just info....disarikan dari buku "Trekking in the Nepal Himalaya" yang
ditulis Stan Armington, penerbit Lonely Planet (2001).
Semoga bermanfaat. Tx.
War
-perhatian; ongkos penerbangan dan biaya lainnya mungkin sudah
berubah. Jangan lupa mengecek ulang di Google atau ke forum Thorn
Tree-Lonely Planet bagian Nepal (www.thorntree.lonelyplanet.com)
------------
Trekking ke Nepal bukan sesuatu yang susah atau mahal. Kita bisa
melakukan segalanya sendiri, datang tanpa booking ke hotel kecil, atau
bisa juga melakukannya dengan bantuan biro trekking.
a. Yang patut diperhatikan - Boleh dan tidak boleh
Nepal adalah negara mayoritas Hindu, sementara para sherpa dan orang
pegunungan lainnya menganut Budha. Di Kathmandu, anda bisa dilarang
masuk kuil Hindu kalau memakai sepatu atau ikat pinggang kulit. Bahkan
ada kuil yang tidak boleh dimasuki sama sekali. Kuil Budha lebih
longgar peraturannya, tapi pengunjung tetap perlu memerhatikan
aturannya di situ. Selalu permisi lebih dulu sebelum memotret festival
keagamaan, penguburan dan bagian dalam kuil. Buka sepatu sebelum masuk
dan masukkan sumbangan di kotak donasi yang tersedia.
Jika bertemu 'lama' atau pimpinan 'gompa' (kuil) Budha, adalah satu
kebiasaan memberikan kepadanya sebuah selendang sutra warna putih atau
'kata'. Kebiasaan juga untuk menyelipkan sumbangan dalam kata yang
dilipat itu. Sang lama akan mengambil sumbangan lalu menyimpan kata
atau bisa juga mengalungkan kata di leher anda sebagai satu tanda
restu. Tapi saat kita memberikan 'kata' ke sang 'lama', taruh kata di
meja atau tangan lama, dan jangan mengalungkannya.
Jumlah sumbangan harus dalam bilangan ganjil, misalnya 101 rupee.
Saat trekking, kita akan menemui tembok dari barisan batu yang
ditulisi kata-kata suci Budha Tibet (batu 'mani'). Kita juga bisa
menemui 'char-dar' (tiang yang dihias bendera kecil-kecil bertulis
kata-kata suci) dan 'chorten' (monumen dari batu). Jangan lupa untuk
lewat ke sebelah kiri kalau melintasinya.
Berpakaianlah yang sopan. Lalu jangan memberi uang (paisa), balon
(boom boom), permen (mithai), pulpen ke anak-anak desa karena bisa
mendorong mereka mengemis. Jangan tinggalkan barang berharga
sembarangan di hotel atau saat trekking, juga jangan tinggalkan
jemuran tergantung di luar saat malam.
Jangan sentuh makanan atau sendok garpu yang dipakai orang lokal.
Makanan yang sudah disentuh akan dianggap sudah kotor (jutho) dan
tidak bisa dimakan orang Hindu. Hal ini tidak berlaku bagi sherpa.
Jangan buang sampah ke perapian di tiap rumah karena perapian dianggap
tempat dewa-dewa, dan selalu berikan sesuatu dengan tangan kanan.
Orang Nepal tidak akan melangkahi kaki orang lain, jadi kalau duduk di
depan pintu dan jalur, jangan julurkan kaki sampai menghalangi jalan.
Sebaliknya, jangan melangkahi kaki orang Nepal.
Tempat terhormat dalam rumah orang sherpa yaitu di dekat perapian.
Jangan duduk di situ kecuali kalau benar-benar diundang duduk di situ.
Di Nepal banyak hari raya yang menyebabkan kantor tutup dan para
porter pulang kampung. Siklus tahunan perayaan di Nepal antara lain
tahun baru Nepal yang selalu jatuh di pertengahan April, perayaan
Durga Purja di bulan Oktober atau Nopember dimana orang banyak pulang
kampung dan sulit mencari angkutan dan perayaan lainnya.
b. Saran perjalanan
Trekking di Nepal perlu berhari-hari. Kalau Anda punya waktu..
- satu minggu; paling hanya bisa trekking pendek di sekitar lembah
Kathmandu, atau pergi ke Pokhara dan trekking sehari di sana, atau
trekking 3-4 hari ke Ghorapani atau Ghandruk.
- dua minggu; bisa trekking ke basecamp Annapurna, Langtang atau
terbang ke Lukla kemudian trekking ke perkampungan sherpa. Kalau ada
uang US$700 untuk perizinan, bisa terbang ke Jomsom lalu trekking ke
kawasan terpencil di Mustang.
- tiga minggu; bisa trekking ke basecamp Everest atau mengelilingi
Annapurna.
- satu bulan; bisa mengunjungi basecamp Kanchenjunga atau Makalu, atau
mengelilingi Manaslu.
c. Seperti apa trekking di Nepal?
Trekking di Nepal itu lama, dan untuk pulang ke start perjalanan harus
jalan kaki lagi (kecuali di dekatnya ada lapangan terbang). Persiapan
fisik itu penting sekali.
Trekking akan melalui jalur naik-turun yang terjal. Tak jarang trekker
mengalami masalah di lutut karena harus melalui jalur turun yang
terjal dan panjang.
Trekking juga bukan ice climbing. Beberapa jalur trekking memang akan
lewat dekat glacier es, tapi kita tidak akan mendakinya. Memang ada 18
puncak di Nepal yang bisa didaki tanpa izin rumit, tapi tetap perlu
perencanaan lebih matang.
d. Kapan waktu trekking yang cocok
Musim trekking biasanya di Oktober sampai Mei. Oktober dan Nopember
memiliki cuaca paling bagus, tapi ini juga musim turis jadi
hotel/penerbangan biasanya full booked. Suhu mencapai 30 celcius di
siang hari dan 5 c malam hari, di ketinggian lebih dari 3500 mdpl
suhunya turun jadi 20c sampai -10c.
Ada musim trekking yang jarang turis yaitu 2 minggu pertama di
Desember, sepanjang bulan Februari dan paruh kedua September.
Menjelang Natal, cuaca dingin dan hotel dipenuhi turis dari Jepang dan
Australi.
Bulan Juni-September adalah musim hujan dan orang jarang trekking
karena jalurnya becek, licin dan penuh pacet.
e. Jenis trekking
Sebaiknya jangan trekking sendirian karena tidak ada yang mengawasi
barang saat tinggal di hotel atau pergi ke toilet. Ini juga berisiko
dalam perjalanan saat tiba-tiba sakit atau terjatuh atau jadi korban
kejahatan. Di Kathmandu kita bisa mencari guide atau trekker lain.
Ada dua tipe umum trekking; lodge trek dan camping trek.
Lodge trek yaitu trekking dengan menginap di lodge (penginapan) yang
ada di sepanjang jalur. Biaya trekking perharinya antara US$5-20.
Lodge trek hanya dimungkinkan di jalur yang memang sudah terkenal. Di
lodge trek, tak perlu repot dengan soal penginapan dan makanan. Banyak
biro trekking menawarkan paket yang sudah termasuk guide, porter dan
akomodasi dengan biaya tetap harian. Ini cocok untuk trekker
perorangan dan kelompok kurang dari 5 orang.
Ada juga biro yang menawarkan grup lodge trek atau 'tea house trek'
yang diikuti lebih banyak orang.
Sedangkan Camping trek yaitu trekking dengan menginap di tenda yang
dibawa porter dan sherpa. Kita perlu sebelumnya mengontak biro
trekking di Nepal karena memang perlu waktu untuk mengorganisir
perlengkapan dan logistik.
Setiba di Kathmandu atau Pokhara, trekker juga bisa ikut bergabung di
organised trek yang sudah diatur biro perjalanan. Bentuknya bisa lodge
atau camping trek, dan diikuti sampai 20 orang. Organised trek akan
dipimpin 'sirdar' atau kepala perjalanan.
Biaya trekking perhari bervariasi. Dalam rombongan 10 orang atau
lebih, biaya sehari antara US$25-35 atau 40. Kalau hanya 1-2 orang,
biayanya bisa US$45-60 sehari, di luar ongkos transport. Harap
periksa, apakah biaya itu sudah termasuk tiket masuk taman
nasional/area konservasi, asuransi porter, transportasi dari Kathmandu
ke start perjalanan, sleeping bag, matras, 'biaya' untuk pemakaian
minyak tanah, biaya rescue dan biaya pajak 10% dan ongkos turis 2%.
Nepal memiliki banyak biro trekking. Harap dicek apakah biro itu sudah
menjadi anggota Trekking Agents Association of Nepal (TAAN). Untuk
mengatur sejak awal, hubungi biro lewat email atau faks. Contoh biro
yang menjadi anggota TAAN ialah Asian Trekking (asian-trekking.com),
fihp.com, tigermountain.com, sherpatrekking-travel.com,
summit-nepal.com, sunnytravel.com.np, thamserku.com.
f. Guide dan porter
Meski jalur trekking sudah jelas, menyewa guide akan mempermudah
perjalanan. Guide bisa bernegosiasi harga makanan dan penginapan,
menunjukkan tempat yang bagus, mencari tahu soal kondisi jalur. Kalau
bisa, cari guide dengan sertifikat dari Hotel Management & Tourism
Training Centre. Kita harus menanggung biaya makanan dan penginapan
guide itu.
Sedangkan porter bertugas membawa perlengkapan. Jarang ada yang
menjadi guide-porter sekaligus. Trekker bisa menyewa guide lewat biro,
toko peralatan atau rekomendasi trekker lain. Banyak restoran atau
hotel di kawasan Thamel di Kathmandu atau di Pokhara yang memiliki
papan pengumuman berisi pesan dari trekker yang mencari teman
perjalanan atau merekomendasi guide dan porter. Terkadang bisa juga
menyewa sherpa dan porter di awal jalur trekking di Lukla, Pokhara dan
Dhunche.
Susah menentukan upah yang pasti. Upah porter mungkin 300-750 rupee
sehari. Upah porter-guide lebih tinggi lagi, 700-1000 rupee sehari.
Sudah kebiasaan yaitu upah guide lebih rendah daripada porter, yaitu
150-250 rupee sehari.
Kalau menyewa porter, kita harus menyediakan perlengkapan bagi mereka.
Di Khumbu, baju mungkin bukan masalah karena sherpa biasanya sudah
punya sendiri baju tahan dingin. Pastikan, apa perlengkapan itu kita
beri atau hanya sekadar dipinjamkan. Ada penyewaan perlengkapan di
Kathmandu milik Himalayan Explorers Club dan di Lukla. Kalau mau bawa
makanan sendiri, bisa beli di supermarket di Thamel dan Asan Tole.
g. Perlengkapan
Ada yang bawa sendiri dan ada yang beli atau sewa di Nepal.
Perlengkapan yang patut dibawa antara lain down jacket, jaket biasa,
baju, celana pendek dan panjang, raincoat, payung, topi,
balaclava/kupluk, sarung tangan, gaiter, sepatu trekking, ransel,
sleeping bag, senter, sunglass/google, sunscreen.
Toko perlengkapan yang lengkap ada di kawasan Thamel. Banyak
perlengkapan dengan merek terkenal tapi sebetulnya palsu.
h. Visa dan dokumen
Semua harus memiliki visa untuk masuk ke Nepal. Bisa diperoleh ketika
tiba di bandara Kathmandu. Visa single entri 60 hari biayanya US$30.
Jangan lupa bawa foto ukuran paspor (4x6) yang banyak (lebih dari 20).
i. Uang
Mata uang Nepal adalah rupee. Kurs terakhir ( 21 nopember 2006) 1
rupee = 130 rupiah.
1 US dolar = 72 rupee.
Banyak tempat penukaran uang di Pokhara dan Kathmandu. Biasanya biaya
hotel di Kathmandu dan tiket pesawat dibayar dengan mata uang asing
(dollar). Kartu kredit masih bisa diterima di banyak toko, hotel dan
restoran di Kathmandu dan Pokhara. Saat trekking, persiapkan rupee
secukupnya.
Uang kertas rupee ada mulai dari nilai 1,2,5,10,20,25,50,100,500 dan
1000. Uang logamnya mulai dari 1,2 dan 5 serta uang sen.
j. Biaya
Kalau mau menginap di lodge saat trekking, perkiraan biayanya 350-600
rupee untuk makanan. Biro trekking local mencharge US$30-100 sehari
untuk camping trek dan US$25-45 sehari untuk lodge trek. Sherpa dan
porter biasanya diberi tip 10-25% dari biaya total. Untuk porter,
berkisar 150 rupee untuk trekking 7 hari, sherpa bisa 500 rupee,
sirdar 850 rupee, tukang masak 400 rupee.
KATHMANDU
Ibu kota Nepal sekaligus lokasi bandara internasional. Biaya
penginapan mulai dari US$10-85 semalam. Dari bandara Tribhuvan, bisa
booking mobil ke Kathmandu dengan biaya 200 rupee seorang.
Mencapai Kathmandu; bisa naik pesawat dari Bangkok (US$220) sekali
jalan, Singapura (US$310) dan Hong Kong (US$321). Saat pulang, ada
biaya pajak airport 1100 rupee. Jangan lupa untuk selalu reconfirm
tiket pesawat.
TREKKING KE KAWASAN EVEREST
Untuk mencapainya, harus terbang atau jalan kaki ke Lukla. Tujuan
utama ialah basecamp Everest di ketinggian 5340 m. Tapi dari sini kita
tidak bisa melihat Everest. Jadi kebanyakan trekker memilih pergi ke
puncak Kala Pattar (5545m) karena dari situ bisa melihat ke Everest.
Kawasan Everest atau Solu Khumbu bisa dicapai sepanjang tahun (terbaik
Oktober-Mei). Karena akan melintasi taman nasional Sagarmatha, akan
ada biaya tiket masuk 1000 rupee.
Untuk mencapai Lukla (2800 mdpl), bisa terbang dari Kathmandu ke Lukla
(35-60 menit) kemudian mulai jalan kaki ke Namche Bazaar. Namche
Bazaar (3420 mdpl) adalah ibukota kawasan Solu Khumbu dan kantor pusat
taman nasional. Di sini bisa menyewa sleeping bag dsb.
Tiket pesawat US$91 sekali jalan tapi penerbangannnya sering tertunda.
Pajak airport 33 rupee.
Untuk aklimatisasi, lebih baik naik bus dari Kathmandu ke Jiri, lalu
trekking selama 8 hari ke Lukla dan terus ke Namche Bazaar. Biaya bus
ke Jiri ialah 200 rupee dan taxi bisa sampai 6000 rupee. Lama
perjalanan Kathmandu-Jiri antara 10-12 jam.
Untuk trekking Jiri-Namche Bazaar, urutannya sebagai berikut; hari 1
(Jiri-Shivalaya), hari 2 (Shiva-Bhandar), hari 3 (Bhandar-Sete), hari
4 (Sete-Junbesi), hari 5 (Junbesi-Nhuntala), hari 6 (Nhuntala-Bupsa),
hari 7 (Bupsa-Chablung), hari 8 (Chablung-Namche Bazaar).
Kalau naik pesawat, setiba di Lukla bisa istirahat dulu di penginapan
lalu trekking. Urutannya ialah; hari 1 (Lukla-Phakding), hari 2
(Phakding-Namche Bazaar), hari 3 istirahat dan aklimatisasi di sini.
Hari 4 (Namche bazaar-Tengboche), hari 5 istirahat di Tengboche, hari
6 (Tengboche-Periche), hari 7 aklimatisasi di Periche, hari 8
(Periche-Dulgha), hari 9 (Dulgha-Lobuche), hari 10 (Lobuche-Gorak Shep).
Di Gorak Shep (5160 m), pada hari ke-11, trekker bisa berbelok mendaki
ke puncak Kala Pattar dengan lama pendakian 2-3 jam. Dari Kala Pattar,
bisa kelihatan seluruh permukaan Everest bagian selatan. Lalu turun
lagi ke Gorak Shep dan terus ke Lobuche.
Alternatif lain tentunya melanjutkan dari Gorak Shep ke base camp
Everest selama 6 jam pulang pergi. Rute ke basecamp menyusuri kawasan
es Khumbu Glacier. Lokasi basecamp sendiri sebenarnya tidak ada yang
pasti karena tiap ekspedisi memilih lokasi yang berbeda-beda. Dari
basecamp trekker tidak bisa melihat langsung Everest.
Sulit untuk menggabungkan trekking Kala-Pattar dan basecamp Everest
dalam 1 hari. Kalau ingin melakukannya, harus dalam dua hari. Kondisi
ketinggian membuat orang lelah dan jarang melakukannya.
Hari 12 adalah perjalanan pulang (Lobuche-Dulgha, belok ke Dingboche),
hari 13 (Dingboche-Tengboche), hari 14 (Tengboche-Namche Bazaar) dan
hari 15 (Namche-Lukla). Di Lukla istirahat lalu naik pesawat selama 35
menit ke Kathmandu.
TREKKING ALTERNATIF: mendaki ke Gokyo Ri (5483 m)
Dari puncak Gokyo, trekker bisa melihat Everest lebih banyak,
ketimbang Kala Pattar.
Rutenya sebagai berikut; hari 1 (Lukla-Phakding), hari 2
(Phakding-Namche Bazaar), hari 3-4 istirahat di Namche, hari 5
(Namche-Phortse Thanga), hari 6 (Phortse Thanga-Dole), Hari 7
(Dole-Machermo), hari 8 (Machermo-Gokyo), hari 9 mendaki selama 2 jam
ke puncak Gokyo Ri (terkadang puncak ini pun disebut Kala Pattar, tapi
beda dengan Kala Pattar yang ada di Gorak Shep).
Hari 10 turun dari Gokyo ke Phortse, hari 11 (Phortse-Namche) dan hari
12 (Namche Bazaar-Lukla).
Trekking lainnya ialah ke kawasan Annapurna. Dari Kathmandu, terbang
selama 30 menit ke Pokhara (US$75) atau naik bus. Kelebihannya, di
Pokhara bisa trekking pendek selama beberapa jam saja, atau sampai
seminggu, misalnya melihat panorama Annapurna (6 hari), ke Ghandruk (3
hari), ke Tatopani (6 hari).
MENDAKI PUNCAK-PUNCAK
Selain trekking biasa, tentu juga ada pendakian atau climbing. Ada 2
badan yang mengatur izinnya, yaitu kementrian wisata Nepal untuk
ekspedisi besar dan Nepal Mountaineering Association (NMA) untuk
pendakian ke puncak-puncak yang masih termasuk kategori trekking
(trekking peaks).
Trekking peaks ini ada 18 dan menyebar di Nepal. Biaya izinnya US$350
untuk 1 tim sampai 4 pendaki. Jika ada 8 orang, biaya per orang US$40,
dan jika tambah 4 lagi maka per orang US$25 (maksimal 1 tim ada 12 orang).
Izin berlaku untuk 1 bulan dan memerlukan badan penghubung di Nepal,
jadi lebih mudah memakai jasa biro trekking di Nepal daripada
mengaturnya sendiri.
Meski disebut 'trekking peak', sebenarnya tidak mudah mendaki
puncak-puncak ini, perlu base camp dan kemah lanjutan. Kebanyakan
menghabiskan waktu antara 4 hari sampai 3 minggu. Perizinan diurus di
kantor NMA di Kathmandu. Peralatan mendaki bisa disewa semuanya di
Kathmandu.
Puncak-puncak itu adalah sbb;
kawasan Annapurna; Hiunchuli (6441m)-sulit, harus ice traversing,
Mardi Himal (5587m)-perlu 5 hari, Singu Chuli (6501m)- sulit, ice
climbing.
Kawasan Everest; Imja Tse (6189m)-cukup sulit, Khongma Tse (5820m)-ice
climb, Kwangde (6187m)-sulit, Kusum Kangru (6367m)-paling sulit,
Lobuche East (6119m)-ice climb, Mera Peak (6476m)-perlu 2 minggu,
Pokhalde (5806m)-steep snow climb.
kawasan Ganesh Himal; Paldor Peak (5928m)-10 hari trekking.
Kawasan Langtang; Naya Kangri (5846m)-snow climb.
Kawasan Manang; Chulu East (6548m)-cukup sulit, Chulu West
(6419m)-cukup sulit, Pisang Peak (6901m)-steep snow.
Kawasan Rolwaling; Phacharmo (6187m)-steep snow dan Ramdung
(5925m)-biaya izin paling mahal (US$350).
sekian.
-------------