Search the web
Sign In
New User? Sign Up
komik_indonesia · Komik Indonesia
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Message search is now enhanced, find messages faster. Take it for a spin.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
PPKI 2009: Sebuah Catatan (bagian 1)   Message List  
Reply | Forward Message #13167 of 13706 |
Pekan Produk Kreatif Indonesia 2009 yang berlangsung selama empat hari (25-28
Juni) sudah berakhir. Ada banyak suka dan duka di ajang nasional paling heboh
tahun ini yang akan dikenang untuk waktu yang lama. Saya mencoba membuat catatan
peristiwa-peristiwa penting selama PPKI 2009.

RESPON MASYARAKAT
Salah satu ukuran keberhasilan suatu pementasan adalah respon masyarakat. Bisa
dalam bentuk hasil penjualan tiket masuk, atau lainnya. Dalam kasus PPKI 2009
respon masyarakat salah satunya berupa jumlah kunjungan ke booth Komunitas Komik
Indonesia (KKI). Walau tidak dilakukan hitungan, observasi visual dapat memberi
gambaran kasar bahwa booth KKI kerap dikunjungi dan nyaris tidak pernah sepi.
Mungkin kami hanya diberikan waktu sekitar 5 menit untuk istirahat atau
membenahi booth yang berantakan. Memang benar ada banyak pengunjung berasal dari
sesama teman komik. Namun mayoritas pengunjung adalah masyarakat yang kebetulan
lewat. Sebagian diantaranya sempat berbincang dengan saya, dan banyak diantara
mereka tidak secara khusus datang ke PPKI untuk mengunjungi KKI. Di pihak lain,
banyak juga yang hadir karena informasi dari internet (milis dan Facebook)
termasuk info dari komunitasnya yang terpisah (misalnya Paguyuban Karl May).

RESPON PEMERINTAH DAN KALANGAN BISNIS
Ramainya booth KKI menarik perhatian Pemerintah dan para tetangga pengisi booth.
Kadin Indonesia, pihak yang merekomendasikan KKI, sangat puas dengan hasil kerja
KKI di PPKI 2009. Beberapa tetangga booth, yang diisi oleh para raksasa
penerbitan, mulai mempertimbangkan untuk membuka lini produksi komik atau
menghidupkan lagi setelah beberapa tahun dimatisurikan. Sebagai tanda terima
kasih, pak Dwi Koen mewakili KKI memberikan sebuah tas berlogo 90 Tahun RA
Kosasih dan berisi sejumlah komik terbaru, kepada Wakil Ketua Kadin Indonesia,
Bapak Ketut Suardhana.

"UNITED WE STAND!"
Semangat yang dibawa dalam PPKI 2009 adalah semangat persatuan. Sebagian pecinta
dan pelaku komik menyadari bahwa dalam banyak kesempatan mereka tidak
bergandengan tangan. Berbagai perbedaan menjadikan usaha memajukan komik lokal
sebuah tantangan berat. Bukan hanya karena kerasnya industri, tapi juga kerasnya
kepala masing-masing orang. PPKI 2009 menjadi momen yang tepat untuk
mengingatkan semua pihak terkait akan visi dan tujuan yang sama: memajukan komik
nasional. Untuk mencapai tujuan itu, kita harus bersatu dan melepaskan berbagai
perbedaan. Jika terjadi perbedaan kepentingan, solusi yang saling menguntungkan
harus dicapai. Alhamdulillah PPKI 2009 menjadi saksi tercapainya semangat tsb.
Insya Allah semangat ini akan terus melekat selamanya.

Saya sempat diwawancarai seorang wartawan perihal semangat persatuan dan
penggunaan nama KKI. Mungkin dalam persepsinya, nama KKI harus diresmikan dan
dijadikan wadah bernaungnya berbagai pecinta, pelaku dan pemerhati komik lokal.
Mungkin maksudnya semacam asosiasi. Saya jelaskan bahwa KKI hanyalah sebuah nama
yang digunakan dalam rangka PPKI 2009 agar memudahkan masyarakat mengenalinya.
Bagi saya nama tidaklah penting, karena semangat persatuan lebih penting
daripada sebuah nama. Ia juga mendesak untuk menjelaskan apa saja perbedaan
diantara para pemerhati dan pelaku komik di masa lampau. Bagi saya mengungkit
masa lalu juga tidak penting, karena yang penting adalah masa depan yang saat
ini dimulai dengan semangat persatuan di PPKI 2009. Namun jika penggunaan nama
KKI sedemikian penting sebagai simbol, tentunya nama tsb akan diresmikan.
Nampaknya ia terus mendesak ingin mengetahui berbagai kendala internal yang
membuat komik lokal sulit bersatu. Saya katakan bahwa percuma saja mencari akal
agar saya buka mulut.

PENJUALAN KOMIK
PPKI 2009 bukanlah ajang jualan produk, selayaknya bazaar atau pasar murah.
Namun sudah menjadi tradisi di Indonesia bahwa pameran apapun harus membawa
pulang hasil belanjaan. Untuk mengakomodir tuntutan tsb, KKI menawarkan semua
rekan untuk menitipjualkan karya-karya mereka selama PPKI. Nyaris semua rekan
yang diundang menyambut dengan positif. Bahkan ada banyak judul komik yang kejar
tayang. Mereka dikejar agar dapat terbit bersamaan dengan pelaksanaan PPKI 2009,
sebuah momen yang tepat untuk peluncuran komik. Beberapa komik yang kejar tayang
diantaranya: Lotif (Beng Rahadian), Sawung Kampret: Warok Surobongsang (Dwi
Koen), Api Maut (Injun), dan 15 Kesalahan Dalam Branding (Herman Kwok). Tanpa
diperkirakan sebelumnya, hasil penjualan komik terhitung fantastis untuk ukuran
acara selama 4 hari. Sebuah prestasi yang sulit diulang di masa mendatang.

"SIAPAPUN BISA MEMBUAT KOMIK"
Slogan ini yang diusung selama PPKI 2009. Mengadaptasi slogan `Mengarang itu
Gampang' sekitar 30 tahun yang lalu, `Siapapun Bisa Membuat Komik' mengajak
siapapun untuk mulai iseng-iseng membuat gambar yang `berbicara'. Visual story
telling. Tidak perlu khawatir, takut atau minder bahwa hasil coretannya tidak
seindah komikus legendaris. Yang penting parade gambarnya, yang disajikan secara
berurutan dapat dipahami pembaca. Jika kesadaran ini tumbuh, fenomena semua
orang beramai-ramai iseng membuat komik pun lahir meskipun dibuat untuk konsumsi
pribadi. Hanya hukum alam yang akan menyeleksi para bakat muda ini. Mereka yang
berbakat, tekun dan berkemauan keras-lah yang akan maju terus menjadi komikus.
Skenario ini selaras dengan visi pembangunan industri kreatif Indonesia.

Selama PPKI 2009 slogan ini dicoba untuk diimplementasikan. Dari dua media yang
disediakan (melanjutkan gambar di sebuah panel, dari kombinasi dua panel
sebelumnya) serta Jam Comic Strip, sebuah aksi demo komik estafet bagi siapapun
yang tertarik, ternyata mampu menarik perhatian pengunjung. Media pertama tak
terlalu sukses karena latihan membuat komik sulit dilakukan di lokasi, dan
pengunjung memilih membawanya pulang. Media kedua termasuk berhasil karena ada
banyak orang partisipasi secara spontan, melanjutkan komik pada panel berikutnya
sesuai interpretasi masing-masing. Diluar keberhasilan itu, ada banyak
pengunjung yang sekedar memamerkan keahliannya dalam menggambar pin-up.
Sayangnya ketrampilan menggambar pin-up tak cukup baik untuk membuka mata
pengunjung bahwa membuat komik itu gampang. Atraksi Jam Comic Strip pun menjadi
magnet daya tarik pengunjung yang kebetulan sedang lewat. Bahkan banyak
anak-anak dan remaja ikut partisipasi.

KONSULTASI KOMIK
Salah satu aktivitas yang dilakukan di PPKI 2009 adalah Konsultasi Komik. Sesuai
judulnya, aktivitas ini memberi kesempatan bagi pengunjung yang ingin bertanya
atau meminta saran dari para komikus yang berpengalaman. Ada yang bertanya
tentang seluk beluk penerbitan dan permodalan, mencari ilustrator, kerjasama
produk, dan lainnya. Setiap hari minimal seorang komikus bertugas sebagai
Konsultan. Ajang ini juga berguna untuk mengetahui talenta-talenta muda yang
datang membawa contoh karya. Bahkan para Konsultan Komik sudah bersiap dengan
portfolio masing-masing. Siapa tahu ada yang berminat kerja sama.

Saya harus mengucapkan terima kasih kepada para Konsultan Komik yang tidak lelah
menyapa, tersenyum dan meladeni pertanyaan pengunjung: Zarki, Rie, Beng
Rahadian, Is Yuniarto, Wisnoe Lee, Wahyu Sugianto, Wahyu Hidayatz, Alfie, Diyan
Bijac, Sheila Rooswitha, Marico,

...end of part 1....

suryo




Fri Jul 3, 2009 1:20 pm

suryo_anglagard
Offline Offline
Send Email Send Email

Forward
Message #13167 of 13706 |
Expand Messages Author Sort by Date

Pekan Produk Kreatif Indonesia 2009 yang berlangsung selama empat hari (25-28 Juni) sudah berakhir. Ada banyak suka dan duka di ajang nasional paling heboh...
suryo_anglagard
Offline Send Email
Jul 3, 2009
1:20 pm
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help