Search the web
Sign In
New User? Sign Up
pakguruonline · Komunitas guru dan pemerhati pendidikan
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Show off your group to the world. Share a photo of your group with us.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
TANGGUNG JAWAB ORANG TERTINDAS   Message List  
Reply | Forward Message #181 of 7450 |

TANGGUNG JAWAB ORANG TERTINDAS

 

Oleh : Elly Maliki, MA*

 

Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?". Mereka menjawab: "Adalah kami orang-orang yang tertindas di muka bumi". Para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?". Orang-orang itu tempatnya neraka jahannam, dan jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. (Annisa' 4:97)

 

  Al-Qur'an sebagai kitab suci dan pedoman hidup bagi kaum muslimin tidak hanya berisikan perintah dan larangan dalam rangka mengatur kehidupan yang kelak pada hari akhir akan dimintakan pertanggung jawaban. Al-Qur'an juga memuat kisah-kisah umat terdahulu, bagaimana Allah s.w.t menghancurkan dan memusnahkan orang-orang yang durhaka kepada-Nya dan menyelamatkan orang-orang yang beriman. Seperti kisah Fir'aun yang ditenggelamkan di Laut Merah, kisah kaum Luth yang dibinasakan ketika matahari terbit, kisah Ashabul Kahfi dan lain sebagainya. Disamping kisah-kisah umat terdahulu  Al-Qur'an juga memberitakan kepada kita tentang apa-apa yang akan terjadi dikemudian hari. Semua itu ditujukan agar manusia dapat menjadikan peristiwa-peristiwa tersebut sebagai pedoman dalam bertindak dan bertingkah laku.

 

  Dialog yang terjadi antara malaikat dengan kaum tertindas yang disebutkan diatas mengabarkan kepada kita bahwa orang-orang tertindas suatu hari nanti mereka juga akan dimintakan pertanggung jawaban. Ayat tersebut menyampaikan bahwa orang-orang yang nyawanya dicabut oleh malaikat sedangkan mereka menzalimi diri sendiri, suatu hari malaikat pasti akan bertanya kepada mereka: "Kenapa keadaan kalian seperti ini? Kemana saja kalian selama hidup di dunia?". Mereka akan menjawab: "Kami adalah orang-orang miskin, kami  adalah orang-orang bodoh, kami  adalah orang-orang lemah. Kami  orang-orang tertindas di muka bumi".

 

  Siapakah yang dimaksud dengan orang-orang tertindas yang menzalimi diri mereka itu? Orang tertindas yang menzalimi diri mereka ada 2 kategori; ada yang tertindas secara hakiki dalam arti yang sebenarnya dan ada yang tertindas secara majazi dalam arti kiasan.  

 

Pertama : Tertindas dalam arti yang sebenarnya.

 

  Orang-orang yang tertindas secara hakiki atau dalam arti yang sebenarnya adalah orang-orang miskin, bodoh dan lemah. Mereka tidak memiliki harta, mereka juga tidak berilmu dan tidak mempunyai kekuatan untuk menolong diri mereka sendiri. Tanah yang mereka diami sangat gersang dan tandus sehingga tidak dapat ditanami pepohonan yang buahnya dapat dipetik untuk kelangsungan hidup mereka. Negeri mereka begitu miskin, daya beli masyarakat sangat rendah sehingga perdagangan tidak dapat dikembangkan. Mereka tidak punya otoritas dan wewenang untuk menentukan kebijakan umum. Mereka inilah orang-orang tertindas dalam arti yang sebenarnya.

 

  Lalu, bagaimanakah orang-orang tertindas ini melakukan kezaliman terhadap diri mereka? Mereka tidak berusaha keluar dari kondisi ini sehingga dengan bujuk rayu orang-orang musyrik mereka menjadi murtad dan berpaling dari agama Allah. Iman mereka begitu lemah, hanya karena sesuap nasi dan sebungkus indomie mereka meninggalkan agama Allah.

 

  Sebelum menemui janji Allah bahwa mereka akan dilemparkan ke dalam neraka jahannam yang telah disedikan, maka kepada mereka ini dianjurkan untuk berhijrah. Allah s.w.t. berfirman: alam takun ardhullaahi waasi’atan fatuhaajiru fiiha”"Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?". Tinggalkanlah tempat yang tandus dan gersang ini, pergilah ke tempat yang subur atau ke negeri lain yang dapat mendatangkan sumber kehidupan, agar kamu terlepas dari tipu muslihat kaum musyrikin yang menyesatkanmu dari jalan Allah.

 

  Dalam kategori tertindas secara hakiki ini juga termasuk wanita miskin yang menjual diri untuk keluar dari kemiskinannya. Wanita-wanita ini mendapat imbalan uang dari menjual kehormatannya. Mereka menentang kehendak dan aturan Allah serta melanggar larangan yang telah ditetapkan. Mereka melakukan dosa besar yang tidak dapat diampuni. Maka pada waktu dimintakan pertanggung jawaban malaikat akan bertanya kepada mereka: "Kenapa kalian sampai melakukan perbuatan kotor yang terkutuk itu?" Mereka akan menjawab: "Kami adalah orang-orang miskin, kami tidak memiliki apa-apa untuk kelangsungan hidup kami. Kami adalah orang-orang yang tertindas di muka bumi". 

  

  Sebagaimana orang-orang murtad yang disebutkan diatas, wanita tuna susila ini juga dianjurkan untuk berhijrah, meninggalkan tempat maksiat tersebut dan bertobat kepada Allah, kemudian tawakkal kepada-Nya. Bukankah Allah s.w.t. berjanji dalam surat Ath-Thalaq  65:2 “Wa man yattaqillaaha yaj’al lahu makhraja wa yarzuquhu min haitsu laa yahtasib”  "Barang siapa yang tawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar kepadanya kemudian memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangka". Dalam surat Ali Imran 3:9 Allah s.w.t berfirman: “ Innallaaha laa yukhliful mii’aad” "Sesungguhnya Allah tidak pernah menyalahi janji".

 

Kedua: Tertindas dalam arti kiasan. 

 

Orang-orang yang tertindas secara majazi atau dalam arti kiasan adalah orang-orang yang tidak pernah merasa berkecukupan sehingga memakan harta yang bukan miliknya. Pada zahirnya mereka ini adalah orang-orang kaya yang mempunyai kedudukan dan memiliki wewenang dalam menentukan kebijakan umum, namun ketamakan membuat mereka selalu haus, tidak pernah merasa puas. Mereka tidak mampu memegang amanat yang diberikan, tidak mampu menahan diri, serta tidak mampu mengendalikan diri untuk tidak mengambil harta yang bukan menjadi miliknya. Mereka bukan ditindas oleh kesulitan hidup, tapi mereka ditindas oleh hawa nafsu mereka sendiri. 

 

 

Biasanya yang mencuri adalah orang miskin yang lemah, maka orang kaya yang  mencuri melalui kekuasaan dan membuat kebijakan umum yang hanya menguntungkan diri dan kelompoknya sendiri tanpa mempedulikan kesengsaraan yang dialami oleh orang-orang yang berada dibawah wewenang mereka, secara majazi mereka sama lemahnya dengan kaum tertindas yang hakiki tadi.

 

  Bukankah mereka tidak menzalimi diri mereka sendiri tapi menzalimi orang lain, lalu kenapa orang yang menzalimi orang lain ini termasuk dalam “dhalimii anfusihim” (orang-orang yang menzalimi diri mereka sendiri)?

 

Dalam surat Fushshilat 41:46 Allah s.w.t. berfirman: “Man ‘amila shaalihan falinafsihi wa man asaa-a fa’alaiha, wa maa rabbuka bidhallaamin lil’abiid” "Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang melakukan kejahatan maka (dosanya) akan menimpa dirinya sendiri, Allah tidak pernah menzalimi hamba-Nya". Karena itulah bagi mereka disediakan neraka jahannam, mereka akan kekal di dalamnya.

 

  Sebagaimana orang-orang tertindas dalam arti yang sebenarnya, sebelum dilemparkan ke dalam api yang menyala-nyala, maka kepada mereka yang tertindas dalam arti kiasan ini juga dianjurkan untuk segera berhijrah, meninggalkan pekerjaan atau jabatan yang dipegangnya, kemudian hendaklah dia memilih pekerjaan atau jabatan lain yang tidak memberi peluang baginya untuk menganiaya orang lain. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Rasulullah s.a.w. bersabda: “Almuslimu man salimal muslimuuna min lisaanihi wa yadihi, wal muhaajiru man hajara maa nahallaahu ‘anhu” "Almuslim (orang Islam): adalah orang yang dapat menyelamatkan orang lain dari ucapan dan perbuatannya, dan Almuhajir (orang yang hijrah): adalah orang yang berpindah dari apa yang dilarang Allah terhadapnya". 

 

  Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa orang miskin, bodoh lagi lemah yang meninggalkan kampung halamannya menuju tempat lain untuk menghindarkan diri dari kemusyrikan, dan wanita-wanita tuna susila  yang meninggalkan pekerjaan terkutuk yang dimurkai Allah s.w.t., serta para penguasa yang khawatir tidak mampu memegang amanat rakyat kemudian meninggalkan pekerjaan atau jabatan tersebut, mereka adalah termasuk orang-orang yang hijrah. Semoga Allah s.w.t. memberikan pahala hijrah bagi mereka sebagaimana pahala yang diberikan kepada kaum muhajirin yang hijrah dari Mekkah ke Madinah bersama Rasulullah s.a.w. Amien. SELAMAT TAHUN BARU 1425 H. 

 

Jeddah, 6 Januari 2004

  

*)  Elly Maliki, adalah kandidat DOKTOR (S3) di Universitas Al Azhar Kairo, Mesir.

     Sekarang bekerja di Kedubes Brunai Darussalam, Jeddah Arab Saudi.

 

http://www.geocities.com/rangkinariwebsite/



Fri Mar 4, 2005 12:59 pm

pakguruonline
Offline Offline
Send Email Send Email

Attachment
annisa97.gif
Type:
image/gif
Forward
Message #181 of 7450 |
Expand Messages Author Sort by Date

TANGGUNG JAWAB ORANG TERTINDAS Oleh : Elly Maliki, MA* Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka)...
Zulfikri
pakguruonline
Offline Send Email
Mar 4, 2005
1:06 pm
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help