http://regional.kompas.com/read/xml/2009/07/10/15344074/Wartawan.TV.Perancis.dan\
.Aktivis.Ditahan.di.Jamb
Kompas.com/10 JULI 2009
*Wartawan TV Perancis dan Aktivis Ditahan di Jambi *
*
*
*JAMBI, KOMPAS.com* — Tiga wartawan televisi Perancis dan aktivis
lingkungan Walhi Jambi ditahan polisi dan petugas keamanan pabrik PT
Lontar Papirus Pulp and Paper saat meliput dugaan pembalakan liar di
Jambi, Jumat (10/7). Penahanan berlangsung sejak pukul 11.00, dan belum
dilepas hingga pukul 14.00.
Ketiga wartawan tersebut, Cyril Payen (kepala biro Asia Tenggara),
Gilaom Martin (kamerawan), dan Dewi Arilaha (Produser Lapangan). Mereka
ditemani Arif, Direktur Walhi Jambi, untuk meliput aktivitas pembalakan
liar di Jambi, yang diduga didistribusikan ke pabrik milik grup Sinas
Mas tersebut.
Menurut Dewi, mereka tiba di desa terdekat dengan pabrik di kawasan
Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, sekitar pukul
10.00. Para jurnalis langsung meliput truk-truk yang mendistribusikan
kayu menuju pabrik, dan mewawancarai warga lokal sekitar. Setelah itu,
mereka bermaksud masuk ke dalam pabrik, untuk meminta izin petugas
keamanan atas pengambilan gambar di sekitar pabrik.
Baru sampai di depan gerbang terluar pabrik, petugas keamanan langsung
mendekati dan menggiring mereka ke pos polisi. "Kami sempat bingung, kok
tiba-tiba dibawa ke kantor polisi, memangnya kami salah apa?" ujar Dewi.
Setelah hampir dua jam diinterogasi polisi, rombongan wartawan digiring
lagi ke pos keamanan pabrik. Mereka kembali diinterogasi. Petugas juga
memaksa mereka untuk menyerahkan seluruh hasil peliputan tersebut.
Hingga pukul 14.00, wartawan dan aktivis Walhi belum juga dibebaskan.
Menurut Dewi, kegiatan peliputan mengenai pembalakan liar rencananya
akan dijadikan sebagai program film dokumentasi. Sebelumnya, mereka
telah mewawancarai pihak Sinar Mas Grup di Jakarta mengenai tuduhan
aktivitas pembalakan liar oleh perusahaan. Dari hasil wawancara, pihak
Sinar Mas menampik tuduhan tersebut. "Namun, kami tetap harus mencari
fakta di lapangan. Karena itulah kami meliput ke masyarakat dan sekitar
pabrik," lanjutnya.
*/Laporan wartawan KOMPAS Irma Tambunan/*