Skip to search.
indonesia · Indonesia Forum

Group Information

  • Members: 1021
  • Category: Countries
  • Founded: May 2, 1998
  • Language: English
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Real people. Real stories. See how Yahoo! Groups impacts members worldwide.

Messages

  Messages Help
Advanced
JWP - Potret Keseharian Bung Karno; Kesaksian Mangil (5)   Message List  
Reply Message #5268 of 5268 | Next >
-----------------------------------------------------------
GRATIS berlangganan " INDONESIA FORUM " lewat EMAIL
kunjungi site kami di : http://if.fsn.net
-----------------------------------------------------------

Potret Keseharian Bung Karno; Kesaksian Mangil (5)
Minum Air Putih Dingin sebelum Berpidato

Bung Karno sudah sangat dikenal dengan kemampuan orasinya. Ia memang jago
di atas podium. Kalimat-kalimatnya yang bertenaga mampu membuai
pendengarnya sehingga mereka rela tinggal berjam-jam di bawah matahari
untuk mendengarkan suara Bung Karno. Apa resep yang dipakai Bung Karno
sehingga mampu membius orang melalui kata demi kata yang meluncur lewat
lidahnya itu? Apa yang harus disiapkan pengawal sebelum Bung Karno
berpidato? Mangil menuturkan semuanya melalui Kesaksian tentang Bung Karno
1945–1967, sebuah buku yang ia tulis. Berikut kisah lengkapnya.
SIAPA PUN tahu Bung Karno pandai sekali berpidato. Setiap kali ia
berpidato, setiap kali itu pula pendengarnya terhipnotis dan tidak akan
meninggalkan tempat sampai kalimat terakhir. Melalui pidato-pidatonya ini,
Bung Karno melecut semangat rakyat, menimbulkan rasa optimisme, dan
menaikkan harga diri sebagai suatu bangsa. Begitu pandai Bung Karno
berpidato sehingga orang pun rela menghentikan pekerjaan yang sedang
dilakukan untuk mendengarkan pidato Bung Karno, baik secara langsung maupun
lewat pesawat radio. Di sebuah desa terpencil di Jawa Tengah pernah terjadi
suatu pesta pernikahan tertunda gara-gara para tamu lebih tertarik
mendengarkan pidato Bung Karno yang berapi-api itu.
Mangil menulis, Bung Karno memang memiliki bakat dan keterampilan luar
biasa dalam berpidato. Kebetulan juga, Tuhan memberikan postur tubuh gagah
kepada Bung Karno. Selain itu, Tuhan menganugerahi otak encer kepada dia.
Kombinasi ini membuat pidato Bung Karno selalu menarik. Orang tak akan
bosan meski mendengarkan pidato Bung Karno dalam waktu yang lama.
Keahlian Bung Karno berpidato ini juga diakui masyarakat internasional.
Dengan gayanya yang gagah dan penuh gaya, Bung Karno membuat semua orang
yang hadir dalam Sidang Umum PBB di New York terkesima. Tak hanya itu,
dalam setiap kunjungan ke luar negeri, pidato Bung Karno selalu menarik
perhatian.
Mungkin tak banyak yang tahu kalau Bung Karno mempunyai kebiasaan sebelum
berpidato. Apa itu? Minum air putih. Bung Karno selalu minum air putih yang
sudah dingin. Bukan dikasih air es, es, atau air yang dimasukkan di dalam
lemari es. Tetapi, air putih yang dingin tanpa es. Air putih ini harus
dimasak lebih dulu, alias tidak diambil langsung dari air sumur atau air
leding.
Karena kebiasaan ini, Bung Karno pernah membuat para pengawal kalang kabut
mencarikan air putih dingin. Ceritanya begini. Suatu ketika, Bung Karno
meninjau daerah Aceh. Dalam perjalanan dengan mobil, di tengah perjalanan,
Bung Karno didaulat rakyat Aceh untuk memberikan wejangan. Seperti biasa,
sebelum berpidato, Bung Karno meminta air minum. Tentu saja, orang berebut
ingin memberikan air minum kepada Bung Karno. ’’Saya minta air minum. Bukan
air teh, kopi, atau bir. Bapak hanya minta air putih yang sudah dimasak dan
sudah dingin tanpa diberi es,’’ kata Bung Karno.
Mangil sendiri kalang kabut mencari air tersebut. Biasanya, para pengawal
memang selalu menyediakan air minum dingin ini di tempat-tempat di mana
Bung Karno akan berpidato atau memberikan wejangan. Tetapi, ini dalam
perjalanan. Untunglah, salah seorang polisi negara yang sedang bertugas
membawa air minum dingin ini. Dengan sedikit membungkukkan badan dan dengan
senjata disandangkan ke badan, dia membuka veldfles (tempat air minum, Red)
yang ia bawa dan berkata kepada Bung Karno, ’’Inilah air minum yang Bapak
minta.’’
Lantas, Bung Karno meminjam gelas penduduk yang kebetulan rumahnya dekat
dengan rombongan presiden berhenti. Setelah minum, barulah Bung Karno
memulai pidato. Karena pengalaman ini, Mangil di kemudian hari membentuk
tim khusus yang harus menyediakan keperluan pribadi Bung Karno. Misalnya,
selalu membawa minuman yang akan diteguk Bung Karno sewaktu-waktu.
Tim ini beranggota para polisi pengawal pribadi dan dipimpin Sogol
Djauhari. Tim ini selalu mengawasi makanan dan minuman Bung Karno di mana
saja dan kapan saja. Bila Bung Karno bepergian jauh, dalam perjalanan ke
luar kota atau daerah, anggota polisi pengawal pribadi yang duduk di dalam
mobil harus selalu membawa perlengkapan yang selalu diperlukan presiden
sewaktu-waktu. Misalnya, topi, payung, mantel, dan kacamata.
Perlengkapan-perlengkapan ini sama sekali tidak boleh dilupakan.
Pada suatu ketika, Bung Karno dan rombongan dengan mengendarai mobil menuju
lapangan terbang Kemayoran. Rencananya, Bung Karno akan berangkat ke Bali.
Yang kebetulan mengawal Bung Karno di dalam mobil adalah Sardi. Ketika
mobil yang membawa presiden berada di dekat rel kereta api dekat istana,
Bung Karno minta kacamata untuk membaca surat. Ternyata Sardi lalai. Dia
tidak memeriksa perlengkapan Bung Karno.
’’Godverdomme. Saya tidak akan berangkat kalau kacamata Bapak tidak ada,’’
kata Bung Karno dengan nada tinggi. Bung Karno marah. Sardi tampak
kebingungan. Dia terus mencari-cari kacamata di sekitar tempat duduk depan.
Sesampai di Kemayoran, Sardi menghampiri Tukimin, salah seorang pegawai
kepresidenan. Tampaknya, Tukimin tahu betul apa yang dicari Sardi.
Buktinya, ia mengacungkan kacamata yang ia bawa sambil tertawa. Tukimin
inilah yang membawa kacamata Bung Karno yang tertinggal di istana. Setelah
mengucapkan terima kasih, Sardi berlari lagi ke arah Bung Karno dan
menyerahkan kacamata yang ia bawa. ’’Terima kasih, Di,’’ kata Bung Karno.
Ketika Bung Karno kembali dari Bali, Sardi berkata kepada Mangil, ’’Wah,
seumur-umur belum pernah saya di-godverdomme oleh orang lain. Sampai
beberapa hari habis dimarahi Bapak, saya tidak enak makan,’’ kata Sardi
sambil tersenyum.
Dalam acara resmi, rapat resmi, rapat umum atau rapat raksasa, ketika Bung
Karno akan berpidato, mikrofon dan pengeras suara harus selalu baik. Mangil
juga membentuk tim khusus yang bertugas mengurusi peralatan audio ini, dari
alat-alat sampai perekaman. Tim ini dipimpin Ali Slamet. Ia dibantu
Soetimin. Dua orang inilah yang selalu melayani Bung Karno dalam urusan
pidato. Ke mana saja Bung Karno pergi di Indonesia, kedua orang tersebut
selalu ikut dengan membawa semua perlengkapan Bung Karno.
Sebenarnya resep apa yang dipakai Bung Karno sehingga piawai berpidato?
Mangil menulis, resep yang pertama adalah karena Bung Karno menguasai betul
sejarah Indonesia. Kedua, Bung Karno memakai bahasa yang mudah dimengerti
rakyat. Ketiga, Bung Karno pandai berimprovisasi. Pengetahuan dan
keterampilan yang diperoleh Bung Karno dikembangkan sendiri dengan kreatif.
Tak seperti para pemimpin nasional lain ketika itu. Mereka ini lebih banyak
menguasai sejarah asing. ’’Juga, cara berpikir mereka kebanyakan selalu
textbook thinking,’’ kata Bung Karno.
Selain orator ulung, Bung Karno ini penggembleng yang baik. Ketika berada
di Yogyakarta, bertempat di belakang istana, secara periodik, Bung Karno
menggembleng para wanita. Materi yang diajarkan adalah kursus politik.
Pesertanya terdiri atas para wanita, remaja putri, pelajar putri, dan
mahasiswi. Kursus ini selalu dibanjiri peserta. Setiap Bung Karno selesai
memberikan pelajaran, bahannya selalu ditulis, kemudian dibundel jadi satu
oleh Mualif Nasution dan Gunadi. Keduanya adalah pegawai Sekretariat
Presiden. Hasil bundel ini lalu dibukukan dan diberi judul Sarinah. Sarinah
adalah nama wanita yang mengasuh Bung Karno ketika kecil. Wanita inilah
yang memberikan petunjuk-petunjuk yang sangat berguna bagi Bung Karno.
Sarinah adalah inspirasi bagi Bung Karno. Karena diabadikan dalam kumpulan
tulisan itu, nama Sarinah pun menjadi terkenal. Tak hanya di dalam negeri,
tetapi juga di luar negeri. (moh. susilo)

__________________________________________________________________
VISIT " I N D O N E S I A F O R U M " AT -->> http://if.fsn.net

To subscribe, send a blank mailto: indonesia-subscribe@egroups.com
==================================================================

------------------------------------------------------------------------
eGroup home: http://www.eGroups.com/list/indonesia
Free Web-based e-mail groups by eGroups.com




Sun Apr 4, 1999 2:55 am

ifnews@...
Send Email Send Email

Message #5268 of 5268 | Next >
Expand Messages Author Sort by Date

... GRATIS berlangganan " INDONESIA FORUM " lewat EMAIL kunjungi site kami di : http://if.fsn.net ... Potret Keseharian Bung Karno; Kesaksian Mangil (5) Minum...
Indonesia Forum News
ifnews@... Send Email
Apr 4, 1999
3:33 am
< Prev Topic  |  Next Topic >
Advanced

Copyright © 2010 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines NEW - Help