[AHLAN WA SAHLAN DI DISKUSI ISLAT]
Alternatif dan Mencerahkan
Assalamualaikum wr wb
Mungkin ini sebuah ungkapan yang sering kita dengar. Dua buah kata yang penuh makna yang sengaja kami pilih sebagai mascot website kami. Alternatif adalah sebuah pilihan baru dari yang sudah ada. Islam adalah yang sudah ada dan yang kita yakini dari sejak awal. Walaupun sebuah keyakinan, akan tetapi keyakinan itu ada derajatnya sesuai dengan pencapaian akal kita. Pencapaian akal kita bergantung pada kemampuan kita membangun argumentasi yang mendirikan keyakinan tersebut. Begitu juga tingkatan keyakinan dan maqam akal kita dalam memahami Islam, tidak terlepas dari hal tersebut.
Alternatif pemikiran Islam yang ditawarkan oleh kaum muslim sendiri tentunya sangatlah luas dan beragam. Mungkin seluas site keislaman di dunia cyber. Hal ini adalah sebuah kewajaran, seiring dengan tingkat pemahaman dan perkembangannya. Sebuah perkembangan yang positif dan menyisakan pertanyaan tentunya. Perkembangan yang positif akan terwujud jika keragaman itu ditanggapi dengan sikap yang terbuka dan jujur. Semangat dialog antar mazhab pemikiran juga diharapkan akan menambah kualitas keyakinan kita. Sedangkan akibat negatif dari keragaman ini akan timbul jika ditanggapi dengan sikap curiga yang berlebihan karena tendensi ancaman dari pemikiran baru yang akan menggugat status quo nya.
Wassalamualaikum wr wb
Salam... kemarin saat search menemukan resensi ini. Terimakasih buat yg udah nulis resensi, ulasannya sangat bermanfaat. Wassalam... Judul : Api Sejarah
assalamualaikum Semakin hangat juga pembahasan ikut menikmati juga nih... mungkin ada baiknya kita bahas dulu mengenai bid'ah selanjutnya sunnah dan taqrir...
Written by mel Tuesday, 10 November 2009 Upacara peringatan 20 tahun perobohan tembok Berlin kemarin (9/11) digelar di kawasan Gerbang Brandenburg, Berlin dan
Salam, Pak Khairun Arief, Anda mengakui hadits Tsaqalayn dan kita akui tidak ada nash yang mengatakan Nabi SAWW berpesan, "Berpeganglah kepada Al-Qur'an dan
Salam, Antum mengatakan, “Bila kita berkeras untuk menambahkan sebuah perkara baru dalam agama hanya karena asumsi ‘Tidak ada hadits Nabi yang melarang’,