Jadi pengen nimbrung juga....
Saya 200% setuju juga dgn Bung Ikbal, dan tidak setuju dengan argumen Bung
Funco.
Saya setuju dgn bung Ikbal yg berpendapat bahwa materi sharing teman FBnya Bung
Funco bisa saja hasil "kreativitas imajinasi kebohongan" Tim Sukses yang
bisa saja memblow up "kesederhanaan" seorang Budiono yang nota bene punya
penghasilan mungkin lebih besar dari Kab. baru di Gtlo.
Pada masa kampanye kemarin materi - materi sperti ini banyak bersileweran di
e-mail, FB dan jejaring sosial lainnya, tetapi agak aneh baru rame di diskusikan
dimilist ini, dan yang memulai adalah bung Funco.
Dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada beliau saya justeru tertarik mengenai
statemen bung Funco tentang Haji:
"Haji itu masalah privat, masalah hubungan Tuhan dan hambaNYa" lebih lanjut
pernyataan bung funco bahwa "Bangsa ini memproduksi haji dan hajjah sudah sangat
banyak, jutaan
jumlahnya. Tetapi, produksi kekerasan dan eksploitasi sudah melampaui indeks
kejahatan manapun"
Ulama fikih sepakat menyatakan bahwa ibadah haji wajib dilaksanakan bagi setiap
mukmin yang mempunyai kemampuan biaya, fisik, dan waktu. Akan tetapi, mereka
berbeda pendapat tentang kapan kewajiban itu dimulai, apakah kewajiban itu bisa
ditunda, atau harus dilaksanakan segera setelah mampu. Imam Abu Hanifah, Imam
Abu Yusuf (sahabat Imam Abu Hanifah), ulama Mazhab Maliki, dan pendapat terkuat
di kalangan Mazhab Hanbali menyatakan bahwa apabila seseorang telah mampu dan
memenuhi syarat, wajib langsung mengerjakan ibadah haji dan tidak boleh
ditunda. Jika pelaksanaannya ditunda sampai beberapa tahun, maka orang tersebut
dihukumkan fasik, karena penundaan tersebut termasuk maksiat.
Ibadah haji tidak boleh ditunda bagi orang yang telah mampu dan memenuhi
syarat adalah firman Allah SWT dalam surah Ali 'Imran (3) ayat 97 dan surah
al-Baqarah (2) ayat 196. Tuntutan untuk menunaikan ibadah haji itu adalah
tuntutan yang sifatnya segera, karenanya, tidak boleh ditunda.
Saya tidak kenal Budiono lebih dekat sedekat bung Funco menggambarkan dalam
diskusi sebelumnya, tetapi yang saya tahu bahwa beliau lebih dari kata "cukup"
secara fisik apalagi materi. Saya bukan menggugat kenapa beliau belum menunaikan
haji, tentu itu hak privat beliau kepada sang Khalik sebagaimana argumen bung
Funco. Tetapi dari dalil dalil Alquran dan Hadits tidak ada satupun pembenaran
terhadap orang yang sudah lebih dari "cukup" untuk tidak menunaikan ibadah haji,
yang biayanya tidak lebih dari gaji beliau sebulan sebagai Gubernur Bank
Indonesia.
Masalah produksi haji & hajjah yang terbanyak tetapi kekerasan dan kejahatan
tetap ada justeru harus dipandang dengan argumen terbalik, jika seandainya
tidak ada haji bisa dipastikan tentu keadaan kejahatan jauh lebih buruk lagi.
Predikat haji & hajjah menuntut mereka paling tidak harus mempertanggungjawabkan
secara moral kepada lingkungannya meskipun sebenarnya tanggungjawab itu jauh
lebih besar kepada Allah yang melantik Haji & Hajjah.
Jika membadingkan tingkat kepatuhan terhdap hukum di Indonesia (mayoritas
muslim) dgn negara lain sperti China (non muslim) kita memang masih jauh. Bukan
Agamanya yang salah tetapi penghayatan terhdap nilai-nilai agama yg dianut yang
menjadi kunci kepatuhan hamba kepada Sang Khalik.
Jadi bukan haji & gelar Hajinya yang salah tetapi ketidakmampuan kita dalam
mengamalkan nilai2 Haji itu sendiri sebagi wujud Penyempurnaan Rukun Islam yang
menyebabkan masih banyaknya kemungkaran di bumi Indonesia.
Bolo ma'apu ju...
Odu' olo...
--- In gorontalomaju2020@yahoogroups.com, Iqbal <kaizen_13@...> wrote:
>
> Jadi pengen ikutan nimbrung. Saya mengaminkan 100 persen argumen bung Funco
tentang postingan awalnya. Ini memang sekedar sharing dari fb temannya yang
mungkin juga dimaksudkan utk kampanye pada saat masa2nya kemaren meskipun bisa
saja cerita ini cuma rekayasa penulis. Komentar dari teman2 lain juga saya pikir
sebagai apresiasi meskipun sudut pandangnya berbeda. Pro dan kontra adalah hal
wajar begitu pula bahasa yang digunakan. Masalah etika kita serahkan saja pada
pandangan orang yang membacanya yang juga akan mengadilinya dengan nilai2 yang
dia anut. Tetaplah berdiskusi..
>
> Salam,
> Iqbal M
>
> Sent from my iPhone
>
> On Jul 19, 2009, at 10:00 PM, Funco Tanipu <func0@...> wrote:
>
> Bung Andre, semestinya dilihat fokus narasi secara detail. Vonis anda mestinya
melihat narasi secara hermeneutik. Apa ada interest saya di balik itu?
> Sebenarnya, jika melihat dari narasi sebelumnya, ini adalah pengalaman
seseorang tentang perjumpaan dia dengan Herawati. Dia menceritakan secara apa
adanya. Dia tak dibayar untuk itu. Dan apalagi dia menceritakan hal itu pasca
pilpres.
>
> Forum ini forum terbuka, tidak ada klaim ruang apalagi waktu di forum ini.
Saya mengikuti forum ini sejak 2005, dan setahu saya tak ada rules mengatur
hal-hal yang perlu dibicarakan itu semestinya yang masa kini. Yang diatur adalah
etika dan kesopanan dalam bertutur. Jika lebih rigid, etika adalah juga
penghargaan terhadap pandangan orang lain, bukan kemudian mengatur pandangan
orang lain dalam irama otak kita.
>
> Toh, tema dalam milis ini juga hampir tak beraturan. Jadi, apa yang mesti
dikatakan "lawas"?
>
> Tapi, saya mengakui bahwa mereka, para kandidat lalu adalah orang-orang
memiliki kapital yang luar biasa. Tapi juga kita mesti melihat itu secara
detail, mana yang mengakumulasi secara sopan dan beretika, mana pula yang
melakukan akumulasi secara "buas".
>
> Berikutnya, yang semestinya dipahami dan ditelaah adalah personalitas dari
kandidat itu. Semestinya, bung Andra tidak pasif terhadap itu. Warga yang baik
adalah juga warga yang berpartisipasi aktif dalam dinamika demokrasi. Tidak
sekedar mencela apa yang teah dihasilkan demokrasi. Secara prosedural, demokrasi
kita sudah lebih baik dari sebelumnya, walau tidak sempurna. Namun, celah
substansial dalam demokrasi itulah yang mesti kita perbaiki, tentu saja dengan
kontribusi aktif dari kita sekalian.
>
> Saya tidak mengenal Boediono, karena saya hanya "mendengar" kuliah untuk studi
pembangunan dari beliau hanya "beberapa saat", di saat dia punya waktu ke UGM.
>
> Bung Andra, tak perlu militan dan fundamental memang untuk mendukung pemimpin
kita. Saya tak pernah punya hasrat jadi seperti itu. Tetapi, kita juga mesti
fair untuk mengapresiasi jika dia memiliki hal yang lebih baik dari yang lain.
Yang saya tahu tentang Boediono, adalah dia memiliki karakter yang "tidak buas"
dalam mengakumulasi kapital. Kapital miliknya adalah murni penghargaan profesi
dia.
>
> Terima kasih, mohon maaf agak panjang..
>
>
>
> Funco Tanipu
>
> .
>
>
>
>
>
>
> --- Pada Ming, 19/7/09, andrekasim <andrekasim@...> menulis:
>
> Dari: andrekasim <andrekasim@...>
> Judul: [GM2020] Re: Ternyata Ibu Tua itu, Ibu Boediono *) Kampanye nih....
> Kepada: gorontalomaju2020@yahoogroups.com
> Tanggal: Minggu, 19 Juli, 2009, 11:42 AM
>
>
> Bung Funco mengangat isue yg tidak relevan lagi... sudah basi, jelas sekali
temanya untuk kampanye (bukan untuk kemenangan lagi tetapi pencitraan) padahal
anda sendiri sudah menggaris bawahi pasangan SBY-Boed menang 61%. Untuk apalagi
dibahas.
>
> Mau miskin, mau kaya, mau pura - pura miskin terserah dia ...!
>
> Kalau anda tidak mengenal betul siapa Boediono tdk usah militan begitu..!
bela2in Budiono...
>
> Sekedar kilas balik berikut daftar kekayaan capres dan cawapres:
>
> 1. Prabowo Subianto Rp 1,5 triliun dan 7,5 juta dollar AS
> 2. Megawati Soekarnoputri Rp 256,4 miliar
> 3. Jusuf Kalla Rp 314,5 miliar dan 25.668 dollar AS
> 4. Wiranto Rp 81,7 miliar dan 378.625 dollar AS.
> 5. Susilo Bambang Yudhoyono Rp 6,8 miliar dan 246.389 dollar AS
> 6. Boediono Rp 22 miliar dan 15.000 dollar AS
>
> Ternyata semuanya mereka kaya raya, harta dunia berlimpah. Termasuk Budiono
yang gaji Gubernur BI sebesar Rp 165 juta per bulan. Atau sekitar Rp 1,9 miliar
pertahun.
>
> Pendapatan resmi seorang Wapres `hanya` Rp 57,2 juta per bulan saat ini.
Sehingga, gaji Boediono pun akan berkurang sekitar Rp 108 juta per bulan pada
oktober 2009 nanti.
>
> --- In gorontalomaju2020@ yahoogroups. com, Razif Halik <razifhalik@ ...>
wrote:
> >
> > Mon Dieu, mon Dieu, ayez pitie de moi et de mon povere people....dila
> > oditi bung Fany Salamanya, longola bo popo'oyo?
> >
> > Wass.OH
> >
> >
> > Funco Tanipu wrote:
> > >
> > >
> > > Maminasata, tak usahlah terlalu curiga dengan posting ini. Bangsa ini
> > > terlalu lemah karena daya curiganya yang terlampau berlebihan.
> > > Tak ada gunanya kampanye, toh SBY-Boediono menang 60 %.
> > > Haji itu masalah privat, masalah hubungan Tuhan dan hambaNYa. Yang
> > > menjadi problem ketika menjadi haji tetapi berperilaku bua terhadap
> > > sesama.
> > > Bangsa ini memproduksi haji dan hajjah sudah sangat banyak, jutaan
> > > jumlahnya. Tetapi, produksi kekerasan dan eksploitasi sudah melampaui
> > > indeks kejahatan manapun..
> > >
> > > Thanks.
> > >
> > >
> > > Funco Tanipu (dari ST29)
> > >
> > > --- Pada *Ming, 19/7/09, elfian_paris@ ...
> > > /<elfian_paris@ ...>/* menulis:
> > >
> > >
> > > Dari: elfian_paris@ ... <elfian_paris@ ...>
> > > Judul: Re: [GM2020] Re: Ternyata Ibu Tua itu, Ibu Boediono *)
> > > Kampanye nih....
> > > Kepada: gorontalomaju2020@ yahoogroups. com
> > > Tanggal: Minggu, 19 Juli, 2009, 12:28 AM
> > >
> > >
> > >
> > > Haji atau tidak bukan dilihat dari berapa banyak uang yang
> > > dimiliki,pejabat atau bukan,karena haji itu adalah ibadah yang
> > > menyangkut keimanan dan urusannya dengan Tuhan,bukan untuk di
> > > publikasikan.
> > > Berapa banyak orang yang punya predikat haji tapi tidak diimbangi
> > > dengan perilaku yang terpuji.
> > > Sekali lagi ibadah haji bukan untuk menunjukan ini aku
> > > "haji".....! !!!
> > > Wassalam...
> > > Terimakasih
> > >
> > > Sent from my BlackBerry� smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> > > Teruuusss... !
> > >
> > > ------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
> > > *From*: "maminasata"
> > > *Date*: Sat, 18 Jul 2009 22:43:54 -0000
> > > *To*: <gorontalomaju2020@ yahoogroups. com>
> > > *Subject*: [GM2020] Re: Ternyata Ibu Tua itu, Ibu Boediono *)
> > > Kampanye nih.....
> > >
> > >
> > > Masih bau - bau kampanye nih aromanya...
> > > Demi pencitraan apapun dilakukan...
> > >
> > > Harta 24 milyar ini versi yg dilaporkan ke KPU yg bisa di audit,
> > > tetapi yg tidak teraudit Insya Allah jauh lebih banyak.
> > >
> > > Kalau punya duit sebanyak itu, umur sudah lanjut belum menunaikan
> > > ibadah haji gimana yah?
> > >
> > > --- In gorontalomaju2020@ yahoogroups. com
> > > </mc/compose? to=gorontalomaju 2020%40yahoogrou ps.com>, Funco Tanipu
> > > <func0@> wrote:
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > Suatu siang, setahun yang lalu. Tak sengaja di atas pesawat, saya
> > > > bersebalahan dengan seorang ibu tua. Ibu Tua itu berpakaian
> > > biasa, tak
> > > > ada merek branded yang melekat di badannya. Baju, tas, jam
> > > tangan semua
> > > > biasa saja, layaknya ibu-ibu biasa.. Setelah lama duduk, kamipun
> > > > terlibat dalam pembicaraan kiri kanan..
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > Ibu Tua: “Hendak ke mana dik”. Saya jawab hendak ke Jogja karena ada
> > > > urusan kantor. Lalu kami bicara mengenai banyak hal termasuk
> > > mengenai
> > > > jogja. Sampai saya bilang kalau kakak saya juga ngajar di UGM.
> > > > ”Fakultas apa dik,” tanya Ibu Tua itu. ”Di Fakultas Ekonomi,”
> > > kata saya
> > > > sambil saya sebut sebuah nama. Dan ternyata Ibu Tua itu kenal
> > > baik. Ibu
> > > > Tua malah bilang sering berinteraksi dengan kakak saya itu.
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > ”Dia rekan kerja suami saya,” kata Ibu Tua itu berulang-ulang. Lama
> > > > benar saya berpikir siapa sih Ibu Tua itu. Akhirnya saya
> > > beranikan diri
> > > > bertanya, ”Memang suami Ibu siapa namanya”. Ibu Tua itu lalu
> > > menjawab,
> > > > Pak Boediono. ”Walah, kalau itu sih bukan rekan kerja, Bu. Pak
> > > Boed mah
> > > > dosen, senior dan guru kakak saya,”.
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > ”Ah gak lah, biasa saja,” tukas Ibu Tua itu. Waktu kami bertemu, Pak
> > > > Boediono masih menjabat sebagai Menko Ekuin di Kabinet SBY JK. Tapi
> > > > sudah akan resmi mengemban amanah jabatan baru sebagai Gubernur BI.
> > > > Lalu saya bilang ke Ibu Tua, ”Selamat ya Bu, Pak Boed jadi Gubernur
> > > > BI,”. Tapi Ibu Tua itu malah bilang begini: ”Saya itu sebenarnya gak
> > > > senang bapak jadi pejabat, repot dan kasihan sebagai orang tua.
> > > > Sudahlah gak usah di birokrasi, balik ke kampus saja momong cucu”.
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > Lalu, sewaktu pesawat sebentar lagi mendarat di bandara, saya
> > > bertanya:
> > > > Ibu dijemput ya. Kalau gak ada yang jemput, ikut saya saja. Saya ada
> > > > kendaraan kantor. ”Wah gak usah, saya sudah telpun tetangga saya
> > > untuk
> > > > minta dijemput”. Saya melongo, kaget bukan kepalang karena dia
> > > > benar-benar mengaku tak ada supir yang jemput dia.
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > Di akhir pertemuan singkat itu, Ibu Tua pesan ”Kalau jalan-jalan di
> > > > Pasar Beringharjo, hati-hati dengan tas. Soalnya banyak copet,”
> > > katanya
> > > > seraya kami tertawa. Selepas berpisah dengan Ibu Tua itu, saya
> > > > terheran-heran sendiri karena yang baru saja berbicara hangat tadi
> > > > adalah istri Gubernur BI. Dan benar saja, beberapa hari setelah kami
> > > > bertemu, Pak Boed dilantik sebagai Gubernur BI.
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > *) seperti dituturkan teman saya di Facebook nya
> > > >
> > > >
> > > > Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan
> > > lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih
> > > aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!
> > > > http://downloads. yahoo.com/ id/internetexplo rer/
> > > <http://downloads. yahoo.com/ id/internetexplo rer/>
> > > >
> > >
> > >
> > > ------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
> > > Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger
> > > <http://sg.rd. yahoo.com/ id/messenger/ trueswitch/ mailtagline/
*http://id. messenger. yahoo.com/ invite/>
> > > Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!
> > >
> >
>
>
> Akses email lebih cepat.
> Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang
dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis)
>