Search the web
Sign In
New User? Sign Up
pakguruonline · Komunitas guru dan pemerhati pendidikan
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Show off your group to the world. Share a photo of your group with us.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Bangsa yang Merendahkan Guru   Message List  
Reply | Forward Message #353 of 7458 |
Bangsa yang Merendahkan Guru

BAGAIMANA sebuah bangsa bisa mencerdaskan diri jika bangsa itu
merendahkan guru? Pertanyaan paradoks itu bukan jatuh dari langit. Ia
bersumber dari kenyataan yang riil, yang dialami bangsa ini.

Ujung yang satu ialah bahwa mencerdaskan bangsa merupakan amanah yang
diperintahkan konstitusi. Bapak pendiri bangsa ini jauh hari sudah
memiliki kesadaran untuk mencerdaskan bangsa, dan karena itu
mencantumkannya di dalam mukadimah UU 1945.

Ujung yang lain ialah bahwa guru bukan subjek dalam pendidikan
nasional. Guru adalah objek. Bahkan, korban sistem pendidikan. Guru
tidak ikut serta dalam mengambil kebijakan pendidikan, sebab guru
adalah sekadar skrup belaka.

Pendidikan dirancang dan ditetapkan oleh birokrat, yang berkantor di
Departemen Pendidikan Nasional. Ganti menteri ganti kebijakan, tanpa
mendengarkan suara dan pandangan guru.

Adalah guru yang mengajar di kelas, yang mengerti perkembangan murid
dari hari ke hari. Tetapi, ironisnya, guru tidak berwenang untuk
menentukan kelulusan murid. Itulah yang terjadi dengan ujian nasional.
Yang menentukan adalah kaum birokrat, sebab merekalah yang menetapkan
kebijakan ujian nasional, serta yang menentukan soal-soal ujian.

Bukan pula guru yang mendesain kebutuhan fasilitas pendidikan dan
pengajaran di sekolah. Sekalipun, merekalah yang paling tahu apa yang
dibutuhkan. Tetapi, lagi-lagi, kaum birokrat. Sebab, pembangunan dan
penyediaan fasilitas sekolah merupakan proyek, dan proyek adalah objek
korupsi kaum birokrat.

Nasib guru paling sering dibicarakan dan disorot. Inilah topik yang
tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan, alias abadi sebagai
topik. Hasilnya ialah, siapa pun presiden Republik Indonesia, dan
siapa pun menteri pendidikannya, nasib guru tiada kunjung berubah.

Guru memiliki organisasi yang bernama Persatuan Guru Republik
Indonesia. Tetapi, siapa pun yang menjadi menteri pendidikan, dan
siapa pun yang menjadi presiden, inilah organisasi yang tidak diminta
pandangannya, apalagi didengarkan suaranya.

Sebaliknya, organisasi guru terlalu santun untuk menjadi oposisi, atau
menjadi kelompok penekan yang bergigi untuk memperjuangkan perbaikan
nasib guru. Adalah kenyataan politik, bahwa pemerintah dan DPR lebih
takut kepada LSM daripada Persatuan Guru Republik Indonesia.

Padahal, kalau guru sampai marah, negeri ini bisa 'kiamat' secara
intelektual. Pernah suatu masa, guru melakukan demonstrasi
besar-besaran ke DPR, dan mengancam melakukan mogok mengajar. Sesuatu
yang dramatis terbayang terjadi, yaitu negeri ini bakal dipenuhi oleh
anak-anak yang akan menjadi keledai karena tiada guru yang
mendidiknya.

Tetapi guru adalah guru, dengan karunia memiliki hati yang bening dan
pikiran yang arif. Mereka kembali mengajar, melupakan kemarahan, namun
nasibnya hingga sekarang tiada kunjung berubah.

Menjelang bangsa ini merayakan Hari Pendidikan Nasional, yang jatuh
pada 2 Mei, melalui forum ini kita kembali mengingatkan paradoks yang
melilit bangsa ini. Yaitu, kita ingin menjadi bangsa yang cerdas,
tetapi dengan cara merendahkan guru.

Hasilnya sudah jelas, bangsa ini tertinggal jauh dibanding negara
tetangga, baik Malaysia apalagi Singapura. Sampai kapan?

Sumber : http://www.mediaindo.co.id/editorial.asp?id=2005043023575406




Mon May 2, 2005 6:16 am

pakguruonline
Offline Offline
Send Email Send Email

Forward
Message #353 of 7458 |
Expand Messages Author Sort by Date

Bangsa yang Merendahkan Guru BAGAIMANA sebuah bangsa bisa mencerdaskan diri jika bangsa itu merendahkan guru? Pertanyaan paradoks itu bukan jatuh dari langit....
Zulfikri
pakguruonline
Offline Send Email
May 2, 2005
6:30 am

... From: "Zulfikri" <zulfikri@...> To: "PAKGURUONLINE" <pakguruonline@yahoogroups.com> Sent: Monday, May 02, 2005 1:16 PM Subject: [pakguruonline]...
darul
darul@...
Send Email
May 2, 2005
9:58 am

Tarimo kasih sanak Darul, atas support-nya, Hidup Guru ! dan bersatulah ! ... From: "darul" <darul@...> To: <pakguruonline@yahoogroups.com> Sent:...
Zulfikri
pakguruonline
Offline Send Email
May 2, 2005
1:54 pm
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help