Search the web
Sign In
New User? Sign Up
gorontalomaju2020 · GORONTALO-2020
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Message search is now enhanced, find messages faster. Take it for a spin.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Ternyata Ibu Tua itu, Ibu Boediono *)   Message List  
Reply | Forward Message #32184 of 33423 |
Re: Bls: [GM2020] Re: Ternyata Ibu Tua itu, Ibu Boediono *) Kampanye nih....

Saya kira untuk masalah ini sebenarnya kembali ke akarnya;
1. Apakah ini kampanye atau bukan?
2. Ada yang menuduh saya punya kepentingan di balik memforward notes teman FB kesini.
3. Melebar dari bung Maminasata mengenai haji. Katanya, kenapa Boediono belum berhaji.

Saya menjawab sesuai itu saja. Sekaligus meluruskan agar tidak bias dan lari dari konteks.

1. Temanya topik ini tentu saja jauh dari situ. Sudah itu saya sampaikan sebelumnya agar fokus ke narasi. Ini murni catatan seorang teman jauh sebelum Boediono terpilih jadi Gubernur BI, apalagi Wakil Presiden. Artinya, dalam konteks waktu juga ruang, ini sangatlah jauh dari konteks Pilpres yang baru saja lewat. Prosedur demokrasi telah selesai, hasil hampir telak. Realitas politiknya, kini kubu SBY-Boediono mayoritas. Jadi, logika politiknya, untuk apa lagi kampanye pasca itu. Berikut, tanpa ada yang suruh, Golkar kini merapat ke SBY-Boed. Jadi, tinggal berapa persen yang masih tersisa? Taufik Kiemas malah juga mulai tidak tertarik beroposisi. Jadi, jika akumulasi power sudah seperti itu, lalu untuk apa?

2. Tentu saya punya kepentingan, jika melihat konteks. Kepentingan saya adalah menghargai dan mengapresiasi sikap dari Herawati, juga Boediono. Mental pejabat hampir tak ada jika dilihat dari tindak tanduknya. Bisa juga anda lihat analisis dari Metro TV tentang Psikologi Politik para Kandidat lalu. Hamdi Muluk luar biasa memetakannya. Termasuk mengapresiasi JK yang sikapnya yang luar biasa. Mental pejabat seperti ini adalah contoh bagi bangsa ini yang memiliki jutaan pejabat namun berperilaku buruk. Point ini saya menekankan bahwa mental, sikap dan perilaku penting dijadikan sandaran bagi rekrutmen elit
politik di Negeri ini.

3. Mengenai haji yang dikeluhkan Bung Maminasata yang kemudian ditambah oleh Bung Muhlis. Saya tidak tahu apa motif Boediono sekeluarga belum naik haji. Tapi saya juga tidak tahu apa motif PKS yang saya yakin di dalamnya penuh dengan ahli-ahli Islam yang saya kagumi seperti Anis Matta, Hidayat, Tifatul, dan Hilmi, namun mereka tetap mendukung Boediono sebagai cawapres, walau sebelumnya sempat mempertanyakannya. Walau pada akhirnya juga tetap bulat mendukung SBY-Boed. Saya yakin mereka punya pendapatt yang tidak kita ragukan prinsip dan sandaran teologisnya. Jawaban teologis dan juga fikih ada pada mereka dan saya tidak punya kapasitas fikih/teologis untuk menjawab.
Tapi, jika dipandang dari sisi sosiologis, haji itu fungsional. Semestinya tidak sekedar label Islam, memenuhi kewajiban dan seterusnya. Tetapi, haji semestinya dijadikan ruang penempaan mental dan sikap para haji tersebut untuk "lebih baik". Waktu selama di Mekkah dan juga persiapan sebelumnya semestinya ditransformasi menjadi arena perbaikan, menjadi bengkel mental dan sikap. Dan, jika itu berhasil tentu saja hasil yang kita harapkan adalah bukan hasil kuantitas, tetapi kualitas. Sekarang pertanyaannya, untuk konteks Gorontalo (agar kecil) seberapa besar signifikansi bahwa banyaknya haji (yang sebagian besar pejabat dan orang berduit) itu merubah mental dan sikap mereka setelah berada di realitas sosial mereka?

Saya setuju sekali dengan kewajiban haji. Karena haji itu fungsional. Namun, problemnya adalah haji yang dipahami oleh sebagian orang berduit di negara dan daerah kita adalah sekedar label resmi melalui semua Rukun Islam. Kepentingannya adalah juga menaikkan rating sosial di lingkungannya. Persoalan mental dan sikap berubah itu nomor sekian.

Coba anda lihat satu per satu tabiat dari elit politik kita di Gorontalo yang sudah naik haji. Ada yang sekali, bahkan ada yang tak terhitung. Saya tak perlu mendetailkan mereka satu persatu. Tetapi, label haji yang kini ramai malah seperti ijazah kuliah. Persoalan ilmu terpakai atau tidak itu urusan belakang, atau lewat jalur kuliah bahkan jalur belakang, yang penting sarjana dulu..

Argumen bung Muhlis saya sepakati bahwa ini tak bisa ditunda untuk mereka yang telah wajib. Namun, saya rasa ini tak berefek jera bagi yang bermental "parah" diatas. Mesti ada instrumen sosial yang perlu ditambahkan dalam instrumen fikih itu. Misalnya, warga di setiap lingkungan membangun instrumen yang bisa memproteksi tingkah laku haji-haji itu agar tidak karuan sikapnya. Bisa dengan meminimalisir peran dia dari lingkungan dan segala macamnya.

Bung Muhlis, saya percaya bahwa kewajiban terhadap haji. Kewajiban haji adalah agar setiap "alumni Mekkah" itu semestinya punya tanggung jawab sosial untuk memperbaiki keruwetan dunia ini. Selain untuk memperbaiki diri tentunya.

Kita sekalian mungkin sedang menyaksikan program Pemerintah Provinsi dan Depag tentang EHA (Embarkasi Haji Antara). Secara kualitas service prosedur oke, tetapi Negara tidak berfikir bahwa mereka sebagai operator pelaksanaan haji juga punya kapasitas proteksi terhadap itu. Negara (Pemprov dan Depag) semestinya juga memberikan kriteria yang ketat bagi mereka yang ingin berhaji. Instrumennya tentu tidak sekedar fikih dan administratif. Tetapi juga sosial. Proses rekrutmen yang terbuka seperti itu menjadikan label haji kekinian tak seperti dulu lagi, karena ada uang haji pun terlaksana. Sangat gampang. Persoalan uang dari mana itu nomor sekian yang penting secara administratif sudah memenuhi "kriteria".

Bung Muhlis, akhirnya persoalan mengenai haji sangat kompleks menurut saya. Banyak faktor yang kemudian membuat masalah haji bukan menjadi arena perbaikan dunia. Bahkan haji hari ini menjadi arena ekonomi-politik seluruh orang yang punya kepentingan di dalamnya. Pelaksanaan haji mulai kemudian kehilangan ruh profetiknya. Ia kini bagai orang tamasya dan pulang bawa gelar+oleh-oleh.


 Terima kasih dan mohon maaf agak panjang..


Funco Tanipu.



nb; catatan ini saya tulis dengan miris, mengingat almarhum kedua orang tua saya yang begitu berkeinginan untuk naik haji. sayang, mereka hanya pns (guru) yang pensiun di III A dengan pengabdian pada bangsa dan negara ini selama 30 tahun. maka, keinginan itu pun mereka bawa ke liang lahat.




Pada 20 Juli 2009 02:19, muhlispomalingo <muhlispomalingo@...> menulis:
 

Jadi pengen nimbrung juga....
Saya 200% setuju juga dgn Bung Ikbal, dan tidak setuju dengan argumen Bung Funco.
Saya setuju dgn bung Ikbal yg berpendapat bahwa materi sharing teman FBnya Bung Funco bisa saja hasil "kreativitas imajinasi kebohongan" Tim Sukses yang bisa saja memblow up "kesederhanaan" seorang Budiono yang nota bene punya penghasilan mungkin lebih besar dari Kab. baru di Gtlo.

Pada masa kampanye kemarin materi - materi sperti ini banyak bersileweran di e-mail, FB dan jejaring sosial lainnya, tetapi agak aneh baru rame di diskusikan dimilist ini, dan yang memulai adalah bung Funco.

Dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada beliau saya justeru tertarik mengenai statemen bung Funco tentang Haji:

"Haji itu masalah privat, masalah hubungan Tuhan dan hambaNYa" lebih lanjut pernyataan bung funco bahwa "Bangsa ini memproduksi haji dan hajjah sudah sangat banyak, jutaan

jumlahnya. Tetapi, produksi kekerasan dan eksploitasi sudah melampaui indeks kejahatan manapun"

Ulama fikih sepakat menyatakan bahwa ibadah haji wajib dilaksanakan bagi setiap mukmin yang mempunyai kemampuan biaya, fisik, dan waktu. Akan tetapi, mereka berbeda pendapat tentang kapan kewajiban itu dimulai, apakah kewajiban itu bisa ditunda, atau harus dilaksanakan segera setelah mampu. Imam Abu Hanifah, Imam Abu Yusuf (sahabat Imam Abu Hanifah), ulama Mazhab Maliki, dan pendapat terkuat di kalangan Mazhab Hanbali menyatakan bahwa apabila seseorang telah mampu dan memenuhi syarat, wajib langsung mengerjakan ibadah haji dan tidak boleh ditunda. Jika pelaksanaannya ditunda sampai beberapa tahun, maka orang tersebut dihukumkan fasik, karena penundaan tersebut termasuk maksiat.

Ibadah haji tidak boleh ditunda bagi orang yang telah mampu dan memenuhi syarat adalah firman Allah SWT dalam surah Ali 'Imran (3) ayat 97 dan surah al-Baqarah (2) ayat 196. Tuntutan untuk menunaikan ibadah haji itu adalah tuntutan yang sifatnya segera, karenanya, tidak boleh ditunda.

Saya tidak kenal Budiono lebih dekat sedekat bung Funco menggambarkan dalam diskusi sebelumnya, tetapi yang saya tahu bahwa beliau lebih dari kata "cukup" secara fisik apalagi materi. Saya bukan menggugat kenapa beliau belum menunaikan haji, tentu itu hak privat beliau kepada sang Khalik sebagaimana argumen bung Funco. Tetapi dari dalil dalil Alquran dan Hadits tidak ada satupun pembenaran terhadap orang yang sudah lebih dari "cukup" untuk tidak menunaikan ibadah haji, yang biayanya tidak lebih dari gaji beliau sebulan sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Masalah produksi haji & hajjah yang terbanyak tetapi kekerasan dan kejahatan tetap ada justeru harus dipandang dengan argumen terbalik, jika seandainya tidak ada haji bisa dipastikan tentu keadaan kejahatan jauh lebih buruk lagi. Predikat haji & hajjah menuntut mereka paling tidak harus mempertanggungjawabkan secara moral kepada lingkungannya meskipun sebenarnya tanggungjawab itu jauh lebih besar kepada Allah yang melantik Haji & Hajjah.

Jika membadingkan tingkat kepatuhan terhdap hukum di Indonesia (mayoritas muslim) dgn negara lain sperti China (non muslim) kita memang masih jauh. Bukan Agamanya yang salah tetapi penghayatan terhdap nilai-nilai agama yg dianut yang menjadi kunci kepatuhan hamba kepada Sang Khalik.

Jadi bukan haji & gelar Hajinya yang salah tetapi ketidakmampuan kita dalam mengamalkan nilai2 Haji itu sendiri sebagi wujud Penyempurnaan Rukun Islam yang menyebabkan masih banyaknya kemungkaran di bumi Indonesia.

Bolo ma'apu ju...
Odu' olo...


--- In gorontalomaju2020@yahoogroups.com, Iqbal <kaizen_13@...> wrote:
>
> Jadi pengen ikutan nimbrung. Saya mengaminkan 100 persen argumen bung Funco tentang postingan awalnya. Ini memang sekedar sharing dari fb temannya yang mungkin juga dimaksudkan utk kampanye pada saat masa2nya kemaren meskipun bisa saja cerita ini cuma rekayasa penulis. Komentar dari teman2 lain juga saya pikir sebagai apresiasi meskipun sudut pandangnya berbeda. Pro dan kontra adalah hal wajar begitu pula bahasa yang digunakan. Masalah etika kita serahkan saja pada pandangan orang yang membacanya yang juga akan mengadilinya dengan nilai2 yang dia anut. Tetaplah berdiskusi..
>
> Salam,
> Iqbal M
>
> Sent from my iPhone
>
> On Jul 19, 2009, at 10:00 PM, Funco Tanipu <func0@...> wrote:
>
> Bung Andre, semestinya dilihat fokus narasi secara detail. Vonis anda mestinya melihat narasi secara hermeneutik. Apa ada interest saya di balik itu?
> Sebenarnya, jika melihat dari narasi sebelumnya, ini adalah pengalaman seseorang tentang perjumpaan dia dengan Herawati. Dia menceritakan secara apa adanya. Dia tak dibayar untuk itu. Dan apalagi dia menceritakan hal itu pasca pilpres.
>
> Forum ini forum terbuka, tidak ada klaim ruang apalagi waktu di forum ini. Saya mengikuti forum ini sejak 2005, dan setahu saya tak ada rules mengatur hal-hal yang perlu dibicarakan itu semestinya yang masa kini. Yang diatur adalah etika dan kesopanan dalam bertutur. Jika lebih rigid, etika adalah juga penghargaan terhadap pandangan orang lain, bukan kemudian mengatur pandangan orang lain dalam irama otak kita.
>
> Toh, tema dalam milis ini juga hampir tak beraturan. Jadi, apa yang mesti dikatakan "lawas"?
>
> Tapi, saya mengakui bahwa mereka, para kandidat lalu adalah orang-orang memiliki kapital yang luar biasa. Tapi juga kita mesti melihat itu secara detail, mana yang mengakumulasi secara sopan dan beretika, mana pula yang melakukan akumulasi secara "buas".
>
> Berikutnya, yang semestinya dipahami dan ditelaah adalah personalitas dari kandidat itu. Semestinya, bung Andra tidak pasif terhadap itu. Warga yang baik adalah juga warga yang berpartisipasi aktif dalam dinamika demokrasi. Tidak sekedar mencela apa yang teah dihasilkan demokrasi. Secara prosedural, demokrasi kita sudah lebih baik dari sebelumnya, walau tidak sempurna. Namun, celah substansial dalam demokrasi itulah yang mesti kita perbaiki, tentu saja dengan kontribusi aktif dari kita sekalian.
>
> Saya tidak mengenal Boediono, karena saya hanya "mendengar" kuliah untuk studi pembangunan dari beliau hanya "beberapa saat", di saat dia punya waktu ke UGM.
>
> Bung Andra, tak perlu militan dan fundamental memang untuk mendukung pemimpin kita. Saya tak pernah punya hasrat jadi seperti itu. Tetapi, kita juga mesti fair untuk mengapresiasi jika dia memiliki hal yang lebih baik dari yang lain. Yang saya tahu tentang Boediono, adalah dia memiliki karakter yang "tidak buas" dalam mengakumulasi kapital. Kapital miliknya adalah murni penghargaan profesi dia.
>
> Terima kasih, mohon maaf agak panjang..
>
>
>
> Funco Tanipu
>
> .
>
>
>
>
>
>
> --- Pada Ming, 19/7/09, andrekasim <andrekasim@...> menulis:
>
> Dari: andrekasim <andrekasim@...>

> Judul: [GM2020] Re: Ternyata Ibu Tua itu, Ibu Boediono *) Kampanye nih....
> Kepada: gorontalomaju2020@yahoogroups.com
> Tanggal: Minggu, 19 Juli, 2009, 11:42 AM
>
>
> Bung Funco mengangat isue yg tidak relevan lagi... sudah basi, jelas sekali temanya untuk kampanye (bukan untuk kemenangan lagi tetapi pencitraan) padahal anda sendiri sudah menggaris bawahi pasangan SBY-Boed menang 61%. Untuk apalagi dibahas.
>
> Mau miskin, mau kaya, mau pura - pura miskin terserah dia ...!
>
> Kalau anda tidak mengenal betul siapa Boediono tdk usah militan begitu..! bela2in Budiono...
>
> Sekedar kilas balik berikut daftar kekayaan capres dan cawapres:
>
> 1. Prabowo Subianto Rp 1,5 triliun dan 7,5 juta dollar AS
> 2. Megawati Soekarnoputri Rp 256,4 miliar
> 3. Jusuf Kalla Rp 314,5 miliar dan 25.668 dollar AS
> 4. Wiranto Rp 81,7 miliar dan 378.625 dollar AS.
> 5. Susilo Bambang Yudhoyono Rp 6,8 miliar dan 246.389 dollar AS
> 6. Boediono Rp 22 miliar dan 15.000 dollar AS
>
> Ternyata semuanya mereka kaya raya, harta dunia berlimpah. Termasuk Budiono yang gaji Gubernur BI sebesar Rp 165 juta per bulan. Atau sekitar Rp 1,9 miliar pertahun.
>
> Pendapatan resmi seorang Wapres `hanya` Rp 57,2 juta per bulan saat ini. Sehingga, gaji Boediono pun akan berkurang sekitar Rp 108 juta per bulan pada oktober 2009 nanti.
>
> --- In gorontalomaju2020@ yahoogroups. com, Razif Halik <razifhalik@ ...> wrote:
> >
> > Mon Dieu, mon Dieu, ayez pitie de moi et de mon povere people....dila
> > oditi bung Fany Salamanya, longola bo popo'oyo?
> >
> > Wass.OH
> >
> >
> > Funco Tanipu wrote:
> > >
> > >
> > > Maminasata, tak usahlah terlalu curiga dengan posting ini. Bangsa ini
> > > terlalu lemah karena daya curiganya yang terlampau berlebihan.
> > > Tak ada gunanya kampanye, toh SBY-Boediono menang 60 %.
> > > Haji itu masalah privat, masalah hubungan Tuhan dan hambaNYa. Yang
> > > menjadi problem ketika menjadi haji tetapi berperilaku bua terhadap
> > > sesama.
> > > Bangsa ini memproduksi haji dan hajjah sudah sangat banyak, jutaan
> > > jumlahnya. Tetapi, produksi kekerasan dan eksploitasi sudah melampaui
> > > indeks kejahatan manapun..
> > >
> > > Thanks.
> > >
> > >
> > > Funco Tanipu (dari ST29)
> > >
> > > --- Pada *Ming, 19/7/09, elfian_paris@ ...
> > > /<elfian_paris@ ...>/* menulis:
> > >
> > >
> > > Dari: elfian_paris@ ... <elfian_paris@ ...>
> > > Judul: Re: [GM2020] Re: Ternyata Ibu Tua itu, Ibu Boediono *)
> > > Kampanye nih....
> > > Kepada: gorontalomaju2020@ yahoogroups. com
> > > Tanggal: Minggu, 19 Juli, 2009, 12:28 AM
> > >
> > >
> > >
> > > Haji atau tidak bukan dilihat dari berapa banyak uang yang
> > > dimiliki,pejabat atau bukan,karena haji itu adalah ibadah yang
> > > menyangkut keimanan dan urusannya dengan Tuhan,bukan untuk di
> > > publikasikan.
> > > Berapa banyak orang yang punya predikat haji tapi tidak diimbangi
> > > dengan perilaku yang terpuji.
> > > Sekali lagi ibadah haji bukan untuk menunjukan ini aku
> > > "haji".....! !!!
> > > Wassalam...
> > > Terimakasih
> > >
> > > Sent from my BlackBerry� smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung

> > > Teruuusss... !
> > >
> > > ------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
> > > *From*: "maminasata"
> > > *Date*: Sat, 18 Jul 2009 22:43:54 -0000
> > > *To*: <gorontalomaju2020@ yahoogroups. com>
> > > *Subject*: [GM2020] Re: Ternyata Ibu Tua itu, Ibu Boediono *)
> > > Kampanye nih.....
> > >
> > >
> > > Masih bau - bau kampanye nih aromanya...
> > > Demi pencitraan apapun dilakukan...
> > >
> > > Harta 24 milyar ini versi yg dilaporkan ke KPU yg bisa di audit,
> > > tetapi yg tidak teraudit Insya Allah jauh lebih banyak.
> > >
> > > Kalau punya duit sebanyak itu, umur sudah lanjut belum menunaikan
> > > ibadah haji gimana yah?
> > >
> > > --- In gorontalomaju2020@ yahoogroups. com
> > > </mc/compose? to=gorontalomaju 2020%40yahoogrou ps.com>, Funco Tanipu
> > > <func0@> wrote:
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > Suatu siang, setahun yang lalu. Tak sengaja di atas pesawat, saya
> > > > bersebalahan dengan seorang ibu tua. Ibu Tua itu berpakaian
> > > biasa, tak
> > > > ada merek branded yang melekat di badannya. Baju, tas, jam
> > > tangan semua
> > > > biasa saja, layaknya ibu-ibu biasa.. Setelah lama duduk, kamipun
> > > > terlibat dalam pembicaraan kiri kanan..
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > Ibu Tua: “Hendak ke mana dik†. Saya jawab hendak ke Jogja karena ada

> > > > urusan kantor. Lalu kami bicara mengenai banyak hal termasuk
> > > mengenai
> > > > jogja. Sampai saya bilang kalau kakak saya juga ngajar di UGM.
> > > > †Fakultas apa dik,†tanya Ibu Tua itu. †Di Fakultas Ekonomi,â€
> > > kata saya
> > > > sambil saya sebut sebuah nama. Dan ternyata Ibu Tua itu kenal
> > > baik. Ibu
> > > > Tua malah bilang sering berinteraksi dengan kakak saya itu.
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > †Dia rekan kerja suami saya,†kata Ibu Tua itu berulang-ulang. Lama

> > > > benar saya berpikir siapa sih Ibu Tua itu. Akhirnya saya
> > > beranikan diri
> > > > bertanya, †Memang suami Ibu siapa namanya†. Ibu Tua itu lalu
> > > menjawab,
> > > > Pak Boediono. †Walah, kalau itu sih bukan rekan kerja, Bu. Pak
> > > Boed mah
> > > > dosen, senior dan guru kakak saya,†.
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > †Ah gak lah, biasa saja,†tukas Ibu Tua itu. Waktu kami bertemu, Pak

> > > > Boediono masih menjabat sebagai Menko Ekuin di Kabinet SBY JK. Tapi
> > > > sudah akan resmi mengemban amanah jabatan baru sebagai Gubernur BI.
> > > > Lalu saya bilang ke Ibu Tua, †Selamat ya Bu, Pak Boed jadi Gubernur
> > > > BI,†. Tapi Ibu Tua itu malah bilang begini: †Saya itu sebenarnya gak

> > > > senang bapak jadi pejabat, repot dan kasihan sebagai orang tua.
> > > > Sudahlah gak usah di birokrasi, balik ke kampus saja momong cucu†.

> > > >
> > > >
> > > >
> > > > Lalu, sewaktu pesawat sebentar lagi mendarat di bandara, saya
> > > bertanya:
> > > > Ibu dijemput ya. Kalau gak ada yang jemput, ikut saya saja. Saya ada
> > > > kendaraan kantor. †Wah gak usah, saya sudah telpun tetangga saya
> > > untuk
> > > > minta dijemput†. Saya melongo, kaget bukan kepalang karena dia

> > > > benar-benar mengaku tak ada supir yang jemput dia.
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > Di akhir pertemuan singkat itu, Ibu Tua pesan †Kalau jalan-jalan di
> > > > Pasar Beringharjo, hati-hati dengan tas. Soalnya banyak copet,â€
> > > katanya
> > > > seraya kami tertawa. Selepas berpisah dengan Ibu Tua itu, saya
> > > > terheran-heran sendiri karena yang baru saja berbicara hangat tadi
> > > > adalah istri Gubernur BI. Dan benar saja, beberapa hari setelah kami
> > > > bertemu, Pak Boed dilantik sebagai Gubernur BI.
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > *) seperti dituturkan teman saya di Facebook nya
> > > >
> > > >
> > > > Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan
> > > lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih
> > > aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!
> > > > http://downloads. yahoo.com/ id/internetexplo rer/
> > > <http://downloads. yahoo.com/ id/internetexplo rer/>
> > > >
> > >
> > >
> > > ------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
> > > Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger
> > > <http://sg.rd. yahoo.com/ id/messenger/ trueswitch/ mailtagline/ *http://id. messenger. yahoo.com/ invite/>
> > > Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!
> > >
> >
>
>
> Akses email lebih cepat.
> Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis)
>




Sun Jul 19, 2009 8:20 pm

func0
Offline Offline
Send Email Send Email

Forward
Message #32184 of 33423 |
Expand Messages Author Sort by Date

Suatu siang, setahun yang lalu. Tak sengaja di atas pesawat, saya bersebalahan dengan seorang ibu tua. Ibu Tua itu berpakaian biasa, tak ada merek branded yang...
Funco Tanipu
func0
Offline Send Email
Jul 18, 2009
2:47 pm

Masih bau - bau kampanye nih aromanya... Demi pencitraan apapun dilakukan... Harta 24 milyar ini versi yg dilaporkan ke KPU yg bisa di audit, tetapi yg tidak...
maminasata
Online Now Send Email
Jul 18, 2009
11:09 pm

Haji atau tidak bukan dilihat dari berapa banyak uang yang dimiliki,pejabat atau bukan,karena haji itu adalah ibadah yang menyangkut keimanan dan urusannya...
elfian_paris@...
elfian_paris
Offline Send Email
Jul 19, 2009
12:28 am

Maminasata, tak usahlah terlalu curiga dengan posting ini. Bangsa ini terlalu lemah karena daya curiganya yang terlampau berlebihan. Tak ada gunanya kampanye,...
Funco Tanipu
func0
Offline Send Email
Jul 19, 2009
2:58 am

Mon Dieu, mon Dieu, ayez pitie de moi et de mon povere people....dila oditi bung Fany Salamanya, longola bo popo'oyo? Wass.OH...
Razif Halik
razhal2003
Offline Send Email
Jul 19, 2009
4:00 am

Bung Funco mengangat isue yg tidak relevan lagi... sudah basi, jelas sekali temanya untuk kampanye (bukan untuk kemenangan lagi tetapi pencitraan) padahal...
andrekasim
Offline Send Email
Jul 19, 2009
11:43 am

Bung Andre, semestinya dilihat fokus narasi secara detail. Vonis anda mestinya melihat narasi secara hermeneutik. Apa ada interest saya di balik itu? ...
Funco Tanipu
func0
Offline Send Email
Jul 19, 2009
1:00 pm

Jadi pengen ikutan nimbrung. Saya mengaminkan 100 persen argumen bung Funco tentang postingan awalnya. Ini memang sekedar sharing dari fb temannya yang mungkin...
Iqbal
kaizen_13
Offline Send Email
Jul 19, 2009
4:53 pm

Jadi pengen nimbrung juga.... Saya 200% setuju juga dgn Bung Ikbal, dan tidak setuju dengan argumen Bung Funco. Saya setuju dgn bung Ikbal yg berpendapat...
muhlispomalingo
Offline Send Email
Jul 19, 2009
7:20 pm

Saya kira untuk masalah ini sebenarnya kembali ke akarnya; 1. Apakah ini kampanye atau bukan? 2. Ada yang menuduh saya punya kepentingan di balik memforward...
Funco Tanipu
func0
Offline Send Email
Jul 19, 2009
8:20 pm

Ini asal note tersebut : http://www.facebook.com/note.php?note_id=99812610843 ... Ini asal note tersebut : http://www.facebook.com/note.php?note_id=99812610843...
Funco Tanipu
func0
Offline Send Email
Jul 19, 2009
8:37 pm

IBU BUDIONO Saya bisa percaya cerita ttg Ibu Bud dipesawat terbang. Tgl 27/6 y.l., ketika isteri sy akan menyongsong cucu2nya terbang dgn Garuda siang hari ke...
Razif Halik
razhal2003
Offline Send Email
Jul 19, 2009
11:44 pm

Tapi Om, mungkin kita akan lihat nanti jika Herawati dan Boediono akan berubah atau tidak.. ... Tapi Om, mungkin kita akan lihat nanti jika Herawati dan...
Funco Tanipu
func0
Offline Send Email
Jul 19, 2009
11:49 pm

BUDIONO Berubah duduk di pesawat tentu saja iya karena pertama, aturan sekuriti, kedua, aturan kepantasan sbg wkl kepala negara....tetapi untuk kemudian jadi...
Razif Halik
razhal2003
Offline Send Email
Jul 20, 2009
12:47 am

Cerita tentang Budiono Atau siapa saja tokoh bangsa ini sering kita dengar dari mana2. Disini juga saya sering mengalaminya, ada yang mengaku pernah jadi...
Iqbal
kaizen_13
Offline Send Email
Jul 20, 2009
2:42 am

Wah so jadi rame' lagi ini milis, bagi saya pribadi yang sangat awam sangat senang bisa belajar banyak berbagai hal dari para sesepuh milister seperti bung...
maminasata
Online Now Send Email
Jul 20, 2009
5:09 am

Bung maminasata saya belum dan tidak pantas bergelar Ustadz dari sekedar mengolah kata dikombinasikan copy paste (sedikit plagiat) dari artikel yg bertebaran...
muhlispomalingo
Offline Send Email
Jul 20, 2009
3:42 pm

hahahhaa.. postingan itu membuat banyak hal terungkap.. Hehehe...\ ... hahahhaa.. postingan itu membuat banyak hal terungkap.. Hehehe...\ Pada 20 Juli 2009...
Funco Tanipu
func0
Offline Send Email
Jul 20, 2009
3:52 pm

wati loaku kaao nggahi akeni , tanggahi jara mena mpa, ainara wara kani ngahi malaju. mada wati poda loaku bade ro pada aura nggahi menanweki akeni. kelemboade...
my@...
myncokimori
Offline Send Email
Jul 19, 2009
5:27 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help