Kurang lebih 20 Km, perjalanan menuju tebing tinggi tanjabar provinsi jambi
dari Pelabuhan dagang menyengsarakan siapapun yang lewat, bagi pejalan kaki
ataupun pesepeda motor. Tidak ada jalan lain menuju tebing tinggi untuk
menghindari perjalanan yang menyulitkan.
Kecamatan tebing, merupakan salah satu kecamatan yang berada jauh dari kota,
masyarakat di sini rata-rata kebanyakan transmigran perkebunan inti rakyat
(PIR) yang bermitra dengan agrowiyana (group bakri). Selain itu, di tebing
tinggi ini pula terdapat pabrik WKS (Wira Karya Sakti) Sebuah perusahaan
pabrik Pulp and Paper milik sinar mas yang menguasai kira-kira 40.000 ha.
Kesengsaraan yang tadi di sebutkan itu adalah berjalan dalam debu.
Pasalnya, 20 km jalan berpasir dan belum di aspal. Di pinggir-pinggir jalan,
di lewati buruh kebun yang sedang bekerja dan di selang-selaingi oleh usaha
kecil masyarakat. Di jalan yang berpasir inilah, mobil-bobil besar milik WKS
membawa kayu ke pabrik. Bayangkan, jika mobil/ truck besar dengan kecepatan
rata-rata dan berjalan di jalan yang berpasir. Pasti yang muncul adalah
mengepulnya debu-debu jalan. Mobil-mobil itu berjalan selama 24 jam tanpa
henti. Masyarakat tebing ataupun masyarakat dari luar yang melewati jalan
ini pasti berjalan dalam debu. Bagi pesepeda motor, jika melewati jalan ini
harus menyalakan lampunya dan jika tidak pasti akan tersenggol atau bahkan
bisa-bisa di tabrak oleh truk besar pengangkut kayu industry WKS.
Sayangnya, WKS tidak tidak pernah memperhatikan masyarakat sekitar tentang
debu jalan itu. Masyarakat sekitar, sangat terus mengharapkan agar hujan
selalu datang setiap saat untuk membasahi jalanan yang berdebu. Masyarakat
merasa was-was atau akan berfikiran dua kali jika ingin melewati jalan ini.
Masyarakat tebing sangat mengharapkan, agar WKS memiliki jalan produksi
sendiri dan tidak di campurkan dengan jalan umum yang digunakan masyarakat.
Jika tidak, maka kesengsaraan itu akan terus berlangsung tanpa henti bahkan
bisa-bisa menimbulkan penyakit akibat debu.
[Non-text portions of this message have been removed]