Temans semua,
Masika-ICMI Gorontalo berencana menggelar Dialog Nasional tentang Otonomi
Daerah. Draft pokok-pokok pikiran yang akan saya lontarkan adalah sebagai
berikut ;
1. Status kepegawaian para guru.
Ada ide bahwa sebaiknya guru berstatus pegawai pusat, walaupun kurikulum mesti
berkoordinasi dengan Pemda. Kenapa berstatus pusat? Supaya para guru tidak
terganggu tugasnya oleh intervensi dari bupati/walikota/gubernur yang biasanya
bermuatan kepentingan politik Pilkada).
2. Tata Otonomi Daerah.
Ada ide bahwa sebaiknya tata pemerintahan daerah seluruh provinsi di Indonesia
dibuat seperti DKI Jakarta :
a) Otonomi di tingkat provinsi.
b) Hanya gubernur dan DPRD Provinsi yang dipilih dalam Pemilu dan Pilkada.
c) Tidak ada DPRD Kota/Kabupaten untuk penghematan anggaran nasional. (Sbg
contoh kasus; lebih kecil biaya untuk 100 anggota DPRD Provinsi Gorontalo
daripada biaya untuk 225 anggota DPRD Kab/Kota + 40 DPRD Provinsi). Biaya untuk
mereka bisa langsung untuk sektor riil yang dilaksanakan oleh masyarakat /
pengusaha lokal.
d) Walikota/Bupati ditunjuk oleh Mendagri berdasarkan usul gubernur (mungkin
modifikasinya ; kalau di jakarta walikota adalah PNS, mungkin di provinsi lain
boleh juga dari partai maupun kalangan kampus yang mendukung gubernur). Dengan
begitu maka hemat anggaran Pilkada dan pemilu dan koordinasi pembangunan menjadi
lebih baik.
e) Dengan demikian, maka kesejahteraan rakyat merupakan tanggungjawab gubernur
dan Deprov. Kalau pakai sistem yang sekarang ini, bupati/walikota tidak tunduk
kepada--dan sulit berada di bawah koordinasi--gubernur. Jadinya, ketika bertanya
kepada bupati tentang kekurangan2 yang terjadi di masyarakat, bupati akan
menjawab, "Itu karena gubernur yang tidak perduli." Sebaliknya, ketika
pertanyaan yang sama diajukan ke gubernur, dia akan menjawab mirip, "Itu karena
bupatinya tidak perduli."
Pikiran-pikran di atas dapat dilontarkan sekarang melalui lembaga negara DPD /
DPR, walaupun realisasinya nanti 10-15 tahun yang akan datang.
Mohon masukan dari sahabat-sahabatku semua.
Terimakasih atas perhatiannya.
Odu'olo,
Wassalam,
Elnino M. Husein Mohi