Search the web
Sign In
New User? Sign Up
pakguruonline · Komunitas guru dan pemerhati pendidikan
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Hear how Yahoo! Groups has changed the lives of others. Take me there.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Sekolah yang Efektif dan yang Berkembang (2)   Message List  
Reply | Forward Message #158 of 7665 |

Sekolah yang Efektif dan yang Berkembang 
( 2 )

Oleh :

Dr. Aria Jalil
(Konsultan QA pada Proyek Pertuasan dan Peningkatan Mutu SLTP Jakarta) 

I. SEKOLAH YANG EFEKTIF DAN BERKEMBANG 

Untuk saling berbagi wawasan, saya akan memaparkan kembali dengan apa yang disebut oleh B.J. Caldwell & J.M. Spinks (1988), sebagai ciri-ciri sekolah yang efektif dan berkembang, sebagaimana benkut ini. 

1) Kurikulum

·         Sekolah mencantumkan dengan jelas tujuan pendidikan yang akan dicapai.

·         Sekolah mempunyai rencana yang baik, disertai dengan program yong berimbang dan terorganisir yang ditujukan untuk memenuhi apa yang diperlukan oleh anak didik.

·         Sekoiah mempunyai program yang dimaksudkan untuk memberikan keterampilan pada anak didik. Adanya keterlibalan orangtua yang tinggi dalam kegiatan belajar siswa. 

2) Pengambilan Keputusan

·         Adanya keterlibatan yang tinggi di kalangan staf dalam rnengembangkan tujuan sekoiah.

·         Guru-guru dilibatkan datam pengambilan keputusan.

·         Adanya keterlibatan yang tinggi dari masyarakat dalam pengambilan keputusan. 

3) Sumber

  • Adanya sumber yang memadai di sekolah sehingga memungkinkan staf untuk mengajar dengan efektif.
  • Sekolah mempunyai guru yang kapabel dan bermotivasi tinggi. 

4) Hasil Belajar

·         Tingkat drop out rendah.

·         Nilai tes menunjukkan tingkat pencapaian yang tinggi.

·         Tingkat melanjutkan sekoiah tinggi, dan daya serap lapangan kerja tinggi. 

5) Kepemimpinan

Adanya Kepala Sekolah yang:

·         Mau berbagi tanggung jawab dan mengelola sumber daya dengan efisien.

·         Menjamin bahwa sumber daya teralokasikan sesuai dan konsisten dengan kepentingan pendidikan.

·         Responsif dan supportif terhadap kepentingan guru.

·         Perduli dengan pengembangan professional.

·         Mendorong ketertibatan staf dalam program pengembangan professional dan menjadikan program ini sebagai peluang bagi guru untuk menguasai keterampilan yang mereka perlukan.

·         Menaruh perhatian yang tinggi mengenai apa yang sedang terjadi di sekolah.

·         Membangun relasi yang efektif dengan Depdiknas atau Dinas Penddikan, masyarakat, guru dan siswa.

·         Mempunyai gaya administratif yang luwes.

·         Bersedia menanggung risiko.

·         Memberikan umpan balik yang yang bermutu pada guru.

·         Menjamin adanya kaji ulang yang kontinyu terhadap program sekolah, dan melakukan evaluasi kemajuan program kearah pencapaian tujuan sekolah. 

6) lklim

·         Sekolah mempunyai seperangkat nilai etika-moralitas dan etos yang dianggap penting.

·         Kepala sekolah, guru dan murid menunjukkan keperdulian dan loyalitas terhadap tujuan sekolah dan nilai-nilai.

·         Sekolah menjanjikan lingkungan dan suasana yang menyenangkan, menggairahkan, dan menantang bagi guru dan murid.

·         Adanya iklim saling menghargai dan saling mempercayai sesama dan diantara guru dan murid.

·         Adanya iklim saling mempercayai dan komunikasi yang terbuka di sekotah.

·         Adanya ekspektasi terhadap semua murid bahwa mereka akan berlaku sebaik-baiknya. Adanya komitmen yang kuat untuk belajar sunguh-sungguh.

·         Kepala sekolah, guru dan murid mempunyai semangat yang tinggi untuk mencapai prestasi belajar yang tinggi.

·         Adanya morale (semangat juang) yang tinggi di kalangan murid.

·         Para murid saling menaruh respek terhadap sesamanya dan terhadap barang-barang milik mereka.

·         Adanya kesempatan bagi murid untuk mengambil tanggung jawab di sekotah.

·         Adanya disiplin yang baik di skolah.

·         Jarang sekaii ada kejadian yang menuntut staf administrasi senior untuk turun tangan menertibkan pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh murid.

·         Adanya tingkat kemangkiran yang rendah di kalangan murid.

·         Adanya tingkat mengulang kelas yang rendah.

·         Adanya tingkat kenakalan anak yang rendah.

·         Adanya morale (semangat juang) yang tinggi di kalangan guru.

·         Adanya tingkat persatuan (cohesiveness) dan semangat yang tinggi di kalangan guru.

·         Adanya tingkat kemangkiran yang rendah di kalangan guru.

·         Sedikit sekati permohonan untuk pindah dan guru ke sekolah lain. 

2. CIRI-CIRI PEMBEIAIARAN YANG DISARANKAN 

Sebagai tambahan ciri-ciri di atas, berikut ini saya sajikan peran sekolah dan guru yang terkait dengan murid.

·         Memberikan pemahaman mengenai faktor-faklor yang berpengaruh di dalam mengembangkan pandangan hidup murid.

·         Mengembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang penting guna berpartisipasi dalam proses politik.

·         Mengembangkan sikap cinta belajar dan mewujudkannya di dalam setiap kegiatan yang terjadi sepanjang hidup.

·         Mengembangkan bakat kreatif siswa secara penuh dalam berbagai bidang kesenian.  

Khusus yang terkait dengan pengataman belajar, sekolah dan guru serta pihak yang berkepentingan dengan pendidikan dituntut untuk bekerjasama dalam hal:

·         Menjamin agar semua siswa mengalami dalam penggunaan dan pemahaman makna serta pengembangan bahasa melalui cerita, sajak, drama dan kegiatan Iainnya yang terkait.

·         Menjamin bahwa pembelajaran sedapat mungkin berlangsung melalui pengalaman langsung.

·         Menyediakan peluang bagi semua murid untuk mengembangkan kemampuan mereka.

·         Memberikan pengalaman bagi murid yang mempunyai hambatan khusus agar mampu mengatasi hambatan yang mereka punyai. 

Khusus yang terkait dengan manajemen sekolah, kepala sekolah dan guru disarankan untuk:

·         Menyediakan berbagai peluang bagi orangtua murid untuk melibatkan mereka dalam kegiatan-kegiatan sekolah.

·         Mengembangkan sistim penghargaan sesuai dengan umur murid sebagai pengakuan atas prestasi istimewa yang mereka capai.

·         Mengelola sekolah dengan cara-cara yang merefleksikan keberlangsungan keterlaksanaan kurikulum.

·         Menciptakan cara-cara agar pemberian informasi kepada orang tua mengenai hal-hal yang terkait dengan sekolah dan kemajuan murid dapat beriangsung secara teratur. 

PENUTUP 

Kriteria sekolah dan pembelajaran yang efektif sebagaimana dipaparkan di atas nyata-nyata merefleksikan suatu keyakinan yang fundamental betapa pentingnya peran seorang guru dan dukungan semua pihak terkait untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu. Semestinyalah kita menerapkan semboyan "ADIDAS" yaitu (All day Indonesians Dream About School). 

DAFTAR PUSTAKA 

Caldwell, B. 2002. Decentralization of education in Australia: Historical

perspective on the emergence and achievement of self management school. Paper presented in the Conference on Autonomy in the Indonesian Context. Canberra: AND. 

Caldwell, B. 2002. Autonomi and self management. Dalam Tony Bush and Les Bell (Eds). The principle and practice of educational management. London: Paul Chapman Publishing. 

Caldwell, B„ & Spink, J.M. 1988. The self management. London: Taylor & Francis Ltd.Basingstoke. 

Creemers, B. 1992. School effectiveness, effective instruction and school improvement in the Nederland. Dalam D. Reynold & R Cuttance (Eds.). School effectiveness: Research, policy and practice. New York: Cassell. 

Delamon,S. 1976. Interaction in the classroom. London: Methuen.  

Djalil, A . 2003. Pendidikan berkualitas melalui sekolah yang efektif dan berkembang. Dalam Dum Andriani, dkk. (Eds). Cakrawala Pendidikan 2 (hal. 89 - 100). Jakarta:  Universitas Terbuka. 

Djalil, A .1999. Pendidikan setelah orde baru. Dalam P Pannen dkk. (Eds). Cakrawala Pendidikan 1 (hal. 28 -42). Jakarta: Universitas Terbuka. 

Djalil A. 1989. The impact of research-based teacher training programs on Indonesian teachers, classroom, and students: Article. Oxford: Pergamon Press. 

Djalil,A. 1984. The effects of teacher training on specific teaching skills, criterion classroom  processes, and student learning outcomes. Unpublished doctoral dissertation. The University of Sydney. 

Hargreaves, D.H. 2001 . A capital theory of school effectiveness and improvement. IARTV Seminar Series, 105, July. 

Rogers, C. 2002. Teacher expectation: implication for school improvement. Dalam Teaching and Learning . Dalam Ch. Forges and R. Fox (Eds.).  Oxford: Blackwell Pub Ltd. 

Smith, R. 2002. Creating the effective prirnofy school: A guide for school leaders and teachers. London: Kogan Page Ltd. 

Stromquist.N.R 2002. Education in globalized world. Lanham, USA: Rowman and Littlefield Publ.inc. 

Townsend, T., & Otero, G. 2000. The global classroom. Cheltenham Australia: Hawker Brownlow Education. 

Walker, D. 1995. Effective teaming and teaching. Queensland Departement of Education.

 



Fri Feb 18, 2005 12:09 am

pakguruonline
Offline Offline
Send Email Send Email

Forward
Message #158 of 7665 |
Expand Messages Author Sort by Date

Sekolah yang Efektif dan yang Berkembang ( 2 ) Oleh : Dr. Aria Jalil (Konsultan QA pada Proyek Pertuasan dan Peningkatan Mutu SLTP Jakarta) I. SEKOLAH YANG...
Zulfikri
pakguruonline
Offline Send Email
Feb 18, 2005
12:12 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help