On Thu, 2009-11-12 at 07:52 +0000, muhammad T wrote:
>
> --- In lugu@yahoogroups.com, Mahmud Ghaznawie <mahmud@...> wrote:
> >
> > Saya suka artikelnya. Kendati saya pakai Ubuntu, tapi saya ngga suka
> > fanatik pada 1 distro saja. Kritikan pedas yang ditulis sangat
> objektif.
> > Perlu dibaca oleh Ubuntero, termasuk para pengembang BlankOn.
>
> Betul dok :)
> Saya setuju. Tapi selama saya instal Karmic belum dapat masalah selain
> masalah umum yang biasanya ... VGA SiS. Mungkin diwaktu lain kalo ada
> masalah bisa sama-sama kita pecahkan :D
>
> Dan dalam setiap rilis selalu ada catatan rilis, untuk Karmic bisa ke
> sini [0] dan dalam catatan rilis itu biasanya ada penyelesaiannya.
>
> [0] http://www.ubuntu.com/getubuntu/releasenotes/910
>
> --
> takdir
Makasih responsnya pak Takdir. Saya memposisikan diri sebagai pengguna
(dan kebetulan bisa marketing Linux dikit-dikit). Sbg pengguna (dan
sekaligus penjaja), yang saya butuhkan adalah distro yang langsung
jalan, ngga dikit-dikit mesti lihat situs ini-itu, dsb. Betul ada
solusi, tapi solusinya kan berada di "masalah baru" (e.g. ketersediaan
koneksi internet, kemampuan bahasa, dll). Masalah perlinuxan bagi saya
ngga sulit-sulit amat menanggulanginya. Koneksi lancar. Kalau usaha
sendiri tetap macet, ada anggota yang bisa saya mintai tolong. Tapi,
kalau saya pegawai Pemda atau peg administratif Unhas, pakai Linux
pekerjaan jadi ngga lancar, usulan saya kepada atasan tentu "kembali ke
jendela" dong.. Poin saya: distro yang bakal laku adalah distro yang
self-explainatory, support berbagai peripherals, ngga minta pengguna
ngoprek sendiri.
Open Suse yang baru memang menarik (dari cerita pak Adi Nugroho). Tapi
belum terbukti, karena belum pernah dibuktikan (minimal kepada saya..
haha). Saya lagi wait and see.. Kalau memang lebih user-friendly,
support peripherals-nya bagus, dan last but not least ada versi "moslem
edition"-nya, barangkali saya migrasi ke Open Suse..
Wassalam,
Mahmud Ghaznawie