Subjek: Jika Diragukan, Pihak Unhalu, Siap Penelitian Bersama
Media Sultra 2009-11-07/Halaman 12 Selekta
Kendari--Jika meragukan hasil penelitian mereka, pihak Fakultas Perikanan
dan Kelautan (FPIK) Unhalu menyatakan siap untuk melakukan penelitian
bersama di lapangan. Hal itu disampaikan oelh Dekan FPIK Unhalu Prof Dr Ir
La Ode Muhammad Aslan dan peneliti PFIK Unhalu, Emiarti S.Pi, MSi, kemarin
(6/11).
Ajakan penelitian bersma itu untuk membuktikan apakah benar atau tidak
terdapat kandungan emrkuri yang melebihi ambang batas diareal penambangan
emas. Sebelumnya Kasubag Pertambangan Umum Distamben Bombana, Rajman
menyatakan hasil penelitian sampel air areal pertambangan PT Panca Logam dua
pekan lalu tidak ditemukan kandungan mercury, seperti yang ditemukan oleh
peneliti PFIK Unhalu, Emiarti, SPI, MSi.
Seperti diberitakan Media Sultra Rabu (4/11) hasil penelitian Emiarti
ditemukan kandungan merkuri disejumlah titik penambangan emas di Bombana
mulai dari 02-09 Mg/liter. Hasil ini melebihi ambang batas normal.
Pengambilan sampel dilakukan 18 Oktober 2009 dan diteliti pada labotorium
MIPA Unhalu.
Menurut Emiarti, hasil penelitian dilakukan tepat sesuai prosedur. "Kalau
memang pihak Distamben Bombana meragukan hasil ini, kita bisa melakukan
penelitian bersama-sama, agar terjadi kejelasan dan ditahu kebenarannya",
ujar Emiarti kepada Media Sultra Jumat (7/11). Proses pengujian sampel ini,
menurut Emiarti adalah sysitem Spektorometrik dengan menggunakan alat AAS
atau Atomic Absorbtion Specrtophotometric di labotorium MIPA Unhalu.
'Sebelum diuji perlu dilakukan penanganan terlebih dulu, untuk logam berat
diberi asam nitrat sampai PH2, kemudian diawetkan dan dinginkan, ini
dilakukan agar sampel tidak terkontaminasi", ujarnya.
Dekan FPIK Unhalu Prof Dr Ir La Ode Muhammad Aslan menyatakan, terkait
dengan hasil ini pasti ada pihak yang meragukannya, maka ia pun bersedia
untuk melakukan penelitian lagi bersama-sama. Menurut ia, kegiatan
penelitian yang dilakukan pada tanggal 18 Oktober independen bukan untuk
kepentingan siapa pun.
"Penelitian ini murni untuk kepentingan masyarakat. Jika tidak percaya
dengan hasil penelitian ini, maka kami bersedia melakukan penelitian bersma
kembali dengan melibatkan semua pihak entah dari pemerintah, akadimisi,
kalangan pertambangan atau siapa saja", ujar Aslan.
--------------------
[Non-text portions of this message have been removed]