Search the web
Sign In
New User? Sign Up
pakguruonline · Komunitas guru dan pemerhati pendidikan
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Want your group to be featured on the Yahoo! Groups website? Add a group photo to Flickr.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Fw: [R@ntau-Net] Memahami Isyarat Ilmiyah Al-Quran   Message List  
Reply | Forward Message #66 of 7464 |
Artikel dibawah ini perlu kiranya pak guru/ ibuk guru renungkan dalam
mengajar didepan kelas, dengan kata lain marilah kita hubungkan teori-teori
ilmiah dengan ayat-ayat Allah atau Al-Qur'an.

----- Original Message -----
From: "Rahima" <rahimarahim@...>
To: "Palanta RantauNet" <palanta@...>
Cc: <surau@yahoogroups.com>
Sent: Sunday, January 16, 2005 9:53 PM
Subject: [R@ntau-Net] Memahami Isyarat Ilmiyah AlQuran (1)

MEMAHAMI ISYARAT ILMIYAH ALQUR'AN.

Dalam rangka memperkenalkan diriNya,Allah menunjukkan
tanda-tanda kebesaran dan keagunganNya,melalui
ayat-ayat yang diwahyukan kepada nabi Muhammad SAW,dan
yang terbentang dialam raya ini.

Yang pertama disebut ayat Tanziliyyah,mempunyai fungsi
utama sebagai petunjuk untuk seluruh ummat
manusia,baik dengan hubungannya antar sesama,Tuhan dan
alam raya.Maka yang dipaparkan Al Qur'an tidak hanya
masalah-masalah kepercayaan ( akidah ),hukum dan
pesan-pesan moral,tetapi juga didalamnya terdapat
petunjuk memahami rahasia-rahasia alam raya.

Di samping itu ia juga berfungsi untuk membuktikan
kebenaran nabi Muhammad SAW.Di dalam beberapa
kesempatan Al Qur'an menentang siapapun yang
meragukannya untuk menyusun dan mendatangkan " semacam
" Al Qur'an secara keseluruhan ( Q.S 52 : 35 ). Atau
sepuluh surah yang semacamnya ( Q.S 11 : 13 ),atau
satu surah saja ( Q.S 10 : 38 ),atau sesuatu yang "
seperti " atau kurang lebih " sama " dengan satu surah
darinya ( Q.S 2 : 23 ).

Dari sini muncul usaha-usaha untuk memperlihatkan
sisi-sisi dalam Al Qur'an yang dapat " menaklukkan
"siapapun yang meragukannya.Sehingga kebenaran bahwa
ia bukan tutur kata manusia menjadi tak
terbantahkan.Inilah yang kemudian dikenal dengan
I'jaz.

Karena terwujud teks bahasa yang baru dapat bermakna
setelah difahami,maka usaha-usaha dalam memahami dan
menemukan rahasia Al Qur'an menjadi bervariasi sesuai
dengan latar belakang yang memahaminya.

Al Qur'an dan Ilmu Pengetahuan
Berbicara tentang Al Qur'an dan Ilmu Pengetahuan kita
akan dihadapi oleh pertanyaan klasik,adakah kesesuaian
akan keduanya,atau sebaliknya.

Untuk menjawab pertanyaan ini ada baiknya penulis
kemukakan apa yang pernah dialami oleh seorang ilmuwan
moderen , Einstein.Ia mengatakan : " Tiada ketenangan
dan keindahan yang dapat dirasakan hati melebihi
saat-saat ketika memperhatikan keindahan rahasia alam
raya.Sekalipun rahasia itu tidak terungkap,tetapi
dibalik itu ada rahasia yang lebih indah lagi,melebihi
segalanya,dan jauh diatas bayang-bayang akal
kita.menemukan rahasia dan merasakan keindahan ini
tidak lain adalah esensi dari bentuk penghambaan.

Dari kutipan ini,agaknya Einstein ingin menunjukkan
bahwa ilmu yang sejati adalah yang dapat menghantarkan
kepada kepuasan dan kebahagiaan jiwa dengan bertemu
dan merasakan kehadiran sang pencipta,melalui wujud
alam raya.

Sampai disini,lalu mengapa sejarah agama dan ilmu
pengetahuan diwarnai dengan pertentangan ?
Diakui disamping memiliki kesamaan,agama dan ilmu
pengetahuan mempunyai objek dan wilayah yang
berbeda.Agama dalam hal ini Al Qur'an mengajarkan
bahwa disamping obyek ilmu meliputi alam materi (
fhisik ),sehingga manusia di suruh melakukan
eksprimen,juga ada realitas lain diluar jangkauan
pancaindra ( metafisik ),yang tidak dapat diobservasi
dan diuji coba.

Firman Allah " Aku bersumpah dengan apa-apa yang dapat
kamu lihat dan apa-apa yang tidak dapat kamu lihat " (
Q.S 29 : 20 ).Tetapi seorang ilmuwan tidak boleh
mengatas namakan ilmu untuk menolak apa-apa yang non
empiris .Sebab di wilayah ini Al Qur'an telah
menyatakan keterbatasan ilmu manusia ( Q.S 17 : 85)
sehingga dalam hal ini diperlukan keimanan.

Amat tepat apa yang dikemukakan DR.Maurice
Bucaille,seorang ilmuwan Perancis terkemuka,dalam
bukunya Al Qur'an, Bible dan sains Modern.Bahwa tidak
ada satu ayatpun dalam Al Qur'an yang bertentangan
dengan perkembangan ilmu pengetahuan.Inilah kiranya
sebab-sebab besarnya perhatian sarjana-sarjana Barat
untuk mengetahui lebih jauh model pendekatan Al Qur'an
dengan ilmu pengetahuan,sesuatu yang tidak pernah
dilakukan terhadap Bible.

Apa dan mengapa Tafsir Ilmiyah ?

Setiap Muslim wajib mempelajari dan memahami Al
Qur'an.Sebab seorang Muslim diperintahkan oleh Al
Qur'an untuk tidak beriman secara membabi buta (
taklid ),tetapi dengan mempergunakan akal pikiran.Ini
berlaku untuk sepanjang masa.

Ketika terjadi gelombang hellenisme didunia Islam yang
ditandai dengan penerjemahan buku-buku ilmiyah pada
masa dinasti bani Abbasiyah,khususnya pada masa
pemerintahan khalifah Makmum ( w 853 M ),mulailah
kecendrungan menafsirkan Al Qur'an dengan teori-teori
ilmu pengetahuan.Mafaatihul Al Ghaib karya Ar
Razi,dapat dibilang sebagai tafsir yang pertama memuat
secara panjang lebar penafsiran ilmiyah terhadap
ayat-ayat Al Qur'an.

Di zaman moderen,tafsir ilmiyah semakin populer dan
meluas.Menurut Jansen,fenomena tersebut berhubungan
dengan awal pengaruh Barat terhadap dunia Arab dan
kawasan Muslim.terlebih-lebih dengan paruh kedua abad
kesembilan belas dunia Islam berada di bawah
pemerintahan Eropah.Kekuasaan Eropa,dalam kawasan Arab
dan Muslim ini hanya dimungkinkan oleh superioritas
teknologi Eropa.

Bagi seorang Muslim,membaca tafsir Al Qur'an bahwa
persenjataan dan teknik-teknik asing yang memungkinkan
orang-orang Eropa,menguasai ummat islam sebenarnya
telah disebut dan diramalkan dalam Al Qur'an,bisa jadi
pelipur lara.Inilah yang diungkapkan Quraish sebagai
konfensasi perasaan inferiority Complex ( perasaan
rendah diri ).lebih lanjut Quraish menyebutkan " Tidak
dapat diingkari bahwa mengingat kejayaan lama
merupakan obat bius yang dapat meredakan
sakit,meredakan untuk sementara,tetapi bukan
menyembuhkannya. ".

Faktor lain dikemukakakn oleh Iffat,seorang
cendikiawan Muslim Mesir.Menurutnya tren ini berusaha
membangun rumah baru bagi peradaban islam setelah
ummat Islam mengalami dualisme budaya yang tercermin
pada sikap dan pemikiran.Dualisme ini memiliki sikap
kontradiktif antara mengenang kejayaan masa lalu dan
keinginan memperbaiki diri,dengan kekaguman terhadap
peradaban Barat yang hanya dapat diambil sisi
materinya saja.

Sehingga yang terjadi ,budaya dikawasan muslim berhati
Islam,tetapi berbaju Barat.Upaya Mufassir ilmiyah pada
hakekatnya ingin membangun kesatuan budaya melalui
pola hubungan harmonis antara Al Qur'an dan ilmu
pengetahuan modern yang menjadi symbol peradaban
Barat.Disaat yang sama mereka juga ingin menunjukkan
pada masyarakat dunia,bahwa Islam tidak mengenal
pertentangan antara agama dan ilmu pengetahuan seperti
yang terjadi di Eropa pada abad pertengahan yang
mengakibatkan para ilmuwan yang menjadi korban hasil
pertemuannya.

Faktor lain yang menyebabkan tafsir ini semakin "
trendi ",berubahnya cara pandang muslim modern
terhadap ayat-ayat Al Qur'an terutama dengan
ditemukannya hakikat-hakikat ilmiyah baru diabad ke
20 ini..Di muka telah disinggung ,dengan kemasan
bahasa yang singkat tapi padat,Al Qur'an bisa
berdialog dengan siapa saja,kalangan awam,atau
ilmuwan,kapan dan dimanapun ia hidup.

Kata " Lamuusi'un ", pada ayat 14 surat Ad Dzariyat "
Dan langit itu kami bangun dengan kekuasaan kami dan
sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya ".
Kata meluaskan nya dalam karya-karya tafsir klasik ada
yang menafsirkannya dengan
- " Meluaskan semua rezeki makhluk dengan perantaraan
hujan " .
- - " Ada yang mengartikan dengan berkemampuan dengan
menciptakan yang lebih dari itu ".
- - " Ada yang mengartikan dengan meluaskan jarak
antara langit dan bumi ".

Semua penafsiran diatas didasari atas pandangan kesat
mata dalam suasana yang sangat terbatas.Boleh jadi
semuanya benar.Seiring dengan ditemukannya penemuan
ilmiyah baru,seorang muslim moderen melihat ada
tafsiran yang lebih jauh dari sekedar yang dikemukakan
para pendahulu.

Dari hasil penelitian luar angkasa,para ahli
menyimpulkan sebuah teori yang bisa dikatakan sebagai
hakikat ilmiyah,yang dikenal sebagai teori
ekspansi,yaitu Nebula yang berada di luar galaksi
tempat tinggal kita,yang terus menjauh dengan
kecepatan yang berbeda-beda,bahkan benda-benda langit
yang ada dalam satu galaksi pun,saling menjauh satu
dengan yang lainnya,dan ini berlangsung terus sampai
dengan waktu yang ditentukan oleh Sang Maha Kuasa.

Apakah yang dibutuhkan Ummat sekarang dari para Ulama
?

Yang dibutuhkan saat ini adalah formula kompromistik
untuk lebih mengembangkan misi dakwah Islam ditengah
kemajuan ilmu pengetahuan.
Kemajuan yang dicapai ilmu pengetahuan di Barat
berpengaruh pada pola pikir manusia,dimana materi dan
realita menjadi tumpuan.Simbol-simbol ritualitas
keagamaan tidak lagi dapat menggugah kalbu dan
perasaan mereka.Sesuatu baru dapat diyakini setelah
terbukti secara ilmiyah.

Nah terhadap orang seperti ini ,kalau dikatakan bahwa
hakikat ilmiyah yang mereka capai belakangan ini telah
diisyaratkan dalam sebuah kitab yang diturunkan 1400
tahun lalu,apakah ia masih akan percaya bahwa itu
buatan manusia atau bersumber bukan dari Tuhan ?

Seperti dikemukakan DR.Zaghloul Al Najjar,seorang ahli
geologi Muslim,asal Mesir,setiap kali diadakan
seminar,atau kenferensi tentang kemukjizatan ilmiyah
Al Qur'an selalu saja ada ilmuwan yang menyatakan
dirinya masuk Islam karena mengakui kelemahannya
dihadapan kebenaran ilmiyah Al Qur'an.

Selanjutnya Zaghloul bercerita tentang kisah masuknya
islam seorang warga Inggris hanya lantaran sebuah ayat
dalam surah Al Qamar,yang maknanya kurang lebih, "
hari kiamat telah dekat,dan bulan telah terbelah ".

Redaksi ayat ini menggunakan bentuk kerja masa lampau
( Past tense,Fi'il Madi ).Ini berarti bahwa masa silam
bulan pernah terbelah.

Dalam Literatur Islam klasik disebutkan bahwa 5 atau 7
tahun ( karena perbedaan riwayat,ada yang bilang 5,ada
yang bilang 7 ),menjelang hijrah ke medinah,Nabi
Muhammad SAW diberi Mukjizat oleh Allah
SWT,terbelahnya bulan dalam beberapa saat.

Kisah ini juga didukung oleh beberapa literature
sejarah India dan Cina kuno.

Dalam sebuah wawancara di televise Inggris,ada tiga
orang Astronot Amerika menyatakan bahwa setelah
meneliti komponen bagian dalam dari bulan ditemukan
semacam bebatuan yang melingkar membelah bulan dari
permukaannya kebagian dalam.

Menurut ahli Geologi ,tafsiran semacam diatas ini
tidak mungkin terjadi kecuali kalau dulu bulan memang
pernah terbelah,lalu menyatu kembali.

Seketika David,nama orang itu,berfikir mukjizat
rasulullah SAW,yang terjadi 1400 tahun silam
ditunjukkan kepada ummat islam dengan perantara
ilmuwan-ilmuwan Amerika dengan biaya kurang lebih 100
juta dollar. ( disarikan dari wawancara DR.Zaghloul
dengan majalah tasawuf Mesir,edisi Mei 2001
).Subhanallah,Ini hanya satu dari sekain banyak
kasus.( kasus-kasus terdahulu telah kita bahas dalam
pembahasan dua laut bertemu,reproduksi,ilmu geologi
,dan lain-lainnya itu ).

Disini pembahasan ilmiyah bisa menjadi sebuah " Ilmu
Kalam Baru ".Kalau dulu ajaran Al Qur'an diperkenalkan
dengan pendekatan logika / filsafat,sehingga
menghasilkan ratusan bahkan ribuan karya ilmu
kalam,sudah saatnya kiranya pendekatan ilmiyah menjadi
alternative.

Didalam Al Qur'an terdapat kurang lebih 750
ayat,bahkan 1000 ayat menurut penelitian ( hampir
seperenam dari 6226 keseluruhan ayat Al Qur'an
),sementara ayat-ayat hukum hanya sekitar 150
ayat.lalu mengapa ayat hukum yang cuman 150 ayat
tersebut ,kita dapat menghasilkan dan mewarisi
buku-buku Fiqih,sementara buku-buku ilmiyah hanya
beberapa gelintir saja

( kemana ulama fhisika,metafisika,geologi,Ilmu
kelautan,antariksa,perbesian,pertambangan,pertanian,kkehutanan
dan lainnya dari ummat islam,kemana mereka larinya
,kemana karya-karya mereka yang dapat dihidangkan
untuk pembaca Islam ,apakah kita hanya mengharapkan
ulama agama saja yang melakukan semua aktifitas
itu,kemana ulama-ulama yang bergerak dibidang
ini,ataukah kita hanya menunggu hasil karya
Eropah,Barat sana ? Tidak bukan,! Tentu yang
diharapkan adalah buah karya ulama yang bergerak
dibidang ini,jangan sampai lupa,pengertian ulama ini
sangat luas,tidak hanya sekedar ulama yang hanya tahu
masalah agama doank,dikatakan ulama.Tidak ini
pengertian yang salah kaprah.Ulama itu adalah orang
yang ahli dalam bidangnya ).

Allah tidak pernah membedakan perintahNya untuk
memahami ayat-ayat Al Qur'an.Kalaulah ayat-ayat
hukum,muamalat,akhlak dan Aqidah merupakan " petunjuk
",bagi manusia untuk mengenal dan mencontoh perilaku
Tuhan,bukankah ayat-ayat Ilmiyah juga petunjuk akan
keagungan dan kekuasaan Tuhan dialam raya ini ?

Di sini maka,tafsiran ilmiyah sebenarnya tidak berbeda
dari tafsir hukum.bedanya hanya tafsir ilmiyah
menyangkut hukum alam,sementara tafsir
hukum,menyangkut hukum-hukum manusia.

Memang ilmu pengetahuan itu bercirikan relative,boleh
jadi sekarang benar,besoknya salah.Tapi bukankah itu
cirri semua hasil budi daya manusia,sehingga di dunia
ini tidak ada yang absolut kecuali Tuhan ?

Ini bisa difahami karena hasil fikiran manusia yang
berupa acquired knowledge ( ilmu yang dicari ),juga
mempunyai sifat/ ciri akumulatif.Ini berarti dari masa
kemasa ilmu akan saling melengkapi,oleh karenanya ia
akan selalu berubah.

Disini manusia disuruh berijtihad dalam rangka
menemukan kebenaran.Jika demikian apa yang dilakukan
para ahli hukum,teologi dan Etika dimasa silam dalam
memahami ayat-ayat Al Qur'an merupakan ijtihad
baik,sama halnya sekiranya kita fahami isyarat-isyarat
ilmiyah dengan penemuan moderen.

Sudah bukan masanya lagi segala kemajuan ummat
islam,diserahkan sepenuhnya kepada ulama yang bergerak
dibidang agama saja,tetapi kemajuan islam,sangat
diperlukan peran ulama di bidang Ilmu-ilmu
moderen,bidang
medis,geologi,pertanian,kehutanan,antariksa,para
ekonom-ekonom,dan sebagainya itu.

Ini dikarenakan kata Ulama itu sendiri sangat luas
sekali makna yang terkandung didalamnya.Sebagaimana
Allah berfirman " " Sesungguhnya yang hanya takut pada
Allah hanyalah para Ulama ",juga sabda Rasulullah SAW
" Sesungguhnya ulama itu adalah pewaris Nabi-nabi
",dimana Rasulullah bersabda " Sampaikanlah olehmu
walaupun satu ayat ",

Kata " satu ayat " ini bukan hanya berarti
masalah-masalah yang mencakup keagamaan ( rohani
),saja,tetapi mencakup segala macam ayat,( ilmu ) atau
tanda-tanda kebesaran Allah dan kebenaran ajaran
Rasulullah SAW.

Juga bukan masanya lagi para Ilmuwan yang bergerak di
bidang sains,hanya mempriotitaskan dirinya untuk
kepentingan ilmu itu sendiri,tetapi lebih dianjurkan
untuk lebih mendalami ilmu tersebut,dan melihat sisi
keabsolutan Allah yang terkandung dalam Al
Qur'an,serta menyampaikannya pada sekalian
manusia.Inilah ia makna hakiki dari " sampaikanlah
olehmu,walaupun satu ayat ".

Jadi kewajiban kedua ilmuwan dari agamawan dan ilmuwan
secara umum,menyampaikan apa-apa yang dikatahuinya,dan
mengajak manusia untuk berfikir,dan mendalami
kandungan Al Qur'an.

Para Muballgih-muballigh,Ustadz/ustadzah,hendaklah
lebih meningkatkan ilmunya lagi,bukan hanya sekedar
masalah hokum-hukum,syorga neraka saja,tapi hendaklah
diciptakan ulama yang tangguh,karena zaman sekarang
manusia semakin lama semakin meningkat,metode dakwah
tidak lagi hanya berdiri di atas mimbar,berkoar
sana-sini,tapi lebih meningkatkan pada ilmu-ilmu atas
kekuasaan Allah semata,tanpa mengesampingan dunia dan
akhirat.

Begitupun para Ilmuwan di bidang teknologi,sains,dan
sebagainya itu,bukan masanya lagi menyerahkan segala
kemajuan ummat Islam,hanay beban yang harus diemban
oleh para Muballig/ustadz,tapi mereka yang bergerak
dibidang ini juga mendapatkan suatu kewajiban yang
cukup tinggi dari Allah dan rasulNya,demi untuk
kemajuan Ummat Islam itu sendiri.Ulama semacam ini
hendaklah berbaju Barat,berfikiran islam.

Dan untuk mencapai semua itu,antara Agamawan dan
Ilmuwan,hendaklah saling bahu membahu,bukan tuding
menuding,salah menyalahkan,harus ada kerjasama,karena
kedua-duanya merupakan Ulama yang disinyalir oleh
Allah dan rasulNya,dan kedua-duanya mendapat tugas
dari Allah untuk menyampaikan " Ayat-ayat Allah dan
rasulNya ".

Jangan dikatakan,atau disalahkan sepihak pada agamawan
dengan " Tidak mempunyai apa-apa ,tidak berhasil
membangun Ummat,",begitupun jangan dikatakan " para
Ilmuwan,ngak beriman,kafir,dan sebagainya itu
".masing-masing dari keduanya punya kelebihan dan
kekurangan,dan sama-sama punya tugas dalam membina
Ummat dan menyampaikan " Risalah Allah dan rasulNya
".Sekali lagi,inilah ia makna ulama yang
sebenarnya.jauhkan rasa sombong dihati,dan menyalahkan
sepihak.Manusia itu sama disisi Allah sama-sama punya
Kewajiban,yang membedakan manusia hanyalah
ketaqwaannya semata-mata.

Waakhiran,segala upaya manusia tidak lain hanyalah
setitik jalan untuk menemukan kebenaran yang
absolut.Untuk itu segala bentuk kerjasama yang baik
sangat diperlukan,terutama antara ahli-ahli dibidang
ilmu pengetahuan dengan para ahli dibidang agama,dalam
mewujudkan pemahaman Al Qur'an yang baik.Inilah ia
Isyarat Ilmiyah yang diberikan oleh Allah SWT dalam
Firman-firmanNya.Wallhua'lam bisshawab.

Daftar bacaan : Fathul Khalif 13,oleh fakhruddin Ar
Razi.
Diskursus Tafsir Al Qur'an
moderen,Jansen 67.Tafsir Majma,Al Bayan karya al
Thabarsi 9/203.Tafsir Al Muntakhaf,terbitan kementrian
Mesir 774.

Wassalam. ( Rahima Cairo 20 Sya'ban 1424 H./16 oktober
2003.M )





Mon Jan 17, 2005 4:12 am

pakguruonline
Offline Offline
Send Email Send Email

Forward
Message #66 of 7464 |
Expand Messages Author Sort by Date

Artikel dibawah ini perlu kiranya pak guru/ ibuk guru renungkan dalam mengajar didepan kelas, dengan kata lain marilah kita hubungkan teori-teori ilmiah dengan...
Zulfikri
pakguruonline
Offline Send Email
Jan 17, 2005
4:16 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help