saya ngikutan dong , karena ya belum baca buku ini
cica
----- Original Message -----
From: A. Purbatin <purbatin@...>
To: <indo-karlmay@egroups.com>
Sent: Monday, November 20, 2000 11:01 AM
Subject: Re: [indo-karlmay] Dan Damai di Bumi
> >
> >Catatan Penutup:
> >
> >Siapa yang mau "Dan Damai di Bumi" ini diterbitkan , silakan ngacung.
> >
> >gono
> >
>
> Kalau diminta ngacung saya ikut ngacung, karena memang belum pernah
membaca buku ini.
>
> AP
>
>
>
>
> Get FREE Email/Voicemail with 15MB at Lycos Communications at
http://comm.lycos.com
>
>
> Untuk berhenti berlangganan dari milis ini, silakan kirim e-mail kosong
ke:
> indo-karlmay-unsubscribe@egroups.com
>
>
>
>
Hallo oom Old "Pandu" Shatterhand,kayaknya milis ini
makin rame aja.
Sidang pembaca,saya nggak nyangka di tahun 2000 ini
Karl May masih bersinar.
BTW,kemarin temen saya anaknya baru lahir dan diberi
nama Kara Ben Nemsi......
Bisa nggak 80 judul KM itu dilist.......
Thanks ma big bro !
Wassalam
Denny Sakrie
--- Pandu Ganesa <gono@...> wrote:
> Wah pak Goen, terima kasih. Kok masih sempat2nya
> menjawab email "iseng' dan
> "provokatif' dari saya ini. Sebetulnya waktu pak
> Goen mengomentari soal KM
> yang "swindler" itu ( yang nulis "swindler" itu
> urus punya urus memang
> bukan pembaca KM. Dia menulis ke saya itu demi
> membantu mempromosikan
> temannya -David Koblick- yang menerjemahkan Winnetou
> ke Inggris Amerika
> tahun 1999 ketika usia Koblick 83 tahun), ternyata
> ramai dikomentari egroup
> Karl May yang berbahasa Jerman. Karena saya pikir
> pak Goen repot dan nggak
> enak kalau mau ngganggu, maka posting tersebut saya
> tahan dengan harapan
> suatu hari akan saya balas sendiri. Eh ternyata saya
> banyak kluyuran di luar
> kota, demi
> tuntutan perut. Sampai sekarang belum saya jawab.
> Nah berhubung sekarang
> sudah ada egroups yang versi Indonesia, silakan
> siapa saja kalau mau
> mengomentari, biar seru.
>
> Inti cerita: Dunia Karl May di luar sana, masih
> gegap gempita. Sayang kita
> tidak bisa ikutan, soal bahasa dan bahan bukunya
> yang amat sangat terbatas
> . Terjemahan bahasa Indonesia hanya 25 judul itupun
> sifatnya abridgement,
> sedang
> totalnya sekitar 80 yang petualangan, plus beberapa
> puluh lagi yang roman.
>
> Selamat berakhir pekan untuk semuanya.
>
> gono
>
>
> This is a forwarded message
>
> From: Pandu Ganesa <gono@...>
> To: faterson@...
> Date: Saturday, October 14, 2000, 3:29:22 AM
> Subject: [KarlMay] Our Dr and dr
>
>
> ===8<==============Original message
> text===============
>
>
> After I send the Herr Windbichler's starker Kaffee ,
> spontaniously Dr
> William Thomas who the name already known to you
> all, send me his opinion .
> Also, an Indonesian, Mr Goenawan Mohammad , a Karl
> May lover, a poet, and a
> former Chief Editor of Tempo magazine - the biggest
> and most prominent and
> influenced news magazine in Indonesia, which the
> magazine was banned during
> Soeharto times- , gave his idea also. This must be
> getting more
> interesting.
>
> Pandu
> http://karlmay.hypermart.net
> The site for fellow pacifists
>
> Herr Franz Windbichler's is a typical view which has
> been the German
> tradition for the past one hundred years. Herr
> Windbichler apparently did
> not read the latest research on Karl May and only
> repeats misinformation,
> lies and insults which unfortunately are still being
> spread by people like
> him about Karl May. Because of his misfortune early
> in life Karl May
> suffered from Dissociative Identity Disorder when
> young - nowadays he would
> not have been sentenced to jail but given medical
> help. Karl May did not
> write his famous books in jail - what an
> impertinence and lie to say that by
> Herr Franz Windbreaker! Karl May's deep knowledge of
> the subjects he wrote
> about in his books, based on detailed study of
> relevant sources, would
> qualify him for an academic title of an Honorary
> Doctor of Letters with no
> questions asked. To call Karl May an "Impostor and
> Swindler", as Herr
> Windbichler does, shows his insensitivity, arrogance
> and lack of information
> about Karl May, for which he should be ashamed! -
> Dr.W.E.Thomas.
>
> This is from Mr Goenawan Mohammad
>
> Dear Friends,
>
> Of course Karl May was a swindler. But the books
> have given us something
> worthwhile when we were very young -- the beauty and
> the power of friendship
> among people of different races.
>
> But with a caveat: Karl May's works (the most
> obvious are the ones I read in
> Indonesian, two volumes of "Raja Minyak"=Der
> Oelprinz -PG) are disurbingly
> racist, despite
> their celebration of Winnetou and the Apaches. The
> books gave an always
> positive image of Germans, at the expense of the
> Anglo-Saxons (like Santer,
> the arch villain). They glorify Native-Americans as
> "noble savages", typical
> of Euro-centric romanticism -- and with a trace of
> the proto-Nazi worship of
> Blut und Bode.
>
> Karl May is not the only one. How about those
> Americans who created The Lone
> Ranger, with Tonto in his side, and Mandrake (with
> Lothar) and Jungle Jim,
> and the Phantom?
>
> I'd love to hear your opinion about Karl May's
> Balkan stories.
>
> Howgh!
>
> Goenawan
>
>
> Berikut ini tulisan dari Franz Windbichler, orang
> Jerman yang tidak pernah
> membaca Karl May (dia mengaku begitu ke saya)
>
>
> ----- Original Message -----
> From: "Avenarius" <faterson@...>
> To: "Karl May bei Egroups" <KarlMay@egroups.com>
> Sent: Friday, October 13, 2000 4:55 PM
> Subject: Re: [KarlMay] Our Dr and dr
>
>
> > Am Dienstag, dem 10. október 2000 um 18:08:00
> > schrieb Franz Windbichler:
> >
> > FW> Because in real live he [Karl May] was an
> imposter and swindler,
> > FW> who spent years in jail, where he did write
> the books that made
> > FW> him famous. I cannot believe that under this
> circumstances any
> > FW> university would have given him a degree, not
> even an honorary
> > FW> one.
> >
> > Das ist starker Kaffee. Herr Windbichler sollte
> lieber den Mund
> > [...]
>
>
>
> NAH SEKARANG, INI DIA YANG SERU. Bagi yang mau
> mengomentari silakan saja
> dikirim ke yang bersangkutan a@... , pakai
> bahasa Inggris
> tentunya, tolong saya dikasih copynya. Penulis ini
> (Avenarius) adalah
> aktifist di KarlMay@egroups.com yang berbahasa
> Jerman.
>
>
> On Saturday, October 14, 2000 at 08:29:22 (GMT
> +0700),
> which was 3:29 a.m. in Bratislava, Slovakia,
> Goenawan Mohammad wrote:
>
> GM> Of course Karl May was a swindler.
>
> Really? But then I guess Saint Paul was a serial
> killer, wasn't he?
> ;-)
>
> Yet we don't commonly refer to Saint Paul as a
> serial killer, and
> therefore it would only be common courtesy to
> refrain from calling
> Karl May a swindler or an imposter.
>
> GM> But the books have given us something worthwhile
> when we were very
> GM> young -- the beauty and the power of friendship
> among people of
> GM> different races.
>
=== message truncated ===
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! Calendar - Get organized for the holidays!
http://calendar.yahoo.com/
>
>Catatan Penutup:
>
>Siapa yang mau "Dan Damai di Bumi" ini diterbitkan , silakan ngacung.
>
>gono
>
Kalau diminta ngacung saya ikut ngacung, karena memang belum pernah membaca buku
ini.
AP
Get FREE Email/Voicemail with 15MB at Lycos Communications at
http://comm.lycos.com
KM hanya untuk remaja? bisa ya bisa tidak. Tergantung darimana melihatnya kan?
Pengalamanku baca KM pertama waktu kelas 5 SD di sorga Yogya.Lalu dilanjutkan di
SMP (kebetulan koleksi buku KM di SMPku lumayan-sedikit-agak lengkap..). Waktu
itu suka saja karena petualangan dan pengetahuan tentang kehidupan "liar" di
wild west. Kesan yang timbul waktu itu, rasa kasian pada Indian dan sedikit
kebencian pada kulit putih. Sedikit rasis memang, tapi lihat bukti nyata
kejahatan mereka..dan kepikiran waktu itu,pemakaian mesiu untuk senjata itu
sebuah kemajuan atau kemunduran?
Sekarang pun, bila sedang membaca KM, masih merasa sebal pada kaum kulit pucat
itu.Tapi udah sedikit bisa melihat bahwa banyak hal yang mereka bawa (budaya,
teknologi dll)juga banyak positive-nya. Tergantung cara men-sikapi dan
memakainya saja. Bangsa kita ya tidak kalah ganasnya kok...
"Yang mana dan siapa segmen pembaca KM?"
Tidak penting jawabane kaya apa. Boleh dibaca siapa saja (setidaknya versi
Indonesianya), umur berapa saja. Cuma membaca kok om..hehehe..seperti kita lihat
Crayon Sinchan saja...
Demikian aku berpendapat.Howgh
Soemardjo
____________________________________________________
Dapatkan email gratis Anda di http://mail.astaga.com
Pak Wiwid,
Saya akan teruskan permintan Anda ke bu Pudji dari Pradnya yang juga jadi
kontributor utama Wigwam. Kayaknya bisa koq dikirim ke mana saja, asal
alamatnya lengkap. Raja Minyak I, II , III kan?
Wah saya jadi ingat di awal tahun 1960 an (di kampung, pelosok Jawa), kakak
saya senior 6 tahun, siswa SMP selalu harap2 cemas menunggu kiriman per pos
dari Noor Komala, jalan Kebon Sirih no 24 (atau 36) (ini alamatnya
Pradnyaparamita sebelum dinasionalisasi), yang berisi buku2 KM yang terbaru.
Dulu itu, terbitnya sedikit2. Tidak tiap bulan ada. Suatu hari karena pakai
alamat ayah, dan ayah saya pas tidak ada di tempat, dia nekad malsu tanda
tangan ayah di surat panggilan pos tercatat, dan kebetulan kartu C7 (untuk
ambil barang2 di kantor Pos) ketinggalan. Karena dia takut, yang maju ke
counternya saya yang baru klas IV SD. Ternyata aman dan sukses.
Nah , kakak saya jadi terlibat : "kriminil" malsu tanda tangan ortu gara2
kepengin segera baca KM. Saya saja waktu itu bacanya harus ngumpet2,
soalnya dia sayang betul sama bukunya, dan orang lain termasuk saya tidak
boleh baca. ;-((
Saya sendiri baru koleksi KM tahun 1988 dari Pradnya di Majestic. Jadi lucu
juga ya, baca pertama kali tahun 1960 an, terus absen, terus baca lagi 1988
(meskipun komplit, tapi tidak semua sempat dibaca ulang) , itupun untuk
konsumsi istri yang lagi hamil. Jadi kalau ada yang bilang saya ahli KM ,
wah itu salah buesar. ;-)) Saya hanya provokator saja.
Nah, karena Anda di Samarinda, bisa bayangkan nggak kalau KM sampai punya
imajinasi nulis cerita soal Teluk Sangkulirang. Anda saja barangkali hanya
sampai ke Bontang, atau paling2 sampai Bungalun. Nah kalau sampai ke
Sangkulirang? Saya sih pernah tinggal di Berau, tapi kalau Sangkulirang?
Wow! Serem.
gono
----- Original Message -----
From: "wiwid marhaendra" <mulawarman@...>
To: "Pandu Ganesa" <gono@...>
Sent: 17 Nopember 2000 21:16
Subject: Re: raja minyak
> > Apa Anda tidak tinggal di Jakarta? Barangkali anggota milis yang lain
bisa
> > bantu?
> > Ya... saya memang tidak tinggal di Jakarta. Di Samarinda susah sekali
mencari buku-buku ini. Jika ada, jilidnya pun tidak lengkap.
> Terimakasih deh atas informasinya.
> Lalu bisa tidak yach, saya dibantu mendapatkan buku tersebut?
> Berapa biaya yang harus saya ganti plus ongkos kirimnya?
Wah pak Goen, terima kasih. Kok masih sempat2nya menjawab email "iseng' dan
"provokatif' dari saya ini. Sebetulnya waktu pak Goen mengomentari soal KM
yang "swindler" itu ( yang nulis "swindler" itu urus punya urus memang
bukan pembaca KM. Dia menulis ke saya itu demi membantu mempromosikan
temannya -David Koblick- yang menerjemahkan Winnetou ke Inggris Amerika
tahun 1999 ketika usia Koblick 83 tahun), ternyata ramai dikomentari egroup
Karl May yang berbahasa Jerman. Karena saya pikir pak Goen repot dan nggak
enak kalau mau ngganggu, maka posting tersebut saya tahan dengan harapan
suatu hari akan saya balas sendiri. Eh ternyata saya banyak kluyuran di luar
kota, demi
tuntutan perut. Sampai sekarang belum saya jawab. Nah berhubung sekarang
sudah ada egroups yang versi Indonesia, silakan siapa saja kalau mau
mengomentari, biar seru.
Inti cerita: Dunia Karl May di luar sana, masih gegap gempita. Sayang kita
tidak bisa ikutan, soal bahasa dan bahan bukunya yang amat sangat terbatas
. Terjemahan bahasa Indonesia hanya 25 judul itupun sifatnya abridgement,
sedang
totalnya sekitar 80 yang petualangan, plus beberapa puluh lagi yang roman.
Selamat berakhir pekan untuk semuanya.
gono
This is a forwarded message
From: Pandu Ganesa <gono@...>
To: faterson@...
Date: Saturday, October 14, 2000, 3:29:22 AM
Subject: [KarlMay] Our Dr and dr
===8<==============Original message text===============
After I send the Herr Windbichler's starker Kaffee , spontaniously Dr
William Thomas who the name already known to you all, send me his opinion .
Also, an Indonesian, Mr Goenawan Mohammad , a Karl May lover, a poet, and a
former Chief Editor of Tempo magazine - the biggest and most prominent and
influenced news magazine in Indonesia, which the magazine was banned during
Soeharto times- , gave his idea also. This must be getting more
interesting.
Pandu
http://karlmay.hypermart.net
The site for fellow pacifists
Herr Franz Windbichler's is a typical view which has been the German
tradition for the past one hundred years. Herr Windbichler apparently did
not read the latest research on Karl May and only repeats misinformation,
lies and insults which unfortunately are still being spread by people like
him about Karl May. Because of his misfortune early in life Karl May
suffered from Dissociative Identity Disorder when young - nowadays he would
not have been sentenced to jail but given medical help. Karl May did not
write his famous books in jail - what an impertinence and lie to say that by
Herr Franz Windbreaker! Karl May's deep knowledge of the subjects he wrote
about in his books, based on detailed study of relevant sources, would
qualify him for an academic title of an Honorary Doctor of Letters with no
questions asked. To call Karl May an "Impostor and Swindler", as Herr
Windbichler does, shows his insensitivity, arrogance and lack of information
about Karl May, for which he should be ashamed! - Dr.W.E.Thomas.
This is from Mr Goenawan Mohammad
Dear Friends,
Of course Karl May was a swindler. But the books have given us something
worthwhile when we were very young -- the beauty and the power of friendship
among people of different races.
But with a caveat: Karl May's works (the most obvious are the ones I read in
Indonesian, two volumes of "Raja Minyak"=Der Oelprinz -PG) are disurbingly
racist, despite
their celebration of Winnetou and the Apaches. The books gave an always
positive image of Germans, at the expense of the Anglo-Saxons (like Santer,
the arch villain). They glorify Native-Americans as "noble savages", typical
of Euro-centric romanticism -- and with a trace of the proto-Nazi worship of
Blut und Bode.
Karl May is not the only one. How about those Americans who created The Lone
Ranger, with Tonto in his side, and Mandrake (with Lothar) and Jungle Jim,
and the Phantom?
I'd love to hear your opinion about Karl May's Balkan stories.
Howgh!
Goenawan
Berikut ini tulisan dari Franz Windbichler, orang Jerman yang tidak pernah
membaca Karl May (dia mengaku begitu ke saya)
----- Original Message -----
From: "Avenarius" <faterson@...>
To: "Karl May bei Egroups" <KarlMay@egroups.com>
Sent: Friday, October 13, 2000 4:55 PM
Subject: Re: [KarlMay] Our Dr and dr
> Am Dienstag, dem 10. október 2000 um 18:08:00
> schrieb Franz Windbichler:
>
> FW> Because in real live he [Karl May] was an imposter and swindler,
> FW> who spent years in jail, where he did write the books that made
> FW> him famous. I cannot believe that under this circumstances any
> FW> university would have given him a degree, not even an honorary
> FW> one.
>
> Das ist starker Kaffee. Herr Windbichler sollte lieber den Mund
> [...]
NAH SEKARANG, INI DIA YANG SERU. Bagi yang mau mengomentari silakan saja
dikirim ke yang bersangkutan a@... , pakai bahasa Inggris
tentunya, tolong saya dikasih copynya. Penulis ini (Avenarius) adalah
aktifist di KarlMay@egroups.com yang berbahasa Jerman.
On Saturday, October 14, 2000 at 08:29:22 (GMT +0700),
which was 3:29 a.m. in Bratislava, Slovakia,
Goenawan Mohammad wrote:
GM> Of course Karl May was a swindler.
Really? But then I guess Saint Paul was a serial killer, wasn't he?
;-)
Yet we don't commonly refer to Saint Paul as a serial killer, and
therefore it would only be common courtesy to refrain from calling
Karl May a swindler or an imposter.
GM> But the books have given us something worthwhile when we were very
GM> young -- the beauty and the power of friendship among people of
GM> different races.
That's funny because this exactly parallels a similar discussion
currently running on the KMG-maillist.
Do you mean to say that Karl May should be forgiven because of what he
used to mean to us when we were still very young, although he no
longer means much to us now that we're adults?
Karl May would be extremely dissapointed to hear this particular line
of apologetics.
GM> But with a caveat: Karl May's works (the most obvious are the ones
GM> I read in Indonesian, two volumes of "Raja Minyak"=Der Oelprinz
GM> -PG) are disurbingly racist,
I can't confirm that. Which languages did Mr. Mohammad read Karl May
in? And, even if he read May in German, did he read May's original
works or did he read the widely circulated corrupted editions from the
infamous Karl-May-Verlag? Any German edition published after May's
death in 1912 must be viewed with extreme suspicion and readers should
refrain from forming summary judgments about May on their basis -- let
alone on the basis of translations.
GM> The books gave an always positive image of Germans, at the expense
GM> of the Anglo-Saxons (like Santer, the arch villain).
This seems to be a strange assessment. What about the 40-odd Middle
East novels that Karl May wrote? At "whose expense" was he being
"disturbingly racist" in those novels? I don't recall there were many
German characters in the Middle East sagas, Kara ben Nemsi excepting.
GM> They glorify Native-Americans as "noble savages", typical of
GM> Euro-centric romanticism -- and with a trace of the proto-Nazi
GM> worship of Blut und Bode.
Could Mr. Mohammad give us a few concrete examples of such proto-Nazi
worship in May's novels? (Titles of the books, the chapters, the
pages.) That promises to be an interesting analysis.
GM> I'd love to hear your opinion about Karl May's Balkan stories.
To my knowledge there are only 3 Balkan novels, which conclude the
famous 6 volume cycle sometimes called "Giölgeda padis´hanün" (In the
Padishah's Shadow= Gabungan dari 6 buku seri Timur yang hingga sekarang
tidak pernah lengkap versi Indonesianya itu - PG). These three are _In den
Schluchten des Balkan (=Indonesia: Di pelosok-pelosok Balkan- PG) _,
_Durch das Land der Skipetaren (Indonesia: Menjelajah Negeri Skiptar- PG) _
and _Der Schut (Indonesia: Kara Nirwan Khan di Albania; PG)_.
While I believe _Schluchten_ is an excellent novel, on the whole it
lags behind the foregoing volume, _Von Bagdad nach Stambul_(Indonesia: Dari
Bagdad Ke Istambul-PG) , but
especially when compared to the two opening masterpieces in the
series, _Durch die Wüste (Indonesia: Kara Ben Nemsi-PG) and _Durchs wilde
Kurdistan (Indonesia: Di Kurdistan-PG)_.
The downfall continues in _Durch das Land der Skipetaren_, which I
believe is possibly the worst, most insipid, boring book May ever
wrote. It causes you an almost physical pain to get through that one.
The final instalment in the series, _Der Schut_, is a fine volume. The
first half is relatively dull, but the second half, especially the
final (original final!) chapter (with the main culprit, on horseback,
falling down into a ravine) is masterly, as exquisite as anything in
_Wüste_ or _Kurdistan_. (The six volumes were written inbetween 1882
and 1888.)
Unfortunately, even this effect was, characteristically, marred a few
years later by May himself, when he wrote yet another special chapter,
"Anhang", detailing the death of Rih (the horse ;-)). This one is
outrageous garbage, written merely to inflate the number of pages in
the volume. (A sin that May committed all too many times -- let us
recall Winnetou II, III, or Mahdi III.)
To conclude, here's something funny. As NATO jets were preparing to
bomb Yugoslavia in the spring of last year, I saw the president of the
Serbian PEN club (!) declare in an interview for Austrian television:
"Let Yankees read Karl May's novel _In den Schluchten des Balkan_ --
then they'll see that, no matter how much they'll be bombing us from
the air, on the ground we're simply unbeatable."
Yours,
Alexander (Sascha) Avenarius
INI UNTUK PENUTUPNYA:
Dear Pandu - a note to Mr. Goenawan Mohammad's contribution: Karl May was
NOT a swindler. A swindler cheats other people out of their possession by
lying, pretending to be someone who he/she is not, i.e. deceiving others.
Karl May suffered from D.I.D. when young which - judging by contemporary
standards - would not put him in jail but into the hands of a medical
doctor. After that unfortunate episode Karl May never cheated anyone out of
anything as long as he lived! Karl May was NOT a racist. I presume Mr.G.
Mohammad read Karl May's book "Et in Terra Pax" (Und Friede auf Erden) which
not only is about Indonesia, but also very clearly speaks against violence,
wars, and racial intolerance. And May mentioning Germans? Sir Conan Doyle
mentions the English, Jules Verne the French, etc. etc. To connect Karl May
with Hitler and his Nazis (Blut und Bode) is a great disservice to Karl May
as he died in 1912! I only hope more of the books written by Karl May would
be translated into Indonesian to help to change the often misleading opinion
on this writer. With regards - Dr.W.E.Thomas.
Catatan Penutup:
Siapa yang mau "Dan Damai di Bumi" ini diterbitkan , silakan ngacung.
gono
----- Original Message -----
From: "Goenawan Mohamad" <goenawan_mohamad@...>
To: <gono@...>; <indo-karlmay@egroups.com>
Cc: <slamet@...>; <seno@...>; <gerdepui@...>;
<roberths@...>; <qodari@...>; <p-jajoe@...>;
<ninok@...>; <Joko.Purnomo@...>; <esalim@...>;
<bwinarno@...>; <lp3y@...>
Sent: 17 Nopember 2000 13:38
Subject: Re: Karl May hanya untuk remaja?
>
> Salam,
>
> Saya kira kita tak perlu merisaukan apakah karya Karl May itu untuk remaja
> atau tidak. Buku yang bagus bisa dibaca oleh mereka yang dibawah 17 dan di
> atas 70. "Tom Sawyer" dan "Huckleberry Finn" Mark Twain, dan last but not
> least "Le Petit Prince" Antoine de St. Exupery -- itu karya buat remaja
atau
> bukan?
>
---- dihapus -----
----- Original Message -----
From: "William Thomas" <thomas@...>
To: <gono@...>
Sent: 07 Nopember 2000 17:49
> Hi Pandu - thanks for your e-mail! If I find some free time I will attempt
> to make a short synopsis of the "Und Friede auf Erden". This book is very
> readable and would be very interesting for the Indonesians! - The Karl May
> Yearbook 2000 has been published in Germany with my study "Karl May and
> D.I.D." and I am sure will bring a lot of controversy there. Regards Bill.
> PS. It is a great job you are doing for Karl May and all his friends!
>
>
> Dari catatan saya, buku yang untuk remaja hanya ada 6 saja, yaitu: Raja
> Minyak, Bison Putih (judul aslinya "Diantara Burung Ruak" yang terdiri
dari
> Hantu Llano dan Anak Pemburu Beruang), Surat Wasiat Inca, Mustang Hitam,
> Kafilah Budak Belian, dan Kong Kheuo (Methusalem Merah Biru) petualangan
di
> China, belum diterbitkan di Indonesia. Lainnya dianggap buku dewasa.
> Apalagi yang setelah kunjungannya ke Indonesia (Dan Damai di Bumi, 1904)
dan
> seterusnya. Isinya filsafat melulu, meskipun latar belakang tetap
> petualangan.
>
Ada satu episode dalam "Rahasia Bison Putih" yang membuat saya jadi ragu,
apakah buku ini cocok untuk anak-anak. Tapi ini bukan soal kedalaman isinya.
Di dalam buku yang "sangat Jerman" itu (tokoh-tokoh baiknya hampir semua
orang Jerman) ada cerita dari Martin Bauman, anak seorang pemburu beruang,
yang menyaksikan adik perempuannya waktu berusia 3 tahun dilemparkan ke
tanah oleh seekor beruang besar sampai kepalanya pecah. Habis itu tulang
kepalanya dikunyahnya sampai terdengar bunyi derak giginya.
Eh, nggak ada anak kecil di milis ini, kan?
Gandhi
Buku Karl May versi Pradnyaparamita bisa Anda dapat di Jalan Bunga 8-8A
Matraman. Ini toko resminya Pradnyaparamita. (Tapi saya sendiri bukan orang
Pradnya lho). Selain itu di Gramedia Matraman juga ada. Untuk yang second
bisa didapat di TIM, lumayan juga banyaknya.
Tapi ngomong2, kenapa Anda justru unsubscribe, bukankan pertanyaan seperti
ini bisa mendapat tanggapan dan bantuan lebih baik dari anggota milis?
Apa Anda tidak tinggal di Jakarta? Barangkali anggota milis yang lain bisa
bantu?
Untuk anggota milis yang pernah menanyakan hal-hal lainnya via buku tamu,
mohon sabar. Prinsipnya semua pertanyaan akan dijawab. Kalau jawabannya
tidak ada di Indonesia, akan ditanyakan ke Jerman. Kalau tidak ada, ada
ditanyakan langsung ke KM sana.
gono
Salam,
Buku-buku Karl May itu sebenarnya "tidak enak" dipermasalahkan untuk anak2,
remaja atau orang tua, yang enak dan penting sebetulnya isinya. Kebetulan
saya yang menikmati di masa kanak-kanak, justru merasakan 'sensasi" waktu
membacanya di kala itu. Justru sekarang sering mengulang dan baru cari-cari
mana filsafatnya. Analog dengan itu kalau baca Kho Ping Ho, kalau dulu seru
ceritanya, jurus-jurusnya, tetapi kalau dibaca sekarang "isi" filsafatnya/
ajaran Budha yang terkandung didalamnya baru beda.
Jadi sebenarnya buku filsafat dibungkus cerita atau buku cerita penuh
dengan fisafat ?
Tergantung mau yang dipakai yang mana.
Salam
wibowo
-----Original Message-----
From: Pandu Ganesa [SMTP:gono@...]
Sent: Thursday, November 16, 2000 10:33 PM
To: indo-karlmay@egroups.com
Subject: Re: [indo-karlmay] Salam Kenal
Kebetulan saya baru posting bahwa buku Karl May memang tidak untuk anak2.
Dari latar belakang kejadian lokasinya saja, anak2 pasti akan blingsatan
membayangkan dimana kejadian ceritanya. Apalagi anak Indonesia yang relatif
kurang maju geografinya. Coba hitung, berapa negara yang dilewati Kara Ben
Nemsi dan Haji Halef dalam seri Timur itu coba? Minimum 10 negara!. Mungkin
saya juga salah hitung. Belum lagi suku bangsa yang ditemui. Nama2 seperti
Kurdistan, Bosnia, Montenegro, kan baru saja kita baca di media beberapa
tahun yang lalu di tahun 1990 an kan? Waktu kita anak2, mana bisa
membayangkan lokasinya.
Punahnya orang Indian misalnya, masih saja di-obok2 oleh Marlon Brando
sehingga dia protes tidak mau terima Oscar walau dia menang di "Godfather",
dan penerimaannya diwakilkan ke cewek Indian. Juga "Dances with the Wolves"
nya Kevin Costner atau "Geronimo" , jelas jemelas (eh apa benar ini bahasa
Indonesia) bahwa konflik kepunahan bangsa (Indian) itu bukan konsumsi
anak2.
MUdah2an suatu hari nanti kita bisa baca buku Winnetou yang versi aslinya
ada kata pengantar yang menjelaskan soal kepunahan suatu bangsa itu. Dalam
versi Sunda juga ada, mudahan bisa kita muat di edisi mendatang.
Apa ada di antara Anda yang kurang mengerti cerita KM ini karena memang
bukan semata untuk anak2? Atau sudah pada lupa ;-)) ? BArusan saya baca
ulang (lagi traveling jadi buat nemanin tidur) bahwa nama Albuquerque
(susah baca dan nulisnya) ternyata artinya Jati Putih. Kalau nggak baca
ulang KM kan nggak ngerti. Juga bahwa ternyata Sam Hawkens itu satu kampung
dengan Bill Clinton, yaitu dari Little Rock Arkansas?
Ada pendapat lain?
gono
----- Original Message -----
From: "Rio Sanggo" <rios99@...>
To: <indo-karlmay@egroups.com>
Sent: 16 Nopember 2000 15:02
Subject: [indo-karlmay] Salam Kenal
> Terima kasih Mas Gono atas website dan milist-nya. Mas Gono memang
> pantas disebut "Pakar KM" atau "KM Mania".
> Saya baca KM waktu SD dulu.. tapi tidak begitu menarik saya. Baru
> waktu Mas Gono nulis di milist Pasarbuku, saya diingatkan lagi dengan
> KM. Dan sekarang saya baru tahu, buku itu memang istimewa. Ternyata
> buku itu terlalu berat untuk saya waktu di SD dulu. Jadi sangat
> keliru anggapan yang menyatakan buku KM adalah cerita anak-anak.
> Sekarang kayaknya saya mesti rajin untuk mengikuti perkembangan KM
> dari Mas Gono dan rekan yang lain.
>
> Salam..
>
> Rio
>
>
>
> Untuk berhenti berlangganan dari milis ini, silakan kirim e-mail kosong
ke:
> indo-karlmay-unsubscribe@egroups.com
>
>
>
>
Untuk berhenti berlangganan dari milis ini, silakan kirim e-mail kosong ke:
indo-karlmay-unsubscribe@egroups.com
Hampir semua komentar di Buku Tamu Wigwam menyatakan bahwa mereka mengenal
Karl May sejak jaman kecil baik di TK, SD, SMP atau SMA. Secara tidak
langsung
bisa dikatakan bahwa para penggemar Karl May di Indonesia adalah remaja atau
anak2. Ini tentunya sesuai dengan latar belakang penerbitannya waktu itu.
Pertanyaannya adalah: apakah betul bahwa KM menulis untuk anak-anak
atau remaja (atau juga: Jules Verne keliling dunia atau Mark Twain dengan
Tom dan Huck nya, apa itu bacaan anak2?).
Apakah betul bahwa buku semacam "Winnetou IV" atau yang disini lebih dikenal
dengan "Wasiat Winnetou" (diterbitkan 1910, usia KM sudah 58 tahun) adalah
betul untuk remaja? Kalau dilihat dari yang versi Pradnyaparamita yang sudah
disunat habis itu, memang sepertinya begitu, tapi kalau baca aslinya.....?
Wah, filsafat berat. Perhatikan saja endingnya, yang dikutip dengan bagusnya
oleh Seno Gumira Ajidarma dan dimuat di Kompas itu. Mana ngerti anak SD
tentang sebab musabab kepunahan suatu bangsa?
Nah , baru baru ini saya kontak dengan seseorang di Goethe Institute,
seorang Jerman. Dia secara tidak sengaja dan tidak langsung menyatakan bahwa
KM adalah bacaan untuk remaja.
Karena penasaran, dan berniat jadi provokator, saya tanyakan hal ini kepada
Karl-May-Archive, dan WilliamThomas, seorang dokter yang Doktor dari
Australia yang tulisan2 ilmiahnya tentang KM bisa kita baca di Wigwam.
Dua-duanya dengan tegas menyatakan : "KM bukan (hanya) bacaan untuk remaja".
Dari catatan saya, buku yang untuk remaja hanya ada 6 saja, yaitu: Raja
Minyak, Bison Putih (judul aslinya "Diantara Burung Ruak" yang terdiri dari
Hantu Llano dan Anak Pemburu Beruang), Surat Wasiat Inca, Mustang Hitam,
Kafilah Budak Belian, dan Kong Kheuo (Methusalem Merah Biru) petualangan di
China, belum diterbitkan di Indonesia. Lainnya dianggap buku dewasa.
Apalagi yang setelah kunjungannya ke Indonesia (Dan Damai di Bumi, 1904) dan
seterusnya. Isinya filsafat melulu, meskipun latar belakang tetap
petualangan.
Berikut adalah kutipan dari beliau2 itu. Semoga bahasa Inggrisnya tidak jadi
masalah.
Pernyataan dari Goethe Institute:
Dear Mr. Pandu Ganesa, thank you for the hint concerning your web pages on
Karl May. We do appreciate very much your efforts to
inform people in Indonesia about Karl May and his works.
-dihapus-
and
not for children / youngsters. (Maksud dia, KM hanya bacaan untuk anak2 dan
remaja).
Ursula Wester
Goethe-Institut Jakarta
Head of the Library and Information Department
Tanggapan dari Karl-May Archive:
Karl May in Germany is a author for the elder one in the meantime - for such
people, who read him in their youth time. The youngster are interested in
other subjects - computer, Harry Potter...
Catatan: Jadi yang baca malah orang tua2.
Tanggapan dari William Thomas:
Dear Pandu - thanks for your e-mail! Karl May was definitely not an author
for youngsters only! There are a few books he wrote for young people
explicitly - but the majority of his writing was meant for mature readers!
There are many misconceptions about Karl May - and one of them is that he
was an author of books for youngsters only - this is not true! Such an
opinion -that Karl May wrote for youngsters only - is a wrong information
coming from someone who does not know Karl May's work! Regards Bill.
Nah, kalau Anda masih punya buku2nya, bacanya nggak usah ngumpet2. Takut
dibilang masih anak2. Ini memang bukan hanya bacaan untuk anak2, kalau saja
yang Anda baca adalah VERSI ASLINYA. Pertanyaan: Kapan dong terbitnya buku
versi asli tersebut??? Nah, ini yang susah jawabnya.
gono
Kebetulan saya baru posting bahwa buku Karl May memang tidak untuk anak2.
Dari latar belakang kejadian lokasinya saja, anak2 pasti akan blingsatan
membayangkan dimana kejadian ceritanya. Apalagi anak Indonesia yang relatif
kurang maju geografinya. Coba hitung, berapa negara yang dilewati Kara Ben
Nemsi dan Haji Halef dalam seri Timur itu coba? Minimum 10 negara!. Mungkin
saya juga salah hitung. Belum lagi suku bangsa yang ditemui. Nama2 seperti
Kurdistan, Bosnia, Montenegro, kan baru saja kita baca di media beberapa
tahun yang lalu di tahun 1990 an kan? Waktu kita anak2, mana bisa
membayangkan lokasinya.
Punahnya orang Indian misalnya, masih saja di-obok2 oleh Marlon Brando
sehingga dia protes tidak mau terima Oscar walau dia menang di "Godfather",
dan penerimaannya diwakilkan ke cewek Indian. Juga "Dances with the Wolves"
nya Kevin Costner atau "Geronimo" , jelas jemelas (eh apa benar ini bahasa
Indonesia) bahwa konflik kepunahan bangsa (Indian) itu bukan konsumsi anak2.
MUdah2an suatu hari nanti kita bisa baca buku Winnetou yang versi aslinya
ada kata pengantar yang menjelaskan soal kepunahan suatu bangsa itu. Dalam
versi Sunda juga ada, mudahan bisa kita muat di edisi mendatang.
Apa ada di antara Anda yang kurang mengerti cerita KM ini karena memang
bukan semata untuk anak2? Atau sudah pada lupa ;-)) ? BArusan saya baca
ulang (lagi traveling jadi buat nemanin tidur) bahwa nama Albuquerque
(susah baca dan nulisnya) ternyata artinya Jati Putih. Kalau nggak baca
ulang KM kan nggak ngerti. Juga bahwa ternyata Sam Hawkens itu satu kampung
dengan Bill Clinton, yaitu dari Little Rock Arkansas?
Ada pendapat lain?
gono
----- Original Message -----
From: "Rio Sanggo" <rios99@...>
To: <indo-karlmay@egroups.com>
Sent: 16 Nopember 2000 15:02
Subject: [indo-karlmay] Salam Kenal
> Terima kasih Mas Gono atas website dan milist-nya. Mas Gono memang
> pantas disebut "Pakar KM" atau "KM Mania".
> Saya baca KM waktu SD dulu.. tapi tidak begitu menarik saya. Baru
> waktu Mas Gono nulis di milist Pasarbuku, saya diingatkan lagi dengan
> KM. Dan sekarang saya baru tahu, buku itu memang istimewa. Ternyata
> buku itu terlalu berat untuk saya waktu di SD dulu. Jadi sangat
> keliru anggapan yang menyatakan buku KM adalah cerita anak-anak.
> Sekarang kayaknya saya mesti rajin untuk mengikuti perkembangan KM
> dari Mas Gono dan rekan yang lain.
>
> Salam..
>
> Rio
>
>
>
> Untuk berhenti berlangganan dari milis ini, silakan kirim e-mail kosong
ke:
> indo-karlmay-unsubscribe@egroups.com
>
>
>
>
Terima kasih Mas Gono atas website dan milist-nya. Mas Gono memang
pantas disebut "Pakar KM" atau "KM Mania".
Saya baca KM waktu SD dulu.. tapi tidak begitu menarik saya. Baru
waktu Mas Gono nulis di milist Pasarbuku, saya diingatkan lagi dengan
KM. Dan sekarang saya baru tahu, buku itu memang istimewa. Ternyata
buku itu terlalu berat untuk saya waktu di SD dulu. Jadi sangat
keliru anggapan yang menyatakan buku KM adalah cerita anak-anak.
Sekarang kayaknya saya mesti rajin untuk mengikuti perkembangan KM
dari Mas Gono dan rekan yang lain.
Salam..
Rio
Di Toronto aja dah... (Tarutung, kamsudte).
salam,
dipo
esposito wrote:
> aaarrrggghh ,
> mas dipo , bediri dong , gue ketindih dibawah nih...!
> lho , kite udeh sampe di padang , nih..?
> itu rombongan km udeh jauh didepan , wah , ketinggalan lagi nih...!
> kite cegat di sibolga aja , deh...!
>
> doei ,
> esposito
>
> --- dipo <dipo@...> wrote:
> > Nggak tau mau komen apa, paling..... Hura! Terjerumus di padang
> > perburuan!
> >
> > Terimakasih kepada Mas Gono yang udah "ngejorokin" ke sini.
> >
> > salam,
> > dipo
>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Thousands of Stores. Millions of Products. All in one Place.
> http://shopping.yahoo.com/
>
>
> Untuk berhenti berlangganan dari milis ini, silakan kirim e-mail kosong ke:
> indo-karlmay-unsubscribe@egroups.com
aaarrrggghh ,
mas dipo , bediri dong , gue ketindih dibawah nih...!
lho , kite udeh sampe di padang , nih..?
itu rombongan km udeh jauh didepan , wah , ketinggalan lagi nih...!
kite cegat di sibolga aja , deh...!
doei ,
esposito
--- dipo <dipo@...> wrote:
> Nggak tau mau komen apa, paling..... Hura! Terjerumus di padang
> perburuan!
>
> Terimakasih kepada Mas Gono yang udah "ngejorokin" ke sini.
>
> salam,
> dipo
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Thousands of Stores. Millions of Products. All in one Place.
http://shopping.yahoo.com/
Yang edisi 70 an itu sudah yang tipis. Saya belinya ya baru dijaman itu.
Yang tebal itu tahun 50 koq. Saya juga punya tapi di kampung. Tapi isinya
plek sama, nggak dirubah sama sekali kecuali ejaan EYD. Kalau Tom Sawyer
yang Balai Pustaka, malah asli Abdoel Moeis, mumet , baca versi tahun 1930
an, padahal cetakan tahun 80 an juga. Dua2nya masih ada di toko buku koq.
gono
----- Original Message -----
From: "Wibowo" <wibowo@...>
To: <indo-karlmay@egroups.com>
Sent: 10 Nopember 2000 8:25
Subject: RE: [indo-karlmay] Teman Baru
> Mas,
> Ngingetin ke masa lalu, ngomong-ngomong masih ada yang punya nggak
> Huckleberry Finn yang lama , hardcover yang bukunya tebel banget, kalau
> nggak salah cetakan th 70-an deh.
> Bisa nolongin untuk info ?
> Tks,
>
> wibowo
>
lha , ini juga masalahnya...
setelah beberapa kali boyongan , lenyaplah sang buku harta karun...
saya juga menunggu info dari temen2 yg laen...
doei ,
esposito
--- Wibowo <wibowo@...> wrote:
> Mas,
> Ngingetin ke masa lalu, ngomong-ngomong masih ada yang punya nggak
> Huckleberry Finn yang lama , hardcover yang bukunya tebel banget,
> kalau
> nggak salah cetakan th 70-an deh.
> Bisa nolongin untuk info ?
> Tks,
>
> wibowo
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Thousands of Stores. Millions of Products. All in one Place.
http://shopping.yahoo.com/
Mas,
Ngingetin ke masa lalu, ngomong-ngomong masih ada yang punya nggak
Huckleberry Finn yang lama , hardcover yang bukunya tebel banget, kalau
nggak salah cetakan th 70-an deh.
Bisa nolongin untuk info ?
Tks,
wibowo
-----Original Message-----
From: Pandu Ganesa [SMTP:gono@...]
Sent: Thursday, November 09, 2000 10:24 PM
To: indo-karlmay@egroups.com
Subject: Re: [indo-karlmay] Teman Baru
Siyempre (=so pasti) ada hubungannya dengan para opa dan oma di sana.
Sederhana saja. Pada abad 19, banyak opung Jerman (baca misionaris) yang
berkelana ke Tapian na uli itu. Mereka menyebarkan Protestan (ingat :
Martin
Luther kan Jerman) , hingga awal abad 20 saya pikir mereka masih banyak.
Kalau akhir abad 20 paling tinggal satu dua yang tua2 saja. Nah saya
penasaran tanya ke Jerman, kenapa KM pilih Padang untuk kunjungan
benerannya. Sampai sekarang belum ada yang jawab. Mungkin jawabannya: (a)
waktu itu banyak misionaris ke Sumatra bagian Utara termasuk Sibolga, (b)
di abad 19 ada konsulat Jerman di Padang. Ini saya tahunya malah dari Dubes
Jerman waktu nulis di Kompas tahun lalu. Suatu hari di 1991, saya ke Jerman
untuk urusan dagang, a.l recruit orang tenaga ahli, ketemu anak muda yang
pengin sekali kerja di Indonesia. Saya tanya apa motivasinya, dia bilang
karena ayahnya pernah kerja di Sumatra katanya. Saya yakin yang dimaksud
adalah Sumatra Utara.
Soal Huck Finn, nah ini dia. Jadi punya bahan cerita lucu2an lagi (baca
situs: "Kalau Saya Tidak Salah"). Tanya: Apa hubungannnya Winnetou dengan
Huckleberry Finn? Jawab: Dua2nya diterbitkan oleh Pradnyaparamita. Tanya:
Apa hubungannya Winnetou Gugur dengan Tom Sawyer? Jawab: Dua2nya
diterjemahkan oleh Abdul Moeis. Lucu enggak sih??? Norak ya? Tapi original
kan? Yang jelas, bagian akhir Huck Finn kan bilang: saya mau tinggal di
tempat orang Indian bersama Tom , kira2 begitulah. Sebenarnya saya ada
biography KM, yang menjelaskan hubungan tahun2 antara hidup dan karya KM
dengan pengarang yang lain, a.l: Jules Verne. Kalau nggak salah Mark Twain
juga ada koq. Tunggu tanggal mainnya deh. Untuk cerita Sibolga, sementara
ya
baca dulu deh sinopsisnya. Siapa tahu nama2 kampungnya cocok. Dia baca
peta
lho, bukan ngawur! Kalau bukunya, saya sudah ada , tapi ya itu harus
berjerman ria. Mana tahaaaan. Saya serius us us us bener lagi cari sponsor.
Cukup menerbitkan ulang tiga buku pertama, abis gitu dananya kan bergulir
bisa dipakai untuk membeayai yang lain.Si Jerman sudah setuju lho untuk hak
ciptanya.
gono
----- Original Message -----
From: "esposito" <esposito_id@...>
To: <indo-karlmay@egroups.com>
Sent: 09 Nopember 2000 18:06
Subject: [indo-karlmay] Teman Baru
>
> Spada Mas Pandu si Penjaga Jimat Winnetou ,
> Dulu waktu masih kelas 5SD sekilas saja membaca Winnetou milik
> almarhum Bapak saya ; jadi ndak ada yg ngelotok di memori .
> Lha , kesengsemnya sama Huck Finn sih...
> Ada Wigwam , ada indo-karlmay , jadi masih bisa lah diisi lagi
> memorinya dgn cerita2 Karl May...Wah jadi pengen tau episodenya di
> Padang en Sibolga nih...Kali2 ada nyerempet leluhur gitu...
>
> doei ,
> esposito
Untuk berhenti berlangganan dari milis ini, silakan kirim e-mail kosong ke:
indo-karlmay-unsubscribe@egroups.com
Ini dia, steak dicinta, Sizzler tiba. Makasih ya?
Saya yakin, Sunda nya bukan klasik deh. Ini bikinan tahun 1960 an tapi
dicetak ulang tahun 1998 an, jadi nggak kuno2 amat. Nggak banyak, bener koq,
paling 5 lembar doang. Nanti saya kirim via attachement saja. Soalnya sudah
saya scan. Kenapa saya ngebet menerjemahkan ini, karena bagian Pembukaan ini
adalah asli tapi nggak asli bener2 (lho koq). Asli karena memang begitu
sesuai dengn versi Jerman, (di terbitan Pradnyaparamita sama sekali nggak
nongol bagian Pembukaan ini, sudah disunat), tapi sudah ditambahi kata2
Turki segala, nah ini yang nggak asli. Besar kemungkinan karena terjemahan
dari Belanda, maka ditambahi kata2 Turki untuk menghindari masalah hak
cipta. Itulah sebabnya banyak orang yang menuduh bahwa KM adalah racist,
padahal yang gituan itu bikinan orang lain. Termasuk Nazi nya Mang Hitler
juga nambah2 i sendiri demi propaganda bangsa Arya. Pokoknya jadi korban
propaganda lah si oom KM ini.
Ngirim attachementnya minggu depan ya, soalnya mau ngabur dulu cari sesuap
nasi selama seminggu.
Sekali lagi makasih.
gono
----- Original Message -----
From: "Asep Epi Sakli Sapari" <ASEP@...>
To: <indo-karlmay@egroups.com>
Sent: 09 Nopember 2000 14:20
Subject: RE: [indo-karlmay] (Inti tidak diisi)
> Mas Gono, kalau bahasa Sundanya yg se-hari2x barangkali saya bisa
> bantu menterjemahkannya.
>
> Wass. / asep
>
> > -----Original Message-----
> > From: Pandu Ganesa [SMTP:gono@...]
> > Sent: Wednesday, November 08, 2000 11:50 PM
> > To: indo-karlmay@egroups.com
> > Subject: Re: [indo-karlmay] (Inti tidak diisi)
> >
> > Silakan buka http://karlmay.hypermart.net . Jadi se-umur2 "Wigwam" ini
> > dirancang untuk di alam maya saja. Tiap bulan di update. Mudah2an, ini
> > alamat "sementara", dengan harapan suatu hari nanti tidak dompleng
> > lagi di
> > hypermart. Tentu saja ini perlu dukungan dari para pencintanya. Kalau
> > materinya sih dijamin tidak akan kehabisan. Yang kehabisan itu waktu
> > untuk
> > mengurusnya ;-)). Mudahan saja suatu hari nanti akan ada yang mau
> > bantu2
> > jadi volunteer. Yang mendesak adalah penerjemah bahasa Sunda. Aya nu
> > ngertos
> > Sunda? Ada 5 lembar Karl May bahasa Sunda yang penting dan perlu
> > diterjemahkan. Saha nu dari Bandung?
> >
> > gono
Siyempre (=so pasti) ada hubungannya dengan para opa dan oma di sana.
Sederhana saja. Pada abad 19, banyak opung Jerman (baca misionaris) yang
berkelana ke Tapian na uli itu. Mereka menyebarkan Protestan (ingat : Martin
Luther kan Jerman) , hingga awal abad 20 saya pikir mereka masih banyak.
Kalau akhir abad 20 paling tinggal satu dua yang tua2 saja. Nah saya
penasaran tanya ke Jerman, kenapa KM pilih Padang untuk kunjungan
benerannya. Sampai sekarang belum ada yang jawab. Mungkin jawabannya: (a)
waktu itu banyak misionaris ke Sumatra bagian Utara termasuk Sibolga, (b)
di abad 19 ada konsulat Jerman di Padang. Ini saya tahunya malah dari Dubes
Jerman waktu nulis di Kompas tahun lalu. Suatu hari di 1991, saya ke Jerman
untuk urusan dagang, a.l recruit orang tenaga ahli, ketemu anak muda yang
pengin sekali kerja di Indonesia. Saya tanya apa motivasinya, dia bilang
karena ayahnya pernah kerja di Sumatra katanya. Saya yakin yang dimaksud
adalah Sumatra Utara.
Soal Huck Finn, nah ini dia. Jadi punya bahan cerita lucu2an lagi (baca
situs: "Kalau Saya Tidak Salah"). Tanya: Apa hubungannnya Winnetou dengan
Huckleberry Finn? Jawab: Dua2nya diterbitkan oleh Pradnyaparamita. Tanya:
Apa hubungannya Winnetou Gugur dengan Tom Sawyer? Jawab: Dua2nya
diterjemahkan oleh Abdul Moeis. Lucu enggak sih??? Norak ya? Tapi original
kan? Yang jelas, bagian akhir Huck Finn kan bilang: saya mau tinggal di
tempat orang Indian bersama Tom , kira2 begitulah. Sebenarnya saya ada
biography KM, yang menjelaskan hubungan tahun2 antara hidup dan karya KM
dengan pengarang yang lain, a.l: Jules Verne. Kalau nggak salah Mark Twain
juga ada koq. Tunggu tanggal mainnya deh. Untuk cerita Sibolga, sementara ya
baca dulu deh sinopsisnya. Siapa tahu nama2 kampungnya cocok. Dia baca peta
lho, bukan ngawur! Kalau bukunya, saya sudah ada , tapi ya itu harus
berjerman ria. Mana tahaaaan. Saya serius us us us bener lagi cari sponsor.
Cukup menerbitkan ulang tiga buku pertama, abis gitu dananya kan bergulir
bisa dipakai untuk membeayai yang lain.Si Jerman sudah setuju lho untuk hak
ciptanya.
gono
----- Original Message -----
From: "esposito" <esposito_id@...>
To: <indo-karlmay@egroups.com>
Sent: 09 Nopember 2000 18:06
Subject: [indo-karlmay] Teman Baru
>
> Spada Mas Pandu si Penjaga Jimat Winnetou ,
> Dulu waktu masih kelas 5SD sekilas saja membaca Winnetou milik
> almarhum Bapak saya ; jadi ndak ada yg ngelotok di memori .
> Lha , kesengsemnya sama Huck Finn sih...
> Ada Wigwam , ada indo-karlmay , jadi masih bisa lah diisi lagi
> memorinya dgn cerita2 Karl May...Wah jadi pengen tau episodenya di
> Padang en Sibolga nih...Kali2 ada nyerempet leluhur gitu...
>
> doei ,
> esposito
Spada Mas Pandu si Penjaga Jimat Winnetou ,
Dulu waktu masih kelas 5SD sekilas saja membaca Winnetou milik
almarhum Bapak saya ; jadi ndak ada yg ngelotok di memori .
Lha , kesengsemnya sama Huck Finn sih...
Ada Wigwam , ada indo-karlmay , jadi masih bisa lah diisi lagi
memorinya dgn cerita2 Karl May...Wah jadi pengen tau episodenya di
Padang en Sibolga nih...Kali2 ada nyerempet leluhur gitu...
doei ,
esposito
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Thousands of Stores. Millions of Products. All in one Place.
http://shopping.yahoo.com/
Mas Gono, kalau bahasa Sundanya yg se-hari2x barangkali saya bisa
bantu menterjemahkannya.
Wass. / asep
> -----Original Message-----
> From: Pandu Ganesa [SMTP:gono@...]
> Sent: Wednesday, November 08, 2000 11:50 PM
> To: indo-karlmay@egroups.com
> Subject: Re: [indo-karlmay] (Inti tidak diisi)
>
> Silakan buka http://karlmay.hypermart.net . Jadi se-umur2 "Wigwam" ini
> dirancang untuk di alam maya saja. Tiap bulan di update. Mudah2an, ini
> alamat "sementara", dengan harapan suatu hari nanti tidak dompleng
> lagi di
> hypermart. Tentu saja ini perlu dukungan dari para pencintanya. Kalau
> materinya sih dijamin tidak akan kehabisan. Yang kehabisan itu waktu
> untuk
> mengurusnya ;-)). Mudahan saja suatu hari nanti akan ada yang mau
> bantu2
> jadi volunteer. Yang mendesak adalah penerjemah bahasa Sunda. Aya nu
> ngertos
> Sunda? Ada 5 lembar Karl May bahasa Sunda yang penting dan perlu
> diterjemahkan. Saha nu dari Bandung?
>
> gono
>
> ----- Original Message -----
> From: "Nico Hutabarat" <KG_1013@...>
> To: <Indo-karlmay@egroups.com>
> Sent: 08 Nopember 2000 21:33
> Subject: [indo-karlmay] (Inti tidak diisi)
>
>
> >
> > Thanks,atas keberadaan saya di Karlmay Group.
> > Mohon info dimana saya bisa dapatkan Wigwam edisi November 2000 ???
> >
> > Thanks,
> > Nico Hutabarat
> >
> > ***Sekali layar terkembang surut kita berpantang***
> >
> >
> > http://www.eKilat.com
> > emailnya Indonesia!
> >
> >
> > Untuk berhenti berlangganan dari milis ini, silakan kirim e-mail
> kosong
> ke:
> > indo-karlmay-unsubscribe@egroups.com
> >
> >
> >
>
>
> -------------------------- eGroups Sponsor
> -------------------------~-~>
> eLerts
> It's Easy. It's Fun. Best of All, it's Free!
> http://click.egroups.com/1/9699/2/_/_/_/973702883/
> ---------------------------------------------------------------------_
> ->
>
> Untuk berhenti berlangganan dari milis ini, silakan kirim e-mail
> kosong ke:
> indo-karlmay-unsubscribe@egroups.com
>
>
Silakan buka http://karlmay.hypermart.net . Jadi se-umur2 "Wigwam" ini
dirancang untuk di alam maya saja. Tiap bulan di update. Mudah2an, ini
alamat "sementara", dengan harapan suatu hari nanti tidak dompleng lagi di
hypermart. Tentu saja ini perlu dukungan dari para pencintanya. Kalau
materinya sih dijamin tidak akan kehabisan. Yang kehabisan itu waktu untuk
mengurusnya ;-)). Mudahan saja suatu hari nanti akan ada yang mau bantu2
jadi volunteer. Yang mendesak adalah penerjemah bahasa Sunda. Aya nu ngertos
Sunda? Ada 5 lembar Karl May bahasa Sunda yang penting dan perlu
diterjemahkan. Saha nu dari Bandung?
gono
----- Original Message -----
From: "Nico Hutabarat" <KG_1013@...>
To: <Indo-karlmay@egroups.com>
Sent: 08 Nopember 2000 21:33
Subject: [indo-karlmay] (Inti tidak diisi)
>
> Thanks,atas keberadaan saya di Karlmay Group.
> Mohon info dimana saya bisa dapatkan Wigwam edisi November 2000 ???
>
> Thanks,
> Nico Hutabarat
>
> ***Sekali layar terkembang surut kita berpantang***
>
>
> http://www.eKilat.com
> emailnya Indonesia!
>
>
> Untuk berhenti berlangganan dari milis ini, silakan kirim e-mail kosong
ke:
> indo-karlmay-unsubscribe@egroups.com
>
>
>
Thanks,atas keberadaan saya di Karlmay Group.
Mohon info dimana saya bisa dapatkan Wigwam edisi November 2000 ???
Thanks,
Nico Hutabarat
***Sekali layar terkembang surut kita berpantang***
http://www.eKilat.com
emailnya Indonesia!