Membudayakan Kritik: Bersedia Memberi Bersedia Menerima Oleh Titon Rahmawan Diakui atau tidak sebagian besar orang lebih suka menerima pujian daripada kritik,...
Sekali Lagi Tentang Pentingnya Kritik Sastra oleh Titon Rahmawan Dalam usianya yang relatif masih muda media sastra di internet telah menunjukkan perkembangan...
Dari milis tetangga. Aksara Events <aksara_events@...> wrote: Diskusi dan Baca Buku TENTARA PECUNDANG karya Anita Kastubi (Galang Press) Mengundang anda...
Salam persahabatan juga Heri, Puisimu bagus... eh, bisa ditambahin tuh, hayalan yang begitu bukan hanya yang tidur di emperan toko saja deh, aku juga pernah. ...
Lucu... Aku jadi ingat zaman kuliah baca cerita lucu dari buku wajib "The Stories of Nasrudin" sambil terkekeh-kekeh sendiri di perpustakaan kampus. Salam...
Kalau memang terjadi di kehidupan nyata... mau dimaklumi pun sulit. Loyalitas si Kapten Rogoh memang hebat. Si pemberi perintah juga hebat, pemain teater pun...
Rute Malam ini ku ambil rute terpanjang ke rumahnya. Aku tak ingin cepat sampai. Ada gadis tertidur pulas di bangku penumpang. Di atas mobil kami berdua...
Salam, Sebelum saya lebih lanjut, ijinkan saya memperkenalkan diri dulu. Nama saya anjar. (saya biasa menggunakan huruf awal nama saya dengan huruf kecil, lbh...
Karya Sajak Yang Baik Tidak Membutuhkan Pembelaan Oleh Titon Rahmawan Sajak yang baik adalah sajak yang mampu berdialog dengan pembacanya, yaitu sajak yang...
Intensi Dalam Penulisan Dan Pembacaan Sajak (oleh titon rahmawan) ... Dalam proses penulisan hingga pembacaan sebuah sajak sesungguhnya dapat kita telusuri...
titon wrote: Betul aku jadi ingat juga, sepertinya karya sajak ini juga terinspirasi beberapa kisah Nasrudin yang super kocak itu. asyik. Mbak Ochi masih punya...
titon wrote: Mumpung bisa ketemu anjar sekalian saya ucapkan selamat datang di komunitas ilalang, beberapa waktu lalu saya coba kontak di komsas balikpapan...
Rencana mimpi yang indah. Rasa tersentuh dan membuat hatiku 'nyeees'... Tahukah engkau bahwa aku juga merindukan itu? Ia pula yang jadi impianku di setiap...
gimana dengan kritik yang 'terlalu' tajam sampe bisa mematikan seorang untuk berkarya lagi? apakah ada etika untuk 'berkritik ria'??? salam, santie ps. sekedar...
kapan? pasrahku rebah diam di pangkuan rasa aku seperti berjalan di lorong sunyi yang tak berujung dan tak bernoktah lelah dan bahagia menjelma lamat-lamat ...
Salahkah Bila Seorang Penyair Membela Karyanya? Oleh : Setiyo Bardono Ketika penilaian baik buruknya sebuah sajak masih sangat relatif dan bisa diperdebatkan,...
Dua Puluh Detik Yang Menentukan Dua puluh detik! Pintu KRL-Ekonomi seperti lubang pembuangan yang menghamburkan segala kotoran yang sudah berdesakan dan...
Cara Memilih Presiden ada beberapa cara memilih presiden pilih salah satu pilih salah dua pilih salah tiga pilih salah semuanya agar tak salah pilih pilih...
Spiritualisme Studio Mendut, Sebuah Pengalaman Pentas (Kompas, Minggu 4 Juli 2004) Oleh Ki Hadi Supeno DATANG dari jarak 100 kilometer atau perjalanan dua jam...
kenapa tidak ya? dulu dalam teorinya, apabila seni sastra kreatif dilahirkan, terpulanglah kepada khalayak untuk menanggapnya, hasilcipta itu dikatakan sudah...
MARI AKU UNGKAPKAN Sajak: Sihar Ramses Simatupang mari aku ungkapkan disini kesunyianku kebekuanku yang sekarat dari musim yang lata aku pernah bertarung dalam...
Di langit kanak-kanak saya masih ingat acara Mari Menggambar di TVRI, dalam acara tersebut Alm Pak Tino Sidin selalu bilang "Bagus" pada setiap gambar yang...
masih ada tapi sudah tidak lengkap. masih banyak dijual di toko buku, karena itu semacam buku wajib juga untuk mata kuliah "reading" jurusan bahasa Inggris. ...
Mata Buta Kulihat mata beterbangan di mana-mana, menempel di seluruh benda bertebar bersama angin menatap penuh curiga mengulitiku, mengupas siapa saja; mata...
Perang yang Adil itu Seseorang bertanya, apa yang kau maksud perang yang adil itu? Yakni bila lawanmu melempar batu, kau membalasnya dengan bom; karena batu ...
Seusai Requiem [miranda] di batas musim Dia menyalibku. dan terbakar Aku: tanpa sempat mengeja api. di luar sana, angin bersenandung "ke mana abu? ke mana...
Seusai Requiem [miranda] di batas musim Dia menyalibku. dan terbakar Aku: tanpa sempat mengeja api. di luar sana, angin bersenandung "ke mana abu? ke mana...