Search the web
Sign In
New User? Sign Up
pakguruonline · Komunitas guru dan pemerhati pendidikan
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Real people. Real stories. See how Yahoo! Groups impacts members worldwide.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
EGO dan Asosiasi   Message List  
Reply | Forward Message #202 of 7464 |
EGO DAN ASOSIASI
Mawlana Shaykh Hisham Kabbani
Excerpted from Pearls & Coral
The Path to the Divine Presence

Dimana kita kehilangan dzikir kita, ingatan kita pada
Allah; dimana kita terputus walaupun cuma sedetik
saja, maka segera ego kita akan melompat keluar karena
ingin diperhatikan. Untuk itulah, disaat nafsu
seseorang ingin diperhatikan, yang lain harus
menyadari bahwa dia telah keluar dari lingkaran
asosiasi. Dia harus ditarik kembali. Adalah berat
bagi ego kita untuk menjadi 'hanya salah satu' dari
kebanyakan orang. Bukan menjadi seseorang yang berbeda

Nafsu selalu menunggu seseorang untuk kehilangan total
kesadarannya, sehingga nafsu bisa melompat keluar.
Para sufi hidup didalam asosiasi, kejemaahan.
Kehidupannya berisi suhbah. Mereka semuanya mempunyai
tujuan yang sama, niat yang sama namun posisi mereka
berbeda. Tiap orang berada dalam tingkatan
masing-masing namun perbedaan itu sebenarnya `selaras'
satu sama lain .

Ketika kita berada dalam asosiasi, jangan mengatakan
bahwa "problem saya beda dengan dia" atau "karakter
saya beda dengan dia" atau "saya punya gagasan berbeda
dengan dia". Jangan berpikiran bahwa diri sendiri
adalah `seseorang'. Jangan! Semua orang yang datang
bersama dalam suatu suhbah/asosiasi, apapun perbedaan
mereka, sebenarnya mereka `selaras' satu sama lain.

Jangan terlalu yakin akan diri sendiri, jangan pernah
berpikir bahwa kalian tidak melakukan sesuatu agar
diperhatikan. Siapa sih yang tidak? Berapa banyak yang
kita katakan atau kita lakukan bukan karena suatu
tujuan? satu, dua? berapa banyak? apa yang kalian
katakan mungkin terbungkus oleh `tujuan' yang lebih
dalam. Tanyakan pada diri sendiri atau tanya pada hati
kalian mengapa kalian berbicara dan berlaku seperti
itu ? Tidak seorangpun lepas dari ego, sampai mereka
mencapai maqom yang aman.

Sebelum mencapainya, segalanya dapat terjadi setiap
saat dan tidak kurang dari satu detik , lebih cepat
dari perkiraan kalian. Kadang kita terkejut dengan
diri sendiri karena melakukan sesuatu hal yang
konyol, "Mengapa saya melakukan itu ? Mengapa saya
mengatakan hal seperti ini ?"

Pikiran terlalu lambat untuk menangkapnya, karena ego
bergerak lebih cepat dari pikiran! Kita berusaha
memahami saat segalanya telah terjadi. Jadi, untuk
tetap waspada / sadar adalah lebih penting dari
pada hanya berpikir.

Saat nafsu seorang sufi melompat ke depan, keinginan
untuk diperhatikan melalui amarah dan permusuhan
terhadap saudara laki-lakinya (ini adalah cara paling
terkenal agar diperhatikan yaitu dengan mengkritik,
menyalahkan, marah dsb) Saat hal ini terjadi,
kewajiban bagi mereka yang dikritik, yang dituduh,
untuk menemui ruh orang yang melawannya dengan
hatinya.

Hal ini sangat penting. Saat seseorang melawan kalian
atau mengkritik kalian dengan ke-ego-an mereka, dengan
nafsu mereka, jangan dilawan lagi dengan nafsu, karena
jika kalian melakukan itu kalian sedang dalam
peperangan. Hanya akan memanas. Inilah aturan bagi
siapapun dan agar kita dapat menggunakannya setiap
saat.

Di saat seseorang mengkritik atau menyerang kalian,
karena nafsu mereka, maka temuilah mereka dengan hati
kalian jangan dengan ego kalian. Jangan balik
menyerang atau mengkritik. Hal itu tidak akan
menolong. Hanya akan melempar kalian berdua keluar
dari asosiasi tersebut.

Wa min Allah at Tawfiq
------------------------------
Bapak dan ibu guru serta netter lainnya yang berkeinginan
mengenal lebih dekat islam dan sufi klik url berikut :
http://mevlanasufi.blogspot.com/
Wassalam,
Mujiballah Komil








Sun Mar 13, 2005 5:43 am

jibakom@...
Send Email Send Email

Forward
Message #202 of 7464 |
Expand Messages Author Sort by Date

EGO DAN ASOSIASI Mawlana Shaykh Hisham Kabbani Excerpted from Pearls & Coral The Path to the Divine Presence Dimana kita kehilangan dzikir kita, ingatan kita...
Jibakom
jibakom@...
Send Email
Mar 13, 2005
5:49 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help