Selasa, 7 Juli 2009 14:30
Buntut Sengekta Lahan,
Warga Tiga Desa di Rohul Ancam Boikot Pilpres
Ratusan
warga tiga desa Kecamatan Bangun Purba melanjutkan demo di Kantor
Bupati Rohul. Jika lahan mereka tak dikembalikan, mereka akan boikot
Pilpres.
Riauterkini- PEKANBARU- Setelah berdemo di Mapolres Rohul,
sekitar 500 warga Desa Tangun, Bangun Purba dan Bangun Purba Barat,
Kecamatan Bangun Purban, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) melanjutkan aksi
di Kantor Bupati Rohul, Selasa (7/7/09). Sebagaimana demo di Mapolres,
demo di kantor bupati juga terkait sengketa lahan 1.000 hektar dengan
PT. Sulamtera Silva Lestari (SSL) yang telah memicu bentrok dengan tiga
korban meninggal dunia.
Menurut Anggota Dewan Perwakilan Desa (DPD) Tangun, Sudirman Siregar,
kedatangan massa ke kantor bupati untuk menyampaikan tuntutan agar
Pemkab Rohul secepatnya menuntaskan pengembalian lahan warga tiga desa
yang sejak 1992 dikuasi PT. SSL. “Kami meminta Pemkab Rohul secepatnya
membantu pengembalian lahan seribu hektar milik warga tiga desa yang
sampai saat ini dikuasi perusahaan,” ujar Sudirman saat dihubungi
riauterkini.
Selain itu, Sudirman mengatakan, pihak juga meminta kepada Pemkab Rohul
agar mendesak PT. SSL untuk bertanggung jawab atas kematian tiga warga
dan 16 warga yang terluka dalam bentrok beberapa waktu lalu. “Kami juga
menuntut agar perusahaan bertanggun jawab atas nasib istri dan anak
warga kami yang meninggal,” tuntutnya.
Lebih lanjut Sudirman mengatakan, masyarakat tiga desa sudah sepakat,
bahwa jika tuntutan yang disampaikan dalam unjuk rasa di Polres dan
Kantor Bupati Rohul tidak mendapat kepastian realisasinya, maka warga
akan menginap di kantor bupati dan selanjutnya sekitar 3.000 pemilih di
tiga desa akan memboikot Pilpres yang digelar besok, Rabu (8/7/09).
“Kami minta kepastian tuntutan kami akan direalisaskan, jika tidak,
warga tiga desa akan memboikot pelaksanaan Pilpres. Kami semua akan
Golput!,” tegasnya.
Sampai saat ini pengunjuk rasa belum ada yang menerima. Sedangkan untuk
tuntutan yang disampaikan di Polres adalah pembebasan seorang warga
atas nama Saroha Lubis (35) yang masih ditahan Polres Rohul terkait
bentrok beberapa waktu lalu.
Wakapolres Rohul Kompol Arie Darmanto yang menerima pengunjuk rasa
berjanji akan memenuhi tuntutan tersebut, namun tetap harus melalui
prosedur.*** (mad)
Pamer gaya dengan skin baru yang keren. Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru
sekarang! http://id.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]