Geunjleung film 2012, di Jabar malah 2011 bakal ngawangun jalur cepat
angkutan KA.
Supaya tereh nepi ka 2112 kitu? Hehehe.
-mh-
======
2011, Dibangun Jalur KA Cepat di Jabar
PUTRAJAYA, (PR).-
Lima belas investor sepakat membiayai pembangunan kereta api cepat
berbahan bakar hidrogen senilai 3 miliar dolar AS (kira-kira Rp 28,5
triliun). Projek bernama Hydrogen Hi-Speed Rail Super Highway
Concession (H2RSH) ini akan membuka rute Jakarta-Bandung-Cirebon
sepanjang 357 km.
"Kecepatan kereta ini mencapai 400 km/jam, sehingga perjalanan yang
biasanya memakan waktu lima jam bisa dipersingkat menjadi hanya satu
jam," ujar Dr. E. Sjahrial, Senior Managing Partner, salah satu
anggota konsorsium CAEDZ seusai penandatanganan MoU pembangunan
infrastruktur ini dengan Ketua Kadin Indonesia Komite Singapura Iwan
Darmawan Hanafi di Hotel Marriott, Putrajaya Malaysia, Selasa (1/12).
Wartawan "PR" Dadang Hermawan melaporkan dari Putrajaya, hadir pada
kesempatan itu, direksi anggota konsorsium dan Kepala BKPMD Jabar Iwa
Kartiwa.
Menurut Sjahrial, pembiayaan projek ini murni dari konsorsium. "Kami
harapkan pada April 2011, pembangunan kereta api ini sudah bisa
dilakukan dan sepuluh bulan setelah itu sudah bisa digunakan
masyarakat. Paling lambat, tahun 2012 layanan ini sudah bisa menjadi
transportasi massal yang baru," katanya.
Menurut dia, tarif yang akan dikenakan tidak akan jauh berbeda dengan
tarif bus di jalur tersebut. "Karena kami yakin dengan tarif sebesar
itu kami masih bisa memperoleh margin. Apalagi, kami masih bisa
menjual beberapa sumber energi lain kepada pihak ketiga,"ujarnya.
Dikatakan, ada tujuh fasilitas yang bisa menjadi sumber penerimaan
bagi konsorsium, yakni penjualan listrik yang dihasilkan dari sisa
bahan bakar hidrogen dan panel surya, jaringan telekomunikasi, serat
optik, jaringan bahan bakar hidrogen dan gas, serta air.
Projek pertama di dunia
Sjahrial optimistis dari projek ini pihaknya bisa meraup untung hingga
400 juta dolar setahun. "Sehingga bila dibandingkan dengan investasi
sebesar 3 miliar dolar AS serta pendapatan 400 juta dolar AS/tahun,
saya kira projek ini memberikan kepastian keuntungan yang besar,"
ucapnya.
Apalagi, menurut dia, investasi sebesar 3 miliar dolar AS untuk
jaringan kereta api sepanjang 357 km ini terbilang sangat murah bila
dibandingkan dengan membangun jaringan kereta api konvensional yang
bisa menghabiskan biaya sepuluh kali lebih besar.
"Di sisi lain, kereta api hidrogen ini merupakan projek pertama di
dunia yang diterapkan secara komersial. Sehingga, saat ini seluruh
mata di dunia menunggu realisasinya dan beberapa sudah
mempertimbangkan untuk mengganti sistem transportasi mereka menjadi
lebih ramah lingkungan seperti kereta api ini," katanya.
Perhatian dunia juga terlihat dari rencana Presiden Amerika Serikat
Barack Obama yang akan secara resmi mengumumkan projek ini pada
lawatannya ke Indonesia pada Februari 2010 bertepatan dengan acara
Pertemuan Tingkat Tinggi Perubahan Iklim.
Selain membangun jalur kereta api, konsorsium ini juga berencana
membangun infrastruktur lainnya pada koridor Jakarta-Bandung-Cirebon.
"Kami sudah mendapat pledge sebesar 500 miliar dolar AS dari 400 bank
dan lembaga keuangan internasional yang akan kita bangun untuk Bandara
Kertajati, Pelabuhan Cirebon, dan infrastruktur lainnya," ucapnya.
Kelima belas konsorsium ini terdiri atas Aon Risk Service Inc.,
Aqua-PhyD Inc., Aruna Solutions, Asian Energy Limited, Tricap Group,
Copernicus International, eCompass Group, Fidelity National Financial,
Global Green Management, McGladry & Pullen, Modular Integrated
Technologies, Obermeyer Planen + Beraten, Pembinaan Aktif Gemalang,
The Interstate Traveler Company, dan TUM Geotechnical Research.
Ketua Kadin Indonesia Komisi Singapura Iwan Darmawan Hanafi
menyatakan, pihaknya akan memfasilitasi komunikasi antara konsorsium
dan pemerintah Indonesia. "Oleh karena itu, hadir pada acara ini Pak
Iwa karena sebagian besar dari koridor tersebut berada di wilayah
Jabar," ujarnya.
Dikatakan, keseriusan konsorsium ini patut diakomodasi oleh pemerintah
Indonesia. "Konsorsium ini beranggotakan investor dari berbagai negara
seperti Amerika, Kanada, Belgia, Jerman, Singapura, dan Malaysia. Ini
menandakan kepercayaan mereka untuk berinvestasi di Jabar cukup
tinggi," tuturnya.
Menurut dia, dalam pertemuan tersebut mereka meminta adanya kepastian
berinvestasi sehingga realisasi projek ini bisa berjalan sesuai dengan
rencana.
"Apalagi, melalui projek ini setidaknya akan menciptakan enam juta
lapangan kerja baru serta mempercepat pembangunan ekonomi wilayah
Jabar," katanya.
Iwa Kartiwa mengatakan, pihaknya akan membantu dengan mempercepat
proses perizinan sehingga mereka bisa memperoleh Surat Persetujuan
Penanaman Modal (SPPM). "Kita harapkan SPPM tersebut bisa keluar tahun
ini juga dan paling lambat awal tahun depan," ucapnya.
Dikatakan, kendati pemerintah sama sekali tidak mengeluarkan dana
untuk projek ini, tetapi masih bisa menarik pajak dari keuntungan
mereka. (A-80) ***
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=113545