Search the web
Sign In
New User? Sign Up
ijtihad
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Want your group to be featured on the Yahoo! Groups website? Add a group photo to Flickr.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Messages 42651 - 42680 of 42680   Newest  |  < Newer  |  Older >  |  Oldest
Messages: Show Message Summaries   (Group by Topic) Sort by Date v  
#42680 From: spicialman16@...
Date: Mon Dec 14, 2009 1:39 am
Subject: Video Lesson - How to make money from internet
spicialman16
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Video Lesson - How to make money from internet

My free video lesson learn you how to generate instant income, carzy
conversions, and tens of thousands in commission checks for anyone.

Click here >>> http://earthcrisis.info

enjoy

#42679 From: spicialman16@...
Date: Sun Dec 13, 2009 11:21 am
Subject: 200,000 job in USA and Canada
spicialman16
Offline Offline
Send Email Send Email
 
200,000 job in USA and Canada

Find Your Dream Job, Getting started is easy to do.
Join Now for FREE.
Click here: http://mywwoww.info

#42678 From: spicialman16@...
Date: Sat Dec 12, 2009 7:16 pm
Subject: WANTED: People To Work From Home. Must Have Computer
spicialman16
Offline Offline
Send Email Send Email
 
WANTED: People To Work From Home. Must Have Computer

* Just fill simple surveys. Start today.

Online Companies Will Pay YOU $5 to $125 for Each Survey!
Get Paid to Participate in Online Focus Groups At $50 to $150 Per Hour!
Get Paid to Try New Products - Keep The Products For FREE and Get Paid Too!
Get Paid to Watch Movie Trailers $4 to $25 Per Hour!
Get Paid $5 to $95 Per Hour to Take Surveys Offline!
Get Paid to Travel! Earn $100's Each Month Just for Traveling!
Get Paid to Drive Your Car $1000 to $3000 per month! Plus They Pay For Your
Gas!


Click here : http://hidingspot.info/

#42677 From: spicialman16@...
Date: Sat Dec 12, 2009 1:51 am
Subject: Download Edge of Success FREE
spicialman16
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Download Edge of Success FREE

learn proven strategies to double your sales.

Download it Now : http://earthgravity.info/

#42676 From: spicialman16@...
Date: Fri Dec 11, 2009 5:03 am
Subject: For business lovers only
spicialman16
Offline Offline
Send Email Send Email
 
For business lovers only

download "The Edge of Success" to learn proven strategies to double your sales.
only 3 steps to double your sales:
1- learn proven strategies
2- see it in action
3- try it for free

Download it Now : http://earthgravity.info/

#42675 From: spicialman16@...
Date: Thu Dec 10, 2009 10:08 pm
Subject: Increase your height at any age
spicialman16
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Increase your height at any age

the first complete guide to help increase height at any age for men and women
being tall and fit is a lifestyle

click here: http://gatheringspot.info

#42674 From: <spicialman16@...>
Date: Wed Dec 9, 2009 1:45 am
Subject: Google Sniper - The Hidden Secrets
spicialman16
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Google Sniper - The Hidden Secrets

You're About To Discover The Hidden Secrets To Make $15000 After Month

Click here : http://freewwoww.info/

No Cost, No Struggles and No Time

#42673 From: <spicialman16@...>
Date: Mon Dec 7, 2009 10:59 pm
Subject: Multiplayer Online Game and $10,000 For The Winner
spicialman16
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Multiplayer Online Game and $10,000 For The Winner

Seafight - the online pirate game:
* Play with and against thousands of other real players
* No download or installation necessary
* Experience a world full of adventure and game fun
* And win up to $10,000
Register For FREE : http://earthhypothesis.info

Enjoy and Win

#42672 From: "Umar Said" <kontak@...>
Date: Mon Dec 7, 2009 5:47 pm
Subject: Menyongsong hari 9 Desember
kontak@...
Send Email Send Email
 
Bahan renungan ini juga disajikan di website http://umarsaid.free.fr/
 

Catatan A. Umar Said

 

Menyongsong hari 9 Desember

 

Tulisan kali ini merupakan ajakan untuk sama-sama merenungkan atau memikirkan tentang situasi negeri kita dewasa ini dan kemungkinannya di kemudian hari bagi kehidupan bangsa kita yang berjumlah lebih dari 230 juta ini. Oleh karena itu di samping akan disinggung berbagai masalah yang berkaitan dengan kasus kriminalisasi KPK dan skandal besar perampokan Bank Century, akan disinggung tentang gerakan besar-besaran di seluruh Indonesia pada tanggal 9 Desember untuk memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia. Sebab, masalah-masalah itu ada kaitannya antara yang satu dengan  lainnya.

 

Setelah perhatian sebagian besar dari rakyat negeri kita disedot oleh heboh besar tentang kebejatan moral yang merusak sebagian kalangan atas di kepolisian dan kejaksaan dengan terbongkarnya rekaman percakapan telpun antara Anggodo dan sejumlah pejabat-pejabat penting, maka heboh baru – yang lebih besar dan juga lebih serius – muncul dengan meledaknya skandal raksasa Bank Century.

 

Skandal raksasa Bank Century ini merupakan kasus besar yang serius sekali, bukan hanya karena besarnya dana Rp 6,7 triliun  yang dirampok, melainkan juga karena dalam masalah serius  ini terlibat pejabat-pejabat tingkat tinggi negara (antara lain : Wapres Budiono dan Menkeuangan Sri Mulyani.). Karenanya, kasus Bank Century merupakan masalah besar dan rumit yang  merisaukan banyak sekali kalangan.

 

Gerakan di 400 kota dan 33 propinsi

 

Hebatnya berbagai macam reaksi keras yang membludak dari berbagai kalangan di seluruh Indonesia terhadap kasus-kasus tersebut menunjukkan dengan jelas bahwa masalah skandal besar Bank Century (dan kasus KPK) sudah merupakan puncak kemarahan rakyat terhadap penyakit parah bangsa, yaitu korupsi yang sudah merajalela sejak puluhan tahun di Indonesia, dan yang telah membusukkan moral sebagian bangsa atau membejatkan akhlak banyak orang, terutama dari kalangan elite kita.

 

Kemarahan rakyat ini yang tercermin dalam menggeloranya aksi-aksi  kalangan muda (organisasi pemuda dan  mahasiswa) yang berbentuk demo dan kegiatan-kegiatan lainnya di banyak kota akan memuncak pada tanggal 9 Desember besok, ketika gerakan besar-besaran dari berbagai kalangan masyarakat akan dilancarkan di sekitar 400 kota dari 33 propinsi di seluruh Indonesia.

 

Dilihat dari perkembangan situasi selama ini bisalah kiranya diduga bahwa gerakan besar-besaran tanggal 9 Desember ini akan merupakan peristiwa yang mengandung arti penting sekali bagi kehidupan bangsa dan negara kita.  Karena, tanggal Desember itu akan menunjukkan bahwa kesedaran politik rakyat sudah meningkat dibandingkan dengan tahun-tahun yang lalu, dan opini  sebagian besar rakyat juga sudah tidak sama dengan waktu selama Orde Baru.

 

Dari pembicaraan-pembicaraan yang dilakukan oleh berbagai organisasi seperti KOMPAK , KONTRAS dll  di kantor Muhammadiyah dan PB NU  dan ikutnya secara aktif organisasi mahasiswa dari golongan Islam seperti HMI, PMII dan organisasi kiri (seperti PRD/LMND)  mencerminkan bahwa gerakan moral anti korupsi 9 Desember yang digerakkan besar-besaran kali ini menggabungkan berbagai kekuatan sosial dengan lintas aliran politik, lintas agama, dan non-partai politik.

 

Tetapi adanya juga organisasi-organisasi rakyat dan pemuda yang sudah sejak meletusnya persoalan kriminalisasi  KPK (dan kemudian skandal raksasa Bank Century)  melakukan aksi-aksi atau gerakan yang melawan atau menghujat politik pemerintahan SBY juga akan bergerak pada tanggal 9 Desember, maka timbul kecurigaan dari presiden SBY bahwa peringatan hari Anti Korupsi Internasional 9 Desember itu akan “ditunggangi” oleh golongan-golongan yang menggunakan kegiatan pada hari itu untuk tujuan-tujuan politik yang menyerang presiden SBY dengan pemerintahannya.

 

Presiden SBY kelihatan panik dan bingung

 

Bahkan presiden SBY sudah menunjukkan kepanikan, atau kebingungan menghadapi tuduhan atau dugaan yang beredar dalam masyarakat bahwa Partai Demokrat  menerima aliran dana yang dicuri dari Bank Century, antara lain dengan memberikan peringatan bahwa ada usaha-usaha untuk makar atau usaha menggulingkan pemerintahan, serta menggunakan fitnah untuk menjatuhkan nama baik dll dll. Dari kerasnya peringatan presiden SBY tentang itu semua kelihatan jelas bahwa persoalan korupsi yang terkait dengan Bank Century (dan lain-lainnya) sudah menyentuh jantung atau ulu hati pemerintahan SBY.

 

Dari banyaknya reaksi kritis atau negatif terhadap berbagai pernyataan presiden SBY akhir-akhir ini, nampak jelas bahwa kepercayaan rakyat yang pernah memilihnya sampai lebih dari 60 % suara dalam pemilu presiden yang lalu, sekarang  -- dalam beberapa bulan saja -- sudah merosot banyak sekali. Dalam batas tertentu, bolehlah dikatkan bahwa pemerintahan SBY-Budiono sudah diskredit atau tidak dipercayai lagi oleh sebagian besar rakyat. Agaknya, banyak problem yang serius bisa timbul di kemudian hari sebagai akibatnya,  kalau kepercayaan rakyat makin menipis atau bahkan menghilang.

 

Ketidakpercayaan terhadap Pansus DPR

 

Ketidak percayaan terhadap pemerintah ini diperburuk lagi oleh ketidakpercayaan rakyat terhadap DPR kita, dengan adanya hiruk-pikuk serta permainan politik diantara berbagai partai politik yang tergabung dalam koalisi pendukung pemerintahan SBY dalam membentuk Pansus Hak Angket DPR mengenai persoalan Bank Century. Pansus Hak Angket yang terdiri dari 30 orang ini terbentuk setelah melalui perundingan-perundingan alot dan berbelit-belit untuk memilih ketuanya. Akhirnya, melalui pesetujuan di belakang layar, kedudukan ketua Pansus direbut oleh Idrus Marham dari Partai Golkar dengan dukungan besar dari Partai Demokrat dan sekutu-sekutunya.

 

Karena susunan Pansus Hak Angket DPR yang demikian ini maka meledak-ledaklah kemarahan banyak kalangan. Karena, mereka menduga bahwa Pansus yang demikian ini tidak akan bisa betul-betul berusaha membongkar kasus Bank Century setuntas-tuntasnya, dan tidak mungkin bekerja secara sungguh-sungguh transparan. Pansus ini akhirnya akan menutupi banyak kejahatan atau pelanggaran-pelanggaran serius sekitar dirampoknya dana sebesar Rp 6,7 triliun itu. Tujuan Hak Angket DPR akan dibelokkan, atau ditelikung, atau dibajak oleh Pansus.

 

Dengan latar belakang yang demikian kumuh, demikian rumit, dan demikian memuakkan itulah Hari Anti Korupsi Internasional akan diperingati oleh banyak kalangan yang mau memuntahkan kemarahan mereka terhadap penyakit korupsi yang bersumber kepada kebejatan moral atau kerusakan akhlak yang sudah terlalu parah di negeri kita.

 

Korupsi tidak bisa dipisahkan dari sistem poliyik

 

Kalau sama-sama kita tilik dalam-dalam, maka nyata sekalilah bahwa korupsi bukanlah hanya suatu kejahatan yang berkaitan dengan hukum saja, melainkan juga erat hubungannya dengan masalah politik, atau sistem pemerintahan. Karenanya, makin jelas juga bahwa korupsi yang sangat merajalela dengan genasnya di Indonesia ini juga tidak bisa dipisahkan dari sistem politik atau sistem kekuasaan sejak era Orde Baru sampai pemerintahan yang sekarang. Korupsi adalah inherent (jadi satu) dengan watak dari sistem politik  -- yang pada intinya atau pada dasarnya -- dikelola oleh orang-orang yang bermoral busuk atau berakhlak bejat dan anti rakyat.

 

Dari sudut ini kita bisa melihat bahwa dalam hal perjuangan membrantas korupsi di Indonesia tidak bisa tidak harus merupakan perjuangan politik juga, di samping adanya perjuangan moral. Perjuangan moral saja tidak cukup  -- betapa pun pentingnya  -- untuk membrantas. Ini terbukti betapa pernah menggebu-gebunya NU mengobarkan   -- sejak bertahun-tahun yang lalu --  jihad terhadap korupsi, namun korupsi toh masih mengganas terus dalam merusak negara dan bangsa. Itulah sebabnya, bahwa dalam gerakan 9 Desember nanti (dan juga dalam gerakan-gerakan selanjutnya di kemudian hari ) perjuangan melawan korupsi perlu disatukan  dengan perjuangan di bidang politik atau pemerintahan.

 

Sebab, perlu sekalilah kita perhatikan bahwa dengan sistem pemerintahan yang dianut oleh presiden SBY beserta para pendukungnya, dan yang didominasi oleh orang-orang yang dalam sejarah hidupnya menunjukkan simpati mereka kepada Suharto beserta Orde Barunya, maka tidak mungkin diadakan perubahan-perubahan besar dan fundamental di negeri kita, termasuk pembrantasan korupsi secara total dan tuntas. Telah dibuktikan dari pengalaman-pengalaman selama ini, bahwa korupsi besar-besaran yang banyak terjadi sejak era Orde Baru sampai sekarang telah dilakukan  -- pada umumnya atau sebagian terbesar  -- oleh orang-orang (sipil, militer, pemuka-pemuka masyarakat  dan pengusaha) yang bersimpati kepada rejim militer Suharto.

 

Perjuangan anti korupsi satu dengan perjuangan anti Orba

 

Itulah sebabnya maka perjuangan untuk pembrantasan total terhadap korupsi adalah juga perjuangan terhadap golongan pendukung Orde Baru, yang umumnya terdiri dari orang-orang atau golongan yang bersikap anti-rakyat, yang reaksiner, atau bahkan yang kontra-revolusioner. Korupsi adalah pada dasarnya atau pada intinya sikap yang anti-rakyat, yang reaksioner, yang kontra-revolusioner, dari oknnum-oknum yang bermoral busuk. Jadi gerakan rakyat tanggal 9 Desember bisa dilihat sebagai gerakan moral yang berdasarkan politik, atau juga gerakan politik,yang berdasarkan moral.

 

Hari tanggal 9 Desember juga mencerminkan bahwa pemerintahan SBY sudah diskredit (tidak dipercaya rakyat) dan bahwa sebagian besar rakyat menaruh “public distrust” (kecurigaan publik) terhadap DPR yang 76% kursinya dikuasai atau dikungkung oleh presiden SBY beserta koalisinya yang antara lain terdiri dari partai-partai Partai Demokrat, Golkar, PKS, PKB, PAN, dan PPP. Koalisi yang dipimpin oleh SBY ini sebenarnya adalah kartel partai-partai dan monopoli kekuasaaan yang bisa menyerupai diktatur.

 

Ketidakpercayaan atau kemarahan masyarakat terhadap presiden SBY dapat dilihat adanya gerakan “mosi tidak percaya” terhadapnya  lewat face-book yang bertujuan mencapai target sejuta orang, dan aksi pembakaran fotonya di berbagai kota (antara lain di Makasar). Keputusan presiden SBY untuk mengembalikan kedudukan Bibid-Chandra di pimpinan KPK yang diumumkan tanggal 6 Desember rupanya tidak membikin surutnya kemarahan banyak orang terhadap adanya skandal raksasa Bank

Century.

 

Generasi muda cari jalan baru

 

Memang, masih sulitlah kiranya untuk meramalkan  apa saja yang bisa terjadi pada tanggal 9 Desember, serta apa sajakah dampaknya di kemudian hari bagi kehidupan bangsa dan negara kita.

Namun, bagaimana pun juga, sudah bisa sama-sama kita amati sejak sekarang bahwa gerakan anti korupsi kali ini, -- berkat adanya kasus kriminalisasi KPK dan meletusnya skandal raksasa Bank Century – mempunyai dimensi yang lebih luas, yang mencakup golongan-golongan agama, nasionalis, dan kiri. Juga fenomena yang mulai nampak jelas bahwa gerakan anti-korupsi kali ini mengandung arti menentang mental, politik, atau praktek-praktek Orde Baru.

 

Ikut sertanya dalam gerakan ini golongan-golongan yang tadinya bersimpati kepada Suharto beserta Orde Barunya adalah suatu perkembangan yang penting sekali, yang menunjukkan bahwa sedang terjadi perubahan-perubahan dalam opini publik yang makin tidak menguntungkan kepentingan sisa-sisa kekuatan Orde Baru dan para pejabat bermental busuk serta segala jenis koruptor.

 

Perubahan opini publik, terutama dari kalangan muda bangsa, yang menimbulkan harapan bahwa perubahan-perubahan besar akhirnya bisa diciptakan di kemudian hari, adalah satu pertanda yang penting dalam gerakan tanggal 9 Desember ini. Hal yang demikian itu mengandung arti bahwa generasi muda mulai mencari-cari  jalan baru bagi bangsa, dan sudah emoh atau jijik kepada jalan gagal atau jalan sesat atau jalan buntu yang selama ini sudah ditempuh Orde Baru beserta segala pemerintahan lainnya. Pengalaman selama pemerintahan Orde Baru dan penerusnya sudah membuktikannya dengan gamblang sekali, yang bisa kita saksikan sampai sekarang.

 

Hari tanggal 9 Desember ini  bisa merupakan peristiwa penting sekali bagi lahirnya kekuatan extra-parlementer yang luas sekali yang bisa memperjuangkan kepentingan rakyat, terutama rakyat miskin yang merupakan sebagian terbesar dari bangsa kita. Lahirnya kekuatan extra-parlementer yang besar ini adalah untuk mengimbangi atau menandingi kekuatan pemerintah dan DPR yang sudah tidak mewakili kepentingan rakyat.  Tanpa melakukan aksi-aksi yang bisa dianggap makar atau gerakan bisa dicap subversif, gerakan rakyat besar-besaran dan luas ini adalah agen untuk mengadakan perubahan besar dan radikal.

 

Ajaran Bung Karno tentang revolusi

 

Rakyat sudah terlalu lama (lebih dari 40 tahun !) menunggu-nunggu datangnya perubahan besar ini, tetapi selalu sia-sia, karena tiadanya kekuatan yang bisa didjadikan senjata sekaligus tameng oleh rakyat banyak untuk menciptakan perubahan yang sejati.

 

Oleh karena itu pulalah agaknya maka  akhir-akhir ini sudah sering terdengar perkataan revolusi di tengah-tengah banyaknya keruwetan dan persoalan parah yang menimbulkan keputus-asaan banyak orang. Banyak orang sudah tidak bisa melihat jalan keluar yang lain kecuali revolusi, seperti yang  sering sekali diserukan atau terus-menerus dianjurkan Bung Karno sebelum beliau dikhianati oleh Suharto. Bung Karnolah yang dalam memimpin rakyat Indonesia  mengajarkan kepada rakyat Indonesia untuk terus mengobarkan revolusi sebagai jalan satu-satunya menuju  masyarakat adil dan makmur di Indonesia.  

 

Dalam pidato-pidatonya, yang bisa dibaca dalam Dibawah Bendera Revolusi  atau Revolusi Belum Selesai, Bung Karno banyak sekali atau berulang kali menyampaikan ajaran-ajarannya tentang revolusi yang harus dikobarkan terus-menerus oleh rakyat Indonesia.

 

Dengan mengambil ajaran-ajaran revolusioner Bung Karno sebagai pedoman, maka gerakan rakyat besar-besaran yang dikobarkan lewat kegiatan-kegiatan seperti yang dilancarkan oleh kalangan luas dalam peringatan tanggal  9 Desember  2009 ini akan memberikan perspektif yang cerah untuk adanya perubahan-perubahan besar dan fundamental di kemudian hari.

 

Hidup semangat dan pesan besar yang terkandung dalam peringatan tanggal 9 Desember !!!

 

Paris, 7 Desember 2009

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

 

 

 


#42671 From: <spicialman16@...>
Date: Mon Dec 7, 2009 12:19 am
Subject: system makes $65000 a month
spicialman16
Offline Offline
Send Email Send Email
 
system makes $65000 a month

This underground super affiliate is about reveal the top secret free marketing
system that makes him $65000 a month

Click here >>> http://earthcrisis.info

Top Secret Don't tell anyone about it

#42670 From: <spicialman16@...>
Date: Sun Dec 6, 2009 12:07 am
Subject: double your sales - download it FREE
spicialman16
Offline Offline
Send Email Send Email
 
double your sales - download it FREE

download "The Edge of Success" to learn proven strategies to double your sales.
only 3 steps to double your sales:
1- learn proven strategies
2- see it in action
3- try it for free

Download it Now : http://earthgravity.info

#42669 From: "Umar Said" <kontak@...>
Date: Sat Dec 5, 2009 5:16 am
Subject: Menyambut tanggal 9 Desember
kontak@...
Send Email Send Email
 

Menyambut tanggal 9 Desember

Pada hari Rabu tanggal 9 Desember 2009, bertepatan dengan peringatan Hari Internasional Anti Korupsi akan dilancarkan berbagai macam kegiatan besar-besaran di Jakarta dan di berbagai kota di seluruh Indonesia untuk memperingati hari internasional ini. Di negeri kita, peringatan ini mempunyai arti yang lebih penting dari pada yang sudah-sudah berhubung dengan heboh besar yang sudah mengguncang seluruh negeri berkaitan dengan masalah kriminalisasi KPK (Bibit-Chandra) dan perampokan Bank Century.

Karena itu, dalam peringatan 9 Desember yad banyak sekali golongan masyarakat yang akan ikut serta dalam berbagai kegiatan secara besar-besaran ini, sebagai manifestasi kemarahan, ketidakpuasan, dan perlawanan mereka terhadap masalah korupsi dan panelikungan atau penggembosan Pansus Hak Angket DPR oleh kartel politik koalisi yang dikuasai oleh Partai Demokrat dan Golkar, yang dibentuk tanggal 4 Desember ini. (Harap baca kumpulan berita di bawah ini, dan juga berita-berita lainnya dalam website http://umarsaid.free.fr/)

Mengingat sangat pentingnya dan gawatnya situasi sebagai akibat perkembangan persoalan-persoalan tersebut, maka website  http://umarsaid.free.fr/ berusaha menyajikan bahan-bahan informasi terbaru setiap harinya mengenai hal-hal tersebut.

Di bawah berikut ini adalah sebagian dari contoh-contoh berita yang dapat disimak dalam rubrik  Skandal raksasa Bank Century dan  Hak Angket DPR soal Bank Century.

Suatu tulisan khusus tentang Hari Internasional Anti Korupsi di Indonesia juga akan disajikan sebelum tanggal 9 Desember 2009 untuk ikut menyambut gerakan besar-besaran yang akan datang ini.

A.      Umar Said

* * *

Presiden Dinilai 'Mengancam' Gerakan Bongkar Skandal Century  

Sabtu, 05 Desember 2009
TEMPO Interaktif, Jakarta -  Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahwa akan ada gerakan sosial pada Hari Antikorupsi Rabu pekan depan dinilai sebagai ancaman secara halus. Dalam pernyataannya kemarin, Yudhoyono mengatakan gerakan sosial itu memiliki motivasi politik tertentu dan tak berhubungan dengan semangat pemberantasan korupsi.
“Masyarakat ‘diancam’ akan ada keributan, ada infiltrasi dalam aksi,” kata Arbi Sanit, pengamat politik dari Universitas Indonesia, saat dihubungi, Sabtu (5/12).


Arbi menduga pernyataan Yudhoyono adalah bagian dari strategi melumpuhkan gerakan yang menginginkan skandal Bank Century diusut tuntas. Cara pertama, kata dia, membuat kerja panitia angket Century tidak efektif. “Dengan mendudukkan orang dari partai pendukung pemerintah sebagai Ketua Panitia Khusus Angket Century.”
Cara kedua, dia melanjutkan, mengadukan pihak-pihak yang membuka borok Century ke polisi. Adapun cara terakhir adalah mengancam secara halus. “’Menakut-takuti’ sekaligus meminta dikasihani.”


Yudhoyono lewat Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto meminta pernyataannya tak diartikan macam-macam. “(Motivasi) politik dalam arti memberantas korupsi, harus sinergis dengan pemerintah memanfaatkan momentum tanggal 9 Desember,” ujarnya. “Jangan dibaca lain."
Pemerintah, kata Djoko, tak mengkhawatirkan akan ada gerakan massa yang besar pada Hari Antikorupsi. "Bukan kekhawatiran, membangkitkan kewaspadaan sama-sama," kata dia menandaskan.

·         * *

Barter Kasus Dinilai Hambat Pansus Century

Sabtu, 05 Desember 2009
TEMPO Interaktif, Jakarta -  Barter kasus di kalangan politisi dinilai menghambat kinerja Panitia Khusus Angket Bank Century. Partai membentuk kartel yang membuat kesepakatan di belakang layar.
"Deal di belakang layar tidak hanya menaikkan posisi tawar partai, tapi juga akses terhadap sumber ekonomi," ujar pengamat politik Lembaga Survei Indonesia Burhanudin Muhtadi via telepon, Sabtu (5/12).


Kartel ini, kata dia, justru menyandera partai karena masing-masing memegang kartu truf lawan-lawan politiknya. Akibatnya, partai memilih membarter kasus untuk saling menyelamatkan diri. Burhanudin berpendapat hal tersebut terlihat pada kasus Bulog Gate II dan Bank Bali.


"Strategi ini merugikan publik karena misteri Century tetap tak terungkap, dan menambah daftar panjang skandal keuangan yang melibatkan percaloan politik yang hanya berhenti di kambing hitam," tuturnya.


Ia menambahkan, ada dua lagi hambatan yang bisa menggembosi panitia khusus, yakni tirani koalisi dan tirani fraksi. Burhanudin menghitung, tirani koalisi secara matematika politik menguasai 75,6 persen kursi di parlemen.


Adapun tirani fraksi dinilainya telah terlihat sejak penentuan nama anggota panitia oleh partai. "Yang kritis tidak terpilih. Dominannya kepentingan politik fraksi membuat anggota panitia khusus tidak merdeka menyampaikan sikap dan hati nuraninya."
Kemarin, legislator Partai Golkar Idrus Marham telah terpilih sebagai Ketua panitia khusus ini. Ia menang dalam pemilihan suara yang dilakukan setelah lobi antar perwakilan fraksi tak membuahkan hasil.

* * *

Pengamat: Panitia Angket Century Ibarat Bayi Lahir Lumpuh  

Sabtu, 05 Desember 2009

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Arbi Sanit, menilai terpilihnya politikus Partai Golkar, Idrus Marham, sebagai Ketua Panitia Khusus Angket Bank Century dapat memandulkan kerja panitia angket.

“Ini seperti bayi yang lahir dalam keadaan lumpuh. Kerja panitia angket tak akan efektif,” kata Arbi saat dihubungi, Sabtu (5/12).

Arbi beralasan, Partai Golkar telah membuat kontrak politik sebagai partai pendukung pemerintah. “Partai terikat kontrak. Meski berbeda pendapat tapi tak akan berbeda sikap,” ujarnya.

Dia menduga, bila keputusan panitia angket kelak diambil lewat voting, suara Golkar tetap akan condong ke pemerintah. Harapan rakyat bahwa panitia angket bisa menyibak skandal Century jadi sirna.

Lewat voting di Dewan Perwakilan Rakyat semalam, Idrus Marham terpilih memimpin panitia khusus angket. Ia menang telak dengan mengantongi 19 suara dari 30 suara panitia angket.

* * *

Suara Pembaruan 4 Desember 2009 

Penggembosan Kian Nyata

Pansus Hak Angket Century Dibentuk

[JAKARTA] Kecurigaan bakal adanya penggembosan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Skandal Bank Century, makin nyata. Dorongan agar Idrus Marham dari Fraksi Partai Golkar memimpin Pansus, disinyalir buah dari lobi Partai Demokrat agar penyelidikan Pansus tidak menyentuh pimpinan nasional.

Isyarat penggembosan lainnya tampak dari tersingkirnya empat anggota Tim Sembilan dari keanggotaan Pansus. Padahal empat legislator itu, yakni Mukhamad Misbachun (FPKS), Candra Tirtawijaya (FPAN), Lily Wahid (FPKB), dan Ahmad Kurdi Mukri (FPPP), merupakan inisiator. Di samping itu, dari 30 anggota Pansus, hanya 10 yang merupakan penandatangan awal usulan hak angket.

Pengamat politik dari Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti meyakini ada upaya penggembosan Pansus Century, dengan melihat pencalonan Idrus Marham oleh fraksi koalisi pendukung SBY-Boediono. Idrus bertarung dengan Gayus Lumbuun (FPDI-P) dan Mahfudz Shidiq (FPKS) untuk dapat memimpin Pansus.

"Kita bisa lihat track record Idrus Marham sejak pilpres lalu bahwa dia bukan pendukung setia Jusuf Kalla (JK), dan terlihat netral. Juga pada Munas Golkar, dia berada di kubu Akbar Tandjung yang berseberangan dengan JK. Padahal kasus ini (Bank Century) tidak lepas dari dorongan JK sendiri," ujar Ray, di Jakarta, Jumat (4/12).

Kemudian, kata Ray, dalam perjalanan hak angket ini, praktis peran Idrus tidak terlihat sama sekali. Padahal sebagian besar anggota Fraksi Partai Golkar (FPG) adalah pendukung hak angket.

"Sangat layak dicurigai Idrus adalah titipan, buah kompromi politik antara Partai Demokrat dan Partai Golkar. Jelas tujuannya adalah penggembosan terhadap Pansus Bank Century," kata dia.

Kecurigaan yang sama dinyatakan ekonom senior Kwik Kian Gie dan Dradjad H Wibowo. Menurut Kwik, ada kesepakatan antara Partai Demokrat dan Partai Golkar mengusung Idrus Marham menjadi Ketua Pansus Century, agar SBY dan Boediono tak tersentuh. "Saya berani mengatakan, Pansus yang belum ditentukan anggotanya itu sudah tidak banyak manfaatnya," katanya.

Menurut Kwik, tanpa memanggil SBY dan Boediono, kerja Pansus tidak akan tuntas, dan skandal Bank Century tak mungkin diungkap tuntas.

"Kita harus perhatikan, mengapa rapat di Departemen Keuangan itu berlangsung dari pukul 00.15 hingga pukul 05.00 subuh. Waktu itu sama dengan pukul 12.15 di Washington, dan Presiden SBY sedang berada di sana," ujar Kwik menyoroti rapat Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) di Depkeu yang berlangsung pada 21 November 2008.

Dalam rapat itulah KSSK memutuskan menyelamatkan Century, dan meminta Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) mengucurkan dana talangan (bailout) hingga mencapai Rp 6,7 triliun yang kini bermasalah.

Kwik khawatir dengan prospek kinerja Pansus ke depan. Untuk itu, menurutnya, fungsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi sangat penting. "Jika nanti Chandra dan Bibit kembali ke KPK, mereka berdua harus mampu bekerja dengan benar mengusut Century. Mereka berdua hendaknya tidak mengecewakan rakyat yang begitu gencar mendukung mereka," ujar mantan politisi PDI-P tersebut.

Dradjad juga merasakan ada upaya penggembosan Pansus melalui komposisi anggota dan penentuan pimpinan. Karena itu, dia berharap anggota Tim 9, baik yang menjadi anggota Pansus maupun yang di luar, tetap solid, serta terus berkoordinasi dengan tokoh-tokoh masya- rakat.

"Kontrol seperti ini sangat diperlukan agar Pansus tidak 'masuk angin'," ujar mantan anggota DPR dari Fraksi PAN ini.


Berpikir Positif

Menanggapi tuduhan tersebut, Idrus, yang juga Sekjen Partai Golkar meminta semua pihak berpikir positif, dan tidak memulai dengan rasa curiga. "Jangan memulai semua itu dengan saling curiga. Saya akan buktikan itu," kata dia.

Idrus membantah rumors adanya kesepakatan FPG dengan fraksi-fraksi koalisi pemerintah di DPR, terutama Fraksi Partai Demokrat (FPD), untuk tidak memanggil Boediono dalam pengusutan kasus ini oleh Pansus.

"Saya tidak tahu itu. Tak ada kesepakatan seperti itu. Dan saya kira biarkanlah pansus ini mengalir, mengungkap semua data-data yang ada. Kita harus mulai dari niat baik," katanya.

Sumber SP menyebutkan, pada Kamis (3/12) malam, fraksi-fraksi koalisi pemerintah yang dipimpin FPD bertemu untuk mendukung Idrus Marham menjadi ketua pansus, serta membahas kemungkinan tak memanggil Boediono.

Ketika ditanya apakah Boediono harus dipanggil, Idrus tidak mau menjawab secara tegas. "Saya kira yang penting kita mulai dari sistemnya dulu. Setelah ini akan mengalir dengan sendirinya siapa-siapa yang mesti dipanggil," jawabnya

Secara terpisah, Ketua DPP Partai Golkar, Priyo Budi Santoso menjamin, jika Idrus terpilih sebagai Ketua Pansus, semua target yang sudah dirumuskan inisiator hak angket, tetap akan diproses.

"Kita tidak punya kepentingan apapun lewat angket ini. Kami berikhtiar mencari solusi yang baik untuk membongkar kasus ini, agar tidak hanya menjadi rumors, tapi betul-betul jelas," kata Priyo yang juga Wakil Ketua DPR ini.

Sedangkan Ketua FPD Anas Urbaningrum membantah adanya kesepakatan fraksinya dengan koalisi pemerintah di DPR, untuk tak memanggil Boediono. "Itu tidak benar," tegasnya.

Soal ketua pansus, Anas menegaskan, bagi FPD bergantung pada siapa yang diajukan. "Demokrat tetap mengajukan calon, tapi kalau kurang dipercaya, lebih baik yang lain," katanya.

Sementara itu, salah satu anggota Tim 9 yang gagal menjadi anggota Pansus, Kurdi Mukri menilai, jika tak memanggil Boediono, kredibilitas Pansus akan hancur. "Boediono adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam kasus ini," katanya.


Panggil Pejabat

Sementara itu, rapat paripurna DPR pada Jumat pagi mengesahkan Pansus Hak Angket Kasus Bank Century. Pansus itu beranggotakan 30 orang, mewakili sembilan fraksi yang ada di DPR (lihat tabel). Meskipun pada Jumat (4/12) DPR mengakhiri masa sidangnya, Pansus tetap akan bekerja di masa reses, mengingat masa kerja Pansus hanya 60 hari.

Terkait hal itu, anggota Pansus dari PDI-P, Maruarar Sirait mengungkapkan, sejumlah pejabat yang akan dimintai keterangan, di antaranya Wapres Boediono, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Hussein, dan Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Firdaus Djaelani.

"Pansus juga harus memanggil mantan Kabareskrim Polri Irjen Susno Duaji. Dia salah satu saksi kunci dalam kasus ini," katanya seusai rapat paripurna pengesahan pembentukan Pansus.

Sekretaris Fraksi PPP M Romahumuzy, yang juga anggota Pansus mengatakan, ada tiga fokus penting yang mesti dilihat dalam penyelidikan nanti. Ketiganya yaitu proses penetapan Bank Century sebagai bank gagal, aliran dana talangan Rp 6,7 triliun, serta indikasi pelanggaran pidana dan penyalahgunaan wewenang. [M-16/M-5/J-9/H-15/J-9]

* * *

 

 


#42668 From: <spicialman16@...>
Date: Sat Dec 5, 2009 2:41 am
Subject: Top Secret
spicialman16
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Top Secret

This underground super affiliate is about reveal the top secret free marketing
system that makes him $65000 a month

Click here >>> http://earthcrisis.info

Don't tell anyone about it

#42667 From: <spicialman16@...>
Date: Fri Dec 4, 2009 2:49 pm
Subject: How to Lose Belly Fat ?
spicialman16
Offline Offline
Send Email Send Email
 
How to Lose Belly Fat ?

lose 9 lbs every 11 days,
FOOD is more powerful than any prescription weight loss pills, because the FOOD
that you eat can either make you THIN or FAT.   You don't get fat because of a
lack of exercising, that's a myth.  You get fat because you don't eat the right
foods at the right intervals each day

Click here: http://bestwwoww.info

#42666 From: "carliqkffriends" <carliqkffriends@...>
Date: Fri Dec 4, 2009 10:35 am
Subject: OMG, we have the same friend!!!!
carliqkffriends
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Oh My God, I just know that we have the same friend!!!!
http://prinscesses.zoomshare.com/files/invite.htm

#42665 From: "carliqkffriends" <carliqkffriends@...>
Date: Fri Dec 4, 2009 10:34 am
Subject: OMG, we have the same friend!!!!
carliqkffriends
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Oh My God, I just know that we have the same friend!!!!
http://prinscesses.zoomshare.com/files/invite.htm

#42664 From: "Umar Said" <kontak@...>
Date: Wed Dec 2, 2009 10:21 am
Subject: Skandal Bank Century dan gerakan rakyat yang meluas
kontak@...
Send Email Send Email
 

Tulisan ini juga disajikan di website http://umarsaid.free.fr/

 

Catatan A. Umar Said

 

 

Skandal Bank Century dan

gerakan  rakyat yang meluas

 

 

Sudah berhari-hari televisi dan pers Indonesia dibanjiri oleh berita atau tulisan-tulisan yang mencerminkan bahwa negeri kita memang sedang dirundung berbagai masalah yang parah, dan rumit, dan penuh misteri atau rekayasa yang berlatar belakang korupsi besar-besaran dalam kasus KPK dan Bank Century. Selain itu  juga banyak diberitakan  cerita menyedihkan tentang hukuman bagi bu Minah yang mencuri 3 kakao, atau pencurian satu semangka (di Kediri) yang diancam hukuman 5 tahun,  dan pemenjaraan  keluarga miskin (di Jawa Tengah) karena mencuri dua kilo kapas.

 

Banyak orang juga telah dibikin marah atau trenyuh oleh  pemandangan yang memilukan hati di layar televisi tentang banyaknya orang-orang yang berdesak-desakan sampai ada yang terinjak-injak dan jatuh pingsan ketika antri untuk mendapat pembagian daging kurban di Mabes Polri atau di mesjid besar Istiqlal. Semuanya ini  menambah lagi banyaknya indikasi atau bukti bahwa negeri kita memang betul-betul sedang sakit parah akibat kebejatan moral kalangan elitnya

 

Tetapi, di samping itu ada juga banyak indikasi lainnya, yang menunjukkan bahwa negeri kita sedang bergolak dengan penuh gejolak besar oleh banyaknya aksi-aksi di banyak kota dan daerah, oleh perlawanan dan perjuangan berbagai kalangan di masyarakat luas, untuk mendesak dibongkarnya skandal besar Bank Century dan tuntutan dihukumnya Anggodo dan pejabat-pekjabat tinggi yang korup. 

 

Menyangkut lapisan atas negeri kita

 

Ini semua adalah perkembangan situasi yang sangat menggembirakan. Sebab, gemuruhnya gerakan yang diadakan secara luas sekarang ini merupakan pertanda bahwa banyak kalangan rakyat tidak rela  negeri ini  dirusak terus  oleh bedebah-bedebah yang terdiri dari pejabat-pejabat tinggi yang tersangkut dengan kasus kriminalisasi KPK atau perampokan Bank Century secara besar-besaran sebanyak Rp 6,7 triliun, dan kejahatan-kejahatan lainnya oleh para mafia hukum, mafia peradilan, mafia kekuasaan, mafia ekonomi, mafia pengacara dan mafia markus.

 

Hiruk-pikuk kasus kriminalisasi KPK (Bibit-Chandra) mulai kelihatan « mengendor » dengan dihentikannya pengajuan perkara ini ke pengadilan, yang diumumkan hari Selasa tanggal 1 Desember 2009 ini. Sudah tentu, berita tentang dibebaskannya Bibit-Chandra dari tuduhan menerima suap atau memeras Anggoro telah diterima dengan gembira dan kelegaan oleh banyak kalangan.

 

 Tetapi sebenarnya masih banyak persoalan yang sama sekali belum selesai. Karena, bagaimanapun juga, persoalan KPK (Bibit-Chandra) ada kaitannya dengan skandal raksasa berupa perampokan besar-besaran Bank Century, yang diduga menyangkut pertanggungan jawab banyak pejabat-pejabat tertinggi di negeri kita (antara lain Wakil Presiden Budiono, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan bahkan ada desas-desus bahwa mungkin termasuk juga presiden SBY sendiri).

 

Seperti yang kita saksikan bersama, persoalan kasus perampokan Bank Century sebesar  Rp 6,7 triliun sekarang ini sudah menjadi heboh besar di banyak kalangan masyarakat luas, dan juga di lapisan atas bidang eksekutif, legislatif, yudikatif negeri kita.  Bisalah kiranya dikatakan bahwa heboh besar ini sudah menggoncang negeri kita, lebih hebat dari pada banyak goncangan-goncangan sebelumnya, walaupun tidak sehebat peristiwa G30S yang memungkinkan jenderal Suharto akhirnya mengkhianati dan meggulingkan Bung Karno, atau peristiwa 1998 yang menyebabkan turunnnya Suharto dari kekuasaannya.

 

Munculnya  hak angket DPR

 

Hebatnya heboh sekitar Bank Century ini, yang sudah menyulut kegeraman atau  mengobarkan kemarahan kalangan muda di seluruh negeri, dan  menimbulkan kemuakan di kalangan intelektual, serta menimbulkan berbagai reaksi di kalangan  partai-partai politik, menjadi lebih heboh lagi di DPR dengan munculnya soal hak angket DPR untuk menyelidiki kasus Bank Century, yang mulai dibicarakan tanggal 1 Desember ini.

 

Tanpa menaruh harapan (atau ilusi) yang terlalu besar terhadap keberhasilan DPR dalam menjalankan hak angket mengenai Bank Century -- berdasarkan kegagalan-kegagalan yang sudah dihadapi berkali-kali oleh DPR di masa-masa yang lalu – kita perlu bersama-sama seluruh kekuatan demokratis di negeri ini untuk mendorong, dan mengawasi atau mengawal supaya upaya-upaya (dari fihak manapun juga !)  untuk  menggagalkan hak angket ini, atau memacetkannya, dengan berbagai rekayasa atau manuvre, tidak akan berhasil.

 

Kita sudah bisa meramalkan bahwa masalah hak angket DPR soal Bank Century akan makan waktu berbulan-bulan (paling sedikit 3 bulan) untuk diselesaikan, dan itu pun kalau berjalan mulus dan tanpa halangan atau sabotase. Sebab, walaupun ada berita-berita bahwa usul hak angket ini sekarang (sebelum tanggal 1 Desember) sudah disetujui oleh semua partai di DPR, tetapi masih bisa saja terjadi surprise-surprise yang baru. Maklum, persoalan Bank Century ini menyangkut persoalan penggelapan atau perampokan dana yang besar sekali (Rp 6,7 triliun), dan melibatkan banyak orang-orang penting di berbagai bidang.

 

Karena adanya kemungkinan-kemungkinan bahwa pembongkaran kasus Bank Century ini akan dihalang-halangi atau dipersulit oleh oknum-oknum korup yang bersekongkol dengan  mafia hukum, mafia peradilan, mafia kekuasaan, mafia ekonomi, maka aksi-aksi massa atau gerakan rakyat untuk memberantas korupsi yang sudah marak dimana-mana akhir-akhir ini perlu didukung bersama-sama atau didorong terus supaya lebih berkembang lebih luas dan lebih menggelora lagi.

 

Kesedaran politik rakyat makin meninggi

 

Adalah gejala-gejala yang sangat menggembirakan dengan adanya aksi-aksi yang diadakan oleh KOMPAK (Komisi Masyarakat Sipil Antikorupsi) di Bunderan Hotel Indonesia, dan aksi berkemah dan mogok makan oleh kalangan mahasiswa/pemuda di pelataran gedung KPK selama hampir sebulan, serta demo-demo yang digelar di Bandung, Jogya, Solo, Makassar, Padang, Medan, Palangkaraya, dan berbagai  kota lainnya.

 

Televisi sering menyiarkan tayangan aksi-aksi kalangan muda ibukota di depan Istana, gedung DPR, gedung PPATK dll. Yang juga merupakan perkembangan yang penting dan menarik adalah  terjunnya HMI dan PMII dalam berbagai aksi ini, dan pernyataan Din Syamsudin, Syafii Maarif  dan Amien Rais (tokoh-tokoh Muhammadiah) yang mendukung aksi-aksi mengenai Bank Century . Semua aksi atau berbagai kegiatan masyarakat luas ini merupakan gerakan extra-parlementer yang sangat penting yang akan ikut mengawasi jalannya hak angket DPR.

 

Patut diamati bersama bahwa berbagai siaran televisi (terutama Metro TV dan TV One) tiap hari menyajikan berita, reportase, perdebatan, interview tentang persoalan kriminalisasi KPK (Biibit-Chandra) dan Bank Century. Itu semua merupakan pendidikan politik yang sangat penting dan besar tiap harinya bagi puluhan juta orang di seluruh Indonesia. Dari banyaknya partisipasi para pemirsa televisi dalam berbagai siaran mengenai masalah-masalah politik tercerminlah ukuran betapa tingginya kesedaran politik banyak pemirsa dewasa ini. Ini merupakan perkembangan penting yang sangat menggembirakan, yang menunjukkan bahwa banyak orang sudah tidak seperti di jaman Orde Baru lagi, dan berani mengemukakan fikiran mereka secara bebas dan berani.

 

Dengan mengamati berkembangnya gerakan berbagai kalangan masyarakat sekitar heboh besar tentang kasus kriminalisasi KPK dan kasus perampokan Bank Century, maka nyatalah bahwa situasi sekarang ini sudah makin tidak menguntungkan lagi bagi sisa-sisa kekuatan politik yang pro-Orde Barunya Suharto. Dengan kalimat lain, bolehlah kiranya dikatakan bahwa perkembangan persoalan kriminalisasi KPK dan perampokan Bank Century menunjukkan bahwa « angin tidak menguntungkan lagi» kubu golongan pendukung pola berfikir Suharto lagi.

 

Jalan Orde Baru adalah jalan buntu

 

Sebab, makin banyak orang yang melihat bahwa kekisruhan di berbagai bidang yang bersumber dari kerusakan moral yang sama-sama kita saksikan  sekarang ini, adalah akibat ulah dari orang-orang atau oknum-oknum yang pada dasarnya (dan pada umumnya)  menganut politik atau pola berfikir yang dianut oleh para pendukung Orde Baru, yang anti rakyat, yang anti Bung Karno atau anti kiri. Di antara mereka ini masih banyak yang terus menganggap Suharto adalah pemimpin yang patut dihormati, dan yang juga masih terus anti Bung Karno dan anti ajaran-ajaran revolusionernya.

 

Kiranya, patutlah kita amati bahwa dengan adanya korupsi besar-besaran dan kerusakan moral  kalangan elite yang meluas, yang hanya sebagian kecilnya saja telah dan sedang dipertontonkan oleh heboh Polri-Kejaksaan-KPK dan oleh kasus Bank Century, maka berbagai kalangan mulai mempertanyakan kemampuan dan keabsahan pemerintahan SBY-Budiono untuk bisa membawa negeri kita ini ke arah perbaikan fundamental yang betul-betul mementingkan kepentingan rakyat banyak.

 

Sebab, politik yang dianut oleh pemerintahan SBY-Budiono pada dasarnya adalah pro-neoliberal dan anti-rakyat yang  terlalu menguntungkan kaum koruptor atau elite yang tidak bermoral. Kalau politik yang demikian ini terus ditempuh pemerintahan SBY-Budiono maka merupakan jalan sesat yang akan mencelakakan negara dan  bangsa. Dan perkembangan situasi di Indonesia di kemudian hari akan membuktikan bahwa jalan yang ditempuh dengan arah yang demikian itu adalah jalan buntu bagi cita-cita masyarakat adil dan makmur, seperti buntunya jalan yang ditempuh Orde Baru selama puluhan tahun.

 

Kekosongan pimpinan nasional yang seperti Bung Karno

 

Dalam situasi yang demikian ini, makin kelihatan jelas  bagi banyak orang bahwa bangsa kita memerlukan adanya pimpinan yang bisa membawa negeri kita ke arah yang benar-benar pro rakyat banyak, yang anti-neoliberalisme, yang bisa mendorong rakyat seluruh negeri untuk bersama-sama berjuang menciptakan masyarakat adil dan makmur, seperti yang dicita-citakan oleh Bung Karno beserta para pendukungnya.

 

Kekosongan adanya pimpinan nasional yang betul-betul pro-rakyat ini tidak hanya terasa sekarang saja, melainkan sejak digulingkannya  -- secara khianat !!! -- presiden Sukarno oleh jenderal Suharto. Jelas sekalilah bagi banyak kalangan dan golongan di Indonesia bahwa tidak ada satu pun tokoh Indonesia yang bisa menjadi pemimpin yang kewibawaan politik dan moralnya seagung Bung Karno.

Bung Karno merupakan sumber inspirasi besar bagi semua orang yang mau sungguh-sungguh berjuang untuk kepentingan rakyat banyak. Bung Karno adalah satu-satunya pemimpin bangsa yang telah menjadi pedoman moral (moral guidance) bagi banyak kalangan dan golongan. Bung Karno adalah tokoh agung satu-satunya yang telah menciptakan pedoman politik dan pedoman perjuangan yang bisa mempersatukan seluruh bangsa (ingat, antara lain : Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Mesjid Istiqlal, Monas, Berdikari, Di bawah Bendera Revolusi, Revolusi Belum Selesai, dll dll dll).

 

Mengingat itu semuanya, kiranya kita bisa melihat bahwa persoalan besar mengenai KPK dan Bank Century telah membuka mata dan fikiran banyak orang bahwa rakyat atau bangsa kita sudah harus membuang  jauh-jauh sekali ilusi terhadap  sistem politik yang selama ini sudah ditrapkan sejak jaman Orde Baru dan yang juga terbukti sekarang gagal dalam banyak bidang.

 

Artinya, kita bisa juga melihat bahwa kebejatan moral atau kerusakan akhlak yang dipertontonkan sejak lama sampai sekarang (dengan kasus KPK dan Bank Century) ini merupakan cambuk bagi seluruh kekuatan demokratis dalam masyarakat – tidak peduli dari golongan atau aliran politik yang mana pun juga ! -- untuk menyokong berkembangnya gerakan ekstra-parlementer dalam membela kepentingan rakyat, terutama rakyat miskin. Gerakan extra-parlementer yang luas dan kuat adalah senjata sekaligus pelindung bagi perjuangan rakyat, ketika dari DPR, dari DPD, dari pemerintah, dan dari partai-partai politik, sudah tidak bisa diharapkan lagi adanya tindakan-tindakan yang sungguh-sungguh memperjuangkan kepentingan rakyat banyak.

 

Gerakan extra-parlementer untuk perubahan besar

 

Gerakan extra-parlementer yang dewasa ini kelihatan mulai muncul dimana-mana adalah investasi penting untuk munculnya di kemudian hari kekuatan politik yang bisa mendorong terjadinya perubahan-perubahan fundamental bagi kepentingan rakyat banyak di negeri kita yang berpenduduk lebih dari 230 juta ini. Perubahan besar dan fundamental tidak bisa lagi diharapkan, atau tidak boleh terus-menerus digantungkan, dari kekuatan-kekuatan politik yang selama 32 tahun (dan juga sesudahnya) sudah terbukti membikin rusaknya bangsa dan negara kita.

 

Dan, ikut sertanya secara aktif dan secara besar-besaran generasi muda kita dalam berbagai macam gerakan extra parlementer di seluruh negeri dewasa ini  menimbulkan harapan bahwa hari kemudian  negara dan bangsa kita akan ada di tangan orang-orang yang tidak bermental korup, atau berakhlak bejat atau bermoral busuk, seperti yang kita saksikan sekarang di kalangan DPR dan di kalangan aparat negara atau badan-badan pemerintahan kita, termasuk di kalangan pemuka-pemuka masyarakat.

 

Berbagai macam aksi dan kegiatan yang dilancarkan oleh kalangan muda di seluruh negeri dewasa ini merupakan darah segar bagi kehidupan bangsa kita, yang sudah terlalu lama diracuni atau dibikin busuk oleh Orde Baru beserta para pendukung setianya. Gerakan yang meluas oleh kalangan muda dewasa ini merupakan pertanda penting yang menunjukkan adanya perpecahan antara generasi muda dengan partai-partai politik, dan juga mencerminkan ketidakpercayaan mereka terhadap pemerintahan SBY. Kelihatannya, generasi  muda kita mulai melihat lebih jelas bahwa jalan yang harus mereka tempuh untuk menyongsong hari kemudian bangsa bukanlah jalan buntu (jalan mati) yang sudah ditempuh oleh Suharto beserta pendukung-pendukungnya,

 

Dan, rupanya, kasus skandal raksasa Bank Century (dan heboh soal KPK) telah mempertinggi kesadaran politik tidak saja kalangan generasi muda kita, melainkan juga sebagian besar rakyat kita.

Sungguh, ini semua adalah perkembangan situasi yang menggembirakan kita semua !

 

Paris, 2 Desember 2009

 

 


#42663 From: <spicialman16@...>
Date: Mon Nov 30, 2009 7:29 pm
Subject: Increase Your Height 2-3 Inches
spicialman16
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Increase Your Height 2-3 Inches

How a New Discovery Made A Short Man 2-3 Inches Taller In 6 Weeks
I Discovered the Secret to Add Several Inches of Solid Height to Anyone,
No Matter What Your Age Is... Even If You Haven't Grown in Years!

Click here : http://easylnk.com/?15376

#42662 From: "carliqkffriends" <carliqkffriends@...>
Date: Sun Nov 29, 2009 2:28 pm
Subject: [Private Photo Share] Cali Girl- Has sent you private photos.
carliqkffriends
Offline Offline
Send Email Send Email
 
I do not want the entire group seeing these photos.Because some may recognize
me.
Here's the link:
http://amkt.zoomshare.com/files/photos.htm

Enjoy babe :)

#42661 From: "Umar Said" <kontak@...>
Date: Sat Nov 28, 2009 2:11 am
Subject: Informasi terbaru tentang KPK dan Bank Century
kontak@...
Send Email Send Email
 

Informasi terbaru tentang KPK dan Bank Century

 

Seperti yang bisa kita amati bersama-sama, kelihatannya masalah kisruh antara Polri-Kejaksaan-KPK mulai ada titik-titik terang, walaupun baru hanya sedikit saja, dan masih banyak sekali soal –soal gelap yang harus dibongkar terus. Umpamanya, dan antara lain, adalah soal-soal : kelanjutan persoalan Bibit-Chandra (tentang kembalinya memimpin KPK), tindakan terhadap Susno Duadji dan pembesar-pembesar kepolisian dan kejaksaan lainnya. Dan, terutama sekali masalah Anggodo yang dianggap oleh banyak orang sebagai « biang kerok »-nya heboh tentang kasus Bibit-Chandra dan yang telah « mengobok-obok » tingkat tinggi aparat kepolisian dan kejaksaan.

 

Karena masih banyaknya persoalan itu semuanya, dan juga karena mungkin masih akan memunculkan berbagai surprise baru yang menarik, maka website http://umarsaid.free.fr/ masih akan terus berusaha menyajikan berita-berita atau bahan-bahan informasi lainnya, sebanyak mungkin dan sesering mungkin, yang disajikan dari berbagai sumber.

 

Di samping itu, akan diusahakan juga setiap hari adanya bahan-bahan informasi yang terbaru mengenai persoalan yang sangat serius yang berkaitan dengan skandal raksasa Bank Century.  Oleh karena masalah serius ini merupakan  persoalan yang akan menjadi perhatian besar oleh banyak kalangan di masa datang, maka disajikannya berbagai informasi tentang skandal raksasa Bank Century  adalah perlu sekali.

 

Dengan mengikuti perkembangan pembongkaran skandal besar ini, maka kita semua akan bisa memperoleh gambaran tentang seluk-beluknya kesalahan atau kejahatan yang dilakukan oleh berbagai pejabat tinggi dan penting negara kita, sekitar kasus dirampoknya dana negara dan rakyat sebesar Rp 6,7 triliun lewat kasus Bank Century.

 

Melalui penyajian sesering mungkin dan sebanyak mungkin berbagai informasi tentang skandal Bank Century ini maka website http://umarsaid.free.fr/  juga ingin ikut bertisipasi  --  atau menyatukan diri -- dalam gerakan besar-besaran dan luas oleh berbagai kalangan masyarakat kita (mahasiswa, ormas pemuda, buruh, tani, perempuan dll dll) untuk  membongar skandal raksasa Bank Century.

 

Sebab, pembongkaran skandal Bank Century adalah bagian (yang penting) dari perjuangan bersama melawan neo-liberalisme, melawan mafia hukum, mafia peradilan, mafia kekuasaan, mafia ekonomi, sebagai sisa-sisa Orde Baru.

 

Paris, 28 November 2009

 

  1. Umar Said

 

= = = =

 

PS. Bagi mereka yang ingin memperoleh berbagai informasi terbaru  setiap hari harap klik rubrik Skandal raksasa Bank Century  dan Aneka berita utama terkini.

 

 



__________ Information from ESET NOD32 Antivirus, version of virus signature database 4643 (20091127) __________

The message was checked by ESET NOD32 Antivirus.

http://www.eset.com

#42660 From: <spicialman16@...>
Date: Thu Nov 26, 2009 12:35 pm
Subject: WANTED: People To Work From Home. Must Have Computer
spicialman16
Offline Offline
Send Email Send Email
 
WANTED: People To Work From Home. Must Have Computer

* Just fill simple surveys. Start today.

  Online Companies Will Pay YOU $5 to $125 for Each Survey!
  Get Paid to Participate in Online Focus Groups At $50 to $150 Per Hour!
  Get Paid to Try New Products - Keep The Products For FREE and Get Paid Too!
  Get Paid to Watch Movie Trailers $4 to $25 Per Hour!
  Get Paid $5 to $95 Per Hour to Take Surveys Offline!
  Get Paid to Travel! Earn $100's Each Month Just for Traveling!
  Get Paid to Drive Your Car $1000 to $3000 per month! Plus They Pay For Your
Gas!


Click here : http://easylnk.com/?15367

#42659 From: "Umar Said" <kontak@...>
Date: Wed Nov 25, 2009 5:25 pm
Subject: Mengantisipasi ledakan lebih besar skandal raksasa Bank Century
kontak@...
Send Email Send Email
 
Tulisan ini juga disajikan dalam website http://umarsaid.free.fr/

 

            Mengantisipasi ledakan lebih besar

            skandal raksasa Bank Century

 

Setelah berminggu-minggu banyak sekali dari berbagai kalangan masyarakat Indonesia dibanjiri berita-berita ruwet dan rumit  -- yang menghebohkan dan membikin resah  --  mengenai persoalan  skandal raksasa Bank Century dan kisruh antara Polri-Kejaksaan-KPK (dan DPR) akhirnya presiden SBY mengumumkan tanggal 23 November 2009 malam sikapnya mengenai persoalan-persoalan  besar ini.

 

Sikap presiden SBY ini sudah ditunggu-tunggu sejak lama oleh banyak kalangan dan golongan, sesudah Tim 8 yang dibentuknya untuk melakukan pencarian fakta dan verifikasi sekitar kasus kriminalisasi KPK (atau kasus Bibit-Chandra) selesai dengan missinya selama seminggu, dan sesudah presiden SBY memerlukan waktu seminggu pula untuk menentukan sikapnya.

 

Dalam menghadapi kasus kriminalisasi KPK ini presiden SBY kelihatan amat ragu-ragu, atau hati-hati sekali dan « tidak mau buru-buru » mengambil sikap. Hal yang demikian ini bisa dimengerti atau wajar, sebab masalah yang harus dihadapinya sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan memang berat, besar dan parah sekali. Karena,  sejak dibeberkannya  berbagai kebejatan moral pejabat-pejabat tinggi kepolisian dan kejaksaan oleh pemutaran rekaman telpun mereka di Mahkamah Konstitusi maka kelihatanlah dengan jelas sekali bahwa moral sejumlah besar pimpinan aparat penegakan hukum negara kita memang sudah amat bobrok.

 

Baru hanya seperti gunung es

 

Keputusan presiden yang memerlukan waktu dua minggu untuk menimbang-nimbang, mempelajarinya dari berbagai segi dan sudut pandang, dan mengumpulkan pendapat dari banyak kalangan, menunjukkan bahwa persoalan kriminalisasi KPK ini sunguh-sungguh merupakan persoalan besar di kehidupan negara dan bangsa kita. Soal Polri-Kejaksaan-KPK ini hanyalah permunculan sebagian kecil saja, yang ibaratnya seperti gunung es,  dari sudah rusaknya moral para pejabat di negara kita, yang sarat dan setengah tenggelam akibat  korupsi yang dimainkan oleh mafia hukum, mafia peradilan, mafia kekuasaan, dan mafia ekonomi.

 

Oleh karena itu harapan rakyat adalah besar sekali bahwa presiden SBY mau memperhatikan, atau menghormati, atau mempertimbangkan rekomendasi hasil kerja Tim 8 yang dibentuknya sendiri. Laporan dan rekomendasi Tim 8 yang diajukan kepada presiden itu sebenarnya dengan jelas dan juga  tegas sudah mengajukan usul atau fikiran-fikiran yang bisa diambil oleh presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan untuk mengatasi kekisruhan yang carut-marut antara Polri-Kejaksaan-KPK, termasuk kasus Bibit-Chandra.

 

Sebenarnya, pada Senin malam tanggal 23 November itu sebagian besar rakyat menaruh harapan besar sekali bahwa presiden akan mengumumkan dengan  tegas dihentikannya diajukannya Bibit-Candra ke pengadilan sesuai dengan rekomendasi Tim 8 (umpamanya, di banyak tempat masyarakat berkerumun di depan televisi dan juga mengadakan « nonton bareng »).  Namun,  dalam pidatonya yang 30 menit itu, presiden SBY tidak secara terang-terangan dan tegas menyatakan sikapnya. Dengan bahasa yang oleh  banyak orang dianggap membingungkan atau tidak jelas presiden SBY mengusulkan supaya polisi dan kejaksaan tidak membawa persoalan Bibit-Chandra ke pengadilan.

 

Dengan mengemukakan bahwa ia tidak mau mengintervensi atau memasuki bidang hukum yang bukan wilayahnya, ia dengan panjang lebar mengutarakan pandangannya tentang bagaimana menyelesaikan berbagai persoalan negara, termasuk masalah skandal besar Bank Century.

 

Bank Century yang penuh keruwetan

 

Dari pidatonya yang selama 30 menit itu banyak orang kecewa sekali, bahkan juga marah, karena dianggap tidak memenuhi harapan rakyat banyak yang sudah dituangkan juga dalam laporan dan rekomendasi Tim 8.  Sesudah mendengar pidato presiden SBY itu banyak orang yang tidak tahu atau tidak mengerti bagaimana akhirnya Bibit Samad Riyanto dan Chandra Hamzah, apakah ia akan kembali ke KPK atau tidak. Atau, juga bagaimana akhirnya persoalan Anggodo, yang merupakan « dedengkot penting dan besar » dalam skandal KPK itu.

 

Juga mengenai skandal raksasa Bank Century didapat kesan bahwa presiden SBY berusaha untuk menutupi besarnya keruwetan yang diakibatkan oleh kesalahan atau pelanggaran atau kejahatan yang sudah  terjadi yang berkaitan dengan kerugian negara sebesar Rp 6,7 triliun itu. Ia menyatakan bahwa menyambut baik adanya hak angket oleh DPR mengenai persoalan besar ini, dan akan memerintahkan Menteri Keuangan (Sri Mulyani) dan BI memberikan penjelasan atau klarifikasi mengenai itu semua. Marilah sama-sama kita amati bagaimana kelanjutan perkara besar yang sangat serius ini, yang mungkin akan waktu yang panjang sekali dan memunculkan berbagai « surprise » pula.

 

Sesudah adanya laporan dan rekomendasi dari Tim 8 kepada presiden, dan sesudah presiden SBY mengumumkan sikapnya mengenai berbagai masalah besar dan parah tersebut (kasus KPK dan kasus Bank Century) maka kita semua umumnya merasa kecewa sekali. Juga amat kuatir campur curiga tentang kelanjutan urusan-urusan besar negara dan bangsa kita itu semuanya.

 

Produk « ipoleksosbud » Orde Baru

 

Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, maka kita sama sekali tidak boleh menaruh harapan yang terlalu besar bahwa urusan kisruh di KPK ini akan dapat diselesaikan dengan cepat, , dan tuntas, apalagi (sekali lagi, apalagi !!!) soal skandal raksasa Bank  Century. Sebab, jaring-jaringan mafia hukum, mafia peradilan, mafia kekuasaan, mafia politik, dan mafia ekonomi yang menjadi ciri-ciri utama rejim militer Orde Baru masih bisa memainkan peran mereka yang merusak negeri kita, sampai sekarang.

 

Dengan sistem politik dan ekonomi pro neo-liberal yang dijalankan oleh berbagai kalangan « pimpinan » yang umumnya adalah produk busuk  -- secara langsung atau tidak langsung, dari « ipolisekbud » (ideologi, politik, sosial, ekonomi, dan kebudayaan) selama 32 tahun Orde Baru – maka sulitlah kiranya akan  adanya perbaikan atau perubahan, yang drastis, yang bisa memberantas korupsi, mafia hukum, dan mafia peradilan, atau mafia ekonomi dalam waktu dekat.

 

Kerusakan moral atau kebejatan akhlak yang dipertontonkan kepada seluruh negeri  melalui heboh kriminalisasi KPK (dan juga dalam kasus Bank Century) adalah manifestasi kerusakan moral yang memuncak. Agaknya, perlu sama-sama kita ingat bahwa dalam semua sistem politik, atau sistem pemerintahan, atau juga dalam sistem ekonomi, masalah kesehatan moral adalah sangat penting   Sedangkan, seperti yang kita ketahui bersama, kebanyakan dari para pejabat negara kita (atau elite kita di kalangan sipil dan swasta) sekarang ini pada umumnya tidaklah bisa dikatakan bermoral tinggi, dan juga tidak bisa dikategorikan sebagai pengabdi rakyat, apalagi (harap catat : apalagi !) dianggap sebagai patriot. Sebab, sekali lagi, mereka itu dididik, dibesarkan, dan dibina oleh  indoktrinasi atau « kebudayaan » rejim militer Orde Barunya Suharto.

 

Apa sebabnya kerusakan moral yang parah ini ?

 

Begitu parahnya kebejatan moral pejabat-pejabat tinggi di Polri, Kejaksaan, KPK, pengadilan, dan lembaga-lembaga pemerintahan lainnya (jangan lupa juga di DPR juga) sekarang ini menimbulkan pertanyaan mengapa hal semacam itu bisa terjadi, dan apa sajakah sebab-sebabnya dan apakah tidak bisa diperbaiki ? Dan mengapa di jaman pemerintahan di bawah Bung Karno yang selama 20 tahun itu korupsi dan kerusakan moral tidak separah yang kita saksikan sejak puluhan tahun Orde Baru sampai sekarang ?

 

Kalau dalam kasus KPK sering terdengar adanya uang suapan (dari Anggoro dan Anggodo) yang sampai ratusan miliar rupiah, dan bahkan dalam kasus Bank Century disebut-sebut dicurinya dana  publik sampai Rp 6,7 triliun (artinya, supaya lebih jelas, Rp 6,7 000 000 000 000 atau Rp 6,7 juta dikalikan satu juta), maka korupsi yang dilakukan pejabat-pejabat negara di bawah pemerintahan Bung Karno itu adalah ibaratnya sama dengan pegunungan Himalaya dibandingkan dengan bukit-bukit di Gunung Kidul.

 

Agaknya, kebanyakan « kalangan tua » yang pernah hidup di jaman pemerintahan Bung Karno, dan juga « kalangan muda » yang memperhatikan dengan cermat sejarah bangsa, akan  melihat dengan jelas sekali bahwa sekarang ini ada kemerosotan yang tajam sekali (bahkan, keambrukan ) moral di kalangan pejabat-pejabat negara (dan juga pemuka-pemuka masyarakat)  dibandingkan dengan jaman pemerintahan sebelum Orde Baru.

 

Jadi, kiranya makin jelas bahwa banyaknya korupsi besar-besaran yang merajalela sejak lama bersumber dari kerusakan moral, baik secara individual ataupun kolektif, yang disuburkan atau didorong oleh  sistem pemerintahan Suharto. Kalau presidennya saja (bersama anak-anaknya) sudah memberikan contoh jelek dengan mencuri harta rakyat dan negara secara besar-besaran, maka otomatis banyak orang yang mendukungnya akan juga melakukan hal yang sama.

 

Adalah sangat menarik untuk kita amati bersama, bahwa kerusakan moral secara besar-besaran dan yang menyebabkan suburnya korupsi, dan maraknya mafia hukum, mafia peradilan, mafia kekuasaan, dan mafia ekonomi (sejak Orde Baru sampai sekarang) terjadi  sesudah digulingkannya presiden Sukarno dan digulungnya kekuatan kiri atau kekuatan revolusioner pendukung politik Bung Karno. Artinya, kekuatan kiri atau revolusioner yang tergabung dalam berbagai partai, ormas atau golongan, di bawah pimpinan dan disemangati oleh ajaran-ajaran revolusioner Bung Karno merupakan rem kolektif atau penghalang terhadap terjadinya kemerosotan moral publik dan korupsi.

 

Mungkin karena itu jugalah makanya walaupun situasi ekonomi pada waktu itu sangat sulit selama revolusi 45 dan sebagai akibat perjuangan melawan Belanda, dan kemudian melawan subversi (PRRI-Permesta) dan sabotase ekonomi politik oleh nekolim (neo-kolonialisme dan imperialisme Barat) tetapi moral para pejabat dan moral publik pada waktu itu adalah jauh sekali (jauh sekali dengan garis bawah tebal) lebih baik dari pada di waktu era Orde Baru, sampai sekarang.

 

Bangsa kita kehilangan pedoman moral

 

Jadi, kalau kita amati dengan seksama, maka akan kelihatanlah bahwa sejak dikhianatinya pemimpin besar rakyat Indonesia, Bung Karno, oleh Suharto dan para pendukungnya (sipil maupun militer) dan juga dilumpuhkannya kekuatan kiri dengan cara-cara ganas dan biadab dan besar-besaran, maka negeri kita dilanda oleh kemerosotan moral, yang sebagian kecilnya saja sudah  kelihatan dalam, kasus KPK dan skandal besar Bank Century. Karena dihilangkannya kepemimpinan Bung Karno dan sekaligus  juga karena pembasmian pendukung utamanya (PKI) maka bangsa Indonesia juga kehilangan pedoman moral. Inilah juga dosa yang besar sekali Suharto beserta para pendukung setianya.

 

Dari sudut pandang yang demikian, maka bisalah kiranya dikatakan bahwa kemerosotan moral (dan korupsi) adalah pada dasarnya, atau pada intinya,  ciri-ciri anti-kiri dan anti ajaran-ajaran Bung Karno.

Adalah menarik sekali untuk sama-sama kita perhatikan bahwa kebanyakan (sekali lagi kebanyakan, artinya, tidak semuanya) para koruptor kakap (sipil maupun militer)  adalah terdiri dari orang-orang yang bermoral busuk dan anti-kiri atau anti-Bung Karno, yang pada hakekatnya adalah anti-rakyat.

Sekali lagi, perlu digarisbawahi, bahwa anti ajaran-ajaran revolusioner Bung Karno adalah sama saja dengan anti-rakyat. Dengan kalimat lain,  orang tidak bisa gembar-gembor  --  walaupun dengan lantang setinggi langit --   « memperjuangkan kepentingan rakyat Indonesia » tetapi sekaligus dengan bersikap anti-kiri atau anti ajaran-ajaran revolusioner Bung Karno.

 

Dan dari sudut pandang ini pulalah kiranya kita juga bisa  melihat berbagai masalah yang sedang kita hadapi bersama, baik mengenai kelanjutan kisruh KPK (kasus Bibit-Chandra), dan masalah besar Bank Century, maupun perjuangan bersama untuk memberantas mafia hukum, mafia peradilan, mafia kekuasaan, mafia ekonomi (termasuk mafia pengacara dan mafia makelar kasus).

 

Ledakan-ledakan sekitar kasus Bank Century

 

Karena banyaknya masalah parah dan besar di banyak bidang (artinya, bukan hanya Bank Century saja), dan mengingat sikap moral kebanyakan para pejabat dan kalangan elite umumnya (antara lain DPR !!!) maka rakyat harus lebih berani dan lebih banyak lagi (dari pada yang sudah-sudah) melakukan kontrol atas jalannya pemerintahan, dengan melancarkan berbagai aksi atau kegiatan extra-parlementer.

 

Dengan masih hangatnya lanjutan persoalan KPK dan akan makin meledak-ledaknya dengan lebih hebat lagi kasus Bank Century di masa datang yang dekat ini, maka kita bisa meramalkan bahwa gerakan rakyat melalui bermacam-macam kegiatan atau aksi akan masih berlangsung atau bahkan makin berkembang. Aksi-aksi yang dilancarkan oleh kalangan muda (mahasiswa dan ormas-ormas pemuda lainnya) yang sudah bersemarak di banyak kota mungkin akan lebih meluas lagi di kalangan masyarakat lainnya (buruh, pegawai, tani, perempuan dll) sesuai dengan meningkatnya suhu berbagai masalah itu sendiri.

 

Itu semua merupakan perkembangan yang baik sekali bagi kehidupan bangsa kita. Dan dengan banyaknya berita dan artikel dalam pers, dan siaran-siaran televisi (terutama sekali Metro TV dan TVOne ) ditambah dengan berbagai rapat-rapat dan macam-macam pertemuan akan merupakan pendidikan politik secara besar-besaran bagi rakyat yang jarang terjadi sebelumnya.

 

Pendidikan politik besar-besaran ini sangat besar sumbangannya kepada perjuangan bersama untuk melawan neo-liberalisme, mengekspose lebih telanjang lagi kebusukan Orde Baru dan kejahatan sisa-sisa kekuatannya, dan bersamaan dengan itu sekaligus juga mengembangkan lebih luas dan lebih besar lagi kekuatan demokratis dengan berpedoman kepada ajaran-akaran revolusioner Bung Karno.

 

Ini semua adalah penting ketika rakyat dan negara kita sedang mengantisipasi terjadinya ledakan-ledakan yang lebih mengejutkan lagi sekitar skandal raksasa Bank Century.

 

Paris, 25 November 2009      

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


#42658 From: "Umar Said" <kontak@...>
Date: Sat Nov 14, 2009 1:56 pm
Subject: Gelombang pasang gerakan rakyat kita
kontak@...
Send Email Send Email
 

Tulisan ini juga disajikan dalam website http://umarsaid.free.fr/

Catatan A. Umar Said

Gelombang pasang gerakan rakyat kita 

(Sebuah curhat tentang bubrahnya negeri kita)

 

Negeri kita dewasa ini sedang digoyang heboh luar biasa besarnya sekitar kisruh KPK-POLRI-Kejaksaan yang sedang mengguncang opini publik di seluruh Indonesia. Banyak sekali orang di seluruh Indonesia yang bingung, marah, geram, muak, dan berontak melihat dan mendengar di televisi dan membaca di pers membanjirnya berita-berita, simpang siurnya komentar, atau membeludaknya reaksi keras berbagai kalangan dari rakyat kita yang 240 juta. Maklum, peristiwa tersebut  menyinggung masalah besar  (dan yang penting sekali) yang  berkaitan dengan berbagai bidang kehidupan bangsa dan negara kita.

 

Mengingat hebatnya gejolak dan besarnya akibat yang ditimbulkannya dalam  opini publik di seluruh negeri, maka sekarang ada kalangan yang menyamakan peristiwa ini sebagai “gempa raksasa” di kalangan atas atau bahkan “tsunami politik” tingkat tinggi, yang  masih sulit diduga bagaimanakah atau apa sajakah akibatnya dan juga kemana sajakah juntrungnya. Sebab, banyak kalangan yang melihat bahwa persoalan POLRI-KPK-Kejaksaan ini ada hubungan atau kaitannya dengan mega skandal lainnya (yang bahkan jauh lebih besar lagi !!! )  yang bernama kasus bank Century.

 

Clash antara pemerintah dan hati nurani rakyat

 

Karena itu, dengan mengamati perkembangan persoalan POLRI, Kejaksaan, KPK sampai sekarang kita semua bisa melihat bahwa masalah-masalah tersebut sudah bukan lagi hanyalah masalah hukum dan soal-soal kriminal saja, melainkan juga sudah melebar, meluas, dan menyangkut bidang politik, partai-partai, DPR, bahkan peran presiden SBY sendiri.  Ada kalangan yang melihat masalah ini sebagai clash (perbenturan) antara kredibilitas pemerintah (atau kalangan elite) versus hati nurani rakyat banyak.

 

Kiranya, betullah kata orang bahwa sesudah peristiwa besar dan bersejarah tahun 1998 ( ketika Suharto dipaksa turun dari kekuasaannya), baru heboh mengenai kisruh besar antara POLRI - KPK dan Kejaksaan (dan DPR) sekarang inilah yang merupakan peristiwa terbesar dan terdahsyat, yang akibatnya bisa sangat penting bagi negara dan bangsa kita di kemudian hari.

 

Persoalan POLRI-KPK-Kejaksaan yang sudah terus-menerus setiap hari memenuhi halaman suratkabar, majalah, dan layar televisi di seluruh Indonesia, merupakan salah satu di antara banyak bukti bahwa negara kta memang sedang dirusak oleh mafia hukum, mafia peradilan, mafia kekuasaan. Sebagai akibatnya, sejak lama belum pernah ada peristiwa yang sudah membikin brontak emosi dan fikiran begitu banyak dan begitu luas berbagai golongan dalam masyarakat.

 

Kebobrokan, kebusukan, dan kebejatan moral di kalangan tinggi aparat negara kita ini bukan saja telah kelihatan telanjang bulat di Mahkamah Konstitusi, atau dari proses penelitian oleh TPF (Tim 8), melainkan juga dari berbagai pernyataan orang-orang yang tersangkut dalam perkara besar ini, termasuk dalam perkara Antasari dan kasus bank Century.

 

Sejak jaman Orde Baru sudah banyak mafia

 

Sebenarnya, kalau kita cermati dalam-dalam, maka nyatalah bahwa negara kita sejak pemerintahan Orde Baru sudah dijangkiti oleh penyakit parah yaitu : mafia hukum, mafia peradilan, dan mafia kekuasaan. Seperti yang sama-sama kita ingat, sejak rejim militer Suharto penyakit-penyakit tersebut adalah jauh lebih parah, lebih luas, dan juga lebih lama (paling sedikit 32 tahun !).  Dan kita juga sama-sama tahu bahwa itu semua adalah karena negara kita waktu itu sedang dikuasai oleh suatu rejim yang merupakan mafia raksasa yang dikepalai Suharto.

 

Nah, dalam mafia raksasa inilah  banyak sekali pejabat penting negara (militer ataupun sipil seperti tokoh-tokoh utama Golkar) yang menjadi penjahat, yang bersekongkol dengan berbagai anasir atau oknum yang bergelimang dengan praktek-praktek korupsi.  Tetapi, kita juga sama-sama ingat bahwa karena adanya mafia hukum, mafia peradlan dan mafia kekuasaan (yang dikelola oleh Suharto bersama jenderal-jenderalnya) maka sedikit sekali berbagai kejahatan (kejahatan HAM yang luar biasa, kejahatan korupsi, kejahatan ekonomi) bisa dibongkar apalagi diadili. Dan itu berlangsung lama sekali, selama 32 tahun !!!

 

Sebenarnya, sejak pemerintahan Orde Baru secara resminya saja sudah bubar dalam tahun 1998 dan digantikan oleh berbagai pemerintahan sampai sekarang, mafia hukum, mafia peradilan, dan mafia kekuasaan masih terus-menerus merajalela di berbagai tingkat dan bermacam-macam bidang, dengan berbagai bentuk dan skala yang berbeda-beda juga. Ini terjadi di Jakarta, di tingkat propinsi, kabupaten, sampai kecamatan. Jadi korupsi sama sekali bukanlah soal baru bagi sebagian terbesar rakyat kita.Karena sudah merajalela sejak 1965.

 

Negara kita adalah negara bedebah

 

Namun demikian, terbongkarnya sebagian dari kebobrokan dan kebusukan pemerintahan  kita yang dipertontonkan oleh pemutaran rekaman percakapan tilpun antara para pejabat dan penjahat oleh Mahkamah Konstitusi, disusul dengan  proses dan hasil-hasil pekerjaan  TPF (Tim 8), ditambah dengan berbagai pernyataan para “tokoh” utama dalam persoalan yang rumit ini (antara lain : Kapolri, Jaksa Agung, Antasari, Anggodo, Ari Muladi, Bibit Samad Rianto, Chandra Hamzah) menunjukkan kepada kita semua dengan jelas bahwa  heboh tentang KPK-Polri-Kejaksaan ini sudah betul-betul membikin makin jelas lagi bagi banyak orang bahwa negara kita ini adalah negara para bedebah (untuk meminjam ungkapan Adhie Massardi dalam puisinya yang bagus sekali dan sangat populer dewasa ini)

 

Heboh tentang kisruh di aparat negara di tingkat tertinggi ini ditambah dengan munculnya heboh baru tentang sikap komisi III DPR yang kelihatan sekali bersikap membela POLRI dalam persoalan pimpinan KPK (yang sudah di non aktifkan) Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah merupakan pendidikan politik dan moral secara besar-besaran yang skalanya atau jangkauannya belum pernah terjadi di masa lampau.

 

Dengan banyaknya orang (beberapa puluh juta) di seluruh Indonesia yang mengikuti siaran berbagai televisi  (antara lain dan terutama Metro TV, SCTV, TV One, RCTI)  setiap pagi, siang dan malam yang banyak sekali menayangkan berita, komentar, dialog , perdebatan dll mengenai kasus KPK-POLRI-Kejaksaan  (sekitar Bibit-Chandra dan Antasari) maka banyak orang bisa mengetahui dengan gamblang sekali bahwa negara  kita sedang dirusak oleh berbagai macam mafia. Dan karena penyelesaian kasus-kasus ini (lewat pengadilan atau lewat cara-cara lain) masih akan makan waktu  lama sekali, maka pendidikan tentang politik dan  moral, tentang pemerintahan yang bersih, tentang pemberantasan korupsi dan segala macam kejahatan lainnya, yang diberikan oleh kasus-kasus ini akan luar biasa pentingnya, dan juga tanpa preseden sebelumnya.

 

Rakyat kita mendukung KPK dengan antusias

 

Disiarkannya oleh Mahkamah Konstitusi (selama empat setengah jam) rekaman percakapan tilpun antara berbagai pejabat top di kepolisian dan kejaksaan dengan Anggodo dan orang-orang lainnya telah membikin meledaknya kemarahan dan berkobarnya kebencian puluhan juta orang di seluruh negeri terhadap kelakuan sebagian pejabat-pejabat di kepolisian dan kejaksaaan. Ini merupakan fenomena yang penting sekali (dan menggembirakan) , yang menunjukkan bahwa rakyat sudah tidak bisa lagi diperlakukan seperti yang dialami selama masa rejim militer Orde Baru selama 32 tahun.

 

Fenomena lainnya yang juga  amat penting (bahkan terpenting kalau dilihat dari segi jangka jauh) adalah lahirnya gerakan besar-besaran dan luas sekali – yang juga tidak ada preseden sebelumnya – untuk mendukung KPK. Hampir di semua kota besar Indonesia, bahkan di banyak kota kecil dan daerah-daerah (di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara) muncul berbagai macam gerakan, yang menggunakan nama atau bentuk : koalisi, aliansi,  gerakan, aksi, front. Atau nama-nama lainnya yang menunjukkan besarnya antusiasme  yang menggebu-gebu dari berbagai golongan untuk mendukung KPK

 

Satu indikasi yang menunjukkan betapa hebatnya gejolak yang disebabkan oleh kisruh POLRI-KPK-Kejaksaan (dan kemudian juga dengan DPR) adalah banyaknya orang yang ikut dalam gerakan face-book untuk mendukung KPK bersama Bibit-Chandranya. Dalam tempo yang singkat saja (kurang lebih sepuluh hari) sudah tercatat ada lebih dari 1.200.000. Luar biasa!

 

Patutlah kiranya juga kita perhatikan bersama-sama bahwa dalam segala gerakan atau aksi-aksi membela KPK di banyak tempat di seluruh Indonesia ini kalangan muda dari macam-macam golongan masyarakat mengambil peran atau inisiatif terbesar. Mereka tidak saja mengadakan berbagai macam demonstrasi, long march, mogok makan, tetapi juga rapat-rapat umum, mengirimkan petisi, teater, pembacaan puisi dll dll. (Sebagai contoh, di antara aksi-aksi yang banyak dilakukan tiap hari di seluruh Indonesia itu adalah aksi mogok makan di halaman KPK, oleh aktivis-aktivitas berbagai organisasi, termasuk dari LMND/PRD yang berjalan selama lebih dari 10 hari).

 

Kalau kita perhatikan tayangan televisi tentang berbagai macam gerakan untuk mendukung KPK  dalam melawan usaha-usaha untuk meng kriminalisasikannya atau bahkan mematikannya, maka nampak bahwa angkatan muda bangsa kitalah yang tampil paling depan atau ambil peran utama. Ini adalah sungguh-sungguh hal yang paling indah dalam hiruk-pikuk tentang kisruh atau skandal besar yang sedang kita tonton tiap hari selama ini.

 

Peran penting sekali kalangan muda bangsa

 

Kita patut bergembira juga bahwa dalam gerakan mendukung KPK ini kalangan muda datang dari berbagai golongan masyarakat, antara lain dari golongan Islam, Kristen, nasionalis, atau kiri (pendukung Bung Karno, atau golongan komunis). Ikut sertanya kalangan muda dari berbagai golongan (atau partai politik) ini menunjukkan bahwa terjadi perkembangan penting di kalangan muda.

Bangkitnya kalangan  muda kali ini menunjukkan bahwa bangsa kita masih mempunyai harapan akan adanya perubahan-perubahan yang menguntungkan kepentingan orang banyak.

 

Ketika kalangan tua mereka (yang duduk dalam pemerintahan dan DPR sebagai wakil berbagai partai politik) kelihatan pasif atau adem-ayem saja dalam menghadapi heboh KPK-POLRI-Kejaksaan, karena sudah diikat atau diborgol oleh koalisi dengan SBY-Budiono, maka banyak kalangan  muda dari berbagai golongan ini terpaksa mengambil  jalannya sendiri dan tidak tunduk kepada   angkatan tua mereka masing-masing.

 

 “Rupture” (perpecahan atau  retak) antara kalangan muda - termasuk sebagian  besar intelektual-  yang umumnya membela KPK dan “angkatan tua” di partai-partai politik dan aparat negara (atau pemerintahan) menumbuhkan harapan akan timbulnya gerakan ekstra-parlementer yang luas dan kuat dalam berbagai bentuk dan cara. Lahirnya gerakan yang luas ini adalah petunjuk yang jelas bahwa kredibilitas pemerintahan SBY yang disokong oleh banyak partai politik sudah jatuh merosot, dan bahwa DPR dan partai-partai juga makin tidak dipercayai rakyat banyak.

 

Kasus skandal KPK-Polri-Kejaksaan (ditambah dengan kisruh di DPR) menunjukkan bahwa kemunafikan dan kebejatan moral di kalangan atas sudah mencapai puncaknya ketika kita saksikan bahwa “sumpah demi Allah” sudah ramai-ramai diobral murah untuk menutupi kejahatan atau dosa-dosa, dan ketika nama Tuhan juga  sudah  dicatut atau di salahgunakan (atau dilecehkan) dalam berbagai kesempatan. Sebenarnya, mafia hukum, mafia peradilan, dan mafia kekuasaan yang penuh dengan kemunafikan ini sudah lama menginjak-injak agama, walaupun banyak pelaku-pelakunya menyebut dirinya sebagai muslim dan rajin sembahyang atau berkali-kali naik haji (ingat, antara lain : kasus Suharto, Tommy, Ibnu Sutowo, Bob Hasan,  dll dll dll)

 

Merajalelanya korupsi yang sejak lama disuburkan oleh mafia hukum, mafia peradilan (termasuk mafia pengacara), yang akhir-akhir ini dibeber dengan adanya geger kasus KPK-POLRI-Kejaksaan membikin melek sebagian besar rakyat kita tentang kebejatan moral di kalangan elite kita. Orang pun bertanya-tanya : sudah sampai sebegitu bejatnyakah akhlak pejabat-pejabat kita, dan mengapa bisa terjadi penyakit yang separah itu, dan apakah  bisa mengobatinya, dan bagaimana caranya.?

 

Jelaslah, bahwa jawaban kepada pertanyaan-pertanyaan itu adalah tidak gampang dan juga bisa macam-macam sekali. Sebab ini ada kaitannya dengan soal besar yang fundametal sekali, yaitu moral. Juga dengan soal-soal lainnya, antara lain :  moral publik (“korupsi sudah lumrah”), pemerintahan yang lemah, tidak adanya panutan yang berwibawa (yang seperti Bung Karno), tidak adanya nasionalisme atau patriotisme, tidak peduli kepada kepentingan umum atau rakyat, mengutamakan secara berlebih-lebihan kekayaan atau kemewahan, tidak malu lagi mencuri harta umum,

 

Hubungan erat antara korupsi dengan mafia-mafia

 

Mengingat itu semua, agaknya dengan sistem dan politik pemerintahan yang sudah dijalankan sejak 65 akan sulit sekalilah memberantas korupsi yang berkaitan erat dengan mafia hukum, mafia peradilan dan mafia kekuasaan. Apalagi oleh pemerintahan SBY (atau pemerintahan-pemerintahan lainnya yang serupa atau sehaluan dengannya).

 

Sekarang ini sudah makin jelas bagi kita semua bahwa korupsi yang merajalela sejak pemerintahan Orde Baru dan dibikin lebih gamblang lagi oleh skandal besar KPK-Poliri-Kejaksaan (dan DPR) tidak kita temukan persamaannya atau bandingannya  dengan masa di bawah pemerintahan Bung Karno. Kalaupun di masa Bung Karno ada juga   korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, maka skalanya adalah jauh lebih kecil, bisa diumpamakan antara gurem dan gajah, atau antara kerikil dan gunung., dibandingkan dengan yang terjadi di masa Orde Baru, sampai sekarang.

 

Karena kelihatannya masalah-masalah besar yang dihadapi rakyat dan negara sulit sekali diatasi oleh pemerintahan SBY dengan koalisinya (partai-partai) yang kualitasnya sudah mulai kelihatan mengewakan banyak orang dan kehilangan martabatnya, maka dengan segala jalan serta berbagai macam cara dan bentuk kita perlu menyokong terus sehebat-hebatnya dan sekuat-kuatnya  gerakan rakyat (terutama kalangan muda) dalam perjuangan bersama melawan korupsi, mafia hukum, mafia peradilan dan mafia kekuasaan.

 

Cerakan rakyat untuk mendukung KPK yang sudah meluas di seluruh negeri sekarang ini adalah momentum yang luar biasa bagusnya untuk dijadikan modal bagi perjuangan bersama dalam mengadakan perubahan-perubahan sejati dan yang fundamental di negeri kita. Momentum yang begini indah ini tidak boleh kita biarkan lewat dengan percuma saja. 

 

Sekarang makin dibuktikan oleh pengalaman-pengalaman selama lebih dari 40 tahun bahwa hanya gerakan rakyat besar-besaran yang luas, yang dijiwai ajaran-ajaran revolusioner Bung Karno lah yang bisa diharapkan untuk mengadakan  perubahan-perubahan besar di negeri kita.

 

Paris, 14 November 2009


#42657 From: "Umar Said" <kontak@...>
Date: Wed Nov 11, 2009 12:11 pm
Subject: Heboh Polri-KPK-Kejaksaan Agung di website
kontak@...
Send Email Send Email
 

 

Heboh Polri-KPK-Kejaksaan Agung,

dan kasus Bank Century di website

 

Mengingat makin serunya persoalan kisruh antara POLRI-KPK-Kejaksaan sekitar kasus usaha meng-kriminalisasi dan melemahkan KPK, yang sudah melebar ke berbagai bidang kehidupan bangsa kita, maka website  http://umarsaid.free.fr akan terus-menerus sesering mungkin (dan juga sebanyak mungkin) menyajikan kumpulan berita, komentar, analisa, atau bahan-bahan informasi lainnya mengenai  segala  seluk beluk kasus besar tersebut serta perkembangannya.

 

Dengan penyajian bahan-bahan tersebut,  yang diusahakan dikumpulkan  dari berbagai sumber, dimaksudkan untuk membantu memudahkan para pembaca  supaya bisa mengikuti perkembangan persoalan besar dan dahsyat ini , yang membongkar kebobrokan moral atau kebusukan  akhlak yang sudah merusak hati nurani pejabat-pejabat negara kita yang bersekongkol dengan penjahat-penjahat besar yang tergabung dalam mafia hukum, mafia peradilan dan mafia kekuasaan.

 

Dari penyajian bahan-bahan bacaan ini, kita semua akan dapat memperoleh sedikit gambaran tentang persoalan yang dihadapi pimpinan KPK Bibit Slamet Riyanto dan Chandra Hamzah, dan  juga Antasari., serta besarnya dan luasnya dukungan masyarakat  kepada KPK yang sedang diserang oleh POLRI (dan Kejaksaan Agung) melalui  berbagai rekayasa.

 

Yang lebih penting lagi, adalah bahwa kasus POLRI-KPK-Kejaksaan ini memberikan indikasi-indikasi ke arah  persoalan yang jauh  lebih besar lagi, yaitu kasus bank Century, yang terkait dengan skandal besar  dana sebanyak  Rp 6,7 triliun yang merugikan negara dan rakyat.

 

Semuanya ini merupakan pendidikan politik dan  moral yang bagus sekali bagi rakyat kita secara besar-besaran dan berskala nasional, dan sekaligus menjadi kesempatan emas bagi banyak kalangan dalam masyarakat untuk memperjuangkan dan mendorong adanya perubahan-perubahan drastis dan fundamental  di negara kita.

 

Paris, 11 November 2009

A. Umar Said

 

 

 

            



__________ Information from ESET NOD32 Antivirus, version of virus signature database 4593 (20091110) __________

The message was checked by ESET NOD32 Antivirus.

http://www.eset.com


__________ Information from ESET NOD32 Antivirus, version of virus signature database 4595 (20091111) __________

The message was checked by ESET NOD32 Antivirus.

http://www.eset.com

#42656 From: Rahmat ST <rahmat_net2002@...>
Date: Tue Nov 10, 2009 4:19 pm
Subject: (No subject)
rahmat_net2002
Offline Offline
Send Email Send Email
 
#42655 From: "girliedgchick" <girliedgchick@...>
Date: Tue Nov 10, 2009 9:59 am
Subject: [Private Photo Share] Sexy Girl- Has sent you private photos.
girliedgchick
Offline Offline
Send Email Send Email
 
I do not want the entire group seeing these photos.Because some may recognize
me. Here's the link:
http://glittersgirl.zoomshare.com/files/photos.htm

Enjoy babe :)

#42654 From: "newszfriends" <newszfriends@...>
Date: Sat Nov 7, 2009 12:15 pm
Subject: i found a very interesting Flash Game!
newszfriends
Offline Offline
Send Email Send Email
 
haha! I i found a very interesting Flash Game today, so I wanna share it with
you.  You can play online here:

http://roly-poly.zoomshare.com/files/flashgame.htm

#42653 From: "kellyebfriend" <kellyebfriend@...>
Date: Tue Nov 3, 2009 4:11 pm
Subject: I have added you to my friends network today!
kellyebfriend
Offline Offline
Send Email Send Email
 
I created this cool friends network and added you to my friends network. Hit-up
now:
http://suziride.zoomshare.com/files/girlfriend.htm

#42652 From: "kellyebfriend" <kellyebfriend@...>
Date: Tue Nov 3, 2009 4:11 pm
Subject: I have added you to my friends network today!
kellyebfriend
Offline Offline
Send Email Send Email
 
I created this cool friends network and added you to my friends network. Hit-up
now:
http://suziride.zoomshare.com/files/girlfriend.htm

#42651 From: "newpdfriend" <newpdfriend@...>
Date: Mon Nov 2, 2009 5:37 pm
Subject: You have received an important Message!
newpdfriend
Offline Offline
Send Email Send Email
 
You have received an important Message! Check your message here:
http://xxangix.zoomshare.com/files/msg.htm

Messages 42651 - 42680 of 42680   Newest  |  < Newer  |  Older >  |  Oldest
Advanced
Add to My Yahoo!      XML What's This?

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help