by. Y. Budi U (Apakah Tuhan juga punya “bisnis”?) Seminggu ini, saya mengalami kebocoran ban motor 2 kali. Bocor pertama pada ban depan, bocor kedua pada ban belakang. Momen-nya juga sama: saat pulang menjemput istri, di waktu hujan deras pula. Hanya saja, TKP-nya berbeda. Bagusnya, istri saya tidak mengeluh. Ia cukup memaklumi “suddenly accident” ini. Padahal, sebelum-sebelumnya ia pernah berujar, “Untungnya, kamu bermasalah dengan motor saat tidak bersamaku…” (katanya sambil ketawa kecil). Nah, pada akhirnya kejadian dua kali bocor itu telah berhasil mematahkan pernyataannya (he3). Pengalaman bocor ban bukan sekali dua kali ini saja. Jika dihitung setidaknya sudah lebih dari 10x, dalam kurun waktu setahun. Macam-macam pula penyebabnya; terantuk batu, kena paku, ban dalam yang terjepit, kepergok jalan berlubang, dan cuaca panas. Sebenarnya hal yang menarik, bukan soal tambal-menambal ban itu. Let’s see behind the scene! Di balik penderitaan itu .... . see on .... |