Mercuri Ancam Kesehatan 10
<
http://m3sultra.wordpress.com/2009/11/09/mercuri-ancam-kesehatan-10-ribuan-
warga/> Ribuan Warga
http://m3sultra.wordpress.com/2009/11/09/mercuri-ancam-kesehatan-10-ribuan-w
arga/
Posted on November 9, 2009 by m3sultra
Warga Bombana Terdampak Cemaran Merkuri
Jurnal Nasional 2009-11-09
Oleh : Koesworo Setiawan
Pencemaran merkuri (Hg) akibat aktivitas penambangan emas di sepanjang
bantaran dua sungai besar di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara
(Sultra), yakni Sungai Langkowala dan Wumbubangka, dikhawatirkan juga
mengamcam kesehatan manusia.
Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sultra Hartono
mengatakan, aliran sungai ini setidaknya mempengaruhi dua kecamatan di
Bombana, yakni Kecamatan Lantari Jaya dan Rarowatu Utara yang total
penduduknya sebanyak 10.411 jiwa. Berdasarkan data Biro Pusat Statistik
(BPS) Bombana, Kecamatan Lantari Jaya
berpenduduk 5.864 orang. Kecamatan Rarowatu Utara berpenduduk 4.547 orang
tahun 2008.
Penduduk di dua kecamatan ini mayoritas berprofesi sebagai petani tambak dan
padi sawah.
Untuk Kecamatan Lantari Jaya setidaknya terdapat 900 hektar lahan tambak
udang dan ikan bandeng yang kawasannya sangat dekat dengan Sungai Langkowala
dan sekitar 5.000 hektarlahan persawahan di Kecamatan Rarowatu Utara yang
sangat dekat dengan Sungai Wumbubangka.
"Bahkan, masyarakat di dua kecamatan ini tidak hanya menggantungkan
pengairan tambak dan sawah mereka pada sungai tersebut, tapi juga
menjadikannya sebagai sumber air untuk dikonsumsi," kata Hartono di kantor
Walhi Sultra, Kendari, Minggu (8/11).
Beberapa kasus di lapangan yang ditemukan Walhi, seperti udang milik para
petani mati secara mendadak dengan berwarna merah seperti direbus tanpa
diketahui apa penyebabnya.Penemuan dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan
Universitas Haluoleo (Unhalu),Emiarti, tentang pencemaran Merkuri terhadap
dua sungai utama di Sultra ituyangmencapai 300 kali lipat dari ambang
maksimal telah memancing banyak reaksi.Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral
(ESDM) Sultra buru-buru mengklarifikasi.
Dari penelitian mereka sendiri, Dinas ESDM tidak menemukan adanya kandungan
merkuri seperti yang ditemukan peneliti Unhalu.Gubernur Sultra Nur Alam
menyatakan jika memang ada penambang yang menggunakan Merkuri maka usahanya
akan ditutup dan akan diproses hukum.
Gubernur juga akan membentuk tim khusus untuk melakukan penelitian terkait
kandungan merkuri di Bombana.Atas rencana ini, Walhi Sultra menantang
pemerintah daerah tidak hanya sekadar wacana. Sejak awal Walhi menolak
aktivitas penambangan di kawasan itu karena merupakan kawasan lindung.
Dengan adanya temuan pencemaran logam berat tersebut, merupakan salah satu
konsekuensi penambangan.
[Non-text portions of this message have been removed]