Search the web
Sign In
New User? Sign Up
nature_trekker · Obviously Fun For Outdoor Activities...
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Hear how Yahoo! Groups has changed the lives of others. Take me there.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Global Warming, Ancaman Terbesar Planet Bumi   Message List  
Reply | Forward Message #41451 of 47051 |
Global Warming, Ancaman Terbesar Planet Bumi
Posted by sampepuas
July 30, 2008 109 Views
Filed under: Info


Mungkin pertanyaan yang terlintas pertama kali dalam pikiran Anda
adalah "Bagaimana mungkin???" Bagaimana mungkin pemanasan global bisa
mengancam kehidupan di planet bumi?

Simaklah fakta-fakta singkat berikut ini:

Fakta #1: Mencairnya es di kutub utara & selatan
Pemanasan Global berdampak langsung pada terus mencairnya es di
daerah kutub utara dan kutub selatan. Es di Greenland yang telah
mencair hampir mencapai 19 juta ton! Dan volume es di Artik pada
musim panas 2007 hanya tinggal setengah dari yang ada 4 tahun
sebelumnya!

Mencairnya es saat ini berjalan jauh lebih cepat dari model-model
prediksi yang pernah diciptakan oleh para ilmuwan. Beberapa prediksi
awal yang pernah dibuat sebelumnya memperkirakan bahwa seluruh es di
kutub akan lenyap pada tahun 2040 sampai 2100. Tetapi data es tahunan
yang tercatat hingga tahun 2007 membuat mereka berpikir ulang
mengenai model prediksi yang telah dibuat sebelumnya.

Para ilmuwan mengakui bahwa ada faktor-faktor kunci yang tidak mereka
ikutkan dalam model prediksi yang ada. Dengan menggunakan data es
terbaru, serta model prediksi yang lebih akurat, Dr. H. J. Zwally,
seorang ahli iklim NASA membuat prediksi baru yang sangat
mencengangkan:

HAMPIR SEMUA ES DI KUTUB UTARA AKAN LENYAP PADA AKHIR MUSIM PANAS
2012.

Baru-baru ini sebuah fenomena alam kembali menunjukkan betapa
seriusnya kondisi ini. Pada tanggal 6 Maret 2008, sebuah bongkahan es
seluas 414 kilometer persegi (hampir 1,5 kali luas kota Surabaya) di
Antartika runtuh. Menurut peneliti, bongkahan es berbentuk lempengan
yang sangat besar itu mengambang permanen di sekitar Amerika Selatan,
barat daya Semenanjung Antartika. Padahal, diyakini bongkahan es itu
berada di sana sejak 1.500 tahun lalu. "Ini akibat pemanasan global",
ujar ketua peneliti NSIDC Ted Scambos.

Menurutnya, lempengan es yang disebut Wilkins Ice Shelf itu sangat
jarang runtuh. Sekarang, setelah adanya perpecahan itu, bongkahan es
yang tersisa tinggal 12.950 kilometer persegi, ditambah 5,6 kilometer
potongan es yang berdekatan dan menghubungkan dua pulau. "Sedikit
lagi, bongkahan es terakhir ini bisa turut amblas. Dan, separo total
area es bakal hilang dalam beberapa tahun mendatang", ujar Scambos.

"Beberapa kejadian akhir-akhir ini merupakan titik yang memicu dalam
perubahan sistem," ujar Sarah Das, peneliti dari Institut Kelautan
Wood Hole. Perubahan di Antartika sangat kompleks dan lebih
terisolasi dari seluruh bagian dunia. Antartika di Kutub Selatan
adalah daratan benua dengan wilayah pegunungan dan danau berselimut
es yang dikelilingi lautan.

Benua ini jauh lebih dingin daripada Artik, sehingga lapisan es di
sana sangat jarang meleleh, bahkan ada lapisan yang tidak pernah
mencair dalam sejarah. Temperatur rata-ratanya minus 49 derajat
Celsius, tapi pernah mencapai hampir minus 90 derajat celsius pada
Juli 1983. Tak heran jika fenomena mencairnya es di benua yang
mengandung hampir 90 persen es di seluruh dunia itu mendapat
perhatian serius peneliti.

Fakta #2: Meningkatnya level permukaan laut
Mencairnya es di kutub utara dan kutub selatan berdampak langsung
pada naiknya level permukaan air laut. Para ahli memperkirakan
apabila seluruh Greenland mencair. Level permukaan laut akan naik
sampai dengan 7 meter! Cukup untuk menenggelamkan seluruh pantai,
pelabuhan, dan dataran rendah di seluruh dunia.

Fakta #3: Perubahan Iklim/cuaca yang semakin ekstrim
NASA menyatakan bahwa pemanasan global berimbas pada semakin
ekstrimnya perubahan cuaca dan iklim bumi. Pola curah hujan berubah-
ubah tanpa dapat di prediksi sehingga menyebabkan banjir di satu
tempat, tetapi kekeringan di tempat yang lain. Topan dan badai tropis
baru akan bermunculan dengan kecenderungan semakin lama semakin kuat.

Tanpa diperkuat oleh pernyataan NASA di atas pun Anda sudah dapat
melihat efeknya pada lingkungan di sekitar kita. Anda tentu menyadari
betapa panasnya suhu di sekitar Anda belakangan ini. Anda juga dapat
melihat betapa tidak dapat diprediksinya kedatangan musim hujan
ataupun kemarau yang mengakibatkan kerugian bagi petani karena musim
tanam yang seharusnya dilakukan pada musim kemarau ternyata malah
hujan.

Anda juga dapat mencermati kasus-kasus badai ekstrim yang belum
pernah melanda wilayah-wilayah tertentu di Indonesia. Tahun-tahun
belakangan ini kita makin sering dilanda badai-badai yang mengganggu
jalannya pelayaran dan pengangkutan baik via laut maupun udara. Bila
fenomena dalam negeri masih belum cukup bagi Anda, Anda dapat juga
mencermati berita-berita internasional mengenai bencana alam.

Badai topan di Jepang dan Amerika Serikat terus memecahkan rekor
kecepatan angin, skala, dan kekuatan badai dari tahun ke tahun, curah
hujan dan badai salju di China juga terus memecahkan rekor baru dari
tahun ke tahun. Anda dapat mencermati informasi-informasi ini melalui
media massa maupun internet. Tidak ada satu benua pun di dunia ini
yang luput dari perubahan iklim yang ekstrim ini.

Fakta #4: Gelombang Panas menjadi Semakin Ganas
Pemanasan Global mengakibatkan gelombang panas menjadi semakin sering
terjadi dan semakin kuat. Tahun 2007 adalah tahun pemecahan rekor
baru untuk suhu yang dicapai oleh gelombang panas yang biasa melanda
Amerika Serikat. 

Daerah St.George, Utah memegang rekor tertinggi dengan suhu tertinggi
mencapai (Sebagai perbandingan, Anda dapat membayangkan suhu kota
Surabaya yang terkenal panas "hanya" berkisar diantara 30-37 derajat
Celcius). Suhu di St.George disusul oleh LasVegas dan Nevada yang
mencapai 47 derajat Celcius, serta beberapa kota lain di Amerika
Serikat yang rata-rata suhunya di atas 40 derajat Celcius. Daerah
Death Valley di California malah sempat mencatat suhu 53 derajat
Celcius!

Serangan gelombang panas kali ini bahkan memaksa pemerintah di
beberapa negara bagian untuk mendeklarasikan status darurat siaga I.
Serangan tahun itu memakan beberapa korban meninggal (karena
kepanasan), mematikan ratusan ikan air tawar, merusak hasil
pertanian, memicu kebakaran hutan yang hebat, serta membunuh hewan-
hewan ternak.

Pada tahun 2003, daerah Eropa Selatan juga pernah mendapat serangan
gelombang panas hebat yang mengakibatkan tidak kurang dari 35.000
orang meninggal dunia dengan korban terbanyak dari Perancis (14.802
jiwa). Perancis merupakan negara dengan korban jiwa terbanyak karena
tidak siapnya penduduk dan pemerintah setempat atas fenomena
gelombang panas sebesar itu. Korban jiwa lainnya tersebar mulai dari
Inggris, Italia, Portugal, Spanyol, dan negara-negara Eropa lainnya.

Gelombang panas ini juga menyebabkan kekeringan parah dan kegagalan
panen merata di daerah Eropa. Mungkin kita tidak mengalami gelombang-
gelombang panas maha dahsyat seperti yang dialami oleh Eropa dan
Amerika Serikat, tetapi melalui pengamatan dan dari apa yang Anda
rasakan sehari-harinya. Anda dapat juga merasakan betapa panasnya
suhu di sekitar Anda.

Cobalah perhatikan seberapa sering Anda mendengar ataupun mungkin
mengucapkan sendiri kata-kata seperti: "Panas banget ya hari ini!".
Apabila Anda kebetulan bekerja di dalam ruangan ber-AC dari pagi
hingga siang hari sehingga Anda tidak sempat merasakan panasnya suhu
belakangan ini, Anda dapat menanyakannya kepada teman-teman ataupun
orang disekitar Anda yang kebetulan bekerja di luar ruang. Orang-
orang yang sehari-harinya bekerja dengan menggunakan kendaraan
terbuka di siang hari bolong (misalnya sales dengan sepeda motor)
mungkin dapat menceritakan dengan lebih jelas betapa panasnya sinar
matahari yang menyengat punggung mereka.

Fakta #5: Habisnya Gletser - Sumber Air Bersih Dunia
Mencairnya gletser-gletser dunia mengancam ketersediaan air bersih,
dan pada jangka panjang akan turut menyumbang peningkatan level air
laut dunia. Dan sayangnya itulah yang terjadi saat ini. Gletser-
gletser dunia saat ini mencair hingga titik yang mengkhawatirkan!
NASA mencatat bahwa sejak tahun 1960 hingga 2005 saja, jumlah gletser-
gletser di berbagai belahan dunia yang hilang tidak kurang dari
8.000 meter kubik!

Para ilmuwan NASA kini telah menyadari bahwa cairnya gletser, cairnya
es di kedua kutub bumi, meningkatnya temperatur bumi secara global,
hingga meningkatnya level air laut merupakan bukti-bukti bahwa planet
bumi sedang terus memanas. Dan dipastikan bahwa umat manusialah yang
bertanggung jawab untuk hal ini.

Saya mengajak semua orang untuk ikut "Menyelamatkan Bumi Ini". Ingat!
Ini demi anak cucu kita loh.. Kita semua harus memberikan solusi
untuk Menghentikan Global Warming (Pemanasan Global). Anda harus
punya komitmen untuk berubah agar "Bumi ini menjadi lebih bersahabat"
dengan kita. Thx.

sumber : http://www.sampepuas.com/blog/global-warming-ancaman-
terbesar-planet-bumi.html




Fri Sep 19, 2008 8:31 am

reprep_ahmad...
Offline Offline
Send Email Send Email

Forward
Message #41451 of 47051 |
Expand Messages Author Sort by Date

Global Warming, Ancaman Terbesar Planet Bumi Posted by sampepuas July 30, 2008 109 Views Filed under: Info Mungkin pertanyaan yang terlintas pertama kali dalam...
hikercms
reprep_ahmad...
Offline Send Email
Sep 19, 2008
8:31 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help