http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=345464
Kamis, 12 Juni 2008,
Untung Besar, Presiden Ajak Pengebor Minyak Berbagi Beban
JAKARTA - Harga minyak dunia yang melambung membuat perusahaan
eksplorasi minyak meraup untung besar. Tak ingin melewatkan kesempatan
itu, Presiden SBY kemarin mengumpulkan kontraktor minyak swasta atau
Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKS). Pertemuan yang berlangsung
tertutup itu dilaksanakan di Ruang Utama Gedung Sekretariat Negara
lantai tiga di Jakarta, kemarin, mulai pukul 14.00 WIB.
Usai pertemuan, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menjelaskan, Presiden
Yudhoyono meminta tiga hal dalam pertemuan dengan 50 perusahaan KKS
itu. Selain agar berkomitmen untuk meningkatkan produksi minyak yang
seusai target di APBN-P 2008, Presiden juga minta KKS untuk berbagi
beban terutama terhadap tekanan subsidi di APBN-P." Perusahaan juga
diminta ikut memikirkan dengan kenaikan harga di mana perusahaan
mendapat keuntungan," ujar Purnomo.
Menanggapi permintaan presiden itu, sejumlah pelaku usaha dan industri
KKS menyatakan komitmennya untuk meningkatkan produksi minyak mentah
nasional hingga memenuhi target lifting minyak di APBN-) 2008 sebesar
927.00 barrel per hari bahkan lebih di tahun-tahun mendatang.
Namun, mereka juga mengeluh dan meminta agar Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono juga dapat mengatasi berbagai hambatan yang kerap dialami
saat mereka melakukan investasi untuk meningkatkan produksi minyaknya.
"Mereka berkomitmen untuk memenuhi target lifiting minyak di APBN-P
2008. Akan tetapi, sebagian memang mempersoalkan berbagai hambatan
seperti proses tender yang lambat, tumpang tindih aturan di sejumlah
provinsi dan kabupaten tertentu, proses perizinan yang lambat," ungkap
Purnomo. Purnomo menyebutkan, sejumlah KKS yang mengaku mengalami
hambatan di antaranya PT (Persero) Pertamina, Caltex, PetroChina, dan
Total Indonesia.
Rapat yang dipimpin Presiden Yudhoyono serta dihadiri Wapres Muhammad
Jusuf Kalla dan sejumlah menteri ekonomi terkait, juga mengundang 50
pimpinan perusahaan KKS di bidang hulu migas di seluruh Indonesia.
Mereka di antaranya pimpinan Elnusa, Caltex, Apexindo, Halliburton,
Chevron Pacific Indonesia, Total E&P Indonesia, Conocophilips
Indonesia, CNOOC Ses, Medco E&P Indonesia, South Madura Exploration
Company PTE Ltd, Petronas, Petrochina, Vico Indonesia, Kodeco Energy,
Pearl Oil, Schlumberger, ExxonMobile, Kangean Energy Indonesia dan
Kodeco Energy serta PT Pertamina. (tom/owi/kim)