Catatan Perjalanan Kepulauan Seribui15-16 Agustus
Perjalanan kali ini diikuti sebanyak 17 peserta. Para peserta berkumpul didermaga Muara Angke menaiki kapal yang telah dicarter sebelumnya dan dijadwalkan berangkat jam setengah delapan dengan tujuan pulau Pramuka. Langit mendung disertai hawa sejuk pagi hari melepas kepergian kapal yang kami tumpangi, beberapa peserta meminum obat anti mabok agar selama perjalanan dapat tidur terlelap. Ketika kapal sampai di wilayah laut Jawa segerombolan ikan lumba-lumba menyambut kami dengan tarian yang khas membuat para penumpang kapal berdecak kagum, sayang sambutan hangat ini tidak berlangsung lama tapi hal itu cukup menghibur kami. Sektiar pukul 10 pagi kapal telah sampai di perairan kepulauan seribu. Jernihnya perairan kepulauan seribu dan beberapa kapal hias menyambut kedatangan kami.
Air jeruk dingin melepas dahaga para peserta setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang menuju Pulau pramuka. Setelah rasa dahaga telah hilang, para peserta menuju kamar yang telah disewa untuk meletakan barang bawaan mereka dan mempersiapkan barang bawaan untuk snorkeling. Kami menyewa 3 kamar di villa delima dan 1 kamar di rumah penduduk. Villa kami menghadap barat dan di halaman depan villa kami ditumbuhi pepohonan rindang nan asri berdiri di hamparan pasir putih yang mampu menahan sengatan sinar matahari. Posisi Villa kami cukup dekat dengan dermaga disebelah kanan villa terdapat tempat pelelangan ikan dan disbelah kiri kami terdapat beberapa villa.
Sekitar pukul setengah sebelas siang, kami menuju kapal yang telah menunggu dermaga dan siap mengantarkan kami untuk berpetualang. Acara makan siang dilakukan di kapal dan menu yang kami santap adalah nasi padang. Setelah mengelilingi pulau Sepa kami menuju pualu Matahari. 4 orang peserta snorkeling pemula yakni Donny, Griet, Adang dan Ellen diturnkan di pulau Matahari untuk latihan selama setngah jam dipandu oleh guide sedangkan peserta lainnya menuju spot lain. Keunikan terjadi pada saat latihan, karena guide memberi perhatian lebih kepada mbak Griet sedangakan ke peserta lain tampak dibiarkan begitu saja pasti karena guide nya seorang pria normal yang memiliki ketertarikan terhadap wanita (coba bayangkan bila guide memberikan perhatian spesial ke laki-laki..idih amit2 deh!!! :D ). Bagi saya (Donny) latihan di pulau Matahari tidak terlalu efektif karena perairan disini terlalui dangkal menyulitkan saya untuk berenang. Setengah jam pun berlalu, akhirnya kapal tiba di pulau Matahari dan menjemput 4 peserta yang latihan di sini. Setelah dari pulau Matahari, kami dipandu guide menuju beberapa spot untuk snorkeling. Untuk setiap spot, selalu ada bulu babi, dan membuat kami berhati-hati terutama bila kedalaman air cukup dangkal.
Pukul setengah lima sore kami kembali menuju pulau Pramuka. Suasana hangat dan rasa lelah menemani kami selama perjalanan pulang. Karena sudah sore hari air laut mulai pasang. Efek laut pasang memberikan sensasi unik merasakan kapal bergoyang karena terjangan ombak memaksa penumpang untuk harus selalu menjaga keseimbangan. Jam setengah enam sore akhirnya sampai di pulau Pramuka dan kami disuguhkan pemandangan unik yakni melihat matahari terbenam.
Tak terasa malam tiba dan perut mulai terasa lapar. Sekitar pukul 7 malam kami mulai santap makan malam. Menu yang disediakan adalah tumis kerang, sayur sop, ikan bandeng bakar tanpa duri, cumi goreng tepung, tahu dan tempe serta kerupuk dan disajikan secara prasmanan. Meja prasmanan terletak di halaman depan villa diatas hamparan pasir putih dan kami menikmati santap malam di bangku yang di sediakan di halaman depan villa. Ikan Bandeng bakar tanpa duri terasa sangat lezat dan itu merupakan makanan khas di sini. Setelah selesai makan kita berbincang- bincang dan tiba-tiba listrik padam!!! Pemadaman listrik tidak hanya terjadi pada villa kami, melainkan satu pulau mengalami pemadaman listrik. Memang sudah menjadi masalah klasik di pulau ini listrik merupakan sesuatu hal yang langka. Di Villa kami terdapat genset, jadi ketika listrik padam genset di Villa kami dijalankan. Meskipun genset telah dijalankan, karena sesuatu dan lain hal AC baru dapat diaktifkan jam 10 malam. Meskipun genset sudah dinyalakan bukan brarti listrik di villa kami nyala terus, tetap saja listrik disini BiARPET BiARPET!!! Membuat obrolan semakin seru terutama topik brondong, kacang dan telor asin (Sumpeh klo di inget inget kembali bikin gw ngakak!!). Sekitar jam 10 malam AC kamar sudah dapat diaktifkan dan beberapa peserta sudah kembali ke kamar untuk langsung beristirahat.
Matahari mengintip di ufuk timur, cahayanya menembus sela-sela jendela kamar kelembutanya mengelus dan membangunkan wajah yang sedang terlelap. Jam 6 pagi hampir seluruh peserta telah bangun dan menikmati segelas teh hangat dan sejuknya susana pagi hari di pulau Pramuka. Jam setengah tujuh pagi para peserta menikmati santapan nasi uduk hangat di pinggir pantai. Nasi uduk yang disajikan berisi telur dadar, sambal kacang, bawang goreng dan krupuk. Setelah selesai sarapan peserta berkemas mempersiapkan diri untuk snorkeling.
Jam 7 pagi kami berangkat snorkeling. Tujuan awal kami adalah Sub Coral. Hamparan coral di sini sungguh indah. Menurut mbak Dini dari semua tempat snorkeling di pulau Jawa yang pernah dikunjungi di sinilah tempat yang paling bagus. Setelah itu kita kembali menaiki kapal dan menuju spot terakhir untuk trip ini yakni APL (Area Perlindungan Laut). Spot di APL tidak secantikspot di Sub Coral. Di sub Coral kita hanya menghabiskan waktu 15 menit, setelah itu kita kembali ke pulau Pramuka untuk berkemas.
Sekitar Jam 10 siang kita sampai di pulau Pramuka dan kita pun berkemas. Jam setengah 12 siang kita pun makan siang. Santap siang dilakukan di warung makan yang lokasinya mengarah ke selatan pulau dekat dengan dermaga dan memiliki pagar bambu yang di cat warna warni dengan tinggi 1 meter. Di warung ini juga tersedia souvenir berupa kaos. Setiap peserta dijatah 15 ribu untuk santap siang. Sungguh mengherankan harga satu porsi sop iga dengan harga satu porsi soto ayam harganya sama!!!.
Kami dijadwalkan pulang jam satu siang. Sembari menunggu jam satu siang kita berfoto bersama di depan villa. Menjelang kedatangan kapal kami semua berkumpul di pelabuhan yang sudah sangat ramai oleh calon penumpang. Ketika kapal merapat ke pelabuhan para penumpang berebutan masuk kapal membuat kapal miring. Saking penuhnya kapal, kapten kapal hingga tidak bisa masuk ke ruang kemudi membuat petugas pelabuhan marah-marah memaksa penumpang untuk turun. Kami baru bisa berangkat menggunakan kapal yang ketiga (terakhir). Kapal kita berangakat dari pelabuhan pulau Pramuka tepat pukul 01.50 WIB. Ditengah- tengah perjalanan sekitar pukul setengah tiga sore mesin kapal yang kita tumpangi mati hal ini karena bahan bakar yang digunakan tercampur dengan air. Meskipun kejadian ini tidak berlangsung lama, tapi membuat para penumpang cemas. AKhirnya kita sampai di pelabuhan Muara Angke sekitar pukul setengah lima sore.
by Donny Pratomo (peserta)