Refleksi : Silahkan lihat video ini :
http://www.youtube.com/watch?v=jlwaKAycFYY Alangkah hebat! Setelah mengsponsor
pengiriman pasukan pembunuh berlambang agama yang menyebabkan puluhan ribu
kematian penduduk di Maluku dan Sulawesi, sekarang mau meresmikan Gong
Perdamaian Dunia. Apa mau dibilang begitulah praktek manipulasi rezim
neo-Mojopahit dan begundal-begundalnya yang menjilat keatas menginjak-injak
kebawah.
http://www.ambonekspres.com/index.php?act=news&newsid=27329
Sabtu, 07 Nov 2009, | 31
SBY dan 80 Duta Besar Hadiri Peresmian GPD
Ambon, AE- Teka-teki kepastian jadwal kedatangan Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono (SBY) ke Maluku untuk meresmikan monumen Gong Perdamaian Dunia atau
GPD akhirnya terjawab. Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu kepada pers, Jumat
(6/11) memastikan kedatangan orang nomor satu di Indonesia ini ke Maluku.
"Presiden dipastikan datang untuk resmikan monumen GPD di Kota Ambon itu
tanggal 25 November,"ungkap Ralahalu.
Secara terpisah, Wakil Gubernur Maluku, Ir. Said Assegaff mengatakan,
menyambut kedatangan SBY ke Maluku, berbagai kesiapan telah dilakukan oleh
Pemerintah Provinsi (pemprov) mulai dari proses pengerjaan monumen GPD hingga
persiapan keamanan.
"Soal pengerjaan monumen GPD itu sudah rampung 90 persen. Kita juga sudah
berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk melakukan pengamanan saat kedatangan
Presiden, "ujarnya. Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku ini menyebutkan,
peresmian monumen GDP oleh Presiden tersebut, akan dihadiri oleh 80 duta besar
dan juga perwakilan dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). "Nama-nama 80 duta
besar dan perwakilan PPB yang hadir pada peresmian monumen GPD itu sudah kita
terima. Bahkan sesuai informasi yang kita terima, akan hadir juga tokoh-tokoh
perdamaian dunia,"ungkapnya.
Hanya saja, saat disinggung soal kedatangan salah satu tokoh perdamaian
dunia, Nelson Mandela pada persemian monumen GPD tersebut, Assegaff tidak bisa
memastikannya kedatangan mantan Presiden Afrika Selatan yang pernah meraih nobel
perdamaian dunia ini. "Sampai hari ini kita belum terima informasi maupun
laporan menyangkut kedatangan beliau (Mandela red),"ucapnya. (M1)
[Non-text portions of this message have been removed]