Sent from my iPhone
Bung Andre, semestinya dilihat fokus narasi secara detail. Vonis anda mestinya melihat narasi secara hermeneutik. Apa ada interest saya di balik itu?
Sebenarnya, jika melihat dari narasi sebelumnya, ini adalah pengalaman seseorang tentang perjumpaan dia dengan Herawati. Dia menceritakan secara apa adanya. Dia tak dibayar untuk itu. Dan apalagi dia menceritakan hal itu pasca pilpres.
Forum ini forum terbuka, tidak ada klaim ruang apalagi waktu di forum ini. Saya mengikuti forum ini sejak 2005, dan setahu saya tak ada rules mengatur hal-hal yang perlu dibicarakan itu semestinya yang masa kini. Yang diatur adalah etika dan kesopanan dalam bertutur. Jika lebih rigid, etika adalah juga penghargaan terhadap pandangan orang lain, bukan kemudian mengatur pandangan orang lain dalam irama otak kita.
Toh, tema dalam milis ini juga hampir tak beraturan. Jadi, apa yang mesti dikatakan "lawas"?
Tapi, saya mengakui bahwa mereka, para kandidat lalu adalah orang-orang memiliki kapital yang luar biasa. Tapi juga kita mesti melihat itu secara detail, mana yang mengakumulasi secara sopan dan beretika, mana pula yang melakukan akumulasi secara "buas".
Berikutnya, yang semestinya dipahami dan ditelaah adalah personalitas dari kandidat itu. Semestinya, bung Andra tidak pasif terhadap itu. Warga yang baik adalah juga warga yang berpartisipasi aktif dalam dinamika demokrasi. Tidak sekedar mencela apa yang teah dihasilkan demokrasi. Secara prosedural, demokrasi kita sudah lebih baik dari sebelumnya, walau tidak sempurna. Namun, celah substansial dalam demokrasi itulah yang mesti kita perbaiki, tentu saja dengan kontribusi aktif dari kita sekalian.
Saya tidak mengenal Boediono, karena saya hanya "mendengar" kuliah untuk studi pembangunan dari beliau hanya "beberapa saat", di saat dia punya waktu ke UGM.
Bung Andra, tak perlu militan dan fundamental memang untuk mendukung pemimpin kita. Saya tak pernah punya hasrat jadi seperti itu. Tetapi, kita juga mesti fair untuk mengapresiasi jika dia memiliki hal yang lebih baik dari yang lain. Yang saya tahu tentang Boediono, adalah dia memiliki karakter yang "tidak buas" dalam mengakumulasi kapital. Kapital miliknya adalah murni penghargaan profesi dia.
Terima kasih, mohon maaf agak panjang..
Funco Tanipu
.
--- Pada Ming, 19/7/09, andrekasim <andrekasim@yahoo.co.id> menulis:
Dari: andrekasim <andrekasim@yahoo.co.id>
Judul: [GM2020] Re: Ternyata Ibu Tua itu, Ibu Boediono *) Kampanye nih....
Kepada: gorontalomaju2020@yahoogroups. com
Tanggal: Minggu, 19 Juli, 2009, 11:42 AMBung Funco mengangat isue yg tidak relevan lagi... sudah basi, jelas sekali temanya untuk kampanye (bukan untuk kemenangan lagi tetapi pencitraan) padahal anda sendiri sudah menggaris bawahi pasangan SBY-Boed menang 61%. Untuk apalagi dibahas.
Mau miskin, mau kaya, mau pura - pura miskin terserah dia ...!
Kalau anda tidak mengenal betul siapa Boediono tdk usah militan begitu..! bela2in Budiono...
Sekedar kilas balik berikut daftar kekayaan capres dan cawapres:
1. Prabowo Subianto Rp 1,5 triliun dan 7,5 juta dollar AS
2. Megawati Soekarnoputri Rp 256,4 miliar
3. Jusuf Kalla Rp 314,5 miliar dan 25.668 dollar AS
4. Wiranto Rp 81,7 miliar dan 378.625 dollar AS.
5. Susilo Bambang Yudhoyono Rp 6,8 miliar dan 246.389 dollar AS
6. Boediono Rp 22 miliar dan 15.000 dollar AS
Ternyata semuanya mereka kaya raya, harta dunia berlimpah. Termasuk Budiono yang gaji Gubernur BI sebesar Rp 165 juta per bulan. Atau sekitar Rp 1,9 miliar pertahun.
Pendapatan resmi seorang Wapres `hanya` Rp 57,2 juta per bulan saat ini. Sehingga, gaji Boediono pun akan berkurang sekitar Rp 108 juta per bulan pada oktober 2009 nanti.
--- In gorontalomaju2020@ yahoogroups. com, Razif Halik <razifhalik@ ...> wrote:
>
> Mon Dieu, mon Dieu, ayez pitie de moi et de mon povere people....dila
> oditi bung Fany Salamanya, longola bo popo'oyo?
>
> Wass.OH
>
>
> Funco Tanipu wrote:
> >
> >
> > Maminasata, tak usahlah terlalu curiga dengan posting ini. Bangsa ini
> > terlalu lemah karena daya curiganya yang terlampau berlebihan.
> > Tak ada gunanya kampanye, toh SBY-Boediono menang 60 %.
> > Haji itu masalah privat, masalah hubungan Tuhan dan hambaNYa. Yang
> > menjadi problem ketika menjadi haji tetapi berperilaku bua terhadap
> > sesama.
> > Bangsa ini memproduksi haji dan hajjah sudah sangat banyak, jutaan
> > jumlahnya. Tetapi, produksi kekerasan dan eksploitasi sudah melampaui
> > indeks kejahatan manapun.
> >
> > Thanks.
> >
> >
> > Funco Tanipu (dari ST29)
> >
> > --- Pada *Ming, 19/7/09, elfian_paris@ ...
> > /<elfian_paris@ ...>/* menulis:
> >
> >
> > Dari: elfian_paris@ ... <elfian_paris@ ...>
> > Judul: Re: [GM2020] Re: Ternyata Ibu Tua itu, Ibu Boediono *)
> > Kampanye nih....
> > Kepada: gorontalomaju2020@ yahoogroups. com
> > Tanggal: Minggu, 19 Juli, 2009, 12:28 AM
> >
> >
> >
> > Haji atau tidak bukan dilihat dari berapa banyak uang yang
> > dimiliki,pejabat atau bukan,karena haji itu adalah ibadah yang
> > menyangkut keimanan dan urusannya dengan Tuhan,bukan untuk di
> > publikasikan.
> > Berapa banyak orang yang punya predikat haji tapi tidak diimbangi
> > dengan perilaku yang terpuji.
> > Sekali lagi ibadah haji bukan untuk menunjukan ini aku
> > "haji".....! !!!
> > Wassalam...
> > Terimakasih
> >
> > Sent from my BlackBerry� smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> > Teruuusss... !
> >
> > ------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
> > *From*: "maminasata"
> > *Date*: Sat, 18 Jul 2009 22:43:54 -0000
> > *To*: <gorontalomaju2020@ yahoogroups. com>
> > *Subject*: [GM2020] Re: Ternyata Ibu Tua itu, Ibu Boediono *)
> > Kampanye nih....
> >
> >
> > Masih bau - bau kampanye nih aromanya...
> > Demi pencitraan apapun dilakukan...
> >
> > Harta 24 milyar ini versi yg dilaporkan ke KPU yg bisa di audit,
> > tetapi yg tidak teraudit Insya Allah jauh lebih banyak.
> >
> > Kalau punya duit sebanyak itu, umur sudah lanjut belum menunaikan
> > ibadah haji gimana yah?
> >
> > --- In gorontalomaju2020@ yahoogroups. com
> > </mc/compose? to=gorontalomaju 2020%40yahoogrou ps.com>, Funco Tanipu
> > <func0@> wrote:
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > Suatu siang, setahun yang lalu. Tak sengaja di atas pesawat, saya
> > > bersebalahan dengan seorang ibu tua. Ibu Tua itu berpakaian
> > biasa, tak
> > > ada merek branded yang melekat di badannya. Baju, tas, jam
> > tangan semua
> > > biasa saja, layaknya ibu-ibu biasa. Setelah lama duduk, kamipun
> > > terlibat dalam pembicaraan kiri kanan.
> > >
> > >
> > >
> > > Ibu Tua: “Hendak ke mana dik”. Saya jawab hendak ke Jogja karena ada
> > > urusan kantor. Lalu kami bicara mengenai banyak hal termasuk
> > mengenai
> > > jogja. Sampai saya bilang kalau kakak saya juga ngajar di UGM.
> > > ”Fakultas apa dik,” tanya Ibu Tua itu. ”Di Fakultas Ekonomi,”
> > kata saya
> > > sambil saya sebut sebuah nama. Dan ternyata Ibu Tua itu kenal
> > baik. Ibu
> > > Tua malah bilang sering berinteraksi dengan kakak saya itu.
> > >
> > >
> > >
> > > ”Dia rekan kerja suami saya,” kata Ibu Tua itu berulang-ulang. Lama
> > > benar saya berpikir siapa sih Ibu Tua itu. Akhirnya saya
> > beranikan diri
> > > bertanya, ”Memang suami Ibu siapa namanya”. Ibu Tua itu lalu
> > menjawab,
> > > Pak Boediono. ”Walah, kalau itu sih bukan rekan kerja, Bu. Pak
> > Boed mah
> > > dosen, senior dan guru kakak saya,”.
> > >
> > >
> > >
> > > ”Ah gak lah, biasa saja,” tukas Ibu Tua itu. Waktu kami bertemu, Pak
> > > Boediono masih menjabat sebagai Menko Ekuin di Kabinet SBY JK. Tapi
> > > sudah akan resmi mengemban amanah jabatan baru sebagai Gubernur BI.
> > > Lalu saya bilang ke Ibu Tua, ”Selamat ya Bu, Pak Boed jadi Gubernur
> > > BI,”. Tapi Ibu Tua itu malah bilang begini: ”Saya itu sebenarnya gak
> > > senang bapak jadi pejabat, repot dan kasihan sebagai orang tua.
> > > Sudahlah gak usah di birokrasi, balik ke kampus saja momong cucu”.
> > >
> > >
> > >
> > > Lalu, sewaktu pesawat sebentar lagi mendarat di bandara, saya
> > bertanya:
> > > Ibu dijemput ya. Kalau gak ada yang jemput, ikut saya saja. Saya ada
> > > kendaraan kantor. ”Wah gak usah, saya sudah telpun tetangga saya
> > untuk
> > > minta dijemput”. Saya melongo, kaget bukan kepalang karena dia
> > > benar-benar mengaku tak ada supir yang jemput dia.
> > >
> > >
> > >
> > > Di akhir pertemuan singkat itu, Ibu Tua pesan ”Kalau jalan-jalan di
> > > Pasar Beringharjo, hati-hati dengan tas. Soalnya banyak copet,”
> > katanya
> > > seraya kami tertawa. Selepas berpisah dengan Ibu Tua itu, saya
> > > terheran-heran sendiri karena yang baru saja berbicara hangat tadi
> > > adalah istri Gubernur BI. Dan benar saja, beberapa hari setelah kami
> > > bertemu, Pak Boed dilantik sebagai Gubernur BI.
> > >
> > >
> > >
> > > *) seperti dituturkan teman saya di Facebook nya
> > >
> > >
> > > Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan
> > lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih
> > aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!
> > > http://downloads. yahoo.com/ id/internetexplo rer/
> > <http://downloads. yahoo.com/ id/internetexplo rer/>
> > >
> >
> >
> > ------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
> > Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger
> > <http://sg.rd. yahoo.com/ id/messenger/ trueswitch/ mailtagline/ *http://id. messenger. yahoo.com/ invite/>
> > Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!
> >
>
Akses email lebih cepat.
Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis)