Search the web
Sign In
New User? Sign Up
nasionalis-indonesia · Mailing List Nasionalis Indonesia
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Want to share photos of your group with the world? Add a group photo to Flickr.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Messages 8197 - 8226 of 8288   Newest  |  < Newer  |  Older >  |  Oldest
Messages: Show Message Summaries   (Group by Topic) Sort by Date v  
#8226 From: PH Pro <phpro_indonesia@...>
Date: Sat Dec 5, 2009 11:34 am
Subject: Fwd: Indonesia, proyek nasionalisme yang belum selesai
phpro_indonesia
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Disarikan dari milist sebelah..

--- Pada Jum, 4/12/09, WIYOSO HADI <wiyoso.hadi@...> menulis:
Dari: WIYOSO HADI <wiyoso.hadi@...>
Judul: [SUARA] RE: Fw: [plbpm] Re: (7) Indonesia : Proyek Nasionalisme YgBlmSelesai
Kepada: "suaraSUARA"


Amiin

ya Allah karuniakanlah kepada kami
hiasi lah pribadi kami, perkokohlah jiwa kami dengan tekad :

Semangat Taubat sempurna Nabi Aadam as, dan
Semangat Penyucian Diri Nabi Idriis as, dan
Semangat Ketekunan tiada menyerah Nabi Nuuh as, dan
Semangat Pengabdian sepenuhnya di jalan-MU Nabi Huud as, dan
Semangat Kesalehan Nabi Shaalih as, dan

Semangat Kelembutan Hati Nabi Ibraahiim as, dan
Semangat Menolong tiada pamrih Nabi Luuth as, dan
Semangat Pengorbanan tulus tiada takut Nabi Ismaa'iil as, dan
Semangat Kehalusan Budi Nabi Is-haaq as, dan
Semangat Kekeluargaan Nabi Ya'quub as, dan

Semangat Kesabaran dan pengendalian diri Nabi Yuusuf as, dan
Semangat Berbicara hanya yang baik dan benar Nabi Syu'ayb as, dan
Semangat Perjuangan dan Menuntut Ilmu Nabi Muusaa as, dan
Semangat Dapat Dipercaya Nabi Haaruun as, dan
Semangat Kebersihan hati Nabi Khidhr as, dan
Semangat Ikhlas diuji sebagaimana Nabi Ayyuub as, dan

Semangat Keberanian tiada takut mati Nabi Daawuud as, dan
Semangat Cinta Kebajikan Nabi Sulaymaan as, dan
Semangat Kerendahan hati Nabi 'Ilyaas as, dan
Semangat Kesederhanaan Hidup Nabi Al-yasa'a as, dan
Semangat Kehati-hatian Nabi Dzul-Kifli as,dan

Semangat Kejujuran Nabi Yuunus as, dan
Semangat Ibadah dan Zikir Nabi Zakariyyaa as, dan
Semangat Keteguhan Hati dan Jiwa Nabi Yahyaa as, dan
Semangat Belas Kasih dan Keruhanian Nabi 'Iysaa as, dan
Semangat Kepemimpinan Diri Nabi Muhammad saw,

Ya Allah karuniakanlah kami
ampunilah kami

amiin


________________________________________
From:
wapratik
Sent: Thursday, December 03, 2009 8:05 PM
Subject: Re: [SUARA] RE: Fw: [plbpm] Re: (7)  Indonesia : Proyek Nasionalisme YgBlmSelesai


Semoga itu semua menjadi tekad kita yg diawali dg kita sendiri melakukan dg sungguh2 dan dg prnuh kejujuran.

Wass


WAP



-----Original Message-----
From: WIYOSO HADI <
wiyoso.hadi@...>
Date: Thu, 3 Dec 2009 17:19:38


Yth. Prof Widi dkk semua yang saya sayangi dan muliakan

berdasarkan pengalaman pribadi, hemat saya:

1. Untuk Meningkatkan Profesionalisme maka wajib adanya Penerapan Reward & Punishment yang BAKU/ terstandarisasi untuk semua departemen, semua ditjen dibawah departemen2 itu yang diterapkan secara Serentak, Adil, Konsekuen dan Berkelanjutan, jangan yang satu departemen atau ditjen sudah menerapkan namun di departemen atau ditjen lainnya baru setengah-setengah atau malah belum sama sekali.

2. Untuk Meningkatan ketulusan dalam mengabdi kepada nusa, bangsa dan negara, ini masalah kesadaran tidak bisa di-upgrade hanya dengan penerapan sistem Reward & Punishment yang adil dan konsekuen.. perlu keteladanan nasional yang bisa menginspirasi, membuka hati atau minimal mengetuk hati saudara-saudari-nya senusa sebangsa untuk mengabdi lebih ikhlas kepada nusa, bangsa dan negara. Siapa dari Bapak/Ibu/Saudara/Saudari yang mau melopori :-)

3. Untuk Meningkatkan integritas moral, ini dimulai dengan "terus" meningkatkan kesalehan pribadi masing-masing, 'insya Allah walau tidak semua tapi pasti ada di sekitar kita yang akan terinspirasi atau tergerak untuk meningkatkan integritas moral-nya mengikuti atau bahkan ingin lebih saleh melampaui kesalehen kita..
Bagi yang muslim mari memperbaiki terus kesalehan kita sesuai dengan apa-apa yang telah difirmankan melalui qur'an dan diteladankan oleh Rasulullah saw melalui hadits-hadits.
Bagi yang non-muslim silahkan perbaiki terus kesalehan sesuai kitab atau nabi-nabi atau teladan-teladan suci masing-masing.

kelihatannya sederhana, tapi semua harus "Dimulai dari Keteladanan dan Penerapan Reward & Punishment yang adil dan konsekuen."
Keteladanan itu sendiri hanya memiliki efek kuat kepada orang di sekitar kita pabila keteladanan itu dilakukan dengan hati tulus ikhlas bersih hanya harap ridho/ perkenaan Allah semata.

saya pribadi selalu berusaha bercermin kepada para nabi, semakin jauh kesalehan saya dari kesalehan para nabi berarti semakin payah jelek bobrok hina saya ini.. astaghfirullah..
hingga saya pernah menulis khususnya untuk mengingatkan diri saya agar bisa lebih saleh dan lebih bermoral lagi sbb:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Para nabi: Idriis, Nuuh, Huud, Shaalih, Ibraahiim, Luuth, Ismaa'iil, Is-haaq,
Ya'quub, Yuusuf, Syu'ayb, Muusaa, Haaruun, Daawuud, Sulaymaan, 'Ilyaas,
Ilyasa'a, Yuunus, Zakariyyaa, Yahyaa, 'Iysaa putra Maryam, Muhammad (saw)
adalah teladan-teladan utama terbaik reformator moral sepanjang zaman.
Apa yang dapat dipetik? Jangan berkoar-koar gerakan reformasi moral
sebelum Jiwa tobat, Hati suci, dan Pribadi bersih dari segala cacat moral.
Apabila tidak, maka koar-koar itu tak lain sandiwara, kebohongan publik,
sebatas alat menjaring suara belaka ..sekedar komoditas dagang politik.

( Copy paste dari Catatan Harian Membuka Hati )


mohon maaf bila tak berkenan, silakan tambahkan atau koreksi bila ada yang kurang dan mari kita terus saling memperbaiki diri dengan memperbaiki dulu, menyucikan dulu Hati, Jiwa, Pikran, kata-kata, perilaku sehari2 dan keseluruhan Akhlak Moral kita sendiri terlebih dahulu.

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

" Dan orang-orang yang berjuang untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.
( QS. Al-Ankabuut, ayat ke-69 )

amiin


________________________________________
From:
wapratik
Sent: Thursday, December 03, 2009 2:36 PM

Yth mas Yos dkk :

Yg mas Yos sampaikan sngt betul. Perlu di fikirkan tatacara implementasinya.
Tmksh.

Wass.

WAP



-----Original Message-----
From: WIYOSO HADI <
wiyoso.hadi@...>
Date: Wed, 2 Dec 2009 12:37:26
Subject: [SUARA] RE: Fw: [plbpm] Re: (7)  Indonesia : Proyek Nasionalisme Yg Blm Selesai


Salam,

Kalau menurut pemikiran sederhana saya Prof.

ketimpangan pusat daerah yang utama bukan pada masalah sistem pemerintahan ataupun pada bentuk semangat nasionalisme-nya
tapi lebih pada masalah profesionalisme dan akhlak moral SDM-nya..

seperti sederhananya ( maaf ini sekedar contoh agar lebih mudah untuk menyimpelifikasikannya )

"..Sebuah tim sepakbola sebagus apa pun sistem serangan dan pertahananya bila pemain-pemainnya tdk profesional sulit menang bahkan bisa kebobolan terus..
sebaliknya sebuah tim sepakbola yang pemain2nya profesional semua, walaupun datang dari latar belakang etnik, nasionalisme dan keyakinan/kepercayaan agama YANG BERBEDA-BEDA SEMUA, bisa tetap menang atau minimal UNGGUL dengan bentuk "sistem" serangan dan pertahananya APAPUN."

Maka hemat saya, aparat yang Kompeten baik di pusat maupun di daerah mesti punya "minimal" 3 hal:
1. Profesionalisme dalam Ilmu maupun Praktek ( Kinerja )
2. Niat TULUS mengabdi pada negara, kalau perlu berkurban kenyamanan hidup sendiri ( harta benda, karier, jabatan, kekuasaan, keluarga, kelompok golongan-organisasinya sendiri, raga dan jiwa ) demi negara, nusa dan bangsa, sebagai wujud ibadah sosial
3. Intregritas Moral yang tinggi yang hanya bisa dicapai 100% oleh orang-orang yang benar-benar "Mukhlisin" yaitu orang-orang yang berperilaku saleh bukan untuk dipuji, pamrih dunia ataupun akhirat tapi benar-benar hanya UNTUK DIA YANG MAHAPENGASIH semata, sebagai wujud CINTA SUCI IKHLAS MURNI kepada-Nya.

Kalau sudah demikian, pakai sistem pemerintahan dan semangat kebangsaan APAPUN sukses! 'insya Allah..

Itulah mengapa Pembangunan Bangsa Seutuhnya ataupun Reformasi NASIONAL pada umumnya tiada mungkin capai TUJUAN IDEAL-nya atau PUNCAKNYA pabila tidak disertai dengan Reformasi AKHLAK MORAL di segala bidang/sektor, dimulai dari diri-diri kita sendiri..

قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لأزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الأرْضِ وَلأغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ
إِلا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
قَالَ هَذَا صِرَاطٌ عَلَيَّ مُسْتَقِيمٌ
إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ إِلا مَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْغَاوِينَ


" Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya ( orang-orang seluruhnya di dunia ), kecuali hamba-hamba Engkau yang MUKHLIS di antara mereka". Allah berfirman: "Ini adalah jalan yang lurus; kewajiban Aku-lah (menjaganya). Sesungguhnya hamba-hamba-Ku ( yang saleh/salehah, bertakwa dan suci ) tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat."
( QS. Al-Hijr, ayat ke-39 sd. ke-42 )


amiin

________________________________________
From:
SuaraHati On Behalf Of wapratik
Sent: Monday, November 09, 2009 5:39 AM
To: Suara; SuaraHati; InaNCalumni; Aimron; Dmr; Harun; Laily; Rum
Subject: [SuaraHati] Fw: [plbpm] Re: (7)  Indonesia : Proyek Nasionalisme Yg Blm Selesai


Dari mail list tetangga, perlu kita renungi utk kebaikan nkri :

Salam

WAP


------Original Message------
From: hengky abiyoso
Subject: [plbpm] Re: (7)  Indonesia : Proyek Nasionalisme Yg Blm Selesai
Sent: Nov 8, 2009 22:54


Milisters ysh,
Kemunculan negara-negara baru yang homogen di Eropa kerap dimotori oleh state-seeking nationalism .......suatu klaim dari perwakilan politik yg tdk mendapat akses kontrol atas suatu 'state' ...lalu mengklaim otonomi politik ...atau bahkan memisahkan diri ...atas dasar perbedaan identitas budaya...
Menurut Tilly, sebelum tahun 1800, rata-rata corak nasionalisme adalah state-led, tetapi setelah tahun itu, state-seeking nationalism menjadi motor dari revolusi di Eropa....

Belajar pada kenyataan sejarah itu, konon katanya seyogyanya format nasionalisme kita harus memberi tempat kepada kebaruan..... dlm hal ini mendemokratisasikan hubungan pusat dan daerah ...termasuk menurut Nezar Patria (jg pernah oleh Amien Rais) "keberanian menguji bentuk federalisme" ...tapi  disini saya kira Nezar (jg Amien) telah bermain api tak mau menghitung bgmn resikonya kalau federalisasi di Indonesia nanti menjadi balkanisasi spt Soviet dan Yugoslavia ...lalu NKRI ini tercabik2 menjadi bbrp negara yg terpisah2 (pdhal memang ada analisis intelijen  ttg skenario balkanisasi NKRI itu oleh AS)....

Kedua, dengan munculnya kekerasan komunal yang dipicu oleh konflik agama atau etnis di berbagai wilayah nusantara ...atau dlm derajat lebih kualitatif adalah mengerasnya ethno-nationalism ....maka nasionalisme Indonesia harus dikembalikan menjadi 'proyek bersama' yg urgent.... Pemberian otonomi yang luas atau bahkan 'self-government' kepada wilayah bergolak adalah cara untuk tetap membuat warga daerah tetap ambil bagian dari 'proyek bersama' Indonesia ...selain itu, arah pembangunan ekonomi yang berkeadilan menjadi prioritas ...krn federalisme atau otonomi yang miskin, sama saja dengan perubahan yang nihil....

Ketiga, nasionalisme baru Indonesia konon katanya harus pula  mampu menghadapi kecenderungan global... krn itu "civic nationalism" atau nasionalisme kewargaan konon harus menjadi agenda dari 'proyek bersama'....

Nasionalisme ini disebut 'civic' karena dia adalah antitesa dari nasionalisme berbasiskan etnik  ...nasionalisme yang 'civic' mampu menempat
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!


------------------------------------

PH PRO
Indonesia


Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!

#8225 From: "Umar Said" <kontak@...>
Date: Sat Dec 5, 2009 5:31 am
Subject: Menyambut tanggal 9 Desember
kontak@...
Send Email Send Email
 

Menyambut tanggal 9 Desember

Pada hari Rabu tanggal 9 Desember 2009, bertepatan dengan peringatan Hari Internasional Anti Korupsi akan dilancarkan berbagai macam kegiatan besar-besaran di Jakarta dan di berbagai kota di seluruh Indonesia untuk memperingati hari internasional ini. Di negeri kita, peringatan ini mempunyai arti yang lebih penting dari pada yang sudah-sudah berhubung dengan heboh besar yang sudah mengguncang seluruh negeri berkaitan dengan masalah kriminalisasi KPK (Bibit-Chandra) dan perampokan Bank Century.

Karena itu, dalam peringatan 9 Desember yad banyak sekali golongan masyarakat yang akan ikut serta dalam berbagai kegiatan secara besar-besaran ini, sebagai manifestasi kemarahan, ketidakpuasan, dan perlawanan mereka terhadap masalah korupsi dan panelikungan atau penggembosan Pansus Hak Angket DPR oleh kartel politik koalisi yang dikuasai oleh Partai Demokrat dan Golkar, yang dibentuk tanggal 4 Desember ini. (Harap baca kumpulan berita di bawah ini, dan juga berita-berita lainnya dalam website http://umarsaid.free.fr/)

Mengingat sangat pentingnya dan gawatnya situasi sebagai akibat perkembangan persoalan-persoalan tersebut, maka website  http://umarsaid.free.fr/ berusaha menyajikan bahan-bahan informasi terbaru setiap harinya mengenai hal-hal tersebut.

Di bawah berikut ini adalah sebagian dari contoh-contoh berita yang dapat disimak dalam rubrik  Skandal raksasa Bank Century dan  Hak Angket DPR soal Bank Century.

Suatu tulisan khusus tentang Hari Internasional Anti Korupsi di Indonesia juga akan disajikan sebelum tanggal 9 Desember 2009 untuk ikut menyambut gerakan besar-besaran yang akan datang ini.

A.      Umar Said

* * *

Presiden Dinilai 'Mengancam' Gerakan Bongkar Skandal Century  

Sabtu, 05 Desember 2009
TEMPO Interaktif, Jakarta -  Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahwa akan ada gerakan sosial pada Hari Antikorupsi Rabu pekan depan dinilai sebagai ancaman secara halus. Dalam pernyataannya kemarin, Yudhoyono mengatakan gerakan sosial itu memiliki motivasi politik tertentu dan tak berhubungan dengan semangat pemberantasan korupsi.
Masyarakat diancam akan ada keributan, ada infiltrasi dalam aksi, kata Arbi Sanit, pengamat politik dari Universitas Indonesia, saat dihubungi, Sabtu (5/12).


Arbi menduga pernyataan Yudhoyono adalah bagian dari strategi melumpuhkan gerakan yang menginginkan skandal Bank Century diusut tuntas. Cara pertama, kata dia, membuat kerja panitia angket Century tidak efektif. Dengan mendudukkan orang dari partai pendukung pemerintah sebagai Ketua Panitia Khusus Angket Century.
Cara kedua, dia melanjutkan, mengadukan pihak-pihak yang membuka borok Century ke polisi. Adapun cara terakhir adalah mengancam secara halus. Menakut-takuti sekaligus meminta dikasihani.


Yudhoyono lewat Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto meminta pernyataannya tak diartikan macam-macam. (Motivasi) politik dalam arti memberantas korupsi, harus sinergis dengan pemerintah memanfaatkan momentum tanggal 9 Desember, ujarnya. Jangan dibaca lain."
Pemerintah, kata Djoko, tak mengkhawatirkan akan ada gerakan massa yang besar pada Hari Antikorupsi. "Bukan kekhawatiran, membangkitkan kewaspadaan sama-sama," kata dia menandaskan.

         * *

Barter Kasus Dinilai Hambat Pansus Century

Sabtu, 05 Desember 2009
TEMPO Interaktif, Jakarta -  Barter kasus di kalangan politisi dinilai menghambat kinerja Panitia Khusus Angket Bank Century. Partai membentuk kartel yang membuat kesepakatan di belakang layar.
"Deal di belakang layar tidak hanya menaikkan posisi tawar partai, tapi juga akses terhadap sumber ekonomi," ujar pengamat politik Lembaga Survei Indonesia Burhanudin Muhtadi via telepon, Sabtu (5/12).


Kartel ini, kata dia, justru menyandera partai karena masing-masing memegang kartu truf lawan-lawan politiknya. Akibatnya, partai memilih membarter kasus untuk saling menyelamatkan diri. Burhanudin berpendapat hal tersebut terlihat pada kasus Bulog Gate II dan Bank Bali.


"Strategi ini merugikan publik karena misteri Century tetap tak terungkap, dan menambah daftar panjang skandal keuangan yang melibatkan percaloan politik yang hanya berhenti di kambing hitam," tuturnya.


Ia menambahkan, ada dua lagi hambatan yang bisa menggembosi panitia khusus, yakni tirani koalisi dan tirani fraksi. Burhanudin menghitung, tirani koalisi secara matematika politik menguasai 75,6 persen kursi di parlemen.


Adapun tirani fraksi dinilainya telah terlihat sejak penentuan nama anggota panitia oleh partai. "Yang kritis tidak terpilih. Dominannya kepentingan politik fraksi membuat anggota panitia khusus tidak merdeka menyampaikan sikap dan hati nuraninya."
Kemarin, legislator Partai Golkar Idrus Marham telah terpilih sebagai Ketua panitia khusus ini. Ia menang dalam pemilihan suara yang dilakukan setelah lobi antar perwakilan fraksi tak membuahkan hasil.

* * *

Pengamat: Panitia Angket Century Ibarat Bayi Lahir Lumpuh  

Sabtu, 05 Desember 2009

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Arbi Sanit, menilai terpilihnya politikus Partai Golkar, Idrus Marham, sebagai Ketua Panitia Khusus Angket Bank Century dapat memandulkan kerja panitia angket.

Ini seperti bayi yang lahir dalam keadaan lumpuh. Kerja panitia angket tak akan efektif, kata Arbi saat dihubungi, Sabtu (5/12).

Arbi beralasan, Partai Golkar telah membuat kontrak politik sebagai partai pendukung pemerintah. Partai terikat kontrak. Meski berbeda pendapat tapi tak akan berbeda sikap, ujarnya.

Dia menduga, bila keputusan panitia angket kelak diambil lewat voting, suara Golkar tetap akan condong ke pemerintah. Harapan rakyat bahwa panitia angket bisa menyibak skandal Century jadi sirna.

Lewat voting di Dewan Perwakilan Rakyat semalam, Idrus Marham terpilih memimpin panitia khusus angket. Ia menang telak dengan mengantongi 19 suara dari 30 suara panitia angket.

* * *

Suara Pembaruan 4 Desember 2009 

Penggembosan Kian Nyata

Pansus Hak Angket Century Dibentuk

[JAKARTA] Kecurigaan bakal adanya penggembosan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Skandal Bank Century, makin nyata. Dorongan agar Idrus Marham dari Fraksi Partai Golkar memimpin Pansus, disinyalir buah dari lobi Partai Demokrat agar penyelidikan Pansus tidak menyentuh pimpinan nasional.

Isyarat penggembosan lainnya tampak dari tersingkirnya empat anggota Tim Sembilan dari keanggotaan Pansus. Padahal empat legislator itu, yakni Mukhamad Misbachun (FPKS), Candra Tirtawijaya (FPAN), Lily Wahid (FPKB), dan Ahmad Kurdi Mukri (FPPP), merupakan inisiator. Di samping itu, dari 30 anggota Pansus, hanya 10 yang merupakan penandatangan awal usulan hak angket.

Pengamat politik dari Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti meyakini ada upaya penggembosan Pansus Century, dengan melihat pencalonan Idrus Marham oleh fraksi koalisi pendukung SBY-Boediono. Idrus bertarung dengan Gayus Lumbuun (FPDI-P) dan Mahfudz Shidiq (FPKS) untuk dapat memimpin Pansus.

"Kita bisa lihat track record Idrus Marham sejak pilpres lalu bahwa dia bukan pendukung setia Jusuf Kalla (JK), dan terlihat netral. Juga pada Munas Golkar, dia berada di kubu Akbar Tandjung yang berseberangan dengan JK. Padahal kasus ini (Bank Century) tidak lepas dari dorongan JK sendiri," ujar Ray, di Jakarta, Jumat (4/12).

Kemudian, kata Ray, dalam perjalanan hak angket ini, praktis peran Idrus tidak terlihat sama sekali. Padahal sebagian besar anggota Fraksi Partai Golkar (FPG) adalah pendukung hak angket.

"Sangat layak dicurigai Idrus adalah titipan, buah kompromi politik antara Partai Demokrat dan Partai Golkar. Jelas tujuannya adalah penggembosan terhadap Pansus Bank Century," kata dia.

Kecurigaan yang sama dinyatakan ekonom senior Kwik Kian Gie dan Dradjad H Wibowo. Menurut Kwik, ada kesepakatan antara Partai Demokrat dan Partai Golkar mengusung Idrus Marham menjadi Ketua Pansus Century, agar SBY dan Boediono tak tersentuh. "Saya berani mengatakan, Pansus yang belum ditentukan anggotanya itu sudah tidak banyak manfaatnya," katanya.

Menurut Kwik, tanpa memanggil SBY dan Boediono, kerja Pansus tidak akan tuntas, dan skandal Bank Century tak mungkin diungkap tuntas.

"Kita harus perhatikan, mengapa rapat di Departemen Keuangan itu berlangsung dari pukul 00.15 hingga pukul 05.00 subuh. Waktu itu sama dengan pukul 12.15 di Washington, dan Presiden SBY sedang berada di sana," ujar Kwik menyoroti rapat Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) di Depkeu yang berlangsung pada 21 November 2008.

Dalam rapat itulah KSSK memutuskan menyelamatkan Century, dan meminta Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) mengucurkan dana talangan (bailout) hingga mencapai Rp 6,7 triliun yang kini bermasalah.

Kwik khawatir dengan prospek kinerja Pansus ke depan. Untuk itu, menurutnya, fungsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi sangat penting. "Jika nanti Chandra dan Bibit kembali ke KPK, mereka berdua harus mampu bekerja dengan benar mengusut Century. Mereka berdua hendaknya tidak mengecewakan rakyat yang begitu gencar mendukung mereka," ujar mantan politisi PDI-P tersebut.

Dradjad juga merasakan ada upaya penggembosan Pansus melalui komposisi anggota dan penentuan pimpinan. Karena itu, dia berharap anggota Tim 9, baik yang menjadi anggota Pansus maupun yang di luar, tetap solid, serta terus berkoordinasi dengan tokoh-tokoh masya- rakat.

"Kontrol seperti ini sangat diperlukan agar Pansus tidak 'masuk angin'," ujar mantan anggota DPR dari Fraksi PAN ini.


Berpikir Positif

Menanggapi tuduhan tersebut, Idrus, yang juga Sekjen Partai Golkar meminta semua pihak berpikir positif, dan tidak memulai dengan rasa curiga. "Jangan memulai semua itu dengan saling curiga. Saya akan buktikan itu," kata dia.

Idrus membantah rumors adanya kesepakatan FPG dengan fraksi-fraksi koalisi pemerintah di DPR, terutama Fraksi Partai Demokrat (FPD), untuk tidak memanggil Boediono dalam pengusutan kasus ini oleh Pansus.

"Saya tidak tahu itu. Tak ada kesepakatan seperti itu. Dan saya kira biarkanlah pansus ini mengalir, mengungkap semua data-data yang ada. Kita harus mulai dari niat baik," katanya.

Sumber SP menyebutkan, pada Kamis (3/12) malam, fraksi-fraksi koalisi pemerintah yang dipimpin FPD bertemu untuk mendukung Idrus Marham menjadi ketua pansus, serta membahas kemungkinan tak memanggil Boediono.

Ketika ditanya apakah Boediono harus dipanggil, Idrus tidak mau menjawab secara tegas. "Saya kira yang penting kita mulai dari sistemnya dulu. Setelah ini akan mengalir dengan sendirinya siapa-siapa yang mesti dipanggil," jawabnya

Secara terpisah, Ketua DPP Partai Golkar, Priyo Budi Santoso menjamin, jika Idrus terpilih sebagai Ketua Pansus, semua target yang sudah dirumuskan inisiator hak angket, tetap akan diproses.

"Kita tidak punya kepentingan apapun lewat angket ini. Kami berikhtiar mencari solusi yang baik untuk membongkar kasus ini, agar tidak hanya menjadi rumors, tapi betul-betul jelas," kata Priyo yang juga Wakil Ketua DPR ini.

Sedangkan Ketua FPD Anas Urbaningrum membantah adanya kesepakatan fraksinya dengan koalisi pemerintah di DPR, untuk tak memanggil Boediono. "Itu tidak benar," tegasnya.

Soal ketua pansus, Anas menegaskan, bagi FPD bergantung pada siapa yang diajukan. "Demokrat tetap mengajukan calon, tapi kalau kurang dipercaya, lebih baik yang lain," katanya.

Sementara itu, salah satu anggota Tim 9 yang gagal menjadi anggota Pansus, Kurdi Mukri menilai, jika tak memanggil Boediono, kredibilitas Pansus akan hancur. "Boediono adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam kasus ini," katanya.


Panggil Pejabat

Sementara itu, rapat paripurna DPR pada Jumat pagi mengesahkan Pansus Hak Angket Kasus Bank Century. Pansus itu beranggotakan 30 orang, mewakili sembilan fraksi yang ada di DPR (lihat tabel). Meskipun pada Jumat (4/12) DPR mengakhiri masa sidangnya, Pansus tetap akan bekerja di masa reses, mengingat masa kerja Pansus hanya 60 hari.

Terkait hal itu, anggota Pansus dari PDI-P, Maruarar Sirait mengungkapkan, sejumlah pejabat yang akan dimintai keterangan, di antaranya Wapres Boediono, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Hussein, dan Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Firdaus Djaelani.

"Pansus juga harus memanggil mantan Kabareskrim Polri Irjen Susno Duaji. Dia salah satu saksi kunci dalam kasus ini," katanya seusai rapat paripurna pengesahan pembentukan Pansus.

Sekretaris Fraksi PPP M Romahumuzy, yang juga anggota Pansus mengatakan, ada tiga fokus penting yang mesti dilihat dalam penyelidikan nanti. Ketiganya yaitu proses penetapan Bank Century sebagai bank gagal, aliran dana talangan Rp 6,7 triliun, serta indikasi pelanggaran pidana dan penyalahgunaan wewenang. [M-16/M-5/J-9/H-15/J-9]

* * *

 

 


#8224 From: andre andreas <mataharikusatu@...>
Date: Fri Dec 4, 2009 5:05 pm
Subject: Top File : Dari Rekaman Audio di MK, Laporan Tim 8 Hingga BPK
mataharikusatu
Offline Offline
Send Email Send Email
 
#8223 From: anton john hartomo <antonhartomo@...>
Date: Fri Dec 4, 2009 10:27 am
Subject: KOPERASI-KOOPETITIF INDONESIA (2)
antonhartomo
Offline Offline
Send Email Send Email
 


----- Forwarded Message ----
Subject: KOPERASI-KOOPETITIF INDONESIA (4)

--- In ITB_:

--- In ITB_-Inkubator:

KERANGKA HOLISTIK KOPERASI IDAMAN 2

Masih dari buku alumnus ITB LiemSiokLan (Menembus Batas), Aneka Ilmu, 2009.

BUMR, Badan Usaha Milik Rakyat, wujud baru gabungan unsur (senyawaan) BUMN, Koperasi, serta manajemen-tekno-biz dan keuangan mutakhir, itulah landasan Indonesia Inc. Jadi mustahil tambal sulam. Rakyat harus dilibatkan dalam swakelola infrastruktur publik, sebagai pengguna dan pemilik, menikmati hasil usaha. Ada simbiosa mutualistis dengan wiraswasta dalam linkage win-win dalam kesetaraan ekonomi dan politik. Merdeka dalam kesetaraan. Di negara asal liberalisme, perlindungan kepada si kecil sudah terjabar dan terlaksana, mengapa di Indonesia justru lebih ganas praktek ekonominya menjerat rakyat ? Karena pemimpin kurang fasih mengubah masalah menjadi peluang dan tantangan.
Kini kita punya SEMBILAN PERSOALAN mendasar yang menjadi biang terpuruk tanpa mampu mengubahnya : (1) demokrasi tak sistemik, maka menjadi semrawut mabrut, Inefisiensi besar-besaran, tumpang tindih lembaga, siklus korupsi dan digoyang, tiada lagi efektivitas administrasi de-fakto. (2) tarik-menarik pusat-daerah dalam otonomi setengah mentah, daerah tak tahu dan tak mampu berbuat apa, sampai-sampai bikin klinik pun gelagapan cari investor, sementara keunggulan sumberdaya lokalnya tak digarap. (3)BUMN menjadi sapi perahan elite, dikelola secara salah-urus, melupakan rakyat majikannya, BUMN membebani rakyat. Jasa bagi masyarakat yang diadakan BUMN, dari kebutuhan pokok sampai harga pulsa telepon, menggila. (4) partai politik mengisap sumberdaya rakyat, mirip tingkahlaku vampire. Fund raising demi Pemilu merampoki bidang impor, BBM, telkom sampai pasar modal dan banyak lagi, belum perampokan atas swasta yang kian mencekik. (5) nasib rakyat terlantar tak ditangani di segala bidang, Negara sawit terbesar kerap keplintir dalam hal harga minyak goreng yang dibeli rakyat. Kita sumber batubara, tapi harga listrik yang dibayar rakyat lebih mahal daripada di negara yang membelinya dari kita. (6) menguapnya berbagai peluang global, melimpahnya dana akibat ekonomi spekulatif pun tak sanggup digunakan. Dana bantuan manca yang sudah dipledge buat membantu rakyat yang tertimpa bencana pun tak termanfaatkan optimal. Korupsi makin gila-gilaan merata, country risk bagi investasi sangat tinggi. (7)ketertinggalan berat ipteknya, peneliti bermental birokrat, antisipasi dan penerapan teknologi informasi mendasar saja acak-adut. (8) kerusakan moral hampir sempurna, pemimpin dan elite makin elegan (santun halus), efisien serta sistematis dalam MENGHANCURKAN Indonesia. Perpolitikan makin berciri politik mob. Ekonomi remuk redam, sektor riil punah, kluster-kluster industri omong kosong, timpang beratnya penguasaan sumberdaya dan tebaran pendapatan di masyarakat, pertanian dan kelautan diacak-acak. Katanya ekonomi syariah, padahal isinya bagi-bagi kapling diantara elite. Dalam sedasawarsa terakhir, moral pejabat makin habis! (9) ancaman disintegrasi, tantangan visi baru nasionalisme. Indonesia kini di ujung tanduk. Warisan semangat juang para founding fathers dicampakkan, PANCASILA fondasi berbangsa bernegara ditelikung dari keseharian. Konflik mempersoalkan cara dibesar-besarkan, dipakai untuk mengalihkan perhatian dari tujuan sebenar, agar elite dapat makin banyak merampas dan merampok, mumpung berkuasa.
Josep Stiglitz nobelis telah mengritik paradigma serta tata kelola ekonomi dan globalisasi telah menghasilkan kemiskinan merata dan absolut, gejolak sosial dimana-mana, erosi nilai budaya lokal. Padahal mestinya globalisasi bisa dimanfaatkan oleh si miskin juga. Buktinya di China (industri kimia dan mesin) dan juga India (informatika) itu. Nelayan bisa meningkat penghasilannya dengan future trading. Tengkulak dan makelar makin dibatasi karena informasi update terakses oleh rakyat. Bahkan nilai-nilai lokal yang semula tersembunyi dan dikangkangi elite penjajah bangsa sendiri, kini dapat langsung dipantau dan akses dari ujung dunia lain. Jadi di berbagai bidang, globalisasi dapat dimanfaatkan pula. Chossudovsky dan banyak lagi sudah membikin benderang betapa biang globalisasi kemiskinan adalah IMF dan Bank Dunia. Dan kini tengah berlangsung revolusi cara berpikir di dunia. Maka betapa saru dan tak pantas kalau kita lantas hanya mencari kambing hitam pada badan-badan itu dan menggerutui masa lalu, sementara tak berbuat apapun selagi roda zaman makin cepat menggelinding. Indonesia makin dibikin menjadi Ngendonsia (jongkok), oleh kita sendiri. Oleh elite bangsa ini tampak makin digiring menjadi PARANOID dan MUNAFIK. Kalau kini kita terpuruk di sudut, itu adalah kesalahan kita sendiri. Jangan menyalahkan globalisasi pula.
Mau disimak pakai kacamata Anthony Giddens (the Third way), atau Victoria Tauli-Corpuz atau lainnya siapapun, kita jangan salah duduk. Justru globalisasi dapat ditunggangi, digunakan, demi kemajuan bangsa ini. Ambruknya aneka pranata jangan dibingungi, adalah karena polah kita sendiri di masa orba lalu maupun di era reformasi acak-kiblat sekarang. Para pemimpin sendiri kini tak peduli bahwa dunia sudah berubah. Elite masih demen jongkok, sambil senang melihat kekayaan sumberdaya dikeruk bukan untuk rakyat, bahkan terus mendorong warganya untuk menikmati rejeki remah yang sifatnya TIGA-D yakni dangerous-dirty-difficult, jauh dari SMART. Ekspor tenaga kerja kacangan sampai ekspor bahan baku adalah bukti mloho betapa pemerintah jauh dari sukses.  Hancurnya sistem ekonomi konglomerat sampai perampokan BLBI, tidak diambil hikmahnya. Sistem ekonomi INDONESIA masih juga dicokoli paradigma mummi. Cara-cara monopoli pun masih diterus-teruskan, lupa bahwa sistem monopolistis sebagaimana dalam komunis sudah berkeping-keping. Sumberdaya keuangan diboroskan namun tak dilihat peluang-peluang barunya. Katanya menggalakkan UMKM, eh bank-bank makin culas justru menganggap kredit kendaraan dan kartu kredit dalam kategori UMKM; sungguh absurd yang disengaja pula. Masyarakat makin dijebloskan. Rusak-rusakan.
Jangan heran kalau barang impor makin dirajakan di INDONESIA masa kini. Factory Outlets di Bandung saja menjajakan barang-barang bikinan RRC atau Thailand, bukan lagi karya bangsa. Industri logam dan mesin-mesin kecil kita bergelimpangan.  Nyaris segenap cabang industri dan sektor riil kita lumat! PHK dan pengangguran berkepanjangan, jalan terus. Inilah salah urus. Rakyat dengan ekonomi gurem dan kecilnya, yang menyelamatkan bangsa sehingga kita tetap bertahan diterjang aneka krisis, masih juga diabaikan sekarang. Boro-boro bikin dan laksanakan sistem welfare berkeadilan. Yang ada justru pemerintah bikin repot : pengusaha diperas, perizinan masih juga bermasalah, infrastruktur dan energi tidak puguh. Dan coba lihat, perangai para TIBUM, Satpol PP dll, sama sekali tampak tak terintegrasi dalam program pemajuan kesejahteraan rakyat.  Maka jangan mudah menyalahkan kita didikte inilah itulah dari luar. Dikte mendikte itu lumrah, kita pun boleh kalau mampu. Masalahnya globalisasi (yang sejatinya sudah lama ada) apakah cerdas dijadikan peluang dan tantangan kreatif-inovatif belum ? China dan India bisa, mengapa pemerintah kita gembos ? Begitupun soal hutang yang konon warisan orba, padahal hutang yang dibuat sekarangpun sudah mengerikan besar pemborosannya.
VICTOR ATAU VICTIM ?
Di tengah globalisasi, bangsa ini tak patut mengalami disorientasi, bingung dan ragu terus-terusan berlanjut. PERUBAHAN yang niscaya, walau kini ada saja yang menentang. Ini bukan mustahil, walau tidak gampang memperjuangkannya. Yang jelas, kaum elite dan partai yang di masa lalu sangat egois dan hanya berpikir kelompoknya, pasti akan makin sulit. Bila masyarakat makin jeli dan pandai menata masa depan secara obyektif rasional, akan terkawal dan terjaminlah KETERBUKAAN.  Ini akan mencegah rayap-rayap untuk memperluas atau mempertahankan sumber FUND RAISING atau praktek KORUPTIF tabiat mereka. Transparansi dan openness adalah tanda kekuatan sejati.
Tak mungkin mengharap kalangan BINNEN semua berkomitmen ke kemajuan bangsa. Tetapi harus makin muncul para pemimpin baru, yang KUAT, yang sungguh mengerti dan mau melaksanakan tugas zaman. Pemimpin begitu pasti tidak boleh mudah bingung dan ragu, namun juga bukan yang sekadar berani. Harus diambil hikmah pula betapa dalam sejarah kita, banyak pemimpin termakan dan dinihilkan oleh sistem yang dibuat sendiri, bila hal itu mandeg. Pemimpin harus punya KONSEP dan LAKU (praxis) yang terus dinamis, membaru dan terbarukan, sungguh visioner dan memecahkan masalah bangsa. Pemimpin harus mampu MENGELOLA (bukan berkonsep belaka) kepentingan nasional dalam harmonisasi kepentingan global. Pemimpin kedepan tak boleh yang dihinggapi paranoia dendam masa lalu dan yang tak mampu membuat sejarah baru. Melanjutkan saja sungguh tidak cukup, kerdil, dan membius!
Persoalan bangsa yang menumpuk, adalah peluang dan tantangan. Bukan dengan melanjutkan perangai koruptif sistemik, termasuk dalam ekonomi. Kunci baru PEOPLE CYBERNOMICS, dalam rupa BUMR Badan Usaha Milik Rakyat, yang canggih dilandasi teknologi/informatika kiwari dan manajemen efektif, niscaya dianut. Bukan BUMN, koperasi atau swasta yang berparadigma lama sarat kepentingan parsial/sektarian, namun KOOPETITIF dan jejaringnya, sesuai amanah para founding fathers bangsa-negara INDONESIA.
Ekonomi Jaringan Kerakyatan atau sibernomik rakyat itu adalah ANTITESIS paradigma ekonomi konglomerasi basis produksi masal (Taylorisme), sekaligus SINTESIS tiga faktor aktual kita : realitas bangsa bhinneka dan mayoritas pelaku usaha adalah UMKM, faktor pendorong global dan pasar, serta dorongan IPTEK termasuk teknologi informasi. Hanya dengan itu INDONESIA bukan menjadi korban (victim), namun justru calon pemenang (victor) dinamika proses global kini dan nanti.
Sibernomik kerakyatan ini berjejaring pimpul-simpul inovasi, produksi, dan kemandirian, baik ONLINE maupun lewat aneka forum usaha, yang arasnya sampai mendunia. Sibernomik kerakyatan ini juga bercorak koperasi masyarakat konsumen terbuka. Artinya siklus kinerja efisien lantaran pembeli/pengguna juga pemilik. Sibernomik kerakyatan juga didukung teknologi informasi terkini dalam segala geraknya. Internet, parabola, semua dipadukan, dan terakses oleh semua warga di pelosok sekalipun. Dalam pengelolaan pertanian dan kekayaan alam lainnya, sibernomik kerakyatan harus meninggalkan paradigma egois lama. Keterpaduan bidang dan zona/regional harus nyata, dalam plot peningkatan infrastruktur serasi, selain pengelolaan lingkungan yang lestari merupakan prioritas.  Business linkage dengan enterpreneur swasta harus win-win, sinergis, dalam kemitraan strategis konkret. Realisasi kemandirian energi adalah prasyarat pertama, agar jejaring efektif.
Strategi Samudera Biru niscaya dijalankan pemerintah, tiada pilihan lain. Solusi masalah harus  diarahkan ke peluang pasar sehingga kompetitor menjadi tak relevan. Apalagi pemerintah relatif mudah melakukannya dalam aras legitimasi kekuasaan. Bila hal ini tak disadari dan dilakukan, dia akan tergerus zaman.
Landasan manajemen INDONESIA INC. berciri : aneka peluang usaha berbasis AGLOMERASI (bukan konglomerasi) kerakyatan berdukungan iptek efisien-efektif dalam bakutindak global. Juga bahwa perancangan pengembangan daerah harus berbasis keunggulannya (potensi sumberdaya, local genius dll) agar masyarakat makin terlibat dan menikmati peningkatan kesejahteraan nyata. Ketiga, pusat harus secara bijak-adil menciptakan kompetisi sehat antar kooperasi (KOOPETITIF) dengan simpul-simpul percontohan yang konkret dan terKOORDINASI (informasi internet) bukan sekadar himbauan atau selebaran. Platformnya SIBERNOMIK KERAKYATAN. BUMR terorganisasi secara cerdas.
Terkait pula disini, kesadaran dan kekuatan baru dalam kerangka pergeseran pendekatan (analisis menjadi sintesis), masyarakat (mekanistik menjadi organik), cara pandang (reduksionis menjadi holistik).
Menjadi korban atau pemenang, dalam kaitan globalisasi, adalah tergantung atas kesadaran akan aset-aset yang dimiliki (ingat Hernando deSoto). Aset harus diubah menjadi modal produktif penggerak ekonomi, bertujuan akhir kesejahteraan rakyat. Belajarlah dari China : penduduk bermilyar berhasil dilihat dan ditangkap sebagai modal sekaligus pasar. Zaman mesin berevolusi ke zaman sistem, namun bukan taken for granted, sebaliknya : terus diperjuangkan tanpa jeda! Masa depan itu peluang dan tantangan.
Semua keberhasilan adalah dengan laku (praxis), bukan hanya konsep (wacana, aksara/ayat). Kegigihan hidup adalah pertanda kematangan iman. Pengabdian kepada Allah SWT dan sesama manusia, menembus batas, adalah metrum spiritualitas, dan religiusitas sejati.
Dengan penggalakan KOPERASI KOOPETITIF KORPORASI, ditopang jejaring sosial dan IPTEK,  menjadikan pemberdayaan INDONESIA INCORPORATED bukan lagi angan-angan siang bolong. Jangan lanjutkan keadaan dogol-dagel-degil mummi betapapun santun tampaknya, bila tidak mensejahterakan rakyat. Tinggalkan paradigma dan praxis lama, sambut kehadiran yang baru.
Hanya dengan begitu INDONESIA menjadi pemenang, victor, bukan victim alias korban sia-sia...  BHINNEKA TUNGGAL IKA, disitu letak kekuatan dan sinergi keberdayaan.  * * *

Garis bawah : KOPERASI DENGAN IPTEK, tantangan menzaman.

-----------------------------------------------------------------------------------------
Sumber BEYOND BOUNDARIES, wawancara - Liem Siok Lan, Aneka Ilmu, Semarang 2009. (bab 15)
Kontak : 024-6582901, 6580335. Liem Siok Lan adalah alumnus ITB (dan manca).

--- End forwarded message ---





#8222 From: anton john hartomo <antonhartomo@...>
Date: Fri Dec 4, 2009 10:20 am
Subject: KOPERASI-KOOPETITIF INDONESIA (1)
antonhartomo
Offline Offline
Send Email Send Email
 


----- Forwarded Message ----

Subject: Fwd: KOPERASI-KOOPETITIF INDONESIA : LIEM SIOK LAN (3)

--- In ITB_-inkubator

KERANGKA HOLISTIK KOPERASI KOOPETITIF KOMUNIKASI-SOSIAL IDAMAN (1)
ASAH-ASIH-ASUH MENUJU INDONESIA INC.

(lagi source gagas BUKU adik kita ALUMNUS ITB madam LIEM SIOK LAN arek malang sejati, 2009)
BEYOND BOUNDARIES, Aneka Ilmu, Semarang :  024-6580335, 024-6582901

Cepetlah pesen, bagus dibaca, jangan sampai kehabisan. Salam.


Dear all, manakala orang bermental JONGOS, makin tinggi derajat posisinya, GM atau Presdir, sering makin gaptek dia. Mengapa, lantaran boss mesti feodal dilayani ajudan atau unthul-unthul iain, apa-apa disiapkan. Malas nge-draft atau nge-browse sendiri, apalagi soal teh kopi. Rasanya kita pernah mengalaminya di satu kala. Heheho. Padahal bagaimana bikin usaha bengkel bila ukuran mur baut saja pekok ya. Mana bisa urus agro, kalau kaki pun enggan terendam lumpur sawah , mengaduk tahi sapi kambing, atau malah kena lintah atau scorpio sesekali ? Itulah situasi negeri Indonesia nan kini terpuruk...Hahihu. Semelekete!
Orang kini banyak disihir dua kutub buku : Francis Fukuyama & Samuel Huntington. Kontroversi atau tidak, tergantung kentosnya tentu. Globalisasi punya jamaksegi, dari homogenisasi sampai hegemonisasi.  Core dan perifer dipelototi. Malah kinipun sudah bernuansa PARADOKS, antara globalisasi dan pascamodern yang dironai desentralisasi dan kebhinnekaan. Makin mengglobal, kian melokal.
Indonesia ? Dengan PANCASILA, Indonesia punya kedewasaan berbangsa yang tinggi. Maka dalam soal Aceh saja, dari kerangka globalisasi bersandar ekonomi, titik temu bisa diraih. Lalu apa dengan keterpurukan berat di era/rezim kini, apa tesis Huntington berpeluang ? Sebentar, kalau Indonesia pecah, COSTnya sangat mengerikan besar. Bosnia yang kecil saja bikin geger, tak kunjung kelar urusan, apalagi kalau terjadi di Nusantara. Dan rasanya, SUMPAH PEMUDA 1928 landasan kokoh. Tetapi perlu lebih : asalkan pemerintah pusat sanggup berubah, MENSEJAHTERAKAN RAKYAT serta mengarahkan agar otonomi tetap konvergen-konsisten ke bingkai segar SMART INDONESIA INCORPORATED! Artinya, Fukuyama lebih afdol, asal politik ekonominya dirumus berbasis KERAKYATAN, akumulasi modal pun didistribusikan ke rakyat.
Globalisasi itu gejala TRI-DINAMIKA : globalisasi modal dan integrasi ekonomi, kemajuan teknologi (transportasi-informasi), serta konvergensi kepentingan mengelompok/korporasi multinasional pemadu kekuatan sosial aras global. Lalu INDONESIA ? Akan lunturkah nation-state ? Nanti dulu! Memang globalisasi menguji lagi konsep dan kekukuhan bentuk negara-bangsa di dunia.  Menurut founding father kita Bung Karno -  TRISAKTI : merdeka politis, mandiri ekonomi, budaya berkepribadian. Dan dalam wacana ekonomis, segala bangsa terdorong menata NATION-STATE CORP.  Pemerintah niscaya berbenah merumuskan peranan. Apa efisien ? Apa kebijakannya justru membebani keseluruhan sistem lantaran tak sanggup menjaga kesetimbangan ? Kekuatan market vs kekuatan pemerintah bukan impian siang bolong! Pemerintah yang KORUP dan tak efisien akan dihadang langsung oleh prasyarat efisiensi, cost reduction, dan layanan prima di dunia kini dan nanti. BIROKRASI biaya tinggi menginjak rakyat. Dan rakyat tidak bodo! Rakyat berwenang dan berhak memilih. Bila pemerintah tetap lamban menyikapi, negara gagal bukanlah dongeng akhir pekan. Pemerintah tak punya pilihan, pemerintah harus manut zaman. Take it atau matilah kau (the death of government). Birokrat korup menyengsarakan rakyat, dan matinya pemerintah tinggal soal waktu.
Pemerintah tetap bergaya feodal, atau mau menjadi manajemen pelayanan publik. Itulah persoalannya.
Dalam lingkar ekonomi, mestinya pemerintahlah penyetimbang. Pemerintah adalah pembela dan pelindung LAPISAN masyarakat TERBAWAH, menyediakan aneka insentif program kesejahteraan. Caranya : menyiapkan dan mendukung melalui KORPORASI KERAKYATAN terorganisir dengan sistem berbasis MULTIMEDIA-INFORMATIKA agar rakyat merasakan manfaat adanya, tanpa melalui tangan dan agen elite atau partai belaka. Maka cara dan hampiran sumbangan pajak dari yang kuat saja (seperti paradigma Sri kini) adalah sungguh bayek alias cingkrang. Bukan itu welfare program yang benar.
Dalam globalisasi (Ali Mazrui) ada 4 engine : agama, teknologi, ekonomi dan imperium (politik). Yang menonjol ialah globalisasi oleh TEKNOLOGI, yang mendorong penetrasi modal ke tempat yang paling basah. Indonesia mau apa ? Indonesia mesti sadar laku/praxis (bukan konsep semata) bahwa diatas peta GEOGRAFISnya niscaya ditumpangsuhkan peta EKONOMI. Ekonomi sumberdaya mesti makin dijelujuri dan diarahkan ke ekonomi berkekuatan IPTEK.
Kalau berkutat hanya di resource economy saja, sumberdaya mineral misalnya, apa lacur ? Fakta, 80% volum perdagangan antar negara (ekspor impor)nya oleh multinasional. Parah lagi kalau itu yang dijadikan sandaran hitungan indikator-indikator ekonomi makro karuhun semisal GNP, GDP dll yang absurd itu. Pemerintah kurang pintar, pasti rakyat yang sengsara. Padahal mestinya pemerintah justru harus serius di lapangan membenahi sektor informal serta kecil yang melibatkan 99.9% warga negara!
Pemerintah yang cerdas, melihat masalah sebagai tantangan dan peluang. Kalau terus menggenggam paradigma lama, mana mungkin mencipta pasar baru ala Blue Ocean Strategy ? Padahal bagi pemerintah, pasarnya jelas : RAKYAT. Ini yang jeli ditangkap China, juga India menyusul. Meladeni kebutuhan pasar rakyat, dengan mengacu MDG (goal millennium), tidak usah mbulet! Pemerintah nyaris tak punya kompetitor, tak seperti korporasi swasta. Jadi mestinya enteng, asalkan pemerintahnya tidak boten-boten alias bloon. Ada lagi sarana lain agar Indonesia dapat menangkap peluang globalisasi : network LSM, aneka prakarsa dan gerakan, oleh rakyatnya. Masalahnya : strategi baru ini harus dimulai dari PEMIMPIN PUNCAKnya. Kalau mampu bagus, kalau bingung dan ragu ya jongkok melulu. Perlu REVOLUSI cara berpikir. Bila elite enggan beringsut dari pola lama, jangan heran bila yang ada sekadar residu masa lalu bagi generasi penerus. Mental JONGOS sungguh lebih jahat daripada dajjal laiknya. Pemimpin sejati masa kini niscaya paham paradoks globalisasi, sekaligus mewujudkan upaya dan gerakan berbasis model-model segar IDEOLOGI KERAKYATAN, dengan tetap waskita dinamika lokal-globalnya. Bila pemimpinnya tidak becus, bukan mustahil pemerintah menjadi beban, bahkan menyengsarakan rakyatnya.
KOPERASI KOOPETITIF KORPORASI
Jangan kagetan dan gumunan. Bukan mustahil akan lahir nation-state baru lain, berbasis wire-society. Persaingan pelayanan masyarakat kian canggih, kok pemda-pemda masih pekok jua ? Negara incorporated adalah keniscayaan. Ingat, semacam koperasi di Spanyol (Mondragon/MCC) juga India dll skala besar milik rakyat, manajemen nearly-zero-cost via internet. Aliran-aliran baru demikian kini makin trendy. Tak relevan lagi isyu-isyu kampungan semisal etnis agama SARA dan gender, yang selama ini melekati masyarakat kuno-sesat-terpuruk ! Mengapa ? Program dan komputer, iptek, tidak kenal diskriminasi goblog begitu! INDONESIA jangan lala-lama lah, puas jongkok bodoh diuntal zaman.  Pemimpin dan penggerak juga  faktornya.
Maka jangan salah lagi. Dalam sistem pasar ada pula KOPERASI KORPORASI.  Paradigma baru EKONOMI JARINGAN meniscayakan infrastruktur politik telkom-multimedia, wajib dimiliki setiap individu penduduk tanpa pandang buku. Ini dapat dibayangkan seperti jiwa-komunitas ala Atlantis dulu juga. Indonesia konon letak Atlantis Lemuria, maka sungguh sayang kalau manusianya kini malah tambah loyo bodo. Infrastruktur telekomunikasi, komputer internet parabola, KOMUNIKASI SOSIAL, harus digulati dan wujudkan, disediakan bagi RAKYAT semurah mungkin. Jangan malah PULSA saja begitu mahal dibandingkan negara lain, karena patgulipat oligopolis telkom yang miskin moral. Knowledge-based BUSINESS berlipat nilai tambahlah KUNCI. Dijaga jangan sampai ada monopoli/oligopoli koperasi berteknologi begini : ciptakan kompetisi. Artinya KOOPERATIF sekaligus KOMPETITIF, hasilnya KOOPETITIF. Repotnya, di INDONESIA justru keruk-kerukan untung pemegang saham, jelas itu melawan ARUS ZAMAN. Bila diLANJUTKAN, pasti MASUK JURANG bangsa ini!
Bentuk KOOPETITIF ini pula yang dipikirkan para PENDIRI REPUBLIK dulu, Bung Karno, Bung Hatta dll. Dulu pemahamannya dalam bentuk BUMN dan KOPERASI. Apa ini masih cocok ? Masih cocok jiwa KOOPETITIFnya, tetapi lebih gambalng berupa BUMR : BADAN USAHA MILIK RAKYAT. Jadi bukan BUMN yang selama ini tak lebih sekadar OBYEK SAPI PERAHAN rezim berkuasa sampai partai politik! BUMN (dan Koperasi) masa kini yang berparadigma degil, hanya sebagai ajang kekuasaan dan sawah segelintir, adalah PENGKHIANATAN kemerdekaan dan jasa pahlawan, laiknya!
BISNIS KERAKYATAN berbasis DIGITAL inilah bentuk demokrasi yang terjabar dalam SILA 4 dan 5 PANCASILA, bila dipahami secara genuine. Dengan MANAJEMEN dan TEKNOLOGI, rakyat siap bertarung global, menjadi PLATFORM masyarakat digital masa depan. Itulah hakikat PEOPLE CYBERNOMICS. Itu yang mestinya dikembangkan di otak para insinyur yang sadar panggilan bangsanya. Itu yang harusnya disiapkan dan disediakan oleh pemerintah yang BUKAN mental JONGOS rakus kuasa ibarat TONGTONGSOT Petruk Dadi Ratu, yang hanya menyusahkan rakyat. Hanya dengan kerangka SIBERNOMIK RAKYAT begitulah ada kesetaraan POLITIK, EKONOMI, dan BUDAYA. Kearifan dan jenius lokal akan bermekaran tiada tara. Inilah makna PEMBERDAYAAN, bukan rebutan tulang dan daging di elite.
BUMN DAN SWASTA BESAR ?
Dalam PANCASILA ada KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA. Camkan itu, jangan cengengesan! Baca buku-buku BUNG KARNO dan BUNG HATTA, sebelum berani mengurus rakyat atau koperasi. Dengan jiwa itu pula dulu didirikan lebih 150 BUMN yang ditugasi MENSEJAHTERAKAN RAKYAT. Sekarang ? Direktur-direktur utama BUMN (banyak yang insinyur) pada pekok! Tak tahu tugas atau tak mampu mengejawantahkan tugas dari pendiri republik! Bersama jutaan KOPERASI (tepatnya KOOPETISI), mereka BUMN itu baru berhak menjadi SOKO GURU EKONOMI INDONESIA. Bisnis harus dengan MORAL.
Bukan berarti SWASTA tak ada peran atau digusur! Para pengusaha besar pun dapat berguna : para enterpreneur kreatif inovatif kompetitif, punya hak hidup. Caranya ? SINERGI dan WIN-WIN. Perusahaan RAKSASA di Indonesia ada juga, tetapi apakah pemiliknya mengerti TUGAS ZAMANnya ? BerSINERGI dalam business linkage konstruktif-produktif, juga dengan MEKANISME PENJAMINAN oleh pengusaha berpengalaman agar layak memperoleh fasilitas permodalan, serta aman. Begitulah SEGENAP komponen masyarakat harmonis tertata dalam bingkai KORPORASI INDONESIA BARU.
Akan terjelanglah INDONESIA RAYA, bukan Ngendonsia yang banyak hak-haknya saja diaku oleh tetangga! STRATEGI SAMUDERA BIRU niscaya dikembangkan dalam the New Indonesia Incorporated, yakni BUMR Badan Usaha Milik Rakyat. Jadi bukan BUMN sapi perahan elite atau KOPERASI  manasuka atau SWASTA obyek oknum birokrat bejat. Jelas pula, bukan EKONOMI ala NEOLIBS yang supra-rakus melampaui DASAMUKA!
...

(BERSAMBUNG)

--- End forwarded message ---




#8221 From: anton john hartomo <antonhartomo@...>
Date: Thu Dec 3, 2009 9:46 pm
Subject: REHAT SOSIAL fyi : KOPERASI-KOOPETITIF INDONESIA : LIEM SIOK LAN (3)
antonhartomo
Offline Offline
Send Email Send Email
 


----- Forwarded Message ----
Subject: Fwd: KOPERASI-KOOPETITIF INDONESIA : LIEM SIOK LAN (3)

--- In ITB_:

KERANGKA HOLISTIK KOPERASI KOOPETITIF KOMUNIKASI-SOSIAL IDAMAN (1)
ASAH-ASIH-ASUH MENUJU INDONESIA INC.

(lagi source gagas BUKU ALUMNUS ITB madam LIEM SIOK LAN arek malang sejati, 2009)
BEYOND BOUNDARIES, Aneka Ilmu, Semarang :  024-6580335, 024-6582901

Cepetlah pesen, bagus dibaca, jangan sampai kehabisan. Salam.


Dear all, manakala orang bermental JONGOS, makin tinggi derajat posisinya, GM atau Presdir, sering makin gaptek dia. Mengapa, lantaran boss mesti feodal dilayani ajudan atau unthul-unthul iain, apa-apa disiapkan. Malas nge-draft atau nge-browse sendiri, apalagi soal teh kopi. Rasanya kita pernah mengalaminya di satu kala. Heheho. Padahal bagaimana bikin usaha bengkel bila ukuran mur baut saja pekok ya. Mana bisa urus agro, kalau kaki pun enggan terendam lumpur sawah , mengaduk tahi sapi kambing, atau malah kena lintah atau scorpio sesekali ? Itulah situasi negeri Indonesia nan kini terpuruk...Hahihu. Semelekete!
Orang kini banyak disihir dua kutub buku : Francis Fukuyama & Samuel Huntington. Kontroversi atau tidak, tergantung kentosnya tentu. Globalisasi punya jamaksegi, dari homogenisasi sampai hegemonisasi.  Core dan perifer dipelototi. Malah kinipun sudah bernuansa PARADOKS, antara globalisasi dan pascamodern yang dironai desentralisasi dan kebhinnekaan. Makin mengglobal, kian melokal.
Indonesia ? Dengan PANCASILA, Indonesia punya kedewasaan berbangsa yang tinggi. Maka dalam soal Aceh saja, dari kerangka globalisasi bersandar ekonomi, titik temu bisa diraih. Lalu apa dengan keterpurukan berat di era/rezim kini, apa tesis Huntington berpeluang ? Sebentar, kalau Indonesia pecah, COSTnya sangat mengerikan besar. Bosnia yang kecil saja bikin geger, tak kunjung kelar urusan, apalagi kalau terjadi di Nusantara. Dan rasanya, SUMPAH PEMUDA 1928 landasan kokoh. Tetapi perlu lebih : asalkan pemerintah pusat sanggup berubah, MENSEJAHTERAKAN RAKYAT serta mengarahkan agar otonomi tetap konvergen-konsisten ke bingkai segar SMART INDONESIA INCORPORATED! Artinya, Fukuyama lebih afdol, asal politik ekonominya dirumus berbasis KERAKYATAN, akumulasi modal pun didistribusikan ke rakyat.
Globalisasi itu gejala TRI-DINAMIKA : globalisasi modal dan integrasi ekonomi, kemajuan teknologi (transportasi-informasi), serta konvergensi kepentingan mengelompok/korporasi multinasional pemadu kekuatan sosial aras global. Lalu INDONESIA ? Akan lunturkah nation-state ? Nanti dulu! Memang globalisasi menguji lagi konsep dan kekukuhan bentuk negara-bangsa di dunia.  Menurut founding father kita Bung Karno -  TRISAKTI : merdeka politis, mandiri ekonomi, budaya berkepribadian. Dan dalam wacana ekonomis, segala bangsa terdorong menata NATION-STATE CORP.  Pemerintah niscaya berbenah merumuskan peranan. Apa efisien ? Apa kebijakannya justru membebani keseluruhan sistem lantaran tak sanggup menjaga kesetimbangan ? Kekuatan market vs kekuatan pemerintah bukan impian siang bolong! Pemerintah yang KORUP dan tak efisien akan dihadang langsung oleh prasyarat efisiensi, cost reduction, dan layanan prima di dunia kini dan nanti. BIROKRASI biaya tinggi menginjak rakyat. Dan rakyat tidak bodo! Rakyat berwenang dan berhak memilih. Bila pemerintah tetap lamban menyikapi, negara gagal bukanlah dongeng akhir pekan. Pemerintah tak punya pilihan, pemerintah harus manut zaman. Take it atau matilah kau (the death of government). Birokrat korup menyengsarakan rakyat, dan matinya pemerintah tinggal soal waktu.
Pemerintah tetap bergaya feodal, atau mau menjadi manajemen pelayanan publik. Itulah persoalannya.
Dalam lingkar ekonomi, mestinya pemerintahlah penyetimbang. Pemerintah adalah pembela dan pelindung LAPISAN masyarakat TERBAWAH, menyediakan aneka insentif program kesejahteraan. Caranya : menyiapkan dan mendukung melalui KORPORASI KERAKYATAN terorganisir dengan sistem berbasis MULTIMEDIA-INFORMATIKA agar rakyat merasakan manfaat adanya, tanpa melalui tangan dan agen elite atau partai belaka. Maka cara dan hampiran sumbangan pajak dari yang kuat saja (seperti paradigma Sri kini) adalah sungguh bayek alias cingkrang. Bukan itu welfare program yang benar.
Dalam globalisasi (Ali Mazrui) ada 4 engine : agama, teknologi, ekonomi dan imperium (politik). Yang menonjol ialah globalisasi oleh TEKNOLOGI, yang mendorong penetrasi modal ke tempat yang paling basah. Indonesia mau apa ? Indonesia mesti sadar laku/praxis (bukan konsep semata) bahwa diatas peta GEOGRAFISnya niscaya ditumpangsuhkan peta EKONOMI. Ekonomi sumberdaya mesti makin dijelujuri dan diarahkan ke ekonomi berkekuatan IPTEK.
Kalau berkutat hanya di resource economy saja, sumberdaya mineral misalnya, apa lacur ? Fakta, 80% volum perdagangan antar negara (ekspor impor)nya oleh multinasional. Parah lagi kalau itu yang dijadikan sandaran hitungan indikator-indikator ekonomi makro karuhun semisal GNP, GDP dll yang absurd itu. Pemerintah kurang pintar, pasti rakyat yang sengsara. Padahal mestinya pemerintah justru harus serius di lapangan membenahi sektor informal serta kecil yang melibatkan 99.9% warga negara!
Pemerintah yang cerdas, melihat masalah sebagai tantangan dan peluang. Kalau terus menggenggam paradigma lama, mana mungkin mencipta pasar baru ala Blue Ocean Strategy ? Padahal bagi pemerintah, pasarnya jelas : RAKYAT. Ini yang jeli ditangkap China, juga India menyusul. Meladeni kebutuhan pasar rakyat, dengan mengacu MDG (goal millennium), tidak usah mbulet! Pemerintah nyaris tak punya kompetitor, tak seperti korporasi swasta. Jadi mestinya enteng, asalkan pemerintahnya tidak boten-boten alias bloon. Ada lagi sarana lain agar Indonesia dapat menangkap peluang globalisasi : network LSM, aneka prakarsa dan gerakan, oleh rakyatnya. Masalahnya : strategi baru ini harus dimulai dari PEMIMPIN PUNCAKnya. Kalau mampu bagus, kalau bingung dan ragu ya jongkok melulu. Perlu REVOLUSI cara berpikir. Bila elite enggan beringsut dari pola lama, jangan heran bila yang ada sekadar residu masa lalu bagi generasi penerus. Mental JONGOS sungguh lebih jahat daripada dajjal laiknya. Pemimpin sejati masa kini niscaya paham paradoks globalisasi, sekaligus mewujudkan upaya dan gerakan berbasis model-model segar IDEOLOGI KERAKYATAN, dengan tetap waskita dinamika lokal-globalnya. Bila pemimpinnya tidak becus, bukan mustahil pemerintah menjadi beban, bahkan menyengsarakan rakyatnya.
KOPERASI KOOPETITIF KORPORASI
Jangan kagetan dan gumunan. Bukan mustahil akan lahir nation-state baru lain, berbasis wire-society. Persaingan pelayanan masyarakat kian canggih, kok pemda-pemda masih pekok jua ? Negara incorporated adalah keniscayaan. Ingat, semacam koperasi di Spanyol (Mondragon/MCC) juga India dll skala besar milik rakyat, manajemen nearly-zero-cost via internet. Aliran-aliran baru demikian kini makin trendy. Tak relevan lagi isyu-isyu kampungan semisal etnis agama SARA dan gender, yang selama ini melekati masyarakat kuno-sesat-terpuruk ! Mengapa ? Program dan komputer, iptek, tidak kenal diskriminasi goblog begitu! INDONESIA jangan lala-lama lah, puas jongkok bodoh diuntal zaman.  Pemimpin dan penggerak juga  faktornya.
Maka jangan salah lagi. Dalam sistem pasar ada pula KOPERASI KORPORASI.  Paradigma baru EKONOMI JARINGAN meniscayakan infrastruktur politik telkom-multimedia, wajib dimiliki setiap individu penduduk tanpa pandang buku. Ini dapat dibayangkan seperti jiwa-komunitas ala Atlantis dulu juga. Indonesia konon letak Atlantis Lemuria, maka sungguh sayang kalau manusianya kini malah tambah loyo bodo. Infrastruktur telekomunikasi, komputer internet parabola, KOMUNIKASI SOSIAL, harus digulati dan wujudkan, disediakan bagi RAKYAT semurah mungkin. Jangan malah PULSA saja begitu mahal dibandingkan negara lain, karena patgulipat oligopolis telkom yang miskin moral. Knowledge-based BUSINESS berlipat nilai tambahlah KUNCI. Dijaga jangan sampai ada monopoli/oligopoli koperasi berteknologi begini : ciptakan kompetisi. Artinya KOOPERATIF sekaligus KOMPETITIF, hasilnya KOOPETITIF. Repotnya, di INDONESIA justru keruk-kerukan untung pemegang saham, jelas itu melawan ARUS ZAMAN. Bila diLANJUTKAN, pasti MASUK JURANG bangsa ini!
Bentuk KOOPETITIF ini pula yang dipikirkan para PENDIRI REPUBLIK dulu, Bung Karno, Bung Hatta dll. Dulu pemahamannya dalam bentuk BUMN dan KOPERASI. Apa ini masih cocok ? Masih cocok jiwa KOOPETITIFnya, tetapi lebih gambalng berupa BUMR : BADAN USAHA MILIK RAKYAT. Jadi bukan BUMN yang selama ini tak lebih sekadar OBYEK SAPI PERAHAN rezim berkuasa sampai partai politik! BUMN (dan Koperasi) masa kini yang berparadigma degil, hanya sebagai ajang kekuasaan dan sawah segelintir, adalah PENGKHIANATAN kemerdekaan dan jasa pahlawan, laiknya!
BISNIS KERAKYATAN berbasis DIGITAL inilah bentuk demokrasi yang terjabar dalam SILA 4 dan 5 PANCASILA, bila dipahami secara genuine. Dengan MANAJEMEN dan TEKNOLOGI, rakyat siap bertarung global, menjadi PLATFORM masyarakat digital masa depan. Itulah hakikat PEOPLE CYBERNOMICS. Itu yang mestinya dikembangkan di otak para insinyur yang sadar panggilan bangsanya. Itu yang harusnya disiapkan dan disediakan oleh pemerintah yang BUKAN mental JONGOS rakus kuasa ibarat TONGTONGSOT Petruk Dadi Ratu, yang hanya menyusahkan rakyat. Hanya dengan kerangka SIBERNOMIK RAKYAT begitulah ada kesetaraan POLITIK, EKONOMI, dan BUDAYA. Kearifan dan jenius lokal akan bermekaran tiada tara. Inilah makna PEMBERDAYAAN, bukan rebutan tulang dan daging di elite.
BUMN DAN SWASTA BESAR ?
Dalam PANCASILA ada KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA. Camkan itu, jangan cengengesan! Baca buku-buku BUNG KARNO dan BUNG HATTA, sebelum berani mengurus rakyat atau koperasi. Dengan jiwa itu pula dulu didirikan lebih 150 BUMN yang ditugasi MENSEJAHTERAKAN RAKYAT. Sekarang ? Direktur-direktur utama BUMN (banyak yang insinyur) pada pekok! Tak tahu tugas atau tak mampu mengejawantahkan tugas dari pendiri republik! Bersama jutaan KOPERASI (tepatnya KOOPETISI), mereka BUMN itu baru berhak menjadi SOKO GURU EKONOMI INDONESIA. Bisnis harus dengan MORAL.
Bukan berarti SWASTA tak ada peran atau digusur! Para pengusaha besar pun dapat berguna : para enterpreneur kreatif inovatif kompetitif, punya hak hidup. Caranya ? SINERGI dan WIN-WIN. Perusahaan RAKSASA di Indonesia ada juga, tetapi apakah pemiliknya mengerti TUGAS ZAMANnya ? BerSINERGI dalam business linkage konstruktif-produktif, juga dengan MEKANISME PENJAMINAN oleh pengusaha berpengalaman agar layak memperoleh fasilitas permodalan, serta aman. Begitulah SEGENAP komponen masyarakat harmonis tertata dalam bingkai KORPORASI INDONESIA BARU.
Akan terjelanglah INDONESIA RAYA, bukan Ngendonsia yang banyak hak-haknya saja diaku oleh tetangga! STRATEGI SAMUDERA BIRU niscaya dikembangkan dalam the New Indonesia Incorporated, yakni BUMR Badan Usaha Milik Rakyat. Jadi bukan BUMN sapi perahan elite atau KOPERASI  manasuka atau SWASTA obyek oknum birokrat bejat. Jelas pula, bukan EKONOMI ala NEOLIBS yang supra-rakus melampaui DASAMUKA!
...

(BERSAMBUNG)

--- End forwarded message ---




#8220 From: anton john hartomo <antonhartomo@...>
Date: Thu Dec 3, 2009 8:26 am
Subject: Rehat Negeri : AYO SIAP PERGI ?
antonhartomo
Offline Offline
Send Email Send Email
 


----- Forwarded Message ----


Di kalangan spiritualis, sudah dirembug lama kepindahan ke pusat budaya Daya. Mari pindah dari Chaos ke Order, menata ENTROPI, recycling holistik. Jakarta sudah gak beres. Secara kimia, matematika sampai astronomi pun OK. Simak pula keatlantisannya. Mari siapkan lahannya sekalian.
Salam, satuhu

----- Forwarded Message ----

Pemindahan Pusat Pemerintahan (Ibukota)

Bangsa ini telah lama dan tengah memikirkan lokasi baru pusat pemerintahan. Kalau seperti Malaysia itu tanggung dan setengah hati. Cuma 40 km. Sehingga sebagian tidak pindah rumah dan akhirnya jadi jauh dan macet.

Harusnya seperti Brazil yang memindahkan ibukotanya begitu jauh dari Rio de Janeiro ke Brasilia, atau Amerika Serikat dari New York ke Washington DC, Jepang dari Kyoto ke Tokyo, Australia dari Sidney ke Canberra, Jerman dari Bonn ke Berlin.

Karena jauh akhirnya pada pindah rumah. Kalau dekat, misalnya di Jonggol atau Sentul, niscara orang Tangerang, Bogor, Jakarta, Bekasi, Depok tetap tinggal di rumahnya dan berkantor di ibukota baru. Jalan jauh dan kemacetan pun terus berlangsung.

Pemindahan Ibukota Negara Indonesia dari Jakarta

Pertama-tama kita harus sadar bahwa pemindahan ibukota dari satu kota ke kota lain adalah hal yang biasa dan pernah dilakukan. Sebagai contoh, Amerika Serikat pernah memindahkan ibukota mereka dari New York ke Washington DC, Jepang dari Kyoto ke Tokyo, Australia dari Sidney ke Canberra, Jerman dari Bonn ke Berlin, sementara Brazil memindahkan ibukotanya dari Rio de Janeiro ke Brasilia. Indonesia sendiri pernah memindahkan ibukotanya dari Jakarta ke Yogyakarta.



Over Populasi (Jumlah penduduk melebihi daya tampung) merupakan penyebab utama kenapa banyak negara memindahkan ibukotanya. Sebagai contoh saat ini Jepang dan Korea Selatan tengah merencanakan pemindahan ibukota negara mereka. Jepang ingin memindahkan ibukotanya karena wilayah Tokyo Megapolitan jumlah penduduknya sudah terlampau besar yaitu: 33 juta jiwa. Korsel pun begitu karena wilayah kota Seoul dan sekitarnya jumlah penduduknya sudah mencapai 22 juta. Bekas ibukota AS, New York dan sekitarnya total penduduknya mencapai 22 juta jiwa. Jakarta sendiri menurut mantan Gubernur DKI, Ali Sadikin, dirancang Belanda untuk menampung 800.000 penduduk. Namun ternyata di saat Ali menjabat Gubernur jumlahnya membengkak jadi 3,5 juta dan sekarang membengkak lagi hingga daerah Metropolitan Jakarta yang meliputi Jabodetabek mencapai total 23 juta jiwa.

Jadi pemindahan ibukota bukanlah hal yang tabu dan sulit. Soeharto sendiri sebelum lengser sempat merencanakan pemindahan ibukota Jakarta ke Jonggol.

Kenapa kita harus memindahkan ibukota dari Jakarta? Apa tidak repot? Apa biayanya tidak terlalu besar? Jawaban dari pertanyaan ini harus benar-benar tepat dan beralasan. Jika tidak, hanya buang-buang waktu, tenaga, dan biaya.

Pertama kita harus sadar bahwa ibukota Jakarta di mana lebih dari 80% uang yang ada di Indonesia beredar di sini merupakan magnet yang menarik penduduk seluruh dari Indonesia untuk mencari uang di Jakarta. Arus urbanisasi dari daerah ke Jakarta begitu tinggi. Akibatnya jika penduduk Jakarta pada zaman Ali Sadikin tahun 1975-an hanya sekitar 3,5 juta jiwa, saat ini jumlahnya sekitar 10 juta jiwa. Pada hari kerja dengan pekerja dari wilayah Jabotabek, penduduk Jakarta menjadi 12 juta jiwa.

Jumlah penduduk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi diperkirakan sekitar 23 juta jiwa. Padahal tahun 1986 jumlahnya hanya sekitar 14,6 juta jiwa (MS Encarta). Jika Jakarta terus dibiarkan jadi ibukota, maka jumlah ini akan terus membengkak dan membengkak. Akibatnya kemacetan semakin merajalela. Jumlah kendaraan bertambah. Asap kendaraan dan polusi meningkat sehingga udara Jakarta sudah tidak layak hirup lagi. Pohon-pohon, lapangan rumput, dan tanah serapan akan semakin berkurang diganti oleh aspal dan lantai beton perumahan, gedung perkantoran dan pabrik. Sebagai contoh berbagai hutan kota atau tanah lapang di kawasan Senayan, Kelapa Gading, Pulomas, dan sebagainya saat ini sudah menghilang diganti dengan Mall, gedung perkantoran dan perumahan.

Hal-hal di atas akan mengakibatkan:
Jakarta akan jadi kota yang sangat macet
Dengan banyaknya orang bekerja di Jakarta padahal rumah mereka ada di pinggiran Jabotabek, akan mengakibatkan pemborosan BBM. Paling tidak ada sekitar 6,5 milyar liter BBM dengan nilai sekitar Rp 30 trilyun yang dihabiskan oleh 2 juta pelaju ke Jakarta setiap tahun.
Dengan kemacetan dan jauhnya jarak perjalanan, orang menghabiskan waktu 3 hingga 5 jam per hari hanya untuk perjalanan kerja.
Stress meningkat akibat kemacetan di jalan.
Penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) juga meningkat karena orang berada lama di jalan dan menghisap asap knalpot kendaraan
Banjir dan kekeringan akan semakin meningkat karena daerah resapan air terus berkurang.
Jumlah penduduk Indonesia akan terpusat di wilayah Jabodetabek. Saat ini saja sekitar 30 juta dari 200 juta penduduk Indonesia menempati area 1500 km2 di Jabodetabek. Atau 15% penduduk menempati kurang dari 1% wilayah Indonesia.
Pembangunan akan semakin tidak merata karena kegiatan pemerintahan, bisnis, seni, budaya, industri semua terpusat di Jakarta dan sekitarnya.
Tingkat Kejahatan/Kriminalitas akan meningkat karena luas wilayah tidak mampu menampung penduduk yang terlampau padat.
Timbul bahaya kelaparan karena over populasi dan sawah berubah jadi rumah, kantor, dan pabrik. Saat ini pulau Jawa yang merupakan pulau terpadat di dunia 7 x lipat lebih padat daripada RRC. Kepadatan penduduk di Jawa 1.007 orang/km2 sementara di RRC hanya 138 orang/km2. Tak heran di pulau Jawa banyak orang yang kelaparan dan makan nasi aking.

Untuk itu diperlukan penyebaran pusat kegiatan di berbagai kota di Indonesia. Sebagai contoh, di AS pusat pemerintahan ada di Washington DC yang jumlah penduduknya hanya 563 ribu jiwa. Sementara pusat bisnis ada di New York dengan populasi 8,1 juta. Pusat kebudayaan ada di Los Angeles dengan populasi 3,9 juta. Pusat Industri otomotif ada di Detroit dengan jumlah penduduk 911.000 jiwa.

Di AS kegiatan tersebar di beberapa kota. Tidak tertumpuk di satu kota. Sehingga pembangunan bisa lebih merata.

Indonesia juga harus begitu. Semua kegiatan jangan terpusat di Jakarta. Jika tidak, maka jumlah penduduk kota Jakarta akan terus membengkak. Dalam 10-20 tahun, Jakarta akan jadi kota yang mati/semrawut karena jumlah penduduk yang terlampau banyak (saat ini saja kemacetan sudah luar biasa).

Biarlah Jakarta cukup menjadi pusat bisnis. Untuk pusat pemerintahan, sebaiknya dipindahkan ke Kalimantan Tengah.



Kenapa Kalimantan Tengah? Kenapa tidak di Jawa, Sulawesi, atau Sumatra?

Pertama Jawa adalah pulau kecil yang sudah terlampau padat penduduknya. Luas pulau Jawa hanya 134.000 km2 sementara jumlah penduduknya sekitar 135 juta jiwa. Kepadatannya sudah mencapai lebih dari 1.000 jiwa per km2. Apalagi pulau Jawa yang subur dengan persawahan yang sudah mapan seharusnya dipertahankan tetap jadi lahan pertanian untuk mencukupi kebutuhan pangan di Indonesia. Kalau dipaksakan di Jawa, maka luas sawah akan berkurang sebanyak 50.000 hektar! Produksi beras/pangan lain akan berkurang sekitar 200 ribu ton per tahun! Indonesia akan semakin kekurangan pangan karenanya. Selama ibukota tetap di Jawa, pulau Jawa akan semakin padat dan pembangunan tidak tersebar ke seluruh Indonesia. Jawa sudah kebanyakan penduduk/over-crowded!

Ada pun pulau Sumatera letaknya relatif agak di Barat. Dengan jumlah penduduk lebih dari 42 juta, pembangunan di Sumatera sudah cukup lumayan.

Sulawesi dengan luas 189.000 km2 dan jumlah penduduk sekitar 15 juta jiwa masih terlalu kecil wilayahnya. Sumatera dan Sulawesi adalah pulau yang subur dan cocok untuk pertanian. Jadi sayang jika pertumbuhan jumlah penduduk dipusatkan di situ. Belum lagi kedua wilayah ini rawan dengan gempa bumi dan tsunami.

Ada pun Kalimantan luasnya 540.000 km2 dengan jumlah penduduk hanya 12 juta jiwa. Pulau Kalimantan jauh lebih luas dibanding pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi dan jumlah penduduknya justru paling sedikit.



Di pulau Kalimantan juga tidak ada gunung berapi dan merupakan pulau yang teraman dari gempa. Sementara di pesisir Kalimantan Tengah yang berbatasan dengan Laut Jawa juga ombak relatif tenang dan aman dari Tsunami. Ini cocok untuk jadi tempat ibukota Indonesia yang baru.

Jika iya, apakah ibukota memakai kota yang sudah ada seperti Palangkaraya atau membuat kota baru sama sekali?

Jika membuat ibukota dari kota yang sudah ada seperti Palangkaraya, ini akan menimbulkan 2 kendala besar. Pertama perencanaan pembangunan jadi tidak fleksibel. Sulit untuk merencanakan tata ruang baru karena ruang yang ada sudah terpakai. Sebagai contoh, sulit untuk membuat jalan protokol selebar jalan Thamrin dan Sudirman karena jalan yang sudah ada ukurannya kecil. Jika dipaksakan, harus menggusur gedung-gedung di sekelilingnya. Ini jumlahnya banyak sekali dan biayanya juga tentu sangat besar.

Kedua, karena tanah yang diperlukan sudah ada yang memiliki, akan ada banyak spekulan tanah yang menjual tanahnya dengan harga yang sangat tinggi. Per meter persegi bisa 2-3 juta lebih. Biaya pembangunan ibukota bisa meroket dengan tinggi. Untuk pelebaran jalan, gedung pemerintahan dan rumah dinas seluas total 50 km2 saja bisa mencapai Rp 500 trilyun rupiah lebih.

Oleh karena itu lebih mudah dan lebih murah membangun ibukota baru dari tanah kosong milik negara. Idealnya ibukota baru ini memakai lahan bekas HPH yang sudah gundul dan terletak di pinggir sungai. Jarak ke pantai sebaiknya tidak lebih dari 50 km sehingga bisa jadi pusat pelabuhan.

Dengan cara ini, seandainya harus ada pembebasan lahan, biayanya tak lebih dari 10 ribu / m2. Jadi seandainya lahan yang diperlukan 500 km2, maka biaya pembebasan lahan hanya Rp 5 trilyun.

Ibukota Brazil, Brasilia dibangun dari tanah kosong / awal. Dari situ dirancang dan dibangun semuanya dari awal oleh para ahli tata kota. Ibukota lainnya yang dirancang dan dibangun dari awal untuk jadi ibukota adalah Washington DC, Canberra, dan Islamabad: Islamabad rancangan kotanya disiapkan tahun 1960, pembangunan konstruksi pertama tahun 1961, dan selesai tahun 1966. Selesai dalam 6 tahun. Umumnya ibukota baru dibangun tidak jauh dari kota sekitarnya (di bawah 400 km jaraknya). Brasilia sejak jadi ibukota tahun 1957 sekarang jumlah penduduknya sekitar 2,5 juta jiwa, Canberra 350 ribu jiwa dan Washington DC sekitar 563 ribu jiwa.

Apakah negara akan rugi karena biaya pembangunan ibukota sangat tinggi?

Pembangunan ibukota biayanya memang cukup tinggi. Tapi akan lebih tinggi lagi biayanya baik dari segi kesehatan mau pun biaya jika kita tetap memakai Jakarta sebagai ibukota. Selain itu pemerintah bisa memakai pembangunan ibukota baru sebagai sarana untuk mendapatkan uang. Bagaimana caranya?

Dari 500 km2 luas ibukota baru, tidak semuanya dipakai pemerintah. Pemerintah hanya memakai 50 km2 untuk jalan, gedung pemerintah, dan rumah dinas. 100 km2 bisa dipakai untuk hutan dan taman kota. Sisanya 350 km2 bisa dijual untuk bisnis dan umum dengan harga Rp 500.000-1.000.000 /m2. Paling tidak pemerintah bisa mendapat 175 hingga 350 trilyun rupiah dari penjualan lahan. Ini bisa dilakukan secara bertahap. Beberapa kota swasta seperti Lippo City, Lippo Karawaci, dan juga BSD sudah menerapkan hal ini.. Pemerintah dengan dukungan dana APBN seharusnya juga bisa. Jadi dari sisi dana seharusnya tidak masalah.

Total pembangunan gedung pemerintah sendiri paling hanya sekitar Rp 20 trilyun. Ini cukup untuk 200 gedung @ Rp 100 milyar. Total biaya diperkirakan mencapai Rp 150 trilyun. Jika dilakukan secara bertahap dalam 5 tahun maka biayanya Rp 30 trilyun per tahun atau kurang dari 4% jumlah APBN yang mencapai sekitar Rp 800 trilyun. Biaya ini bisa ditutup nantinya dengan dana dari hasil penjualan lahan senilai Rp 175-350 trilyun.

Ibukota baru ini sebaiknya berjarak tidak lebih dari 200 km dari kota yang sudah ada, sehingga bisa mendapat dukungan logistik dari kota tersebut selama ibukota masih dalam pembangunan. Ibukota baru ini juga akan menghidupkan kota-kota di sekelilingnya.

Usulan Lokasi Ibukota Baru

Usulan saran saya ibukota baru ini dinamakan Kota Merdeka. Diharapkan Indonesia dengan kota ini benar-benar merdeka secara ekonomi dan politik. Letaknya 30 km dari kota Pangkalanbun dan terletak di tepi sungai yang lebarnya 1-2 km (lihat peta) dan berjarak 40 km dari laut. Jadi kota ini bisa jadi kota pelabuhan, aman dari tsunami. Kondisinya seperti kota London yang jaraknya dari laut sekitar 40 km. Dengan posisi agak jauh dari laut, kota ini relatif lebih aman dari bahaya invasi secara mendadak. Selain itu dengan sungai yang lebar akan ada pemandangan River View ala kota-kota Eropa, AS, dan Australia, di mana kapal-kapal besar bisa masuk melewati sungai. Sebagian Kota ini juga ada di dataran tinggi antara 50-500 meter dari permukaan tanah.

Kota ini jaraknya 670 km dari Jakarta. Jadi kurang lebih sama dengan jarak kota Surabaya-Jakarta. Dengan pesawat terbang dapat ditempuh kurang dari satu jam.

Diharapkan dengan adanya ibukota baru ini, Jakarta tetap menjadi pusat bisnis, sementara kota yang baru (Kota Merdeka?) menjadi pusat pemerintahan pembangunan dan penyebaran penduduk di Indonesia lebih merata.

Memang pemindahan ibukota tidak harus dilakukan sekarang. Tapi dalam 10 tahun ke depan mau tidak mau harus pindah. Jadi harus dipikirkan dan direncanakan mulai dari sekarang. Jika tidak pindah, apa jadinya jika jumlah penduduk Jabodetabek mencapai 30-40 juta jiwa pada tahun 2018?

Baca selengkapnya di:
http://politik.kompasiana.com/2009/12/03/sby-pemindahan-pusat-

--- End forwarded message ---





#8219 From: andre andreas <mataharikusatu@...>
Date: Thu Dec 3, 2009 5:27 am
Subject: Skandal Korupsi, Disfungsi Presiden & Turbulensi Politik
mataharikusatu
Offline Offline
Send Email Send Email
 

Menakar Potensi Gerakan Ekstra Parlementer, People’s Power dan Lahirnya Kekuatan Politik Alternatif yang Tangguh

Titik Lemah Pemerintahan SBY-Boediono : Koalisi Tambun Yang Tak Disiplin, Disfungsi Presiden dan Presiden Mengambang

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/12/titik-lemah-pemerintahan-sby-boediono.html

Koalisi tambun yang tak disiplin, disfungsi presiden, dan gejala presiden mengambang adalah sisi-sisi yang sungguh mencemaskan berkaitan dengan kabinet Yudhoyono-Boediono dan masa depannya. Menegasnya sisi-sisi ini hari-hari ini membikin siapa pun sebaiknya tak terlalu tergesa membuat proyeksi mengenai masa depan yang jauh dari kabinet ini. Sebab, jangan-jangan kabinet ini sudah harus menjalani masa suram dalam masa depannya yang sangat dekat.

Dipetik dari artikel Eep Saefulloh Fatah ”Proyeksi Politik 2010: Koalisi Tambun, Presiden Mengambang” di Majalah Tempo

 

Magnitudo Skandal Century dan People’s Power

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/12/magnitudo-skandal-century-dan-peoples.html

Mengingat besarnya magnitudo skandal itulah beberapa pekan terakhir muncul reaksi keras dari berbagai kalangan, termasuk unjuk rasa mahasiswa. Mereka kekuatan moral, intelektual, dan sosial yang berpihak kepada hati nurani rakyat.

Unjuk rasa mereka—juga oleh kalangan lain—bisa memicu people’s power (kekuatan rakyat) yang positif karena gagal ditunggangi pihak ketiga.

…………

 

People’s power dibutuhkan ketika kekuasaan membangun tembok pelindung dirinya. Persis 30 tahun lalu pada hari-hari ini people’s power merobohkan tembok kekuasaan, termasuk Tembok Berlin, yang membentengi rezim-rezim otoriter di Eropa Timur dengan jalan damai.

Melancarkan people’s power melalui metode power to the people, tentu membelajarkan, menyadarkan, dan memberdayakan rakyat agar tidak terkelabui oleh skandal Century.


Dipetik dari Kolom Politik-Ekonomi Budiarto Shambazy ”People’s Power” di Harian Kompas.

 

Tipologi Rezim dan Peluang People Power di Indonesia

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/12/tipologi-rezim-dan-peluang-people-power.html


Cerita sukses people power umumnya terjadi pada rezim otoriter dengan kapasitas rendah.
Skandal, baik korupsi atau pemilu, membuka peluang gerakan massa menyeruak karena kemampuan rezim dalam mengendalikan teritori dan menggunakan instrumen kekerasan terbatas. Belum lagi jika secara internal timbul keretakan di kalangan elit. Dengan struktur kesempatan politik yang lebih terbuka, perubahan rezim menjadi niscaya.

Untuk Asia Tenggara, “berlaku” siklus people power dalam merontokkan rezim predator--dimulai dari Filipina merambat ke Thailand dan singgah di Indonesia. Dengan dimotori para veteran people power sebelumnya, Filipina berhasil menggulingkan Joseph Estrada dan Thailand mengusir Thaksin Sinawatra. Dengan tipologi rezim hybrid, berkapasitas rendah, serta cenderung lamban dalam mengambil keputusan, tentunya membuka peluang bagi gerakan people power di Indonesia. Akankah siklus ini berputar sempurna?


Dipetik dari artikel Luky Djani People Power dan Pergantian Rejim (pemilu.liputan6.com yang dimuat kembali di indoprogress)

 

Mr. President, either you’re with us or against us!  

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/11/mr-president-either-youre-with-us-or.html

.................Banyak gossip dan rumors beredar tentang keterlibatan presiden pribadi dalam kasus pelemahan KPK. Banyak juga yang mengaitkan dengan kasus bail-out Bank Century. Yudhoyono tidak bisa mengabaikan semua ini dengan dalih tidak mau mencampuri proses hukum. Seharusnya dia pun tahu bahwa proses penegakan hukum itu sudah dibajak oleh para predator model Susno, Danuri, Ritonga, Situmeang, Anggoro-Anggodo, dan lain-lainnya itu. Yudhoyono tidak bisa berpura-pura tidak tahu akan hal ini.

Untuk itu, sulit untuk memberikan benefit of the doubt [keyakinan bahwa seseorang itu memiliki itikad yang baik ditengah keraguan apakah dia baik atau jahat] kepada Yudhoyono. Mungkin Yudhoyono harus tahu bahwa dia sudah menghabiskan semua trust-capital-nya, karena membiarkan semua ini berlarut-larut dengan terus menerus menjaga image (jaim).
Mungkin harus lebih banyak orang berteriak, “Mr. President, either you’re with us or against us!”***

 

Dipetik dari  artikel Antonius Made Tony Supriatma Kedaulatan Para Pemangsa (Predators)  di Indoprogress

Pemberantasan Korupsi : Perlu Perubahan Struktur Politik (dan ekonomi), Penegakkan Hukum Saja Tak Memadai

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/11/pemberantasan-korupsi-perlu-perubahan.html

.......jika terus mengandalkan aspek penegakan hukum seperti yang selama dilakukan, sangat tidak memadai. Gerakan anti korupsi lantas menjadi gerakan mengejar koruptor dan menjeblosan ke penjara. Kelemahan utama dari strategi ini terletak pada lingkungan hukum itu sendiri. Lembaga, aparatur, perangkat perundangan dan prosedur beracara masih sangat rapuh dan jelas tidak kebal intervensi baik politik, finansial maupun tekanan secara fisik. Untuk itu perlu ada gerakan yang secara sistematis berupaya untuk menggantikan elite pemangsa ini dan kemudian merombak struktur yg mendiskriminasi dan mendominasi. Memang di banyak tempat, bermunculan upaya gerakan alternatif baik yang bertumpu pada politik elektoral maupun non-elektoral. Pengorganisasian kelompok korban, marginal, maupun kepentingan (publik) perlu dijadikan fokus, agar kelompok terorganisir ini dapat mengimbangi elite pemangsa yngg selama ini mengakuisisi ruang politik. Tanpa ada perubahan struktur politik (dan ekonomi), level lapangan permainan antar kelompok kepentingan, agenda pemberantasasn korupsi selalu tergantung kepada belas kasih elite. Lebih tepatnya, kita hanya bertumpu pada keinginan politik penguasa.

Petikan pernyataan Luky Djani saat diwawancarai Coen dari Indoprogress

Cicak Vs Buaya : Menakar Potensi People Power, Membandingkan Dengan Gerakan 98?

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/11/cicak-vs-buaya-membandingkan-dengan.html

Namun ada perbedaannya dengan kasus 1998. Pada tahun itu, terdapat barisan atau organisasi pelopor (vanguard organization), sedangkan di tahun 2009, yang ada hanyalah kelompok penekan (pressure group). Kedua hal itu jelas berbeda. Barisan atau organisasi pelopor terus berusaha memimpin dan menaikkan derajat perlawanan hingga sampai pada isu tertinggi yang bisa dicapai. Sementara kelompok penekan, hanya akan tetap peduli pada isu reformis biasa. Praktiknya nyata di lapangan, kelompok pelopor terus mengancam rezim dengan gelombang aksi massa yang besar dan seringkali berakhir dengan bentrokan, maka aksi kelompok penekan hanyalah sampai pada penggalangan massa, membaca pernyataan sikap, lalu duduk atau berdiri sambil berjoget atau sambil menonton acara musik.

dipetik dari artikel Putut EA di Indoprogress, “Akankah SBY Jatuh?”

Masyarakat kelas menengah yang bergerak juga masih terbatas pada pekerja pers, aktivis mahasiswa, dan lembaga swadaya masyarakat dengan beragam motif yang berserak. Bandingkan dengan gerakan 1998, yang melibatkan pekerja-pekerja berdasi (white collar), para buruh, sampai kaum tani yang tidak lagi bisa membeli pupuk. Teori stabilitas ekonomi mutlak berlaku, yakni apabila mahasiswa masih bisa membeli pulsa dan membayar kamar-kamar kosnya, serta tidak membuat dapur umum di kampus-kampus dengan menu Indomie, maka kolaborasi gerakan kelas menengah dengan kelas bawah tidak akan terjadi. Krisis ekonomipolitik 1998 menyebabkan banyak mahasiswi tidak lagi bisa membeli bakso, apalagi\ bedak dan tiket nonton. Bayangkan juga bagaimana kaum ibu bergerak membawa panci, sendok, dan garpu ke jalanjalan dengan tujuan menurunkan harga. Di kalangan aktivis, harga dipelesetkan menjadi "Soeharto dan keluarga".

dipetik dari artikel Indra J. Piliang di Koran Tempo ”Utak-atik People Power”

Situasi kacau kelembagaan negara akibat perseteruan ”buaya lawan cicak” secara cerdik sedang dimanfaatkan oleh istana....

Langkah-langkah catur istana itu mengesankan bahwa SBY sengaja menghindari keterlibatan langsung dalam situasi konflik yang terjadi. Dengan posisi yang seolah membela semua pihak yang terlibat konflik, SBY ingin menunjukkan dirinya adalah pengayom, baik bagi KPK, DPR, Polri, maupun kejaksaan.

Bahkan, dalam penyelesaian konflik kelembagaan itu pun SBY menghindari menggunakan langsung tangannya, tetapi lebih memilih membentuk Tim Delapan. Selain menjalankan tugas mencari fakta dan klarifikasi proses hukum kriminalisasi KPK, Tim Delapan sekaligus menjadi bemper istana dalam berhadapan dengan masyarakat dan semua lembaga yang sedang berseteru.

Dengan cara ini, Presiden SBY tak akan tersentuh dan bersentuhan langsung dengan arena perseteruan. Jika istana sengaja menciptakan langkah catur itu, drama ”Buaya lawan Cicak” justru sedang memasuki fase baru yang lebih anarkistis. Situasi ini harus diwaspadai karena akan membuka peluang bagi lahirnya pola pengelolaan kekuasaan yang antidemokrasi.

dipetik dari artikel Wawan Mas’udi di harian Kompas "Langkah Catur Istana"

Skandal Korupsi : Krisis Kepercayaan Terhadap SBY = Mengikis Posisi Hegemonik Neoliberalisme??

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/12/skandal-korupsi-krisis-kepercayaan.html

Dari perkembangan isu kriminalisasi KPK dan skandal bank century, sebuah potensi oposisi sosial secara lebar muncul. Penyebabnya, banyak pihak yang merasa kecewa dengan sikap lamban dan mengambang SBY, khususnya kalangan menengah dan atas. Akibat dari ketidaktegasan tersebut, sebuah pesimisme terhadap keterpurukan institusi penegak hukum dan masa depan pemberantasan korupsi, telah berkembang menjadi ketidakpercayaan terhadap pemerintahan secara umum.

Ketidakpercayaan ini berhasil mengikis posisi hegemonik ideologi neoliberal, yakni sebuah sistim ekonomi yang disebut-sebut sangat memerangi korupsi. Pada kenyataannya, murid-murid terbaik dan paling setia mereka justru tersangkut paut dalam skandal perbankan yang berbau kriminal. Sementara SBY-Budiono, yang sempat melejit dengan isu pemerintahan bersih, kini terdegradasi karena disangka melindungi koruptor dan penegak hukum nakal.

Dipetik dari artikel Rudi Hartono Isu Korupsi dan Prospek Gerakan Anti Neoliberal

di Berdikari.Online

 

Partai Politik Yang Tidak Perlu Massa-Rakyat, Kini Menuai People Power?

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/12/partai-politik-yang-tidak-perlu-massa.html

Partai catch-all tidak memerlukan massa. Untuk dipilih ia memerlukan teknik untuk memanipulasi. Itu dilakukan lewat image. Tidak begitu mengherankan, jika pengeluaran partai yang paling besar adalah untuk biaya iklan, konsultan, dan kontraktor politik.

Partai ini tidak perlu kelas menengah, apalagi kelas buruh militan. Tidak juga ideologi. Kalaupun mungkin perlu label ideologi, maka pragmatisme adalah ideologinya.

Pada akhirnya, yang hilang di sini adalah massa-rakyat.

Dipetik dari artikel A. Made Tony Supriatma Politik Yang Tidak Perlu Massa-rakyat di Indoprogress.

 

Mengakhiri Sandiwara Politik; Merebut Panggung Politik 2014

Konsolidasi Gerakan Sosial : Inisiatif Lokal Atasi Kebuntuan Di Tingkat Nasional

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/12/konsolidasi-gerakan-sosial-inisiatif.html

........gerakan sosial perlu melakukan upaya serius setidaknya untuk lima tahun mendatang, agar sandiwara politik ini tidak terulang lagi. Berkaca pada kelemahan gerakan sosial yang terjadi sekarang, dibutuhkan setidaknya, pertama, karena keterputusan antara NGO dan massa, maka dibutuhkan aksi kolektif dari organisasi yang bermain di aras ruang antara untuk menyiapkan sebuah organisasi koalisi strategis yang mengombinasikan pembentukan identitas politik kolektif ala NSM (new social movement-NSM), dengan optimalisasi potensi struktural untuk merebut ruang politik melalui pengorganisasian ala RMT ((resource mobilization theory-RMT). Dengan tersedianya identitas kolektif dan ruang politik, maka energi politik yang dihasilkan akan semakin besar. Kedua, dibutuhkan wilayah kerja yang tidak terlalu luas. Upaya pembangunan koalisi besar selama ini terbukti gagal, karena luasnya cakupan isu maupun sektor kerja. Selain itu, wilayah kerja yang sangat luas juga adalah faktor utama kegagalan ini.

Dipetik dari artikel Saiful Haq di indoprogress “Mengakhiri Sandiwara Politik : Gerakan Sosial dan Insiatif Politik Lokal”



salam pembebasan

 

andreas iswinarto

 




#8218 From: anton john hartomo <antonhartomo@...>
Date: Wed Dec 2, 2009 8:29 pm
Subject: kataklisme atlantis (2) gali hikmat, jadi bijak
antonhartomo
Offline Offline
Send Email Send Email
 


----- Forwarded Message ----
Subject: Fwd: kataklisme atlantis (2) membaca tanda zaman yang tersirat, meraut hikmat

--- In ITB_:
Reuni Atlantis, Ganesha & Aquarius (2)  ala nir-sibayek


Dan siapakah AQUARIUS, coba ? Dialah PANGERAN KENCANA yang disebut-sebut Virgilus dalam karya tenarnya ECLOGUE IV,yang merupakan nubuatan terdahsyat MiLLENNIUM ini.                              Sajak Virgilus dimulai dengan kata-kata : IAM REDIT ET VIRGO!      LIHAT, SANG PERAWAN KEMBALI! Ya, AQUARIUS adalah keduanya, baik PANGERAN KENCANA maupun PUTRI KENCANA, karena dia Androgini.    Leburnya kedua jenis kelamin adalah REUNI antara kedua ATLANTIS      yang telah terpisah sejak mulabuka zaman. Kini mereka bersatu.                                                              DOMBA dan SERIGALA menyatu, menikmati 1000 tahun waktu terakhir    yang dijatahkan bagi zaman ini, dan kembalinya ZAMAN KENCANA, keemasan.  Nubuatan datang karena dia memenuhi dirinya sendiri.      Dia adalah personifikasi damba, Egregora dan Kamarupa,yang ada bagi yang percaya. Malanglah orang yang tak percaya,                  karena AQUARIUS mustahil tercuri.

Arysio Nunes dos Santos, 1997





KATAKLISME DAN ATLANTIS

•    Buku  OERA LINDA, koleksi tradisi Frisian terkait Air Bah, menggambarkan kataklisme dahsyat skala kosmis yang terjadi di zaman purba meluluhlumatkan Atland : jutaan kali lebih menggelegar daripada sekadar tayangan film 2012...yang menggelikan itu.
•    Mitos sangkanparan bangsa MAYA menyebutkan mereka berasal dari pulau/kepulauan AZTLAN. Mereka lari dari letusan dahsyat global gunung berapi. Tanah air asli mereka kemudian dilahap samudera. Mereka datang ke benua baru melalui laut, Pasifik Selatan, berangsur bertahun lewat berbagai pulau, menggunakan rakit dan catamaran mereka. Perjalanan samudera mereka terekam dalam CODEX BOTURINI dan dokumen-dokumen sejarah lainnya.  Aztlan itulah Atlantis. Letak Aztlan di sebelah barat mereka, karena mereka menyusuri lautan ke arah timur. Maka FIRDAUS YANG HILANG itu terletak di wilayah Timur Jauh. Ini kiranya kini wilayah INDONESIA.
•    Tradisi Hindu bicara tentang ATALA, FIRDAUS yang tenggelam di Timur Jauh. Atala adalah salah satu dari tujuh loka neraka orang Hindu. Ini adalah ARCHETYPE dari Tujuh Pulau Blest (budaya Yunani) dan Tujuh Pulau Atlantik (tradisi abad pertengahan). ATALA kerap dipadankan dengan SUTALA (Tanah Landasan) yakni nama Hindu bagi Firdaus pristin-nya. Dalam bahasa Sanskerta nama itu bermakna Tanah Antah-berantah atau Tanah yang Tenggelam.  Etima ini serupa dengan tradisi Yunani UTOPIA atau tradisi Gnostik EREWHON. Artinya, aneka tradisi Firdaus Tenggelam semisal ELYSIUM (kepulauan Blest) Yunani, ARMENTI atau PUNT bangsa Mesir, EDEN/Firdaus  bangsa Yahudi, atau DILMUN Babilonia, semua tan kecuali berpangkal dari HINDU purba Atala atau Sutala.
•    Peta dunia purba atau zaman pertengahan mencantumkan Kepulauan Atlantis. Kepulauan ini biasanya ada tujuh, disamakan dengan Tujuh Pulau blest tradisi Yunani atau Tujuh DVIPA (pulau-pulau Firdaus) orang Hindu. Dalam kenyataan, hal ini terkait sisa-sisa Atlantis yang tenggelam. Ini adalah puncak-puncak gunung-gunung berapi raksasa pada benua yang tenggelam itu. Tradisi occult, pelayar-pelayar purba dari bangsa Phoenician dan bangsa-bangsa kuno lainnya berniaga teratur dengan Kepulauan Indies (Indonesia) purba, dan rute-rutenya dirahasiakan sepanjang sejarah untuk keamanan dan pengamanan.
•    Lautan Atlantik meminjam nama dari Atlantis, yang gagah berani menjelajah samudera tepi yang ditakuti berbagai bangsa lain. Hanya bangsa Atlantis yang menguasai Pelayaran-pelayaran Celestial yang menjadi prasyaratnya.
Berbeda dari apa yang diterima sekarang, nama Samudera Atlantik (Samudera bangsa Atlantis) dulu adalah segala Lautan yang mengelilingi Dunia Lama (Eurasia dan Afrika). Ia terdiri atas perjumpaan lautan Atlantik dan Lautan Hindia. Samudera Atlantis purba juga dinamai Lautan Ujung, Lautan Luar, Lautan Kronius, Mare Oceanum, Mare Magnum, Samudera Pengitar Dunia, nama-nama yang menyiratkan kitaran atas bumi.
•    Bukan hanya PLATO, namun juga para penulis sezaman seperti HERODOTUS, ARISTOTELES, HECATEUS Miletus, SKYLAX Carianda, secara eksplisit menyebut Samudera Atlantik yang berasal dari zaman sebelum Plato. Plato yang secara khusus menyebut pertaliannya dengan ATLAS dan Atlantis/Atlantean. Penulis-penulis terdahulu semacam HOMERUS sampai HESIODUS bicara perihal Samudera Pengitar/Pengeliling dunia lama yang merupakan letak pulau dan benua tenggelam yang terkait Atlantis. Pengertian itu sampai ke Mesir dan Yunani, berasal dari tradisi kuno India AXAYANA (Lautan Pengitar Dunia) dan Firdaus Tenggelam semisal Pulau-pulau Putih (SAKA DVIPA).
•    Tradisi HINDU bicara tentang Firdaus Tenggelam dalam berbagai nama : Atala, Patala, SHVETA Dvipa (pulau Murni), atau Saka Dvipa (kepulauan murni). Kepulauan Firdaus ini adalah sisa-sisa benua tenggelam yang mereka sebut RUTA. Benua tenggelam ini  terletak di samudera pengitar dunia (lama). Tenggelamnya benua ini tersangkut dengan hancur leburnya GUNUNG SUCI, yakni MERU atau ATALA. Kehancuran ini menyebabkan langit roboh (hujan debris) dan menimpa kepulauan yang tenggelam oleh lautan. Kejatuhan yang berjuta kali lebih dahsyat dari secuil ambrolnya menara kembar New York oleh teroris atau bahkan letusan Krakatau abad 19 itu. Dari sumber Hindu hancurnya Gunung Suci Meru mite Atala inilah orang Yunani memperoleh mite ATLAS dan ATANTIS yang tenar itu.
•    Mite Yunani menceritakan Legenda ATLANTIDES, ketujuh putri cantik ATLAS TITAN, pendiri Atlantis. Atlantides juga dinamai PLEIADES atau HESPERIDES, merupakan personifikasi ketujuh pulau BLEST yang berada di ujung Laut Tepi. Pulau Blest ini dirancukan dengan kepulauan CANARY. Tetapi kepulauan Canary ini terlalu gamblang dan dekat, sedangkan Atlantis tak jelas dimana pula adanya di peta-peta purba. Tetapi tradisi mereka tetap setia merawat adanya Tujuh Pulau (via Atlantides) yang merupakan sisa-sisa benua yang hilang/tenggelam.
•    Dalam mite Yunani, Ketujuh PLEIADES (atau ATLANTIDES) berubah menjadi gugusan tujuh pulau di tengah Samudera Ujung, memilih lebih baik mati daripada ditangkap ORION, si Pemburu. Sedangkan HESPERIDES, ketujuh gadis bersaudara itu adalah Pelindung Ketujuh Pulau BLEST, di tempat kokoh berdirinya TAMAN ATLAS, ayah mereka. Taman Hesperides, menurut EUSTASIUS, terletak di  AGRO ATLANTIS, sawah ladangAtlas/ Atlantis, di dekat Gunung Atlas. Taman ini adalah TAMAN EDEN/Firdaus dalam tradisi Yuda-Kristiani (disitir dalam Islam ?). Taman ini adalah Taman AVALON (Celtik), Taman IDUN (Jerman), Taman HADES / Blest (Yunani kuno) dll. Semua ini menyamarkan ATLANTIS-nya Plato yang setelah tenggelam, menjadi Dunia Orang Mati, kepulauan firdausi yang dipadankan dengan Neraka.

ATLANTIS DALAM TRADISI-TRADISI      DI DUNIA

•    Sudah jelas, orang YUNANI kuno mengkopi legenda Atlas dan Atlantis mereka dari HINDU perihal ATALAS (Shiva) dan ATALA Firdaus nan Tenggelam itu.  Sebagaimana dalam tradisi Yunani, dalam Hindu ATALAS (Sanskerta berarti PILAR) adalah Pilar Dunia, sebagaimana Atlas di Yunani. Atala seperti Atlantis adalah benua yang tenggelam akibat kejamnya kataklisme yang adanya di Samudera Luar. Lantaran sumber legenda Yunani adalah tradisi Hindu, maka sia-sia percum-tak-bergun bila mencari peradaban Atlantis di lautan yang kini namanya Samudera Atlantik. Mencari peninggalan peradaban Atlantean / Atlantis haruslah di loka yang oleh orang Hindu disebut di Lautan Atlantean, yakni Samudera Hindia / Indonesia / Indies kini.
•    Banyak tradisi Hindu menyebutkan adanya benua firdausi hilang tenggelam yang merupakan asal-usul Manusia dan Peradaban mulianya, bukan di padang gurun. Salah satunya ialah TRIPURA, Tri-kota. Atlantis adalah tiga kota dengan dinding logam kencana  bertatahkan rajabrana, artinya kedua tradisi yang berjauhan itu merujuk pada SATU hal yang sama. Sebagaimana warga Atlantis, warga TRIPURA semula ramah tamah, baik budi, mulia pekerti, gotong-royong ambeg paramaarta. Tetapi lama-kelamaan seiring waktu mereka menjadi jahat, dengki, suka berkelahi, ego dimajukan, komunitas diabaikan, adigang-adigung-adiguna,  maka akhirnya SHIVA marah dan mereka dilumatlebur. Itu sebab Shiva dinamai TRIPURANTAKA, Sang Penghancur Tripura. Sebagaimana Lanka (Alengka) maupun Atlantis, kota Tripura pun mahligai yang dibangun di puncak gunung, hingga dikatakan : bertahta di atas langit!
•    Legenda Hindu lain tentang tenggelamnya kerajaan archetype Atlantis yakni LANKA, secara rinci dipaparkan dalam RAMAYANA.
Saga peluluhlantakan Lanka oleh baginda Rama dan Hanuman (Anoman) adalah sumber karya Homerus : ILLIAD. Seperti Ramayana berkisah tentang Lanka dan penyelamatan dewi Shita (SHINTA) pasangan rama yang dibajak culik oleh Ravana (RAHWANA), maka ILLIAD bercerita tentang penghancuran TROYA dan penyelamatan HELENA yang diculik oleh PARIS.  Troya dengan dinding-dinding tembaga kencananya adalah satu lagi ALEGORI Atlantis.  Berbeda jauh dari ditemukannya desa kecil di pedalaman Turki (oleh Schliemann) yang konon tempat Troya, TROYA sejati terletak di Samudera Luar. Troya adalah kota terkubur lautan setelah rusaknya. Terlalu banyak kesejajaran antara kisah Troya dan Atlantis, dan Atlantis Plato dengan Lanka pun tak kurang samanya, dan letaknya di TIMUR JAUH, dibawah Samudera, bukan di Timur Dekat atau wilayah Laut Tengah. Bila hendak mencari TROYA dan Atlantis sejati, adanya di Nusantara, bukan padang gurun wilayah tengahan... Di timurlah asalmula Manusia dan Peradaban Dunia. Jangan salah raba agar tak bingung ibarat para jongos laiknya.
•    MAHABHARATA, saga klasik Hindu yang melengkapi RAMAYANA, berkisah tentang kerajaan misuwur KRISHNA (Kresno) dan kehancurannya dalam mahapralaya antara keluarga Lunar/bulan (KURU) dengan famili Solar/surya (PANDU). Perang besar akbar ini seperti Lanka dan Troya, adalah landasan dan sumber Plato bertutur perihal Atlantis. HASTINAPURA, ibukota kekaisaran Pandu adalah KOTA PILAR (hastinapura) atau Kota NAGA. Keduanya adalah epitet terkait Atalntean dan Pilar Surga sejatinya timur jauh. Mahabharata juga berkisah tentang DVARAKA, ibukota Krishna (Dwarawati) yang terletak di sebuah pulau ditengah lautannya. Ibukota Dvaraka tenggelam ke dasar laut  saat  para pahlawan surgawi avatar meninggal di perang tanding mirip yang diceritakan Plato dalam hal Atlantis.
•    Tradisi DRAVIDA bicara tenggelamnya benua di tenggara India bernama RUTA. Orang Dravida mengaku pindah ke India dari benua yang tenggelam dalam kataklisme akbar bumi. Ruta berkaitan dengan akar kata Sanskerta RUDH (merah), rudha, dan bahasa Dravida RUTA (memerah, membakar). Etima ini memunculkan PULAU API, pulau merah yang merupakan nama mistik tradisi kuno Atlantis.  Memang, bangsa DRAVIDA  mengaku sebagai bangsa KSATRIA (penggempur, militer) yang warna keagungannya MERAH. Merah itu sejatinya warna Timur (buktikan Merahmu).
•    Bangsa PHOENICIAN (artinya MERAH dalam bahasa Yunani) seperti halnya bangsa DRAVIDA, mengaku juga berasal dari Pulau Api yang terletak dibalik Samudera India (ERYTHRAEAN, merah darah). Artinya Idies, kepulauan Nusantara, Lautan Merah (Erythraean).  Tanah air orang Phoenician sama dengan Ruta orang Dravida. Orang MESIR pun mengaku diri BANGSA MERAH, atau Rot, atau Khem, di lidah mereka.  Dan semua berasal dari Samudera Hindia (Erythraean). Apakah berbagai tradisi aneka penjuru bumi ini berdusta ? Atau kita yang salah menafsirkan mite-mite mereka ? Sejarah mesti diluruskan, bukan menuruti selera yang sedang bertahta atau berloudspeaker.
•    Orang CELTIK, seperti pun bangsa-bangsa lain, mengaku berasal dari pulau jauh yang tenggelam karena kataklisme.  Nama tanah air Firdaus mereka ialah PULAU KACA (gelas) atau  YNIS WYDR, juga Pulau Wanita, AVALON, Emhain, Ys dst.  Legenda tenggelamnya pulau Ys, sangat mirip dengan tenggelamnya Atlantis pada saat konflagrasi gunung berapi digdaya yang dilaporkan Plato. Orang Celtik juga mengaku tanah air asli mereka ialah CANTREF GWAELOD, atau Negeri Alas, Daratan Dasar, menurut Jean Markale, tokoh pengkaji Celtik itu.  Persis seperti ATALA, Firdaus tenggelam bangsa Hindu kuno. ATALA adalah archetype Atlantis Plato, a-tla.
•    Dalam MABINOGION, buku asal-muasal Celtik, disebutkan bahwa orang Celt berasal dari pulau DEFROBANI,  atau Negeri Musim Panas, Negeri Cimmerian, dan para hali menyimpulkan itu Pulau TAPROBANE, letak Firdaus dunia dan JATUHNYA ADAM : yaitu PULAU SUMATERA kini ! Disitulah letak Atlantis pula.
•    Orang Cimmerian, leluhur bangsa Celtik, adalah bangsa DAERAH BERKABUT (mirip hasil ulah tebang bakar hutan parah?), dan Homerus mengumpamakannya seperti keadaan Neraka.
Dalam banyak tradisi kuno disebutkan bahwa cuaca berkabut itu akibat LETUSAN gunung berapi yang melingkupi Atlantis sangat lama juga setelah hancurnya. Cimmeria itu sama dengan  TARTARUS Gelap atau EREBUS (erebodes = kegelapan) Hesiodus dan Homerus yang menyamakannya dengan Abode Negeri Orang Mati. Dalam karya Homerus, SCHERIA PHAEACIAN semacam Firdaus bertempat di balik kabut Gunung EREBUS, sedangkan pusaran arus samuderanya analog dengan Atlantis.
•    Serupa pula, bangsa MESIR bicara tentang HANEBUT (haunebut) misterius, orang-orang yang tinggal melampaui batas Samudera Hindia, di daerah AMENTI (atau PUNT, punta). Hanebut artinya Bangsa Kabut atau Bangsa Pilar Atlas. HAU-NABHA dalam bahasa Sanskerta dan Dravida, akhiran t dalam bahasa Mesir menyatakan jenis kelamin wanita/betina (at). Bangsa hanebut tinggal di daerah berkabut sehingga cahaya mataharipun tak mampu menembus, seperti di Cimmeria. Sedangkan perihal PUNT dan AMENTI, orang Mesir mengaku bahwa tempat itu benar ada dan dapat dikunjungi (dan mereka sering kesana pula). Daerah HANEBUT atau bangsa PUNT yang sebagaimana orang Gerzean, menyerang dan menguasai MESIR HULU di zaman pra-Dinasti dan akhirnya dapat diusir setelah Mesir disatukan oleh raja MENES, yang orang Yunani. Bukan mengada-ada kalau perang besar ini mirip yang digambarkan Plato dalam Perang Atlantis, saat orang Mesir dan Yunani bersatu mengusir penyerang Atlantis.
•    Bangsa-bangsa kuno lain menyebut-nyebut tentang bangsa dan Negeri Berkabut akibat asap gunung berapi yang meletus.  Orang POLINESIA bicara tentang HAWAIKI, pulau besar atau benua di sebelah barat, melampaui Samudera Pasifik.  HAWAIKI adalah tanah air mereka yang hancur, INDONESIA, terpuruk, padahal sebelumnya adalah FIRDAUS dunia.  Kataklisme gunung berapi menyulap daratannya, tenggelam ke dasar lautan, meninggalkan asap dan kabut. Hancurnya HAWAIKI bertepatan dengan usainya perang besar, sebagaimana dialami Atlantis.
•    Sisa-sisa Hawaiki, FIRDAUS POLINESIA, hanyalah puing dan asap kabut, dan tenggelam, menjadi  bak NERAKA, seperti halnya ditutur-tuliskan dalam legenda-legenda Yunani dll. Di barat, Firdaus ada di Timur, sedangkan di Polinesia Lautan Teduh, Timur Jauh dan Oseania, letak  Firdaus ada di sebelah Barat. Jadi, tradisi universal menyatakan dengan gamblang bahwa FIRDAUS dan sisa-sisa NERAKA darinya, tak lain tak bukan adalah INDONESIA kini.  Indonesia Nusantara itulah PUSAR DUNIA (udel, navel).  Orang INDIAN Amerika, yang bermukim di tengah-tengah, bingung dibuatnya : FIRDAUS itu di barat atau di timur (yang pasti bukan di tengah gurun). Yang di pantai Pasifik menunjuk arah barat, yang di tepi Atlantik menunjuk timur.  Namun semua menunjuk : INDONESIA itu letaknya.
•    Bangsa ROMA (lebih tepat leluhur mereka, bangsa ETRUSCAN) juga memiliki hikayat asal-usul leluhur karuhun yang di benua tenggelam segera setelah perang besar berakhir.  Dipimpin oleh AENEA mereka melarikan diri dengan kapal-kapal dari daerah diluar PILAR HERCULES.  Aenea datang ke tanah Terjanji di Roma, dari daerah antah-berantah TROYA, di Lautan Pinggir.  Juga dikisahkan mereka berasal dari gunung IDA, Firdaus primordial orang Yunani dan Romawi, yang serupa pula dengan tradisi EDEN orang Yuda-Kristiani.
•    Letak TROYA sebenarnya sama sekali bukan di Turki sebagaimana terkadang diucapkan para arkeolog.  Troya itu diluar Samudera (Hindia) sebagaimana berbagai tulisan Homerus, Virgilus dsb.  Troya di seberang lautan, artinya bukan halnya Hissarlik. Lagi pula, Troya adalah metropolis dengan dinding-dinding kota metalik dan besar-besar, bukan kampung kecil kumuh macam yang diketemukan Schliemann di Turki. Juga, Troya Homerus, sebagaimana Aenea namun bertentangan dengan Hissarlik, ada di pesisir, sebuah bandar pelabuhan besar, yang dikunjungi pula oleh orang-orang Yunani.
Troya yang sebenarnya sudah tenggelam di dasar lautan, bukan diatas tanah apalagi di kampung pelosok Turki.
•    Hal serupa dalam hal kisah SICILIA itu, tempat beranjak Aenea kedua kalinya. Sicilia disitu bukanlah Sicilia kota yang kita kenal kini. Sicilia yang asli adalah THRINACIA di Laut Luar yang disinggahi Oddysseus, Argonaut dan para pahlawan purba lainnya.  Nama itu berarti Trident, Triwaja (tiga gigi) yang melukiskan  tiga gunung di Lanka (Gunung Trikuta), bukan kota Sicilia yang berbentuk segitiga. Kurang pintarlah Virgilus  yang mengatakan bahwa Aenea berangkat dari Sicilia dan mengarungi lautan berangkat ke Roma. Bukankah Sicilia ke Roma hanya beberapa kilometer jaraknya ? Atau kita yang sesungguhnya keliru tafsir selama ini.
•    Legenda THRINACIA ini dibawa orang Yunani dan Roma ke Sicilia.  Akibatnya kacau pemahamannya......bukan ?

Beberapa gelintir kalangan, diantaranya Alumni Kebumian Keindustrian Konstruksi dll dari ITB Bandung,  saat ini telah dan sedang terus berjuang menjelajah pula, melakukan kegiatan terkait sejarah Peradaban Manusia, utamanya yang berpangkal Sundaland Nusantara INDONESIA. Sementara sebagian lainnya, seraya mulai menggeluti dan mendalami PERTANIAN sampai ENTROPI. BerVISI, berMISI, kemanusiaan, dikobari semangat merdeka GANESH sejati tercerahi adanya. Bukan sekadar bermental jongos sudra sampai polprak juragan trader waisya atau omdo paria  yang lumayan destruktif menjilat-jilat calon korban belaka... (reportase sudah ke Kompas dsb tetapi ngabar...weleh)
Bagaimana pula selanjutnya ?

(BERSAMBUNG)






Catatan : kabar terkini  --  Prof. Arysio SANTOS yang aslinya ilmuwan fisika nuklir,  namun akhirnya ilmuwan top tentang ATLANTIS, telah wafat tahun ini, dan kajiannya dilanjutkan oleh Roberto anaknya. Manusia berziarah peradaban, Alpha Omega, Ha-Nga, satuhu. Tulisan ini saduran parsial dari tulisan Prof.Santos.        cc Pieter Zwitser et al.(how are you?)
ANDA SUDAH MEMBACA BUAH KARYA PARA SOBAT PERSON ALUMNI ITB BERIKUT ?  :
(1)    POKOK-POKOK PIKIRAN, MENUJU MASYARAKAT BERBUDI LUHUR (versi Kearifan Lokal Indonesia),2009(alumnus FTI)
(2)    TURANGGA SETA (DILENGKAPI PEMBAGIAN ZAMAN PERADABAN MANUSIA, VERSI NUSANTARA), 2008 (alumnus Fak. Kebumian ITB)
(3)    Dll.
(4)    Cari dapatkan dan baca : buku Prof. SANTOS, ATLANTIS  Sayang terjemahan belum ada, penerbit lokal nyenyak molor.

Tidak baik dan sama sekali bukan bijak, cenderung absurd, bila hanya merujuk pada teman alumni ITB yang "sukses duniawi temporer" di birokrasi, politik kekuasaan, dagang, pabrik dsb. Jiwa GANESHA bukan memilih-memilah, namun mencerahi ke segala segi kehidupan.
Berkacamata kuda profesi yang dekaden hanya akan membingkiskan perangai dan sikap jongos aneka bentuk. Patut dikasihani bila begitu.



Kontak mudah bagi alumni ITB seminat misalnya lewat sms : (+62)(0) 816 1990 432, 0888 1578 874, 0816 933 118 dll.                                   



TIP : Ngelem tak identik memuji/apresiasi hati.








kami melayani kebutuhan imajinatif edukatif anak-cucu anda :                                                              KISAH-KISAH DARI DUNIA WAYANG                                                                YAYASAN PUSTAKA NUSATAMA                                                              Jalan Sawit 21 Sawitsari, Yogyakarta 55283, telp.0274-885471, 882959     
eMail : ypn-ykt@...

--- End forwarded message ---




#8217 From: anton john hartomo <antonhartomo@...>
Date: Wed Dec 2, 2009 8:27 pm
Subject: WAYANG DAN MORAL ANAKCUCU KITA (mendiknas kura dalam perahu)
antonhartomo
Offline Offline
Send Email Send Email
 


----- Forwarded Message ----
Subject: Fwd: memunculkan wayang Kosasih dkk : BSet YBD et al ?
--- In ITB_:

RAKSASA JANGAN SAKITI RAKYATMU...(ingat wayang BSet-JBD)
..... Gatutkaca melihat dari kejauhan, tampak seorang tua dikejar oleh dua raksasa. Gatutkaca segera menukik turun di hadapan kedua raksasa itu.
Berhenti, jangan sakiti pak tua ini! tegur Gatutkaca.....
...sesampainya di rumah, pak tua tersebut menceritakan apa yang terjadi di desa tempat pak tua itu tinggal. Pak tua itu menceritakan bahwa semua perkebunan di desa itu direbut oleh Raja raksasa Baureksa, ia menempatkan penjaga di wilayah perkebunan tersebut. Pak tua terpaksa mengambil buah dari perkebunan karena tidak mempunyai makanan bagi keluarganya.
Jadi perkebunan di desa ini direbut oleh Raja Baureksa ? timpal Gatutkaca.
Ya tuan, tolonglah penduduk desa ini, pinta pak tua.
...sementara itu di kerajaan Baureksa, raja raksasa hidup dalam kelimpahan. Hari itu kerajaan sedang mengadakan pesta pora, para pejabat kerajaan dan prajurit berpesta dengan makanan dan minuman berlimpah...
...Siapa kamu, berani mengganggu pestaku ?!
Aku Gatutkaca, dari Pringgodani, hai Raja Baureksa. Kamu telah menyengsarakan rakyat, kembalikanlah tanah perkebunan rakyat yang kamu rebut! tukas Gatutkaca....
Baik. Aku tantang engkau bertanding. Jika kamu menang, tanah kepunyaan rakyat aku kembalikan. Jika kamu kalah, kau harus menjadi budakku!.... (maka terjadilah perang tanding)
Baiklah aku menyerah. Aku akan mengembalikan tanah rakyat desa, janji Raja Baureksa.
Kamu juga harus bersikap adil terhadap rakyatmu, tambah Gatutkaca.....
...Satu minggu kemudian Gatutkaca datang melihat keadaan di desa tempat tinggal pak tua. Tampak para petani sudah kembali bekerja di kebunnya masing-masing. Raja Baureksa juga hadir disitu membagikan uang dan makanan. Melihat kedatangan Gatutkaca, Raja Baureksa menyambut gembira.
Terimakasih Gatutkaca, kamu mengajariku untuk memperhatikan rakyatku, ucap Raja Baureksa.
Ya, sebagai pemimpin, kita harus mempedulikan nasib rakyat, kata Gatutkaca....
------------------
Dari : Sariwasta, RADEN ARJUNA YANG RENDAH HATI, Yayasan Pustaka Nusatama, Yogyakarta, 2004






Membolak-balik buku begini, jadi ingat betapa gencar diskusi saat itu tentang WAYANG (Kosasih dll.) koleksi Bambang Setiawan, Yosef Dwiyono dll. Masih segar di memori, ya ? Masyarakat kini KEHAUSAN buku-buku WAYANG pembina watak dan moral ksatria-brahmana.
Bagus juga kalau koleksi kuno, yang sudah lewat masa hak cipta, disadur dan edit, rombak ulang, lalu disebarkan ke masyarakat, syukur menjadi bagian dari kegiatan ITB_ dalam memperhatikan dan berbuat bagi pendidikan watak dan moral bangsa, ya ? Mumpung masih ada waktu kita semua. Mari kita dukung bersama, karena jiwa Ganesha niscaya merasuki segenap segi kehidupan masyarakat.
Jangan sampai alumni ITB disangka hanya yang komplotan birokrat politisi nyonyor itu.

Salam Ganesh.
Bila mau Gramedia
GPU : greti@...
GWI : ybs@...

lain lagi :
kami melayani kebutuhan imajinatif edukatif anak-cucu anda:                                                                KISAH-KISAH DARI DUNIA WAYANG                                                              YAYASAN PUSTAKA NUSATAMA                                                              Jalan Sawit 21 Sawitsari, Yogyakarta 55283, telp.0274-885471, 882959                                                                eMail : ypn-ykt@...                                                                                                                          kami menerima naskah bacaan/komik anak-anak bernafas kearifan budaya lokal INDONESIA                                                menulis buku pustaka bagi bangsa adalah komitmen komunikasi sosial yang didambakan

--- End forwarded message ---




#8216 From: "Umar Said" <kontak@...>
Date: Wed Dec 2, 2009 10:44 am
Subject: Skandal Bank Century dan gerakan rakyat yang meluas
kontak@...
Send Email Send Email
 

Tulisan ini juga disajikan di website http://umarsaid.free.fr/

 

Catatan A. Umar Said

 

 

Skandal Bank Century dan

gerakan  rakyat yang meluas

 

 

Sudah berhari-hari televisi dan pers Indonesia dibanjiri oleh berita atau tulisan-tulisan yang mencerminkan bahwa negeri kita memang sedang dirundung berbagai masalah yang parah, dan rumit, dan penuh misteri atau rekayasa yang berlatar belakang korupsi besar-besaran dalam kasus KPK dan Bank Century. Selain itu  juga banyak diberitakan  cerita menyedihkan tentang hukuman bagi bu Minah yang mencuri 3 kakao, atau pencurian satu semangka (di Kediri) yang diancam hukuman 5 tahun,  dan pemenjaraan  keluarga miskin (di Jawa Tengah) karena mencuri dua kilo kapas.

 

Banyak orang juga telah dibikin marah atau trenyuh oleh  pemandangan yang memilukan hati di layar televisi tentang banyaknya orang-orang yang berdesak-desakan sampai ada yang terinjak-injak dan jatuh pingsan ketika antri untuk mendapat pembagian daging kurban di Mabes Polri atau di mesjid besar Istiqlal. Semuanya ini  menambah lagi banyaknya indikasi atau bukti bahwa negeri kita memang betul-betul sedang sakit parah akibat kebejatan moral kalangan elitnya

 

Tetapi, di samping itu ada juga banyak indikasi lainnya, yang menunjukkan bahwa negeri kita sedang bergolak dengan penuh gejolak besar oleh banyaknya aksi-aksi di banyak kota dan daerah, oleh perlawanan dan perjuangan berbagai kalangan di masyarakat luas, untuk mendesak dibongkarnya skandal besar Bank Century dan tuntutan dihukumnya Anggodo dan pejabat-pekjabat tinggi yang korup. 

 

Menyangkut lapisan atas negeri kita

 

Ini semua adalah perkembangan situasi yang sangat menggembirakan. Sebab, gemuruhnya gerakan yang diadakan secara luas sekarang ini merupakan pertanda bahwa banyak kalangan rakyat tidak rela  negeri ini  dirusak terus  oleh bedebah-bedebah yang terdiri dari pejabat-pejabat tinggi yang tersangkut dengan kasus kriminalisasi KPK atau perampokan Bank Century secara besar-besaran sebanyak Rp 6,7 triliun, dan kejahatan-kejahatan lainnya oleh para mafia hukum, mafia peradilan, mafia kekuasaan, mafia ekonomi, mafia pengacara dan mafia markus.

 

Hiruk-pikuk kasus kriminalisasi KPK (Bibit-Chandra) mulai kelihatan  mengendor  dengan dihentikannya pengajuan perkara ini ke pengadilan, yang diumumkan hari Selasa tanggal 1 Desember 2009 ini. Sudah tentu, berita tentang dibebaskannya Bibit-Chandra dari tuduhan menerima suap atau memeras Anggoro telah diterima dengan gembira dan kelegaan oleh banyak kalangan.

 

 Tetapi sebenarnya masih banyak persoalan yang sama sekali belum selesai. Karena, bagaimanapun juga, persoalan KPK (Bibit-Chandra) ada kaitannya dengan skandal raksasa berupa perampokan besar-besaran Bank Century, yang diduga menyangkut pertanggungan jawab banyak pejabat-pejabat tertinggi di negeri kita (antara lain Wakil Presiden Budiono, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan bahkan ada desas-desus bahwa mungkin termasuk juga presiden SBY sendiri).

 

Seperti yang kita saksikan bersama, persoalan kasus perampokan Bank Century sebesar  Rp 6,7 triliun sekarang ini sudah menjadi heboh besar di banyak kalangan masyarakat luas, dan juga di lapisan atas bidang eksekutif, legislatif, yudikatif negeri kita.  Bisalah kiranya dikatakan bahwa heboh besar ini sudah menggoncang negeri kita, lebih hebat dari pada banyak goncangan-goncangan sebelumnya, walaupun tidak sehebat peristiwa G30S yang memungkinkan jenderal Suharto akhirnya mengkhianati dan meggulingkan Bung Karno, atau peristiwa 1998 yang menyebabkan turunnnya Suharto dari kekuasaannya.

 

Munculnya  hak angket DPR

 

Hebatnya heboh sekitar Bank Century ini, yang sudah menyulut kegeraman atau  mengobarkan kemarahan kalangan muda di seluruh negeri, dan  menimbulkan kemuakan di kalangan intelektual, serta menimbulkan berbagai reaksi di kalangan  partai-partai politik, menjadi lebih heboh lagi di DPR dengan munculnya soal hak angket DPR untuk menyelidiki kasus Bank Century, yang mulai dibicarakan tanggal 1 Desember ini.

 

Tanpa menaruh harapan (atau ilusi) yang terlalu besar terhadap keberhasilan DPR dalam menjalankan hak angket mengenai Bank Century -- berdasarkan kegagalan-kegagalan yang sudah dihadapi berkali-kali oleh DPR di masa-masa yang lalu kita perlu bersama-sama seluruh kekuatan demokratis di negeri ini untuk mendorong, dan mengawasi atau mengawal supaya upaya-upaya (dari fihak manapun juga !)  untuk  menggagalkan hak angket ini, atau memacetkannya, dengan berbagai rekayasa atau manuvre, tidak akan berhasil.

 

Kita sudah bisa meramalkan bahwa masalah hak angket DPR soal Bank Century akan makan waktu berbulan-bulan (paling sedikit 3 bulan) untuk diselesaikan, dan itu pun kalau berjalan mulus dan tanpa halangan atau sabotase. Sebab, walaupun ada berita-berita bahwa usul hak angket ini sekarang (sebelum tanggal 1 Desember) sudah disetujui oleh semua partai di DPR, tetapi masih bisa saja terjadi surprise-surprise yang baru. Maklum, persoalan Bank Century ini menyangkut persoalan penggelapan atau perampokan dana yang besar sekali (Rp 6,7 triliun), dan melibatkan banyak orang-orang penting di berbagai bidang.

 

Karena adanya kemungkinan-kemungkinan bahwa pembongkaran kasus Bank Century ini akan dihalang-halangi atau dipersulit oleh oknum-oknum korup yang bersekongkol dengan  mafia hukum, mafia peradilan, mafia kekuasaan, mafia ekonomi, maka aksi-aksi massa atau gerakan rakyat untuk memberantas korupsi yang sudah marak dimana-mana akhir-akhir ini perlu didukung bersama-sama atau didorong terus supaya lebih berkembang lebih luas dan lebih menggelora lagi.

 

Kesedaran politik rakyat makin meninggi

 

Adalah gejala-gejala yang sangat menggembirakan dengan adanya aksi-aksi yang diadakan oleh KOMPAK (Komisi Masyarakat Sipil Antikorupsi) di Bunderan Hotel Indonesia, dan aksi berkemah dan mogok makan oleh kalangan mahasiswa/pemuda di pelataran gedung KPK selama hampir sebulan, serta demo-demo yang digelar di Bandung, Jogya, Solo, Makassar, Padang, Medan, Palangkaraya, dan berbagai  kota lainnya.

 

Televisi sering menyiarkan tayangan aksi-aksi kalangan muda ibukota di depan Istana, gedung DPR, gedung PPATK dll. Yang juga merupakan perkembangan yang penting dan menarik adalah  terjunnya HMI dan PMII dalam berbagai aksi ini, dan pernyataan Din Syamsudin, Syafii Maarif  dan Amien Rais (tokoh-tokoh Muhammadiah) yang mendukung aksi-aksi mengenai Bank Century . Semua aksi atau berbagai kegiatan masyarakat luas ini merupakan gerakan extra-parlementer yang sangat penting yang akan ikut mengawasi jalannya hak angket DPR.

 

Patut diamati bersama bahwa berbagai siaran televisi (terutama Metro TV dan TV One) tiap hari menyajikan berita, reportase, perdebatan, interview tentang persoalan kriminalisasi KPK (Biibit-Chandra) dan Bank Century. Itu semua merupakan pendidikan politik yang sangat penting dan besar tiap harinya bagi puluhan juta orang di seluruh Indonesia. Dari banyaknya partisipasi para pemirsa televisi dalam berbagai siaran mengenai masalah-masalah politik tercerminlah ukuran betapa tingginya kesedaran politik banyak pemirsa dewasa ini. Ini merupakan perkembangan penting yang sangat menggembirakan, yang menunjukkan bahwa banyak orang sudah tidak seperti di jaman Orde Baru lagi, dan berani mengemukakan fikiran mereka secara bebas dan berani.

 

Dengan mengamati berkembangnya gerakan berbagai kalangan masyarakat sekitar heboh besar tentang kasus kriminalisasi KPK dan kasus perampokan Bank Century, maka nyatalah bahwa situasi sekarang ini sudah makin tidak menguntungkan lagi bagi sisa-sisa kekuatan politik yang pro-Orde Barunya Suharto. Dengan kalimat lain, bolehlah kiranya dikatakan bahwa perkembangan persoalan kriminalisasi KPK dan perampokan Bank Century menunjukkan bahwa  angin tidak menguntungkan lagi kubu golongan pendukung pola berfikir Suharto lagi.

 

Jalan Orde Baru adalah jalan buntu

 

Sebab, makin banyak orang yang melihat bahwa kekisruhan di berbagai bidang yang bersumber dari kerusakan moral yang sama-sama kita saksikan  sekarang ini, adalah akibat ulah dari orang-orang atau oknum-oknum yang pada dasarnya (dan pada umumnya)  menganut politik atau pola berfikir yang dianut oleh para pendukung Orde Baru, yang anti rakyat, yang anti Bung Karno atau anti kiri. Di antara mereka ini masih banyak yang terus menganggap Suharto adalah pemimpin yang patut dihormati, dan yang juga masih terus anti Bung Karno dan anti ajaran-ajaran revolusionernya.

 

Kiranya, patutlah kita amati bahwa dengan adanya korupsi besar-besaran dan kerusakan moral  kalangan elite yang meluas, yang hanya sebagian kecilnya saja telah dan sedang dipertontonkan oleh heboh Polri-Kejaksaan-KPK dan oleh kasus Bank Century, maka berbagai kalangan mulai mempertanyakan kemampuan dan keabsahan pemerintahan SBY-Budiono untuk bisa membawa negeri kita ini ke arah perbaikan fundamental yang betul-betul mementingkan kepentingan rakyat banyak.

 

Sebab, politik yang dianut oleh pemerintahan SBY-Budiono pada dasarnya adalah pro-neoliberal dan anti-rakyat yang  terlalu menguntungkan kaum koruptor atau elite yang tidak bermoral. Kalau politik yang demikian ini terus ditempuh pemerintahan SBY-Budiono maka merupakan jalan sesat yang akan mencelakakan negara dan  bangsa. Dan perkembangan situasi di Indonesia di kemudian hari akan membuktikan bahwa jalan yang ditempuh dengan arah yang demikian itu adalah jalan buntu bagi cita-cita masyarakat adil dan makmur, seperti buntunya jalan yang ditempuh Orde Baru selama puluhan tahun.

 

Kekosongan pimpinan nasional yang seperti Bung Karno

 

Dalam situasi yang demikian ini, makin kelihatan jelas  bagi banyak orang bahwa bangsa kita memerlukan adanya pimpinan yang bisa membawa negeri kita ke arah yang benar-benar pro rakyat banyak, yang anti-neoliberalisme, yang bisa mendorong rakyat seluruh negeri untuk bersama-sama berjuang menciptakan masyarakat adil dan makmur, seperti yang dicita-citakan oleh Bung Karno beserta para pendukungnya.

 

Kekosongan adanya pimpinan nasional yang betul-betul pro-rakyat ini tidak hanya terasa sekarang saja, melainkan sejak digulingkannya  -- secara khianat !!! -- presiden Sukarno oleh jenderal Suharto. Jelas sekalilah bagi banyak kalangan dan golongan di Indonesia bahwa tidak ada satu pun tokoh Indonesia yang bisa menjadi pemimpin yang kewibawaan politik dan moralnya seagung Bung Karno.

Bung Karno merupakan sumber inspirasi besar bagi semua orang yang mau sungguh-sungguh berjuang untuk kepentingan rakyat banyak. Bung Karno adalah satu-satunya pemimpin bangsa yang telah menjadi pedoman moral (moral guidance) bagi banyak kalangan dan golongan. Bung Karno adalah tokoh agung satu-satunya yang telah menciptakan pedoman politik dan pedoman perjuangan yang bisa mempersatukan seluruh bangsa (ingat, antara lain : Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Mesjid Istiqlal, Monas, Berdikari, Di bawah Bendera Revolusi, Revolusi Belum Selesai, dll dll dll).

 

Mengingat itu semuanya, kiranya kita bisa melihat bahwa persoalan besar mengenai KPK dan Bank Century telah membuka mata dan fikiran banyak orang bahwa rakyat atau bangsa kita sudah harus membuang  jauh-jauh sekali ilusi terhadap  sistem politik yang selama ini sudah ditrapkan sejak jaman Orde Baru dan yang juga terbukti sekarang gagal dalam banyak bidang.

 

Artinya, kita bisa juga melihat bahwa kebejatan moral atau kerusakan akhlak yang dipertontonkan sejak lama sampai sekarang (dengan kasus KPK dan Bank Century) ini merupakan cambuk bagi seluruh kekuatan demokratis dalam masyarakat tidak peduli dari golongan atau aliran politik yang mana pun juga ! -- untuk menyokong berkembangnya gerakan ekstra-parlementer dalam membela kepentingan rakyat, terutama rakyat miskin. Gerakan extra-parlementer yang luas dan kuat adalah senjata sekaligus pelindung bagi perjuangan rakyat, ketika dari DPR, dari DPD, dari pemerintah, dan dari partai-partai politik, sudah tidak bisa diharapkan lagi adanya tindakan-tindakan yang sungguh-sungguh memperjuangkan kepentingan rakyat banyak.

 

Gerakan extra-parlementer untuk perubahan besar

 

Gerakan extra-parlementer yang dewasa ini kelihatan mulai muncul dimana-mana adalah investasi penting untuk munculnya di kemudian hari kekuatan politik yang bisa mendorong terjadinya perubahan-perubahan fundamental bagi kepentingan rakyat banyak di negeri kita yang berpenduduk lebih dari 230 juta ini. Perubahan besar dan fundamental tidak bisa lagi diharapkan, atau tidak boleh terus-menerus digantungkan, dari kekuatan-kekuatan politik yang selama 32 tahun (dan juga sesudahnya) sudah terbukti membikin rusaknya bangsa dan negara kita.

 

Dan, ikut sertanya secara aktif dan secara besar-besaran generasi muda kita dalam berbagai macam gerakan extra parlementer di seluruh negeri dewasa ini  menimbulkan harapan bahwa hari kemudian  negara dan bangsa kita akan ada di tangan orang-orang yang tidak bermental korup, atau berakhlak bejat atau bermoral busuk, seperti yang kita saksikan sekarang di kalangan DPR dan di kalangan aparat negara atau badan-badan pemerintahan kita, termasuk di kalangan pemuka-pemuka masyarakat.

 

Berbagai macam aksi dan kegiatan yang dilancarkan oleh kalangan muda di seluruh negeri dewasa ini merupakan darah segar bagi kehidupan bangsa kita, yang sudah terlalu lama diracuni atau dibikin busuk oleh Orde Baru beserta para pendukung setianya. Gerakan yang meluas oleh kalangan muda dewasa ini merupakan pertanda penting yang menunjukkan adanya perpecahan antara generasi muda dengan partai-partai politik, dan juga mencerminkan ketidakpercayaan mereka terhadap pemerintahan SBY. Kelihatannya, generasi  muda kita mulai melihat lebih jelas bahwa jalan yang harus mereka tempuh untuk menyongsong hari kemudian bangsa bukanlah jalan buntu (jalan mati) yang sudah ditempuh oleh Suharto beserta pendukung-pendukungnya,

 

Dan, rupanya, kasus skandal raksasa Bank Century (dan heboh soal KPK) telah mempertinggi kesadaran politik tidak saja kalangan generasi muda kita, melainkan juga sebagian besar rakyat kita.

Sungguh, ini semua adalah perkembangan situasi yang menggembirakan kita semua !

 

Paris, 2 Desember 2009

 

 


#8215 From: andre andreas <mataharikusatu@...>
Date: Tue Dec 1, 2009 2:15 am
Subject: Indikasi Korupsi Kasus Century : Sebuah Perampokan Sistimatis!
mataharikusatu
Offline Offline
Send Email Send Email
 

Simak Press Release dan  Kajian Lengkap ICW serta Ringkasan Hasil Audit BPK

 

(Press Release ICW – Kasus Bank Century : Berdasarkan Hasil Audit BPK – 20 November 2009)

Petikan Bagian Kesimpulan :

1) Kasus Bank Century menyangkut kisah yang panjang sejak penggabungan (merger) 3 buah Bank yang terjadi sejak tahun 2001.

2) Kasus Bank Century menunjukan lemahnya pengawasan terhadap perbankan yang dilakukan oleh Bank Indonesia.

3) Terdapat indikasi kuat kecerobohan di balik keputusan pengucuran dana FPJP sejak November 2008, yang berlanjut dengan pengucuran dana oleh LPS berdasarkan keputusan KSSK dengan total Rp 6,762 triliun.

4) Terdapat indikasi kuat korupsi terkait pengucuran dana ini karena diputuskan dengan dasar hukum yang lemah, terkesan dikondisikan sedemikian rupa, baik di dalam perubahan Peraturan BI (PBI) maupun terkait dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perpu) No. 4 tahun 2008 Jaring Pengaman Sektor Keuangan (JPSK) yang melegitimasi KSSK yang pada saat yang sama belum
mendapatkan persetujuan DPR RI.

5) Dalam kasus Bank Century, LPS terancam rugi dan uang pemerintah serta dana yang dikumpulkan dari nasabah terancam hilang dan justru dipergunakan untuk menyubsidi para deposan Bank Century. Hal ini sudah barang tentu menimbulkan ketidakadilan karena kebijakan pemerintah terkesan lebih menguntungkan segelintir orang kaya.

6) Transparansi tentang informasi nasabah juga sangat penting karena praktek korupsi diduga telah terjadi dalam kasus pencairan dana nasabah. Beberapa waktu lalu, seorang petinggi Mabes Polri diduga terlibat kasus korupsi. Oleh karena itu sudah ada indikasi awal terjadinya tindak pidana korupsi dalam pencairan dana deposan Bank Century. Oleh karena itu, KPK harus didorong untuk berani mengungkap dugaan korupsi di Bank Century.

7) Pelibatan polisi di dalam memproses kasus ini harus ditolak karena mengandung konflik kepentingan. Hal ini juga untuk menghindari terjadinya pengalaman yang sama dengan kasus BLBI yang banyak mandeg di tengah jalan ketika kepada polisi, jaksa dan pengadilan umum.

8) KPK dan PPATK harus segera bergerak untuk mendorong penuntasan kasus ini.

 

Selengkapnya

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/12/indikasi-korupsi-kasus-bank-century.html

 

 

Simak pula :

Kajian Lengkap ICW Terhadap Hasil Audit BPK Terhadap Kasus Bank Century

Public Accountability Review – Kasus Bank Century : SKEMA INDIKASI KORUPSI KASUS BANK CENTURY1 (Berdasarkan Hasil Audit BPK – 20 November 2009)

Diantaranya mencakup : Skema Status Bank Century, Daftar Pelanggaran Terkait Proses Penggabungan 3 Bank. Kronologi di Balik Kebijakan FPJP (Penyaluran Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek), Perubahan PBI tentang FPJP untuk Bank Umum, SKEMA ALIRAN FPJP, Indikasi Pelanggaran dan Penyalahgunaan Wewenang, SKEMA ALIRAN FPJP dan PMS (Penyaluran Penyertaan Modal Sementara)


Ringkasan Hasil Audit KPK

disini

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/12/ringkasan-hasil-audit-bpk-atas-bank.html

 

 

sumber  : www.antikorupsi.org






#8214 From: PH Pro <phpro_indonesia@...>
Date: Sun Nov 29, 2009 4:38 am
Subject: Fwd: silsilah waliyullah keturunan nabi di jawa-melayu
phpro_indonesia
Offline Offline
Send Email Send Email
 
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

44 nama, 44 pribadi pembawa rahmat bagi dunia:
1. Yang terkasih Baginda Rasul Muhammad (bin 'Abdullah) saw.
2. Sayyidah Fatimah az-Zahra menikah dengan Sayyidina 'Ali
3. Sayyidina Hussayn bin 'Ali
bin Abi Thalib
4. Sayyidina 'Ali Zayn-ul 'Abidin, dimakamkan di Madinah

5. Sayyidina Muhammad al-Baqir, dimakamkan di Madinah al-Munawwaroh
6. Sayyidina Ja'far as-Shadiq, dimakamkan di Madinah
al-Munawwaroh
7. Sayyidina 'Ali al-'Uraidhi,
dimakamkan di kota 'Uraidh, Madinah
8. Maulana Sayyid Muhammad an-Naqib, dimakamkan di Basrah, Iraq
9. Maulana Sayyid 'Isa ar-Rumi, dimakamkan di Basrah
10. Maulana Sayyid Ahmad al-Muhajir, dimakamkan di Husaysah, Hadhramawt

11.
Maulana Sayyid 'Abdullah 'Ubaydillah di Hadhramawt, Yaman

12. Maulana Sayyid 'Alwi (al-'Awali al-Awwal), Sahal

13. Maulana Sayyid Muhammad Sahibus Saumiah, Bayt Jubayr
14. Maulana Sayyid 'Alawi at-Tsani, dimakamkan di Bayt Jubayr
15. Maulana Sayyid 'Ali Khali'Qasam, dimakamkan di Tarim
16. Maulana Sayyid Muhammad Shahib
Mirbath di Zhufar
17. Maulana Sayyid 'Alawi Ammu al-Faqih di Tarim, Hadhramawt

18. Maulana Sayyid Malik al-Azhmat Khan di Nashrabad
19. Maulana Sayyid 'Abdullah, dimakamkan di Nashrabad, Delhi
(kini India)
20. Maulana Sayyid Ahmad
Jalal'uddin Syah al-Khan di Nashrabad
21. Maulana Sayyid Husain Jum'adil Kubro dimakamkan di Bugis
21.1
Maulana Sayyid Ibrahim Jum'adil Kubro dimakamkan di Wajo, Bugis
21.1.1 Maulana Sayyid Ishaq bin Sayyid Ibrahim Jum'adil Kubro

21.1.1.1
Maulana Sayyid Raden Paku 'Ainul Yaqin kanjeng Sunan Giri

21.1.1.1.1 Maulana Sayyid Zayn-al 'Abidin kanjeng Sunan Dalem
21.1.1.1.1.1 Maulana Sayid 'Ali Kusumowiro kanjeng Sunan Sedo Ing Margi

21.1.1.1.1.1.1 Maulana Sayid Muhammad Fadhullah kanjeng Sunan
Prapen
21.1.1.1.1.1.1.1 Maulana Sayid Sulayman Panembahan Kawis Gua

21.1.2 Maulana Sayyid Raden Santri 'Ali Murtadho kanjeng Sunan Gresik II
21.1.2.1 Maulana Sayyid Raden 'Usman Haji kanjeng Sunan Ngudung

21.1.2.1.1 Maulana Sayyid Raden Ja'far Shodiq kanjeng Sunan Kudus
21.1.3 Maulana Sayyid Raden Ahmad Rahmatullah kanjeng Sunan Ampel
21.1.3.1 Maulana Sayyid Raden Makhdum Ibrahim kanjeng Sunan Bonang
21.1.3.2 Maulana Sayyid Raden Qasim Syarifuddin Hasyim kanjeng Sunan Drajat
21.1.3.3 Maulana Sayyid Raden Ahmad Hasan kanjeng Sunan Lamongan
21.1.3.4 Maulana Sayyid Raden Hamzah kanjeng Sunan Tumapel, Singhasari
21.2. Maulana Sayyid 'Ali Nurul Alam, wafat di
Campa (1467)
21.2.1 Maulana Sayyid Wan Husain Khalifah Ampeldenta di Madura

21.2.2 Maulana Sayyid Wan Bo 'Abdullah Sultan Kelantan
21.2.2.1 Maulana Sayyid Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Jati Sultan Caruban
21.1.2.1.1 Maulana (Sayyid) Hasanuddin Sultan I Kesultanan Banten
21.1.2.1.1.1 Maulana (Sayyid) Yusuf bin Hasanuddin Sultan II Kesultanan
Banten

21.1.3 Maulana Sayyid Wan Demali Raja Laksamana Bentan
44 nama, 44 pribadi dari makkah
ke madinah, dari madinah ke
iraq, dari iraq ke yaman, dari yaman ke india, dari
india ke nusantara dan kelantan, menyebarkan
salam-damai kepada dunia.

*Dikutip dari Catata
n Harian Membuka
Hati
Mas Yo
s Wiyoso Hadi, Pegawai Negeri di
Ditjen Pajak, Departemen Keuangan RI;

Pendiri bersama Komunitas SUARA, dan

Penggiat GIMSHS ( Gerakan Inklusif Moral

Komunitas Milist SuaraHati S
UARA ).

[ D
iteruskan dari Bapak Rohmad S. ]

PH PRO
Indonesia


Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat.
Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang!

#8213 From: Hikayat Dunia <hikdun@...>
Date: Sat Nov 28, 2009 1:08 pm
Subject: Re: Fwd: objek & Subyek Ruhani*
hikdun
Offline Offline
Send Email Send Email
 

Mengutip Al-Quran jangan sepotung-sepotong baca Al-Qurab dalam hati, coba dengarkan Kata-kata Busuk Yang Pernah Keluar Dari Mulut Muhammad, Orang Buta Huruf Yang Ingin Jadi Nabi

8:65. Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.

9:73. Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya.

33:64-65. Sesungguhnya Allah mela'nati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka), mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak memperoleh seorang pelindungpun dan tidak (pula) seorang penolong.

3:10-11. Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka, (keadaan mereka) adalah sebagai keadaan kaum Fir'aun dan orang-orang yang sebelumnya; mereka mendustakan ayat-ayat Kami; karena itu Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka.
Dan Allah sangat keras siksa-Nya.

35:36. Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka Jahannam. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir.

39:71. Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?" Mereka menjawab: "Benar (telah datang)." Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir.

2:161. Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat la'nat Allah, para Malaikat dan manusia seluruhnya.

75:34. 35. Kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu, kemudian kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu

48:13. Dan barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya Kami menyediakan untuk orang-orang yang kafir neraka yang bernyala-nyala.

3:56. Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Ku-siksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong.

8:12. (Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman." Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka[599].
[599]. Maksudnya: ujung jari disini ialah anggota tangan dan kaki.

47:4. Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.

40:6. Dan demikianlah telah pasti berlaku ketetapan azab Tuhanmu terhadap orang-orang kafir, karena sesungguhnya mereka adalah penghuni neraka.

3:12. Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: "Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahannam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya."

35:26. Kemudian Aku azab orang-orang yang kafir; maka (lihatlah) bagaimana (hebatnya) akibat kemurkaan-Ku.

9:30. Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah." Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?

4:76. Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.

32:20. Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir) maka tempat mereka adalah jahannam. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: "Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya."

86:15. Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya.

8:1. Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: "Harta rampasan perang kepunyaan Allah dan Rasul[593], oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu; dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman."

3:161. Tidak mungkin seorang nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang. Barangsiapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu, kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya.

8:41. Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang[613], maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil[614], jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa[615] yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan[616], yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

9:5. Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu[630], maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan[631]. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.

8:69. Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu ambil itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

ujung-ujungnya menikmati rampasan perang, kenikmatan juga yang ternyata dikejar dan diajarkan oleh Muhammad Orang Buta Huruf Yang Ingin menjadi Nabi


From: PH Pro <phpro_indonesia@...>
To: mp2i@yahoogroups.com
Sent: Sat, November 28, 2009 5:43:59 PM
Subject: [nasionalis-indonesia] Fwd: objek & Subyek Ruhani*

 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

"Objek ruhani adalah: "Diri" & "Sejarah siklus pergerakan Alam Semesta"
Dengan memahami sepenuhnya "obyek", baru
lah dapat memahami

dengan sebenar-benarnya "Subyek" Pengendali dan Pencipta.
Lalu mengapa masih enggan
melihat dengan "jujur" Diri
dan Sejarah Alam Semesta?"

*Dikutip dari Catata
n Harian Membuk
a Hati
Mas Yo
s Wiyoso Hadi, Pegawai Negeri di
Ditjen Pajak, Departemen Keuangan RI;

Pendiri bersama Komunitas SUARA, dan

Penggiat GIMSHS ( Gerakan Inklusif Moral

Komunitas Milist SuaraHati S
UARA ).

[ D
iteruskan dari Bapak Basuki P. ]

PH PRO
Indonesia


Berselancar lebih cepat.
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)



#8212 From: PH Pro <phpro_indonesia@...>
Date: Sat Nov 28, 2009 10:43 am
Subject: Fwd: objek & Subyek Ruhani*
phpro_indonesia
Offline Offline
Send Email Send Email
 
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

"Objek ruhani adalah: "Diri" & "Sejarah siklus pergerakan Alam Semesta"
Dengan memahami sepenuhnya "obyek", baru
lah dapat memahami

dengan sebenar-benarnya "Subyek" Pengendali dan Pencipta.
Lalu mengapa masih enggan
melihat dengan "jujur" Diri
dan Sejarah Alam Semesta?"

*Dikutip dari Catata
n Harian Membuk
a Hati
Mas Yo
s Wiyoso Hadi, Pegawai Negeri di
Ditjen Pajak, Departemen Keuangan RI;

Pendiri bersama Komunitas SUARA, dan

Penggiat GIMSHS ( Gerakan Inklusif Moral

Komunitas Milist SuaraHati S
UARA ).

[ D
iteruskan dari Bapak Basuki P. ]

PH PRO
Indonesia


Berselancar lebih cepat.
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)

#8211 From: "Umar Said" <kontak@...>
Date: Sat Nov 28, 2009 2:23 am
Subject: Informasi terbaru tentang KPK dan Bank Century
kontak@...
Send Email Send Email
 

Informasi terbaru tentang KPK dan Bank Century

 

Seperti yang bisa kita amati bersama-sama, kelihatannya masalah kisruh antara Polri-Kejaksaan-KPK mulai ada titik-titik terang, walaupun baru hanya sedikit saja, dan masih banyak sekali soal soal gelap yang harus dibongkar terus. Umpamanya, dan antara lain, adalah soal-soal : kelanjutan persoalan Bibit-Chandra (tentang kembalinya memimpin KPK), tindakan terhadap Susno Duadji dan pembesar-pembesar kepolisian dan kejaksaan lainnya. Dan, terutama sekali masalah Anggodo yang dianggap oleh banyak orang sebagai  biang kerok -nya heboh tentang kasus Bibit-Chandra dan yang telah  mengobok-obok  tingkat tinggi aparat kepolisian dan kejaksaan.

 

Karena masih banyaknya persoalan itu semuanya, dan juga karena mungkin masih akan memunculkan berbagai surprise baru yang menarik, maka website http://umarsaid.free.fr/ masih akan terus berusaha menyajikan berita-berita atau bahan-bahan informasi lainnya, sebanyak mungkin dan sesering mungkin, yang disajikan dari berbagai sumber.

 

Di samping itu, akan diusahakan juga setiap hari adanya bahan-bahan informasi yang terbaru mengenai persoalan yang sangat serius yang berkaitan dengan skandal raksasa Bank Century.  Oleh karena masalah serius ini merupakan  persoalan yang akan menjadi perhatian besar oleh banyak kalangan di masa datang, maka disajikannya berbagai informasi tentang skandal raksasa Bank Century  adalah perlu sekali.

 

Dengan mengikuti perkembangan pembongkaran skandal besar ini, maka kita semua akan bisa memperoleh gambaran tentang seluk-beluknya kesalahan atau kejahatan yang dilakukan oleh berbagai pejabat tinggi dan penting negara kita, sekitar kasus dirampoknya dana negara dan rakyat sebesar Rp 6,7 triliun lewat kasus Bank Century.

 

Melalui penyajian sesering mungkin dan sebanyak mungkin berbagai informasi tentang skandal Bank Century ini maka website http://umarsaid.free.fr/  juga ingin ikut bertisipasi  --  atau menyatukan diri -- dalam gerakan besar-besaran dan luas oleh berbagai kalangan masyarakat kita (mahasiswa, ormas pemuda, buruh, tani, perempuan dll dll) untuk  membongar skandal raksasa Bank Century.

 

Sebab, pembongkaran skandal Bank Century adalah bagian (yang penting) dari perjuangan bersama melawan neo-liberalisme, melawan mafia hukum, mafia peradilan, mafia kekuasaan, mafia ekonomi, sebagai sisa-sisa Orde Baru.

 

Paris, 28 November 2009

 

  1. Umar Said

 

= = = =

 

PS. Bagi mereka yang ingin memperoleh berbagai informasi terbaru  setiap hari harap klik rubrik Skandal raksasa Bank Century  dan Aneka berita utama terkini.

 

 



__________ Information from ESET NOD32 Antivirus, version of virus signature database 4643 (20091127) __________

The message was checked by ESET NOD32 Antivirus.

http://www.eset.com

#8210 From: PH Pro <phpro_indonesia@...>
Date: Fri Nov 27, 2009 6:02 am
Subject: Fwd: sekilas sejarah masuknya waliyullah ke jawa
phpro_indonesia
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Disarikan dari milist sebelah... bersama ini pula kami PHPRO mengucapkan Selamat 'Idul Adha bagi yang merayakan..

--- Pada Kam, 26/11/09, Yos Hadi <wiyoso.hadi@ ...> menulis:
 
Dari: Yos Hadi
Kepada: SuaraHati
Cc: suaraSUARA
Tanggal: Kamis, 26 November, 2009
 
Semoga catatan-catatan sederhana itu bisa memberikan sekilas gambaran bahwa para Waliyullah awal masuk ke pulau jawa berasal dari 9 kebangsaan yang datang melalui 4 Jalur:
 
1. CAMPA ( kini bagian VIETNAM SELATAN )
Pelopornya :  Mawlana Syaikh Hasanuddin Quro bin Yusuf Shiddiq
 
2. BAGHDAD ( kini IRAQ )
Pelopornya : Mawlana Syaikh Idhofi Mahdi Dzatul Kahfi al-Baghdadi
 
3. DELHI ( kini INDIA ) :
Pelopornya : Mawlana Sayyid Akbar Sayyid Husain Jum'adil Kubro asal Hadramawt ( kini Yaman )
yang masih keturunan Kanjeng Nabi Muhammad saw melalui silsilah Sayyidina Ja'far as-Shadiq bin
Muhammad al-Baqir bin Zayn-al 'Abidin bin Sayyidina Husain bin Sayyidina 'Ali & Siti Fatimah az-Zahra
 
4. TURKI :
Pelopornya:
1.   Mawlana Malik Ibrahim, ahli tata negara keturunan Samarqand ( kini Uzbekistan )
2.   Mawlana Ishaq as-Samarqand, ahli pengobatan keturunan Samarqand ( kini Uzbekistan )
3.   Mawlana Ahmad Jum'adil Kubro at-Tsani, ahli militer asal Iskandariyah ( kini Mesir )
4.   Mawlana Muhammad al-Maghrobiy, ahli irigrasi asal Maghrib ( kini Maroko )
5.   Mawlana Malik Isra'il, ahli tata negara juga asal dan kelahiran Turki
6.   Mawlana Muhammad 'Ali Akbar, ahli pengobatan dan pertanian asal Persia ( kini Iran )
7.   Mawlana Syaikh 'Aliyuddin, ulama cendekiawan asal Palestina
8 .  Mawlana Syaikh Hasanuddin, ulama cendekiawan asal Palestina
9.   Mawlana Syaikh Subakir, ahli ruqyah asal Persia ( kini Iran )
 
Kesembilan ahli itu dikirim atas inisiatif Sultan 'Utsmaniyah turki, Muhammad I Jalabi bin Bayazid I bin Murad I, kemungkinan setelah berkorespondensi dengan Sultan Muhammad Tughluq dan Mawlana Sayyid Akbar Sayyid Husain Jumadil Kubro yang saat itu masih bermukim di India. Kerajaan Tughluq di Delhi (India) itu sendiri, dengan ibukota Tughluqabad didirikan oleh Ghazi Malik Ghiyath al-Din Tughluq yang asli Turki.
 
Semoga dapat memperkaya sedikit cara pandang kita melihat Sejarah Interaksi Bangsa-Bangsa mewarnai bersama-sama Perkembangan Peradaban Dunia.
 
" Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenali."
( QS. Al-Hujuraat, ayat ke-13 )
 
amiin
 
 
____________ _________ _________ _________ _
From: yakub romdoni
Sent: Tuesday, November 25, 2009 5:50 PM
Cc: suaraSUARA; SuaraHati
Subject: RE: [SuaraHati] RE: yang dinamai Sunan Giri ada berapa?
 
Terima Kasih Banyak Kang Yos atas jawabannya.. ..
Semoga Gusti ALLAH menganugerahi kita Ilmu yang Berkah lan Manfaat, Melalui Keberkahan Kanjeng Nabi Muhammad Saw dan Keluarganya. Aamiin...
 
Yos Hadi wrote:
 
Wa'alaykum Salam wr.wb.
 
...mengenai utusan dari Syaikh 'Abdul Qadir al-Jailani ataupun utusan dari Syaikh Abu al-Hasan as-Syadzili mungkin lebih tepat ditanyakan kepada saudara-saudari kita yang mengikuti dan mendalami ajaran-ajaran spiritual moral beliau-beliau.
 
Kalau sebatas yang saya ketahui, kedua orang tersebut adalah keturunan-keturunan saleh generasi kesekian dari Kanjeng Nabi Muhammad saw, wajarlah bila usaha-usaha beliau untuk membina akhlak masyarakat pada zaman dan wilayahnya masing-masing sukses gemilang dan hingga kini semangat kesalehan kedua wali Allah itu masih menginspirasi hati dan jiwa banyak masyarakat dunia baik yang muslim maupun non muslim. Lho, kenapa bisa begitu? Karena bukan kah kita kaum muslimin-muslimah seluruh dunia setiap tasyahud terakhir dalam sholat kita selalu mendoakan tidak hanya kesejahteraan keselamatan dan keberkahan atas Baginda Nabi Muhammad saw dan Baginda Khalilullah Ibrahim as, tapi juga beserta seluruh keluarga beliau yang saleh-saleh. Nah, berarti termasuk di sini (disadari ataupun tidak) kita telah selalu mendoakan pula secara "implisit" saat tasyahud terakhir dalam sholat-sholat kita selama ini, semoga Allah mencurahkan selalu kesejahteraan, keselamatan dan keberkahan kepada "seluruh" keturunan keluarga beliau-beliau ( Nabi Ibrahim as dan Nabi Muhammad saw) yang saleh-saleh, termasuk keturunan beliau-beliau yang saleh-saleh di sini ya adalah Syaikh 'Abdul Qadir al-Jailani (w. 1066 M) dan Syaikh Abu al-Hasan as-Syadzili beserta keturunan-keturunan Nabi Ibrahim as dan Nabi Muhammad saw. "lainnya" yang saleh-saleh, amin.
 
Saya sendiri hanya bisa menduga bahwa semangat ajaran moral Syaikh 'Abdul Qadir al-Jailani terbawa ke pulau jawa oleh Mawlana Syaikh Idhofi Mahdi Dzatul Kahfi sekitar awal-awal abad ke-15 yang berdakwah dan memperkenalkan ajaran Islam kepada kaum pribumi di sekitar daerah pelabuhan Muara Jati, daerah pesisir laut Cirebon sekarang. Ibu maupun Paman dari Mawlana Syaikh Sayyid Syarif Hidayatullah al-Khan alias Sunan Gunung Jati termasuk murid kesayangan dari Mawlana Syaikh Idhofi Mahdi Dzatul Kahfi, yaitu:
 
1. Nyai Ratu Mas Lara Santang
Putri dari Prabu Siliwangi II dan Nyai Subang Larang, putri dari Ki Gede Tapa, penguasa Syah Bandar Karawang, yang sebelum menikah dengan Prabu Siliwangi yang saat itu belum menjadi raja Pajajaran tapi masih bergelar Prabu Jaya Dewata atau Manahrasa dan menjadi raja bawahan di Sindangkasih (Majalengka) , yaitu masuk wilayah kekuasaan kerajaan Galuh Surawisesa (kawali-Ciamis) yang diperintah oleh ayahnya Prabu Dewa Niskala. Sedangkan kerajaan Sunda-Surawisesa (Pakuan/Bogor) masih dipegang oleh kakak ayahnya (atau "Ua" dalam bahasa Sunda) Prabu Susuk Tunggal; Nyai Subang Larang waktu itu telah memeluk Islam dan menjadi murid Syaikh Hasanuddin Quro putra Syaikh Yusuf Shiddiq, ulama besar madzhab Hanafi di Campa (sekarang menjadi bagian dari Vietnam bagian Selatan) di Karawang.
 
2. Pangeran Walangsungsang
Putra mahkota Prabu Siliwangi dan Nyai Subang Larang, yang kemudian setelah berguru kepada Mawlana Syaikh Idhofi Dzatul Kahfi, seorang ulama madzhab Syafi'i, dan melanjutkan tugas gurunya itu berdakwah di daerah pesisir menyebut/memperkena lkan dirinya "Ki Samadullah". Selain berdakwah, Pangeran Walangsungsang bersama dengan Ki Gedeng Alang Alang membuka pemukiman baru bagi orang-orang muslim di daerah pesisir. Menurut catatan sejarah, pemukiman baru itu dimulai tanggal 14 Kresna Paksa atau bertepatan dengan tanggal 1 Muharam 849 Hijrah (8 April 1445 M). Daerah pemukiman baru itu kemudian dinamai CIREBON, diambil dari kata "Cai" (air) dan "Rebon" (anak udang, udang kecil, hurang). Sebagai kepala desa baru itu adalah Ki Gedeng Alang Alang, sedangkan wakilnya adalah Walangsungsang dengan gelar Pangeran Cakrabuana. Kelak setelah menunaikan ibadah haji, Pangeran Cakrabuana diberi nama haji 'Abdullah Iman hingga sebutan lengkapnya adalah Mawlana Haji 'Abdullah Iman Pangeran Cakrabuana.
 
Lalu mengenai semangat ajaran moral Syaikh Abu al-Hasan as-Syadzili  yang diterima sangat baik di Maghrib (sekarang Maroko) dan Iskandariyah (kini Mesir) boleh jadi terbawa ke Pulau Jawa melalui Mawlana Muhammad al-Maghrobiy yang keliling membina akhlak moral dan mengajarkan budipekerti kepada masyarakat di jawa tengah hingga wafatnya dan dimakamkan di Jatinom, Klaten; dan oleh Mawlana Ahmad Jum'adil Kubro at-Tsani, seorang jago bela diri dan ahli strategi perang asal Mesir dari tim ekspedisi Kesultanan Turki 'Utsmaniyyah ke pulau jawa, yang membina akhak moral dan mengajarkan budipekerti masyarakat Kerajaaan Majapahit di jawa timur hingga wafatnya dan dimakamkan di kota pusat pemerintahan kerajaan Majapahit Trowulan, Mojokerto.
 
Maaf sekedar ini saja, semoga bermanfaat dan silahkan menambahkan ataupun mengoreksi bila ada data-data sejarah yang salah. terim kasih.
 
" Dan berilah peringatan kepada saudara-saudarimu yang terdekat, dan rendahkanlah dirimu ( dalam ucapan dan perilaku sehari-hari ) terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman. Jika mereka mengabaikan (peringatan- peringatan) -mu maka katakanlah: "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan, dan bertawakallah kepada (DIA) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang."
( QS. Asy-Syu'araa' , ayat ke-214 sd. 217 )
 
amiin
 
____________ _________ _________ _________ _
From: SuaraHati On Behalf Of "yakub romdoni"
Sent: Tuesday, November 24, 2009 6:54 AM
To: wiyoso.hadi
Cc: suaraSUARA; SuaraHati
Subject: RE: [SuaraHati] RE: yang dinamai Sunan Giri ada berapa?
 
786,
 
Mas Yos, di sekitar kampung saya di Mundu - Cirebon, ada tiga Makam Keramat (Yang dimuliakan).
1. Shaykh Bratakelana (Anak kandung Sunan Gunung Jati)
2. Shaykh Raja Muhammad (dikenal juga sebagai Pangeran Luhung)
3. Shaykh Kilobama (Kiai Nu Loba Agama)
 
Untuk yg No.1 dan No.2, sejarahnya kelihatannya sudah cukup jelas. Yang No.3 ada selisih pendapat. Ada yang mengatakan beliau adalah salah satu Utusan Mawlana Shaykh Abdul Qodir Jaelani (Ra) untuk berdakwah ke tanah Jawa dengan nama asli Shaykh Abdurrahman Al-Baghdadi. Ada juga yang mengatakan semasa hidupnya beliau adalah salah satu penasihat Sunan Gunung Jati yang kemungkinan adalah penduduk asli dari wilayah Cirebon.
 
Kira2 Mas Yos, punya informasi ngak perihal adanya utusan Shaykh Abdul Qodir Jaelani (Ra) dimasa lalu, yang ke tanah Jawa. Siapa2 saja Nama2 Utusan tersebut.
 
Klo di Gunung Santri, saya pernah baca di salah satu koran online ada Makam Wali yang nama belakangnya ada Hasan As-Sadzili (dugaan saya, bisa jadi kemungkinan beliau adalah anak dari Mawlana Shaykh Hassan AsSadzili, salah satu Wali Tertinggi dalam Tarekat Sadziliyah) yang konon juga adalah salah satu utusan dari Kerajaan Turki Ustmani dan merupakan salah satu Generasi Pertama WaliSongo-Tanah Jawa.
 
Wallahu A'lam
 
Salam
Ykb
 
Yos Hadi wrote:
 
Salam
 
Sebatas yang bodoh ini ketahui, yang bergelar Sunan Giri ada 5 orang. Kelima nama tokoh sejarah nasional tersebut masuk dalam Daftar 44 "PAPA" (Pelopor Agung Pembinaan Akhlak-Mulia) di Pulau Jawa. Mereka ada di nomor urut ke-18 dan ke-35 sd. ke-38. Adapun nama-nama Walisongo yang jamak diketahui orang awam khususnya arek-arek Jawa Timur ada di Nomor urut ke-3, ke-17 sd. Ke-20, dan no. urut ke-29 sd. Ke-32.
 
44 Pelopor Agung Pembinaan Akhlak-Mulia ( "PAPA" ) di Pulau Jawa :
 
1. Mawlana Sayyid Akbar Sayyid Husain Jumadil Kubro al-Awwal
Adalah keturunan Bangsawan (Gubernur) dan ulama-ulama besar asal Hadramawt di Kerajaan Islam Taghluq di Delhi (India) yang masuk ke Nusantara melalui Aceh (Pasai) dan Kamboja, Pattani kemudian ke Semarang keliling membina masyarakat Jawa kemudian pergi Dan wafat di Pulau Bugis. Kemungkinan besar Beliau berkorespondensi dan mengilhami Sultan Muhammad I Jalabi ibn Bayazid I ibn Murad I dari Dinasti 'Utsmani untuk mengirimkan Ekspedisi Budaya menggalang persahabatan ke Pulau Jawa.
 
2. Mawlana Sayyid Ibrahim Jum'adil Kubro at-Tsani
Adalah  putra dari Maulana Akbar Sayyid Husain Jum'adil Kubro al-Awwal yang menyusul ayahandanya ke Majapahit Jawa kemudian ke Bugis (1452) dan wafat di Wajok, Sulawesi Selatan pada tahun 1453. Beliaulah dan bukan Mawlana Malik Ibrahim yang menikahi putri Jeumpa (Aceh) Candra Wulan dan dikaruniai berapa anak yang paling terkenal ada dua yaitu : yang lebih tua bernama "Sayyid Ishaq bin Sayyid Ibrahim Jum'adil Kubro" dan yang lebih muda bernama "Sayyid Ahmad Rahmatullah bin Sayyid Ibrahim Jum'adil Kubro" yang oleh masyarakat Jawa di kemudian hari dikenal sebagai Sunan Ampel, pendiri Perguruan Mubaligh Ngampel Denta (Ampeldenta) di Surabaya.
 
3.   Mawlana Malik Ibrahim, kepala ekspedisi dari 'Utsmaniyah, makam di Gresik
4.   Mawlana Ishaq as-Samarqand, ahli tabib dalam tim ekspedisi dari 'Utsmaniyah
5.   Mawlana Ahmad Jum'adil Kubro at-Tsani, makam di Trowulan, Mojokerto
6.   Mawlana Muhammad al-Maghrobiy, makam di Jatinom, Klaten
7.   Mawlana Malik Isra'il at-Turk, makam di Gunung Santri, Cilegon
8.   Mawlana Muhammad 'Ali Akbar al-Farsi, makam di Gunung Santri
9.   Mawlana 'Aliyuddin al-Filistin, makam di area Masjid Banten Lama
10. Mawlana Hasanuddin al-Filistin, makam di area Masjid Banten Lama
11. Mawlana Syaikh Subakir al-Farsi, petilasan di Blitar,  kembali ke persia
12. Mawlana Syaikh Hasanuddin Quro asal Campa di Karawang
13. Mawlana Syaikh Idhofi Mahdi Dzatul Kahfi al-Baghdadi di Muara Jati
14. Mawlana Pangeran Cakrabuana 'Abdullah Iman, pendiri kampung Cirebon
15. Mawlana Pangeran Ksatria Kian Santang pernah bermukim di Godog, Garut
 
16. Mawlana Sayyid Ishaq bin Sayyid Ibrahim Jum'adil Kubro, penasehat agama di kerajaan Pasai
Beliau mengikuti jejak ayahnya Mawlana Sayyid Ibrahim Jum'adil Kubro at-Tsani dan kakeknya Mawlana Sayyid Akbar Sayyid Husain Jum'adil Kubro al-Awwal pergi ke Majapahit dan membina akhlak masyarakat di Blambangan, Pasuruan, Pandang Arang. Berapa ulama percaya beliau tidak kembali ke Pasai tapi wafat di suatu daerah yang dikenal sekarang sebagai wilayah Jombang.
 
17. Mawlana Raden Ahmad Rahmatullah bin Sayyid Ibrahim Jum'adil Kubro di Ampel
18. Mawlana Raden Paku 'Ainul Yaqin bin Sayyid Ishaq Jum'adil Kubro di Giri
19. Mawlana Makhdum Ibrahim, di Bonang, Tuban, Kediri, Madura, dan Bawean
20. Mawlana Raden Sayyid Qasim Syarifuddin Hasyim di Drajat, Paciran, Lamongan
21. Mawlana Raden Sayyid Ahmad Hasan bin Raden Ahmad Rahmatullah di Lamongan
22. Mawlana Syaikh Bentong Kyai Bah Tong keturunan Tionghoa di Lasem Rembang
23. Mawlana Syaikh Suta Maharaja di Pajang, kini Yogyakarta, Solo dan Sukohardjo
24. Mawlana Raden Pangeran Hamzah di Tumapel, atau kini Singosari, Malang
25. Mawlana Raden Pangeran Syaikh Mahmud di Kahuripan, atau kini Sidoarjo
26. Mawlana Raden 'Alim Burereh (Abu Hurayrah) di Majagung
27. Mawlana Raden Santri Sayyid 'Ali Murtadho, makam di Gresik
28. Mawlana Raden 'Usman Haji di Ngudung, Matahun, atau kini Kediri
29. Mawlana Raden 'Amir Haji Sayyid Ja'far Shodiq, panglima di Kudus
30. Mawlana Sayyid Syarif Hidayatullah al-Khan wafat di Gunung Jati
31. Mawlana Raden Mas Syahid Abdurahman Kalijaga Syaikh Malaya
32. Mawlana Raden Prawoto Umar Said di wilayah gunung Muria
33. Mawlana Syaikh 'Abdul Jalil al-'Alawi di Glagah Wangi, Jepara
34. Mawlana Khalifah Husain Imam dan deputi Sunan Ampel di Madura
35. Mawlana Raden Sayid Zainal 'Abidin Kanjeng Sunan Dalem Kidul ( Giri II )
36. Mawlana Raden 'Ali Kusumowiro Kanjeng Sunan Seda ing Margi ( Giri III )
37. Mawlana Muhammad Fadhullah Mas Ratu Fatihal Sunan Prapen ( Giri IV )
38. Mawlana Sulaiman Panembahan Kawis Gua ibn Muh. Fadhullah ( Giri V )
39. Mawlana Raden Hasan Sultan Alam Akbar al-Fattah Bintaro Demak
40. Mawlana Raden Husain Adipati Terung, kini daerah Krian, Sidoarjo
41. Mawlana Syaikh Khaliqul Idrus al-Farsi al-Hadramawt di Jepara
42. Mawlana Syaikh Muhammad Yunus bin Khaliqul Idrus di Jepara
43. Mawlana Syaikh Adipati 'Abdul Qadir bin M. Yunus ( Adipati Unus )
44. Mawlana Fadhillah Khan Fatahillah Tubagus Pasai Pangeran Jayakarta
( Catatan Harian Membuka Hati, Wiyoso Hadi )
 
Daftar 44 "PAPA" itu saya buat karena wali-wali Allah yang lahir di Indonesia baik apakah beliau-beliau itu dari keturunan arab, timur tengah, india, pakistan, tiong hoa, afrika ataupun pribumi asli, mereka semua rata-rata adalah keturunan langsung dari salahsatu atau beberapa dari ke-44 "PAPA" itu atau setidak-tidaknya memiliki keterikatan nasab dengan salahsatu atau beberapa dari ke-44 "PAPA" tersebut yang pada akhirnya bersambung pada Kanjeng Rasul Muhammad saw. yang secara lebih universal lagi bersambung kepada Kanjeng Khalilullah Ibrahim dan putranya Isma'il a'layhum as-salam dan lebih universal lagi bersambung kepada Ayahanda kita semua Kanjeng Nabi Adam a'layhi as-salam. Beliau-beliau bukan lah hanya nabi-nabi teragung tapi juga wali-wali Allah terbaik untuk segala zaman. Wali-wali Allah sendiri tidak semuanya menjadi ustadz atau ustadzah ataupun hafizh qur'an tapi yang jelas pribadi mereka sangat santun 'alim saleh dan menjadi mubaligh penyebar kemuliaan dan kehalusan budipekerti islami baik secara terang-terangan ataupun inklusif sembunyi-sembunyi. Dan Allah lebih mengetahui..
 
" Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan kelak) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang sangat besar."
( QS. Yuunus, ayat ke-62 sd ke-64 )
 
amiin
 
--- On Sat, 11/21/09, yusuf wrote:
 
syukron, afwan kalau yang bergelar sunan giri ada berapa? tabik
 
____________ _________ _________ _________ _
From: WIYOSO HADI
Sent: Friday, November 20, 2009
Subject: Re: Sunan Gresik yang mana?
 
Salam kembali
 
Sebagaimana yang bergelar Sunan Giri tak hanya seseorang, yang bergelar Sunan Gresik pun tidak hanya seseorang..
 
Yang pertama: Sunan Gresik I mungkin lebih familiar dikenal dengan nama aslinya yaitu Maulana Malik Ibrahim. Menurut sebuah dokumen yang tersimpan di museum istana Istanbul, Maulana Malik Ibrahim di kesultanan 'Utsmaniyah dahulu bukan begitu dikenal sebagai seorang guru spesialis agama ( alias bukan lah semacam "ustadz" kalau di-bahasakan di Indonesia ) tapi sebenarnya adalah seorang Cendekiawan ahli Ilmu Pemerintahan yang diutus oleh Sultan Muhammad I Jalabi bin Bayazid I bin Murad I dari Kerajaan Utsmaniyah, turki untuk memimpin ekspedisi kultural yang terdiri dari 9 orang ke Pulau Jawa (Majapahit) pada tahun 1404 dengan singgah dulu di Kesultanan Pasai (Aceh). Meski diutus dari Kesultanan 'Utsmaniyah, turki, tapi dipercaya bahwa asal usul kelahiran atau leluhur Maulana Malik Ibrahim adalah dari Samarkand, Uzbek, Asia Tengah. Babad Tanah Jawi versi J.J. Meinsma menyebut beliau dengan nama Makhdum Ibrahim As-Samarqandy yang kemudian mengikuti pengucapan lidah orang Jawa beliau disebut dengan nama Ibrahim Asmarakandi. Selain hidup sezaman dengan Sultan Muhammad I, Ibrahim Asmarakandi hidup pula sezaman dengan Amir Timur (Timur Lenk), panglima terkemuka dan penguasa di Asia Tengah yang menaklukan pula Kesultanan 'Utsmaniyah, dan menunjuk Muhammad I Jalabi, salahsatu putra dari Sultan 'Utsmaniyah sebelumnya (Bayazid I) menjadi penerus pemegang tampuk pemerintahan Kesultanan 'Utsmaniyah berikutnya; dan hidup sezaman pula dengan 'alim ulama terkemuka Baha'uddin Naqsyband di Bukhara dan hidup sezaman pula dengan Penguasa Muslim Mongolia Shadi Beg, pemimpin Pasukan Tentara EMAS Mongolia yang merupakan suatu pasukan gabungan dari Pasukan Tentara BIRU (yang menaklukan dan menguasai wilayah barat yang sekarang dikenal sebagai negara bagian-bagian dari negara Rusia dan bangsa-bangsa Eropa timur lainnya seperti Polandia, Hungaria, Bulgaria hingga daerah-daerah perbatasan Iran yang dulu namanya Persia itu ) dan Pasukan Tentara PUTIH  (yang menaklukan dan menguasai wilayah timur dan wilayah-wilayah yang kita kenal sekarang sebagai Asia Tengah) dari dinasti Chagatai Khan. Chagatai Khan (w. 1241) sendiri adalah putra kedua yang terkenal tempramental dari Temujin Genghis Khan, Pendiri Kerajaan Mogolia, Kerajaan Imperium terluas yang pernah eksis di "Dimensi" Alam Dunia Fana Pararel ini. Kembali kepada Maulana Malik Ibrahim :-) dalam gerakan dan misi sosio-kultural- nya di tanah jawa, beliau tak hanya mendekati kaum bangsawan, kaum terpelajar dan orang-orang pemerintahan saja tapi merangkul, mengajak, membimbing pula kaum rakyat biasa dan jelata. Dalam cerita rakyat, ada yang menyebut beliau sebagai Kakek Bantal. Beliau membangun pondokan tempat belajar agama ( cikal bakal pondok-pondok pesantren di Nusantara ) di Leran, Gresik dan wafat serta dimakamkan di desa Gapura Wetan, Gresik, Jawa Timur pada tahun 1419 sehingga dikenang sejarah sebagai Sunan Gresik I.
 
Yang kedua: Sunan Gresik II mungkin lebih familiar dikenal dengan nama aslinya yaitu Raden Santri Sayyid 'Ali Murtadho, beliau adalah kakak dari Raden Sayyid Ahmad Rahmatullah atau lebih dikenal sebagai Sunan Ampel yang merintis mendakwahkan istilah "Mo Limo" (moh main, moh ngombe, moh maling, moh madat, moh madon). Yakni ajakan moral untuk "tidak berjudi, tidak minum-minuman keras, tidak mencuri, tidak menggunakan obat-obat terlarang (zaman sekarang narkotik dlsb), dan tidak berzina." Dengan begitu Sunan Gresik II adalah pula sepupu dari Raden 'Alim Burereh (Abu Hurayrah) alias Sunan Majagung, dan PakDhe dari Raden Makhdum Ibrahim ( alias Sunan Bonang ) dan adiknya Raden Sayyid Qosim yang kemudian saat dewasa bergelar Raden Sayyid Syarifuddin Hasyim ( alias Sunan Drajat ). Dalam gerakan moral-nya, Sunan Gresik II juga memakai sarana-sarana kultural antara lain dengan memperbaiki pola dan motif batik, lurik, dan perlengkapan- perlengkapan kuda.. Mengenai Sunan Gresik II ( alias Raden Santri 'Ali ) ini pernah saya sebut sekilas dalam tulisan lama Catatan Harian Membuka Hati... berjudul "Ilmu Hati"..
 
"..ilmu hati turun tak terduga dalam kilasan Cahaya-Cahaya Terang dalam dada,
turun dalam hati ikhlas pribadi-pribadi muhsinin,
turun dalam bahasa sederhana yang dimengerti sang penerima.
 
putih, kuning, biru, merah suci, putihnya putih, hijau, hitam
adalah tahapan-tahapan kilasan cahaya benderang yang 'tampak' dalam dada,
diikuti bisikan hidayah lembut-agung menggema dalam relung batin sang hamba.
 
bukan Raden Rahmat, Raden Santri 'Ali, pun bukan Raden 'Alim,
tapi Raden Makdum Ibrahim imam Bonang yang lebih banyak terima Cahaya itu,
demikian pula para hamba Allah yang uwaisy menerima Cahaya amat banyak.
 
hamba-hamba yang tercerahkan telah datang dan pergi meninggal dunia,
hanya DIA Yang Abadi Sang Maha Pencerah Dunia, tiada kantuk, tiada lelah,
bagi tiap masa pada wilayah tertentu, DIA hadirkan ksatria-ksatria moral pencerah baru.
 
wahai jiwa yang mendamba, bersihkan segala niat amal ibadah,
hanya DIA Yang Maha Mengetahui kesiapan hati setiap hamba,
Mahabijaksana DIA dalam segala Rencana dan Keputusan-NYA. .."
( copy paste dari Catatan Harian Membua Hati )
 
Namun yang saya maksud dalam reply e-mail saya kepada Bapak Sjarul Amin Singkil, Aceh bukan lah Sunan Gresik II melainkan Sunan Gresik I. Semoga menjadi terang adanya.. Lalu mengapa semangat suara hati dan metode-metode ajakan moral saudara muda Anda ini dekat mirip dengan semangat dan metode-metode gerakan inklusif moral-kultural- tidak langsung Sunan Gresik I dahulu?  ...dari manakah kecenderungan- kecenderungan ini terwarisi ...Silakan cari dan temui beliau-beliau yang 'alim saleh zuhud kasyf, banyak di antara beliau-beliau berdakwah di pelosok-pelosok daerah, 'insya Allah beliau-beliau bila berkenan, melalui visi-visi jernih spiritual beliau-beliau, dapat menerangkan.. 'insya Allah akan jelas mengapa ini itu, gerakan moral suarahati ini semua, dari mana semangat batin salahsatu pendiri gerakan SuaraHati SUARA yang kini alhamdulillah ajakan-ajakan moral gerakan ini menyebar secara inklusif ( tidak mencolok, tidak frontal ) menyebrangi lautan, melintasi benua-benua ini menurun dan berasal .. segala sesuatu ada sebab-akibat, penjelasan dan hikmah-hikmah- nya...
 
هُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلائِفَ فِي الأرْضِ فَمَنْ كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُ وَلا يَزِيدُ الْكَافِرِينَ كُفْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ إِلا مَقْتًا وَلا يَزِيدُ الْكَافِرِينَ كُفْرُهُمْ إِلا خَسَارًا
 
" Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah (wakil-wakil/ penerus-penerus/ pewaris-pewaris spiritual) di muka bumi. Barang siapa yang tidak percaya (ingkar), maka (akibat) keingkarannya menimpa dirinya sendiri. Dan keingkaran orang-orang yang tidak percaya itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan keingkaran orang-orang yang tidak percaya itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka sendiri belaka. "
( QS. Faathir, ayat ke-39 )
 
amiin
 
Catatan Harian Membuka Hati
Jakarta, Malam Jum'at, 19 Nov. 2009
 
--- On Mon, 11/16/09, yusuf wrote:
 
salam, afwan sunan gresik yang disebut-disebut pada e-mail akhii, sunan gresik yang mana? tabik
 
____________ _________ _________ _________ _
From: Yos Hadi
Sent: Monday, November 16, 2009 5:35 PM
To: suaraSUARA
Cc: SuaraHati
 
Wa a'laykum salam wr.wb,
( dan salam damai sejahtera bagi kita semua )
 
Hatur nuhun Kang Sjahrul Amin as Singkil atas bagi-bagi puisi-nya..  izinkanlah si pembelajar yang masih hijau imut-imut banyak dosa dan khilaf ini membalas kebaikan itu dengan meng-"copy paste" kembali corat coret lama yang tercecer di sana sini dari Catatan Harian Membuka Hati (Yang belum Sempat Terbuku-kan) berapa tahun silam sejak 2001... mohon maaf bagi yang telah menerima sebelumnya.. semoga masih ada manfaatnya paling tidak untuk mengingatkan diri pribadi penulis sendiri yang belum sepenuhnya saleh-'alim ini... "Ya Allah, ampunilah dan bersihkanlah, sucikanlah hati, jiwa, dan pikiran kami sehingga kami dapat bersama-sama dengan dukungan Rahmat dan Kasih-MU membersihkan akhlak moral masyarakat bangsa ini..."
 
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
 
Nilailah dirimu sebelum menilai orang lain,
carilah dosamu sebelum mencari dosa orang lain,
tegurlah dirimu sebelum menegur orang lain,
sesali kesalahanmu sebelum menyesali kesalahan orang lain,
perbaiki dirimu sebelum memperbaiki orang lain,
kendalikan jiwa batin pikiranmu sebelum mengendalikan yang lain
 
Perhatikan keburukanmu sebelum memperhatikan kebaikanmu,
kembangkan amal salehmu sebelum mengembangkan amal lainmu,
cukupkan urusan duniawimu sebelum mencukupkan amal salehmu,
mulailah dari dalam dirimu sebelum melangkah ke bagian luarmu,
pelihara akhlakmu sebelum memelihara nama baikmu
 
Cerahkan dirimu sebelum mencerahkan saudara-saudaramu,
teguhkan imanmu sebelum meneguhkan iman sekelilingmu,
sabarkan dirimu sebelum mengajak sabar orang di sekitarmu,
kobarkan api semangatmu, keberanianmu, segala apa yang baik
di dalam batin, jiwa, pikiranmu, di dalam keseluruhan dirimu...
dan lihat!... Semangat,  keberanian, segala apa yang baik di sekelilingmu
kan berkobar menyebar turut ikut bersamamu
( Syawwal 1422H/ 9 Januari 2002 )
 
*  *  *  *  *  *  *
 
Sucikanlah Batinmu sebelum Lahirmu,
dia yang suci lahirnya belum tentu suci batinnya,
dia yang suci batinnya pasti suci lahirnya
 
Keseluruhan mempengaruhi Bagian,
Bagian mempengaruhi Keseluruhan
 
Bila Keseluruhan tak dapat engkau perbaiki,
perbaikilah terus dengan sabar bagian-bagian. ..
dan Keseluruhan menuju Perbaikan
 
Pungutan negara harus Adil memberi manfaat bagi masyarakatnya,
Jika tidak... itu sama saja dengan Kezhaliman
 
Keadilan bukan sama rata, tapi menerima manfaat sesuai
pemenuhan kewajiban, besarnya tanggungjawab, hak dan kontribusinya.
 
Dia yang harap kemuliaan dunia
belum tentu mendapatkannya
Dia yang harap ridho Allah semata
pasti dapat Kemuliaan tiada penghabisan
 
Inkonsistensi datangkan keraguan,
keraguan datangkan inkonsistensi
sadari... baru yakini: Tiada hakiki "aku-aku" kecuali AKU
( Rabu-Minggu, di sela-sela kantor dan rumah, 6-10 Juli 2005 )
 
 
*  *  *  *  *  *  *
 
Kekuatan batin tak lepas dari kesucian jiwa,
kekuatan jiwa tak lepas dari kebersihan hati,
batin.. hati.. jiwa.. saling tergantung dan mempengaruhi,
tercetus.. tertelusuri dalam setiap kata dan perbuatan nyata.
 
وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا
فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا
وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
 
" Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya) , maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. "
( QS. As-Syams ayat ke-7 sd. ke-10 )
 
" Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya. "
( QS. Al-Baqarah ayat ke-152 sd. ke-154 )
 
amiin
 
*  *  *  *  *  *  *
 
Sound of the Soul
(Nyanyian Suara Jiwa)
 
A'uudzuu biLlaahi minasy-syaithonir rajiim
bismiLlaahi r-Rahmaani r-Rahiim
A'udhu biLlahi minash-shaytaanir rajeem
bismiLlahi r-Rahmani r-Raheem
 
Ini bukan ilmu gaib
Ini bukan pula bermain kata-kata bijak
Kekuatan kata-kata terletak pada kekuatan hati
Dan kekuatan hati terletak pada ketulusan niat
Dan ketulusan niat terletak pada seberapa besarkah Cinta
untuk melakukan sesuatu tanpa harap apa-apa kecuali keridhaan Allah
Itulah sebagian kecil dari kekuatan yang dikaruniakan kepada para nabi dan para awliya
dan kepada siapa saja yang mencintai dan mengikuti mereka dengan sepenuh hati yang benar-benar bersih
Itulah kekuatan Mengungkapkan
Itulah kekuatan Kata-Kata
 
[In English]
It is not magic
It isn't playing wise words either
The power of the words lies on the power of the heart
And the power of the heart lies on the sincerity of the intention
And the sincerity of intention lies on how great is the Love
to do something without any expectation but the pleasure of Allah
That's a little part of the power given to the prophets and the saints
And to anyone who loves and follows them with all their true pure heart
That is the power of Expressions
That is the power of the Words
 
 
* * * * *
 
Seisi dunia ini bukan apa-apa tapi Satu Keluarga
Tiada Cinta tanpa Perdamaian
Tiada Perdamaian tanpa Cinta
Cinta hakiki mengalahkan uang dan permainan-permainan kotor politik
 
[In English]
This whole world is nothing but one family
There is no Love without Peace
There is no Peace without Love
True Love conquers money and politics
 
 
* * * * *
 
Mereka yang bicara dengan Kebenaran, bicara dengan bahasa sehari-hari Tuhan
mereka yang bicara dengan Kasih Sayang, bicara dengan bahasa universal Tuhan
mereka yang bicara Tulus dari Hati, bicara dengan rahmat kasih sayang universal Tuhan
dan mengapa orang-orang belum dapat mengerti, bahkan tidak dapat
mendengar dan melihat bimbingan petunjuk Ilahi dalam diri mereka?
sebab mereka sehari-hari berbicara dengan "bahasa" berbeda dengan Tuhan.
 
[In English]
Those who speak with Truth, speak with the daily language of God
those who speak with Love, speak with the universal language of God
those who speak with Sincerity, speak with the universal blessing Love of God
and why people cannot yet understand, even cannot hear and see the Divine's guidance in themselves?
because they speak daily with a different "language" than that of God.
 
 
* * * * *
 
Apa yang saya sampaikan perihal Keruhanian bukan berasal dari bacaan tapi datang dari kalbu
Dan Allah MahaAdil memberi pengetahuan ini ke dalam hati semua orang beriman
Siapa saja yang sehari-hari bicara dengan "bahasa" Tuhan dapat mendengarnya dari kalbunya.
 
[In English]
What I say on spirituality does not come from reading but comes from heart
And Allah, the All-Just, gives this knowledge into all believers' heart
Anyone who speak daily with the "language" of God can hear it from his/her heart.
 
 
* * * * *
 
Saya hamba lemah dengan banyak sekali kelemahan
Tapi saya berusaha yang terbaik untuk menjadi manusia lebih baik dari hari ke hari
Berjuang melawan nafsu egoku, musuh terbesarku
Dan berusaha keras untuk tiada menyerah hingga kematian datang dan mengambilku.
 
[In English]
I am a weak servant with so many weaknesses
But I try best to be a better man day by day
Struggling against my Ego, my biggest enemy
And try hard to never give up till Death comes and takes me.
 
 
* * * * *
 
Keindahan dari Ketulusan Kasih Sayang adalah lebih indah dan abadi daripada
segala Keindahan Hidup ini.
Dan keindahan merasakan Kehadiran Allah setiap saat adalah lebih indah dan
abadi, tak dapat dibandingkan,
daripada segala bentuk Keindahan dan Kasih Sayang dunia ini.
Namun mengapa berapa dari kita tidak mempercayainya?
Karena sampai kini mereka belum merasakannya.
Allahu-l-Jamiil wa yuhibbu-l-jamaal
(Allah, secara ruhiyah, adalah Yang Mahaindah dan mencintai keindahan)
 
[In English]
The beauty of pure Love is more beautiful and everlasting than all beauties of this life
And the beauty of tasting the Presence of God at every moment is more
beautiful and everlasting, beyond compare,
than all beauties and Love of this world.
But why some of us don't believe it?
Because they have not tasted yet.
Allahu-l-Jamil wa yuhibbu-l-jamal
(God is spiritually the All-Beautiful One and loves beauty)
 
 
* * * * *
 
Wali-Wali Allah tidak pernah menanyakan apa yang akan diberikan Allah sebagai balasan (atas amal-amal ibadahnya)
Tapi Selalu bertanya (pada dirinya): "Apa yang bisa saya lakukan SEKARANG untuk menyenangkan Allah sebagai balasan (atas segala pemberian nikmat-Nya kepada-ku) "
 
[In English]
Friends of God never ask what will God give to me in return.
But always ask what I can do NOW to please God in return.
 
 
* * * * *
 
Saya tidak pernah tahu apakah Rabb-ku benar-benar ridha denganku
Itulah mengapa adalah bijaksana untuk berbuat amal kebajikan selalu.
 
[In English]
I never know whether my Lord is really pleased with me
That's why it's wise to always do good deeds.
 
 
* * * * *
 
Wali-Wali Allah tiada pernah ragu akan Cinta Allah kepada mereka
tapi tiada pernah yakin apakah mereka dapat mencintai balik Allah dalam
hati, pikiran, dan kehidupan sehari-hari mereka
sebesar Allah mencintai mereka.
 
[In English]
Friends of God never doubt in God's Love to them
but never sure whether they can love back God in their hearts, minds and in their daily lives
as much as God loves them.
 
 
* * * * *
 
Orang-orang bertanya: "Mengapa doa-doaku belum terjawab?"
"Lihat" dalam hati kalian! Dan kalian akan mengetahui mengapa
sayangnya, tidak semua dapat "melihat"
 
[In English]
People ask: "Why my prayers haven't yet been answered?"
"See" in your heart! And you will know why
unfortunately, not all can "see"
 
 
* * * * *
 
Banyak yang bertanya-tanya di mana saya
Pada kenyataannya saat kalian menanyakan itu
saat itu saya berada dalam hati kalian
Doa-doa dan harapan-harapan terbaikku menyertai mereka yang hatinya merindukanku
 
[In English]
Many wonder where am I
Actually when you ask that
at that moment I am in your heart
My prayers and best wishes are with them whose heart misses me
 
 
* * * * *
 
Kalian menyebut-Nya Tuhan, kami menyebut-Nya Allah
Kalian menyebut-Nya Pemilik (Alam Semesta), kami menyebut-Nya Rabb
Jangan berdebat, amalkan apa yang engkau yakini
banyak nama untuk Realitas yang sama
Semoga DIA mencurahkan Kasih-Rahmat- Nya diantara kita.
 
[In English]
You call Him God, we call Him Allah
You call Him Lord, we call Him Rabb
Don't argue, do what you believe
many names for the same Reality
May He pour His Mercy among us
 
 
* * * * *
 
Ada berapa kebenaran yang tidak dapat diungkapan
Tapi dapat ditemukan dan dirasakan dalam keheningan tafakur
Tafakur bukan hanya duduk, menutup mata dan sadar terhadap setiap hirupan
nafas masuk dan keluar
Tapi harus pula menjaga pikiran, hati dan jiwa dari apa saja yang dilarang Allah.
 
[In English]
There some truths that cannot be spoken
But can be found and tasted in the silence of meditation
Meditation is not just sit, close the eyes and aware of every breathing in and out
But also have to keep the mind, heart and soul from anything what God forbids.
 
 
* * * * *
 
Apakah kalian mengira dalam sholat, sang imam sholat lebih dekat kepada Allah daripada yang lain?
Tidak, Allah maha mengetahui apa yang tersembunyi dalam hati tiap orang
Allah ta'aala berfirman melalui Nabi Raja Sulayman 'alayhi as-salaam:
"Bukan kefasihan ucapan (dalam sholat dan doa-doamu) tapi berikanlah Hatimu."
 
[In English]
Do you think that in prayers, the leader of the prayer is closer to God than the others?
No, Allah knows best what is hidden in the heart of each man
Allah ta'aala said through Prophet King Solomon 'alayhi as-salaam:
"It is not the eloquence of words (in your prayers and supplications) but give me your heart."
 
 
* * * * *
 
Suatu ketika, seorang wanita baik-baik bertanya kepada seorang pemuda: "Saya
heran mengapa orang-orang tua (para sesepuh) dan orang-orang yang punya
pengaruh besar mendengarkanmu? Bagaimana bisa?"
 
Si pemuda menjawab: "Jujurlah selalu pada dirimu, jujurlah selalu pada
Tuhan, jujurlah selalu kepada orang-orang, dan selalu miliki niat tulus yang
baik dan benar. Maka Allah akan memberimu ilham dan kekuatan ke dalam hatimu
(perihal) apa yang harus disampaikan, kapan harus disampaikan, dan bagaimana
harus menyampaikannya -apakah hal tersebut harus disampaikan secara terbuka
(lisan) atau secara batiniah (melalui kalbu ke kalbu). Dan mereka yang telah
dibukakan hatinya oleh Tuhan akan mendengar dan mengikuti apa yang kamu
sampaikan bahkan andaipun kamu hanyalah seorang bocah biasa sebab Ilham
Ilahiah beserta Kekuatan Ilahiah-nya ada dalam hatimu. Hanya ingat: jujurlah
selalu dan miliki niat tulus yang baik dan benar selalu. Maka Anda bisa
melakukannya sebagaimana saya lakukan."
 
[In English]
A good lady once asked a young man: "I wonder why the elderly and powerful
people listen to you? How come?"
 
The young man replied: "Be always honest with yourself, be always honest
with God, be always honest to the people, and have always a sincere good and
right intention. Then Allah will give you inspiration and power into your
heart what to say, when to say and how to say whether it should be said
openly (verbal) or secretly, through heart to heart. And they whose heart
has been opened by God will listen and follow what you say even if you are
just an ordinary child because the Divine inspiration and its power are
within your heart. Just remember: be always honest and have always a sincere
good and right intention. Then you can do it as I do."
 
 
* * * * *
 
Seorang bertanya kepada sahabatnya: "Apa rahasia mas sehingga punya banyak
teman dari berbagai macam latar belakang pendidikan, strata sosial, suku,
agama, dan bangsa yang dengan ikhlas dan senang hati suka membantu mas?"
 
Dijawab sahabatnya itu yang masih bujangan usia 30an tahun: "Sayangilah
orang-orang yang berinteraksi dengan kita dengan tulus hati, dan itu
tercermin dari pandangan mata dan senyuman yang hangat, lebih banyak
mendengar dan lebih banyak memberi daripada meminta, dan berbicara sesuai
tingkat kesadaran dan pemahaman lawan bicaranya atau lebik baik diam."
 
[In English]
Someone once asked his friend, "What is the secret brother, so that you have
many friends from different educational backgrounds, social ranks, ethnic
groups, religions/beliefs and nations who sincerely and gladly love to help you?"
 
His friend, a bachelor in his thirties, replied, "Sincerely love the people
with whom we interact. And that (Sincerely Love) is reflected in the tender
glance and kind smile, listening more and giving more than asking, and
talking in accord with the state of consciousness and the degree of
understanding of those we talk to, otherwise it is better to keep quiet."
 
 
* * * * *
 
Sepasang orang saleh suatu ketika bertanya kepada sahabat baik mereka:
"Kamu bukan ulama tapi mengapa nasihatmu menyentuh dan membantu?"
 
Sahabat mereka tersenyum dan berkata:
"Saya di sini untuk menolong bukan untuk berkotbah.
Dengan berkotbah kadang-kadang kita ingin menunjukkan betapa baik diri kita.
Dengan menolong tulus dari hati, kita ingin menunjukkan betapa bisa baiknya mereka.
Mereka bahkan bisa lebih baik daripada kita.
Para pengkotbah bisa berkotbah soal Cinta Ilahiah sepanjang hari.
Sedangkan para penolong yang tulus dari hati, bisa membuat orang-orang jadi
dekat dan bahagia dengan Allah dengan hanya berkata:
'Kami sayang Kalian.' "
 
[In English]
A religious couple once asked their good friend:
"You are not a scholar of the Holy Scripture but why is your counsel
touching and helpful?"
 
Their friend smiled and said:
"I am here to help not to preach.
By preaching sometimes we want to show others how good we are.
By helping sincerely we want to show them how good they can be.
They can even be better than us.
Preachers can preach about Divine's Love all day long.
While true helpers can make people close and happy with God just by saying:
'We love you.' "
 
Teman-teman minta ilham lagi kepada saya, baiklah, Keberkahan bukan hanya Ilham Ilahiah.
Apa saja ataupun siapa saja yang membuat kita lebih dekat dan lebih bahagia dengan
"Hakikat Yang Paling Spiritual" ("Allah") adalah Keberkahan. Semoga Allah memberkati Kalian.
 
[In English]
Friends ask me for more inspiration, well, Blessing is not just Divine Inspiration.
Anything which or anyone who makes us closer and happier with the Most Spiritual Realm (God) is blessing.
May Allah bless you.
 
* * * * *
 
Orang-orang biasa butuh jabatan atau uang atau kedua-duanya untuk pengaruhi orang-orang
Wali-wali Allah yang berhati bersih hanya butuh sedikit kata-kata untuk mengubah orang-orang
jadi pribadi-pribadi yang lebih baik
Kekuatan-kekuatan untuk "mengubah" itu bukan berasal dari kata-kata mereka ataupun pikiran mereka
Tapi berasal dari hati bersih mereka darimana ilham-ilham kata-kata itu datang melaluinya.
 
[In English]
Ordinary people need either rank or money or both to influence people
Pure hearted friends of God just need a few words
to change people to be a better persons
Those powers to change come from neither their words nor their minds
But come from their pure hearts where those inspirations of words coming through.
 
 
* * * * *
 
Orang-orang yang benar-benar baik hati dapat membuka hati banyak orang
Terlepas dari budaya, bangsa, tingkat pendidikan dan agama mereka
Karena kebaikan itu rahmatan lil alamiin (universal).
 
[In English]
True good hearted people can open the hearts of many people
Regardless their cultures, nationalities, educations and religions
Because goodness is universal.
 
 
* * * * *
 
Dosa-dosa dan ketidakpatuhan kita bagaikan kegelapan dalam sebuah ruang
Amal-amal saleh tulus kita bagaikan cahaya-cahaya
Semakin gelap ruangnya semakin banyak cahaya yang kita butuhkan
Tanpa cahaya cukup bagaimana kita dapat melihat dan belajar dari sisi Ilahiah kalbu kita?
 
[In English]
Our sins and ignorance are like darkness in a room
Our sincere righteous deeds are like lights
The darker the room the more lights we need
Without adequate light how can we see and learn from the divine realm of our heart?
 
 
* * * * *
 
Wali-wali Allah tiada pernah takut terhadap orang-orang berkuasa
Dan tiada pernah kuatir akan sedikit pendapatan
Dan tiada pernah merasa diri mereka tidak beruntung hanya karena kurang keberuntungan
Hati mereka tiada punya tempat untuk perasaan-perasaan semacam itu
Meski demikan mereka selalu baik hati, ramah dan rendah hati
Sebab hati mereka dipenuhi oleh Cinta Allah.
 
[In English]
Friends of God are never afraid of powerful people
And never worry about less income
And never find themselves unlucky just because of less fortune
Their hearts have no place for such feelings
Even so they are always kind-hearted, polite and humble
Because their hearts are fulfilled with God's Love.
 
 
* * * * *
 
Cahaya-cahaya itu darimana saya terilhami untuk menulis
sejak lebih dari tujuh tahun silam
Bukan berasal dari daya pikirku yang terbatas
Tapi datang melalui kalbu
Bersihkanlah kalbu hati dan jiwa kalian
dan jagalah lisan dari kata-kata tidak baik dan kasar
dan jagalah pikiran dari prasangka buruk dan pikiran kotor
Maka kalian pun akan "melihat" cahaya-cahaya hikmah, lembut indah menakjubkan itu
datang dengan halus lembut melalui kalbu tak terihat Kalian
 
[In English]
Those lights from which I've been inspired to write
since more than seven years ago
Came not from my limited mind
But came through the heart
Purify your hearts and souls
and keep the tongue from unkind and harsh words
and keep the mind from bad and dirty thoughts
Then you will also "see" those wonderful beautiful soft lights of wisdoms
coming gently through your unseen hearts
 
 
* * * * *
 
Ada berapa cara untuk mendidik orang-orang
Cara ketat-aturan, seperti cara-cara Sayyidina Nuh, Luth, Musa, dan Ilyas
Cara yang lebih lembut, seperti cara-cara Sayyidina Ibrahim, Ism'ail, Ishaaq dan Isa al-Masih
Dan cara pertengahan, seperti cara Sayyidina Muhammad shallAllahu' alayhi wasallam
Jika kalian tanya padaku, saya cenderung kepada dua cara yang terakhir
 
[In English]
There are some ways to educate people
The demanding way, like the ways of Sayyidina Noah, Lot, Moses and Elijah
The gentler way, like the ways of Sayyidina Abraham, Ishmael, Isaac and Jesus Christ
And the middle way, like the way of Sayyidina Muhammad sallAllahu 'alayhi wasallam
If you ask me, I prefer the last two ways
 
 
* * * * *
 
Ada dua belas yang strik dan dua belas yang lebih memaafkan
Dua belas pertama adalah Sayyidina Nuh, Hud, Shalih, Luth, Syu'ayb, Musa,
Harun, Dawud, Sulayman, Ilyas, Ilyasa, dan Yunus 'alayhum salaam
Dua belas satunya lagi adalah Sayyidina Adam, Idris, Ibrahim, Isma'il, Ishaaq,
Ya'qub, Yusuf, Ayyub, Dzul-Kifli, Zakariya, Yahya dan Isa 'alayhum salaam
Dan yang moderat wataknya di tengah-tengah antara kepribadian- kepribadian itu adalah:
Sayyidina Nabi Muhammad shallAllahu' alayhi wasallam
Allahumma shalli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa shallayta
'alaa Ibrahim wa 'alaa aali Ibrahim,.... fil 'aalamina innaka Hamiidun Majiid.
 
[In English]
There were twelve who were strict and twelve who were more forgiving
The first twelve were Sayyidina Noah, Hood, Saleeh, Lot, Shoaib, Moses,
Aaron, David, Solomon, Elijah, Elisha and Jonah 'alayhum salaam
The twelve other ones were Sayyidina Adam, Enoch, Abraham, Ishmael, Isaac,
Jacob, Joseph, Job, Dhulkifli, Zachary, John and Jesus 'alayhum salaam
And the moderate between those qualities is:
Sayyidina Nabi Muhammad sallAllahu'alayhi wasallam
Allahumma salli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa sallayta
'alaa Ibrahim wa 'alaa aali Ibrahim,.... fil 'aalamina innaka Hamiidun
Majiid.
 
 
* * * * *
 
Sejak kecil saya tidak pernah ingin menjadi ustadz atau pengkotbah
Saya hanya ingin menjadi pengikut yang amanah
Tapi saya biasa berdoa dalam hati
Memohon pertolongan Allah untuk membuat saya dekat dengan hamba-hamba- Nya yang baik
Dan menjadi salah seorang dari mereka
Tanpa pertolongan dan perlindungan Allah bagaimana mungkin dapat seperti sekarang
 
[In English]
Since child I never want to be a teacher in religious matter or a preacher
I just want to be a trusted follower
But I used to pray in my heart
Plead for God's help to make me near with His good servants
And be one of them
Without God's Help and Protection how it's possible that can be like now
 
 
* * * * *
 
Orang-orang tua saleh alim-arif-bijaksana pernah mengingatkan saya
Untuk tidak menyampaikan apasaja yang saya "dengar", "lihat" dan ketahui
Ataupun apasaja yang orang-orang ingin dengar, lihat atau ingin ketahui
Tapi hanya menyampaikan apa yang perlu mereka ketahui
Dan hanya jika saatnya tepat
Yaitu: saat hati mereka dapat menampung ilmu-ilmu rahasia itu
Semoga Allah mengampuni saya dan merahmati kalian.
 
[In English]
Pious wise old men had remembered me
Never to deliver everything what I "hear", "see" and know
Either anything what people want to hear, see or know,
But only to deliver what they need to know
And only if the time is right
That is: when their heart can contain those hidden knowledge
May Allah forgive me and bless you.
 
 
* * * * *
 
Adalah bijak untuk mendengarkan apa yang orang-orang katakan atau tidak katakan tentang kita
Tapi lebih bijaksana untuk mengetahui apa yang Tanda-Tanda Ilahiah dalam "kalbu tak terlihat" kita katakan mengenai kita
Namun bagaimana seseorang dapat mengetahuinya bila ia tak dapat men"dengar"kannya?
Dan bagaimana dapat men"dengar"kannya bila kalbunya hanya dipenuhi oleh keinginan-keinginan dunia?
 
[In English]
It is wise to listen to what people either say or not say about us
But it is wiser to know what the Divine's signs in our unseen hearts say about us
But how can one know about it if he cannot "listen" to it?
And how can one "listen" to it if his heart is occupied by this lower world desires?
 
 
* * * * *
 
Apa yang berasal dari nafsu akan musnah
apa yang berasal dari hati-hati yang bersih akan kembali ke dalam Keabadian.
 
[In English]
What comes out of ego will vanish
what comes out of pure hearts will return to Eternity.
 
 
* * * * *
 
Semoga Allah mengampuni saya dan merahmati kita semua.
May Allah forgive me and bless us.
 
al-fakir, si miskin ilmu[]
 
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ
 
" Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat (iman, petunjuk, dunia, akhirat) kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat."
( QS. Al-Fatihaah, ayat ke-6 sd ke-7 )
 
amiin
 
Al-fakir sungguh berharap dan berdoa semoga GIMSHS (Gerakan Inklusif Moral Komunitas Milist SuaraHati SUARA) ini dapat mengadopsi pendekatan gerakan moral Sunan Gresik dan para pengikut2 dan penerus2 beliau (terutama Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria) pada masa silam yang tidak menggunakan pendekatan terlalu frontal dan kaku tetapi gerakan-gerakan moral yang "lebih" mengedepankan pendekatan2 yang sangat inklusif, kultural, santun, arif-bijaksana, sabar, dan merangkul berbagai kalangan dari berbagai macam strata sosial, pendidikan dan agama... " Hal ini antaralain dapat dilihat dari 7 Filosofi Pendekatan Gerakan Moral Sunan Drajat yang sangat familiar di Desa Drajat wilayah Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan itu:
 
1. Memangun resep teyasing Sasomo (kita selalu membuat senang hati orang lain)
2. Jroning suko kudu eling Ian waspodo (di dalam suasana riang kita harus tetap ingat dan waspada)
3. Laksitaning subroto tan nyipto marang pringgo bayaning lampah (dalam perjalanan untuk mencapai cita - cita luhur kita tidak peduli dengan segala bentuk rintangan)
4. Meper Hardaning Pancadriya (kita harus selalu menekan gelora nafsu-nafsu)
5. Heneng - Hening - Henung (dalam keadaan diam kita akan mem­peroleh keheningan dan dalam keadaan hening itulah kita akan mencapai cita - cita luhur).
6. Mulyo guno Panca Waktu (suatu kebahagiaan lahir batin dapat dicapai melalui memanfaatkan dengan sebaik-baiknya (salat) Lima Waktu)
7. Menehono teken marang wong kang wuto, Menehono mangan marang wong kang luwe, Menehono busono marang wong kang wudo, Menehono ngiyup marang wongkang kodanan (Berilah ilmu agar orang menjadi pandai, Sejahterakanlah kehidupan masya­rakat yang miskin, Ajarilah kesusilaan pada orang yang tidak punya malu, serta beri perlindungan orang yang menderita).
 
Ya Allah dengan keagungan firman-MU, tolonglah, lancarkanlah dan rahmatilah gerakan moral ini..."
 
مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
 
"  Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorang pun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
( QS. Faathir, ayat ke-2 )
 
"Ya Allah kabulkan segala permintaan baik kami, baik yang terucap maupun yang tidak terucap sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui segala bisikan dan isi hati kami.."
 
إِنَّ اللَّهَ عَالِمُ غَيْبِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
 
" Sesungguhnya Allah mengetahui yang tersembunyi di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati."
( Qalbu Surah/ Jantung Surat Fathiir )
 
amiin
 
 
--- On Sat, 11/14/09, SJAHRUL AMIN wrote:
Cc: "WIYOSO HADI" <wiyoso.hadi@....>
Date: Saturday, November 14, 2009, 12:04 AM
 
Ass.ww.
 
Mas Wiyoso Hadi,
Menurut saya,  berjuang utk menegakkan keadilan dan kebenaran memang harus difikirkan betul cara
pelaksanaannya, saya yakin bahwa teman2  Suara Hati dan Suara Suara, dilandasi oleh itikad baik
 
bergabung dalam kelompok ini, dan jelas pula berasal dari profesi yang ber beda2.
 
Jika kita berfikir lebih dalam lagi, ada satu pertanyaan yang mendasar bagi kita semua yaitu siapa dan utk apa kita hidup sebenarnya?
Saya kutipkan puisi sufi abad XV s/d XVI di jazirah Arab, dengan harapan dapat mengisi relung hati kita
semua :
 
Aku tak tahu, oh saudaraku, apa sesungguhnya aku ini?
Mungkin aku boneka, mungkin benang tempat boneka itu menggantung,
Mungkin sebuah bola di tangan Yang Dikasihi,
Mungkin sebuah gandar dengan beban berat,
Mungkin istana tempat sang raja duduk berfikir,
dan berbicara tentang banyak hal untuk mendapatkan keterangan baru,
Mungkin aku seekor kuda yang dikendalikan beberapa penunggang,
Mungkin sebuah gelombang laut yang menenggelamkan raga,
Mungkin sekuntum bunga pacar dengan warna merah,
Mungkin sekuntum mawar, bunga yang penuh keharuman,
Mungkin aku air tejun, dipenuhi awan,
yang memantulkan matahari dan bulan,
Mungkin aku cermin Allah sejak pra keabadian
yang tak terjangkau oleh kata2.......
Mungkin aku sama sekali tidak!
 
Semoga Allah menyatukan kita dalam Rahman dan RahimNya.
 
Sjahrul Amin as Singkil
 
____________ _________ _________ _________ _
From: suaraSUARA On Behalf Of WIYOSO HADI [wiyoso.hadi@ ...]
Sent: Friday, November 13, 2009 5:15 PM
 
Tks artikelnya, kalau GIMSHS (Gerakan Inklusif Moral Komunitas SuaraHati SUARA) bukanlah gerakan politik tapi gerakan sosial-moral yang anggota komunitasnya secara "INKLUSIF" bukan "eksklusif" mengajak orang-orang di lingkungan keluarga, parpol, institusi2 dan organisasi masing-masing untuk lebih berakhlak mulia, saleh, beretika dan bermoral ..."mengajak orang-orang, paling tidak lingkungan terdekat kita masing-masing untuk bersama-sama mereformasi diri menjadi manusia2 yang lebih saleh, 'alim dan mulia" sesuai jabatan, kapasitsas dan kapabilitas masing-masing. ..
 
Lihatlah gerakan2 moral Nabi Ibraahiim, Nabi Is-haaq, Nabi Ya'quub, Nabi Yuusuf & pengikut2 mereka, Nabi Zakariyaa, Yahyaa, Nabi 'Iisaa & pengikut2 mereka, Buddha & para pengikutnya, Konfusius (Kong Hu Cu) & para pengikutnya pada masanya.. mereka tidak menjatuhkan mereka2 yang berkuasa tapi berusaha menyadarkan pihak2 yang berkuasa itu dengan menyadarkan masyarakat/ bangsanya sehingga dapat pula "mengajak" dan "menyadarkan" ("bukan menekan") secara tidak langsung pihak2 Yang Berkuasa untuk lebih bijak dalam memerintah "bukan untuk menjatuhkan" mereka. Karena bagaimanapun juga para penguasa2 itu adalah bagian dari elemen masyarakat/bangsany a itu. Itu mengapa para pengikut reformator moral zaman lalu seperti Nabi Ibrahiim, Is-haaq, Ya'qub, Yuusuf, Zakariyya, Yahyaa, 'Iisaa berasal dari beragam latar belakang sosial, ada yang petani, ada yang pencari ikan, ada yang pemungut cukai, ada yang dari kaum terpelajar, ada yang berada di lingkungan kekuasaan, ada yang prajurit.. ada yang kaum alim-ulama, semua dilibatkan dalam gerakan moral beliau-beliau itu.. agar jangkauan "dakwah" reformasi moral mereka bisa mencapai orang banyak dan komunitas masyarakat lebih luas. Mereka menyuarakan Kebenaran bukan untuk menjatuhkan yang berkuasa tapi untuk menyadarkan yang berkuasa agar kembali ke Jalan Lurus melalui bantuan masyarakat (kekuatan rakyat bersama yang tercerahkan) dan orang-orang yang dekat dengan kekuasaan.. lihatlah seperti Yuusuf yang bekerja dalam pemerintahan penguasa bukan menjauhi penguasa..
 
Kecuali mungkin kalau yang berkuasa sekejam Fir'aun mungkin gerakan moral yang lebih frontal seperti gerakan moral Nabi Muusaa & Nabi Haaruun pada masanya mungkin dapat dipertimbangkan. . tapi apakah yang berkuasa dan para bawahannya sekarang sekejam Fir'aun & bawahannya dulu? Suarahati ini mengatakan: rasa2nya Tidak deh :-) hanya perlu disadarkan saja Beliau-Beliau itu bersama-sama dengan arif-bijaksana melalui gerakan berbagai elemen-elemen masyarakat yang peduli perbaikan moral bisa lewat pentas seni budaya, pers, langkah-langkah hukum yang cerdas, atau melalui orang-orang yang berada di lingkungan kekuasaan dlsb.. marilah kita sama-sama memperbaiki moralitas Bangsa secara keseluruhan MULAI dengan membersihkan niat dan moralitas Kita Sendiri lebih dulu sehingga pancaran kesalehan & moralitas kita moga-moga 'insya Allah bisa juga menarik orang-orang di sekitar kita-kita untuk ikutan lebih saleh paling tidak untuk tidak lagi korup secara moral.. 'insya Allah...
 
Marilah menahan diri untuk tidak gegabah mempertentangkan hitam-putih aparat vs rakyat.. tapi lihatlah pada "oknum-oknum" nakal yang ada di institusi2 kelembagaan negara itu maupun yang "berkeliaran" di dalam masyarakat di luar institusi pemerintahan itu, dan bukannya membabi-buta menyama-ratakan "oknum-oknum korup" ataupun "oknum-oknum anarkis bayaran" seolah-olah mewaliki keseluruhan anggota institusi atau keseluruhan angota masyarakat tsb. Mari kita tegur beliau2 (yang pada hakikatnya juga adalah saudara-saudari kita juga) yang kurang bijak dan tidak amanah itu bukan karena didorong oleh Rasa Kesal atau Benci atau Muak tapi didorong oleh Rasa "CINTA" & "Kasih-Sayang" untuk saling mengingatkan sesama Keturunan Nabi Adam dalam kebaikan dan dengan kesabaran.. apapun "baju" parpol, institusi, agama dlsb untuk kembali ke jalan yang bijak dan bermoral.. OK, selamat week end semua, 'insya Allah Senin saya lanjutan.. bila ada yang perlu dilanjutakan.
 
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
إِنْ يَنْصُرْكُمُ اللَّهُ فَلا غَالِبَ لَكُمْ وَإِنْ يَخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِي يَنْصُرُكُمْ مِنْ بَعْدِهِ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
 
" Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan) , maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang yang beriman bertawakal."
( QS. Ali-'Imraan ayat ke-159 sd ke-160 )
 
amiin

*Disarikan dar
i M
ilist SuaraHati SUARA


PH PRO
Indonesia


Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.

#8209 From: "kursani24" <kursani24@...>
Date: Thu Nov 26, 2009 11:05 am
Subject: assalamualaikum...
kursani24
Offline Offline
Send Email Send Email
 
sila kunjungi laman web facebook dan sila ambil ilmu dari perdebatan ini. nama
group "Stop Fitnah Terhadap Islam dan Nabi Muhammad SAW (menjawab fitnah grup
MKM dan FFI)" diskusi "menjawab fitnah umur aishah"..

#8208 From: "Umar Said" <kontak@...>
Date: Wed Nov 25, 2009 6:09 pm
Subject: Mengantisipasi ledakan lebih besar skandal raksasa Bank Century
kontak@...
Send Email Send Email
 
Tulisan ini juga disajikan dalam website http://umarsaid.free.fr/

 

            Mengantisipasi ledakan lebih besar

            skandal raksasa Bank Century

 

Setelah berminggu-minggu banyak sekali dari berbagai kalangan masyarakat Indonesia dibanjiri berita-berita ruwet dan rumit  -- yang menghebohkan dan membikin resah  --  mengenai persoalan  skandal raksasa Bank Century dan kisruh antara Polri-Kejaksaan-KPK (dan DPR) akhirnya presiden SBY mengumumkan tanggal 23 November 2009 malam sikapnya mengenai persoalan-persoalan  besar ini.

 

Sikap presiden SBY ini sudah ditunggu-tunggu sejak lama oleh banyak kalangan dan golongan, sesudah Tim 8 yang dibentuknya untuk melakukan pencarian fakta dan verifikasi sekitar kasus kriminalisasi KPK (atau kasus Bibit-Chandra) selesai dengan missinya selama seminggu, dan sesudah presiden SBY memerlukan waktu seminggu pula untuk menentukan sikapnya.

 

Dalam menghadapi kasus kriminalisasi KPK ini presiden SBY kelihatan amat ragu-ragu, atau hati-hati sekali dan  tidak mau buru-buru  mengambil sikap. Hal yang demikian ini bisa dimengerti atau wajar, sebab masalah yang harus dihadapinya sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan memang berat, besar dan parah sekali. Karena,  sejak dibeberkannya  berbagai kebejatan moral pejabat-pejabat tinggi kepolisian dan kejaksaan oleh pemutaran rekaman telpun mereka di Mahkamah Konstitusi maka kelihatanlah dengan jelas sekali bahwa moral sejumlah besar pimpinan aparat penegakan hukum negara kita memang sudah amat bobrok.

 

Baru hanya seperti gunung es

 

Keputusan presiden yang memerlukan waktu dua minggu untuk menimbang-nimbang, mempelajarinya dari berbagai segi dan sudut pandang, dan mengumpulkan pendapat dari banyak kalangan, menunjukkan bahwa persoalan kriminalisasi KPK ini sunguh-sungguh merupakan persoalan besar di kehidupan negara dan bangsa kita. Soal Polri-Kejaksaan-KPK ini hanyalah permunculan sebagian kecil saja, yang ibaratnya seperti gunung es,  dari sudah rusaknya moral para pejabat di negara kita, yang sarat dan setengah tenggelam akibat  korupsi yang dimainkan oleh mafia hukum, mafia peradilan, mafia kekuasaan, dan mafia ekonomi.

 

Oleh karena itu harapan rakyat adalah besar sekali bahwa presiden SBY mau memperhatikan, atau menghormati, atau mempertimbangkan rekomendasi hasil kerja Tim 8 yang dibentuknya sendiri. Laporan dan rekomendasi Tim 8 yang diajukan kepada presiden itu sebenarnya dengan jelas dan juga  tegas sudah mengajukan usul atau fikiran-fikiran yang bisa diambil oleh presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan untuk mengatasi kekisruhan yang carut-marut antara Polri-Kejaksaan-KPK, termasuk kasus Bibit-Chandra.

 

Sebenarnya, pada Senin malam tanggal 23 November itu sebagian besar rakyat menaruh harapan besar sekali bahwa presiden akan mengumumkan dengan  tegas dihentikannya diajukannya Bibit-Candra ke pengadilan sesuai dengan rekomendasi Tim 8 (umpamanya, di banyak tempat masyarakat berkerumun di depan televisi dan juga mengadakan  nonton bareng ).  Namun,  dalam pidatonya yang 30 menit itu, presiden SBY tidak secara terang-terangan dan tegas menyatakan sikapnya. Dengan bahasa yang oleh  banyak orang dianggap membingungkan atau tidak jelas presiden SBY mengusulkan supaya polisi dan kejaksaan tidak membawa persoalan Bibit-Chandra ke pengadilan.

 

Dengan mengemukakan bahwa ia tidak mau mengintervensi atau memasuki bidang hukum yang bukan wilayahnya, ia dengan panjang lebar mengutarakan pandangannya tentang bagaimana menyelesaikan berbagai persoalan negara, termasuk masalah skandal besar Bank Century.

 

Bank Century yang penuh keruwetan

 

Dari pidatonya yang selama 30 menit itu banyak orang kecewa sekali, bahkan juga marah, karena dianggap tidak memenuhi harapan rakyat banyak yang sudah dituangkan juga dalam laporan dan rekomendasi Tim 8.  Sesudah mendengar pidato presiden SBY itu banyak orang yang tidak tahu atau tidak mengerti bagaimana akhirnya Bibit Samad Riyanto dan Chandra Hamzah, apakah ia akan kembali ke KPK atau tidak. Atau, juga bagaimana akhirnya persoalan Anggodo, yang merupakan  dedengkot penting dan besar  dalam skandal KPK itu.

 

Juga mengenai skandal raksasa Bank Century didapat kesan bahwa presiden SBY berusaha untuk menutupi besarnya keruwetan yang diakibatkan oleh kesalahan atau pelanggaran atau kejahatan yang sudah  terjadi yang berkaitan dengan kerugian negara sebesar Rp 6,7 triliun itu. Ia menyatakan bahwa menyambut baik adanya hak angket oleh DPR mengenai persoalan besar ini, dan akan memerintahkan Menteri Keuangan (Sri Mulyani) dan BI memberikan penjelasan atau klarifikasi mengenai itu semua. Marilah sama-sama kita amati bagaimana kelanjutan perkara besar yang sangat serius ini, yang mungkin akan waktu yang panjang sekali dan memunculkan berbagai  surprise  pula.

 

Sesudah adanya laporan dan rekomendasi dari Tim 8 kepada presiden, dan sesudah presiden SBY mengumumkan sikapnya mengenai berbagai masalah besar dan parah tersebut (kasus KPK dan kasus Bank Century) maka kita semua umumnya merasa kecewa sekali. Juga amat kuatir campur curiga tentang kelanjutan urusan-urusan besar negara dan bangsa kita itu semuanya.

 

Produk  ipoleksosbud  Orde Baru

 

Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, maka kita sama sekali tidak boleh menaruh harapan yang terlalu besar bahwa urusan kisruh di KPK ini akan dapat diselesaikan dengan cepat, , dan tuntas, apalagi (sekali lagi, apalagi !!!) soal skandal raksasa Bank  Century. Sebab, jaring-jaringan mafia hukum, mafia peradilan, mafia kekuasaan, mafia politik, dan mafia ekonomi yang menjadi ciri-ciri utama rejim militer Orde Baru masih bisa memainkan peran mereka yang merusak negeri kita, sampai sekarang.

 

Dengan sistem politik dan ekonomi pro neo-liberal yang dijalankan oleh berbagai kalangan  pimpinan  yang umumnya adalah produk busuk  -- secara langsung atau tidak langsung, dari  ipolisekbud  (ideologi, politik, sosial, ekonomi, dan kebudayaan) selama 32 tahun Orde Baru maka sulitlah kiranya akan  adanya perbaikan atau perubahan, yang drastis, yang bisa memberantas korupsi, mafia hukum, dan mafia peradilan, atau mafia ekonomi dalam waktu dekat.

 

Kerusakan moral atau kebejatan akhlak yang dipertontonkan kepada seluruh negeri  melalui heboh kriminalisasi KPK (dan juga dalam kasus Bank Century) adalah manifestasi kerusakan moral yang memuncak. Agaknya, perlu sama-sama kita ingat bahwa dalam semua sistem politik, atau sistem pemerintahan, atau juga dalam sistem ekonomi, masalah kesehatan moral adalah sangat penting   Sedangkan, seperti yang kita ketahui bersama, kebanyakan dari para pejabat negara kita (atau elite kita di kalangan sipil dan swasta) sekarang ini pada umumnya tidaklah bisa dikatakan bermoral tinggi, dan juga tidak bisa dikategorikan sebagai pengabdi rakyat, apalagi (harap catat : apalagi !) dianggap sebagai patriot. Sebab, sekali lagi, mereka itu dididik, dibesarkan, dan dibina oleh  indoktrinasi atau  kebudayaan  rejim militer Orde Barunya Suharto.

 

Apa sebabnya kerusakan moral yang parah ini ?

 

Begitu parahnya kebejatan moral pejabat-pejabat tinggi di Polri, Kejaksaan, KPK, pengadilan, dan lembaga-lembaga pemerintahan lainnya (jangan lupa juga di DPR juga) sekarang ini menimbulkan pertanyaan mengapa hal semacam itu bisa terjadi, dan apa sajakah sebab-sebabnya dan apakah tidak bisa diperbaiki ? Dan mengapa di jaman pemerintahan di bawah Bung Karno yang selama 20 tahun itu korupsi dan kerusakan moral tidak separah yang kita saksikan sejak puluhan tahun Orde Baru sampai sekarang ?

 

Kalau dalam kasus KPK sering terdengar adanya uang suapan (dari Anggoro dan Anggodo) yang sampai ratusan miliar rupiah, dan bahkan dalam kasus Bank Century disebut-sebut dicurinya dana  publik sampai Rp 6,7 triliun (artinya, supaya lebih jelas, Rp 6,7 000 000 000 000 atau Rp 6,7 juta dikalikan satu juta), maka korupsi yang dilakukan pejabat-pejabat negara di bawah pemerintahan Bung Karno itu adalah ibaratnya sama dengan pegunungan Himalaya dibandingkan dengan bukit-bukit di Gunung Kidul.

 

Agaknya, kebanyakan  kalangan tua  yang pernah hidup di jaman pemerintahan Bung Karno, dan juga  kalangan muda  yang memperhatikan dengan cermat sejarah bangsa, akan  melihat dengan jelas sekali bahwa sekarang ini ada kemerosotan yang tajam sekali (bahkan, keambrukan ) moral di kalangan pejabat-pejabat negara (dan juga pemuka-pemuka masyarakat)  dibandingkan dengan jaman pemerintahan sebelum Orde Baru.

 

Jadi, kiranya makin jelas bahwa banyaknya korupsi besar-besaran yang merajalela sejak lama bersumber dari kerusakan moral, baik secara individual ataupun kolektif, yang disuburkan atau didorong oleh  sistem pemerintahan Suharto. Kalau presidennya saja (bersama anak-anaknya) sudah memberikan contoh jelek dengan mencuri harta rakyat dan negara secara besar-besaran, maka otomatis banyak orang yang mendukungnya akan juga melakukan hal yang sama.

 

Adalah sangat menarik untuk kita amati bersama, bahwa kerusakan moral secara besar-besaran dan yang menyebabkan suburnya korupsi, dan maraknya mafia hukum, mafia peradilan, mafia kekuasaan, dan mafia ekonomi (sejak Orde Baru sampai sekarang) terjadi  sesudah digulingkannya presiden Sukarno dan digulungnya kekuatan kiri atau kekuatan revolusioner pendukung politik Bung Karno. Artinya, kekuatan kiri atau revolusioner yang tergabung dalam berbagai partai, ormas atau golongan, di bawah pimpinan dan disemangati oleh ajaran-ajaran revolusioner Bung Karno merupakan rem kolektif atau penghalang terhadap terjadinya kemerosotan moral publik dan korupsi.

 

Mungkin karena itu jugalah makanya walaupun situasi ekonomi pada waktu itu sangat sulit selama revolusi 45 dan sebagai akibat perjuangan melawan Belanda, dan kemudian melawan subversi (PRRI-Permesta) dan sabotase ekonomi politik oleh nekolim (neo-kolonialisme dan imperialisme Barat) tetapi moral para pejabat dan moral publik pada waktu itu adalah jauh sekali (jauh sekali dengan garis bawah tebal) lebih baik dari pada di waktu era Orde Baru, sampai sekarang.

 

Bangsa kita kehilangan pedoman moral

 

Jadi, kalau kita amati dengan seksama, maka akan kelihatanlah bahwa sejak dikhianatinya pemimpin besar rakyat Indonesia, Bung Karno, oleh Suharto dan para pendukungnya (sipil maupun militer) dan juga dilumpuhkannya kekuatan kiri dengan cara-cara ganas dan biadab dan besar-besaran, maka negeri kita dilanda oleh kemerosotan moral, yang sebagian kecilnya saja sudah  kelihatan dalam, kasus KPK dan skandal besar Bank Century. Karena dihilangkannya kepemimpinan Bung Karno dan sekaligus  juga karena pembasmian pendukung utamanya (PKI) maka bangsa Indonesia juga kehilangan pedoman moral. Inilah juga dosa yang besar sekali Suharto beserta para pendukung setianya.

 

Dari sudut pandang yang demikian, maka bisalah kiranya dikatakan bahwa kemerosotan moral (dan korupsi) adalah pada dasarnya, atau pada intinya,  ciri-ciri anti-kiri dan anti ajaran-ajaran Bung Karno.

Adalah menarik sekali untuk sama-sama kita perhatikan bahwa kebanyakan (sekali lagi kebanyakan, artinya, tidak semuanya) para koruptor kakap (sipil maupun militer)  adalah terdiri dari orang-orang yang bermoral busuk dan anti-kiri atau anti-Bung Karno, yang pada hakekatnya adalah anti-rakyat.

Sekali lagi, perlu digarisbawahi, bahwa anti ajaran-ajaran revolusioner Bung Karno adalah sama saja dengan anti-rakyat. Dengan kalimat lain,  orang tidak bisa gembar-gembor  --  walaupun dengan lantang setinggi langit --    memperjuangkan kepentingan rakyat Indonesia  tetapi sekaligus dengan bersikap anti-kiri atau anti ajaran-ajaran revolusioner Bung Karno.

 

Dan dari sudut pandang ini pulalah kiranya kita juga bisa  melihat berbagai masalah yang sedang kita hadapi bersama, baik mengenai kelanjutan kisruh KPK (kasus Bibit-Chandra), dan masalah besar Bank Century, maupun perjuangan bersama untuk memberantas mafia hukum, mafia peradilan, mafia kekuasaan, mafia ekonomi (termasuk mafia pengacara dan mafia makelar kasus).

 

Ledakan-ledakan sekitar kasus Bank Century

 

Karena banyaknya masalah parah dan besar di banyak bidang (artinya, bukan hanya Bank Century saja), dan mengingat sikap moral kebanyakan para pejabat dan kalangan elite umumnya (antara lain DPR !!!) maka rakyat harus lebih berani dan lebih banyak lagi (dari pada yang sudah-sudah) melakukan kontrol atas jalannya pemerintahan, dengan melancarkan berbagai aksi atau kegiatan extra-parlementer.

 

Dengan masih hangatnya lanjutan persoalan KPK dan akan makin meledak-ledaknya dengan lebih hebat lagi kasus Bank Century di masa datang yang dekat ini, maka kita bisa meramalkan bahwa gerakan rakyat melalui bermacam-macam kegiatan atau aksi akan masih berlangsung atau bahkan makin berkembang. Aksi-aksi yang dilancarkan oleh kalangan muda (mahasiswa dan ormas-ormas pemuda lainnya) yang sudah bersemarak di banyak kota mungkin akan lebih meluas lagi di kalangan masyarakat lainnya (buruh, pegawai, tani, perempuan dll) sesuai dengan meningkatnya suhu berbagai masalah itu sendiri.

 

Itu semua merupakan perkembangan yang baik sekali bagi kehidupan bangsa kita. Dan dengan banyaknya berita dan artikel dalam pers, dan siaran-siaran televisi (terutama sekali Metro TV dan TVOne ) ditambah dengan berbagai rapat-rapat dan macam-macam pertemuan akan merupakan pendidikan politik secara besar-besaran bagi rakyat yang jarang terjadi sebelumnya.

 

Pendidikan politik besar-besaran ini sangat besar sumbangannya kepada perjuangan bersama untuk melawan neo-liberalisme, mengekspose lebih telanjang lagi kebusukan Orde Baru dan kejahatan sisa-sisa kekuatannya, dan bersamaan dengan itu sekaligus juga mengembangkan lebih luas dan lebih besar lagi kekuatan demokratis dengan berpedoman kepada ajaran-akaran revolusioner Bung Karno.

 

Ini semua adalah penting ketika rakyat dan negara kita sedang mengantisipasi terjadinya ledakan-ledakan yang lebih mengejutkan lagi sekitar skandal raksasa Bank Century.

 

Paris, 25 November 2009      

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


#8207 From: andre andreas <mataharikusatu@...>
Date: Wed Nov 25, 2009 6:04 am
Subject: Tokoh Muda Pilihan Kompas : Membaca Tanda-tanda Jaman?!
mataharikusatu
Offline Offline
Send Email Send Email
 

Bisa jadi anda tidak sepakat dengan pilihan Kompas ini, tapi menurut saya tetaplah sesuatu yang berharga untuk menyimak ‘profil’ mereka dan yang terpenting juga membaca apa pandangan-pandangan atas persoalan negeri ini (bagi saya kegentingan negeri ini) dan keperdulian mereka. (Format artikel-artikel adalah dalam bentuk wawancara oleh wartawan Kompas)

 

Lebih jauh lagi kita pun bisa menilai sejauh mana pandangan-pandangan mereka adalah jawaban atas kegentingan negeri ini. Sekedar reformis atau transformatif serta evolutif/gradual atau revolusi. Down to the Earth (membumi) atau Up to the Sky (melangit)………………. Atau mengambang antara langit dan bumi….

 

 Silahkan kunjung untuk link-link artikel terkait

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/11/tokoh-muda-inspiratif-pilihan-kompas.html

 

Siapa sajakah mereka?

(nb. setiap harinya saya akan mengupdate tokoh-tokoh muda pilihan kompas ini, karena masih terus bergulir)

 

TOKOH MUDA INSPIRATIF (1) Anies Baswedan

Kesadaran "Melampaui Indonesia”

 

TOKOH MUDA INSPIRATIF (2) Anas Urbaningrum

Obsesi Perbaiki Sejarah DPR

 

TOKOH MUDA INSPIRATIF (3) I Gusti Agung Putri Astrid Kartika

Membangun Aspirasi dari Pedesaan

 

TOKOH MUDA INSPIRATIF (4) Pramono Anung Wibowo

Berpolitik Setelah Mapan Berbisnis

 

TOKOH MUDA INSPIRATIF (5) Yudi Latif

Menjaga Modal Demokrasi Indonesia

 

TOKOH MUDA INSPIRATIF (6) Fadli Zon

Demokrasi yang Perlu Dievaluasi

 

TOKOH MUDA INSPIRATIF (7) Edy Prasetyono

Menerobos Kebuntuan Penguatan Pertahanan

 

TOKOH MUDA INSPIRATIF (8) Ester Indahyani Jusuf

Penegakan HAM, Tak Mungkin Mundur Lagi

 

TOKOH MUDA INSPIRATIF (9) Topo Santoso

Membangun Pelindung Demokrasi

 

TOKOH MUDA INSPIRATIF (10) – Eko Prasojo

Bebaskan Birokrasi dari Kooptasi Politik

 

TOKOH MUDA INSPIRATIF (11) Saldi Isra

KPK Ambruk karena Didesain Ambruk

 

TOKOH MUDA INSPIRATIF (12) Teten Masduki

Perang Panjang Melawan Korupsi

 

TOKOH MUDA INSPIRATIF (13) Zannuba Arifah Chafsoh Rahman

Ujian Politik "Darah Biru"

 

TOKOH MUDA INSPIRATIF (14) Zuly Qodir

Mengelola Keberagaman Indonesia

 

TOKOH MUDA INSPIRATIF (15) Budiman Sudjatmiko

Optimisme untuk Indonesia yang Lebih Baik

 

TOKOH MUDA INSPIRATIF (16) Yuddy Chrisnandi

Indonesia Perlu Pemimpin Autentik

 

TOKOH MUDA INSPIRATIF (17) Ifdal Kasim

Generasi Baru Penegakan HAM

 

TOKOH MUDA INSPIRATIF (18) Yusuf Chudlori

Menjaga Benteng Terakhir

 

TOKOH MUDA INSPIRATIF (19) Chalid Muhammad

Perjuangan Kritis untuk Lingkungan Hidup

 

TOKOH MUDA INSPIRATIF (20) Anis Matta

Menjadi Penguasa Belum Tentu Memimpin

 

TOKOH MUDA INSPIRATIF (21) Nurul Arifin

DPR Jangan Pasang Badan bagi Penguasa

 

TOKOH MUDA INSPIRATIF (22) Usman Hamid

Mengalir Menuju Muara yang Sama

 

TOKOH MUDA INSPIRATIF (23) Dradjad Wibowo

Demi Pembangunan yang Berkeadilan

 

TOKOH MUDA INSPIRATIF (24) M Fadjroel Rachman

Mimpi Negeri Tanpa Korupsi

 

TOKOH MUDA INSPIRATIF (25) Budhy Munawar Rachman

Menyemai Kebebasan Beragama




#8206 From: andre andreas <mataharikusatu@...>
Date: Mon Nov 23, 2009 6:39 pm
Subject: Berantas Korupsi : Perlu Perubahan Struktur Politik-Ekonomi
mataharikusatu
Offline Offline
Send Email Send Email
 

Penegakkan Hukum Saja Tak Memadai

.......jika terus mengandalkan aspek penegakan hukum seperti yang selama dilakukan, sangat tidak memadai. Gerakan anti korupsi lantas menjadi gerakan mengejar koruptor dan menjeblosan ke penjara. Kelemahan utama dari strategi ini terletak pada lingkungan hukum itu sendiri. Lembaga, aparatur, perangkat perundangan dan prosedur beracara masih sangat rapuh dan jelas tidak kebal intervensi baik politik, finansial maupun tekanan secara fisik. Untuk itu perlu ada gerakan yang secara sistematis berupaya untuk menggantikan elite pemangsa ini dan kemudian merombak struktur yg mendiskriminasi dan mendominasi. Memang di banyak tempat, bermunculan upaya gerakan alternatif baik yang bertumpu pada politik elektoral maupun non-elektoral. Pengorganisasian kelompok korban, marginal, maupun kepentingan (publik) perlu dijadikan fokus, agar kelompok terorganisir ini dapat mengimbangi elite pemangsa yngg selama ini mengakuisisi ruang politik. Tanpa ada perubahan struktur politik (dan ekonomi), level lapangan permainan antar kelompok kepentingan, agenda pemberantasasn korupsi selalu tergantung kepada belas kasih elite. Lebih tepatnya, kita hanya bertumpu pada keinginan politik penguasa.

Petikan pernyataan Luky Djani saat diwawancarai Coen dari Indoprogress

Selengkapnya

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/11/pemberantasan-korupsi-perlu-perubahan.html

 

 

Mr. President, either you’re with us or against us!  Apa Penilaian Anda Atas   Pidato Presiden Sikapi Kasus Century dan Bibit-Chandra?

(baca juga Pidato SBY selengkapnya)

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/11/mr-president-either-youre-with-us-or.html

Cicak Lawan Buaya : Kejamnya Hukum Bagi Minah, Lembeknya Hukum Bagi Koruptor

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/11/cicak-lawan-buaya-kejamnya-hukum-bagi.html

Cicak Lawan Buaya : Buaya Kalap, Serang Nyamuk Pers

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/11/cicak-lawan-buaya-buaya-kalap-serang.html

Masyarakat Tidak Butuh Basa-Basi Presiden

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/11/pernyataan-koalisi-masyarakat-darurat.html

 




#8205 From: Deddy Adrian <adrian_dedi@...>
Date: Mon Nov 23, 2009 2:11 pm
Subject: Informasi berikut ini akan sangat mengejutkan Anda...
adrian_dedi
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Baru kali ini semua informasi kekayaan sahabat Rasulullah SAW diungkap dengan gamblang beserta tipsnya yang disesuaikan dengan kondisi sekarang. Hentikan kesibukan Anda, karena hari ini adalah TITIK BALIK kejayaan umat Islam, termasuk Anda!

untuk mengetahui lebih dalam bisa anda lihat disini..
http://spiritualpreneurship.com/?id=adrian_dedi

mari menjadi enterpreneurship yang andal dengan mempelajari kisah sahabat-sahabat Rasullullah...



Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang!

#8204 From: PH Pro <phpro_indonesia@...>
Date: Sun Nov 22, 2009 5:40 am
Subject: Fwd: siapa tak kenal* ( kutipan lengkap "9 Utusan" )
phpro_indonesia
Offline Offline
Send Email Send Email
 
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Pada awal-awal abad ke-15, yang baru naik tahta
Sultan Muhammad Jalabi ibn Bayazid ibn Murad Yang Pertama
dari Kesultanan 'Utsmaniyah berkedudukan di Bursa, Turki, berencana
mengirimkan ekspedisi untuk menggalang persahabatan
ke Tanah Jawa;
Diundanglah para ulama besar dari negeri-negeri seberang asia-afrika

untuk memutuskan siapa-siapa yang sebaiknya diutus dalam ekspedisi
ke negeri Raja-Raja Jawa mewakili Kesultanan Dinasti
'Utsmaniyah.
Hingga terpilihlah sembilan terahli
dari yang terahli berasal dari
enam negeri: Turki, Samarqand, Mesir, Maghrib, Palestin, dan Persia.
Tahun 1404, berangkatlah kesembilan ahli dari negeri seberang
mengarungi samudra, tiba di pulau tersubur negeri Zamrud Khatulistiwa.

Sembilan
Utusan menghadap Raja, merangkul Rakyat dengan senyum,

kerendah-hatian, kedermawanan, kesucian hati dan kasih sayang;

Siapa tak kenal sembilan utusan dari negeri seberang,
masuk dengan damai ke tanah jawa, mencerahkan batin Nusantara.
Yang pertama: Mawlana Malik Ibrahim, ahli tata negara
wafat di Gresik, dimakamkan di
desa Gapura Wetan
gerakannya kelak dilanjutkan oleh Raden Rakhmad di Ngampel Denta
;
Yang kedua: Mawlana Ishaq asal Samarqand, ahli pengobatan
wafat di Pasai, pembaharuannya di jawa timur diteruskan
Raden Paku yang
digelari Prabu Satmata Muhammad
'Ainul Yaqin, pendiri Giri Kedaton;
Yang ketiga: Mawlana Ahmad Jum'adil Kubro asli Mesir, mengajar
keliling jawa timur, wafat di Mojokerto, dimakamkan di Troloyo, Trowulan.
Kesibukannya keliling mencerahkan wilayah timur jawa, kelak dijalani pul
a
hingga
Madura dan Bawean, oleh Raden Makhdum Ibrahim, Imam Bonang
;
Yang keempat: Mawlana Muhammad al-Maghrobiy asal Maghrib (Maroko)
mengajar keliling wilayah tengah jawa, hingga wafatnya di Jatinom, Klaten.

Gerakan inklusif moral-spiritual- agrikultural beliau di wilayah
jawa tengah
kelak diteruskan oleh Ja'ffar Shodiq, Raden Syahid dan Raden Prawoto;
Yang kelima: Mawlana Malik Isroil dari Turki, ahli dalam mengatur negara,
makamnya di Gunung Santri, Cilegon, Jawa Barat. Gerakan moral
beliau
kelak dilanjutkan oleh Syarif Maulana Hidayatullah yang memimpin gerakan
sosial-spiritual moral di wilayah jawa barat hingga wafatnya di Gunung Jati;
Yang keenam: Mawlana Muhammad 'Ali Akbar asal negeri Persia,
adalah ulama ahli pengobatan dan tanaman, mengajar keliling jawa tengah
hingga wilayah barat, wafat di kampung Gunung Santri, Jawa Barat.
Gerakan beliau yang sangat peduli kesejahteraan sosial dan spiritual
masyarakat bawah dihidupkan jua di kemudian hari di
Drajat, Paciran,
Pesisir Lamongan oleh Syarifuddin Hasyim, nama gelar Raden Qosim;

Yang ketujuh: Mawlana Hasanuddin, ulama asal negeri Palestin
mengajar keliling jawa barat. Makamnya di area Masjid
Banten Lama;
Yang kedelapan: Mawlana 'Aliyuddin, ulama pula asal Palestin
mengajar keliling jawa barat pula hingga wafatnya di wilayah
Banten Lama;
Yang kesembilan: Syaikh Subakir asal Persia, ahli ruqyah
tidak tinggal hingga akhir hayat di
jawa tapi pulang kembali ke persia
O ..siapa tak kenal mereka kesembilan utusan dari negeri seberang,
masuk dengan damai ke tanah jawa,
mencerahkan batin Nusantara.

*Dikutip dari Catata
n Harian Membuka
Hati
Mas Yo
s Wiyoso Hadi, Pegawai Negeri di
Ditjen Pajak, Departemen Keuangan RI;

Pendiri bersama Komunitas SUARA, dan

Penggiat GIMSHS ( Gerakan Inklusif Moral

Komunitas Milist SuaraHati S
UARA ).

[ D
iteruskan dari Bapak Basuki P. ]

PH PRO
Indonesia


Berselancar lebih cepat.
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)

#8203 From: "Pandji R Hadinoto, www.pkpi.co.cc" <nasionalis45@...>
Date: Sun Nov 22, 2009 4:21 am
Subject: Seruan : SAVE OUR NATION
nasionalis45
Offline Offline
Send Email Send Email
 

SAVE OUR NATION

Begitulah judul unggulan salah satu media pirsa terkemuka ibukota yang sungguh dapat menginspirasi agar supaya menjadi keutamaan ketika dilakukan pembentukan kebijakan publik oleh para petinggi Negara terutama penerima mandat daulat rakyat tertinggi.

Sikap batin Save Our Nation sesungguhnya telah diamanatkan secara holistik oleh Pancasila yakni sila-2 Kemanusiaan yang adil dan beradab demi sila-3 Persatuan Indonesia berdasarkan sila-5 Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia berkerangkakan sila-4 Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan dengan berpayungkan sila-1 Ketuhanan Yang Maha Esa.

Menurut salah satu pejoang 45 dari keluarga besar Tentara Pelajar Solo, bapak Hidayat Yudoprawiro (80) pada pagi hari 21 Nopember 2009, politik penjajahan kolonialisme tempo doeloe adalah berwujud Bunuh Janin (terkait tekad politik Indonesia Merdeka dan Berdaulat), Potong Kepala (terkait semangat kepemimpinan Indonesia Merdeka dan Berdaulat), Adu Domba (terkait ikhtiar pelumpuhan perlawananan dan perjoangan Indonesia Merdeka dan Berdaulat) adalah ternyata masih relevan diwaspadai sebagai ancaman, hambatan, gangguan dan tantangan masa kini dan masa depan dengan hadirnya politik penjajahan neoliberalisme melalui beragam bentuk Soft War [Perang Modern, Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, 10 Nopember 2009].

Sebenarnya para bapak pendiri bangsa telah mewariskan petuah berupa pesan 7 (tujuh) kata semangat di Penjelasan UUD 1945 (Jang sangat penting dalam pemerintahan dan dalam hal hidup Negara, ialah semangat, semangat para penjelenggara Negara, semangat para pemimpin pemerintahan. Meskipun dibikin Undang-undang Dasar jang menurut kata-katanja bersifat kekeluargaan, apabila semangat para pejelenggara Negara, para pemimpin pemerintah itu bersifat perseorangan. Undang-undang Dasar tadi tentu tidak ada artinja dalam praktek. Sebaliknja meskipun Undang-undang Dasar itu tidak sempurna, akan tetapi djikalau semangat para penjelenggara pemerintahan baik, Undang-undang Dasar itu tentu tidak akan merintangi djalannja Negara. Djadi jang paling penting ialah semangat. Maka semangat itu hidup, atau dengan lain perkataan, dinamis), yang kemudian dijabarkan oleh Badan Pembudayaan Kejoangan 45 berupa 17 (tujuh belas) Jiwa, Semangat Nilai-nilai 45 atau 17JSN45 (Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa; Jiwa dan Semangat Merdeka; Nasionalisme; Patriotisme; Rasa harga diri sebagai bangsa yang merdeka; Pantang mundur dan tidak kenal menyerah; Persatuan dan kesatuan; Anti penjajah dan penjajahan; Percaya kepada diri sendiri dan atau percaya kepada kekuatan dan kemampuan sendiri; Percaya kepada hari depan yang gemilang dari bangsanya; Idealisme kejuangan yang tinggi; Berani, rela dan ikhlas berkorban untuk tanah air, bangsa dan Negara; Kepahlawanan; Sepi ing pamrih rame ing gawe; Kesetiakawanan, senasib sepenanggungan dan kebersamaan; Disiplin yang tinggi; Ulet dan tabah menghadapi segala macam ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan).

Sehingga adalah tidak perlu harus muncul dugaan SBY dalam Posisi Dilematis [Tajuk Rencana, Suara Pembaruan, 21 Nopember 2009] yakni selang setahun setelah Rapat tentang Bank Century 21 Nopember 2008 yang kini mengundang kontroversial yang menasional bahkan terduga mendunia. Apalagi secara GeoEkonomi, Baut RI Melenceng dari Mur Globalisasi [Internasional, Kompas, 22 Nopember 2009].

Demikian pula, bilamana ke-7 kata semangat dan ke-17 JSN45 tersebut diatas dapat dihayati dengan kebenaran yang hakiki maka tidaklah harus mencuat pernyataan MayJen Sjamsu Djalal [Viva News, 20 Nopember 2009] bahwa “kalau ragu, pulang saja” yang dalam konteks kepemimpinan nasional dijabarkan menjadi “kalau ragu, turun saja” atau “Bilamana Presiden Republik Indonesia tidak dapat menyelesaikan konflik antar lembaga Negara, maka Presiden Republik Indonesia harus mengembalikan mandat kepada rakyat dalam tempo sesingkat-singkatnya” [Petisi45, 7 Nopember 2009].

Semoga Save Our Nation ini menjadi himbauan bahkan nasehat yang dapat diterima dan dipahami dengan bajik, bijak dan mulia (BBM) sebagaimana diamanatkan dalam QS 103 Al Ashr (Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, amat rugilah manusia yang tidak memanfaatkan waktunya untuk berbakti 1. Demi masa, 2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, 3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran).

Jakarta, 21 Nopember 2009

Badan Pekerja, Petisi45,

Pandji R Hadinoto / Ketua / www.pkpi.co.cc / eMail : petisi45@...

Baut RI Melenceng dari Mur Globalisasi
Aktivis menyajikan aksi teaterikal di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (13/11). Mereka menuntut pemerintah segera mengusut tuntas kasus Bank Century.

Minggu, 22 November 2009 | 05:28 WIB

Simon Saragih

KOMPAS.com - Mudah-mudahan semua keterangan di bawah ini tidak benar adanya. Akan tetapi, tanpa penelitian mendalam pun rakyat sudah merasakan ada banyak hal yang tidak benar dalam perjalanan bangsa ini. Banyak sekali faktor yang menunjukkan Indonesia tidak menyesuaikan diri dengan tekstur mur-mur globalisasi sehingga membuat Indonesia tak berputar sesuai dengan irama globalisasi itu.

Salah satu contoh untuk memudahkan pemahaman adalah konteks pembangunan China, yang tidak kunjung menggugah teknokrat dalam menyusun strategi pembangunan. Setelah sukses mereformasi sektor pertanian, di mana para petani bebas menanam dan menabung sendiri hasil sektor pertaniannya, para petani China menjadi sumber daya beli.

Tak puas dengan reformasi pertanian, di mana teknologi pertanian mencapai terobosan besar, mulai dari pembibitan dan pengembangan sarana di pedesaan, China mencanangkan diri menjadi negara dengan ekonomi yang didorong ekspor.

Saat mencanangkan diri menjadi eksportir, tentu dengan segala masalah yang juga muncul, China benar-benar menjadikan investor asing raja-raja yang harus dilayani. Sejumlah wilayah atau provinsi berlomba menjadikan dirinya sebagai lokasi yang layak sebagai tempat berusaha.

Perizinan pun dirampingkan demikian pula sarana jalan dan listrik disiapkan sesuai dengan kebutuhan investor. Maka tidak heran jika China mengalahkan negara mana pun soal arus masuk investasi asing.

Jika disandingkan dengan konteks Indonesia, jelas Indonesia baru sekadar bisa berbicara soal globalisasi. Kenyataan di lapangan menunjukkan Indonesia tidak melayani investor asing.

Masih mau membantah juga? Ambil contoh listrik, hal vital bagi investasi misalnya, tak bisa kita sediakan di tengah keberadaan sumber daya energi yang memajukan industri di Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan kini China. Jika kita bicara soal sarana jalan, kemacetan besar terjadi di sentra-sentra industri karena pembangunan sarana jalan tak sesuai dengan kebutuhan pembangunan.

Hal ini, misalnya, telah disampaikan Menteri Perdagangan Inggris Lord Davies of Abersoch, yang juga mantan Ketua Standard Chartered Bank (SCB), bank Inggris yang fokus ke Asia. Ketidaknyamanan soal perizinan dan minimnya insentif investasi juga sudah disampaikan Dubes Inggris untuk RI Martin Hatfull.

Hal ini membuat Indonesia tidak lebih menarik sebagai lokasi investasi asing dibandingkan dengan Malaysia, Thailand, Vietnam, apalagi Singapura. Buktinya, banyak warga Indonesia yang harus mencari nafkah di luar negeri karena minimnya kesempatan kerja.

Faktor lain yang memperlihatkan Indonesia melenceng dari mur-mur globalisasi adalah pemanfaatan rakyat sebagai aset, yang lambat atau cepat akan menjadi pendorong ekonomi. Jika kita masih ingat, AS memiliki ekonomi yang besar karena generasi baby boomers, yang kini sudah memasuki masa pensiunan.

AS memiliki kebijakan yang berpihak pada bisnis kecil dan rakyat kecil. AS memiliki apa yang dinamakan sebagai Sherman Act, salah satu undang-undang yang menjamin eksistensi usaha kecil sehingga tidak tergilas usaha besar. Hal ini setidaknya mampu membuat kemajuan usaha kecil menjadi besar, seperti pernah dialami Xerox dan US Airways.

Demikian pula siswa dan mahasiswa, yang di AS pernah tertolong dengan paket social benefit. Hal ini, misalnya, pernah dilakukan dengan memberi keringanan kepada mahasiswa kurang mampu. Bahkan perbankan pun didorong memberi pinjaman kepada mahasiswa yang kemudian membayar pinjaman itu setelah bekerja. Fasilitas pinjaman seperti inilah yang membuat Presiden AS Barack Obama bisa kuliah, termasuk berkat food stamp (kupon makanan).

Kita harus bertanya, apakah Indonesia sudah melakukan itu. Bukankah Indonesia mirip dengan negara yang antisosial dengan kenaikan biaya-biaya sekolah, termasuk biaya-biaya kuliah, dengan program otonomi pendidikan?

Benar bahwa banyak beban bagi Pemerintah Indonesia. Dengan sekian banyak penduduk dan luasnya wilayah, tentu menangani pembangunan di Indonesia jauh lebih kompleks ketimbang menangani Malaysia, Thailand atau Vietnam.

Tentunya Pemerintah Indonesia tidak bisa diharapkan menyelesaikan masalah sedemikian besar dengan wilayah sedemikian luas. Namun, kita tidak usah terlalu rumit memikirkan itu. Di dalam perekonomian, sudah diketahui bahwa pelaku ekonomi bukan hanya pemerintah, melainkan juga investor dan konsumen.

Masalahnya hanyalah agar Pemerintah Indonesia menjadikan dirinya sebagai katalisator, fasilitator pembangunan. Dengan demikian, pembangunan di wilayah seluas Indonesia bisa dilakukan secara bahu-membahu antara pemerintah, investor, dan konsumen.

Pertanyaannya adalah apakah birokrat sudah menjadi katalisator? Jika demikian, mengapa ada kisruh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berseberangan dengan Kepolisian RI?

Efek jera

Mengapa pula ada kasus Bank Century, yang rasanya begitu penting untuk diselamatkan dengan biaya triliunan rupiah. Apakah masalah Bank Century lebih urgen ketimbang pembangunan kapasitas listrik untuk mencegah pemadaman bergilir?

Jangan dilupakan, unsur korupsi, kolusi, dan nepotisme menjadi penghambat munculnya talenta terbaik dalam menggerakkan perekonomian.

Indonesia tidak sendirian dalam masalah korupsi. Hal ini pun menimpa banyak negara lain. Namun dalam konteks globalisasi, jika Indonesia ingin meraih manfaat globalisasi, hal-hal negatif seperti itu harus diatasi.

Maka tidak heran jika Pemerintah Vietnam mengganti semua pejabat Departemen Perhubungan sehubungan dengan penggelapan sejumlah dana pembangunan proyek infrastruktur. China juga melakukan hal serupa dengan memberi efek jera kepada para pejabat yang terlibat korupsi.

China tidak saja menembak koruptor, tetapi juga anak-istri dari pejabat korupsi dengan tujuan memberi efek jera kepada para pejabat lainnya.

Kembali kepada rakyat, termasuk para petani, kita juga harus menelaah dan mempertanyakan kembali, apakah mereka diberdayakan sehingga menjadi kekuatan atau memiliki daya beli sehingga bisa mendorong perekonomian?

Banyak lahan pertanian yang kini dikuasai dalam bentuk konglomerasi. Hal ini membuat kenaikan harga komoditas sawit dinikmati konglomerat, walau dalam porsi lebih kecil juga dinikmati perkebunan rakyat.

Di AS dan Eropa, Jepang dan Korea Selatan, pemerintah rela mengeluarkan ratusan miliaran dollar AS dana untuk memberi subsidi untuk hasil pertanian untuk memberdayakan ekonomi para petani.

Benar, anggaran negara, dengan asumsi penerimaan sedikit, tidak akan membuat pemerintah mampu melakukan hal serupa. Akan tetapi kita harus bertanya, mengapa Korea Selatan dan Jepang bisa melakukan itu, padahal negara ini tidak memiliki kekayaan alam seperti gas, minyak, dan emas yang amat bernilai. Mengapa Indonesia yang gemah ripah loh jinawi ini tidak mampu menjadikan kekayaannya untuk memberdayakan para petani?

Hal yang terjadi adalah kemiskinan yang melilit sekitar 100 juta penduduk Indonesia. Seperti kata ekonom asal Peru, Hernando de Soto, kemiskinan menjadi sarang yang rawan memunculkan terorisme. Dan Indonesia pun termasuk negara yang terkenal dengan aksi-aksi terorisme.

Ini hanyalah sekadar pengingat bahwa kita memiliki masalah yang harus diatasi. Masalah ini tidak akan teratasi tanpa keseriusan dari semua pihak. Keharuman Indonesia bukan diukur dengan pujian semu dari dunia luar terhadap pemerintah Indonesia, tetapi bergantung pada pemahaman kita terhadap masalah mendasar yang muncul, untuk kemudian diatasi.

Jangan lupa semua gambaran ini juga terekam dalam laporan World Competitiveness Report 2009, yang diluncurkan Oktober lalu. Hasilnya, peringkat Indonesia tidak membanggakan.

Editor: jimbon

 

Sumber : Kompas Cetak





Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat.
Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang!

#8202 From: PH Pro <phpro_indonesia@...>
Date: Sat Nov 21, 2009 2:14 pm
Subject: Fwd: siapa tak kenal 9 utusan*
phpro_indonesia
Offline Offline
Send Email Send Email
 
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Siapa tak kenal sembilan utusan dari negeri seberang,
masuk dengan damai ke tanah jawa, mencerahkan batin Nusantara.
Yang pertama: Mawlana Malik Ibrahim, ahli tata negara
wafat di Gresik, dimakamkan di
desa Gapura Wetan
gerakannya kelak dilanjutkan oleh Raden Rakhmad di Ngampel Denta
;
Yang kedua: Mawlana Ishaq asal Samarqand, ahli pengobatan
wafat di Pasai, pembaharuannya di jawa timur diteruskan
Raden Paku yang
digelari Prabu Satmata Muhammad
'Ainul Yaqin, pendiri Giri Kedaton;
Yang ketiga: Mawlana Ahmad Jum'adil Kubro asli Mesir, mengajar keliling jawa timur, wafat di Mojokerto, dimakamkan di Troloyo, Trowulan.
Kesibukannya keliling mencerahkan wilayah timur jawa, kelak dijalani pul
a
hingga
Madura dan Bawean, oleh Raden Makhdum Ibrahim, Imam Bonang;
Yang keempat: Mawlana Muhammad al-Maghrobiy asal Maghrib (Maroko)
mengajar keliling wilayah tengah jawa, hingga wafatnya di Jatinom, Klaten.

Gerakan inklusif moral-spiritual-agrikultural beliau di wilayah
jawa tengah
kelak diteruskan oleh Ja'ffar Shodiq, Raden Syahid dan Raden Prawoto;
Yang kelima: Mawlana Malik Isroil dari Turki, ahli dalam mengatur negara,
makamnya di Gunung Santri, Cilegon, Jawa Barat. Gerakan moral
beliau
kelak dilanjutkan oleh Syarif Maulana Hidayatullah yang memimpin gerakan sosial-spiritual moral di wilayah jawa barat hingga wafatnya di Gunung Jati;
Yang keenam: Mawlana Muhammad 'Ali Akbar asal negeri Persia,
adalah ulama ahli pengobatan dan tanaman,
mengajar keliling jawa tengah
hingga wilayah barat, wafat di kampung Gunung Santri, Jawa Barat.
Gerakan beliau yang sangat peduli kesejahteraan sosial dan spiritual
masyarakat bawah dihidupkan jua di kemudian hari di
Drajat, Paciran,
Pesisir Lamongan oleh Syarifuddin Hasyim, nama gelar Raden Qasim;

Yang ketujuh: Mawlana Hasanuddin, ulama asal negeri Palestin
mengajar keliling jawa barat. Makamnya di area Masjid
Banten Lama;
Yang kedelapan: Mawlana 'Aliyuddin, ulama pula asal Palestin
mengajar keliling jawa barat pula hingga wafatnya di wilayah
Banten Lama;
Yang kesembilan: Syaikh Subakir asal Persia, ahli ruqyah
tidak tinggal hingga akhir hayat di
jawa tapi pulang kembali ke persia
O ..siapa tak kenal mereka kesembilan utusan dari negeri seberang,
masuk dengan damai ke tanah jawa,
mencerahkan batin Nusantara.

*Dikutip dari Catata
n Harian Membuk
a Hati
Mas Yo
s Wiyoso Hadi, Pegawai Negeri di
Ditjen Pajak, Departemen Keuangan RI;

Pendiri bersama Komunitas SUARA, dan

Penggiat GIMSHS ( Gerakan Inklusif Moral

Komunitas Milist SuaraHati 
SUARA ).

[ D
iteruskan dari Bapak Rohmad S. ]

PH PRO
Indonesia


Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang!

#8201 From: "Purwanto" <atongki@...>
Date: Thu Nov 19, 2009 3:29 pm
Subject: Kerjaan, Pasive income, profit, pulsa semua ada disini.
atongki
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Kami akan memberikan bukti bukan janji, banyak kalangan yang sudah membuktikan
dan merasakan manfaat dari bisnis ini, masyarakat biasa, kalangan pejabat,
artis, bahkan tokoh agama sudah bergabung di bisnis ini.

Lihat profil perusaahaan : http://www.duta4future.com/company.php
Ingin bergabung Kunjungi : http://dbsgold.com/?id=atongki

#8200 From: "M H" <muslihah.razak@...>
Date: Thu Nov 19, 2009 5:15 am
Subject: Acara Diskusi Seru
muslihah.razak
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Selamat siang Anggota Members yang budiman,

Untuk menambah wawasan, pengetahuan dan cinta kita terhadap Bangsa, maka
ikutilah Diskusi Kebangsan National Integration Movement, untuk informasi
Diskusi untuk Publik ini telah berlangsung selama kurang lebih 5 tahun dan sudah
mengundang banyak tokoh-tokoh Nasional, Internasional, Duta-duta besar seperti
Duta Besar India, Pakistan, Tokoh Muda Riri Reza, Tokoh Hukum Adnan Buyung
Nasution, artis-artis dan tokoh-tokoh lainnya. Pembicara Diskusi kali ini
seorang pengamat politik Indonesia dan seorang Dr, yaitu Dr Yudi Latief.


Waktu 	 :  Sabtu, 21 November 2009
Tempat  :  One Earth, Ciawi
Jam 	 :  15.30 WIB
Biaya 	 :  Rp 15.000,-


Semoga Diskusi ini membawa kesadaran terhadap kita semua dan membuka tali
silaturrahmi kita. Kita akan mengadakan makan malam bersama. Pendaftaran
terakhir Jum'at sore.

Contact Person Imus  : 08788 5111 979
Email 		 : muslihah.razak@...
(Mohon Japri agar tidak mengganggu)

#8199 From: andre andreas <mataharikusatu@...>
Date: Thu Nov 19, 2009 3:17 am
Subject: Cicak Lawan Buaya : Dokumen Lengkap Kesimpulan-Rekomendasi Tim 8
mataharikusatu
Offline Offline
Send Email Send Email
 

Silah kunjung

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/11/dokumen-lengkap-kesimpulan-dan.html

simak juga

Laporan Independen Versi Masyarakat tentang Implementasi Konvensi PBB Tentang Pemberantasan Korupsi (UNCAC)

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/11/laporan-independen-versi-masyarakat.html

 

Kumpulan Opini di Media Cetak Antara 3-19 Nopember

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/11/mega-skandal-persekongkolan-bedebah-dan.html

Rekaman Audio Skenario Kriminalisasi Chandra-Bibit di Mahkamah Konstitusi

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/11/rekaman-audio-skenario-kriminalisasi.html



#8198 From: "Pandji R Hadinoto, www.pkpi.co.cc" <nasionalis45@...>
Date: Wed Nov 18, 2009 10:34 am
Subject: Kenegaraan : Quality Governance
nasionalis45
Offline Offline
Send Email Send Email
 

Di kalangan perusahaan konstruksi multinasional terkemuka dikenali beragam tata laksana perencanaan, pengendalian dan pembinaan tentang pengawasan berlapis, seperti bentuk-bentuk QC (Quality Control), QA (Quality Assurance) dan QM (Quality Management).

Analogi ikhwal diatas sesungguhnya dapat pula dikembangtumbuhkan dalam bentuk prakarsa QG (Quality Governance) yang setujuan saja dengan prakarsa GG (Good Governance). Adapun QG bertitikberat kepada pemastian penyelenggaraan tata laksana sesuai dengan standar prosedur yang telah ditetapkan, sedangkan GG lebih mengetengahkan kepada pembentukan daripada standar prosedur itu sendiri.

Adapun prakarsa Reformasi Birokrasi yang melibatkan pembangunan kapasitas personalia dan standar prosedur operasi semata adalah seringkali dapat dianggap tidak mencukupi kebutuhan, termasuk GG, sehingga memang patut dipikirkan keberadaan QG termaksud.

Dan kini boleh dikatakan embrio QG telah diunjukkerjakan oleh tampilan TPF (Tim Pencari Fakta) yang mengkhususkan diri berkiprah memastikan unjuk kerja penyelenggaraan proses penegakan hukum berkerangka pemikiran bahwa Indonesia adalah Negara hukum bukan Negara kekuasaan.

Unjuk kerja TPF yang membuka cakrawala harmonisasi kerja lintas lembaga Negara dapat disimak dari Rekomendasi 17 Nopember 2009 yaitu (1) Menghentikan proses hukum Bibit dan Chandra, (2) Menjatuhkan sanksi kepada pejabat-pejabat yang bertanggung jawab dalam proses hukum yang dipaksakan, (3) Melanjutkan reformasi institusional dan reposisi personel pada tubuh kepolisian, kejaksaan, KPK, dan LPSK, (4) Memprioritaskan operasi pemberantasan makelar kasus di semua lembaga penegak hukum, termasuk di lembaga peradilan dan profesi advokat, (5) Menuntaskan kasus korupsi Masaro, proses hukum terhadap Susno Duadji dan Lucas terkait dana Budi Sampoerna di Bank Century, serta kasus pengadaan SKRT Departemen Kehutanan, (6) Membentuk komisi Negara untuk pembenahan lembaga-lembaga hukum.

Bilamana unjuk kerja TPF dirasakan manfaat oleh para pemangku kepentingan kedaulatan rakyat, demikian pula terobosan langkah MKRI (Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia) dengan memperdengarkan rekaman telekomunikasi sebagai alat bukti perkara, maka layaklah QG segera dihadirkan sebagai bentuk nyata pemastian proses penyelenggaraan Negara sesuai dengan norma, aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan bersama.

Kesadaran dan keyakinan yang kuat guna membangun QG ini pada saatnya kelak dapat digunakan bagi maksud dan tujuan memperkuat kinerja dan peningkatan daya saing daripada penyelenggaraan Negara itu sendiri, yang menyerupai seperti kelengkapan perangkat pengawasan berlapis oleh perusahaan2 multinasional tersebut.

Bentuk produk unjuk kerja berupa rekomendasi sebagaimana hasil keluaran TPF seperti yang disampaikan kepada pemberi tugas, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, adalah dapat menjadi pertanda berkiprahnya kecenderungan kearah strategi pembentukan QG di tingkat perundang-undangan konstitusi, sehingga selanjutnya akan dapat lebih dipastikan pencapaian Indonesia Berkebajikan, Bermartabat dan Mulia (BBM), sebagai platform menggapai Indonesia Digdaya 2045.

Tiada berlebihan, bilamana disimak usulan addendum UUD 1945 (LNRI No. 75, 1959) dalam Politika Pancasila 10 Nopember 2009 yaitu Pasal-30 (4) Negara memberikan ruang gerak kegiatan pengawasan sosial kepada masyarakat madani terstruktur, berwujud kajian moral Pancasila terhadap kinerja penyelenggara Negara demi kepastian pembelaan Negara, dengan addendum Penjelasan UUD 1945 (LNRI No. 75, 1959) yakni tentang uraian maksud dan tujuan kelembagaan Kualitas Penyelengaraan Negara (Quality Governance) yang pembentukannya dapat diatur dalam undang-undang organik tersendiri.

Diharapkan dengan keberadaan QG ini, yang dapat dioperasikan sebagai organ subordinasi Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, beranggotakan masyarakat madani dan professional, sehingga kelak dapat direduksi berbagai salah tafsir, salah paham bahkan salah langkah dan salah tindak terhadap berbagai penjabaran daripada kaidah-kaidah bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sesuai pandangan hidup dan jati diri bangsa yaitu Pancasila, sekaligus berujung kepada kepastian tingkat sistem pelayanan publik yang manfaat dan mandraguna guna pencapaian efektifitas dan produktifitas, serta dapat dibangun pembudayaan BIJAK (Bina Jiwa Anti Korupsi) sebagaimana diamanatkan oleh Petisi45 12 Oktober 2009 tentang GASAKNAS (Gerakan Anti Suap Anti Korupsi Nasional).

Jakarta Selatan, 17 Nopember 2009

Badan Pekerja, Petisi45,

Pandji R Hadinoto / Ketua / eMail : petisi45@... / HP : 0817 983 4545






Berselancar lebih cepat.
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)

#8197 From: anton john hartomo <antonhartomo@...>
Date: Sun Nov 15, 2009 7:56 pm
Subject: fyi renung sosial : SARAN UNTUK MENKO EKONOMI ( Kabinet Gempa Century 9,87 SR )
antonhartomo
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Brangkali tulisan di milis berikut terasa ekstrim bin sektarian. Barangkali lebih tepat ambil contoh dari sejarah bangsa sendiri, bahkan jauh sebelum masuknya agama-agama pula (pra/mula-sejarah). Tetapi ada pelajaran dapat digali.
Yang fakta pasti : spirit GANESHA ITB bukan direpresentasi oleh oknum2 yang duduki birokrasi dan partai. Salam

----- Forwarded Message ----
Subject: Fwd: SARAN UNTUK MENKO EKONOMI ( Kabinet Gempa Century 9,87 SR )

--- In IA-ITB :

*
Ass wr wb,

*Pertama saya sampaikan alasan saya menyebut gempa century dalam kabinet SBY
jilid - II ini, bahwa persoalan century secara langsung atau tidak - tak
bisa dilepaskan dari keputusan beberapa hari jabatan Budiono sebagai
Gubernur BI yang memutuskan langkah yang dipandang kontroversial, dengan
bumper Mentri keuangan yang akhirnya menyuntik dana sebesar 6,7 T saat
menjelang pilpres pasca pemilu. Jumlahnya yang 6,7 T bila di banding dengan
anggaran beaya rehabilitasi gempa padang yang 5 T akibat gempa 7,6 SR -
berarti kabinet SBY ini sama dengan kabinet Gempa century 9,87 SR. ( 6,7 T/
5 T x 7,6 SR )

Pada acara pertemuan IA-ITB Jakarta - kamis 22 october 2009 tadi, saya
menyampaikan pemikiran sederhana - bahwa bahasan narasumber lebih pada
mengarahkan bahasannya pada hal yang berbeda dengan themanya PERAN ALUMNI
ITB MENGHADAPI TANTANGAN LIMA TAHUN KE DEPAN menjadi PERAN ALUMNI ITB
MENGHADAPI WARISAN SELAMA LIMA TAHUN KE DEPAN. Alasan utama kenapa demikian
semua titik bahasannya pada berapa besar Kursi direbut alumnus ITB, dan
berapa post dan jabatan yang dapat di ambil oleh alumnus ITB, lebih menarik
lagi ketika ada ucapan bahwa dengan pak ketum IA ITB - yang kini menko
ekonomi -- dalam satu jam dapat mengumpulkan dana lebih dari 100 Milyar.

Disela acara, bincang-2 kami dapati ada beberapa mahasiswi ITB saat ini yang
hampir putus kuliah karena tak punya uang - bahkan ada yang ingin menjadi
pelacur karena hanya untuk makan. Semua ini ironis. Sebagai IA ITB menurut
saya tidak tepat sasaran dalam menggunakan dana yang bila benar 100 Milyar
itu tidak tepat sasaran. tetapi lupakan semua itu, ucapan saudara Jumhur
Hidayat yang termuda lebih cerdas dari pembicara lainnya yang saya rasa
tidak mampu menunjukan keberpihakannya pada generasi mendatang.

Khusus pada pak Menko Ekonomi saya telah sampaikan yang membukakan mata --
dengan kata sederhana sekali, sesungguhnya binatang sejak dahulu kala tak
pernah kita dapati kelaparan sedang pada kita terjadi hal itu, apa artinya
hal ini - intelektual dan tenaga profesional telah menjadikan sistem ekonomi
kita lebih rendah dari kehidupan binatang. Di sela seperti itulah saya
katakan bahwa saya interest dengan kajian filsafat ekonomi ini. hal yang
sulit bagi saya sampaikan dalam forum tadi, tetapi tidak di forum ini.

Filsafat ekonomi,

definisi yang telah dijadikan standard pemikiran barat dan dijadikan acuan
kita adalah ekonomi adalah yang dengan modal sekecil-kecilnya mengambil
untung sebesar-besarnya, sehingga tidak mengherankan jika penumpukan harta
telah terjadi, dan kapitalisme telah dibangun dengan dasar logika yang
berangkat dari prinsip ekonomi yang didefinisikan seperti ini. Presiden atau
Menko ekonomi tak boleh disamakan dengan logika tukang becak - yang
mengukur kemajuannya dengan bisa mengumpulkan uang selama jabatannya dan
membuat parameter ekonomi dengan naiknya GDP secara makro. karena dengan
naiknya GDP itu juga kita saksikan ketimpangan sosial yang begitu besar
karena tak adanya pemerataan ini.

Dalam Islam, kata ekonomi berarti iqtisood - yang memiliki kata dasar
sederhana, artinya ada sebuah komitmen antara pemerintah dan rakyat yang
memilihnya untuk sederhana, semua ini menjadi kebohongan publik - bila
terpilihnya SBY dgn 60 % lebih dengan 1 putaran itu - tak memiliki hubungan
pasti dengan pemilihnya ( baca : suara di manipulatif ) - bila rakyat
pemilihnya komitmen dgn SBY dengan hidup sederhana bersama- maka konsep
ekonomi lazimnya berjalan. Mari kita lihat - apakah demikian ?

Pesta 13 mei deklarasi SBY dengan Budiono, adalah pesta yang sangat megah di
tengah krisis besar, dan di hari deklarasi ISRAEL didirikan. Formatnya sama
dengan Deklarasi Obama -- sebuah negara yang menjadi campiun kapitalisme
dalam mazhab ekonomi yang telah sampai di puncak kejatuhannya, sedang kita
baru memulainya. Ekonomi lazimnya berbeda dengan itu sebagaimana di
terangkan dalam al Qur'an akreem sbb :

*"Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohon kepadanya.
Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya.
Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat
Allah)." (Q.S Ibrahim : 34)*

* "Sesungguhnya Kami telah menciptakan segala sesuatu menurut ukuran."
(Q.S al-Qamar : 49)*

Ini adalah jaminan Tuhan bagi penduduk bumi, dan ilmiah serta rasional.
Bahwa kehidupan ini terjamin karena semua sudah di sediakan -- apalagi
Indonesia hampir mustahil kelangkaan sumber-sumber material ataupun
terbatasnya kekayaan alam, dari sini masalah kemiskinan dan ketimpangan
sosial terjadi oleh sebab :

*1. Penumpukan harta
2. Perusakan alam*

Apa yang terjadi pada binatang dan machluk lain selain manusia ?

Siklus rantai makanan dalam ilmu biologi mejelaskan bahwa jumlah sesuatu
yang dimakan  selalu lebih banyak daripada pemakannya.  Sehingga jumlah
tumbuhan selalu lebih banyak daripada organisme herbivora. Demikian pula
jumlah herbivora selalu lebih banyak daripada jumlah karnivora tingkat 1.
Karnivora tingkat 1 juga selalu lebih banyak daripada karnivora tingkat 2.
Jadi kondisi tersebut jika digambarkan akan berbentuk piramida jumlah (lihat
gambar c).

[image: Index]Pada kondisi normal, hampir tidak ditemukan fenomena kelaparan
pada  binatang, hal ini karena binatang hanya memiliki keinginan yang
berkaitan dengan masa sekarang, ( baca qanaah ) sehingga binatang hanya
memerlukan untuk kebutuhan primer saja, tidak bermewah mewah dan menimbun
harta.

Berbeda dengan manusia syahwat dan tendensi diumbar ambisi-2 nya didorong
dan bahkan diexplorasi secara masive bahkan dibangun dengan design dan
struktur pemenuhan syahwatnya. itulah alsan utama dalam memenuhi kebutuhan
hidupnya manusia sering berbenturan dengan keinginan atau kemaslahatan orang
lain. dan menumpuk harta.

Dalam skala negara - perekonomian hanya terjadi terpusat dan di ibukota atau
kota-kota besar yang jumlahnya tak lebih dari 10 dari 450 kota dan kabupaten
di indonesia. Inilah sumber malapetaka, yang dilakukan oleh pemerintah dalam
mengelola ekonomi di dalam kehidupan masyarakatnya. Jangan heran kemudian
Indonesia adalah sub ordinat dalam skala dunia juga bagian dari kemiskinan
itu sendiri yang kendalinya ada pada sistem kapitalisme itu sendiri. SBY
telah menyerahkan logika pemikiran ini dari bentuk keterpaksaan atau memang
menyerakan diri. Inilah sumber kezaliman yang harus di hentikan itu.

*Bagimana menghentikan kezaliman ini !!!*

Al-Qur'an menjelaskan, "Kalian tidak akan mendapatkan kebaikan sebelum
kalian menginfakkan apa yang kalian cintai. (Q.S Ali Imran : 92)".
Sederhana adalah metode menjadikan kekayaan terdistribusi secara merata dan
sempurna. Sebuah negara tidak dapat dikatakan sejahtera meski memiliki
pendapatan nasional yang tinggi apabila pendapatan tersebut dimiliki dan
dinikmati oleh segelintir orang atau golongan tertentu saja. Sebuah Negara
dikatakan sejahtera bila perbandingan pendapatan nasional dengan jumlah
penduduknya seimbang.

*`Negeri akhirat itu kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin
menyombongkan diri dan berbuat kerusakan dimuka bumi. Dan kesudahan yang
baik itu adalah bagi orang-orang yang bertaqwa.' (Q.S al-Qashash: 83)*

Sehingga janganlah heran bila kita saksikan pejabat kita penuh dengan
kesombongannya - keangkuhannya dan ikut berperan dalam menumpuk harta dan
bahkan bersekongkol untuk hal itu. bila ini terjadi maka pejabat seperti ini
tak lebih baik dari binatang yang diciptakan ALLAH yang mampu bersifat
qana'ah (hidup sederhana) tanpa ketimpangan ekonomi/bahan makanan.
*
Faktor kedua adalah perusakan alam,*

Kerakusan tak semata pada tidak meratanya ekonomi, tetapi pembalakan liar
telah merusak struktur alam, terjadinya bencana banci dan bencana lainnya
adalah ulang manusia yang bahkan tak mampu di jaga oleh pemerintahan. Bila
kemudian ini terus terjadi - apa yang dapat kita katakan dengan INDONESIA ?

Sengaja saya tuliskan ini - untuk direnungkan !!, bahwa jangan kita bermimpi
menjadi sebuah bangsa besar - bila konsep ekonomi kita lebih hina dan rendah
dari binatang. Saya ucapkan pada saudara Ir Hatta Rajasa - untuk
direnungkan. Kepada rekan-2 IA ITB lainnya juga dapat memberi masukan atas
kekuarangan penyampaian ini, akhirnya demi sebuah bangsa besar dan tanah air
yang menjadi kehormatan bangsa ini - telah lahir organisasi pemerintahnya
yang melawan jati bangsa ini.

Semoga Masih ada sisi kesadaran yang dapat di bangkitkan

*Ali Assegaf*

disadur dan diinspirasi dari buku iqtisooduna - karangan ayt. Muchamad
baqir al sadr (Irak)

--- End forwarded message ---




Messages 8197 - 8226 of 8288   Newest  |  < Newer  |  Older >  |  Oldest
Advanced
Add to My Yahoo!      XML What's This?

Copyright 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help