprodjo. Pertemuan
itu untuk membahas RUU Kesos yang sedang dalam penggarapan antara pemerintah dan
DPR-RI.
Yayasan Sayap Ibu dipimpin oleh Ibu Hj Tjiptaningsih Oetarjo, biasa dipanggil
Ibu Oetarjo, adalah seorang pejuang sosial kemanusiaan yang sangat sederhana
tetapi berhati mulia. Selama hayatnya, dalam usia diatas 75 tahun, telah
menghabiskan waktunya untuk beramal. Ibu sederhana berbudi pekerti luhur
tersebut, dengan selalu berdoa memohon kemurahan kepada Allah, Tuhan Yang
Mahakuasa, dengan petunjukNya, selalu mampu mengatasi bagaimana memperoleh dana
untuk mengurusi anak-anak yang tidak berdosa di yayasannya di Yogyakarta. Dengan
malu-malu Ibu yang sederhana tetapi berhati baja itu menyatakan bahwa kebutuhan
dana untuk mengurus anak-anak yang tidak berdosa di asrama yang indah di
Yogyakarta itu tidak kurang dari delapan puluh juta rupiah, ditulis Rp80.000.000
bilangan dengan delapan digit.
Untuk keperluan sebesar itu, dengan malu-malu Ibu Oetarjo menyatakan bahwa hanya
sekitar Rp3.000.000 saja disediakan oleh pemerintah pusat atau pemerintah
daerah. Jumlah lainnya, kembali Ibu yang rendah hati itu meyatakan malu-malu,
datang dari para penyumbang dermawan, donatur tetap, donatur musiman, atau siapa
saja yang berkenan, semua atas perkenan Allah, Tuhan Yang Mahakuasa. Ibu Oetarjo
dengan rendah hati merasa tidak pernah pesimis, karena dengan doa kepada Tuhan
Yang Mahakuasa, selama berpuluh tahun ini tidak pernah merasa kesulitan mendapat
dana rutin maupun dana untuk keperluan yang sangat mendadak.
Pengalamannya dalam membina dan mengasuh anak-anak melalui Yayasan Sayap Ibu
yang ada di tiga propinsi dan berpusat di Yogyakarta, tidak pernah kekuarangan
dana atau penyumbang yang dengan sukarela memberikan uluran tangan dan dana yang
dibutuhkan. Dikatakan bervariasi karena Ibu Oetarjo mendapatkan anak-anak yang
sekarang diasuhnya bukan karena anak-anak itu lahir di Yayasannya di Yogyakarta,
tetapi di pungut dari berbagai tempat di seluruh Yogyakarta atau di daerah lain
yang tidak disangka. Orang tua yang meninggalkan bayinya, pada umumnya tidak
mencari tempat untuk menaruh bayinya yang tidak berdosa ditempat yang mudah
diketemukan orang lain. Mereka umumnya mencari tempat yang tersembunyi, seperti
disengaja agar tidak seorangpun bakal bisa menemukan bayinya. Seakan-akan orang
tuanya sudah ikhlas, bahkan berniat membuang bayinya agar kelakuannya tidak bisa
dilacak. Begitu 'rahasianya' cara membuang bayi, ada seorang bayi yang
diketemukan di sela-sela
  patung di Candi Borobudur, di Magelang. Bayi ini ditinggal oleh ibunya tanpa
busana, barangkali kebingungan karena ayahnya tidak mau bertanggung jawab,
Bayi yang tidak berdosa itu dilaporkan kepada Yayasan Sayap Ibu oleh pengunjung
Candi Borobudur dan segera diambil untuk dipelihara dengan penuh kasih sayang.
Anak ini sekarang sudah tumbuh besar serta tidak disangka bahwa bayi itu tumbuh
dengan baik tidak diketahui bahwa dia hampir saja mati kepanasan di Candi
Borobudur.
Ada lagi yang diketemukan di tempat sampah, seluruh tubuhnya yang masih merah
dirubung semut. Begitu diketemukan langsung dibawa ke dokter yang biasa membantu
Yayasan dengan segala persoalan medis yang dihadapi anak asuhnya. Dokter yang
biasa menghadapi masalah darurat masih geleng-geleng kepala, tidak habis pikir
di negara yang dikenal Pancasilais dan menghargai nilai-nilai luhur bangsanya
itu ada orang yang tega menelantarkan anak darah dagingnya sendiri. Dokter
segera mengambil habis semut yang mengerubungi bayi yang tidak berdosa tersebut.
Tanpa kasih sayang Ibu Oetarjo dan dokter itu pasti banyak orang akan berkata
bahwa nyawa sang bayi tidak bisa ditolong lagi. Keadaannya sudah lebih dari 75
persen tidak bisa ditolong. Tetapi dengan penuh kasih sayang, disertai doa yang
tidak putus-putusnya, bayi yang tidak berdosa itu sadar dan dalam waktu yang
sangat singkat sembuh dari shock karena luka-luka gigitan dan kerubungan semut
yang merata tersebut. Ibu
  Oetarjo makin yakin bahwa nyawa manusia hanya Tuhan Yang Mahakuasa saja yang
menentukan nasibnya.
Kadang ada juga rasa jengkel karena Ibu Oetarjo disangka orang melindungi
hubungan gelap dengan menampung anak-anak hasil hubungan gelap itu. Prinsip Ibu
Oetarjo adalah menolong janin dan anak bayi yang tidak berdosa. Bukan memberi
ijin kepada perbuatan tidak bertanggung jawab dari ayah dan ibunya. Karena itu
Ibu Oetarjo juga menyatakan bahwa tidak jarang anak yang tidak berdosa itu tidak
patut untuk disayangi karena tidak lengkap bagian tubuhnya. Tetapi bagi Ibu
Oetarjo, masalah tidak lengkapnya bagian tubuh seseorang, karena disia-siakan
orang tuanya, atau karena Ibunya yang hamil di luar nikah itu menggugurkan
secara tidak bertanggung jawab dengan meminum berbagai macam obat.
Akibatnya bisa bermacam-macam. Ada bayi yang karena ulah orang tuanya yang
mencoba menggugurkannya, dilahirkan serba kekurangan, tidak punya tangan sama
sekali. Bayi yang tidak berdosa ini dipelihara dengan penuh kasih sayang oleh
Yayasan Sayap Ibu. Anak itu sekarang sudah tumbuh dewasa dan cantik sekali.
Karena tidak mempunyai tangan satu pun, maka dia berusaha menulis dan menggambar
dengan kedua kakinya. Luar biasa, dengan kebesaran Tuhan Yang Mahakuasa, si
gadis yang cantik sekali itu diberikan kemampuan untuk menulis dan menggambar
dengan kedua kakinya. Dan sekarang, anak yang kepandaiannya luar biasa itu sudah
hampir menyelesaikan S1-nya setelah dengan penuh kesabaran melewati pendidikan
SD, SMP dan SMA dengan baik sekali. Kalau sekarang kita bicara UU Kesos, maka
usaha mulia seperti ini, yang dilakukan dengan penuh kasih sayang, perlu
mendapat dukungan, perlindungan dan sekaligus dimultiplikasi agar anak bangsa
yang tidak berdosa, mendapat tempat
  dan perawatan yang diperlukan. (Penulis adalah Ketua Umum DNIKS/www.haryono.
com)




[Non-text portions of this message have been removed]

#85454 From: Satrio Arismunandar <satrioarismunandar@...>
Date: Thu Oct 2, 2008 2:03 pm
Subject: Kritik mendasar terhadap kaum Liberal (Indonesia)
satrioarismunandar@...
Send Email Send Email
 
KRITIK MENDASAR TERHADAP KAUM LIBERAL
 
Di bawah ini adalah kutipan pernyataan sdr. Ramos Levi L. Toruan, yang saya
kutip dari
http://www.new.facebook.com/note.php?note_id=41245785928.
Ucapannya yang terpotong-potong, saya sambung, dan saya beri judul di atas. Saya
anggap pernyataannya amat penting, karena merupakan kritik mendasar terhadap
pandangan kaum liberal dari sudut falsafah.  Mungkin bahasanya  bukan seperti
artikel yang runtun, karena saya kutip dari komentar di situs tersebut. Tapi
saya yakin, isinya sangat kuat. Terimakasih buat Sdr. Ramos.
 
Rio 
=====================================================================
 
Just because there is a diversity of views, it does not follow that none of them
are uniquely right. Simply because there is a dispute about what is true, it
does not follow that there is no truth or it cannot be known.

Nilai2 yg diusung kaum "secular liberalism" spt "diversity", "change", "choice"
dan "tolerance" buat saya bukan sesuatu yg "benar" dlm dirinya sendiri. They are
not good in and of itself. They can never be morally good apart from their
context and the ends they are applied to. They can be good if used for good ends
or bad if used for harmful ends.

Konsep "toleransi", misalnya. Menurut saya, slogan "everything is equally right"
adlh sesuatu yg abstrak. Kaum liberal suka mengatakan : "I disagree with you and
I believe you are wrong, but I accept you and I extend to you the right to be
wrong". Pertanyaan saya, dmanakah "keagungan" dari sikap "moralitas" spt ini?
Hal ini mirip spt situasi dmana kita tahu bhw sesuatu salah, tp kita relakan
atau biarkan pihak lain memegang yg salah itu, demi "cinta" kita pdnya. "love
me, love my opinions, love my views", do not ever judge it, just love it!

Hal yg memilukan dari sikap "liberal" adalah kejatuhannya pd keyakinan akan
"relativisme total". Mereka dg berani memproklamirkan : : There is no absolute
in the world!". Namun pernyataan itu sendiri tak bisa diuji. Dalam hal ini, saya
melihat ada unsur "self-defeating" dari liberal world-view, entah disadari atau
tidak.

Saya meyakini dan percaya pada nilai2 demokrasi, hak2 asasi manusia, kebebasan,
tapi itu semua tdk membuat saya menjadi "liberal".
 
Saya menolak bbrp tesis liberal yg "absurd", terutama yg menonjolkan relativisme
dan mengajarkan "Truth cannot be known!" dan "All truth is relative!". Buat
saya, ini adalah "self-defeating statements", krn ia telah gagal memenuhi
standardnya sendiri. "All truth is relative" (is that a relative truth?) atau
"There are no absolutes (Are you absolutely sure?) atau "It's true for you but
not for me!' (Is that statement true just for you, or is it true for everyone?).
Semua ini adalah "self-defeating statements", seperti mengatakan : "I can't
speak a word in English."

Di sini saya melihat cara pandang demikian melawan hukum Non-Kontradiksi (Law of
Non-Contradiction). Kesalahan ini dulu dilakukan juga oleh David Hume, A.J. Ayer
maupun Immanuel Kant. Misalnya, Hume dan Ayer sama2 mengajukan tesis bhw "a
proposition can be meaningful only if it's true by definition or if it's
empirically verifiable". Namun, klaim ini pun tak bisa dibuktikan secara empiris
maupun benar secara definisi. Begitu juga Kant, ketika ia mengatakan : "We can't
know anything about the real world" (the thing in itself). Namun, bagaimana Kant
tahu "the real world" tak dapat diketahui (unknowable)? Inilah bbrp
"self-defeating statements", yg entah disadari atau tidak, telah membentuk
"watak" dari liberal worldview.

Ini salah satu problem filsafat. Tp masalahnya, kita gampang terpukau dan kagum
akan teori2 yg sbnrnya bnyk salah kaprah belaka dan tdk tuntas dikritik. Mulai
dari Plato, Descartes, Berkeley, Hegel (yg mengajar bhw ide mendahului sgala
sesuatu) ; lalu John Locke, Hume, Marx, dan filsuf2 Pragmatisme (yg mengajar bhw
segala ide hny disebabkan oleh materi dan pengalaman) ; ditambah lagi dg
kegagalan Aristoteles, Kant, dan Husserl (dlm usaha mensinkronkan dua kutub
ekstrim tsb), akhirnya membawa manusia kpd situasi yg menggelikan, yaitu :
justru "bangga" bila mengatakan dirinya tak pernah tahu apakah kebenaran itu.
Seolah2 manusia dianggap bisa hidup tanpa perlu memegang pd hal2 yg benar.
 
Dg dmkian, kalau mau konsekuen, maka semua aktivitas "berpikir" manusia
seharusnya berhenti, karena semua teori dan ide apa pun sudah tidak mungkin.
Inilah "absurditas" yg dibawa kaum "liberal-relativis" yg kadang tak sempat
disadari oleh pengikut setianya yg fanatik.
 
…………….***



 




Satrio Arismunandar
Executive Producer
News Division, Trans TV, Lantai 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4023,  Fax: 79184558, 79184627
 
http://satrioarismunandar6.blogspot.com
http://satrioarismunandar.multiply.com  
 
 
 

==========================
--- On Mon, 9/22/08, Luthfi Assyaukanie <assyaukanie@...> wrote:

From: Luthfi Assyaukanie <assyaukanie@...>
Subject: [pantau-komunitas] Liberal Society for a Better Indonesia
To: "alumniummat" <alumniummat@yahoogroups.com>, "Alumni Attaqwa"
<attaqwa-bekasi@yahoogroups.com>, "islamliberal" <islamliberal@yahoogroups.com>,
"kmnu2000" <kmnu2000@yahoogroups.com>, "kahmi_pro_network"
<kahmi_pro_network@yahoogroups.com>, "pantau-komunitas"
<pantau-komunitas@yahoogroups.com>
Date: Monday, September 22, 2008, 3:09 PM






Bagi teman-teman yang ingin mengikuti perdebatan seputar Liberalisme,
Kapitalisme dan krisis ekonomi yang melanda dunia belakangan ini, ada
sebuah forum baru, Liberal Society namanya. Alamatnya di sini:
http://www.new. facebook. com/pages/ Liberal-Society/ 25547389267? ref=ts

Salam,
Luthfi
=====

















[Non-text portions of this message have been removed]

#85455 From: "Dharmawan Ronodipuro" <Dharmawan_Ronodipuro@...>
Date: Tue Sep 30, 2008 12:11 pm
Subject: KOMPAS.com, 30 September 2008 -- Memberi, Bukan Menerima
dharmawan_ro...
Offline Offline
Send Email Send Email
 
<javascript:void(0)>

http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif

Memberi, Bukan Menerima

http://www.kompas.com/data/photo/2008/09/30/3018506p.jpg
<http://cetak.kompas.com/printnews/xml/2008/09/30/0016129/memberi.bukan.mene
rima> PRI

Selasa, 30 September 2008 | 03:00 WIB

SUKARDI RINAKIT

Hormat saya pada Mira Lesmana, Riri Riza, Andrea Hirata, dan siapa pun yang
terlibat dalam film Laskar Pelangi. Secara gamblang mereka menorehkan
realitas keseharian kita. Terbelah dalam kelas sosial, terbelenggu oleh
peraturan formal, terpinggirkan dan terasing. Kondisi patologis itu
terpantul bening dalam ranah pendidikan.

Tapi Tuhan memang tidak tidur (Gusti ora sare). Di tengah tekanan hidup yang
kadang tidak kenal kompromi tersebut, lahir ketulusan, semangat, dan mimpi.
Pendeknya, lahir sifat kenabian dari individu-individu otonom yang dalam
bahasa Kahlil Gibran disebut sebagai kaum pemberi, bukan penerima. Mereka
ibarat bunga bakung dan matahari, selalu meneduhi dan memberi energi.

Seperti itulah sejatinya politik harus dijalankan. Tapi, acap kali ia
direduksi menjadi sekadar perebutan kekuasaan. Akibatnya, bukan
kesejahteraan rakyat yang dipanggul, tetapi ambisi pribadi untuk menguasai
dan menikmati kebun mawar kekuasaan.

Yogyakarta kelabu

Kalau ketiga Bung Besar (Bung Karno, Bung Hatta, dan Bung Sjahrir) masih
hidup, saya yakin mereka akan marah dengan sebagian generasi sekarang yang
dalam mengambil keputusan cenderung mengabaikan sejarah. Bung Karno pasti
akan berteriak, ”Jangan sekali-kali melupakan sejarah (jasmerah)!”

Demikian juga dengan kasus keistimewaan Yogyakarta. Jika kita hanya bertumpu
pada UUD 1945 hasil amandemen (apalagi sampai saat ini masih ada kekuatan
yang tak mengakui hasil amandemen itu), sulit untuk tidak mengatakan, kita
mengabaikan fakta sejarah. Sikap ini bisa menambah kekisruhan di bumi
Mataram.

Beberapa tokoh senior, termasuk Jusuf Ronodipuro (alm), berkali-kali
bercerita kepada penulis bahwa Yogyakarta waktu itu sejatinya adalah wilayah
berdaulat penuh. Ia sejajar dengan Republik Indonesia yang baru
diproklamirkan Soekarno-Hatta.

Tapi, karena Sultan Hamengku Buwono IX begitu asketis, darah hidupnya adalah
memberi dan bukan menerima, ia memutuskan untuk ”menikah” dengan Republik
Indonesia.

Ijab kabul terjadi antara Keraton Yogyakarta dan Republik Indonesia.
Maklumat 5 September 1945 mengikat keduanya.

Ketika suatu siang kami bertemu di LP3S, di halaman lembaga penelitian itu,
Jusuf Ronodipuro kembali bertutur. Pada era Republik Indonesia Serikat
(RIS), Jakarta masuk ke dalam wilayah Pasundan. Pasukan Siliwangi yang
sangat nasionalis geram dengan fakta itu. Mereka akhirnya memutuskan hijrah
ke Yogya (sebagai ibu kota Republik Indonesia).

Pendeknya, kata Ronodipuro, Yogya selalu memberi, bukan menerima. Ia adalah
utusan yang ditugaskan mengambil kekayaan keraton demi membiayai Republik.

Pusat keliru

Dalam konstruksi seperti itu, penanganan pemerintah pusat terhadap
Yogyakarta adalah keliru. Pertama, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menekan
Yogyakarta dengan cara mengkritik Sultan. Dikatakan, jika Sultan juga
gubernur, lalu nanti maju capres atau cawapres, itu hanya ada dalam
ketoprak. Pernyataan seperti ini menyakiti rakyat Yogya.

Situasi diperburuk oleh komentar Bung Andi Mallarangeng yang mengatakan
bahwa praktik monarki absolut di Yogyakarta harus diakhiri dan diganti
dengan monarki konstitusional. Ini problematik.

Siapa pun yang belajar ilmu politik pasti tahu bahwa tidak ada model
kekuasaan seperti itu di Yogya. Ketika menikahkan anaknya saja, kadonya
diperiksa oleh KPK, bagaimana bisa dikatakan monarki absolut. Ini belum lagi
kalau eksistensi DPRD dan bekerjanya sistem pemerintahan ikut
diperhitungkan.

Cara penanganan yang demikian, termasuk menggantung RUUK DIY selama ini,
kontras dengan cara penanganan daerah konflik lain, utamanya Papua dan Aceh.
Yang memberontak diperlakukan sangat lembut, sebaliknya, yang berperilaku
baik diperlakukan kasar.

Oleh sebab itu, bisa dipahami jika rakyat Yogya akhirnya merasa dizalimi
pemerintah pusat. Ini bisa diidentifikasi dari semakin naiknya eskalasi
kelompok-kelompok masyarakat yang meminta Pisowanan Ageng (rakyat menghadap
Sultan) segera mungkin. Mereka ingin menyatukan hati, menentukan sikap.

Karena semangat untuk menerima (bukan memberi) menyempitkan sudut pandang,
kecenderungan kita untuk melupakan sejarah menjadi sangat dominan. Jika
pemerintah pusat tak hati-hati menangani Yogyakarta, keputusan politik yang
diambil bisa-bisa merupakan ajakan cerai (talak).

Kalau itu yang terjadi, Maklumat 5 September 1945 tak berlaku lagi. Artinya,
dalam bahasa pokrol bambu, Yogya menjadi janda atau duda. Bebas.

Jika itu terjadi, saya hanya bisa menangis kepada Bung Karno, Bung Hatta,
dan Bung Sjahrir. Jika ada Sultan Hamengku Buwono IX di situ, mungkin beliau
akan berkata, ”Sabarlah, Gusti ora sare.”









Dapatkan artikel ini di URL:
http://entertainment.kompas.com/read/xml/2008/09/30/0016129/memberi.bukan.me
nerima



[Non-text portions of this message have been removed]

#85456 From: mas Athoillah <mas_athoillah@...>
Date: Tue Sep 30, 2008 1:01 am
Subject: Re: Fwd: Satu-satunya Ketua Umum Partai yang Langsung Tolak RUU Pornografi
mas_athoillah
Offline Offline
Send Email Send Email
 
kira2 "motif"nya apa yah??

hehehehe..
btw,. salam silaturrahim smuanya buat anggota milis,. karna saya baru join bbrp
minggu yg lalu,.
bukan warga indo yg di india sih,. tp sy di alexandria,. pengen dapat tambahan
ilmu&pengetahuan disini,. jd boleh kan klo gabung?makasih byk yah
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Mohon Maaf Lahir dan Bathin
Kullu 'Am wa Antum Bi khoir


----- Original Message ----
From: M.J Thamrin <m.j.thamrin@...>
To: mediacare@yahoogroups.com; ppiindia@yahoogroups.com
Sent: Monday, September 29, 2008 4:30:19 AM
Subject: [ppiindia] Fwd: Satu-satunya Ketua Umum Partai yang Langsung Tolak RUU
Pornografi


---------- Forwarded message ----------
From: Sunny <ambon@tele2. se>
Date: 2008/9/30
Subject: [zamanku] Satu-satunya Ketua Umum Partai yang Langsung Tolak RUU
Pornografi
To: Undisclosed- Recipient

Bali Pos
Senin, 29 September 2008 | BP

Sukmawati Soekarno: *Satu-satunya Ketua Umum Partai yang Langsung Tolak RUU
Pornografi*
Denpasar (Bali Post) -
Di saat para politisi di Tanah Air masih berwacana menolak RUU Pornografi
dan Pornoaksi yang dinilai SARA, PNI Marhaenisme menjadi partai pertama di
Indonesia yang menolak RUU Pornografi dan Pornoaksi. Bagaimana tidak,
keseriusan penolakan ini tidak disampaikan melalui petugas partai alias
anggota DPR atau perwakilan fraksi, tapi langsung ditangani oleh Sukmawati
Soekarno Putri, Ketua Umum DPP PNI Marhaenisme dengan menyampaikan keberatan
langsung pada Ketua DPR-RI Agung Laksono.

Sukmawati yang didampingi Ketua DPD PNI Marhaenisme Bali, Dr. Vedakarna
menyatakan keberatan atas ide penundaan pembahasan RUU tersebut. 'Saya minta
pada Ketua DPR untuk tidak menggunakan kata menunda, tetapi menolak RUU ini.
Jika ini diundangkan, umat minoritas di Indonesia akan dikebiri hak-haknya.
Walau draf RUU tersebut cukup bagus substansinya, tapi siapa yang menjamin
teknis di lapangan tidak menimbulkan masalah. Apalagi keberadaan hukum dan
aparatnya masih diragukan,' ungkap Sukmawati dalam release-nya yang diterima
di Denpasar, Minggu (28/9) kemarin.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPR-RI menyatakan apresiasinya mengingat baru
Ketua Umum DPP PNI Marhaenisme yang langsung turun tangan terhadap masalah
ini. Demikian juga diungkapkan Dr. Vedakarna, bahwa aspirasi yang
disampaikan oleh rakyat Bali di hadapan DPRD Bali dan Gubernur Bali
dikhawatirkan tidak maksimal. Perlu ada lobi khusus langsung ke petinggi di
Jakarta karena semua keputusan diambil oleh orang Jakarta. DPD PNI
Marhaenisme Bali membantu perjuangan teman-teman di Bali yang menolak tegas
RUU ini. Apalagi disinyalemen gerakan beberapa provinsi di Indonesia yang
malah mendukung RUU ini. Jangan sampai ini menjadi perpecahan bangsa,
ungkapnya. Ia juga menyarankan agar komponen yang menolak RUU ini harus
bersatu.

*Sementara yang menolak tegas baru Bali, Yogyakarta, NTT, Papua, Sulawesi
Utara, Maluku.* 'Seharusnya semua Gubernur yang menolak bertemu, dan membuat
petisi bersama. Jika masing-masing provinsi jalan sendiri, yang ada
pergerakan gampang dipatahkan lawan,' pungkas President The Sukarno Center
ini.

[Non-text portions of this message have been removed]






[Non-text portions of this message have been removed]

#85457 From: "Rakyat Jelata" <penduduk.dki@...>
Date: Mon Sep 29, 2008 2:17 am
Subject: TOLAK RUU PORNOGRAFI (RUUP) dan GANTIKAN SECARA PRIORITAS MENJADI "RUU ANTI KEKERASAN", KENAPA????
penduduk.dki@...
Send Email Send Email
 
---------- Forwarded message ----------
From: HBS <hbsuta@...>
Date: 2008/9/28
Subject: [Bhinneka Tunggal Ika] Tolak RUUP, Gantikan dengan RUU Anti
Kekerasan
To: media-kpkp <media-kpkp@yahoogroups.com>, Milis Bhinneka Tunggal Ika <
bhinneka_tunggal_ika@yahoogroups.com>


  *Yth. Anggota milis BTI,*

*Mohon kiranya masukan dibawah ini dapat disampaikan kepada pihak yang
berkepentingan, DPR/DPD/Pemerintahan...., terima kasih. *

*TOLAK RUU PORNOGRAFI (RUUP) dan GANTIKAN SECARA PRIORITAS MENJADI "RUU ANTI
KEKERASAN", KENAPA????*

*Maksud dan tujuan utama RUUP menurut beberapa kalangan anggota DPR dan MUI
yang ngotot mengesahkan RUUP adalah antara lain untuk mencegah maraknya
kekerasan sehubungan dengan pornografi antara lain pemerkosaan yang
menyebabkan mental sakit dan menurunnya moralitas. *

*Dengan disahkannya RUUP tidak akan menjamin, lenyapnya pemerkosaan
dan menurunnya moralitas di NKRI, mengingat bahwa pemerkosaan atau pornoaksi
adalah tindakan manusia yang tidak bertanggung jawab, dan tindakan
pornoaksi atau pornografi ini sudah ada sejak cerita Adam dan Hawa
diturunkan dibumi kita ini.   Manusia lahir telanjang dan mati pun
dimandikan telanjang.    Selama masih ada kaum laki laki dan perempuan,
tindakan pornoaksi masih akan tetap ada.   Di negara Saudi Arabia pun, yang
konon UUP yang ketat secara agama maupun institut pemerintahan, pemerkosaan
atau pornoaksi masih tetap ada dan malahan dilakukannya secara tertutup.
Pada intinya RUUP tidak akan menjamin mengurangi pemerkosaan dan menurunnya
moralitas.*

*Lalu bagaimana jalan keluarnya agar semua pihak dapat menerima maksud dan
tujuannya tentang kekerasan sehubungan dengan pornografi, maka perlu RUUP
diganti judulnya berserta substansi isi nya secara bijak dengan RUU Anti
Kekerasan...., mari kita simak:*

*Seperti kita ketahui,  Indonesia sejak jaman Orde Baru, kekerasan terhadap
kaum lemah dan antara sesama manusia yang dapat mengakibatkan kematian
dan/atau cacat tubuh/mental, sudah menjadi budaya yang tidak terpuji dan
merugikan martabat Bangsa Indonesia..., justru tindakan kekerasan inilah
yang kita harus prioritaskan memberantasnya dengan RUU Anti Kekerasan....
dan kita perlu Tolak mentah mentah RUUP, yang jelas jelas mengandung banyak
multi tafsir yang dapat mengakibatkan kehancuran NKRI.  *

*Kita masih melihat banyak kekerasan yang terjadi selama Reformasi, antara
lain: tawuran antara siswa, komunitas, suku dan agama; sweeping dengan
kekerasan mengatasnamakan agama;  Baku hantam antara anggota
DPR; kekerasan fisik di rumah tangga terhadap wanita dan anak2, kekerasan di
Lembaga pemerintahan seperti di Kepolisian, Sekolah Tinggi Pemerintahan, LP,
dll; kekerasan oleh premanisme dan lain lain yang sehubungan dengan
kekerasan mental maupu fisik.*


*Kenapa TOLAK RUUP secara total???:*

    - *Substansi kandungan isi RUUP banyak multi tafsir, sehingga dapat
    memicu memecahkan NKRI.  Penafsiran adalah berupa keputusan yang tidak ada
    kepastian, karena menyangkut dengan persepsi manusia yang mempunyai
    bermacam-macam tafsiran dan pengertian, seperti contoh saja, kepastian
    hari Lebaran Idul Fitri yang suci pun menjadi ricuh karena banyak yang
    menafsirkan berbagai pendapat, sehingga setiap tahun keputusan Hari Lebaran
    Idul Fitri yang suci pun menjadi ricuh...., nah, bayangkan kalau RUUP yang
    multi tafsir, bagaimana akibatnya....., kekerasan sudah pasti diambang pintu
    oleh anarkis terorist yang menafsirkan bahwa mereka yang paling benar
    menafsirkannya....*
    -
    - *RUUP tidak perlu karena akan terjadi tumpah tindih dengan KUHP yang
    sudah ada dan berlaku yaitu tentang larangan pornografi.
    Seharusnya anggota DPR yang peduli terhadap maraknya pemerkosaan dan
    moralitas, melakukan pengawasan atau mendorong agar aparat
    Kepolisian menjalankan tugasnya agar pelanggar KUHP pornografi dilakukan
    secara tegas, termasuk larangan atau pengontrolan pornografi melalui media
    cetak maupun jaringan internet.    Di Negara Maju pun, pornografi cetak
    maupun internet, dikontrol dengan undang undang secara ketat, seperti produk
    cetak pornografi tidak boleh dijual perbelikan oleh anak dibawah umur (18thn
    kebawah).   *
    -
    - *RUUP tidak menghormati terhadap budaya dan tradisional Nenek Moyang
    kita yang sudah berjalan dengan baik dan tidak bermasalah dengan persepsi
    pornografi.   Seperti contoh, antara lain budaya dan tradisional kehidupan
    Nenek Moyang kita dari suku Baduy (Banten), mereka sudah terbiasa ratusan
    tahun berkehidupan dengan sederhana dan menjaga keseimbangan alamnya dengan
    hidup damai dan sejahtera.  Walaupun wanita nya menggunakan
    pakaian yang sederhana, kutang dan sarung, ternyata tidak membuat kaum laki
    lakinya berhasrat membuat seksual. *


*Seharusnya DPR harus segera memprioritaskan membuat "RUU Anti Kekerasan"
menggantikan "RUUP", kenapa??:*

    - *Tindakan Kekerasan di Indonesia sudah melewati batas dan sampai
    sekarang masih belum tuntas menurunkan tindakan kekerasan yang mengakibatkan
    banyak korban jiwa, kerugian material fasilitas umum dan pribadi, maupun
    korban cacat fisik dan mental (trauma dan dampak negative kehidupan sehari
    hari yang dapat mengurangi pertumbuhan ekonomi Bangsa Indonesia).....   Saya
    ingat sewaktu kami merantau belajar mulai dari SMU sampai Perguruan Tinggi
    di Amerika Serikat, tindakan kekerasan seperti melakukan pemukulan saja pun,
    sangsi pidananya berat, antara lain denda ganti rugi dan/atau pidana masuk
    penjara.     Kita melihat bahwa tawuran dan/atau kekerasan apapun yang
    merugikan pihak lain masih banyak terjadi, termasuk anggota DPR, karena
    hukum dan undang undang Anti Kekerasan di Indonesia masih lemah dan pihak
    Kepolisiannya tidak dapat mengatasinya secara tegas, karena penegakan
    hukumnya sangat lemah.  *
    - *Saya yakin RUU Anti Kekerasan untuk menggantikan RUUP dapat diterima
    oleh semua pihak, selama substansinya tidak mengdiskriminasikan terhadap
    wanita dan anak2 sebagai object seksualitas; mematikan budaya adat istiadat
    leluhur Bangsa Indonesia; tidak ada unsur memaksakan budaya berbusana Timur
    Tengah kedalam RUU Anti Kekerasan; tidak ada multi tafsir mengenai persepsi
    pornografi yang mengakibatkan kekerasan....dll..*

*Saya sebagai manusia biasa dan menjunjung tinggi NKRI, sangat malu dan
prihatin melihat selalu ada kekerasan seperti tawuran beberapa hari ini,
khususnya pada bulan suci Ramadhan masih terjadi..., kelihatannya tidak ada
jalan lain, yaitu DPR dan Pemerintahan harus segera membuat RUU Anti
Kekerasan dalam skala prioritas dan membatalkan RUUP.*

*Lucunya, Balkan K., ketua Pansus RUUP dari Partai Demokrat, yang konon
Partai yang seharusnya menjunjung tinggi peningkatan Demokratisasi, malahan
tidak mempunyai jiwa dan menghormati Demokratisasi....., dan bosnya yang
duduk sebagai Presiden RI, dari Partai Demokrat, diam diam saja, tidak
menegor anggotanya yang sedang ngotot membuat RUUP yang kontra produktif dan
kontrofisial..... *

*Last but not least, Saya mau ketawa terbahak bahak membayangkan, kalo RUUP
menjadi sah...., binatang seperti anjing, kambing, kucing, dll yang berbuat
pornoaksi didepan umum secara alami, dan laki laki yang
melihatnya menimbulkan hasrat seksual...., apakah binatang tersebut akan
dikenakan sangsi hukum anti porno aksi, karena membuat laki laki yang
mempunyai pikiran ngeres alias jorok ingin berhasrat seksual...., apa yang
akan terjadi...., kemungkinan anggota DPR yang merasa alim dan ahli dalam
pornografi akan membuat amendment RUUP:  yang isinya semua binatang betina
harus ditutup badannya, sehingga jantan2 binatang tidak dapat berbuat porno
aksi didepan umum.....hihihihihiiiii....  lucu tapi nyata dan hanya ada di
Indnesia..... *

*Sekali lagi mari kita TOLAK RUUP.....may be Peace and Prosperity be with
all of us....*

*Salam Bhineka Tunggal Ika,*
*Hussein Baron *

========================
*27/09/2008 17:28
Seksualitas di RUU Pornografi Masih Dibahas*

*INILAH.COM <http://inilah.com/>, Jakarta - Anggota Pansus RUU Pornografi
Irsyad Sudiro mengakui perlu dilakukannya uji publik terhadap RUU Pornografi
untuk meminimalkan adanya berbagai kecurigaan adanya labelisasi agama
tertentu terhadap RUU itu. Terutama soal seksualitas.*

*Menurut Irsyad Sudiro , dalam RUU itu tidak ada satu pasal pun yang
menyatakan soal agama maupun diskriminasi terhadap perempuan sehingga ketika
muncul berbagai interpretasi yang salah atas RUU yang semula berjudul RUU
Anti Pornografi dan Pornoaksi tersebut maka tentunya perlu dilakukan
perbaikan-perbaikan.*

*"Memang perlu diperjelas lagi soal seksualitas itu dan kami selalu
melakukan 'update'. Jadi dalam membahasnya dinamis sekali," kata Irsyad di
Jakarta, Sabtu (27/9).*

*Lebih lanjut, Irsyad mengimbau masyarakat agar tidak perlu emosional dalam
memahami isi RUU itu. "Jadi jangan apriorilah," katanya seraya menekankan
bahwa Pansus justru menampung keberatan didaerah-daerah.*

*Ditempat terpisah, pengamat masalah keagamaan dan perempuan, Siti Musda
Mulia, mengatakan bahwa RUU itu masih terlalu banyak cacatnya. "RUU cacat
hukum karena perumusannya tidak mengakomodasi aspirasi kelompok masyarakat
tertentu," ucapnya.*

*Dikatakannya pula bahwa pada kenyataannya pasal per pasal dalam RUU itu
juga tidak melindungi anak dan perempuan. "Dalam RUU ini, keduanya justru
menjadi aktor dan bukan korban," katanya.*

*Menurut Siti, pihaknya bukanlah orang-orang yang anti regulasi, tetapi bisa
saja substansi dalam RUU itu dikembangkan dengan syarat untuk pasal-pasal
yang bersifat ambigu serta menempatkan perempuan sebagai obyek perlu
dihilangkan.[*/L8]*

==========================
*27/09/2008 19:10
Gus Dur: Agama Itu Budaya*

*INILAH.COM <http://inilah.com/>, Jakarta - Mantan Ketua Pengurus Besar
Nahdlatul Ulama (NU), KH Abdurrahman Wahid menilai kekerasan berbasis agama
yang kian marak terjadi akhir-akhir ini, adalah karena agama diletakkan
sebagai sebuah lembaga dan bukan sebagai budaya. Sehingga, komunikasi sesama
umat menjadi terpotong-potong dan tersekat-sekat.*

*"Sebenarnya ada satu hal yang paling sulit untuk dipahami bahwa agama itu
adalah budaya. Konsep seperti itulah yang berlaku pada Muhammadiyah,
Nahdlatul Ulama (NU), Persatuan Gereja Indonesia (PGI), KWI. Jadi semua itu
makhluk budaya," kata Ketua Umum Dewan Syuro PKB itu dalam acara Kongkow
Bareng Gus Dur di Teater Utan Kayu, Jakarta, Sabtu (27/9).*

*Gus Dur pun menjadi heran dan terkaget-kaget, jika ada yang mempertahankan
mati-matian agama, seolah-seolah agama itu sebuah institusi. "Sebuah lembaga
yang nggak boleh diganggu sedikit pun," ungkap mantan Presiden RI ini dengan
penuh heran.*

*Lantas, apa yang menyebabkan cara pandang umat seperti itu? Menurut Gus
Dur, cara pandang tersebut dipengaruhi oleh pemerintahan Orde Baru yang
dipimpin Soeharto. "Pak Harto menganggap Islam itu pada lembaga
keislamannya. Seperti halnya, Pak Harto yang hanya mementingkan Majelis
Ulama Indonesia (MUI)," cetus Gus Dur.*

*Padahal, lanjut Gus Dur, lembaga tidak ada artinya, sebab yang penting itu
adalah budayanya. Apalagi, budaya umat Islam sekarang ini bersikap galak
pada semua orang.*

*Mengutip, Guru Besar Filsafat UI Prof Dr Toety Herati Noerhady, Gus Dur
melihat budaya kekerasan (culture of violence) disebabkan pada komunikasi
antara golongan terputus, tersekat-sekat. Kenapa? "karena orang berbicara
menggunakan kekerasan. Inilah keadaan kita dewasa ini," ujar Gus Dur.[L8]*


[Non-text portions of this message have been removed]

#85458 From: kanto_ rahman <kanto_rahman@...>
Date: Sun Sep 28, 2008 11:27 am
Subject: Re: UNDANGAN PELIPUTAN AKSI JUM’AT RUTIN
kanto_rahman
Offline Offline
Send Email Send Email
 
 TKI  NGA USAH DIURUSI....BUKTINYA BERANI  KELUAR NEGERI BERARTI SUDAH
DEWASA.....JANGAN DIBIKIN KAYA ANAK KECIL ,..JANGAN JANGAN YANG MAU BANTU MAU
MINTA DUIT...ATAU MAU NGERAMPOK....UDAH LAH. ..YANG PENTING BERIKAN FASILITAS
YANG BAIK KAN WARGA NEGARA SENDIRI...NANTI KALAU NGAK MAU LEWAT SUKARNO HATTA
GIMANA....,TERUS LEWAT BALI ATAU LEWAT JOGYAKARTA. MERUGIKAN NAMA BAIK JAKARTA
SEBAGAI BANDARA INTERNASIONAL,,,,




[Non-text portions of this message have been removed]

#85459 From: Crysant Fun <funcrysant@...>
Date: Sat Sep 27, 2008 5:44 am
Subject: DE JAVU......
funcrysant
Offline Offline
Send Email Send Email
 
LAGI...LAGI...DAN LAGI!! TERUS TERULANG KEJADIAN YANG MEMBUAT MIRIS HATI, KOQ
JAHAT BANGET YAH ORANG YANG TEGA NYURI BENDA BERSEJARAH MILIK BANGSA INI.......



----- Original Message ----
From: mediacare <mediacare@...>
To: ppiindia@yahoogroups.com; mudawijaya <mudawijaya@yahoogroups.com>; zamanku
<zamanku@yahoogroups.com>; fdwb-owner@yahoogroups.com
Sent: Saturday, September 27, 2008 12:32:54 PM
Subject: [ppiindia] Situs Purbakala Batu Kuya Hilang Seberat 6 Ton, Diangkut
Kontainer


Situs Purbakala Batu Kuya Hilang Seberat 6 Ton, Diangkut Kontainer

dok KSB / Kompas Images

Situs Batu Kuya diangkut menggunakan kontainer dari tempatnya di
kawasan Hutan Lindung Haur Bentes, Kabupaten Bogor, dan melintas di
Desa Pasir Madang, Selasa (23/9). Situs seberat 6 ton ini diameternya
3 meter dan tinggi sekitar 4 meter.

Sabtu, 27 September 2008 | 03:00 WIB

Bogor, Kompas - Sebuah batu purbakala peninggalan Kerajaan
Tarumanegara seberat 6 ton "hilang" dari lokasi situsnya di hutan
lindung Haur Bentes, Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten
Bogor, Jawa Barat. Batu yang dikenal masyarakat dengan nama "Batu
Kuya" itu diangkut menggunakan kontainer.

Dinamakan Batu Kuya karena batu raksasa tersebut bentuknya mirip
kura-kura atau dalam bahasa Sunda disebut "kuya". Batu tersebut
berdiameter sekitar 3 meter dan tinggi sekitar 4 meter. Pada bagian
ujungnya terdapat benjolan seperti kepala kura-kura.

Hilangnya situs peninggalan abad IV atau ke V tersebut terlambat
diketahui aparat setempat. Namun, saat pemindahan batu situs tersebut
dengan menggunakan alat-alat berat dan diangkut truk tronton, Selasa
(23/9), banyak anggota masyarakat yang melihatnya.

"Begitu mendapat laporan dari masyarakat, Kamis (25/9), kami langsung
ke lokasi, namun truk tronton sudah tidak ada. Kami kejar ke Kecamatan
Leuwiliang juga sudah tidak ada. Kami mendengar truk tronton tersebut
sudah ada di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, dan batu situs akan
dikirim ke luar negeri," kata Kepala Bidang Budaya, Dinas Kebudayaan
dan Pariwisata Kabupaten Bogor Boy Gyawarman di Bogor, Jumat (26/9).

Menurut Gyawarman, hilangnya situs batu kuya dari tempatnya sudah
dilaporkan ke Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Kabupaten
Serang, yang mengawasi kelestarian situs-situs sejarah/purbakala di
Jawa Barat dan Banten. Laporan serupa juga disampaikan ke Direktorat
Peninggalan Purbakala Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.

"Menurut pejabat di direktorat itu, dipastikan situs batu purbakala
ini masih berada di Indonesia," katanya.

Gyawarman menambahkan, pihaknya memang sudah mencatat keberadaan situs
purbakala di hutan lindung Haur Bentes, Kecamatan Sukajaya. Ada
beberapa situs di kawasan hutan lindung tersebut yang berada di
permukaan tanah.

"Namun, identifikasi dan deskripsi terhadap situs-situs yang ada belum
dilakukan karena anggaran yang sangat terbatas," ujarnya.

Meski demikian, situs tersebut kemungkinan besar peninggalan Kerajaan
Tarumanegara, yang merupakan kerajaan tertua di Nusantara. Kerajaan
Hindu yang didirikan Rajadirajaguru Jayasingawarman tahun 358 Masehi
ini meninggalkan tujuh prasasti yang tersebar di Bogor dan Jakarta.

Dibuat jalan

Sejumlah anggota masyarakat yang menyaksikan pemindahan batu tersebut
mengatakan, alat-alat berat dikerahkan untuk mengangkut batu situs
tersebut. Untuk menuju lokasi situs di kawasan hutan lindung Haur
Bentes juga dibuat jalan selebar 3 sampai 4 meter.

Ukat Sukatma, tokoh adat Sindang Barang dan pemerhati situs-situs di
Bogor, mengatakan terkejut ketika melihat truk tronton mengangkut batu
situs. Apalagi ketika melihat "kepala kuya" atau kurang-kura dipotong
untuk memudahkan pengangkutan. "Namun, saya tidak bisa berbuat
apa-apa," ujarnya.

Di sekitar kawasan hutan lindung tersebut juga terdapat situs-situs
lainnya, seperti yang berbentuk buaya dan orang. Namun, semua situs
tersebut dibiarkan telantar. (RTS)

[Non-text portions of this message have been removed]






[Non-text portions of this message have been removed]

#85460 From: "Mediacare" <mediacare@...>
Date: Fri Oct 3, 2008 6:21 am
Subject: Re: Ancaman hukum terhadap Blogger makin meningkat...
radityo_dj
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Ha ha ha Satrio kirim begini karena kesel TransTV dan TransCORP dan
pejabat2nya dijelek2in di http://transtvnews.blogspot.com/


--- In ppiindia@yahoogroups.com, Satrio Arismunandar
<satrioarismunandar@...> wrote:
>
> Bloggers and Other Online Publishers Face Increasing Legal Threats
>
>
>
>
> There is a widely held belief that the Internet is a legal no man's land,
where people are free to publish what they wish without fear of censure or
repercussions. While this may have been true back when the Internet was
populated largely by techies swapping information on obscure Usenet groups, it
is no longer true today. Perhaps it's a product of the maturing of the medium
that lawyers are starting to take notice. Perhaps it's because some bloggers and
Web site operators, albeit a small number, are making money from their online
publishing activities. Whatever the reason, there has been a steady -- and
dramatic -- increase in the number of lawsuits filed against online publishers.
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> RELATED
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> NewsU Course: The Basics for Bloggers & Other Online Publishers
> This course addresses three important areas of media law that specifically
relate to gathering information and publishing online: defamation, privacy and
copyright. >Learn more or enroll now
>
>
> In the last 10 years, we have seen the number of civil lawsuits filed against
bloggers and other online publishers increase from 4 in 1997 to 89 in 2007 (See
Figure 1). We aren't just talking about the CNN's and New York Times' of the
world. At the Citizen Media Law Project, which I direct, we have cataloged more
than 280 such lawsuits filed in 43 states and the District of Columbia, ranging
from copyright infringement claims against celebrity-gossip bloggers to
defamation claims against operators of hyper-local journalism sites.
> While only a few of these lawsuits have resulted in liability, seven cases in
our database resulted in verdicts or settlements in the six-figure range (See
Figure 2). For example, the largest judgment to date involved a $11.3 million
defamation verdict against a woman who criticized an organization she hired to
help remove her son from a boarding school in Costa Rica, referring to the head
of the organization as a "crook," "con artist" and "fraud." Scheff v. Bock
(Sept. 19, 2006 Florida Circuit Court).
>
> In fact, every time someone publishes anything online, whether it's a news
article, blog post, podcast, video or even a user comment, they open themselves
up to potential legal liability. This shouldn't come as a surprise because the
Internet, after all, is available to anyone who wishes to connect to the
network, and even the smallest blog or most esoteric discussion forum has the
potential to reach hundreds of millions of people throughout the world.
> Often the legal risks are small, but not always. Whether you are seasoned
journalist or just someone who occasionally posts online, you will benefit from
a basic understanding of media law. Let's start with a few of the more obvious
risks.
>
> First, if you publish information that harms the reputation of another person,
group or organization, you may be liable for "defamation" or "false light."
Defamation is the term for a legal claim involving injury to reputation caused
by false statements of fact. False light, which is similar to defamation,
generally involves untrue factual implications. The crux of both of these claims
is falsity; statements of opinion and truthful statements and implications that
harm another's reputation will not create liability, although the latter may
open you up to other forms of liability if the information you publish is of a
personal or highly private nature.
>
>
>
>
>
>
>
> Click here for a larger view of this chart.Second, if you publish private or
personal information about someone without permission, you potentially expose
yourself to legal liability even if your portrayal is factually accurate. For
example, in most states you can be sued for publishing private facts about
another person, even if those facts are true. The term "private facts" refers to
information about someone's personal life that has not previously been revealed
to the public, that is not of legitimate public concern, and the publication of
which would be offensive to a reasonable person. This would include such things
as writing about a person's medical condition, sexual activities or financial
troubles.
>
> If you use someone else's name, likeness or other personal attributes without
permission for an exploitative purpose you could also face liability for what is
called "misappropriation" or violation of the "right of publicity." Usually,
people run into trouble in this area when they use someone's name or photograph
in a commercial setting, such as in advertising or other promotional activities.
But, some states also prohibit use of another person's identity for the user's
own personal benefit, whether or not the purpose is strictly commercial.
>
> Third, if you allow reader comments, host guest bloggers on your site, operate
an online forum, or if you repost information received from RSS feeds, section
230 of the Communications Decency Act will likely shield you from liability for
problematic statements made by your users, guests and other third-parties. You
will not lose this immunity even if you edit the content, whether for accuracy
or civility, and you are entitled to immunity so long as your edits do not
substantially alter the meaning of the original statements. Keep in mind that
this important federal law will only protect you if a third-party -- not you or
your employee or someone acting under your direction -- posts something on your
blog or Web site. It will not shield you from liability for your own statements.
>
> Finally, if you publish or use the creative work of others without permission,
you may expose yourself to legal liability under copyright law. It is a widely
held misconception that works on the Internet are not covered by copyright and
thus can be used freely. This is not true. Copyright law applies to online
material just as it does to offline material. Fortunately, an important legal
doctrine called "fair use" may make it legally permissible for you to use a
copyrighted work without permission for purposes such as commentary, criticism,
parody, news reporting, and scholarship. Whether or not a use is lawful usually
depends upon how different or "transformative" the use is from the original.
>
> To help you better understand these topics, Poynter's NewsU has just launched
a course entitled, "Online Media Law: The Basics for Bloggers and Other Online
Publishers." The course, which includes games and learning exercises, is
designed to help bloggers and other online publishers understand their legal
rights and responsibilities. The free course also provides resources to help
online publishers improve the accuracy and quality of their reporting.
>
> David Ardia is a fellow at Harvard University's Berkman Center for Internet &
Society and the director of the Citizen Media Law Project, which provides legal
assistance, training and resources for individuals and organizations involved in
online and citizen media. Prior to coming to Harvard, he was assistant counsel
at The Washington Post and before that he practiced law at Williams & Connolly
in Washington, D.C., where he handled a range of intellectual property and media
>
>
>
>
>
>
>
>
> Satrio Arismunandar
> Executive Producer
> News Division, Trans TV, Lantai 3
> Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790
> Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4023,  Fax: 79184558, 79184627
>
> http://satrioarismunandar6.blogspot.com
> http://satrioarismunandar.multiply.com
>
> "Perjuangan seorang mukmin sejati tidak akan berhenti, kecuali kedua telapak
kakinya telah menginjak pintu surga." (Imam Ahmad bin Hanbal).
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]

--
http://www.fastmail.fm - A fast, anti-spam email service.

#85461 From: Satrio Arismunandar <satrioarismunandar@...>
Date: Fri Oct 3, 2008 7:02 am
Subject: Re: Re: Ancaman hukum terhadap Blogger makin meningkat...
satrioarismunandar@...
Send Email Send Email
 
Oh, seorang pengecut, yang hanya berani menjelek-jelekkan orang dengan
bersembunyi di balik nama samaran, tidak akan membuat saya terganggu....



Satrio Arismunandar
Executive ProducerNews Division, Trans TV, Lantai 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4023,  Fax: 79184558,
79184627 http://satrioarismunandar6.blogspot.comhttp://satrioarismunandar.multip\
ly.com   "Perjuangan seorang mukmin sejati tidak akan berhenti, kecuali kedua
telapak kakinya telah menginjak pintu surga." (Imam Ahmad bin Hanbal)

--- On Fri, 10/3/08, Mediacare <mediacare@...> wrote:
From: Mediacare <mediacare@...>
Subject: [ppiindia] Re: Ancaman hukum terhadap Blogger makin meningkat...
To: ppiindia@yahoogroups.com
Date: Friday, October 3, 2008, 1:21 PM











             Ha ha ha Satrio kirim begini karena kesel TransTV dan TransCORP dan

pejabat2nya dijelek2in di http://transtvnews. blogspot. com/



--- In ppiindia@yahoogroup s.com, Satrio Arismunandar

<satrioarismunandar @...> wrote:

>

> Bloggers and Other Online Publishers Face Increasing Legal Threats

>

>

>

>

> There is a widely held belief that the Internet is a legal no man's land,
where people are free to publish what they wish without fear of censure or
repercussions. While this may have been true back when the Internet was
populated largely by techies swapping information on obscure Usenet groups, it
is no longer true today. Perhaps it's a product of the maturing of the medium
that lawyers are starting to take notice. Perhaps it's because some bloggers and
Web site operators, albeit a small number, are making money from their online
publishing activities. Whatever the reason, there has been a steady -- and
dramatic -- increase in the number of lawsuits filed against online publishers.

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

> RELATED

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

> NewsU Course: The Basics for Bloggers & Other Online Publishers

> This course addresses three important areas of media law that specifically
relate to gathering information and publishing online: defamation, privacy and
copyright. >Learn more or enroll now

>

>

> In the last 10 years, we have seen the number of civil lawsuits filed against
bloggers and other online publishers increase from 4 in 1997 to 89 in 2007 (See
Figure 1). We aren't just talking about the CNN's and New York Times' of the
world. At the Citizen Media Law Project, which I direct, we have cataloged more
than 280 such lawsuits filed in 43 states and the District of Columbia, ranging
from copyright infringement claims against celebrity-gossip bloggers to
defamation claims against operators of hyper-local journalism sites.

> While only a few of these lawsuits have resulted in liability, seven cases in
our database resulted in verdicts or settlements in the six-figure range (See
Figure 2). For example, the largest judgment to date involved a $11.3 million
defamation verdict against a woman who criticized an organization she hired to
help remove her son from a boarding school in Costa Rica, referring to the head
of the organization as a "crook," "con artist" and "fraud." Scheff v. Bock
(Sept. 19, 2006 Florida Circuit Court).

>

> In fact, every time someone publishes anything online, whether it's a news
article, blog post, podcast, video or even a user comment, they open themselves
up to potential legal liability. This shouldn't come as a surprise because the
Internet, after all, is available to anyone who wishes to connect to the
network, and even the smallest blog or most esoteric discussion forum has the
potential to reach hundreds of millions of people throughout the world.

> Often the legal risks are small, but not always. Whether you are seasoned
journalist or just someone who occasionally posts online, you will benefit from
a basic understanding of media law. Let's start with a few of the more obvious
risks.

>

> First, if you publish information that harms the reputation of another person,
group or organization, you may be liable for "defamation" or "false light."
Defamation is the term for a legal claim involving injury to reputation caused
by false statements of fact. False light, which is similar to defamation,
generally involves untrue factual implications. The crux of both of these claims
is falsity; statements of opinion and truthful statements and implications that
harm another's reputation will not create liability, although the latter may
open you up to other forms of liability if the information you publish is of a
personal or highly private nature.

>

>

>

>

>

>

>

> Click here for a larger view of this chart.Second, if you publish private or
personal information about someone without permission, you potentially expose
yourself to legal liability even if your portrayal is factually accurate. For
example, in most states you can be sued for publishing private facts about
another person, even if those facts are true. The term "private facts" refers to
information about someone's personal life that has not previously been revealed
to the public, that is not of legitimate public concern, and the publication of
which would be offensive to a reasonable person. This would include such things
as writing about a person's medical condition, sexual activities or financial
troubles.

>

> If you use someone else's name, likeness or other personal attributes without
permission for an exploitative purpose you could also face liability for what is
called "misappropriation" or violation of the "right of publicity." Usually,
people run into trouble in this area when they use someone's name or photograph
in a commercial setting, such as in advertising or other promotional activities.
But, some states also prohibit use of another person's identity for the user's
own personal benefit, whether or not the purpose is strictly commercial.

>

> Third, if you allow reader comments, host guest bloggers on your site, operate
an online forum, or if you repost information received from RSS feeds, section
230 of the Communications Decency Act will likely shield you from liability for
problematic statements made by your users, guests and other third-parties. You
will not lose this immunity even if you edit the content, whether for accuracy
or civility, and you are entitled to immunity so long as your edits do not
substantially alter the meaning of the original statements. Keep in mind that
this important federal law will only protect you if a third-party -- not you or
your employee or someone acting under your direction -- posts something on your
blog or Web site. It will not shield you from liability for your own statements.

>

> Finally, if you publish or use the creative work of others without permission,
you may expose yourself to legal liability under copyright law. It is a widely
held misconception that works on the Internet are not covered by copyright and
thus can be used freely. This is not true. Copyright law applies to online
material just as it does to offline material. Fortunately, an important legal
doctrine called "fair use" may make it legally permissible for you to use a
copyrighted work without permission for purposes such as commentary, criticism,
parody, news reporting, and scholarship. Whether or not a use is lawful usually
depends upon how different or "transformative" the use is from the original.

>

> To help you better understand these topics, Poynter's NewsU has just launched
a course entitled, "Online Media Law: The Basics for Bloggers and Other Online
Publishers." The course, which includes games and learning exercises, is
designed to help bloggers and other online publishers understand their legal
rights and responsibilities. The free course also provides resources to help
online publishers improve the accuracy and quality of their reporting.

>

> David Ardia is a fellow at Harvard University's Berkman Center for Internet &
Society and the director of the Citizen Media Law Project, which provides legal
assistance, training and resources for individuals and organizations involved in
online and citizen media. Prior to coming to Harvard, he was assistant counsel
at The Washington Post and before that he practiced law at Williams & Connolly
in Washington, D.C., where he handled a range of intellectual property and media

>

>

>

>

>

>

>

>

> Satrio Arismunandar

> Executive Producer

> News Division, Trans TV, Lantai 3

> Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790

> Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4023,  Fax: 79184558, 79184627

>

> http://satrioarismu nandar6.blogspot .com

> http://satrioarismu nandar.multiply. com

>

> "Perjuangan seorang mukmin sejati tidak akan berhenti, kecuali kedua telapak
kakinya telah menginjak pintu surga." (Imam Ahmad bin Hanbal).

>

>

>

>

> [Non-text portions of this message have been removed]



--

http://www.fastmail .fm - A fast, anti-spam email service.





























[Non-text portions of this message have been removed]

#85462 From: Fahmi Faqih <fahmifaqih@...>
Date: Fri Oct 3, 2008 7:11 am
Subject: Re: Re: Ancaman hukum terhadap Blogger makin meningkat...
fahmifaqih
Offline Offline
Send Email Send Email
 
namanya radityo djajoeri, dia mengaku sebagai keponakan goenawan mohamad. orang
ini pernah berselisih dengan farid gaban, dengan sut situmorang.

--- On Fri, 10/3/08, Satrio Arismunandar <satrioarismunandar@...> wrote:

From: Satrio Arismunandar <satrioarismunandar@...>
Subject: Re: [ppiindia] Re: Ancaman hukum terhadap Blogger makin meningkat...
To: ppiindia@yahoogroups.com
Date: Friday, October 3, 2008, 12:02 AM






Oh, seorang pengecut, yang hanya berani menjelek-jelekkan orang dengan
bersembunyi di balik nama samaran, tidak akan membuat saya terganggu... .

Satrio Arismunandar
Executive ProducerNews Division, Trans TV, Lantai 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4023,  Fax: 79184558,
79184627 http://satrioarismu nandar6.blogspot .comhttp: //satrioarismuna
ndar.multiply. com   "Perjuangan seorang mukmin sejati tidak akan berhenti,
kecuali kedua telapak kakinya telah menginjak pintu surga." (Imam Ahmad bin
Hanbal)

--- On Fri, 10/3/08, Mediacare <mediacare@cbn. net.id> wrote:
From: Mediacare <mediacare@cbn. net.id>
Subject: [ppiindia] Re: Ancaman hukum terhadap Blogger makin meningkat...
To: ppiindia@yahoogroup s.com
Date: Friday, October 3, 2008, 1:21 PM

Ha ha ha Satrio kirim begini karena kesel TransTV dan TransCORP dan

pejabat2nya dijelek2in di http://transtvnews. blogspot. com/

--- In ppiindia@yahoogroup s.com, Satrio Arismunandar

<satrioarismunandar @...> wrote:

>

> Bloggers and Other Online Publishers Face Increasing Legal Threats

>

>

>

>

> There is a widely held belief that the Internet is a legal no man's land,
where people are free to publish what they wish without fear of censure or
repercussions. While this may have been true back when the Internet was
populated largely by techies swapping information on obscure Usenet groups, it
is no longer true today. Perhaps it's a product of the maturing of the medium
that lawyers are starting to take notice. Perhaps it's because some bloggers and
Web site operators, albeit a small number, are making money from their online
publishing activities. Whatever the reason, there has been a steady -- and
dramatic -- increase in the number of lawsuits filed against online publishers.

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

> RELATED

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

> NewsU Course: The Basics for Bloggers & Other Online Publishers

> This course addresses three important areas of media law that specifically
relate to gathering information and publishing online: defamation, privacy and
copyright. >Learn more or enroll now

>

>

> In the last 10 years, we have seen the number of civil lawsuits filed against
bloggers and other online publishers increase from 4 in 1997 to 89 in 2007 (See
Figure 1). We aren't just talking about the CNN's and New York Times' of the
world. At the Citizen Media Law Project, which I direct, we have cataloged more
than 280 such lawsuits filed in 43 states and the District of Columbia, ranging
from copyright infringement claims against celebrity-gossip bloggers to
defamation claims against operators of hyper-local journalism sites.

> While only a few of these lawsuits have resulted in liability, seven cases in
our database resulted in verdicts or settlements in the six-figure range (See
Figure 2). For example, the largest judgment to date involved a $11.3 million
defamation verdict against a woman who criticized an organization she hired to
help remove her son from a boarding school in Costa Rica, referring to the head
of the organization as a "crook," "con artist" and "fraud." Scheff v. Bock
(Sept. 19, 2006 Florida Circuit Court).

>

> In fact, every time someone publishes anything online, whether it's a news
article, blog post, podcast, video or even a user comment, they open themselves
up to potential legal liability. This shouldn't come as a surprise because the
Internet, after all, is available to anyone who wishes to connect to the
network, and even the smallest blog or most esoteric discussion forum has the
potential to reach hundreds of millions of people throughout the world.

> Often the legal risks are small, but not always. Whether you are seasoned
journalist or just someone who occasionally posts online, you will benefit from
a basic understanding of media law. Let's start with a few of the more obvious
risks.

>

> First, if you publish information that harms the reputation of another person,
group or organization, you may be liable for "defamation" or "false light."
Defamation is the term for a legal claim involving injury to reputation caused
by false statements of fact. False light, which is similar to defamation,
generally involves untrue factual implications. The crux of both of these claims
is falsity; statements of opinion and truthful statements and implications that
harm another's reputation will not create liability, although the latter may
open you up to other forms of liability if the information you publish is of a
personal or highly private nature.

>

>

>

>

>

>

>

> Click here for a larger view of this chart.Second, if you publish private or
personal information about someone without permission, you potentially expose
yourself to legal liability even if your portrayal is factually accurate. For
example, in most states you can be sued for publishing private facts about
another person, even if those facts are true. The term "private facts" refers to
information about someone's personal life that has not previously been revealed
to the public, that is not of legitimate public concern, and the publication of
which would be offensive to a reasonable person. This would include such things
as writing about a person's medical condition, sexual activities or financial
troubles.

>

> If you use someone else's name, likeness or other personal attributes without
permission for an exploitative purpose you could also face liability for what is
called "misappropriation" or violation of the "right of publicity." Usually,
people run into trouble in this area when they use someone's name or photograph
in a commercial setting, such as in advertising or other promotional activities.
But, some states also prohibit use of another person's identity for the user's
own personal benefit, whether or not the purpose is strictly commercial.

>

> Third, if you allow reader comments, host guest bloggers on your site, operate
an online forum, or if you repost information received from RSS feeds, section
230 of the Communications Decency Act will likely shield you from liability for
problematic statements made by your users, guests and other third-parties. You
will not lose this immunity even if you edit the content, whether for accuracy
or civility, and you are entitled to immunity so long as your edits do not
substantially alter the meaning of the original statements. Keep in mind that
this important federal law will only protect you if a third-party -- not you or
your employee or someone acting under your direction -- posts something on your
blog or Web site. It will not shield you from liability for your own statements.

>

> Finally, if you publish or use the creative work of others without permission,
you may expose yourself to legal liability under copyright law. It is a widely
held misconception that works on the Internet are not covered by copyright and
thus can be used freely. This is not true. Copyright law applies to online
material just as it does to offline material. Fortunately, an important legal
doctrine called "fair use" may make it legally permissible for you to use a
copyrighted work without permission for purposes such as commentary, criticism,
parody, news reporting, and scholarship. Whether or not a use is lawful usually
depends upon how different or "transformative" the use is from the original.

>

> To help you better understand these topics, Poynter's NewsU has just launched
a course entitled, "Online Media Law: The Basics for Bloggers and Other Online
Publishers." The course, which includes games and learning exercises, is
designed to help bloggers and other online publishers understand their legal
rights and responsibilities. The free course also provides resources to help
online publishers improve the accuracy and quality of their reporting.

>

> David Ardia is a fellow at Harvard University's Berkman Center for Internet &
Society and the director of the Citizen Media Law Project, which provides legal
assistance, training and resources for individuals and organizations involved in
online and citizen media. Prior to coming to Harvard, he was assistant counsel
at The Washington Post and before that he practiced law at Williams & Connolly
in Washington, D.C., where he handled a range of intellectual property and media

>

>

>

>

>

>

>

>

> Satrio Arismunandar

> Executive Producer

> News Division, Trans TV, Lantai 3

> Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790

> Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4023, Fax: 79184558, 79184627

>

> http://satrioarismu nandar6.blogspot .com

> http://satrioarismu nandar.multiply. com

>

> "Perjuangan seorang mukmin sejati tidak akan berhenti, kecuali kedua telapak
kakinya telah menginjak pintu surga." (Imam Ahmad bin Hanbal).

>

>

>

>

> [Non-text portions of this message have been removed]

--

http://www.fastmail .fm - A fast, anti-spam email service.











[Non-text portions of this message have been removed]


















[Non-text portions of this message have been removed]

#85463 From: "Yap Hong-Gie" <ouwehoer@...>
Date: Fri Oct 3, 2008 7:00 pm
Subject: DIRGAHAYU TNI 63 tahun!
seroja_11470
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Selamat Hari Jadi Tentara Nasional Indonesia yang ke-63!

Dirgahayu selalu dan tetap ditempat terhormat,
mencintai dan dicintai rakyat Indonesia!

#85464 From: sautsitumorang@...
Date: Sat Oct 4, 2008 6:17 am
Subject: Check out this page at www.canoe.ca
sautsitumorang
Offline Offline
Send Email Send Email
 
From:  sautsitumorang@...

The person above has asked that we send you the following URL, as it
contains information that you might find useful or interesting.

         http://cnews.canoe.ca/CNEWS/World/2008/10/03/6964491-ap.html

Note that information on CANOE is changed frequently.
In some sections, such as our newspapers, content is removed after 24 hours.

If you have any questions about this service, please send e-mail to:
webmaster@....

Thanks!
CANOE - Your Internet Network
http://www.canoe.ca

#85465 From: "Mediacare" <mediacare@...>
Date: Sat Oct 4, 2008 7:25 am
Subject: Re: Re: Ancaman hukum terhadap Blogger makin meningkat...
radityo_dj
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Hua ha ha ha hua ha ha ha ha ha Satrio Arismunandar marah!!!!!!!!Ha ha
ha ha ha

Satrio lu ngaca dulu ye Siapa yang Pengecut !Anjing!

Kau pernah ikut Serikat Buruh dan kau ternyata seorang BRUTUS yang
sekarang menghamba pada MAJIKAN
yang teleh menyekolahkan kamu di EMBA FILIPHINE!Kau BRUTUS yang tidak
konsisten terhadap perjuangan
BRURUH,PEKERJA,KARYAWAN dan PEGAWAI.!

Dan ingat PENGECUT!Kau cuman seorang BRUTUS!yang berbelok arah menjadi
antek majikan!BRUTUS!BRUTUS!
!BRUTUS!BRUTUS!!BRUTUS!BRUTUS!!BRUTUS!BRUTUS!!BRUTUS!BRUTUS!Sekali
!BRUTUS!BRUTUS!tetap
!BRUTUS!BRUTUS!!BRUTUS!BRUTUS!!BRUTUS!BRUTUS!

Eh kau kerja ya jangan jadi produser tenteng2 nama signature tapi ngak
kerja.Lu kerja cuman internetan doang di kantor!
Lu ngak pernah internetan sebelumnya
hah?!BRUTUS!BRUTUS!!BRUTUS!BRUTUS!!BRUTUS!BRUTUS!

Bilang sama Ishadi SK,dia mau mati dan aku akan berdoa untuk
kesengsaraan kematian dia!
Lihat di http://transtvnews.blogspot.com/


Salam Buruh Pekerja Karyawan dan Pegawai
Jaya selalu Buruh!
AntiBRUTUS


Re: [ppiindia] Re: Ancaman hukum terhadap Blogger makin meningkat...

namanya radityo djajoeri, dia mengaku sebagai keponakan goenawan
mohamad. orang
ini pernah berselisih dengan farid gaban, dengan sut situmorang.

--- On Fri, 10/3/08, Satrio Arismunandar <satrioarismunandar@...> wrote:

From: Satrio Arismunandar <satrioarismunandar@...>
Subject: Re: [ppiindia] Re: Ancaman hukum terhadap Blogger makin
meningkat...
To: ppiindia@yahoogroups.com
Date: Friday, October 3, 2008, 12:02 AM






Oh, seorang pengecut, yang hanya berani menjelek-jelekkan orang dengan
bersembunyi di balik nama samaran, tidak akan membuat saya terganggu...
.

Satrio Arismunandar
Executive ProducerNews Division, Trans TV, Lantai 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4023,  Fax: 79184558,
79184627 http://satrioarismu nandar6.blogspot .comhttp: //satrioarismuna
ndar.multiply. com   "Perjuangan seorang mukmin sejati tidak akan
berhenti,
kecuali kedua telapak kakinya telah menginjak pintu surga." (Imam Ahmad
bin
Hanbal)

--- On Fri, 10/3/08, Mediacare <mediacare@cbn. net.id> wrote:
From: Mediacare <mediacare@cbn. net.id>
Subject: [ppiindia] Re: Ancaman hukum terhadap Blogger makin
meningkat...
To: ppiindia@yahoogroup s.com
Date: Friday, October 3, 2008, 1:21 PM

Ha ha ha Satrio kirim begini karena kesel TransTV dan TransCORP dan

pejabat2nya dijelek2in di http://transtvnews. blogspot. com/

--- In ppiindia@yahoogroup s.com, Satrio Arismunandar

<satrioarismunandar @...> wrote:

>

> Bloggers and Other Online Publishers Face Increasing Legal Threats

>

>

>

>

> There is a widely held belief that the Internet is a legal no man's land,
where people are free to publish what they wish without fear of censure
or
repercussions. While this may have been true back when the Internet was
populated largely by techies swapping information on obscure Usenet
groups, it
is no longer true today. Perhaps it's a product of the maturing of the
medium
that lawyers are starting to take notice. Perhaps it's because some
bloggers and
Web site operators, albeit a small number, are making money from their
online
publishing activities. Whatever the reason, there has been a steady --
and
dramatic -- increase in the number of lawsuits filed against online
publishers.

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

> RELATED

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

> NewsU Course: The Basics for Bloggers & Other Online Publishers

> This course addresses three important areas of media law that specifically
relate to gathering information and publishing online: defamation,
privacy and
copyright. >Learn more or enroll now

>

>

> In the last 10 years, we have seen the number of civil lawsuits filed against
bloggers and other online publishers increase from 4 in 1997 to 89 in
2007 (See
Figure 1). We aren't just talking about the CNN's and New York Times' of
the
world. At the Citizen Media Law Project, which I direct, we have
cataloged more
than 280 such lawsuits filed in 43 states and the District of Columbia,
ranging
from copyright infringement claims against celebrity-gossip bloggers to
defamation claims against operators of hyper-local journalism sites.

> While only a few of these lawsuits have resulted in liability, seven cases in
our database resulted in verdicts or settlements in the six-figure range
(See
Figure 2). For example, the largest judgment to date involved a $11.3
million
defamation verdict against a woman who criticized an organization she
hired to
help remove her son from a boarding school in Costa Rica, referring to
the head
of the organization as a "crook," "con artist" and "fraud." Scheff v.
Bock
(Sept. 19, 2006 Florida Circuit Court).

>

> In fact, every time someone publishes anything online, whether it's a news
article, blog post, podcast, video or even a user comment, they open
themselves
up to potential legal liability. This shouldn't come as a surprise
because the
Internet, after all, is available to anyone who wishes to connect to the
network, and even the smallest blog or most esoteric discussion forum
has the
potential to reach hundreds of millions of people throughout the world.

> Often the legal risks are small, but not always. Whether you are seasoned
journalist or just someone who occasionally posts online, you will
benefit from
a basic understanding of media law. Let's start with a few of the more
obvious
risks.

>

> First, if you publish information that harms the reputation of another person,
group or organization, you may be liable for "defamation" or "false
light."
Defamation is the term for a legal claim involving injury to reputation
caused
by false statements of fact. False light, which is similar to
defamation,
generally involves untrue factual implications. The crux of both of
these claims
is falsity; statements of opinion and truthful statements and
implications that
harm another's reputation will not create liability, although the latter
may
open you up to other forms of liability if the information you publish
is of a
personal or highly private nature.

>

>

>

>

>

>

>

> Click here for a larger view of this chart.Second, if you publish private or
personal information about someone without permission, you potentially
expose
yourself to legal liability even if your portrayal is factually
accurate. For
example, in most states you can be sued for publishing private facts
about
another person, even if those facts are true. The term "private facts"
refers to
information about someone's personal life that has not previously been
revealed
to the public, that is not of legitimate public concern, and the
publication of
which would be offensive to a reasonable person. This would include such
things
as writing about a person's medical condition, sexual activities or
financial
troubles.

>

> If you use someone else's name, likeness or other personal attributes without
permission for an exploitative purpose you could also face liability for
what is
called "misappropriation" or violation of the "right of publicity."
Usually,
people run into trouble in this area when they use someone's name or
photograph
in a commercial setting, such as in advertising or other promotional
activities.
But, some states also prohibit use of another person's identity for the
user's
own personal benefit, whether or not the purpose is strictly commercial.

>

> Third, if you allow reader comments, host guest bloggers on your site, operate
an online forum, or if you repost information received from RSS feeds,
section
230 of the Communications Decency Act will likely shield you from
liability for
problematic statements made by your users, guests and other
third-parties. You
will not lose this immunity even if you edit the content, whether for
accuracy
or civility, and you are entitled to immunity so long as your edits do
not
substantially alter the meaning of the original statements. Keep in mind
that
this important federal law will only protect you if a third-party -- not
you or
your employee or someone acting under your direction -- posts something
on your
blog or Web site. It will not shield you from liability for your own
statements.

>

> Finally, if you publish or use the creative work of others without permission,
you may expose yourself to legal liability under copyright law. It is a
widely
held misconception that works on the Internet are not covered by
copyright and
thus can be used freely. This is not true. Copyright law applies to
online
material just as it does to offline material. Fortunately, an important
legal
doctrine called "fair use" may make it legally permissible for you to
use a
copyrighted work without permission for purposes such as commentary,
criticism,
parody, news reporting, and scholarship. Whether or not a use is lawful
usually
depends upon how different or "transformative" the use is from the
original.

>

> To help you better understand these topics, Poynter's NewsU has just launched
a course entitled, "Online Media Law: The Basics for Bloggers and Other
Online
Publishers." The course, which includes games and learning exercises, is
designed to help bloggers and other online publishers understand their
legal
rights and responsibilities. The free course also provides resources to
help
online publishers improve the accuracy and quality of their reporting.

>

> David Ardia is a fellow at Harvard University's Berkman Center for Internet &
Society and the director of the Citizen Media Law Project, which
provides legal
assistance, training and resources for individuals and organizations
involved in
online and citizen media. Prior to coming to Harvard, he was assistant
counsel
at The Washington Post and before that he practiced law at Williams &
Connolly
in Washington, D.C., where he handled a range of intellectual property
and media

>

>

>

>

>

>

>

>

> Satrio Arismunandar

> Executive Producer

> News Division, Trans TV, Lantai 3

> Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790

> Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4023, Fax: 79184558, 79184627

>

> http://satrioarismu nandar6.blogspot .com

> http://satrioarismu nandar.multiply. com

>

> "Perjuangan seorang mukmin sejati tidak akan berhenti, kecuali kedua telapak
kakinya telah menginjak pintu surga." (Imam Ahmad bin Hanbal).

>

>

>

>

> [Non-text portions of this message have been removed

--
http://www.fastmail.fm - Access all of your messages and folders
                           wherever you are

#85466 From: Satrio Arismunandar <satrioarismunandar@...>
Date: Sat Oct 4, 2008 7:33 am
Subject: Re: Re: Ancaman hukum terhadap Blogger makin meningkat...
satrioarismunandar@...
Send Email Send Email
 
Lagi-lagi IMAM WAHYONO.... karyawan Trans TV yang terpaksa berhenti dari Trans
TV tahun 2006 karena banyak kasus....
 
Sekarang kerjanya cuma menjelek-jelekkan bekas tempat kerjanya....
 


 



Satrio Arismunandar
Executive Producer
News Division, Trans TV, Lantai 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4023,  Fax: 79184558, 79184627
 
http://satrioarismunandar6.blogspot.com
http://satrioarismunandar.multiply.com  
 
"Perjuangan seorang mukmin sejati tidak akan berhenti, kecuali kedua telapak
kakinya telah menginjak pintu surga." (Imam Ahmad bin Hanbal)

--- On Sat, 10/4/08, Mediacare <mediacare@...> wrote:

From:

















[Non-text portions of this message have been removed]

#85467 From: andre andreas <mataharikusatu@...>
Date: Sat Oct 4, 2008 7:46 am
Subject: Inilah Momentumnya! Ibu Berkeranjang Belanja Sebagai Lokomotif Perubahan
mataharikusatu
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Saat searching di internet saya temukan arsip Majalah
Tempo Desember 2006 dengan liputan khusus yang simpatik dan menarik
terkait Hari Perempuan (dan tentunya masih sangat relevan).. Dalam edisi ini
Tempo mengambil tema Bukan
Perempuan Biasa dengan menampilkan profil perempuan-perempuan yang
berani meruntuhkan stereotip, perempuan-perempuan yang tak segan
melintas batas.

Selain menampilkan profil Laksamana Pertama
TNI Angkatan Laut Christina Rantetana, Komisaris Besar Polisi
Pengasihan Gaut, Dwi Astuti Soenardi, srikandi pemimpin Tim Ekspedisi
Everest Putri Indonesia 2007 dan Rahayu Suhardjono, 56 tahun,
peneliti gesit jagoan menelusuri gua karst (kapur), Tempo juga
menyuguhkan kisah para perempuan yang berjuang di medan yang sungguh
sulit. Seperti Suster Rabi’ah (Suster Apung) juga bidan Adeleda
Seba, 53 tahun, yang dijuluki ”Ibu Para Suku”. Sosok yang setia
menolong persalinan perempuan suku terpencil di labirin rimba Bangga.


Tempo juga tak lupa menampilkan para pejuang di level bawah.
Raida boru Tampubolon menjadi kuli panggul di Pelabuhan Tanjung
Priok. Ada Ponirah, wanita pengayuh becak dari Yogyakarta, Suyanti
yang sopir bus malam Wonogiri-Jakarta, juga Datin yang buruh gendong
di Pasar Legi, Solo.

Tempo mengatakan bagai lilin, para
perempuan dari kelas bawah ini rela membakar diri memberikan terang
bagi keluarga dan orang banyak. Dan itu mengingatkan pada sajak
Hartojo Andangdjaja :

Perempuan-perempuan yang membawa bakul
di pagi buta, siapakah mereka
Mereka ialah ibu-ibu berhati baja,
perempuan-perempuan perkasa
Akar-akar yang melata dari tanah
perbukitan turun ke kota
Mereka cinta kasih yang bergerak
menghidupi desa demi desa

Saya memberikan apresiasi kepada
Tempo dan hormat saya kepada para perempuan ini.

Namun saya
berterima kasih pula atas sudut pandang Dewi Lestari dalam kolomnya
“Ibu
Rumah Tangga, Lokomotif Perubahan”
(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2006/12/18/LU/mbm.20061218.LU122614\
.id.html)

di liputan khusus ini yang
menyoroti peran domestik perempuan sebagai ibu rumah tangga dan
potensi dasyatnya sebagai lokomotif perubahan (peran
perempuan-perempuan biasa berbeda dengan Tempo yang menampilkan bukan
perempuan biasa, termasuk juga artikel khususnya tentang Para
Perempuan di Puncak Zaman).

Dengan merujuk seorang filsuf
perempuan Simone de Beauvoir yang mengatakan “yang personal adalah
politis” ia sampai pada simpul pendapat “lokomotif berkekuatan
besar justru unit rumah tangga yang kecil. Ibu rumah tangga sebagai
penentu mekanisme sehari-hari otomatis mendominasi kendali atas
produk yang dikonsumsi, anggaran bulanan, jenis informasi yang
beredar di rumah, tata cara pengolahan ini-itu, dan seterusnya. Jika
kekuatan memilih itu disadari penuh, maka pemberdayaan akan kembali
ke tangan masyarakat. Perubahan dapat terjadi dalam hitungan hari,
tanpa birokrasi berbelit dengan kecepatan siput”.

Dinyatakannya
pula “kita (sebagai ibu rumah tangga) memiliki daftar protes
terhadap kondisi dunia, tanpa selalu sadar bahwa kita punya kekuatan
untuk mengubahnya.

Inilah momentumnya, Dewi Lestari menyatakan
saat masyarakat merasa kehilangan daya, sesungguhnya kekuatan menanti
pada perspektif yang berganti, siapakah yang sesungguhnya punya
potensi dahsyat untuk menjadi lokomotif perubahan: pemerintah
berlembaga atau ibu berkeranjang belanja?

Selamat kepada ibu
berkeranjang belanja…….

Dengan anggapan hanya sebagian
kecil saja yang punya kesempatan membaca edisi cetak Tempo berikut
saya himpun link-link ke 22 artikel tersebut. Selamat membaca
http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2008/10/ibu-berkeranjang-belanja-lokomoti\
f.html


Salam hangat
Salam pembebasan


Andreas
Iswinarto

hikayat bulan adalah hikayat yang mengalir
di
arus waktu yang perlahan, tenang dan teduh
seperti percakapan dan
narasi kasih bunda
jelang upik dan buyung tertidur

percakapan
dan narasi kasih yang tak henti bertumbuh
dalam jiwa ketika
harapan bermekaran atau patah
abadi
walau bunda telah mangkat

dari ruang dan waktu






[Non-text portions of this message have been removed]

#85468 From: Satrio Arismunandar <satrioarismunandar@...>
Date: Sat Oct 4, 2008 8:27 am
Subject: The New American Century: Cut Short by 92 Years
satrioarismunandar@...
Send Email Send Email
 
The New American Century: Cut Short By 92 Years                      
By Mike Whitney 
 
02/10/08 'ICH" -- - America's time as a superpower is coming to an end. The
financial crisis was just the last straw. Whatever good faith was left after the
invasion of Iraq, the shrugging off of international treaties and the shameless
disregard for human rights, is now gone. The United States has polluted the
global economic system with worthless mortgage-backed securities and, by doing
so, has pushed 6 billion people closer to a long and painful recession. That's
not something that can be easily forgiven. 
 
  The anger at the US seems to be surfacing everywhere at once. It was
particularly noticable at the recent opening of the UN General Assembly.
Typically, this is a tedious event full of empty political blabbering and
pretentious ceremonies. But not this time. With the world sliding towards a
US-created recession; patience have worn thin, and foreign leaders have started
to lashing out at the United States more vehemently. The speeches have been
blunt and acrimonious; no one is "pulling their punches" any more. Venezuela's
Hugo Chavez summed up the mood of the meetings like this: 
 
   "I think that, sooner rather than later, this empire will fall - to the
benefit of the whole world, enabling a balance in the world to be created:
polycentric and multi-polar. That will guarantee peace in the world. To the
creation of this multi-polar world we are making our small contribution."
 
Chavez likes the American people but opposes the American Empire; it's that
simple.  He was the first foreign leader to offer food and medical assistance to
the victims of Hurricane Katrina. (Bush refused his offer) Also, he regularly
supplies tons of heating oil to low-income families in the Northeast USA. 
 
  What Chavez objects to is Bush's "unipolar" model of global governance whereby
all the world's crucial decisions--on everything from global warming to nuclear
proliferation--are made by Washington. No one likes being told what to do, just
as no one likes the US constantly meddling in their affairs. That's why none of
the UN attendees seem particularly bothered by the fact that the US financial
markets are in freefall. It's called schadenfreude, taking pleasure in someone
elses misfortune, and there was ample supply of it at the United Nations last
week. 
 
 
 Many of the dignitaries seem to believe that America's sudden downturn presents
opportunities for a change in the way the world is run. That's what everyone
wants; change. Real change. No one wants another 8 years like the last.  That's
why the central theme in Chavez's speech was repeated over and over again by the
other world leaders. They reject the present system and want a bigger role in
shaping the world's future.
 
 
That doesn't mean that the world hates America. It just means that everyone
wants a breather from the torture, the abductions, the bombing of civilians, and
now, the financial contagion that the US has spread throughout the global
system. The US's lack of regulation and low interest monetary policies have
driven up inflation, triggered food riots, and sent oil prices skyrocketing.
Enough is enough. The United States is like the dinner guest who doesn't know
when it's time to go home. Perhaps, a touch of recession will help to rebalance
Washington's approach and make its leaders more responsive to the needs of the
rest of the world. In any event, other nations are already preparing for a world
where America's role is greatly reduced. 
 
Journalist John Gray summed it up like this in his article in The Observer, "A
Shattering Moment in America's fall from Power":
 
"The control of events is no longer in American hands.....Having created the
conditions that produced history's biggest bubble, America's political leaders
appear unable to grasp the magnitude of the dangers the country now faces. Mired
in their rancorous culture wars and squabbling among themselves, they seem
oblivious to the fact that American global leadership is fast ebbing away. A new
world is coming into being almost unnoticed, where America is only one of
several great powers, facing an uncertain future it can no longer shape."
 
   The US is about to join the family of nations and learn how to get along with
its neighbors whether it wants to or not. There's simply no other choice; the
dollar is falling, the deficits are soaring, and the financial markets are in a
shambles. America will either learn to cooperate or become isolated in a world
that is rapidly integrating. It's "get along or get out"; a message that
Washington needs to learn quickly so it can adapt to a new power-paradigm.    
 
Yes; plenty of money will still go into covert operations and CIA-sponsored
dirty tricks just to keep alive the hope the Superpowerdom will be restored.
That is to be expected. The well-heeled rogues in the British royal family 
still dream of rebuilding the Empire, too. But realists know that it's just a
harmless fantasy. Nothing will come of it. Empire's have a short shelf-life and
they're impossible to stitch-back together. They usually end on a corpse strewn
battlefield or in a towering financial bonfire which leaves nothing behind but a
pile of ashes and shards of broken glass. We can only hope that the yawning
economic chasm ahead of us all, will involve less hardship than we anticipate.
But when a nation sows dragon's teeth, it shouldn't expect a harvest of sweet
plums.
 
Journalist Steve Watson reports on Infowars:
  
     "A Council on Foreign Relations member and former policy planner under
prominent Bilderberger Henry Kissinger has penned a piece in the Financial Times
of London calling for a “new global monetary authority” that would have the
power to monitor all national financial authorities and all large global
financial companies.
 
 
 
“Even if the US’s massive financial rescue operation succeeds, it should be
followed by something even more far-reaching – the establishment of a Global
Monetary Authority to oversee markets that have become borderless." writes
Jeffrey Garten also a former managing director of Lehman Brothers
 
The biggest global financial companies would have to register with the Global
Monetary Authority (GMA) and be subject to its monitoring, or be blacklisted.
That includes commercial companies and banks, but also sovereign wealth funds,
gigantic hedge funds and private equity firms. The GMA’s board would have to
include central bankers not just from the US, UK, the eurozone and Japan, but
also China, Saudi Arabia and Brazil. It would be financed by mandatory
contributions from every capable country and from insurance-type premiums from
global financial companies – publicly listed, government owned, and privately
held alike." (Infowar.com)
 
     The dream of "one world" government does not die easily, but it is dead all
the same. The center of the present global financial system is the Federal
Reserve. Its offspring includes the Council on Foreign Relations, the IMF, The
World Bank, the G-7 banking cartel and thousands of predatory NGOs which have
expanded the grip of the Washington banking cabal and the dollarized system
across the planet. Neoliberalism is collapsing. What we are seeing now is the
erratic spasms of a terminal heart patient entering the final stages of cardiac
arrest. There is no drug or medical procedure that will restore the victim to
good health. 
 
 
No one is looking to the US or its  "economic hit-men" to chart a course for
their country's economic future. Those day's are over. The US will have to pull
itself from the rubble and start over without the massive infusions of low
interest capital from China, Japan and the Gulf States. The money spigots have
been turned off. It's thin gruel and hard times ahead. That's the price one pays
for swindling the world with worthless mortgage-backed snake oil and other
"illiquid" garbage. 
 
Russian President Vladimir Putin summed up recent events in the financial
markets like this:
 
“Everything that is happening in the economic and financial sphere has started
in the United States. This is a real crisis that all of us are facing, and what
is really sad is that we see an inability to take appropriate decisions. This is
no longer irresponsibility on the part of some individuals, but irresponsibility
of the whole system, which as you know had pretensions to (global) leadership.”
 
 
Back at the United Nations, Germany's Finance Minister Peer Steinbuck echoed
similar sentiments when he said:
  
   “The United States is solely to be blamed for the financial crisis. They are
the cause for the crisis and it is not Europe and it is not the Federal Republic
of Germany. The Anglo-Saxon drive for double-digit profits and massive bonuses
for bankers and company executives that were responsible for the financial
crisis.”
 
He added,"The long term consequences of the crisis are not clear. but one thing
seems likely to me; the USA will lose its superpower status in the global
financial system. The world financial system is becoming multipolar."
 
Steinbuck was merely reiterating the feelings of Chancellor Angela Merkel who
used more diplomatic language in her critique:
 
“The current crisis shows us you can do some things on the national level, but
the overwhelming majority must be agreed to on the international level. We must
push for clearer regulations so that a crisis like the current one cannot be
repeated.”
 
Merkel knows that Europe was blind-sighted by America's deregulated system which
allows crooks and chiselers to rule the roost. Even now--in the middle of the
biggest financial scandal in history--not one CEO or CFO from a major investment
bank has been indicted or dragged off to prison. US markets are a lawless "free
for all" where no one is held accountable no matter how large the crime or how
many people are hurt. But, there's a price to be paid for running a crooked
system and fleecing investors, and the US will pay that price. Already, the
purchase of US Treasurys has slowed to a crawl. In the coming months, America's
life-support system will be disconnected altogether and the oxygen tent removed.
Kissinger's protege is not worried about that; but working class American's
should be. There's a train wreck just ahead and many people will suffer
needlessly.
 
This is how Spiegel Online puts it:
 
  "The banking crisis is upending American dominance of the financial markets
and world politics. The industrialized countries are sliding into recession, the
era of turbo-capitalism is coming to an end and US military might is
ebbing....This is no longer the muscular and arrogant United States the world
knows, the superpower that sets the rules for everyone else and that considers
its way of thinking and doing business to be the only road to success.

  A new America is on display, a country that no longer trusts its old values
and its elites even less: the politicians, who failed to see the problems on the
horizon, and the economic leaders, who tried to sell a fictitious world of
prosperity to Americans....Also on display is the end of arrogance. The
Americans are now paying the price for their pride." (Spiegel Online, "America
loses its Dominant Economic Role")
 
President Dmitry Medvedev was not present at the opening ceremonies at the
United Nations, but his views on the nascent "multipolar" world are worth
considering. In a recent interview he said:
 
  "We cannot have a single polar world. The world has to have various poles. A
policentric world is the only way of ensuring security for the years ahead. So I
think it is a very promising direction for our country to pursue...The world is
more stable when there are a range of major, important political players. In a
multipolar world, everyone influences everyone else. We will work to extend
ourselves.
 
I do not think that the bipolar world that existed between NATO and the Warsaw
Pact (The Cold War)has any future prospects. But it is clear today that the
single-polar world is completely unable to manage crisis situations."
 
Both presidential candidates have vowed to continue the unilateralist Bush
Doctrine. Obama is just as eager as McCain to violate sovereign borders, invade
countries that pose no imminent national security threat to the US, and carry
out the many flagrant violations of human rights and international law as long
as it advances the geopolitical objectives of western mandarins. There's no
doubt that the impending financial meltdown will bring our leaders back to their
senses and help to restore the republic. The US needs a foreign policy that
doesn't require slaughtering people in their homes or ripping off their
retirement savings to maintain our standard of living. 
 
The war that Bush has launched against the world--the war on terror--will
persist for years after the US financial system collapses in a heap. The will to
power is fueled by arrogance, class consciousness, and a "sense of entitlement"
that is stronger than even the will to survive. This is the force that animates
the destructive, suicidal impulses of the current conflict. And that is why the
war will continue.  The social fabric within the US will be torn to shreds long
before the fighting stops. A strong sense of entitlement creates the belief that
"The world is mine to do with whatever I choose; the claims of others are of no
consequence". These feelings cannot be changed through logic or rational
discussion; they must be eradicated with a scalpel the same way one would remove
a cancerous tumor.
 
There's trouble ahead. The multi-polar world is about to collide head-on with
the "faith-based" unipolar world and millions are bound to suffer. But there is
no doubt about the final outcome. The geopolitical plates are shifting
inexorably away from Washington. America's ability to wage war will steadily
erode as capital and resources dry up.  Its only a matter of time before the war
machine sputters to a halt and the troops return home. When the killing stops, a
truly new world order will begin.
 
 
 

 



Satrio Arismunandar
Executive Producer
News Division, Trans TV, Lantai 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4023,  Fax: 79184558, 79184627
 
http://satrioarismunandar6.blogspot.com
http://satrioarismunandar.multiply.com  
 
"Perjuangan seorang mukmin sejati tidak akan berhenti, kecuali kedua telapak
kakinya telah menginjak pintu surga." (Imam Ahmad bin Hanbal)



 




[Non-text portions of this message have been removed]

#85469 From: "ali.hozi" <ali.hozi@...>
Date: Sat Oct 4, 2008 1:04 pm
Subject: Pemikiran Ulama Ternama "Alm.Buya Hamka" Tentang Bahaya Sistem Ekonomi Yahudi
ali.hozi
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Oleh : Alihozi

Http://alihozi77.blogspot.com

"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga
kamu mengikuti agama mereka"(Al-Baqarah:120)

Pada tulisan saya yang terdahulu yang berjudul " Bahaya Sistem Bunga
dan Kegiatan Spekulatif bagi Ummat Manusia" saya mengatakan bahwa ada
sebagian manusia di dunia ini yang terus menerus selalu mengejar
materi (harta) sebanyak-banyaknya dengan memakai system bunga dan
kegiatan-kegiatan spekulatif yang saat ini telah menimbulkan krisis
financial market di Negara AS yang perlahan –lahan mendorong negara
adidaya tsb ke jurang kehancuran ekonomi dan yang mereka lakukan tsb
telah menyebabkan naiknya harga minyak dan komoditas yang melemahkan
daya beli warga dunia (termasuk warga negara Indonesia) .

Sebenarnya siapa golongan manusia yang saya maksud tsb yang selalu
terus menerus mengejar materi (harta) sebanyak-banyaknya dengan
memakai system bunga dan kegiatan-kegiatan spekulatif dengan
mengorbankan orang lain di seluruh dunia ? Tidak lain dan tidak bukan
adalah orang-orang Yahudi yang ada di Wall Street AS. Untuk menguatkan
pendapat penulis ini, berikut penulis akan mengutip pendapat dari
ulama ternama yaitu Alm.Buya Hamka yang penulis ambil dari sebuah
karya fenomenal beliau yaitu Tafser Al-Azhar, yang diterbitkan oleh
Pustaka Panji Mas Jakarta. Sebuah tafsir Al-Qur'an yang beliau tulis
ketika beliau masih di dalam tahanan pemerintahan rejim orde lama.
Tahanan penjara terhadap beliau dengan tuduhan melakukan subversi
terhadap pemerintah tanpa pernah dibuktikan secara hukum.

Beliau (Alm. Buya Hamka) berhasil menyelesaikan Tafser Al-Azhar selama
di penjara sebanyak 30 juz. Setelah bebas dari penjara orde lama,
beliau tetap gigih memperjuangkan ajaran-ajaran agama Islam di tanah
air walaupun mendapat tekanan dari pemerintah orde baru sampai beliau
berpulang ke rahmatullah.

© Alihozi 30 September 2008

Dalam tafser Al-Azhar halaman 374, ketika Beliau menafsirkan Surat
Al-Baqarah ayat 120 yang artinya kurang lebih :

"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga
kamu mengikuti agama mereka"

Beliau menuliskan bahwa "Yahudi tidak memerlukan orang-orang Islam itu
pindah ke agama Yahudi tetapi Yahudi memasukkan pengaruh ajarannya
yaitu kehidupan riba (system bunga) kepada Islam dan Nasrani . Negara
AS yang besar saja terpaksa terpengaruh karena yang memegang keuangan
di Wallstreet adalah bankir-bankir Yahudi.

Segala kelancaran ekonomi AS ada di tangan Yahudi,. apalagi
negeri-negeri Islam termasuk Indonesia terpaksa mendirikan bank-bank
dengan system riba(system bunga), memperlicin hukum riba supaya
bernafas untuk hidup, tidak mencari jalan lain sebab seluruh dunia
telah dikongkong ajaran Yahudi tsb. Semuanya inilah yang diisyaratkan
oleh ayat tsb, bahwa orang Yahudi dan Nasrani belum puas sebelum ummat
Islam mengikuti ajaran-ajaran mereka. Ini bukan ancaman yang
menimbulkan takut tetapi sebagai perangsang supaya kaum muslimin terus
berjihad menegakkan ajaran agamanya."

Dan dalam Tafsir Al-Azhar Surat Al-Baqarah ayat 278 (perintah
Allah,SWT untuk meninggalkan riba), beliau juga mengatakan pentingnya
ummat Islam untuk memperjuangkan ekonomi syariah yaitu ekonomi yang
bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah dan meninggalkan system ekonomi
Yahudi.

Setelah mengetahui bahwa Ulama sekelas Alm.Buya Hamka saja
memperingatkan kita akan bahaya system ekonomi Yahudi yang berbasis
system bunga dan spekulatif sejak tahun 1960 lewat Tafsir Al-Azhar
nya. Dan peringatan Alm.Buya Hamka tsb telah menjadi kenyataan, yaitu
kita bangsa Indonesia telah mengalami pahitnya krisis ekonomi dan
perbankan tahun 1997-1998 yang efeknya belum hilang sampai sekarang
karena memakai system ekonomi Yahudi dan juga sekarang tahun 2008
negara adidaya AS juga mengalami hal yang tidak jauh berbeda dengan
mengalami krisis financial market karena memakai system ekonomi
Yahudi, Apakah kita sekarang masih akan tetap memakai system ekonomi
Yahudi dan tidak segera beralih ke system ekonomi syariah? Jawabannya
kembali kepada diri kita masing-masing, tinggal memilih kalau kita
sebagai ummat Islam ingin maju , kita harus segera meninggalkan system
ekonomi Yahudi dan beralih ke system ekonomi syariah.

Wallahu'alam

Al-Faqir

©Alihozi 03 Oktober 2008
Http://Alihozi77.blogspot.com

#85470 From: aroell nas <athenatapin@...>
Date: Sat Oct 4, 2008 3:57 pm
Subject: please respon my message
athenatapin
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Kawasan Propinsi Kalimantan Selatan yang dikenal memiki cadangan bahan
tambang melimpah, khususnya batu bara telah menggairahkan berbagai kalangan
mengeksploitir bahan galian yang disebut pula sebagai “emas hitam” tersebut.

Bukan saja perusahaan pertambangan skala besar yang berlomba mengeruk bahan
tambang yang tak bisa diperbarui tersebut, juga ratusan perusahaan kecil serta
individu yang ikut berebut mengambil untung dari usaha “emas hitam” itu.

Perusahaan skala besar yang mengelola tambang batu bara di Kalsel berdasarkan
Perjanjian Kerjasama Pengembangan Pertambangan Batu Bara (PKP2KB) ada beberapa
buah diantaranya PT. Adaro Indonesia,
PT. Arutmin Indonesia,
PT. Bantala Coal Mining, dan beberapa lagi.

Sementara perusahaan kecil melalui izin Kuasa Pertambangan (KP) yang
diberikan oleh kabupaten/kota menyusul adanya era otonomi daerah yang jumlah
perizinnanya ratusan buah. Belum termasuk ratusan perusahaan penambangan tanpa
ijin (Peti) yang dilakukan secara kelompok atau perorangan yang sangat
menyemarakkan usaha pertambangan batu bara di Kalsel tersebut.

Merebaknya tambang batu bara di “bumi Pangeran Antasari” Kalsel tersebut
menimbulkan gairah di bidang ekonomi, dimana devisa terus saja mengalir dari
hasil ekspor tambang itu dengan tujuan berbagai negara di dunia.

Catatan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kalsel sekitar 60
persen nilai ekspor non migas asal propinsi tersebut atau sekitar 1,5 miliar
Dolar AS
per tahun berasal dari ekspor tambang batu bara. Bukan saja untuk ekspor,
ternyata hasil tambang batu bara Kalsel tersebut kini diperebutkan pula untuk
pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PT. PLN (Persero) seperti PLTU
Suryalaya Jawa Barat, PLTU Paiton Jawa Timur, dan PLTU Asam-Asam Kalsel
sendiri, disamping untuk kebutuhan industri lainnya di tanah air.

Oleh sebab itu, banyak kalangan yang telah mampu meningkatkan tingkat
kesejahteraan hidup mereka secara meteriil setelah memperoleh porsi dari
mengelola tambang batu bara tersebut. Tak heran bila dalam suatu wilayah yang
tadinya termasuk relatif miskin berubah menjadi kawasan yang kaya raya,
seumpamanya saja kawasan Kecamatan Satui dan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu,
Pegaron Kabupaten Banjar, Jorong Kabupaten Tanah Laut, beberapa wilayah di
Kabupaten Tapin, Kotabaru, Balangan, dan Kabupaten Tabalong.

Banyak warga yang tadinya hanya sebagai petani atau buruh atau pedagang
kecilan serta pegawai negeri sipil (pns) rendahan sekarang berubah menjadi
“saudagar kaya”. Tadinya hanya memanggul cangkul sekarang sudah bergaya,
memakai mobil mewah Land Cruser, Ford Ranger, BMW, Mercides Bend dan mobil
mewah lainnya.

Bahkan sebagian rakyat yang selama ini miskin juga terkena imbasnya dengan
meningkatkan perekonomian masyarakat tersebut.</p>

Mengalirnya uang hasil tambang di tengah masyarakat tersebut, masyarakat yang
berusaha kecil-kecilan juga ikut berkembang. Begitu banyak buruh tambang serta
pengusaha tambang yang tidak pelit berbelanja. Akibatnya dagangan beras. ikan,
sayur mayur, serta hasil pertanian milik masyarakat menjadi laku.

Di kawasan Kota Paringin, Kabupaten Balangan, dimana beroperasinya sebuah
perusahaan pertambangan batu bara PT Adaro Indonesia yang berhasil mengeruk
tambang sedikitnya 20 juta ton per tahun telah memperkerjakan ribuan karyawan,
buruh tambang dan pekerja kantor lainnya.

Begitu pula misalnya di Sungai Danau, ibukota Kecamatan Satui tempat
beroperasinya PT. Arutmin Indonesia
dengan produksi sudah mencapai 16 juta ton per tahun juga mengerja ribuan buruh
dan karyawan.

Para pekerja tambang yang memilkiki uang
tersebut berani berbelanja dengan tidak menawar, akibatnya harga berbagai
kebutuhan pokok menjadi terdongkrak, harga rumah dan sewa rumah naik, harga
tanah melonjak, sedang tingkat keramaian pasar meningkat drastis.

Begitu banyaknya perusahaan tambang besar dan kecil serta individu di Kalsel
telah memberikan lapangan kerja yang sangat besar, dimana ribuan orang terserap
untuk menjadi buruh tambang, seperti pengemudi alat berat, mekanis, sopir truk,
pekerja kantor, serta buruh tambang kasar lainnya.

Sementara rakyat yang memiliki lahan juga banyak yang kaya mendadak, dimana
lahan-lahan yang terkena proyek tambang diganti rugi dengan nilai yang mahal.

Sehingga tak heran lahan-lahan yang tadinya tak bertuan kini dipatok oleh
orang-orang tertentu, kemudian lahan tersebut dianggap milik mereka dengan
berharap lahan itu nantinya terkena proyek tambang lalu meminta ganti rugi.

Dengan perkembangan pertambangan batu bara yang pesat tersebut maka
Pemerintah Propinsi (Pemprop) Kalsel optimis perekonomian daerahnya akan terus
meningkat, bahkan gubernur setempat, H.M. Sjachriel Darham berani mematok
tingkat pertumbuhan ekonomi di propinsi berpenduduk tiga juta jiwa lebih itu
bisa enam persen per tahun.

Di balik gemerlapnya hasil yang diperoleh dari pertambangan tersebut
ternyata telah melahirkan tingkat kerisauan yang mendalam di benak banyak
orang, terutama kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lingkungan dan
pecinta lingkungan itu sendiri.

Dari hasil diskusi Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Lingkungan Hidup (PWLH)
Banjarmasin yang menghadirkan LSM dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Kompas
Borneo, dan LSM lainnya itu banyak menyoroti mengenai pertambangan batu bara
tersebut, bahkan muncul kekhawatiran akan dampak dahsyat bencana alam akibat
maraknya pertambangan itu.

Menurut diskusi tersebut perubahan alam Kalsel kini sudah terasa dampaknya
akibat tambang batu bara. Bagaimana tidak, di kawasan daratan Kalsel yang
dikenal dengan bentuk Rumah Bubungan Tinggi itu telah hancur, selain hutan
gundul karena penebangan kayu secara membabi buta, sekarang ditambang
pertambangan batu bara yang tak terkendali.

Bahkan terungkap ternyata wilayah resapan air berupa hutan tropis basah di
Pegunungan Meratus kini telah tercabik-cabik oleh pertambangan batu bara baik
yang legal atau ilegal yang dikelola pihak preman-preman.

Di kawasan pertambangan PT. Adaro Indonesia saja terdapat beberapa
buah tandon raksasa atau kawah besar bekas tambang yang menyebabkan bumi
menganga tak mungkin bisa direklamasi, akhirnya dibiarkan begitu saja.

Begitu juga di kawasan Satui dimana PT. Arutmin beroperasi terdapat
lubang-lubang pula namun agak sedikit baik karena perusahaan ini berhasil
mereklamasinya sebab tambang di sini tak dalam, tetapi telah menyebabkan alam
berganti menjadi hutan buatan hasil reboisasi perusahaan tetapi telah
menghilangkan hutan alam penjaga lingkungan.

Yang paling parah terlihat di ratusan bahkan ribuan hektare lahan bekas
tambang Peti yang dikelola masyarakat baik perusahaan kecil atau individu.
Lahan-lahan mereka tersebut digali, kemudian diambil batu baranya lalu bekas
tambang itu dibiarkan rusak parah begitu saja tanpa adanya reklamasi seperti
terlihat di berbagai wilayah.

Dampak yang terasa dari lahan yang rusak demikian adalah bila hujan sedikit
saja maka air di atas gunung begitu deras turun tanpa bisa ditahan, dan air
yang turun bukan lagi air hujan jernih melainkan telah bercampur dengan lumpur
dan debu batu bara.

Bahkan sekarang ini Sungai Martapura yang berhulu di Pegunungan Meratus yang
dulunya biru telah berubah tingkat warna dan kekeruhan akibat pertikel lumpur
dan material lainnya.

Sampai-sampai alat pengukur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih,
Kota Banjarmasin yang mengambil air sungai tersebut sebagai bahan baku tak bisa
lagi
mengukurnya, lantaran tingginya tingkat kekeruhan dan warna itu.

Hasil sebuah penelitian begitu tingginya tingkat kekeruhan dan warna air
Sungai Martapura tersebut ternyata air itu telah mengandung sejenis kaolin
yakni bahan kimia yang berasal dari tambang batu bara. Bukan hanya itu tambang
batu bara di Kalsel telah mengubah tingkat polusi udara dan debu di berbagai
wilayah Kalsel.

Kota Banjarmasin saja yang jauh dari lokasi tambang telah mewaspadai
pencemaran udara akibat debu dari tambang batu bara tersebut. Ada beberapa
titik yang tingkat pencemaran debu batu bara di atas ambang normal seperti
diakui Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) Kota Banjarmasin,
Hesly Junianto,SH.

Kawasan dimaksud seperti di Pelambuan dimana terdapat stockpile (lapangan
penumpukan batu bara) serta simpang empat Jalan Lambung Mangkurat depan kantor
Pos Besar Banjarmasin.

Kota Banjarmasin ternyata terkena dampak lingkungan yang sangat dahsyat
akibat tambang itu karena ribuan mobil truk pengangkutnya menuju pelabuhan di
Banjarmasin melalui jalan-jalan umum di dalam kota ini.

Dampak lain penambangan marak tersebut, adalah banyak jalan negara yang
sebenarnya dalam peraturan tak dibolehkan dilewati truk pengangkut batu bara
kini tetap menjadi jalur pengangkutan sehingga jalan tersebut rusak parah.

Contoh saja jalan trans Kalimantan antara Kabupaten Tapin hingga Banjarmasin
yang yang
mengalami kerusakan parah seperti degradasi, berlubang, longsor, becek,
bergelombang, akibat tak mampu menahan beban berat pengangkutan batu bara
tersebut. Karena ribuan truk besar setiap hari melalui jalan nasional (negara)
itu.

Kerisauan kerusakan jalan tersebut telah menimbulkan gelombang unjukrasa di
masyarakat, termasuk penutupan jalan nasional oleh masyarakat yang tak ingin
jalan itu dilalui truk pengangkut batu bara, seperti terjadi di Tapin, Tanah
Bumbu dan Kabupaten Balangan.




Kerusakan jalan yang parah di mana-mana itu telah mengusik hati Gubernur
Kalsel, H.M.Sjachriel Darham untuk memanggil bupati/walikota se propinsi
tersebut untuk membahasnya serta mencari solusi terbaik agar jalan tidak
mengalami kerusakan lagi.

Belum lagi keluhan ahli pertanian yang disebutkan banyak lahan subur potensi
pertanian kini berubah menjadi lahan gersang, lantaran lapisan atas tanah yang
mengandung humus dan tercipta ribuan tahun telah rusak akibat pertambangan
tersebut.

Konon pula akibat tambang telah melahirkan semacam gas yang bisa
meningkatkan tingkat keasaman tanah di sekitar tambang sehingga kawasan tambang
tidak subur dan cendrung gersang.

Keluhan lain yang merisaukan akibat kegiatan tambang yaitu terjadinya
tingkat pendangkalan sungai, pencemaran air limbah batu bara ke danau, sawah,
serta ke pemukiman hingga menyiksa penduduk.

Kasus demontrasi warga akibat pencemaran itu telah terjadi di Sungai Satui,
Desa Pulau Ku’u Kabupaten Hulu Sungai Utara, pinggiran kota Paringin, Senakin
Kotabaru dan lainnya.

Kekhawatiran lain habisnya bahan tambang batu bara tersebut tidak terlalu
banyak dinikmati warga setempat, sebab puluhan miliar dolar AS devisa dari
tambang itu lari keluar negeri dan mengendap di bank-bank asing karena banyak
pemilik perusahaan besar itu “saudagar kaya” dari luar negeri sebagai pemilik
saham di perusahaan tersebut.

Apalagi tambang itu adalah jenis kekayaan alam yang tak bisa diperbarui, bila
habis maka habislah kekayaan tersebut tinggal generasi muda atau generasi
mendatang hanya bisa gigit jari.

Melihat begitu banyak persoalan buruk akibat tambang batu bara tersebut,
boleh saja sekarang sebagian masyarakat mendapat angin surga tetapi diyakini di
masa mendatang angin surga itu akan musnah dan muncul berbagai mala petaka
bagaikan di neraka.

Untuk itu pula, akankah Kalsel nanti mempersembahkan surga atau neraka,
karena seiring kerusakan alam malapetaka juga akan mengikutinya dan hal
tersebut merupakan peringatan Allah SWT sebagaimana dalam Al Qur’an bahwa
“kerusakan di bumi dan di laur karena ulah tangan manusia, sehingga tunggulah
akibatnya”.

 

 

 

 






[Non-text portions of this message have been removed]

#85471 From: Kehendak Proletar <kuasa_proletar@...>
Date: Sat Oct 4, 2008 11:42 pm
Subject: Fw: [ARAH GERAK] Cukup Sudah Penghianatan! (Pidato Chaves menjelang Pilkada di Venezuela)
kuasa_proletar
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Buat Kawan-kawan yang saat ini sedang "bersemangat"menjadi caleg, dan juga buat
kawan-kawan yang membutuhkan inspirasi untuk membangun gerakan rakyat di
Indonesia..


PRESIDEN HUGO CHAVEZ
MELAUNCHING KAMPANYE PEMILU KEPALA DAERAH
Diambil dari http://www.venezuelanalysis.com
Diterjemahkan oleh Dian Septi (Staf Pendidian-Bacaan DHN-PPRM)


Hugo Chaves berpidato di depan anggota PSUV pada hari Minggu, 29 September di
Merida, pada acara inti launching kampanye pemilu Partai Persatuan Sosialis
Venezuela. Presiden Venezuela, Hugo Chaves menyatakan bahwa tidak mungkin
memenangkan posisi Gubernur kecuali dengan melakukan perlawanan terhadap
kepuasaan diri dan pengkhianatan dan juga dengan melihat persoalan revolusi di
luar panggung electoral.


Kandidiat PSUV dan anggota dari berbagai negara menghadiri acara tersebut di
Stadion Poliedro di Caracas.

Chaves mengatakan bahwa pemilihan kepala daerah mendatang pada bulan November
sangat penting bagi Amerika Latin dan dunia, di mana  mereka tidak hanya
memenangkan posisi walikota  dan posisi pemerintahan tapi juga menanamkan
kesadaran massa.

Ia mengekspresikan kepuasannya bahwa sekarang Venezuela telah mempunyai partai
revolusioner dan sosialis yang bersatu dan pengaruhnya telah meluas, meski baru
terbentuk setahun lalu.

“Sudah saatnya kita memiliki sebuah partai politik kader yang memadai, sebuah
partai massa yang sejati” kata Chaves


Ia menekankan bahwa  kerja keras yang dilakukan  bukanlah untuk  posisi tunggal
Gubernur di 22 daerah pemilihan  dari aliansi Patriotik (yang terdiri atas
partai pendukung Chavez) tidak bisa secara obyektif menang. Ia mengatakan hal
yang sama pada posisi di dewan legislatif dan walikota, dan cara memenangkannya
adalah melalui organisasi, mobilisasi dan kesadaran sosialis serta revolusioner.

“ Kita membutuhkan banyak pengetahuan, studi, (dan) aku tidak berbicara mengenai
bagaimana meraih gelar Doktoral, (maksudku) studi mengenai realitas di sekitar
kita, kesadaran melalui observasi, analisa, perdebatan, membaca dan kerja-kerja
ideology… hanya dengan begitu kita dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran
revolusioner, kesadaran sosialis. Kita tidak melupakan bahwa revolusi ini
mempunyai jalan: Sosialisme, hanya ini, jalan yang dapat kita lakukan untuk
mengkonsolidasikan kemerdekaan Venezuela”

Oleh karena itu, ia menambahkan, secara obyektif bukan hanya sekedar memenangkan
pemilu, tapi dengan memenangkannya melalui organisasi, kemampuan memobilisasi,
dan meningkatkan kesadaran melalui sebuah perang gagasan karena negara ini
“belum secara total dibangkitkan  pada tingkat yang kita butuhkan”


“ Hal ini dibutuhkan untuk membangkitkan kemauan berperang di setiap tempat,
karena rakyat yang tidur  tidak akan pernah menang, dan karena kampanye pemilu
harus menjadi sebuah kesempatan dan sebuah skenario untuk membangunkan rakyat
secara terus-menerus …. Karena kesadaran tidak akan pernah berhenti berkembang,
kita yang seharusnya memasok kesadaran itu dengan perdebatan, pengetahuan, dan
kritik terhadap diri sendiri, (untuk membangun sebuah) alat yang kuat dan
dibutuhkan bagi sebuah revolusi sejati.”


Dalam pidatonya kepada para kandidat, ia memperingatkan pada mereka agar tidak 
berubah menjadi borjuis kecil dan mengatakan “Cukup sudah pengkhianatan, kami
menginginkan gubernur yang revolusioner sejati, sosialis, jujur, dan walikota
yang revolusioner dan sosialis, bagi kalian semua tidak hanya  setelah 23
November nanti, namun juga  harus siap saat ini”

Chaves menjelaskan bahwa pengkhianatan terhadap rakyat untuk ambisi dan kekayaan
pribadi yang sering kali muncul selama lebih dari 200 tahun terakhir ini”


“(Aku) berbicara mengenai kota-kota tersebut di mana kelompok-kelompok
kawan-kawan semua berada, kaum revolusioner di waktu lalu menyebrang  ke
tendensi politik lain, seperti Gubernur Carabobo atau Gubernur lainnya di
Barinas , Gubernur Aragua, Gubernur Sucre. Aku katakan, dan akan terus
kukatakan, permasalahannya, penyebab utama dari pembelotan tersebut adalah
persoalan ideologi”

Ia juga memperingatkan mengenai “cepat puas akan kemenangan” yang dikatakannya
sebagai salah satu faktor yang berkontribusi terhadap hilangnya suara untuk
reformasi konstitusi tahun lalu.


”Kita seharusnya tidak merayakan kemenangan kita di negara manapun atau
kotamadya manapun”


Setelah Pemilihan Berlangsung


Chavez mengingatkan kepada para hadirin, bahwa bangsa ini seharusnya pada tahun
2009 memperingati 60 tahun revolusi China, 50 tahun revolusi Kuba, dan 10 tahun
revolusi Bolivaria di Venezuela  dan demikian pula pada tahun 2010, kita
semestinya memperingati 200 tahun gerakan pemberontakan pertama semenjak tgl 19
April, yang mengenyahkan pemerintahan Spanyol dari Venezuela.

“(Gerakan itu) merupakan gerakan pertama di benua ini. Sebagaimana yang terjadi
pada tahun 2011, kita akan merayakan 200 tahun konstitusi pertama pada tgl 5
Julli dan kita akan merayakannya secara besar-besaran, sebuah revolusi
kemerdekaan yang sepenuhnya”

Ia menjelaskan bahwa Revolusi Bolivarian tidak lebih dari kelanjutan proses
kemerdekaan yang sama, sebuah tahap sejarah kedua dari proses kemerdekaan
Venezuela dan Amerika Selatan.


“Apa yang seharusnya terjadi (dalam pemilihan kepala daerah) adalah menyurakaan
kembali keberhasilan-keberhasilan itu, untuk mempercepat revolusi dan bergerak
ke arah periode pembentukan sebuah negara baru dengan nilai-nilai sosialis” Kata
Chavez.



Percobaan Kudeta dan Pembunuhan


“Hari-hariku dihitung karena mereka mengincarku”, Chavez juga mengatakan dalam
pidatonya, merujuk pada kudeta terencana yang dilaporkan pada bulan ini dan 12
orang telah dipenjarakan.


Ia mengingatkan bahwa ada kemungkinan serangan yang akan dilakukan oleh kaum
Oligarki dan “simpatisan Amerika” dalam bulan oktober dan telah merekomendasikan
beberapa hal guna menghadapi  percobaan tersebut, dengan  menyebarkan intelejen
di berbagai tempat, yang berhubungan langsung dengan Pemerintah Nasional dan
institusi kepolisian.


Bagaimanapun, ia meyakinkan bahwa ”Ya, bulan oktober akan merah, merah dengan
kebahagiaan, merah di jalan-jalan , gairah dan tanah air yang merah, merah bukan
untuk kekerasan tapi untuk kedamaian, merah bukanlah kebencian terhadap kaum
oposisi, tapi cinta terhadap rakyat dan PSUV . November kita akan merahkan dalam
kemenangan dan sosialisme Kita tidak akan menjadi negara yang bodoh tapi negara
yang merah”

Chavez mengambil kesempatan untuk memberikan selamat pada Menteri Kehakiman dan
Dalam Negeri yang baru, Tarek El Aissami, yang dikatakannya mempunyai perang
berat melawan peredaran narkoba dan ketidakamanan.



www.arahgerak.blogspot.com





[Non-text portions of this message have been removed]

#85472 From: Kehendak Proletar <kuasa_proletar@...>
Date: Sun Oct 5, 2008 12:11 am
Subject: [ARAH GERAK] Ralat Terjemahan: Cukup Sudah Penghianatan! (Pidato Chaves menjelang Pilkada di Venezuela)
kuasa_proletar
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Mohon Maaf, atas ketidaknyamanan ini...





PRESIDEN HUGO CHAVEZ

MELAUNCHING KAMPANYE PEMILU KEPALA DAERAH

Diambil dari http://www.venezuelanalysis.com

Diterjemahkan oleh Dian Septi (Staf Pendidian-Bacaan DHN-PPRM)

 

 

 

Hugo Chaves berpidato di depan anggota PSUV pada hari
Minggu, 29 September di Merida, pada acara inti launching kampanye pemilu
Partai Persatuan Sosialis Venezuela.
Presiden Venezuela,
Hugo Chaves menyatakan bahwa tidak mungkin memenangkan posisi Gubernur kecuali
dengan melakukan perlawanan terhadap kepuasaan diri dan pengkhianatan dan juga
dengan melihat persoalan revolusi di luar panggung electoral.







Kandidiat PSUV dan anggota dari berbagai negara menghadiri
acara tersebut di Stadion Poliedro di Caracas.

 

Chaves mengatakan bahwa pemilihan kepala daerah mendatang
pada bulan November sangat penting bagi Amerika Latin dan dunia, di mana  mereka
tidak hanya memenangkan posisi
walikota  dan posisi pemerintahan tapi
juga menanamkan kesadaran massa.


 

Ia mengekspresikan kepuasannya bahwa sekarang Venezuela
telah mempunyai partai revolusioner dan sosialis yang bersatu dan pengaruhnya
telah meluas, meski baru terbentuk setahun lalu.

 

“Sudah saatnya kita memiliki sebuah partai politik kader
yang memadai, sebuah partai massa
yang sejati” kata Chaves

 

Ia menekankan bahwa 
sekalipun dengan kerja keras yang dilakukan, satu posisi Gubernurpun di
22 daerah pemilihan  dari aliansi
Patriotik (yang terdiri atas partai pendukung Chavez) tidak bisa secara
obyektif menang. Ia mengatakan hal yang sama pada posisi di dewan legislatif
dan walikota, dan cara memenangkannya adalah melalui organisasi, mobilisasi dan
kesadaran sosialis serta revolusioner.



“ Kita membutuhkan banyak pengetahuan, studi, (dan) aku tidak berbicara
mengenai bagaimana meraih gelar Doktoral, (maksudku) studi mengenai realitas di
sekitar kita, kesadaran melalui observasi, analisa, perdebatan, membaca dan
kerja-kerja ideology… hanya dengan begitu kita dapat meningkatkan pengetahuan,
kesadaran revolusioner, kesadaran sosialis. Kita tidak melupakan bahwa revolusi
ini mempunyai jalan: Sosialisme, hanya ini, jalan yang dapat kita lakukan untuk
mengkonsolidasikan kemerdekaan Venezuela”

 

Oleh karena itu, ia menambahkan, secara obyektif bukan
hanya sekedar menang pemilu, tapi dengan memenangkannya melalui organisasi,
kemampuan memobilisasi, dan meningkatkan kesadaran melalui sebuah perang
gagasan karena negara ini “belum secara total dibangkitkan  pada tingkat yang
kita butuhkan”







“ Hal ini dibutuhkan untuk membangkitkan kemauan berperang
di setiap tempat, karena rakyat yang tidur 
tidak akan pernah menang, dan karena kampanye pemilu harus menjadi
sebuah kesempatan dan sebuah skenario untuk membangunkan rakyat secara
terus-menerus …. Karena kesadaran tidak akan pernah berhenti berkembang, kita
yang seharusnya memasok kesadaran itu dengan perdebatan, pengetahuan, dan
kritik terhadap diri sendiri, (untuk membangun sebuah) alat yang kuat dan
dibutuhkan bagi sebuah revolusi sejati.”







Dalam pidatonya kepada para kandidat, ia memperingatkan
pada mereka agar tidak  berubah menjadi
borjuis kecil dan mengatakan “Cukup sudah pengkhianatan, kami menginginkan
gubernur yang revolusioner sejati, sosialis, jujur, dan walikota yang
revolusioner dan sosialis, bagi kalian semua tidak hanya  setelah 23 November
nanti, namun juga  harus siap saat ini”



Chaves menjelaskan bahwa pengkhianatan terhadap rakyat untuk ambisi dan kekayaan
pribadi yang sering kali muncul selama lebih dari 200 tahun terakhir ini”

 



“(Aku) berbicara mengenai kota-kota tersebut di mana kelompok-kelompok
kawan-kawan semua berada, kaum revolusioner di waktu lalu menyebrang  ke
tendensi politik lain, seperti Gubernur
Carabobo atau Gubernur lainnya di Barinas , Gubernur Aragua, Gubernur Sucre..
Aku katakan, dan akan terus kukatakan, permasalahannya, penyebab utama dari
pembelotan tersebut adalah persoalan ideologi”

 

Ia juga memperingatkan mengenai “cepat puas akan
kemenangan” yang dikatakannya sebagai salah satu faktor yang berkontribusi
terhadap hilangnya suara untuk reformasi konstitusi tahun lalu.





”Kita seharusnya tidak merayakan kemenangan kita di negara manapun atau
kotamadya manapun”

 

 

Setelah Pemilihan Berlangsung







Chavez mengingatkan kepada para
hadirin, bahwa bangsa ini seharusnya pada tahun 2009 memperingati 60 tahun
revolusi China, 50 tahun revolusi Kuba, dan 10 tahun revolusi Bolivaria di
Venezuela  dan demikian pula pada tahun
2010, kita semestinya memperingati 200 tahun gerakan pemberontakan pertama
semenjak
tgl 19 April, yang mengenyahkan pemerintahan Spanyol dari Venezuela.

 

“(Gerakan itu) merupakan gerakan
pertama di benua ini. Sebagaimana yang terjadi pada tahun 2011, kita akan
merayakan 200 tahun konstitusi pertama pada tgl 5 Julli dan kita akan
merayakannya
secara besar-besaran, sebuah revolusi kemerdekaan yang sepenuhnya”

 

Ia menjelaskan bahwa Revolusi
Bolivarian tidak lebih dari kelanjutan proses kemerdekaan yang sama, sebuah
tahap sejarah kedua dari proses kemerdekaan Venezuela dan Amerika Selatan.







“Apa yang seharusnya terjadi (dalam pemilihan kepala
daerah) adalah menyurakaan kembali keberhasilan-keberhasilan itu, untuk
mempercepat revolusi dan bergerak ke arah periode pembentukan sebuah negara
baru dengan nilai-nilai sosialis” Kata Chavez.









Percobaan
Kudeta dan Pembunuhan







“Hari-hariku dihitung karena mereka mengincarku”, Chavez
juga mengatakan dalam pidatonya, merujuk pada kudeta terencana yang dilaporkan
pada bulan ini dan 12 orang telah dipenjarakan.







Ia mengingatkan bahwa ada kemungkinan serangan yang akan
dilakukan oleh kaum Oligarki dan “simpatisan Amerika” dalam bulan oktober dan
telah merekomendasikan beberapa hal guna menghadapi  percobaan tersebut, dengan 
menyebarkan intelejen di berbagai tempat,
yang berhubungan langsung dengan Pemerintah Nasional dan institusi kepolisian.







Bagaimanapun, ia meyakinkan bahwa ”Ya, bulan oktober akan
merah, merah dengan kebahagiaan, merah di jalan-jalan , gairah dan tanah air
yang merah, merah bukan untuk kekerasan tapi untuk kedamaian, merah bukanlah
kebencian terhadap kaum oposisi, tapi cinta terhadap rakyat dan PSUV . November
kita akan merahkan dalam kemenangan dan sosialisme Kita tidak akan menjadi
negara yang bodoh tapi negara yang merah”



Chavez mengambil kesempatan untuk memberikan selamat pada Menteri Kehakiman dan
Dalam Negeri yang baru, Tarek El Aissami, yang dikatakannya mempunyai perang
berat melawan peredaran narkoba dan ketidakamanan.
www.arahgerak.blogspot.com


 






[Non-text portions of this message have been removed]

#85473 From: aroell nas <athenatapin@...>
Date: Sun Oct 5, 2008 1:57 am
Subject: Nabi Muhammad Akan Menangis
athenatapin
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Nabi Muhammad Akan Menangis

Apabila Nabi Muhammad bisa turun dari langit saat ini dan melihat dunia beserta
umatnya, Beliau pasti akan meneteskan air mata. Hatinya mungkin terasa begitu
pedih dan perih melihat tanah Persia diserang oleh kekuatan Barat yang begitu
semena-mena menindas atas nama demokrasi.

Hatinya mungkin terasa begitu sakit melihat betapa negara-negara Muslim sangat
tertinggal dari negara-negara Barat dan lainnya dalam bidang ekonomi, politik,
ataupun teknologi. Tapi bukan karena melihat kondisi tersebut yang paling
membuat hatinya begitu terluka amat dalam. Yang membuat hati nabi Muhammad
begitu terluka hingga sulit bernapas adalah ketika Beliau melihat bahwa umat
Muslim saling membenci dan saling memusuhi satu sama lain. Umatnya begitu bodoh!

Tengoklah cerita dari Irak, sebuah tanah Persia yang dulu merupakan sumber
kejayaan Islam dengan segudang ahli-ahlinya di bidang astronomi, sastra,
matematika, dan sebagainya. Ada dua daerah bernama Adhamiya dan Khadamiya.

Adhamiya ditempati orang-orang aliran Suni dan Khadamiya merupakan tempat
tinggal orang-orang aliran Syiah dimana kedua wilayah ini dipisahkan oleh sungai
Tigris. Beberapa waktu yang lalu mortar diluncurkan dari wilayah Adhamiya ke
wilayah Khadamiya sehingga menimbulkan kekacauan yang besar di kalangan
orang-orang Syiah. Tidak lama berselang giliran orang-orang Syiah dari
Khadamiyah yang meluncurkan peluru-peluru mortar mereka ke arah penduduk di
Adhamiyah. Bunyi letusan peluru dan teriakan panik orang-orang di Adhamiya
disambut dengan tawa dan luapan kegembiraan dari masyarakat Syiah di Khadamiyah.
Kondisi yang kacau balau dan keamanan yang belum stabil akhirnya membuat
jembatan yang menghubungkan kedua wilayah tersebut ditutup oleh pihak yang
berwenang. Cerita diatas merupakan gambaran kecil bagaimana umat muslim hidup
dan berinteraksi antar sesama aliran di Irak.

Semenjak masuknya pasukan Amerika di tanah Irak, persaingan dan kebencian antara
dua aliran terbesar di agama Islam menjadi begitu nyata dan semakin meruncing.
Dengan semakin rumitnya kondisi perang di Irak, munculnya intrik di antara dua
kubu tersebut membuat Islam sebagai sebuah agama menjadi semakin terekspos dan
terpojok. Mengapa umat Islam harus saling bermusuhan?

Mari kita lihat sejarah bagaimana permusuhan ini terjadi. Suni dan Syiah. Saat
ini, sekitar 90 persen umat Muslim di dunia adalah penganut aliran Suni termasuk
Indonesia di dalamnya. Sepuluh persen sisanya adalah umat Muslim aliran Syiah
yang terpusat di Iran. Beberapa negara di era modern lain yang memiliki
mayoritas umat Muslim Syiah adalah Irak, Bahrain dan Azerbaijan. Sementara
negara-negara seperti Arab Saudi, Pakistan, dan Lebanon memiliki kaum Syiah
sebagai golongan minoritas. Mengapa ada Islam aliran Suni dan Syiah?

Perbedaan Dalam Islam

Untuk menjawabnya kita harus kembali menengok sejarah Islam setelah
sepeninggalan Nabi Muhammad. Perpecahan dalam agama Islam terjadi pada tahun 632
beberapa waktu setelah Nabi Muhammad meninggal dunia.

Nabi Muhammad meninggal tanpa sebelumnya menunjuk siapa pemimpin umat Islam
sepeninggal Beliau. Beberapa pengikutnya percaya bahwa Khalifah harus diberikan
kepada keturunan Nabi Muhammad dimulai dengan saudara sepupunya yang juga anak
menantu yaitu Ali bin Abi Talib. Sementara mayoritas pengikut Nabi Muhammad
mendukung sahabat Nabi Abu Bakar untuk meneruskan kepemimpinan Nabi. Walau Ali
tidak menjadi penerus Nabi Muhammad sebagai Khalifah pertama namun Ia akhirnya
menjadi Khalifah keempat sebelum akhirnya Ia dibunuh di wilayah Kufa pada tahun
661 yang sekarang menjadi bagian dari Irak.

Perpecahan di dalam Islam akhirnya benar-benar terjadi setelah terbunuhnya Ali
bin Abi Talib. Mayoritas umat Muslim mendukung Gubernur Suriah ketika itu
Mu’awiyah dan putranya Yazid. Sementara pendukung Ali yang kemudian dikenal
dengan sebutan Syiah mendukung putra Ali bernama Hussein. Kedua kubu ini
akhirnya bertemu di medan perang di dekat wilayah yang sekarang bernama Karbala
di Irak pada tanggal 10 Oktober 680. Di dalam perang tersebut konon katanya
Hussein diculik dan kemudian dipenggal.

Namun bukannya mematikan aliran Syiah, kematian Hussein justru dijadikan sebagai
simbol martir oleh pendukungnya. Sosok Hussein dilihat sebagai seorang pemimpin
yang adil dan sederhana yang berani berdiri menentang ketidakadilan. Hingga saat
ini hari kematian Hussein diperingati oleh umat Syiah setiap tahunnya dan
peringatan itu dikenal dengan nama Ashura. Pada hari peringatan itu umat Islam
Syiah akan berjalan beramai-ramai sambil memukul-mukul dada mereka dan menangis
histeris. Bagi umat yang fanatik peringatan Ashura dilakukan secara ektstrim
dengan melukai badan mereka dengan cambuk atau bahkan pedang.

Dengan jumlah pendukung yang begitu besar tidak heran apabila Islam Suni lebih
memiliki peran di percaturan politik dunia. Hanya Iran sebagai negara pusat
Islam Syiah yang memiliki kekuatan politik mutlak di negaranya sendiri.
Selebihnya Islam Suni selalu mampu memiliki kekuasaan politik lebih baik bahkan
di negara-negara dengan mayoritas umat Islam Syiah dengan satu pengecualian
yaitu Suriah dimana mayoritas penduduknya adalah muslim Suni namun sejak tahun
1970 pemerintah dikuasai oleh sekte kecil aliran Syiah yang disebut Alawi.

Time edisi 5 Maret 2007 memberikan beberapa perbedaan mencolok antara umat Islam
Suni dan umat Islam Syiah di Irak. Perbedaan-perbedaan itu ditandai melalui nama
mereka, cara ibadah, mesjid atau tempat ibadah, rumah mereka, aksen bahasa,
serta stiker dan atribut yang menempel pada mobil-mobil mereka. Saya hanya akan
menjelaskan dua perbedaan yaitu cara ibadah dan mesjid yang mereka gunakan
karena dua elemen ini adalah yang paling mencolok untuk menggambarkan perbedaan
Muslim Suni dan Syiah di seluruh dunia.

1. Cara Ibadah
Umat Suni melakukan ibadah sholat dengan satu tangan diletakkan diatas tangan
yang lainnya di atas perut. Sementara penganut Syiah meletakkan kedua lengan
lurus kebawah. Selama sholat umat Suni dan Syiah membungkuk dan sujud dan
menyentuhkan kepala mereka ke tanah. Penganut Syiah yang taat menyentuh sebuah
lempengan kecil terbuat dari tanah liat yang dibuat di kota suci Najaf.
Setiap umat Islam diwajibkan untuk melaksanakan sholat lima waktu dimana Suni
memiliki lima waktu terpisah untuk melaksanakan ibadah tersebut sementara umat
Islam Syiah memiliki pilihan untuk melakukannya tiga kali namun dengan
men¬double dua sholat mereka pada waktu sholat pilihan mereka. Jadi misalnya
Anda seorang Muslim Syiah dan hari ini Anda ingin Sholat tiga waktu saja serta
Anda sudah memilih untuk sholat pada waktu ashar, maghrib, dan Isya maka Anda
harus sholat dua kali pada dua waktu sholat dari tiga waktu sholat yang Anda
akan lakukan.
Dalam melakukan adzan mesjid-mesjid Suni menyebut nama Allah dan Nabi Muhammad.
Sementara mesjid-mesjid Syiah menambahkan nama Ali di dalam adzan mereka. Adzan
dari mesjid Syiah dilakukan beberapa menit setelah adzan dari mesjid Suni.
Muslim Suni dan Syiah tidak pernah memiliki hari raya idul fitri pada hari yang
sama.
Perayaan hari kematian Ali yang disebut Ashura selalu dianggap sebagai perayaan
yang tidak pantas oleh kalangan Suni

2. Mesjid
Mesjid-mesjid Suni hampir selalu memiliki kubah dan terkadang juga memiliki
menara yang tinggi. Sementara mesjid-mesjid Syiah atau tempat ibadah yang
dinamakan Husseiniyas (gabungan antara fungsi mesjid dan pusat komunitas) tidak
harus memiliki kubah. Tempat-tempat ibadah umat Islam Syiah dilengkapi dengan
bendera berwarna hitam dan hijau serta ruangan di dalamnya diisi dengan
gambar-gambar Ali dan terkadang Hussein. Di saat yang bersamaan mesjid-mesjid
umat Islam Suni cenderung memiliki warna yang kalem dan pemajangan gambar-gambar
tokoh manusia dianggap sebagai tindakan yang kurang pantas.
Para pemuka Islam Syiah biasanya memakai baju kebesaran yang lebih bervariasi
dalam segi warna dan desain (biasanya menggunakan penutup kepala berwarna putih,
hitam, atau hijau) sementara pemuka Islam Suni hanya memakai penutup kepala
berwarna putih.

Islam Adalah Agama Yang Anti Damai?

Pertanyaannya sekarang adalah, “Apakah perbedaan-perbedaan itu dapat dijadikan
sebagai dasar untuk timbulnya rasa benci dan permusuhan?” “Apakah benar Islam
adalah agama yang mencintai damai ataukah Islam merupakan Agama yang menyebarkan
kebencian dan amarah yang meledak-ledak?”

Apabila Anda adalah seorang Muslim yang telah menghabiskan seluruh hidup Anda di
Indonesia maka Anda mungkin sangat tidak setuju dengan argumen yang berpendapat
bahwa Islam adalah sebuah agama barbar yang mengajarkan kaumnya untuk membunuh
orang kafir. Tapi bagaimana dengan masyarakat dunia Barat yang memiliki kaum
Islam sebagai masyarakat minoritas yang gerak-geriknya selalu dicurigai? Apakah
masyarakat dunia Barat salah apabila mereka memiliki anggapan negatif terhadap
Islam dan pengikutnya? Apakah salah apabila mereka membenci kaum Muslim dan
agama Islam yang mereka anggap sebagai biang keladi terjadinya peristiwa sebelas
September dan aksi teror di berbagai belahan dunia?

Menjadi Muslim di Indonesia memang berbeda dibandingkan dengan menjadi Muslim di
sebuah negara di dunia Barat. Indonesia adalah surga bagi kaum Muslim karena di
sinilah lebih dari 200 juta umat Muslim berdomisili dan berinteraksi antar
sesama. Indonesia walau bukan sebuah negara Islam tapi merupakan negara dengan
jumlah pengikut Islam terbesar di dunia. Umat Muslim adalah golongan mayoritas
sehingga Anda dengan mudah dapat meyakinkan banyak orang bahwa Islam adalah
agama yang cinta damai, no matter what!

Tidak ada satu buku pun yang dijual di Gramedia atau Gunung Agung yang berisikan
hal-hal buruk tentang Islam dan pengikutnya. Tidak ada satu penerbit pun yang
berani mencetak dan memasarkan buku-buku seperti itu. Tapi jelas tidak seperti
itu yang terjadi di negara-negara barat dimana kata Islam memiliki arti lain
seperti teror dan aksi brutal.

Namun, di salah satu jaringan toko buku terbesar di Amerika Serikat Barnes and
Nobles dengan mudah ditemukan buku-buku tentang bagaimana Islam menindas
perempuan di Afrika, bagaimana pejuang jihad menempelkan bom di tubuh mereka dan
meledakkan pusat-pusat keramaian milik negara-negara Barat, atau juga bagaimana
Islam menyuruh umatnya untuk mencambuk pasangan yang melakukan hubungan intim di
luar pernikahan. Semuanya terlihat begitu kuno dan tidak masuk akal bagi mereka.

Buku-buku seperti itu laris manis karena para pembaca di Amerika sangat
penasaran untuk melihat wajah Islam yang sebenarnya setelah terjadinya peristiwa
sebelas September. Bulan Februari yang lalu sebuah buku kontroversial tentang
Islam diluncurkan ke publik Amerika yang ditulis oleh seorang aktivis hak asasi
manusia yang selama ini terkenal kontroversial, Ayaan Hirsi Ali. Judul buku itu
adalah Infidel. Infidel dalam bahasa inggris memiliki arti yaitu seseorang yang
menentang Tuhan atau orang yang keluar dari ajaran agama, dalam budaya Islam
kita mengenalnya dengan sebutan kafir.

Aryan Hirsi Ali lahir di Mogadishu, Somalia pada tanggal 13 November 1969 dan
pada tahun 1992 ia mendapatkan suaka politik dari Belanda. Ia mengambil sekolah
hukum di Universitas Leiden dan menyelesaikan gelar masternya pada tahun 2000.
Setelah lulus, Aryan memutuskan untuk berkarir di dunia politik di Belanda dan
sempat menjadi bagian dari Partai Sosial Demokrasi PvdA dan partai VVD.

Karir politiknya di Belanda bisa dibilang cukup sukses namun sayang ia akhirnya
harus pergi meninggalkan Belanda pada tahun 2006 yang lalu setelah ditemukan
bukti bahwa Aryan memperoleh suaka politik dari negara Belanda secara tidak sah.
Saat ini Aryan hidup dan menetap di Amerika Serikat. Selama bergelut di dunia
politik dan hak asasi manusia nama Aryan Hirsi Ali bisa dibilang cukup
sensasional. Ia bahkan dinobatkan oleh majalah Time pada tahun 2005 sebagai
salah satu dari 100 manusia paling berpengaruh di dunia.

Aryan Hirsi Ali sangat terkenal lantaran keberaniannya dalam mengkritisi ajaran
Islam, Nabi Muhammad, dan para tokoh Islam dunia. Pada tahun 2004 ia menulis
naskah sebuah film pendek berjudul Submission yang disutradarai oleh Theo Van
Gogh. Film tersebut sangat provokatif bagi sebagian besar umat muslim dunia.
Seorang perempuan dengan pakaian serba tertutup namun bagian depan tubuhnya
hanya ditutupi oleh bahan transparan yang memperlihatkan lekuk tubuhnya
berbicara dalam bahasa inggris dan menceritakan bagaimana pengalaman sedihnya
menjadi seorang perempuan di dalam keluarga Islam. Tokoh di dalam film itu
digambarkan sebagai seorang perempuan yang mengalami ketidakadilan di dalam
Islam. Tubuhnya disiksa terus-menerus dan jiwanya disakiti tidak hanya oleh
suaminya yang semena-mena namun juga oleh agama, budaya, dan lingkungan
sekitarnya.

Film tersebut menjadi lebih provokatif karena ayat-ayat Al-Quran dituliskan di
atas tubuh tokoh perempuan tersebut seolah-olah Islam membenarkan kekerasan yang
dilakukan terhadap kaum perempuan di seluruh dunia. Film ini mendapat tentangan
yang sangat hebat dari kalangan umat Muslim dunia, bahkan sang sutradara
akhirnya dibunuh oleh seorang ekstrimis pada tanggal 2 November 2004.

Saya sempat membaca buku Infidel karangan Aryan Hirsi Ali tersebut di dalam
salah satu toko buku Barnes and Nobles di wilayah Maryland, Amerika Serikat.
Saya sangat tertarik untuk membacanya karena judul dan topiknya yang cukup
menggoda namun tidak berniat untuk membelinya karena saya sudah memiliki terlalu
banyak buku yang belum sempat dibaca.

Akhirnya saya memutuskan untuk ikut duduk di atas karpet di sebelah sebuah rak
yang penuh dengan buku-buku tebal seperti yang dilakukan oleh para pengunjung
lainnya. Ketika itu saya hanya sempat membaca satu bab yang berjudul Leaving God
atau meninggalkan Tuhan. Di dalam bab itu Aryan Hirsi Ali menggambarkan dirinya
ketika berada dalam posisi yang limbung dan bingung. Ia mulai mempertanyakan
kepercayaannya terhadap Tuhan dan agama yang selama ini Ia peluk.

Setelah peristiwa sebelas September Ia merasa semakin tidak yakin akan Islam dan
ajarannya, Aryan merasa sangat terganggu mengetahui fakta bahwa para pelaku
pembajakan pesawat pada 11 September 2001 adalah penganut Islam dan mereka
melakukan aksi teror itu atas nama Tuhan dan Islam. Akhirnya pada satu
kesempatan di tahun 2003, Aryan Hirsi Ali menyadari bahwa dirinya bukanlah
seorang Muslim yang selama ini tertera di kartu identitasnya. “Aku seorang
atheis,” ujarnya.

Selang beberapa hari saya kembali mengunjungi toko buku yang sama dengan maksud
untuk melanjutkan bacaan saya. Namun setelah menghabiskan lebih dari lima belas
menit saya tidak kunjung menemukan buku yang saya cari, saya pun mendatangi
salah seorang karyawan di toko tersebut dan menanyakan dimana mereka menempatkan
buku yang sedang saya cari.

Dengan senyum yang ramah seorang perempuan berumur 40-an berujar, “I’m so sorry
but the book is sold out. New books are coming soon. But I’m so happy that you
asked about the book, as a woman.” Perempuan tersebut dengan jelas mendukung
buku yang ditulis Aryan Hirsi Ali dan menganggapnya sebagai salah satu bentuk
perjuangan perempuan melawan ketidakadilan. Ketidakadilan yang diciptakan oleh
Islam! Pandangan perempuan ini bisa jadi mewakili pandangan berjuta-juta
perempuan dan masyarakat dunia Barat terhadap Islam.

Anda sebagai Muslim di sebuah negara seperti Indonesia mungkin akan marah dan
merasa terhina atas perlakuan dunia barat dalam memandang Islam dan ajarannya.
Namun mungkin Anda juga dapat memahami bahwa pandangan yang mereka miliki
merupakan suatu hal yang lumrah di dalam sebuah dunia dimana persamaan hak antar
kaum pria dan perempuan begitu dijunjung tinggi dan kebebasan berbicara
merupakan suatu kekayaan nasional yang dilindungi hukum.

Ya, memang benar bahwa negara sebesar Amerika Serikat pun belum pernah memiliki
seorang presiden perempuan setelah lebih dari 200 tahun masa kemerdekaan, namun
di Amerika Serikat Anda tidak akan pernah bisa menemukan seorang pria
beristrikan lebih dari dua orang membuat sebuah ajang penghargaan kepada para
suami yang mempraktekan poligami!

Apa yang salah dengan Islam?

Bagi kalangan anti Islam seperti Aryan Hirsi Ali, kondisi yang terjadi di Irak
saat ini atau kondisi di berbagai negara Islam dimana perempuan adalah manusia
kelas dua bukanlah akibat rendahnya tingkat kesejahteraan dan pendidikan. Bagi
mereka jawabannya terletak pada ajaran Islam itu sendiri. Mereka percaya bahwa
memang ada yang salah dari ajaran Islam dan ajaran tersebut lah yang melakukan
penindasan semena-mena terhadap berjuta-juta umat manusia di dunia.

Sementara di lain sisi tokoh-tokoh Islam di kancah percaturan politik dunia
selalu menggunakan kata welfare dan education sebagai alasan paling rasional
untuk menjawab pertanyaan mengapa para pemuda di Palestina, Irak, dan Somalia
begitu rentan akan hasutan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengangkat
senjata dan melakukan aksi kekerasan.

Nama saya adalah Tasa Nugraza Barley dan saya dengan bangga menyatakan bahwa
saya adalah seorang Muslim. Saya bangga menjadi bagian dari sebuah agama yang
hebat ini. Walau hingga saat ini saya belum berani menyatakan bahwa diri saya
adalah seorang yang religius tapi saya berani dan yakin mengatakan bahwa tidak
ada yang salah dengan agama ini. Yang salah adalah kita sebagai umat yang
menganutnya. Kita memang terlalu bodoh dan tidak mampu memanfaatkan kehebatan
dari sebuah agama yang telah diturunkan oleh Tuhan ke dunia ini.

Saya cukup yakin bahwa sesungguhnya nabi Muhammad memiliki maksud tersendiri
untuk tidak menyebutkan siapa pengganti dirinya apabila beliau meninggal dunia.
Mungkin alasan beliau melakukan itu adalah karena beliau tidak ingin Islam
memiliki pemimpin sehingga membirokrasikan Islam dan menjadikannya sebagai
sebuah alat untuk memperoleh kekuasaan. Mungkin Nabi Muhammad hanya ingin Islam
menjadi sebuah way of life atau jalan hidup bagi setiap penganutnya dalam
menjalankan aktifitas mereka sehari-hari.

Mungkin nabi Muhammad tidak ingin Islam dijadikan sebagai sebuah alasan bagi
terjadinya perebutan tahta dan pertumpahan darah demi memperoleh pengaruh dalam
dunia Islam. Namun, kita umatnya justru saling membenci dan merepresentasikan
ajaran Islam sedemikian rupa demi memperoleh keinginan kita masing-masing.

Para pemimpin dalam dunia Islam tahu bahwa agama, budaya, politik, dan ekonomi
adalah elemen-elemen kehidupan yang saling mempengaruhi satu sama lainnya dan
mereka seringkali memutarbalikannya sehingga para pengikut mereka jadi bimbang
dan mudah dipengaruhi. Satu contoh bagaimana agama dan elemen-elemen lain dalam
kehidupan saling mempengaruhi satu sama lain: Apakah pakaian terusan berwarna
putih yang dipakai oleh para pria di daerah timur tengah adalah ajaran Islam?
Kalau Anda menjawab tidak, lalu mengapa para kyai dan ustads di Indonesia selalu
menggunakan pakaian kebesaran bangsa Arab tersebut dalam memberikan ceramah
mereka? Apakah dengan melakukan itu mereka dapat lebih dipercaya dan religius?

Apakah bahasa arab adalah bahasa Tuhan? Kalau Anda menjawab tidak, lalu kalau
mengapa bahasa Arab (bukan isi Al Quran) dipandang begitu indah dan sakral?
Mengapa anak-anak di sekolah dasar selalu diajarkan untuk berdoa dalam bahasa
Arab sebelum mereka makan atau tidur? Apakah Tuhan adalah orang Arab?
Keterkaitan agama dengan elemen-elemen lain di dunia seperti inilah yang sering
kali digunakan oleh para pemimpin Islam yang tidak bertanggung jawab untuk
mempengaruhi umat Muslim.

Apabila Aryan Hirsi Ali dan para pendukung anti Islam percaya bahwa ajaran Islam
adalah ajaran yang salah maka saya setuju apabila kesejahteraan merupakan alasan
paling rasional untuk menjawab pertanyaan mengapa begitu banyak umat Muslim yang
menjalankan kehidupan mereka dengan penuh kekerasan dan kemunafikan.

Kenyataan bahwa begitu banyak negara Islam yang berada di bawah garis kemiskinan
merupakan suatu contoh nyata mengapa begitu banyak kalangan yang
merepresentasikan ajaran Islam secara salah. Seperti yang sudah disebutkan
sebelumnya bahwa agama merupakan salah satu unsur dalam kehidupan manusia yang
dipengaruhi dan mempengaruhi unsur-unsur lainnya, maka perut yang lapar akan
mempengaruhi seseorang dalam memandang agamanya. Begitu pula otak yang bodoh
akan dengan mudah dihasut dan diperbudak oleh kepentingan-kepentingan dari
golongan tertentu.

Hukum Alam

Kemunduran Islam di seluruh dunia bisa jadi merupakan suatu hukum alam yang
memang harus dialami oleh setiap umat Muslim. Ketidakberdayaan negara-negara
Islam dalam pentas dunia memang terasa begitu memalukan bagi sebuah agama yang
memiliki pengikut lebih dari 1,6 milliar orang.

Negara-negara Islam di Afrika sudah sejak lama dianggap sebagai kumpulan orang
bodoh yang tidak memiliki rasa kemanusiaan dan keadilan. Negara-negara Islam di
Afrika sudah begitu lama terpuruk dalam kemiskinan dan perang saudara yang
begitu menyedihkan.

Negara-negara Islam di Asia juga tidak kalah bodohnya. Pakistan, sebuah negara
yang menggunakan hukum Islam, di Asia Selatan jelas bukan sebuah negara Islam
yang bisa dibanggakan. Saya kebetulan pernah hidup di Pakistan dari tahun 1997
hingga 2000, dan saya bisa yakinkan Anda bahwa Pakistan bukanlah sebuah negara
yang patut dicontoh.

Selama tiga tahun hidup di Pakistan yang saya tahu bagaimana Pakistan
menjalankan hukum, yang katanya adalah hukum Islam, adalah bagaimana setiap
harinya perempuan Pakistan disiksa dan dilecehkan. Perempuan menjadi manusia
kelas dua di Pakistan, mereka tidak memperoleh hak yang setara hampir di seluruh
aspek kehidupan di Pakistan. Sesuatu hal yang sangat ironis di sebuah negara
yang menjadi salah satu dari sedikit negara-negara di dunia yang pernah memiliki
seorang presiden perempuan.

Pemerintah Pakistan menjalankan sistem pemerintahan yang bisa dibilang
otoriterisme. Contohnya bisa dilihat bagaimana Presiden Pakistan saat ini Pervez
Musharaf yang memperoleh kekuasaannya melalui proses kudeta tidak kunjung mau
lengser padahal ketika baru menjadi presiden Ia berjanji bahwa kekuasaannya
bersifat sementara dan akan segera menyelenggarakan pemilu. Saat ini Pakistan
secara memalukan menjadi “budak” Amerika Serikat dalam memerangi terorisme di
Afghanistan yang sayangnya juga merupakan sebuah negara Muslim. Sementara walau
India memiliki jumlah umat Muslim melebihi total umat Muslim di Pakistan tapi
jelas mereka tidak memiliki kekuatan di pemerintahan yang dikuasai oleh umat
Hindu yang merupakan golongan mayoritas.

Hanya Malaysia di Asia Tenggara yang boleh bangga akan dirinya. Mereka sedang
berkembang dan kehidupan masyarakat di Malaysia semakin lama semakin membaik.
Indonesia? Saya kira saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar. Umat Muslim di
Indonesia sudah pasti termasuk umat Muslim yang bodoh.

Sementara negara-negara Islam di Timur Tengah dan kawasan Persia bisa dibilang
sama saja. Mereka bodoh namun mereka begitu beruntung karena Tuhan memberikan
kandungan minyak bumi yang berlimpah. Mereka bisa hidup dalam kehidupan yang
begitu nyaman dan bisa dibilang sejahtera. Tapi mereka tetap saja bodoh. Hampir
semua negara Islam di negara Arab dikuasai oleh pemerintah-pemerintah yang
otoriter.

Arab Saudi salah satu contohnya, keluarga kerajaan begitu berkuasa dan
menjalankan kehidupan mereka secara berfoya-foya. Di saat yang bersamaan hanya
Iran di di kawasan Persia yang mampu berdiri tegak dan bangga akan akan jati
diri mereka. Iran semakin lama semakin mampu menunjukkan kemajuan pada kondisi
politik dan pemerintahan mereka. Sistem politik yang dahulu begitu tertutup dan
otoriter perlahan-lahan menjadi lebih terbuka dan demokrasi. Sementara
tetangganya Irak seperti yang kita tahu semakin terperosok dan semakin jauh dari
kesejahteraan.

Namun sayangnya dibalik kemajuan Iran dalam membangun kondisi politik dalam
negeri yang lebih baik, Iran saat ini bisa dibilang secara aktif turut serta
dalam proses perpecahan umat muslim di dunia. Iran membantu pemerintahan Irak
yang saat ini dikuasai oleh golongan Syiah untuk melawan golongan Suni yang
mendapat bantuan dari Arab Saudi. Golongan Syiah yang dahulu ditekan dan tidak
mendapatkan hak yang seharusnya mereka dapatkan dibawah pemerintahan Saddam
Hussein dikabarkan mendapatkan bantuan dana dan senjata dari pemerintah Iran
yang ingin meningkatkan pengaruhnya di Irak. Sebuah perang yang mungkin dapat
menyulut kebencian masa lalu antara bangsa Arab dan bangsa Persia. Kondisi ini
membuat Amerika berada dalam posisi yang sulit karena janji untuk menciptakan
sebuah negara Irak baru yang stabil menjadi sangat jauh dari kenyataan.

Di tahun 2007 ini tampaknya umat Muslim belum bisa mengejar ketertinggalannya
dalam waktu yang dekat. Negara-negara dunia Barat sudah begitu jauh meninggalkan
kita. Penemuan-penemuan hebat di dunia tidak pernah lahir lagi dari
pemikiran-pemikiran umat Muslim. Mungkin umat Muslim harus sabar untuk menunggu
hukum alam berpihak kepada kita lagi.

Namun tanpa bermaksud untuk menerima begitu saja segala kekurangan yang umat
Muslim miliki, saya kira perlu dicermati bahwa dunia dan kehidupan ini selalu
membutuhkan keseimbangan. Keseimbangan inilah yang membuat hidup terasa begitu
indah.

Apabila ada yang naik maka pada saat yang bersamaan akan ada pula yang turun.
Tuhan menciptakan warna hitam dan warna putih. Ada orang yang tinggi dan ada
juga orang yang pendek. Semuanya saling mengisi kekosongan satu sama lain.
Apabila dahulu Cina dikenal sebagai sebuah negara yang kuno dan tertutup maka
bukan rahasia lagi bahwa Cina telah berubah menjadi sebuah kekuatan ekonomi
dunia yang membuat negara sebesar dan sehebat Amerika pun ketar-ketir. Roda
kehidupan memang harus terus berjalan untuk memastikan bahwa dunia tetap berada
dalam keseimbangan.

Begitu juga dengan kondisi Islam saat ini. Fakta sejarah membuktikan dunia Islam
pernah berjaya pada tahun 711 hingga 1492 dengan menguasai sebuah kawasan yang
begitu luas dari Spanyol hingga Portugal. Dahulu para ahli dan pemikir Islam
begitu hebat dan terkenal dalam membentuk sebuah peradaban manusia. Mungkin saja
kemunduran Islam pada abad ke-21 ini merupakan suatu hukum alam yang memang
harus dialami oleh setiap umatnya. Pertanyaannya sekarang adalah, “Berapa lama
kita mau berada di bawah?”






[Non-text portions of this message have been removed]

#85474 From: aroell nas <athenatapin@...>
Date: Sun Oct 5, 2008 2:02 am
Subject: Paradigma Kualitatif di Tempat Khalwat
athenatapin
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Menurut laporan dari media New Scientist tanggal 15 November 2005 lalu, ilmuwan
menemukan bahwa meditasi tidak hanya dapat membuat jiwa menjadi baik dan tenang
namun juga dapat mengubah struktur otak.

Sekelompok ilmuwan dari Universitas Kentucky di Lexington, AS, membuat
kesimpulan berdasarkan percobaan-percobaan  terakhir yang mereka lakukan. Mereka
menggunakan sebuah peralatan yang memperlihatkan “tugas kewaspadaan psikomotor”,
yaitu suatu metode yang telah lama digunakan untuk mengukur pe-ngaruh ketajaman
mental dalam kondisi tidur. Tes ini dilakukan de-ngan melihat pada sebuah layar
LCD dan mengukur kecekatan mereka saat menekan tombol begitu sebuah gambar
muncul di layar. Tipikalnya, orang akan merespon dalam 200 hingga 300
seperseribu detik, namun jika menghi-langkan jam tidur seseorang, akan memakan
waktu jauh lebih lama, dan bahkan terkadang akan kehilangan rangsangan
(stimulus) seluruhnya. Tes dilakukan sebelum dan sesudah 40 menit pada sepuluh
sukarelawan, baik itu dalam kondisi tidur, meditasi, membaca ataupun melakukan
percakapan ringan. Telah diketahui bahwa melakukan tidur siang selama 40 menit
dapat meningkatkan hasil (setelah satu
  jam atau lebih untuk menormalkan dari kondisi pening) . Akan tetapi yang lebih
mengherankan para ilmuwan ini adalah hanya meditasi lah yang dapat secara
langsung mencapai kondisi superior, meski tak seorang pun diantara sukarelawan
yang memi-liki jam terbang berlatih meditasi.

Setiap subyek menunjukkan kemajuan,” kata O’Hara, salah satu peneliti. Bahkan
kemajuan akan lebih dramatis hasilnya setelah bergadang semalaman. Namun dia
mengakui,”Mengapa hal ini menunjukkan kemajuan, kami sendiri tidak tahu
penyebabnya.” Tim peneliti saat ini sedang mempelajari pengalaman-pengalaman
para meditator yang menghabiskan beberapa jam sehari untuk bermeditasi.

Membentuk Otak

Efek yang ditimbulkan meditasi pada stuktur otak telah menjadi perdebatan para
ahli. Sara Lazar dari Rumah Sakit Umum Massachusetts di Boston, AS, dan rekan
timnya menggunakan MRI untuk membandingkan 15 orang yang berlatih meditasi
(lamanya berkisar 1 hingga 30 tahun berlatih) dengan 15 orang yang tidak
berlatih meditasi, mereka menemukan bahwa meditasi sebenarnya meningkatkan
ketebalan kulit otak (korteks) di area yang berfungsi pada kesiagaan dan
pemrosesan sensori, seperti prefrontal cortex dan anterior insula kanan.

“Anda melatihnya ketika bermeditasi, dan membuatnya bertambah besar,”kata Sara.
Penemuan ini sejalan dengan penelitian yang menunjukkan bahwa pekerjaan musisi,
atlit dan ahli bahasa juga dapat mempertebal area yang berkaitan dengan korteks.






[Non-text portions of this message have been removed]

#85475 From: <sautsitumorang@...>
Date: Sun Oct 5, 2008 2:40 am
Subject: Harga Bantuan Kemanusiaan
sautsitumorang
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Yth. Bapak/Ibu Cyborg,

Saut Situmorang telah mengirimkan sebuah link berita dari
http://cetak.kompas.com :

Judul : Harga Bantuan Kemanusiaan

BUDI RAHMATInilah buku yang mengguncangkan jagat pekerjaan kemanusiaan.
Semenjak peluncurannya tahun 2007, buku ini tidak saja menimbulkan
perdebatan hangat di kalangan komunitas bantuan kemanusiaan, namun juga di
kalangan perencana pembangunan, khususnya pembangunan-pascabencana.Betapa
tidak, buku ini secara gamblang menjelaskan bagaimana bencana (bencana
alam, konflik horizontal dan vertikal, serta aksi terorisme) dijadikan
sebagai pintu untuk memperkenalkan kebijakan ekonomi ...

Link :
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/10/05/01042180/harga.bantuan.kemanusiaan

dengan pesan :
BUAT IKRANAGARA DAN PARA PEMUJA KAPITALISME AMRIK LAINNYA!!!
ENJOY!

#85476 From: aroell nas <athenatapin@...>
Date: Sun Oct 5, 2008 2:37 am
Subject: Masonry karakter yang tertutup, eksklusif, dan mistis
athenatapin
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Masonry telah menjadi salah satu fenomena paling menarik pada dua abad terakhir.
Dengan mudah, Masonry menarik peminat karena karakternya yang tertutup,
eksklusif, dan mistis. Sementara itu, timbul antipati terhadapnya; saat Masonry
berupaya mengiklankan dirinya sebagai sebuah ”lembaga amal yang tidak
berbahaya”, oposisi yang gigih pun tumbuh sebagai akibat berbagai klaimnya yang
kontradiktif.

Namun, yang semestinya dilakukan untuk menghadapi Masonry bukanlah dengan
menjalankan agenda anti-Masonik yang membuta, namun dengan mengkaji dan
menunjukkan ketidaksahihan dari filosofi jahat yang dianut dan dipaksakan
organisasi ini kepada umat manusia.

Sarjana Islam yang terkemuka, Bediuzzaman Said Nursi menguraikan dalam sebuah
alinea kerangka utama tugas ini:

Kelahiran arus tiranik filosofi naturalis dan materialis secara bertahap akan
menjadi kuat dan menyebar pada akhir zaman, melalui filosofi materialis yang
mencapai derajat pengingkaran akan Tuhan.... Cukup jelaslah kiranya betapa bodoh
lawakan dari manusia yang lemah, yang dapat dikalahkan oleh seekor lalat dan
tidak dapat menciptakan walaupun sebuah sayap lalat, untuk mengklaim posisi
ketuhanan. 141

Dengan kata lain, arus gagasan materialis yang akan muncul pada akhir zaman akan
bertindak sampai sejauh menolak keberadaan Tuhan. Sebagai jawaban, harus
ditunjukkan betapa ini merupakan ”lawakan bodoh”, dan bukti-bukti keberadaan
Tuhan sebagaimana diungkapkan di dalam Al Quran harus ditunjukkan.

Inilah cara untuk mendekati pertarungan melawan Masonry. Yang penting untuk
dilakukan adalah menggugurkan dan mengatasi filosofi Masonik. Perlu dihancurkan
pengaruh pemikiran organisasi ini, yang secara diam-diam dan dari jarak jauh
melakukan kampanye propaganda massa, dan menjauhkan manusia dari keimanan mereka
dan membawa mereka meninggalkan agama mereka kepada mitos-mitos materialis,
humanis, dan Darwinis. Apalagi, aliran ini perlu dibalikkan, dan orang-orang
perlu diinformasikan tengan keberadaan Tuhan, keesaan-Nya, dan kebenaran agama.
Dan, ini harus dilakukan setidaknya setenang dan sesabar para Mason.

Seberarnya, ini bukanlah pertarungan melawan Masonry karena sasarannya juga
untuk menyelamatkan para Mason yang juga tertipu. Perintah di dalam Al Quran
kepada kaum 'Ad dan Tsamud berlaku bagi para Mason: ”Dan syaitan menjadikan
mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka
dari jalan, sedangkan mereka adalah orang-orang berpandangan tajam.” (QS. Al
Ankabuut, 29: 38)

Sasarannya adalah untuk menunjukkan kebenaran kepada semua orang, termasuk para
Mason, dan menyelamatkan mereka dari kesalahan.

Sebuah ciri dari akhir zaman adalah mudahnya pertarungan ini bagi orang yang
beriman. Ini karena sains, yang telah digunakan kaum Mason untuk mendukung
filosofi mereka selama dua ratus tahun terakhir, sekarang telah berbalik
menentang mereka. Teori evolusi, yang telah memberikan dukungan bagi
materialisme dan humanisme, telah berada dalam kemerosotan tajam semenjak tahun
1970-an. Catatan fosil dengan jelas menyangkal klaim-klaim teori ini, dengan
mengungkapkan bahwa spesies muncul secara seketika dan sudah terbentuk sempurna,
tanpa ”nenek moyang evolusioner”. Biokimia, yang mengkaji aspek-aspek halus dari
makhluk hidup, telah menunjukkan contoh-contoh menakjubkan dari perancangan yang
tidak dapat dijelaskan dengan kerangka sebab alamiah. Perbandingan genetik telah
mengungkapkan bahwa spesies yang dianggap kerabat dekat menurut ”pohon
kehidupan” Darwinis, pada kenyataannya sangat berbeda dalam susunan genetik.
Sains telah memberontak melawan teori
  evolusi, sebuah fakta yang tidak dapat disembunyikan lebih jauh lagi oleh para
evolusionis. Penting untuk menggunakan bukti-bukti yang diajukan sains dan
menginformasikan kepada masyarakat ketidaksahihan filosofi materialis-humanis.

Masonry dengan berbagai metode propaganda yang efektif telah mampu sekian lama
membuat masyarakat menerima sebuah pemikiran keliru. Menjelaskan kebenaran dan
menolong manusia menerimanya jauh lebih mudah.

Ketika orang Muslim mengambil alih tugas ini, dengan izin Allah, pernyataan
berikut ini akan terwujud: ” Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang
batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu
lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu menyifati.” (QS. Al Anbiyaa’,
21: 18)

Maka, abad kedua puluh satu tidak akan menjadi abad ”Freemasonry Global”
sebagaimana diharapkan oleh para Mason, namun menjadi abad moralitas Islam.

Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau,
tidak ada yang kami ketahui selain apa yang
telah Engkau ajarkan kepada kami;
sesungguhnya Engkaulah Yang Maha
Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
(QS. Al Baqarah, 2: 32)






[Non-text portions of this message have been removed]

#85477 From: aroell nas <athenatapin@...>
Date: Sun Oct 5, 2008 2:45 am
Subject: filosofiYunaniinDzeroasterMythologi
athenatapin
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Mitologi Yunani

Mitologi Yunani adalah kumpulan legenda Yunani tentang dewa-dewi Yunani serta
para pahlawan yang berawal dan tersebar melalui tradisi lisan. Kebanyakan dewa
Yunani digambarkan seperti manusia, dilahirkan namun tak akan tua, kebal
terhadap apapun, bisa tak terlihat, dan tiap dewa mempunyai karakteristik
tersendiri. Karena itu, para dewa juga memiliki nama-nama gelar untuk tiap
karakternya yang mungkin lebih dari 1 seperti Demeter. Dewa-dewi ini terkadang
membantu manusia dan bahkan memperistri seorang wanita manusia menghasilkan anak
yang setengah manusia setengah dewa. Anak-anak inilah yang kemudian dikenal
sebagai pahlawan.

Mithologi Yunani

Mitologi Yunani adalah kumpulan legenda Yunani tentang dewa-dewi Yunani serta
para pahlawan yang berawal dan tersebar melalui tradisi lisan.

Kebanyakan dewa Yunani digambarkan seperti manusia, dilahirkan namun tak akan
tua, kebal terhadap apapun, bisa tak terlihat, dan tiap dewa mempunyai
karakteristik tersendiri. Karena itu, para dewa juga memiliki nama-nama gelar
untuk tiap karakternya yang mungkin lebih dari 1 seperti Demeter. Dewa-dewi ini
terkadang membantu manusia dan bahkan memperistri seorang wanita manusia
menghasilkan anak yang setengah manusia setengah dewa. Anak-anak inilah yang
kemudian dikenal sebagai pahlawan

Asal usul Mithologi Walaupun ada berbagai mitologi di seluruh dunia kata
mitologi berasal dari Yunani yang terdiri dari 2 kata

Muthos yang dalam bahasa Yunani berarti sebuah seni bahasa yang menjadi ritual.

Logos yang berarti sebuah kata, sabda, firman, cerita atau argumen yang
meyakinkan.


Beberapa sumber yang dipakai sebagai rujukan mitologi Yunani antara lain adalah
karya-karya Homerus dan Hesiodus Yunani.


Rentang Waktu

Masa Dewa-Dewi Dasar

Masa Para Titan

Masa Dewa-Dewi

Masa Dewa dan manusia hidup bersama

Masa Para Pahlawan


Dewa-Dewi Dasar dalam Yunani

- Chaos

Chaos atau Khaos adalah sebuah wujud awal dari mitologi Yunani. Dewa-dewa awal
Yunani muncul dari wujud ini. Namanya dalam bahasa Yunani adalah ×áïò yang
kira-kira dibaca “kh-a-oss”.

Dalam arti modern, chaos berarti sebuah kekacauan, tidak adanya aturan atau tata
tertib.

- Gaia

Gaia adalah personifikasi bumi dalam mitologi Yunani. Ejaan lainnya adalah Gaea.
Setelah Gaia muncul, ia lalu menciptakan Uranus sebagai langit untuk
menutupinya.

Uranus menyembunyikan Hecathonchires dan Siklops di dalam Tartarus, sedangkan
Tartarus adalah isi perut (usus) dari Gaia, yang menyebablkan Gaia kesakitan.
Karena itu, ia membuat sebuah arit dan mengumpulkan anak-anaknya serta meminta
mereka menuruti apa katanya. Hanya Kronus yang bersedia menjalankan perintah
ibunya untuk mengambil arit tersebut dan mengkastrasi Uranus,ayahnya sendiri.
Dari luka Uranus, muncullah Erinyes, Gigantes, dan Meliae sedangkan dari
testisnya muncul Afrodit.

Dalam mitologi Romawi, Gaia dikenal sebagai Tellus atau Terra. Keturunan Gaia .

Tanpa Pasangan

Uranus
Ponteus

Dengan Uranus

Siklops
Arges
Brontes
Steropes
Hecatonchires
Briareus
Cottus
Gyes
Titan
Coeus
Crius
Kronos
Hiperion
Iapetus
Mnemosyne
Phoebe
Rhea
Tethys
Theia
Themis

Dengan Hefestus

Erichtonius


Dengan Ayah Yang Belum Diketahui

Mimas
Pheme
Piton

- Aether

- Uranus

Uranus dalam dunia mitologi Yunani adalah putra dan juga suami dari Gaia bumi,
ayah dari para Titan, Hecatonchires raksasa berlengan seratus, dan Cyclops
raksasa bermata satu

- Eros

Eros merupakan sebuah kata dari bahasa Yunani yang berarti cinta berdasarkan
hawa nafsu saja. Kata turunan adalah ‘erotis’.

Dalam mitologi Yunani, Eros diceritakan sebagai anak dari Aphrodite, dewi
kecantikan (Venus dalam bahasa Romawi). Dalam kepercayaan Romawi, Eros juga
disebut Kupid atau Cupido, dan dilambangkan dengan anak kecil bersayap yang
selalu membawa busur dan anak panah. Eros membantu manusia maupun dewa dalam
urusan percintaan. Anak panahnya tidak akan meleset, hati yang tertembus olehnya
akan dipenuhi oleh cinta.

- Erebus

Erebus merupakan salah seorang dewa utama dalam mitologi Yunani dan melambangkan
kegelapan. Ia adalah anak satu-satunya Chaos, saudara Nyx, serta merupakan ayah
Aether.

- Nyxx

Dalam Mitologi Yunani, Nyx (Íýî, Nox) adalah dewi malam. Nyx dilahirkan oleh
Chaos. Dengan saudaranya Erebus, Nyx melahirkan Aether (”atmosfir”) dan Hemera
(”hari”).

Hemera

Ophion

Tartarus

Titan


Cronos & Rhea

Oceanus & Tethys

Hyperion & Theia

Coeus & Phoebe

Mnemosyne

Themis

Crius

Iapetus

Atlas

Prometheus

Epimetheus

Menoetius

Asal Usul Mitologi Yunani

Walaupun ada berbagai mitologi di seluruh dunia kata mitologi berasal dari
Yunani yang terdiri dari 2 kata

* Muthos yang dalam bahasa Yunani berarti sebuah seni bahasa yang menjadi
ritual.

* Logos yang berarti sebuah kata, sabda, firman, cerita atau argumen yang
meyakinkan.


Beberapa sumber yang dipakai sebagai rujukan mitologi Yunani antara lain adalah
karya-karya Homerus dan Hesiodus.


Rentang Waktu

· Masa Dewa-Dewi Dasar

· Masa Para Titan

· Masa Dewa-Dewi

· Masa Dewa dan manusia hidup bersama

· Masa Para Pahlawan


Twelve Olympians

12 Dewa Olimpus juga dikenal dengan sebutan Dodekatheon (Greek: äùäåêá /dodeka =
12, èåïí /theon = dewa) dalam Mitologi Yunani adalah dewa dewi utama Yunani yang
tinggal di puncak Gunung Olimpus. Ada sekitar 17 dewa dewi yang dianggap 12 Dewa
Olimpus walaupun jumlahnya tidak lebih dari dua belas dalam satu daftar.



Dewa Dewi Olimpus

Zeus, Hera, Poseidon, Ares, Hermes, Hefestus, Aphrodite, Athena, Apollo dan
Artemis selalu masuk dalam daftar Dewa Dewi Olimpus. Dua dari Hebe, Helios,
Hestia, Demeter, Dionisius, Hades dan Persefone menjadi pelengkap dari kesepuluh
dewa dewi itu.


Kisah Pelengkap Para Dewa

Hestia menyerahkan posisinya sebagai anggota Olimpus kepada Dionisius agar dapat
hidup bersama manusia (akhirnya dia diangkat sebagai penjaga api di Olimpus)
maka ia menolak disebut sebagai anggota Olimpus. Persefone tingal selama 6 bulan
setiap tahunnya bersama suaminya Hades di dunia bawah tanah (konon mengakibatkan
kegersangan di musim gugur dan dingin). 6 bulan lainnya, ia boleh kembali ke
Olimpus dan tinggal bersama ibunya, Demeter. Walaupun Hades termasuk dewa utama
Yunani, tetapi karena tinggal di dunia bawah tanah maka ia tidak erat dengan
Olimpus. Dalam kisah lain, Helios memberikan tempatnya untuk Apollo. Hebe,
seorang pembawa cawan anggur bagi para dewa menyerahkan posisinya di Olimpus
untuk menikahi Herakles yang menjadi dewa Olimpus setelah wafat.


Karakteristik Dewa

Setiap dewa dewi dalam Mitologi Yunani memiliki setidaknya satu unsur yang
dikuasai dan dilindunginya. Unsur itu masing-masing adalah :

1. Zeus adalah pemimpin para dewa, penguasa Olimpus, dewa iklim dan cuaca.

2. Hera, istri Zeus, adalah dewi pelindung pernikahan, pengorbanan dan
kesetiaan.

3. Poseidon adalah dewa laut.

4. Ares adalah dewa perang dan pembantaian.

5. Hermes adalah dewa penunjuk jalan, pelindung para petualang,penggembala dan
penghiburan. Ia juga utusan dewa Zeus.

6. Hefestus adalah dewa api, tukang kayu, penempa besi dan pengrajin senjata.

7. Aphrodite adalah dewi cinta, seks dan keindahan fisik.

8. Athena adalah dewi kebijaksanaan, perang, keindahan jiwa, seni dan
pendidikan.

9. Apollo adalah dewa cahaya, musik, tarian, obat-obatan dan pelindung para
pepanah.

10. Artemis adalah dewi pelindung hewan, perburuan, kesuburan dan kesucian.

11. Demeter adalah dewi bunga, tumbuh-tumbuhan, makanan, argraris dan pelindung
bahtera perkawinan.

12. Hestia adalah dewi pelindung rumah, keluarga dan perapian.






[Non-text portions of this message have been removed]

#85478 From: aroell nas <athenatapin@...>
Date: Sun Oct 5, 2008 2:48 am
Subject: Satanic Verses Mr.Rusdi
athenatapin
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Seorang professor bahasa dari ALAHABAD UNIVERSITY INDIA dalam salah satu buku
terakhirnya berjudul "KALKY AUTAR" (Petunjuk Yang Maha Agung) yang baru
diterbitkan memuat sebuah pernyataan yang sangat mengagetkan kalangan
intelektual Hindu.

Sang professor secara terbuka dan dengan alasan-alasan ilmiah, mengajak para
penganut Hindu untuk segera memeluk agama Islam dan sekaligus mengimani risalah
yang dibawa oleh Rasulullah saw, karena menurutnya, sebenarnya Muhammad
Rasulullah saw adalah sosok yang dinanti-nantikan sebagai sosok pembaharu
spiritual.

Prof. WAID BARKASH (penulis buku) yang masih berstatus pendeta besar kaum
Brahmana mengatakan bahwa ia telah menyerahkan hasil kajiannya kepada delapan
pendeta besar kaum Hindu dan mereka semuanya menyetujui kesimpulan dan ajakan
yang telah dinyatakan di dalam buku. Semua kriteria yang disebutkan dalam buku
suci kaum Hindu (Wedha) tentang ciri-ciri "KALKY AUTAR" sama persis dengan
ciri-ciri yang dimiliki oleh Rasulullah Saw.

Dalam ajaran Hindu disebutkan mengenai ciri KALKY AUTAR diantaranya, bahwa dia
akan dilahirkan di jazirah, bapaknya bernama SYANUYIHKAT dan ibunya bernama
SUMANEB. Dalam bahasa sansekerta kata SYANUYIHKAT adalah paduan dua kata yaitu
SYANU artinya ALLAH sedangkan YAHKAT artinya anak laki atau hamba yang dalam
bahasa Arab disebut ABDUN.

Dengan demikian kata SYANUYIHKAT artinya "ABDULLAH". Demikian juga kata SUMANEB
yang dalam bahasa sansekerta artinya AMANA atau AMAAN yang terjemahan bahasa
Arabnya "AMINAH". Sementara semua orang tahu bahwa nama bapak Rasulullah Saw
adalah ABDULLAH dan nama ibunya MINAH.

Dalam kitab Wedha juga disebutkan bahwa Tuhan akan mengirim utusan-Nya kedalam
sebiuah goa untuk mengajarkan KALKY AUTAR (Petunjuk Yang Maha Agung). Cerita
yang disebut dalam kitab Wedha ini mengingatkan akan kejadian di Gua Hira saat
Rasulullah didatangi malaikat Jibril untuk mengajarkan kepadanya wahyu tentang
Islam.

Bukti lain yang dikemukakan oleh Prof Barkash bahwa kitab Wedha juga
menceritakan bahwa Tuhan akan memberikan Kalky Autar seekor kuda yang larinya
sangat cepat yang membawa kalky Autar mengelilingi tujuh lapis langit. Ini
merupakan isyarat langsung kejadian Isra' Mi'raj dimana Rasullah mengendarai
Buroq

Dikutip buletin Aktualita Dunia Islam no 58/II Pekan III/februari 1998

Kitab Nabi Yesaya pasal 41 ayat 1-4 bunyinya:

1. Berdiam dirilah kamu hai sekalian pulau, hendaklah segala bangsa
memperbaharui kuat dan kuasanya, serta datang kemari, hendaklah mereka itu
memutuskan hukum. Kami hendak bersama-sama datang hampir akan berhukum.

2. Siapa gerangan yang, sudah membangkitkan Dia dari musyrik dan bertemu dengan
segala kebenaran pada segala langkahnya? Siapa Dia, yang menyerahkan segala
orang-orang kafir dihadapan haderatnya dan akan memberikan kuasa atas segala
raja-raja dan menyerahkan mereka seperti duli dan kepada busurnya seperti jerami
diterbangkan angin?

3. Pada masa diusirnya mereka itu? Dengan selamat juga ia terus kepada jalan
yang belum pernah dilangkahinya,

4. Siapa gerangan sudah mengadakan dan membuat dia, sambil memanggil segala
bangsa asal mulanya. Aku ini Tuhan yang pertama, maka Aku ini yang kemudian sama
saja. Didalam kutipan tadi, juga dijelaskan lagi, betapa nabi itu akan
mengadakan peperangan dan akan mengalahkan orang orang dan raja-raja kafir
sekalipun. Didalam ayat ke-3 diceriterakan betapa Nabi itu harus, "Hijrah" ke
tanah yang belum pernah dijejakinya, dengan selamat. Hal ini mengingatkan kita
kepada "Hijrah Rasulullah" dari Mekkah ke Medinah dengan selamat. Ayat ke-2
menceriterakan bagaimana Muhammad mengalahkan raja-raja dan orang-orang kafir
hanya sebagai duli yang diterbangkan angin, serta anak panah-anak panah lawan
yang seolah-olah hanya jerami belaka, artinya tidak sampai melumpuhkan Muhammad
dan tentaranya. Yesus belum pernah melakukan peperangan selama hidupnya. Sebab
doktrin Yesus kita kenal yaitu: Bila ditempeleng pipi kiri berikanlah pula pipi
yang kanan, dan cintailah sesamamu
  manusia, bahkan musuhmu juga. Dengan doktrin ini Yesus tidak mungkin akan
mengadakan peperangan-peperangan dan serbuan, apalagi Yesus bukankah pernah
mengatakan, bahwa kerajaannya bukanlah di dunia ini? (Yahya 18: 36)

NABI MUHAMMAD DALAM PERJANJIAN LAMA



Didalam perjanjian lama, kita dapat pula menjumpai tentang Muhammad ini,
misalnya dalam kitab Ulangan 18 :18 yang bunyinya: "Maka pada masa itu
berfirmanlah Allah kepadaku, benarlah perkataan mereka itu. Bahwa Aku akan
menjadikan bagi mereka itu seorang Nabi diantara segala saudara-saudaranya yang
seperti engkau ya Musa. dan Aku akan memberikan segala firmanKu dalam mulutnya
dan iapun akan mengatakan segala yang Kusuruh akan dia." Dalam ayat ini
dijelaskan akan kedatangan seorang Nabi yang sebesar Nabi Musa, yang datangnya
dari antara saudara-saudara Nabi Musa. Allah sudah terlalu kesal terhadap
pembangkangan bangsa Israel. Itulah sebabnya Allah tidak lagl akan membangkitkan
Nabi-nabinya dari keturunan Israel (Yahudi) tetapi dari pada saudara Israel,
yaitu Arab. Ini kuat, sebab kalau ditarik garis keturunan yang lurus, maka Nabi
Musa adalah keturunan Ishak, sedangkan Nabi Muhammad adalah keturunan Ismail.
Ishak dan Ismail adalah dua bersaudara anak
  Ibrahim. Hal ini ditegaskan pula dalam kitab (Taurat Musa) Ulangan 33: 1-3 yang
bunyinya: 1. Bermula, maka inilah berkat yang telah diberikan Musa khalil Allah
pada Bani Israil dahulu daripada matinya. 2. Maka katanya: "Tuhan telah datang
dari Thursina, dan telah terbit bagi mereka itu dari Seir. Kelihatanlah ia
gemerlapan cahayanya dari gunung Paran, lalu datang hampir dengan Bukit Kades.
Maka pada kanannya adalah tiang api bagi mereka itu." 3. Bagaimana dikasihinya
akan mereka itu, yaitu segala suku bangsa itu, segala kesuciannya dalam
tangannya, dan mereka itu duduk dikakinya masing-masing akan mendapat
perkataannya. Didalam ayat 1 dijelaskan akan hikmah ini, suatu berkat, suatu
kebahagiaan yang diberikan oleh Musa khalil Allah untuk Bani Israil. Ayat ke-2
membicarakan lebih jauh isi dari hikmak ini, yaitu tentang tiga tempat:
Thursina, Seir dan Paran. Thursina adalah bukit dimana Nabi Musa a.s.
mendapatkan dua log batu dan Tauratnya dari Allah, Seir
  menyebutkan suatu bukit ditanah Kanaan yang dalam hal ini menunjukkan dimana
gerangan Nabi Isa a.s. akan lahir, yakni di Baitlahim, sedangkan tempat ketiga
"Paran" namanya adalah menunjukkan di mana Nabi Muhammad akan lahir, sebab Paran
itulah nama Mekkah yang aslinya. Pada tempat ketiga akan muncul seseorang.
Siapakah Dia? Yaitu yang datang hampir atau mendekati Kades yang artinya
Baitullah. Alangkah hebatnya tiang yang muncul dari Paran ini, yaitu Tiang Api,
(suatu kesalahan lagi. Dalam Perjanjian Lama berbahasa Belanda disebutkan bukan
tiang api, tetapi Hukum Api (Vuurwet) suatu unsur yang sanggup dan akan dapat
membinasakan unsur-unsur kimia apapun didepannya, apakah ia baja sekalipun. Jadi
yang dimaksud dengan tiang atau hukum api, ialah sudah tentu munculnya suatu
agama atau keyakinan yang sendi-sendinya sangat kuat, sebagaimana tiang api
itupun kuat. Agama apakah yang muncul dari Paran? Tidak ada duanya, selain agama
Islam yang mempunyia 4 sendi
  yang kokoh yaitu Tauhid (Keesaan Tuhan), Ibadah (sembahyang dan puasa serta
haji), Muamalah (cinta sesama manusia, sosialis yang merata), dan Akhlak (budi
luhur manusia). Ayat ke-3 selanjutnya menggambarkan betapa bangsa itu lalu
dikasihi oleh Allah, serta berkenan menerima perkataan-perkataan dari Dia, yang
muncul dari Mekkah (Paran) itu. Kesimpulan yang diperoleh dari seluruh tafsiran
ini, ialah: ,"Dari Mekkah akan datang Nabi itu, yaitu Nabi Muhammad s.a.w."



NABI MUHAMMAD DALAM KITAB ORANG PARSI



Selainnya dari Weda, nama Muhammad dapat pula kita jumpai dalam kitab orang
Parsi. Kita baca umpamanya dalam Kitab Datasir 14, berkatalah Susan, Nabi orang
Parsi: "Apabila orang-orang Parsi sudah terjerumus dalam budi pekerti yang
begitu rendah,"'maka seorang akan lahir ditanah Arab" yang pengikut-pengikutnya
membalikkan takhta kerajaan agama dan segala barang mereka itu. Seseorang yang
berkepala batu yang amat berkuasa di Parsi akan dihalaukan. Rumah yang didirikan
itu, dimana berhala-berhala banyak terdapat disitu akan disucikan daripada
berhala-berhala itu, dan banyak orang-orang akan menjalankan shalatnya dengan
menghadap mukanya ke ka'abah. Pengikut-pengikutnya akan menawan kota-kota Persi,
Taush dan Bulhuh serta lain-lain tempat besar sekelilingnya. Rakyat akan kacau
menjadi satu, dan orang pandai-pandai di tanah Persi akan menggabungkan diri
dengannya." Alangkah tepatnya nubuatan ini, yang digenapi pada tahun 17 Hijrah
atau Mei 638M didalam
  pemerintahan Khalifah Umar bin Khaththab pasukan-pasukan Islam menyerbu ke
Persia, dan gugurlah takhta kerajaan orang Persi. Rajanya yang kejam-melarikan
diri ke Asyria meminta suaka. Hal ini tepat 29 tahun sesudah kedatangan Nabi
Muhammad s.a.w. Heran, heran benar saya jadinya kalau Kraemer, doctor orientalis
barat menuliskan keadaan Muhammad sebagai "seorang yang kurang Ilmu" - "pawang
unta" - "Muhammad yang tidak pernah melihat Qur'an yang sekarang ini." (Apakah
Yesus dan Paulus juga sudah melihat Injil yang seperti sekarang ini Doctor???).
Yang kemudian, oleh pengikut-pengikutnya dikhayalkan Muhammad pernah naik ke
surga. "Qur'an adalah hanya karangan Muhammad yang dipaksakan kepada
pengikut-pengikutnya, berisi jiplakan Perjanjian Lama yang bersifat sajak yang
kadang kadang sangat pelong bunyinya dan dibuat-buatnya saja" (supaya lebih
puas, bagaimana dan sampai dimana penilaian Dr. Kraemer, baiklah dibaca saja
buku "Agama Islam" karangan Dr.
  Kraemer, yang diterbitkan oleh BPK Kwitang 22 Jakarta terbitan tahun 1953)

NABI MUHAMMAD DALAM KITAB NABI MALAKHI



Didalam kitab Nabi Malakhi pasal 3 :1: 2 dinyatakan: "Bahwasanya Aku menyuruhkan
utusanku, yang menyediakan jalan dihadapan haderatku, dan dengan segera akan
datang, kepada ka'abahnya Tuhan, yang kamu rindukan itu. Bahwasanya ia akan
datang, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam. Tetapi siapakah gerangan
akan menderita hari kedatangannya? Dan siapa tahan berdiri apabila kelihatanlah
dia? Karena iapun akan seperti api pandai emas dan akan seperti sabun binara."
"Akan datang seorang utusan," yang seperti nyala api dan sabun binara.
Kedatangannya dengan membawa anasir-anasir yang panas, keras seperti sabun
binara. Ia tidak datang seperti Yesus yang lembut dan "sunyi senyapnya." Iapun
tidak bersikap selemah lembut Yesus, yang mengasuh ummat seperti seekor induk
ayam mengumpulkan dan menaungi anak-anaknya. Alangkah penyabarnya Yesus ini.
Tetapi akan orang yang datang sesudah Yesus itu? Dengan panas seperti panasnya
api pandai emas jua ia membakar bumi
  Arabia bahkan sampai ke ujung Hispanola dengan seruan jihadnya yang sangat
menggetarkan hati lawan lawannya: "Allahu Akbar."

SIAPAKAH PAULUS ITU?

Menurut sejarah, maka tokoh Paulus alias Saulus ini muncul
kira-kira tahun 38 M. Ada pula yang mengatakan tahun 80 M,
tetapi saya kira yang jelas ia ada hidup di zaman Yesus,
paling tidak ia seangkatan dengan murid-murid Yesus. Paulus
adalah anak didik Gamalied, seorang guru yang termasyhur,
akhli Taurat dan Falsafah. Ibu Paulus adalah orang Yunani,
dan ayahnya orang Yahudi, sehingga pelajaran agama yang
diperolehnya adalah gabungan daripada kepercayaan Yahwe dan
Helenisme. Dari percampuran darah Yahudi dan Yunani, yaitu
darah Pandai dan darah Berpikir (Kita mengetahui bukan bahwa
orang-orang Yahudi terkenal kepandaian dan penemuan-penemuan
ilmiahnya, dan Yunani kita kenal pula telah melahirkan
tokoh-tokoh falsafah yang agung-agung), maka Paulus memang
luar biasa sekali. Otaknya cerdas luar biasa, dapat kita
saksikan nanti dalam surat-surat kirimannya. Ia bahkan
dengan gemilang, sekalipun mendapatkan tantangan yang bukan
sedikit berhasil menyatukan alam pikiran orang-orang Gerika,
Alexandria, Gybelle dan Yahudi, yang kemudiannya merupakan
suatu kekuatan yang luar biasa. Terdorong oleh ibunyalah
barangkali makanya ia berkeras hati ingin mengabarkan Injil
kepada orang orang kafir (Gerika maksudnya), dan terdorong
oleh kebenciannya kepada sang ayah yang menurut penyelidikan
sejarah tidak pernah mencintai Paulus, maka ia sangat
memusuhi ayahnya, bahkan bangsa dan agama ayahnya. Kitapun
dapat membaca nanti dalam surat-surat kirimannya, betapa ia
mencuci bersih-bersih orang-orang Yahudi, bahkan sampai
kepada Tauratnya sekalipun.

PRIBADINYA

Mengenai sukubangsanya, ia Paulus sendiri memberikan iawaban
sebagai berikut:

1. Ia adalah orang Rum, dalam keterangannya kepada orang
Rum. (Kisah rasul-rasul 16:37)
2. Ia adalah orang Yahudi, dalam keterangannya kepada orang
Yahudi. (Kisah rasul-rasul 22:2)
3. Ia adalah orang Parisi, dalam keterangannya kepada orang
Parisi. (Kisah rasul-rasul 23:6)

Menurut definisi ilmu jiwa, maka bila saja seseorang
memberikan dua buah keterangan, dan kedua-duanya tidak sama,
artinya manusia itu tengah berdusta. Paulus saya kira
menyadari dustanya ini, sebab dikemudian hari ia bahkan
menekankan kepada pengikut-pengikutnya untuk berbuat
demikian seperti katanya dalam Korintus I: 9:21: yang
bunyinya, berbuatlah seperti Yahudi dihadapan orang Yahudi,
dan berbuatlah seperti Gerika dihadapan orang-orang Gerika.
Ia kemudian dengan sombongnya mengatakan: Bila dustaku ini
melimpahkan kepada kemuliaan Allah, adakah aku ini masih
akan dihukumkan pula? (Rum 3:7)

Pribadi Paulus telah kita kenal. Ia bukan saja ahlhi putar
balik yang baik, tetapi iapun seorang yang keras kepala. Ia
dengan bangganya pula menulis, bahwa ia tidak mau tunduk
kepada suatu hukum apapun dan begitulah katanya, bahwa
segala sesuatu halal baginya, meskipun segala sesuatunya itu
belum tentu berfaedah. Keterangan dustanya ini
berlarut-larut terus, sehingga kita dapatkan pula nanti,
pada waktu ia menerima "panggilan Ilhami," menurut
keterangannya yang pertama, ia tidak menampak apa-apa,
menurut keterangan kedua ia melihat cahaya. (Kisah
rasul-rasul 9:4 dan 22:9). Menurut keterangannya yang
pertama pula ia sendiri saja yang mendengarkan suara itu,
menurut keterangannya yang kedua, katanya kami semuanya
mendengarkan. (Kisah rasuh-rasul 9:4 dan 21:9, menurut
keterangannya yang pertama pula ia mengatakan bahwa ia
sendiri yang jatuh, menurut keterangan yang kedua ia
mengatakan "kami semuanya rebah." Lho, dia buta, tetapi ia
dapat melihat dengan jelas kawan-kawannya pada berjatuhan,
aneh sekali bukan? (Kisah rasul-rasul 9:4 dan 26:14)

HURA-HURA AKIBAT AJARANNYA

Ajaran-ajaran Paulus yang "luar biasa" ini, menimbulkan
kehebohan yang cukup besar pula diantara ahli-ahli agama
setempat. Didalam kisah rasul- rasul diterangkan huru-hara
itu sebagai berikut:

1. Timbulah perpecahan yang besar diantara mereka itu
tentang sunat. (Kisah rasul-rasul pasal 15)
2. Paulus berselisih dengan Barnaba (sda) dan untuk ini
Paulus mengatakan: Pada hematnya, aku sedikitpun tidak kalah
dengan rasul rasul itu, yang maha unggul itu. Biarpun aku
tidak fasih pidato, tetapi dalam pengetahuan akan kebenaran
aku mahir, seperti dalam segala- segalanya, dan dengan
segala cara yang telah aku buktikan kepadamu!. (2. Korintus
II: 5-6). Ia, Paulus kemudian menuduh Jacobus, murid Yesus
dengan tuduhan pura-pura, sedangkan Petrus, juga murid Yesus
dilawan terang-terangan dihadapan orang banyak. (Galatia 2:
11: 13)
3. Orang-orang Yahudi menolak ajaran bahwa Yesus itulah anak
Allah. (Kisah rasul-rasul pasal 17)
4. Orang-orang Epiroki dan Stoiki menolak ajaran baru itu.
(Kisah rasul-rasul pasal 17)
5. Orang-orang Yahudi di Korintus menolak ajarannya yang
ganjil itu. (Kisah rasul-rasul pasal 18)
6. Akhirnya Paulus bernazar, supaya ia disangkakan orang
berpegang pada Taurat Musa. (Kisah rasul-rasul pasal 21)

PAULUS MEMANG ORANG YANG MAHIR

Kendatipun ia dilawan, tetapi ia memang orang yang mahir
terutama dalam hal berpidato dan dalam hal bekerja dengan
"segala caranya itu." Ia pandai memikat orang-orang Yahudi,
Parisi, Gerika dst.nya (baca Kisah rasul-rasul 22 dan 23).
Ia bahkan akhirnya dapat menyatukan golongan- golongan
Cybelle, Gerika, Saduki dan Yahudi, Rumawi dan Stoiki. Bila
ia berpidato dihadapan orang Yahudi, maka ia mengakui
dirinya orang Yahudi, taat pada Taurat Musa dan membesarkan
nama Musa. Bila ia pidato dihadapan orang-orang Gerika, maka
ia menjadi orang Gerika, berpidatolah ia soal Hero, yaitu
manusia setengah dewa, dan ia mengutuki habis-habisan Taurat
Musa. Orang-orang yang sunat adalah degil oleh sebab itu
sunat itu tidak perlu. Maka gembiralah hati orang-orang
Gerika yang memang memusuhi Yahudi dan sunat ini. Tuhan itu
mempunyai anak, yang diturunkan ke dunia ini untuk menebus
dosa-dosa kita. Orang-orang Gerika tidak heran ini, sebab
agama mereka sendiripun (Helenisme) mengenal berpuluh-puluh
Tuhan, seperti Zeus, Poseidon, Atermis, Apollo, Athena,
Palas Athena, Aphrodite dst-nya. Yesus dalam ceritera Paulus
diterima mereka sama seperti merekapun menerima ceritera
Hercules si anak Dewata-raya yang diturunkan ke Yunani untuk
membunuh naga berkepala tujuh di kepulauan Sisilia. Saking
gembiranya maka mereka lalu menganugerahkan gelar "Hermes
Honorus-Causa" kepada Paulus, dan ia kemudian dianggap
sebagai dewa- dewa yang menjelma menjadi manusia. Maka tidak
ayal lagi, orang-orang pun banyaklah berdatangan kepadanya
membawa sesajian dan sampai-sampai saputangannyapun dianggap
keramat dan jimat yang diyakini oleh orang-orang dapat
menyembuhkan segala penyakit. (Bacalah kisah rasul-rasul
pasal 14:11, 12, 18 dan pasal 28:6 serta pasal 19:12)

INFO NABI PALSU

Semasa Yesus hidup di dunia sebagai nabi Allah, maka ia
pernah memberikan suatu informasi kepada murid-muridnya,
suatu keterangan penting, yaitu bahwa akan datangnya
beberapa Kristus palsu dan Nabi palsu. Berkatalah Yesus
didalam Injil Markus 13: 5, 6, 21, yang bunyinya: Ingatlah
baik-baik jangan kamu disesatkan orang, karena banyak orang
yang datang dengan namaku, katanya: Aku ini Kristus, maka
mereka itu akan menyesatkan banyak orang, dan jikalau pada
waktu itu seorang berkata: "Tengok, inilah Kristus, atau
itulah Kristus" janganlah kamu percaya. Karena beberapa
Kristus palsu akan terbit serta mengadakan pekerjaan yang
ganjih-ganjil dan perbuatan heran yang menyesatkan manusia,
jikalau boleh, daripada orang yang terpilih pula. Dan lagi
Yesus berkata: "Hai, bagi orang yang mendatangkan kesalahan
kepada anak-anak ini, alangkah baiknya kalau batu kisaran
diikatkan dilehernya, dan dicampakkannya kedalam laut.
Tetapi akan hal ini, tak dapat tiada akan berlaku. (Bacalah
Matius 18:6-7 dan Matius 24:1-21)

PAULUSLAH NABI PALSU ITU

Didalam kitab Ulangan 18:18-22 disebutkan tentang ciri-ciri
nabi palsu itu. Berdasarkan kitab Ulangan tadi masa
tanda-tanda nabi palsu itu ada dua ialah:

1. Dengan sombong mengatakan firman yang tiada
disuruhkan oleh Allah.
2. Barang yang dikatakannya tiada akan terjadi.

Cobalah kita proyeksi Paulus dengan proyektor ini. Maka akan
kita dapati:

1. Paulus dalam hal ini telah, bahkan beberapa kali dengan
bangganya mengatakan dirinya rasul, rasul yang dipanggil
oleh Allah, bahkan Paulus itu hakekatnya Kristus. Kita baca
misalnya dalam tulisan atau pengakuannya pada:

a. I Korintus 1:1 bunyinya: dari Paulus, yang dengan
kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus.
Paulus disini mengatakan bahwa dirinya ialah rasul.
b. Galatia 1:1 bunyinya: Daripada Paulus, seorang rasul
(bukannya daripada manusia, dan bukannya dengan jalan
seorang manusia, melainkan yang ditetapkan oleh Allah
serta Yesus Kristus yang telah bangkit dari antara
orang mati. Suatu kebanggaan yang tiada taranya,
namun herannya, tentang kerasulan Paulus ini tiada
seorang nabi yang terdahulu daripadanya yang pernah
memberitakannya.
c. Galatia 1:12 bunyinya: Karena bukannya aku ini sudah
menerima dia daripada manusia, dan bukannya pula ia
kupelajari, melainkan oleh wahyu daripada Yesus Kristus.
Sekali lagi ia menjelaskan bahwa dirinya telah menerima
wahyu dari Yesus.
d. Galatia 2: 20 Paulus berkata: Adapun aku ini, bukannya
aku lagi tetapi ... Kristus.
(Wahai Tuhan kami, ampunilah kiranya dosa orang ini )
e. Galatia 2:2 Paulus berkata pula: Adapun aku ini naik
dengan ilham Rokh.

Kesimpulan seluruhnya ialah bahwa Paulus mendakwakan
dirinya rasul Allah, yang dipilih oleh Yesus sendiri, bahkan
denqan sombongnya ia membedakan dirinya dengan rasul-rasul
yang lain, yang bukan ditunjuk langsung oleh Kristus Yesus.

2. Barang yang dikatakan atau dibawakan atau diajarkan oleh
Paulus tidak pernah benar ataupun kejadian. Ia mengajarkan
bahwa seluruh umat manusia telah jatuh dalam dosa (Rum:
5:18) tersebab oleh seorang manusia, yang dimaksud disini
ialah Adam. Adam berdosa, memakan buah apel, yang telah
diharamkan oleh Allah kepadanya. Maka akibatnya Allah
menghukum dia, beserta anak-cucunya dan seluruh ummat
manusia, yang cantik-cantik dan molek-molek, termasuk para
pastoor dan pendeta-pendeta. Bertanyalah akal kita: Adam
tidak merampok, menodong, ataupun berzina. Ia tidak pula
menentang kekuasaan Allah, misalnya menghojat dllnya. Tetapi
dari suatu pelanggarannya yang kecil itu, seluruh ummat
manusia dikenai hukuman. Adilkah Allah itu? Dan mengapakah
kami yang tiada tahu-menahu tentang Adam ini disuruh pula
menanggung dosanya? Lebih tidak adil lagi, menurut kita,
bila Paulus kemudian mengajarkan, bahwa untuk menebus sekian
tunmpukan dosa-dosa itu Allah kemudian menyalibkan anakNya
yang tunggal. Dengan kata lain maka Yesus si putera Allah
itu disalibkan karena gara-gara sebuah apel. Berhubung Yesus
ialah juga Allah yang mutlak, maka kesimpulannya ialah Allah
disalibkan oleh Allah lantaran sebuah apel. Alangkah
memalukan, tetapi juga menggelisahkan bilamana seorang
presiden terpaksa harus digantung dimuka umum karena ada
seorang diantara rakyatnya yang mencuri. Presiden itu harus
mati, karena seorang rakyatnya yang mencuri.

Sarjana-sarjana sekarang ini, terutama di dunia barat
sendiri tidak habis-habis mengerti bagaimana prosedurnya,
bila kita mencintai Tuhan Yesus dengan bhakti yang luar
biasa, tetapi kenyataannya setiap hari pula kita memakani
dan meminumi tubuh dan darah Tuhan Yesus itu dalam missa
yang kudus. Mereka, sarjana-sarjana barat (tidak termasuk
Kreamer, Van der Plass, Rifai Burhanuddin), merasa kasihan
dan malu, mendengar Yesus putera Allah disalib, diludahi dan
dicemeti 40 kali banyaknya, masih pula dimahkotai dengan
duri. Dan Yesus (baca: Allah) disiksa begini adalah karena
Adam tanpa sengaja mengikuti bujukan Hawa isterinya untuk
memakan apel. Allah yang maha suci menerima korban darah
anakNya.

Allah yang maha suci kini ternyata lebih dan jauh lebih
kejam dari pada seekor singa. Bukankah seekor singa tidak
akan memakan anaknya? Dan bukankah kemurkaan Allah hanya
bisa dipadamkan oleh darah anaknya? Andailkan Yesus tidak
mau disalib, bukankah sampai saat ini Allah masih
meronta-ronta dalam kehangatan kemurkaannya? Maukah saudara
memakan daging anaknya sendiri dan meminum darah anak
saudara? Nah disitulah jawabnya. Insyaflah saya jadinya
bahwa bukannya kemuliaan sebenarnya yang diberikan Paulus
kepada Allahnya, tetapi suatu penghinaan yang tiada taranya
dimuka bumi ini. Paulus lebih berdosa daripada Lucifer si
malaikat korek api yang telah terkutuk itu. Bayangkanlah,
Lucifer hanya menganggap dirinya sama dengan Allah. Paulus
didalam hal ini bahkan menghina Allah. Itulah mungkin
makanya Yesus mengatakan: "Alangkah baiknya bila orang yang
mendatangkan kesalahan kepada anak-anakKu ini dibuang saja
kedalam laut dengan bandul batu dilehernya." Seseorang yang
menyamakan dirinya dengan Presiden, mungkin dianggap gila,
dus tidak ditangkap. Tetapi percayalah, bila seseorang
berani menghina seorang presiden, hukuman apakah kira-kira
sang bakal diterimanya ...






[Non-text portions of this message have been removed]

Messages 85449 - 85478 of 100114   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Advanced
Add to My Yahoo!      XML What's This?

Copyright © 2010 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help