Sabtu, 14 Nopember 2009 19:25
*Diprotes Warga, 16 Aktivis Greenpeace Dievakuasi dari Camp*
*Ratusan warga Teluk Meranti mendatangi Camp Greeepeace. Demi keselamatan,
16 aktivis LSM asing tersebut dievakuasi polisi. *
Riauterkini-PEKANBARU- 16 aktivis Greenpeace harus dievakuasi polisi akibat
keselamatannya tidak terjamin menyusul terjadinya aksi protes ratusan warga
sejumlah desa di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Sabtu
(14/11/09). Saat ini para aktivis lingkungan hidup tersebut masih diamankan
di Mapolres Pelalawan di Pangkalan Kerinci.
“16 aktivis Greenpeace harus dievakuasi polisi karena ada protes dari
masyarakat. Langkah ini dilakukan demi menjaga keselamatan mereka,” ujar
Pengacara Greenpeace Susila Ningtias kepada riauterkini melalui sambungan
telephon.
Selain 16 aktivis yang dievakuasi ke Mapolres Pelalawan, masih ada beberapa
aktivis Greenpeace yang berada di Camp di Teluk Meranti. Namun mereka diberi
waktu 2 x 24 jam untuk meninggalkan lokasi tersebut. “Masyarakat memberikan
waktu untuk berkemas,” ujarnya.
Berdasarkan data yang didapat riauterkini dari sejumlah sumber, saat ini di
Camp Greenpeace masih bertahan 6 aktivis asing dan beberapa aktivis lokal. 6
aktivis asing yang masih di camp, antara lain Tom Keunen dari Belgia, Robin
A Daiv Taylor dari Selandia Baru, Sorianto Leonard Peter Martin Garrido dari
Philipina,Corrina Brunhild Horzel dari Jerman dan Anbuny dari Pilipina.
Mengenai aktivis Greenpeace yang dijadikan tersangka oleh Polres Pelalawan,
Susi mengatakan jumlah 18, bukan 21 sabagaimana yang selama ini diberitakan.
“Mereka tidak ditahan, tetapi harus menjalani wajib lapor mulai Kamis
mendatang,” demikian penjelasannya.***(mad)
[Non-text portions of this message have been removed]