Halo Mbak Sarthy Yth,
Maaf sekali, tetapi kasus ini (kalau benar) tidak
membuktikan apa saja kecualy di satu saat
beberapa anak tertentu aggak nakal. Jadi?
Maksud anda generasi-generasi sebelumnya tidak
nakal seperti ini? Ingat, generasi2 sebelumnya
tidak punya HP apa lagi kamera di HP.
Ini hanya membukti bahwa manajemen sekolahnya
waktu itu jelas kurang baik.
Yang lebih parah adalah kelakuan generasi
orangtuanya (dan sebelumnya). Punya isteri
beberapa, simpanan beberapa lagi, main cewek di
kantor dan di panti pijat, merasa wajib main
cewek kalau tugas di luar kota, dan yang lain2.
Tempat2 pelacur tidak dibuat untuk anak sekolah,
sebaliknya, anak sekolah sering sebagai korban
(dari generasi tua) di tempat begini.
Yang lebih berbahaya lagi, generasi2 sebelumnya
diam walapun kekayaan negara, harta, dan dana
untuk pendidikan anak kita dicuri oleh koruptor
samapai sekarang banyak anak tidak dapat sekolah
dan pengangguran puluhan juta. Siapa yang lebih
berdosa?
Begini, kalau anda ingin menulis thesis, jangan
merendahkan artinnya dan dirimu dengan kasus
begini, sensasi saja. Membuat sesuatu yang
berarti, tanya "Mengapa Anak Kita Di Dalam
Keadaan Berbahaya?". Ini hal yang jauh lebih
penting.
Ingat, banyak bapak2 dan saudara di Indonesia
masih memperkosa anaknya sendiri. Bagaimana moral
generasi orangtuanya. Tanya, mengapa anak kita
membuat begini?
Semoga sukses selalu
Salam Hormat & Selamat Berjuang!
Phillip R.
------------------------------------------
--- sarthy sartiah <sarthysartiah@...>
wrote:
> Pak Agus atau rekan semuanya,
>
> Soal kejadian di SMA negeri di Cianjur, tolong
> bapak
> merujuk saya ke sumber cerita ini??? Mohon
> bapak bantu
> saya agar bisa menforward Tribun lengkap dengan
> tanggal dan penulisnya.
>
> Saya akan mengangkat cerita ini dalam thesis
> saya agar
> membuktikan bahwa anak-anak kita sekarang ini
> betul-betul sudah krisis moral hubungannya
> dengan sex
> bebas.
>
> For your cooperation, it is much appreciated.
>
> Thanks.
>
> Sarthy
>
>
> --- Agus Cahyono <agus_cahyono2000@...>
> wrote:
>
> > Gila, Pesta Seks di Kelas
> > Libatkan Oknum Guru Cianjur, Warta Kota
>
> > Gila, beberapa siswa
> sebuah
> > SMA Negeri di Cianjur nekat berbuat mesum di
> dalam
> > kelas. Adegan panas itu kemudian direkam
> dengan
> > menggunakan kamera handphone. Perbuatan bejat
> itu
> > akhirnya terbongkar.
> >
> > Belakangan diketahui, ternyata aksi itu
> > melibatkan seorang oknum guru pula. Kini,
> seluruh
> > siswa yang terlibat sudah dipecat sedangkan
> oknum
> > guru tersebut sedang dalam proses pemberian
> sanksi
> > oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur.
> > Salah seorang guru yang ditunjuk menjadi
> ketua tim
> > pengusut, Ella Laelasari, membenarkan adanya
> > kejadian itu. Menurut dia, ada 11 siswa yang
> dipecat
> > karena melakukan pelanggaran berat. Mereka
> terlibat
> > dalam kegiatan yang dilarang oleh agama
> maupun hukum
> > negara yakni melakukan hubungan di luar nikah
> dan
> > narkoba.
> > Secara rinci, Ella yang dihubungi di
> rumahnya
> > Sabtu (19/11) malam mengatakan, dari 11
> siswa itu,
> > delapan wanita dan tiga orang laki-laki. Yang
> > terlibat dalam adegan mesum di kelas
> jumlahnya empat
> > orang. Namun keempatnya ini merupakan
> kelompok
> > dari 11 siswa yang sering melakukan pesta
> seks dan
> > pesta narkoba.
> > Ke-11 pelajar itu terdiri dari delapan
> siswi dan
> > tiga siswa masing-masing berinitial, CN,
> siswi kelas
> > 2, IM (kelas 3), YN (kelas 2), YLN (kelas 2),
> WD
> > kelas 3, AN kelas 1, DT kelas 2, SHR kelas 3
> dan DCK
> > kelas 2, TM kelas 3 dan RY kelas 1. Sedangkan
> oknum
> > guru berinisial DD.
> >
> > Para siswa wanita itu ditengarai sering
> menjadi
> > wanita panggilan. Istilah Ella terlibat
> hubungan
> > seks di luar nikah. Ada pun keterlibatan
> oknum guru,
> > yakni menjadi perantara para siswa dengan
> laki-laki
> > hidung belang. "Untuk guru saya tidak mau
> > berkomentar karena bukan wewenang saya,"
> katanya.
> >
> > Namun dia menyebutkan, oknum guru itu
> terungkap
> > karena adanya pengakuan dari salah seorang
> siswa.
> > "Ketika diperiksa, siswa itu menyebutkan
> bahwa ada
> > guru yang terlibat," katanya.
> >
> > Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa para
> siswa
> > melakukan tiga pelanggaran berat yakni
> penggunaan
> > narkoba, menjadi germo dan melakukan
> prostitusi
> > terselubung dan melakukan degan mesum di
> dalam
> > kelas. "Atas dasar pengakuan tersebut, pihak
> sekolah
> > meminta mereka mengundurkan diri. Para orang
> tua
> > mereka akhirnya menyadari, bahkan salah
> seorang wali
> > murid berniat menuntut oknum guru tersebut.
> Itu hak
> > mereka," kata Ella.
> >
> >
>
> >
>
> > Kronologi
> > Menurut Ella Laelasari, terungkapnya kasus
> > tersebut bermula ketika seorang wali kelas
> memproses
> > kasus dua siswi, CN dan YN. Keduanya sudah
> > berulangkali mendapat peringatan keras akibat
> > merokok di sekolah. Kesalahan mereka sudah
> masuk
> > katagori berat karena poinnya sudah mencapai
> 500.
> >
> > Dalam peraturan, jika sudah melanggar
> dengan total
> > poin 500, siswa itu harus dikeluarkan.
> "Mereka
> > bersedia dikeluarkan dengan syarat agar
> teman-teman
> > mereka, termasuk seorang oknum guru juga
> harus ikut
> > dikeluarkan," kata Ella.
> >
> > Pada akhirnya kedok para siswa dan guru
> > terbongkar. Ternyata bukan hanya satu atau
> dua siswa
> > tetapi dilakukan dengan teman-teman lainnya,
> > termasuk sang guru. Dari hasil pemeriksaan
> tim guru
> > tadi, empat siswi, masing-masing CN, YN, IM
> dan YLN
> > mengaku pada 1 Oktober 2005, masih berseragam
> > sekolah dibawa seorang pengusaha setempat dan
> oknum
> > guru DD ke sebuah vila di Cipanas. Di tempat
> > rekreasi itu mereka melakukan pesta narkoba.
> >
> > "Selanjutnya mereka masing-masing dikerjai
> > sebanyak sembilan kali, tanpa dibayar. Dua di
> > antaranya diturunkan di depan kantor BRI
> Cianjur,
> > seorang lainnya dalam keadaan mabuk berat
> diantar
> > temannya pulang," kata Ella.
> >
> > Yang mengagetkan Ella, mereka mengaku sudah
>
> > terbiasa melayani para lelaki hidung belang
> dengan
> > bayaran Rp 500 ribu hingga Rp 800 ribu.
> >
> > Belakangan Ella mengetahui kalau adegan
> bejat
> > para siswanya itu sudah beredar ke mana-mana.
> Siswa
> > lain bahkan masyarakat umum yang memiliki
> telepon
> > seluler berkamera banyak yang memiliki film
> adegan
> > mesum para siswa itu.
> > Menurut Ella, beberapa siswa mengaku pernah
> pernah
> > digerebek aparat kepolisian ketika melayani
> > pengusaha asing di sebuah kompleks perumahan
> di
> > Cianjur. Kejadian itu berlangsung pada awal
> Oktober.
> >
> > Humas Dinas P dan K Kabupaten Cianjur, Asep
> > Sobandi yang dihubungi mengatakan, telah
> menerima
> > laporan itu. "Kami sangat menyesalkan
> peristiwa itu,
> > dan laporan itu sedang kami proses." (tribun
> > jabar/tat)
> >
> >
> >
>
=== message truncated ===
Education Network: http://Pendidikan.Net
Education Technology: http://Pendidikan.TV
Education WebSites & Hosting: http://Pendidikan.WS
Education Aspirations: http://Aspirasi.US
Education & Corruption: http://Korupsi.Org
Education Articles: http://Artikel.US
Int'l Pen-friends: http://Pen-friends.Net
Overseas Preparation: http://AussieLearn.Com
Overseas Study: http://EnterUniversity.Com
Indo Education News: http://Berita.US
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com